Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

STRUKTUR BAJA DAN DETAIL SAMBUNGAN

Disusun Oleh :

ISMAIL YUNUS
BS 111 18 005

JURUSAN TEKNIK SIPIL


SEKOLAH TINGGI TEKNIK BARAMULI PINRANG
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,

serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tentang“Struktur Baja dan detail

sambungan” ini dengan baik meskipun masih banyak kekurangandidalamnya.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya

laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.

Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami

memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Pinrang. 07 Oktober 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………......

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………...

BAB 1 PENDAHULUAN ………………………………………………………………………...

A. LATAR BELAKANG ………………………………………………………………………….

B. RUMUSAN MASALH …………………………………………………………………………

C. TUJUAN ………………………………………………………………………………………..

BAB 2 PEMBAHASAN …………………………………………………………………………..

A. PENGERTIAN BAJA DAN SIFATNYA ……………………………………………………...

B. JENIS – JENIS BAJA ..................................................................................................................

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BAJA ………………………………………………….

D. PENGERTIAN SAMBUNGAN BAJA ………………………………………………………...

E. MACAM – MACAM DAN JENIS SAMBUNGAN BAJA ……………………………………

BAB 3 PENUTUP ….……………………………………………………………………………..

A. KESIMPULAN …………………………………………………………………………………

B. SARAN …………………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………..


BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Struktur baja merupakan suatu alternatif yang menguntungkan dalam pembangunan gedung
dan struktur yang lainnya baik dalam skala kecil maupun besar. Hal ini dikarenakan material
baja mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan bahan konstruksi yang lain. Bila
dibandingkan dengan beton konvensional, baja memiliki beberapa keunggulan yang perlu
diperhatikan dalam pembangunan yaitu awet dan kuat, specific strength yang lebih tinggi serta
waktu pengerjaan yang lebih cepat dapat mempercepat pengerjaan struktur ditambah lagi dengan
keseragaman material yang lebih terjamin karena dibuat secara fabrikasi (homogen).

Menggunakan struktur rangka baja dapat memaksimalkan tinggi ruang karena kebutuhan
dimensi yang lebih kecil. Tinggi ruang akan dapat lebih dimaksimalkan jika MEP ( Mekanical,
Electrical & Plumbing Engineering) dapat menembus balok struktur, karena tinggi ruang bersih
tergantung dari tinggi plafon yang berfungsi menutupi balok struktur dan MEP. Jika MEP dapat
menembus balok struktur, tentu dapat membantu mengurangi penurunan plafon namun dengan
adanya lubang pada balok struktur akan mempengaruhi kapasitas balok.

Untuk mengetahui pengaruh lubang pada balok perlu dilakukan pemodelan balok berlubang.
Penelitian tentang pemodelan balok baja berlubang telah dilakukan sebelumnya dengan variasi
bentuk dan variasi posisi lubang (Sharda .2011) namun hanya dalam model mikro. Pada
penelitian ini pengaruh lubang ditinjau pada model makro dan mikro untuk melihat pengaruh
lubang terhadap prilaku global maupun pengaruh lokal lubang terhadap tegangan di sekitar
lubang.

Struktur baja dibuat dari sejumlah pelat/batang baja yang satu sama lainnya
disusun/disambung sedemikian rupa. Jadi, penyambungan merupakan salah satu proses penting
karena kekuatan sambungan sangat memengaruhi kekuatan, kekokohan, dan keamanan struktur
baja. Oleh karena itu, gambar rencana struktur baja harus memuat rincian setiap sambungan
dengan jelas.
B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah yang dimaksud dengan baja dan sifat-sifat baja

2. Apa saja jenis – jenis baja

3. apa saja kelebihan dan kekurangan baja

4. Apakah pengertian dari sambungan

5. Apa saja macam - macam sambungan dan jenis – jenis sambungan baja

C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengertian baja beserta sifat – sifatnya

2. Untuk mengetahui apa saja jenis baja

3. Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan baja

4. Untuk mengetahui apa pengertian dari sambungan

5. Untuk mengetahui apa saja macam – macam sambungan dan jenis - jenis sambungan baja
BAB 2

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN BAJA DAN SIFATNYA


1. Pengertian baja

Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai unsur dasar dengan karbon sebagai unsur
paduan utamanya. Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat
sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan
mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi.
Unsur paduan lain yang biasa ditambahkan selain karbon adalah (titanium), krom
(chromium), nikel, vanadium, cobalt dan tungsten (wolfram). Penambahan kandungan karbon pada
baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya(tensile strength), namun di
sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility). Baja tahan
karat atau lebih dikenal dengan Stainless Steel adalah senyawa besi yang mengandung setidaknya
10,5% Kromium untuk mencegah proses korosi (pengkaratan logam). Kemampuan tahan karat
diperoleh dari terbentuknya lapisan film oksidakromium, dimana lapisan oksida ini menghalangi
proses oksidasi besi (Ferum). Stainless Steel sering digunakan dalam perlengkapan Stainless Steel
untuk industri makanan.

2. Sifat Baja

Beberapa sifat - sifat baja secara umum adalah :

a. Keteguhan (solidity)
Mempunyai ketahanan terhadap tarikan, tekanan atau lentur
b. Elastisitas (elasticity)
Kemampuan / kesanggupan untuk dalam batas –batas pembebanan tertentu, sesudahnya
pembebanan ditiadakan kembali kepada bentuk semula.
c. Kekenyalan / keliatan (tenacity)
Kemampuan/kesanggupan untuk dapat menerima perubahan perubahan bentuk yang besar
tanpa menderita kerugian-kerugian berupa cacat atau kerusakan yang terlihat dari luar dan
dalam untuk jangka waktu pendek

d. Kemungkinan ditempa (maleability)


Sifat dalam keadaan merah pijar menjadi lembek dan plastis sehingga dapat dirubah
bentuknya

e. Kemungkinan dilas (weklability)

Sifat dalam keadaan panas dapat digabungkan satu sama lain dengan memakai atau tidak
memakai bahan tambahan, tampa merugikan sifat-sifat keteguhannya.

f. Kekerasan (hardness)
Kekuatan melawan terhadap masuknya benda lain.

B. JENIS - JENIS BAJA

Baja secara umum dapat dikelompokkan atas 2 jenis yaitu :

1. Baja karbon (Carbon steel)


Baja karbon terdiri atas :
a) Baja karbon rendah (low carbon steel) Machine, machinery dan mild steel (0,05 % –
0,30% C ) Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin Penggunaannya:
b) 0,05 % – 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, screws, nails.
c) 0,20 % – 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings.
d) Baja karbon menengah (medium carbon steel )
 Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah.
 Sifatnya sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong.
2. Baja Paduan (Alloy steel)
Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu:
 Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan, kekuatan tarik dan sebagainya)
 Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah
 Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi)
 Untuk membuat sifat-sifat spesial

Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi:


a) Low alloy steel, jika elemen paduannya ≤ 2,5 %
b) Medium alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 – 10 %
c) High alloy steel, jika elemen paduannya > 10 %

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BAJA

Kelebihan Baja sebagai Material Struktur antara lain :

1. Kekuatan Tinggi
Kekuatan yang tinggi dari baja per satuan berat mempunyai konsekuensi bahwa beban mati
akan kecil. Hal ini sangat penting untuk jembatan bentang panjang, bangunan tinggi, dan
bangunan dengan kondisi tanah yang buruk.

2. Keseragaman
Sifat baja tidak berubah banyak terhadap waktu, tidak seperti halnya pada struktur beton
bertulang.

3. Elastisitas
Baja berperilaku mendekati asumsi perancang teknik dibandingkan dengan material lain
karena baja mengikuti hukum Hooke hingga mencapai tegangan yang cukup tinggi.
Momen inersia untuk penapang baja dapat ditentukan dengan pasti dibandingkan dengan
penampang beton bertulang.

4. Permanen
Portal baja yang mendapat perawatan baik akan berumur sangat panjang, bahkan hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi tertentu baja tidak memerlukan perawatan
pengecatan sama sekali.

5. Daktilitas
Daktilitas didefinisikan sebagai sifat material untuk menahan deformasi yang besar tanpa
keruntuhan terhadap beban tarik. Suatu elemen baja yang diuji terhadap tarik akan
mengalami pengurangan luas penampang dan akan terjadi perpanjangan sebelum terjadi
keruntuhan.

6. Kemudahan penyambungan baik dengan baut, paku keling maupun las,

7. Cepat dalam pemasangan,

8. Dapat dibentuk menjadi profil yang diinginkan,

9. Kemungkinan untuk penggunaan kembali setelah pembongkaran,

10. Masih bernilai meskipun tidak digunakan kembali sebagai elemen struktur.

11. Adaptif terhadap prefabrikasi


Kelemahan Baja sebagai Material Struktur :

1. Biaya Pemeliharaan
Umumnya material baja sangat rentan terhadap korosi jika dibiarkan terjadi kontak
dengan udara dan air sehingga perlu dicat secara periodik.

2. Biaya Perlindungan Terhadap Kebakaran


Meskipun baja tidak mudah terbakar tetapi kekuatannya menurun drastis jika terjadi
kebakaran. Selain itu baja juga merupakan konduktor panas yang baik sehingga dapat menjadi
pemicu kebakaran pada komponen lain. Akibatnya, portal dengan kemungkinan kebakaran tinggi
perlu diberi pelindung. Ketahanan material baja terhadap api dipersyaratkan dalam Pasal 14 SNI
03-1729-2002.

3. Rentan Terhadap Buckling


Semakin langsung suatu elemen tekan, semakin besar pula bahaya
terhadapbuckling (tekuk). Sebagaimana telah disebutkan bahwa baja mempunyai kekuatan yang
tinggi per satuan berat dan jika digunakan sebagai kolom seringkali tidak ekonomis karena
banyak material yang perlu digunakan untuk memperkuat kolom terhadapbuckling.

4. Fatik
Kekuatan baja akan menurun jika mendapat beban siklis. Dalam perancangan perlu
dilakukan pengurangan kekuatan jika pada elemen struktur akan terjadi beban siklis.

5. Keruntuhan Getas
Pada kondisi tertentu baja akan kehilangan daktilitasnya dan keruntuhan getas dapat
terjadi pada tempat dengan konsentrasi tegangan tinggi. Jenis beban fatik dan temperatur yang
sangat rendah akan memperbesar kemungkinan keruntuhan getas (ini yang terjadi pada kapal
Titanic).
D. PENGERTIAN SAMBUNGAN BAJA

Tiap mesin atau konstuksi terbentuk dari beberapa suku bagian,macam-macam bagian.
Sesamanya dihubungkan, salah satu cara menghubungkan suatu bagian ke suku bagian yang lain
diperlukan / memberikan sambungan.
Sambungan adalah hasil dari penyatuan beberapa bagian / konstruksi dengan menggunakan
suatu cara tertentu.

E. MACAM – MACAM DAN JENIS SAMBUNGAN BAJA

Macam – macam sambungan :

1. Sambungan tetap adalah sambungan yang dapat dilepas dengan cara merusaknya,
contoh:sambungan keeling dan sambungan las.

2. Sambungan tidak tetap adalah sambungan yang dapat kita lepas dan dapat kita
bongkar tanpa merusaknya sesuatu,
contohnya:sambungan pasak,sambungan pena,dan sambungan ulir.

Jenis – jenis sambungan :


1. Baut kekuatan tinggi

Dua jenis utama baut kekuatan (mutu) tinggi ditunjukkan oleh ASTM sebagai A325
dan A490. Baut ini memiliki kepala segienam yang tebal dan digunakan dengan mur
segienam yang setengah halus (semifinished) dan tebal seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 6.10(b). Bagian berulirnya lebih pendek dari pada baut non-struktural, dan dapat
dipotong atau digiling (rolled).

2. Paku keeling

Sudah sejak lama paku keling diterima sebagai alat penyambung batang, tetapi
beberapa tahun terakhir ini sudah jarang digunakan di Amerika. Paku keling dibuat dari
baja batangan dan memiliki bentuk silinder dengan kepala di salah satu ujungnya. Baja
paku keling adalah baja karbon sedang dengan identifikasi ASTM A502 Mutu I (Fv = 28
ksi) (1190 MPa) dan Mutu 2 (Fy = 38 ksi) (260 MPa), serta kekuatan leleh minimum yang
ditetapkan didasarkan pada bahan baja batangan. Pembuatan dan pemasangan paku keling
menimbulkan perubahan sifat mekanis.

3. Baut Hitam
Baut ini dibuat dari baja karbon rendah yang diidentifikasi sebagai ASTM A307,
dan merupakan jenis baut yang paling murah. Namun, baut ini belum tentu menghasilkan
sambungan yang paling murah karena banyaknya jumlah baut yang dibutuhkan pada suatu
sambungan. Pemakaiannya terutama pada struktur yang ringan, batang sekunder atau
pengaku, anjungan (platform), gording, rusuk dinding, rangka batang yang kecil dan lain-
lain yang bebannya kecil dan bersifat statis. Baut ini juga dipakai sebagai alat penyambung
sementara pada sambungan yang menggunakan baut kekuatan tinggi, paku keling, atau las.
Baut hitam (yang tidak dihaluskan) kadang-kadang disebut baut biasa, mesin, atau kasar,
serta kepala dan murnya dapat berbentuk bujur sangkar.

4. Baut Bersirip (Ribbed Bolt)

BAB 3
PENUTUP
A. KESIMPULAN

 Sambungan adalah hasil dari penyatuan beberapa bagian / konstruksi dengan menggunakan
suatu cara tertentu. Sambungan tetap adalah sambungan yang dapat dilepas dengan cara
merusaknya. Sambungan tidak tetap adalah sambungan yang dapat kita lepas dan dapat
kita bongkar tanpa merusaknya sesuatu,
Contohnya : sambungan pasak,sambungan pena,dan sambungan ulir. ,
Contohnya : sambungan keeling dan sambungan las.
 Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai unsur dasar dengan karbon sebagai unsur
paduan utamanya. Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1%
berat sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan
mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi.

B. SARAN
Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, baik
dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya dan dari segi isi juga masih
perlu ditambahkan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kepada para pembaca
atau makalah ini agar dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.
Sehingga makalah dapat tersusun dengan baik dan sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

https://yefrichan.wordpress.com/2011/04/16/jenis-jenis-baja/
http://bestananda.blogspot.co.id/2013/09/kelebihan-dan-kekurangan-baja-sebagai.html
http://anwarpuady.blogspot.co.id/2014/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://satriopage.blogspot.com/2012/12/makalah-pembuatan-baja-konvertor.html