Anda di halaman 1dari 46

ILMU ALAMIAH ILMU BUDAYA DAN

ILMU SOSIAL DASAR

Disusun Oleh :
Jihan Agustina
1173311059

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

KATA PENGANTAR

1
Puji syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Critical
Book Report yang berjudul “ Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu
Sosial” ini dengan sebaik-baiknya.

Penulis sadar bahwa critical book report ini tidak dapat terselesaikan dengan baik
tanpa bantuan dosen pengampu, rekan-rekan, dan pihak-pihak yang telah
membantu baik secara moril maupun spiritual. Untuk itu penulis mengucapkan
terima kasih.

Critical Book Report ini masih jauh dari sempurna, maka kiranya kritik dan saran
sangat penulis nanti dari para pembaca. Harapan penulis semoga critical book
report ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Oktober 2018

PENULIS

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR.........................................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A.LatarBelakang......................................................................................................1
B.Tujuan...................................................................................................................2
C. Manfaat...........................................................................................................................2
D. Identitas Buku.................................................................................................................2

BAB II RINGKASAN BUKU


BAB I : PENDAHULUAN.................................................................................................4
A. Sumber pengetahuan manusia........................................................................................4
B. Ilmu pengetahuan............................................................................................................4
C. Pengertian dan tujuan IAD..............................................................................................4
D. Pengertian dan tujuan mempellajari IBD...........................................................5
E. Pengertian dan tujuan mempelajari ISD..............................................................5
BAB II : ILMU ALAMIAH DASAR..................................................................................7
A. Perkembangan Pemikiran Manusia Tentang Alam.........................................................6
B. Metode Ilmiah..................................................................................................................7
C. Alam Semesta Menurut IPA............................................................................................9
D. Evolusi dan Rekayasa Produksi.......................................................................................11
E. Teknologi dan Masalah Lingkungan Hidup Serta Upaya Penanggulangannya..............14
BAB III ILMU BUDAYA DASAR....................................................................................17
A. Manusia dan Kebudayaan...............................................................................................17
B. Cinta Kasih, Kegelisahan dan Keadilan pada Manusia..................................................22
C. Pandangan Hidup, Tanggung Jawab dan Keadilan Pada Manusia....................24
BAB IV : ILMU SOSIAL DASAR.....................................................................................27
A.Stratifiksi dan Interaksi Sosial............................................................................27
B.Pertentangan Sosial dan Interaksi Masyarakat..................................................29

3
C.Warga dan Negara.............................................................................................31

BAB III PEMBAHASAN


A.Kelebihan dan Kekurangan Buku Utama...........................................................36
B.Kelebihan dan Kekurangan Buku Kedua...........................................................38

BAGIAN IIIPENUTUP
A.Kesimpulan.........................................................................................................40
B.Saran...................................................................................................................41
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................42

BAB I

4
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep
yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai
pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the
Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin
humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th
humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih
berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan
seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-
nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia
menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping
tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Adapun Manusia  adalah  makhluk Allah  yang di anugrahi akal, fikiran,
dan  fisik untuk menunjang kehidupannya sebagai seorang  insan yang di tunjuk
oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi yang  Allah Yang Maha Kuasa
ciptakan. Oleh karena manusia adalah khalifah di bumi ini sepatutnya seorang
manusia haruslah mempunyai prilaku yang sesuai dengan yang Tuhan  inginkan
untuk dipercayakan menjaga keutuhan bumi yang Allah ciptakan dengan segala
makhluk hidup didalamnya untuk manusia jaga kelestariannya.Manusia yang
menjadi seorang terpilih dan tinggi derajatnya di mata Tuhan, manusia haruslah
mempunyai kepercayaan, ilmu, dan menjalankan segala apa yang di perintahkan
Allah dan menjauhi yang di larang oleh Allah SWT. Sebagai makhluk yang
mempunyai akal dan fikiran serta fisik manusia haruslah memanfaatkan anugrah
yang di berikan oleh Allah itu dengan sebaik – baiknya dan jangan menyalah
gunakannya sebagai suatu yang Allah benci.  Manusia haruslah  mempunyai
budaya yang baik untuk menjadikannya seorang manusia yang memiliki derajat
tinggi di mata Allah SWT.  Maka manusia harus menjadikan budaya yang baik

5
sebagai bagian dari dirinya tanpa mengabaikan apa yang menjadi kewajiban
sebagai makhluk yang berketuhanan.

B. TUJUAN

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah IPS dikelas rendah

2. Untuk Ilmu Alamiah Dasar Ilmu Budaya Dasar Ilmu Sosial Dasar

C. MANFAAT

Untuk mempermudah mahasiswa untuk membuat CBR

D. IDENTITAS BUKU
Buku Pertama
Judul Buku : Ilmu Alamiah Dasar Ilmu Budaya Dasar Ilmu Sosial Dasar
No. ISBN : 978-602-8826-02-0
Pengarang : Dr. Lely Risnawaty Daulay, M.Si.
Penerbit : Cipta Pustaka Media Perintis
Tahun Terbit : 2010
Edisi :1
Tebal Buku : 165 halaman
Bahasa Teks : Bahasa Indonesia
Buku ini ditulis oleh Dr. Lely Risnawaty Daulay, M.Si, yang berjudul .
Buku ini berjudul Ilmu Alamiah Dasar Ilmu Budaya Dasar Ilmu Sosial Dasar
diterbitkan oleh Cipta Pustaka Media Perintis, edisi pertama 2010, buku ini
memiliki tebal 165 halaman dengan warna sampul merah.
Buku ini terdiri atas 4 BAB, masing – masing tiap bab membahas hal yang
berbeda.
Adapun isi–isi dari tiap bab buku ini ialah:
BAB I membahas tentang Pendahuluan

6
BAB II membahas tentang Ilmu Alamiah Dasar
BAB III membahas tentang Ilmu Budaya Dasar
BAB IV membahas tentang Ilmu Sosial Dasar

Buku Kedua
Judul Buku : Humanika Materi IAD, IBD, ISD
No. SBI : 979-96416-6-7
Pengarang : Fahrul Rizal, dkk
Penerbit : Hijri Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2009
Edisi : Ketiga
Tebal Buku : 175 halaman
Bahasa Teks : Bahasa Indonesia
Buku yang kedua ini karangan oleh fahrul Rizal yang berjudul Humanika
IAD, IBD, dan ISD penerbit Hijri Pustaka Utama, edisi ketiga 2009, buku ini
memiliki tebal 175 halaman dengan warna sampul hitam orange dengan gambar
rangka kepala manusia.
Isi buku ini terdiri dari tiga bab saja memiliki banyak pembahasan di tiap
point-pointnya, dimana:
BAB I membahas tentang Ilmu Alamiah Dasar
BAB II membahas tentang Ilmu Budaya Dasar
BAB III membahas tentang Ilmu Sosial Dasar

7
BAB II

RINGKASAN BUKU

BAB I : PENDAHULUAN

A. Sumber Pengetahuan Manusia


Manusia merupakan salah satu makhluk yang apling sempurna yang
diciptakan oleh Allah SWT karena dianugrahi dengan akal atau pikiran
dibangdingkan dengan makhluk lainnya. Adapun sumber pengetahuan manusia
adalah:
 Dari pengalaman : ddisebut pengetahuan biasa ( common sense )
 Bersumber dari agama disebut dengan pengetahuan agama atau religi
 Dari logika atau pemikiran : disebut dengan filsafah
 Dari metode ilmiah disebut pengetahuan ilmu (science atau ilmu pengetahuan)

B. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan atau sains (science) merupakan pengetahuan yang
diperoleh melalui metode ilmiah. Kata kunci disini adalah metode atau cara
pemerolehan pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh secara kebetulan belum
merupakan ilmu/sains.
Ilmu bisa berarti proses memproses pengetahuan, atau pengetahuan terorganisir
yang diperoleh lewat proses tersebut. Proses keilmuan adalah cara memperoleh
pengetahuan secara sistematis tentang suatu sistem. Ilmu dapat digolongkan
menurut cara berikut ini:
o Humaniora
o Ilmu sosial
o Ilmu pasti (ilmu dalam arti lebih ketat)
o Ilmu terapan (rekayasa)
o Matematika
o Ilmu alam
o Ilmu kedokteran dan farmsi

C. Pengertian dan Tujuan IAD


1. Pengertian IAD (Ilmu Alamiah Dasar)
Ilmu alamiah atau seing disebut Ilmu Pengetahuan Alam dan akhir-akhir
ini juga ada yang menyebut Ilmu Kealaman, yang dalam Bahasa Inggris disebut
Narural Science atau disingkat Science dan dalam bahsa Indonesia sudah lazim

8
digunakan istilah Sains. Ilmu Pengetahuan Alam Dasar adalah Ilmu
Pengetaahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam Alam semesta, termasuk
dimuka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip . ilmu Alamiah Dasar
(Basic Natural Science) hanaya mengkaji konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang
esensial saja.
2. Tujuan IAD
Dengan mempelajari tentang pengetahuan ini, maka diharapkan akan dapat
memahami perkembangan penalaran manusia terhadap gejala-gejala Alam sampai
terwujudnya metode ilmiah yang merupakan ciri khusus dari ilmu pengetahuan
alam.

D. Pengertian Dan Tujuan IBD


1. Pengertian IBD
IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan
dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan
pertama di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal
dari istilah bahasa inggris “the Humanities”.
2. Tujuan IBD
Penyajian ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan
dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-
konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan. Dengan demikian ilmu nudaya dasar tidak dimaksud untuk mendidik
ahli-ahli dalam satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya,
akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan
kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta
kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang
lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri
.
E. Penegrtian dan Tujuan ISD
1. Pengertian ISD
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-maslah
sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujukan oleh masyarakat Indonesia,
dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal
dari berbagai bidang ilmu pengetahuan social, sosiologi, antropologi, ilmu politik,
ekonomi, psikologi, social, dan sejarah).
2. Tujuan ISD
Tujuan umum siselenggarakannya mata kuliyah Ilmu Sosial Dasar ialah
pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian,
pengetahuan, dan pemikiran menegnai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam

9
lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang
lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran dengan lingkungan sosial dapat
dipertajam.

BAB II : ILMU ALAMIAH DASAR

A. Perkembangan Pemikiran Manusia Tentang Alam


1. Sifat Unik Manusia
Manusia sebagai makhluk hidup sama seperti makhluk hidup lainnya
mempunyai ciri hidup seperti berkembang biak, memerlukan nutrisi, bergerak
tubuh dan berkembang, beradaptasi serta peka terhadap rangsangan. Namun
dibandingakan dengan makhluk lain jasmani manusia lemah, sedangkan
rohaninya atau akal budi dan kemauannya sangat kuat. Dari segala kekurangan
tersebut manusia diberi kelebihan akal pikiran yang yang bisa menutupi segala
kelemahan fisiknya. Inilah sifat unik manusia yang tidak dimiliki hewan.
Kemauannya yang keras menyebabkan manusia dapat mengendalikan jasmaninya.
2. Rasa Ingin Tahu (Curiositas ) Manusia
Selain sifat unik manusia sebagai mahkluk berpikir, manusia jugs dibekali
hasrat ingin tahu (curiositas) yang sangat besar tentang benda dan peristiwa yang
terjadi disekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri. Rasa ingin
tahu ini mendorong manusia untuk memahami untuk menjelaskan gejala-gejala
alam, baik alam besar maupun alam kecil, serta berusaha memecahkan masalah
untuk memahami dan memecahkan masalah yang dihadapi.
Pengetahuan yang terkumpul semakin banyak, disebabkan karena rasa
ingin tahu manusia dapat berkembang, juga daya pikirnya. Hewan tidak memiliki
rasa ingin tahu seperti manusia, melainkan hanya terbatas instink.
Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia ini menyebabkan pengetahuan
mereka dapat berkembang. Setiap hari mereka berhubungan dan mengamati
benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dialam sekitarnya. Pengamatan-
pengamatan yang ditangkap melalui pancaindranya merupakan obyek rasa ingin
tahunya.
Rasa ingin tahu pada hewan terbatas pada rasa ingin tahu tetap, yang tidak
berubah-ubah dari zaman ke zaman. Hewan bereaksi dari suatu tempat ke tempat
lain terutama di dorong oleh “rasa ingin tahu”nya yang bersangkutan dengan
nalurinya saja. Mereka hanya sekedar ingin tahu, apakah di tempat lain terdapat
makanan atau mungkin juga apakah apakah di tempat lain aman dari bahaya yang
mengancam dirinya dan anak-anaknya atau tidak.

10
Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan tersebut itu tampak
lebih nyata bahwa manusia berada dari pada hewan. Manusia merupakan mahkluk
hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tinggi bila dibandingkan
dengan hewan atau mahkluk lainnya.
3. Pemukiran Manusia Tentang Alam Semesta
Pemikiran manusia terhadap alam semesta, tergantung dari latar belakang
pengetahuan dan ilmu yang dimiliki oleh manuasia pada zamannya. Sanagat sulit
mendapatkan informasi pemikiran manusia pemula terhadap alam semesta, sebab
meskipun manusia telah satu juta tahun berada di bumi, tapi bukti arkeologi baru
lebih kurang 40. 00 tahun yang lalu. Bahkan bukti sejarah dalam arti “tertulis”
baru 4.000 tahun silam. Oleh karena itu pemikiran manusia terhadap alam semesta
di bawah ini, hanya berdasarkan bukti tertulis.
a. Antroposentris
Antroposentris yaitu pemikiran bahwa manusia sebagai pusat segalanya.
b. Geosentris
Geosentris yaitu pemikiran bahwa bumi adalah pusat semesta alam.
Semua yang di langit mengelilingi bumi, siang malam tak pernah
berhenti, menjadi ciri bahwa sertiap kekuatan juga berpusat di bumi.
c. Heliosentris
Heliosentis yaitu pemikiran bahwa pusat semesta alam adalah matahari.
d. Galaktosentris
Galakseosentris yaitu pemikiran bahwa pusat semesta alam bukan lagi
bumi atau matahari, melainkan galaksi sebagai pusat semesta alam.
e. Asentris
Asentris yaitu serentak dengan munculnya radio teleskop, sehingga tubuh
anggapan tidak perlu lagi ada pusat-pusatan dalam alam semesta ini.
B. Metode Ilmiah
1. Pengetahuan Non Ilmiah Dan Pengetahuan Ilmiah
Hasrat ingin tahu manusia terpuaskan kalau dia memperoleh pengetahuan
mengenai hal yang dipertanyakan. Dan pengetahuan yang diiginkannya adalah
pengetajuan yang benar.
Pola pikir manusia dimualai dari percaya kepada mitos, ramalan anasib
berdasarkan perbintangan, matahari, dewa petir dan sebai bentuk pola pikir
manusia. Pola pikir ini di dapatkan untuk mendapatkan berbagai pengetahuan.
Kemudain pola pikir ini mengalami perkembangan untuk mengetahui
perkembangan.
Pendekatan Non Ilmiah

11
Ada beberapa pendekatan non ilmiah yang hanya digunakan, yaitu (1) akal
sehat, (2) prasangka, (3) intuisi, (4) penemuan coba-coba dan kebetulan, (5)
pendapatan teoritas ilmiah dan pikiran kritis.
a. Akal Sehat
Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973, h. 3 ) akal sehat adalah
serangkaian konsep atau serangkaian konsep dan bagian dan konseptual yang
memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Walaupun akal sehat
yang berupa konsep dan bagan konsep itu dapat menunjukkan hal yang benar,
namun dapat pula menyesatkan.
b. Prasangka
Pencapaian pengetahuan secara akal sehat diwarnai oleh kepentingan orang yang
melakukannya. Dengan akal sehat orang akan cenderung mempersempit
pengamatannya karena diwarnai oleh penagmatannya itu, dan cenderung
mengkambinghitamkan orang lain. Dengan akal sehat orang cenderung ke arah
pembuatan generalisasi yang terlalu luas, yang lalu merupakan prasangka.
c. Intuisi
Dalam pendekatan intuitif orang menentukan “pendapat” yang langsung atau
didapat dengan cepat melalui proses yang tak disadari atau yang tidak dipikirkan
terlebih dahulu.
d. Penemuan coba-coba atau kebetulan
penemuan secara kebetulan itu banyak terjadi dan banyak diantaranay yang sangat
berguna. Penemuan secara kebetulan diperoleh tanpa rencana, tidak pasti, serta
tidak melalui langkah-langkah yang sistematik dan terkendali. Penemuan coba-
coba pada umumnya merupakan serangkaian percobaan tanpa kesadaran akan
pemecahan tertentu.
e. Pendapat Otoritas Ilmiah dan pikiran Kritis
Otoritas ilmiah adalah orang –orang biasanya telah menempuh pendidikan formal
tertinggi dalam suatu biadang cukup bangyak. Pendapat mereka sering diterima
orang tanpa di uji, katerana dipandang benar. Namun pendapat otoritas ilmiah itu
tidak selamanya benar. Ada kalanya, atau bahkan sering, pendapat mereka itu
ternyata tidak benar. Karena pendapat tersebut tidak didasarkan pada penelitian,
melainkan ghanay didasarkan atas penelitian logis.
Pengetahuan Ilmiah
Metode ilmiah adalah prosedur mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Selain
itu pengetahuan yang diperoleh diperoleh berdasarkan prosedur atau metode ilmiah
harus memenuhi syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat
disebut ilmu atau dikatakan ilmiah adalah harus:
 Berpikir objektif, artinya pengetahuan ilmu mempunyai fakta yang empiris.
 Bersifat metodik, artinya pengetahuan itu diperoleh dengan cara-cara tertentu
yang teratur dan terkontrol.

12
 Bersifat sistematik, artinya pengetahuan itu disusun dalam suatu sistem dimana
satu sama lain saling berkaitan dan saling menjelaskan, sehingga seluruhnya
merupakan satu kesatuan yang utuh.
 Bersifat berlaku umum, artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat
diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara
eksprementasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.
2. Langkah-Langkah Operasiaon Metode Ilmiah
Metode ilmiah mempunyai langkah-langakah operasional yang terdiri dari:
a) Perumusan masalah
b) Penyususnan hipotesis
c) Pengujian hipotesisi
d) Penarikan kesimpulan
3. Keterbatasan dan Keunggulan Metode Ilmiah
a. Keunggualan Metode Ilmiah
1. Mencintai kebenaran yang objektif
2. Menyadari bahwa kebenaran itu tidak absolut
3. Dengan ilmu pengetahuan, orang lalu tidak percaya pada takhayul, astrorogi
maupun untung-untungan
4. Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebuh banyak.

C. Alam Semesta Menurut IPA dan Islam


1. Tata Surya
a. Merkurius
Merkurius adalah planet terdekat dari matahari serta juga terkecil. Ia
mengelilingi matahari dalam 88 hari. Perputaran pada sumbunya juga
selama 88 hari, jadi lama hari sama dengan lamanya tahun.
b. Venus
Venus berukuran mirip bumi. Planet ini memilki selimut kulit silikat yang
tebal dan berinti besi, atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas
geologi.
c. Bumi
Bumi adalah planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat, an satu-
satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan satu-satunya planet
yang memiliki makhluk hidup.
d. Mars
Mars berukuran lebih kecil dari bumi dan venus. Planet ini memiliki
atmosfer tipis yang kandungan utamanya dalah karbon dioksida.
e. Yupiter
Planet yang terbesar dari sistem matahari adalah Yupiter, dengan 318 kali
masa bumi, adalah 2,5 kali masa dari gabungan seluruh planet lainnya.

13
f. Saturnus
Saturnus adalah planet yang mempunyai cincin yang dikenal dengan
sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan dengan jupiter sebagai
contoh komposisi atmosfernya.
g. Uranus
Uranus adalah planet yang paling ringan di antara planet-planet luar.
Planet ini memiliki kelainan ciri orbitnya.
h. Neptunus
Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton,
geologinya aktif, dan memilki geyser nitrogen cair. Triton adalah satu-
satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah.
2. Terbentuknya Alam semesta Menurut IPA
Hipotesi terbentuknya alam semesta
a. Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun
1775. Kemudian hipotesis ini di sempurnakan oleh Pierre Marquis de
Laplace pada tahun 1796. Pada awal tata surya masih berupa kabut raksasa.
Kabut ini terbentuk dari debu, es dan gas yang disebut nebula. Unsur gas
sebagian besar berupa nitrogen.
b. Hipotesis Planetisimal
Hipotesisi platisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas
C.Chamberlain dan Forest pada tahun 1900. Hipotesis ini mengatakan
bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir
menabrak matahari.
c. Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean
dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat
mirip dengan hipotesis planetisimal.
d. Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang
bernama G.P.Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950 Hipotesis kondensasi
menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang
berputar membentuk cakram raksasa.
e. Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle pada
tahun 1956. Hipotesis ini mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita
berupa dua bintang yang yang hampir sama dan berdekatan yang salah
satunya meledak dan meninggalkan serpihan-serpihan kecil.
3. Pembentukan Alam Semesta Dari IPA Modren

14
Sains modren berpendapat bahwa kosmos telah terjadi dari pada
kumpulangas yakni hidrogen dan sedikit helium yang berputar secara pelan pada
zaman yang sangat kuno. Kumpulan gas tersebut dikemudian terbagi menjadi
potongan-potongan banayk dari pada dimensi dan kelompok yang sangat besar.
Ahli-ahli ilmu astro-fisika mengirakan bahwa dimensi tersebut adalah 1 milliyar
kali besarnya matahari, dan besarnya matahari adalah 300.000 dari besarnya
bumi.
4. Konsep Alam Ganda
Ahli-ahli astrofisiska modren berpendapat bahwa sanagat boleh jadi ada
planet-planet menyerupai planet-planet menyerupai bumi. Mengenai sistem
matahari tak ada ahli astrofisika yang mengatakan kemungkinan adanya planet
seperti bumi di dalamnya. Oleh karena itu planet-planet seperti itu harus di cari
diluar sistem matahari, mereka mengira ada kemungkinan terdapatnya planet
seperti bumi di luar sistem matahari.
5. Alam Semesta Menurut Al-Quran
Dalam Qur’an terdapat beberapa ayat mengenai penciptaan langit-langit
dan bumi (surat al-Araaf ayat 54), dan dilain tempat disebutkan penciptaan bumi
dan langit-langit (surat Fush-Shilat ayat 9 s/d), nampak bahwa al-Qur’an tidak
menunjukkan ururtan-urutan dalam penciptaan langit-langit dan bumi.

D. Evolusi dan Rekayasa Produksi


1. Evolusi
Yang dimaksud dengan evolusi organik adalah perubahan adalah
perubahan yang pelahan-pelahan yang dialami oleh keturunan organisme.
Keturunan suatu jenis berubah secara evolusi, sehingga terdapat variasi
jenis.
2. Bukti-Bukti Evolusi
Untuk mengemukakan teori evolusi perlu mempelajari berbagai ilmu,
yang dapat memberikan alasan sebagai bukti perubahan sifat organisme
dalam jangka waktu lama.
a. Bukti dari Palaenologi (Ilmu tentang fosil)
Para ahli geologi dapat membedakan berbagai lapisan bumi dengan
umur yang tepat.
b. Bukti dari Klasifikasi
Dengan membandingkan berbagai jenis hewan dan tumbuhan, akan
didapat banay sekali perbedaan yang nyata. Akan tetapi sering kita
temukan jenis-jenis yang serupa bahkan sangat serupa dalam fungsi
dan bentuk alat-alat tubuhnya.
c. Bukti dari Embryologi Perbandingan

15
Studi tentang embrio ini membawa para ahli kepada suatu asumsi
bahwa perkembangan embriyo dalam waktu yang relatif pendek itu
ada hubungannya dengan perkembanagn dari heewan berderajat
rendah menjadi hewan derajat tinggi, dalam waktu yang relatif sangat
lama.
d. Bukti dari Alat Tubuh yang Tersisa
Manusia mempunyai alat tubuh yang kini tak terpakai, kira-kira 100
alat tubuh. Pada hewan yang lebih rendah derajatnya, alat-alat itu
masih terpakai.
e. Bukti dari Biogeography (penyebab mahkluk hidup di bumi)
Oranisme tertentu mengalami perubahan bila dipindahkan kepada
lingkungan yang berbeda. Keturunannya sering berbeda dengan
asalnya.
f. Bukti dari Keturunan dan Variasi
Para ahli bidang genetika(ilmu keturunan) telah memerikan bukti
variasi makhluk hidup dan masih terus berubah dan berubah. Inilah
yang mereka sebut evolusi, yang bersatu padu dalam kehidupan itu
sendiri sepanjang waktu jika kehidupan ini
Para ahli dalam bidang genetika telah memberikan banyak bukti dari
variasi mahkluk hidup dan masih terus berubah dan berubah. Inilah
yang mereka sebut evolusi, yang bersatu padu dalam kehidupan itu
sendiri sepanjang waktu jika kehidupan masih berlangsung.
3. Teori dan Hukum dalam Evolusi
Telah banyak ilmuan yang menerangkan adanya evolusi, tapi
hanya beberapa yang mengajukan suatu teori. Hanya beberapa pula yang
banyak penyongkongnya serta pembuktian yang meyakinkan sehingga
dapat dapat disebut hukum evolusi.
 Jean Baptiste Lamarck  Hukum Cope
 Sir carles Lyell  Hukum Gloger
 Charles Darwin  Hukum Bergmann
 Weissmann  Hukum Allen
 Hugo DE Vries  Hukum Jordan
 Hukum Dollo  HukumGause

4. Teori Evolusi Modren (Neo Darwinism)


Pengertian neo evolusi dimulai sekitar tahun 1930, yang
disebabkan oleh kemajuan dalam penelitian chromoson. Teori Mendel
tentang keturunan diungkapkan lagi. Teori mutasi dikembangkan, dan
semuanya terjalin dalam ilmu Cytogeneric, yaitu ilmu yang mempelajari

16
fungsi sel dalam proses keturunan. Pentingnya Lgonotipe dan sifat-
sifatnya dalam penenrusan generasi, menjadi dasar manusia untuk
memahami, bagaimana mekanisme evolusi itu berlangsung.
5. Reproduksi dan Perkembangan
Pada organisme bersel tunggal, segala kehidupan berlangsung
dalam satu sel dirinya saja. Reproduksinya dengan jalan membelah dirinya
menjadi dua. Mula-mula yang membelah adalah intinya
sertachromosomnya, baru diikuti oleh cutoplasmanya. Dari satu individu
menjadi dua individu, lalu jadi empat, delapan,enambelas, dan seterusnya.
Dari pembelahan ke pembelajaran berikutnya hanya berlangsung antara
20-60 menit. Sementara terjadi yang baru, maka yang lama satu demi satu
kehilangan kemampuan untuk hidup.
Pada organisme bersel banayak, banayknya sel sangat bervariasi, bilangan
ratusan sampai milyaran sel tergantung jenisnya.
6. Rekayasa Produksi (Kloning) Menurut IPA
a. Kloning Pada Tananman
Teknik yang baru dan yang lebih canggih ialah melalui kultur jaringan.
Pada teknik ini, sel-sel yang berasal dari jaringan tanaman dewasa
seperti pucuk daun atau akar daun, dibiarkan pada dasar (medium)
biakan tertentu. Hasilnya ialah sel-sel yang tidak differensiasi, yang
disebut sel kallus.
b. Kloning Pada Hewan
Kloning pada hewan telah dibuktikan oleh Johb Gurdon 1962 dengan
menggunakan teknik transplantasi inti yaitu memasukkan sel epitel usu
katak pada sel telur katak jenis lain. Hewan mamalia pertama yang
berhasil di klon ialah domba yang diberi nama Dolly yang telah diklon
oleh Ian Wilmut dan Keith Campbell.
c. Kloning Pada manusia
Kloning pada manusia ini menimbulkan berbagai persoalan yang
menyangkut hukum, etika, moral dan agama. Berbeda dengan kloning
hewan, kloning manusia mendapat pertentangan dari para ilmuan. Pada
umumnya kloning pada manusia ditentang oleh para ilmuan.
7. Rekayasa Produksi (Kloning) dan Pecinta Manusia di Dalam Al-
Qur’an
Dalam al-Qur’an dijelaskan proses penciptaan manusia (reproduksi
manusia) sesungguhnya melalui proses perkawinan atau secara seksual.
Dalam kaitannya dengan kloning manusia, dimana manusia diciptakan
tanpa melalui proses perkawinan antara seorang laki-laki dan seorang
perempuan Tuhan telah memberikan jawaban dalam al-Qur’an dalam
QS.Ali Imron :42, 45 bahwa Isa As. Putra maryam adalah hasil kloning

17
oleh Tuhan. Dan satu hal lagi, teknologi cloning tidah mungkin diciptakan
ruh. Allah telah memberikan isyarat yang jelas tentang itu. Tiap-tiap orang
berbuat menurut kehendaknya masing-masing.
E. Teknologi dan Masalah Lingkungan Hidup Serta Upaya
Penanggulangannya
1. Teknologi
Pengertian Teknologi
Ternologi bersal dari kata yunani, techno yang artinya keterampilan atau
seni. Dan kata inilah diturunkan kata teknik dan teknologi. Teknik artinya
cara atau metode untuk memperoleh keterampilan dalam bidang tertentu.
Beberapa ciri teknologi, yaitu:
 Teknologi tidak bergerak dalam bidang suatu bidang saja
 Teknologi merupakan landasan dasar bagi perkembangan industri modren,
dan juga sebagai mata tombak kekuatan ekonomi.
Sesuai dengan tujuan pemakaian teknologi, dalam perkembangan lebih lanjut
teknologi dalam penerapannya dapat kita golongkan sebagai berikut:

 Teknologi Tinggi
Dimaksudkan untuk menerangkan suatu jenis teknologi mutakhir yang
dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru. Adapun ciri-
cirinya adalah: bersifat padat moral didukung fasilitas riset dan
pengembangan biaya perawatan dan biasanya dirahasiakan oleh pemiliknya.
 Teknologi Madya
Suatu jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat
lebih sederhana dan mampu untuk memakainya denan biaya dan kegunaan
yang paling menguntungkan.
 Teknologi Tepat Guna
Peralatan-peralatan yang digunakan masih sederhana, pelaksanaannya
bersifat padat karya, sehingga turut teknologi ini dicirikan dengan skal
modal yang digunakan kecil.
Kemajuan Teknologi
Pengalaman menunjukkan setiap penemuan merupakan kombinasi baru dari
elemen lama. Sebagai contoh, sebuah pesawat terbang merupakan
kombinasi elemen lama. Bebrapa contoh percepatan kemajuan teknologi:
1. Percepatan dari kecepatan manusia
2. Penemuan yang semakin efesien dengan mencari prinsip-prinsip dasar
3. Elemen yang dikombinasikan semakin bertambah.
Dengan memperhatikan prinsip kombinasi dari setiap penemuan ini
kecepatan-kecepatan kemajuan teknologi bergantung pada liam faktor:

18
1. Elemen-elemen yang dapat dikombinasikan menjadi penemuan baru,
2. Penemuan-penemuan dapat tersimpan rapi dan tersebar secara cepat
3. Elemen-elemen yang dapat dikombinasikan tidak saja semakin banyak
4. Kemampuan untuk memilih elemen-elemen yang akan dikombisasikan
menjadi semakin efesien dan efektif sejalan dengan bertambah
ilmiahnya metode penemuan.
5. Makin meningkatnya keinginan menemukan hal-hal yang baru .
Teknologi material
Perkembangan teknologi abad ke-20 ini didorong didorong oleh
perkembangan ilmu material, yang diikuti oleh berbagai disiplin dalam
sains. Tiga material yang melandasi perkembangan teknologi moderisasi,
yaitu:
a. Bahan-bahan polimer, yang dikenal sehari-hari sebagai jenis plastik.
b. Bahan-bahan campuran atau paduan logam atau alloys.
c. Bahan-bahan listrik-magnet seperti semikonduktor, yang melandasi
elektron reni (mikro elektronis).
2. Lingkungan Hidup Serta Upaya Penangguhannya Ilmu Lingkungan
Populasi
Populasi dapat dikatakan sebagai kumpulan individu serta suatu species
mahkluk yang sama. Maka populasi adalah kumpulan individu sebuah
spesies yang mempunyai potensi untuk berbiak silang antar satu individu
dengan individu yang lain.
Komunitas
Komunitas ialah beberapa kelompok mahkluk hidup yang hidup bersama-
sama dalam suatu tempat yang bersamaan, misalnya populasi semut,
populasi kuti daun dan tempat mereka hidup dan bentuk suatu masyarakat
suatu komunitas.
Ekosistem
Tingkat organisasi yang lebih tinggi dari kominitas adalah ekosistem. Sinar
matahari merupakan sumber energi dalam ekosistem, yang oleh tumbuhan
dapat diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis.
Populasi dan Pencemaran
Pencemaran ialah keadaan yang akan mengakibatkan menurunnya kualitas
dan terganggunya kesehatan dan ketenangan hidup mahkluk hidup.
Terjadinya pencemaran lingkungan umumnya terjadi akibat kemajuan
teknologi dalam usaha meningkatkan kesejahteraan hidup.
1) Pencemaran Udara
Udara pada lingkungan tercemar oleh zat-zat polutan jelas tidak
bersih lagi dan telah merupakan gangguan kesehatan bagi mahkluk hidup

19
(termasuk manusia) sekitarnya. Sebagai polutan dapat berupa gas
misalnya karbon dioksida, karbon monoksida, nitrogen oksida,
hidrokarbon, sulfordioksida, hidrogen sulfida. Tindakan-tindakan
mengatasi pencemaran udara, yaitu:
a) Mencegah terjadinya pencemaran misalnya mesin motor yang sudah
tidak baik harus diservis supaya pembakaran bensin atau solar lebih
sempurna.
b) Memisahkan tempat hidup dari dumber pencemaran , untuk
menghindari supaya manusia, hewan, tumbuhan dan lain-lainnya dari
kerusakan akibat pncemaran dapat dengan mengatur tata wilayah
atau kota dengan mengatur tata wilayah atau kota dengan cermat
melaksanakan reyonisasi atau “zoning”.
c) Menghilangkan bahan-bahan pencemaran dari udara. Pencemaran
yang disebabkan oleh karbon dapat diatur dengan menambah
vegetasi. Tumbuhan dirangsang proses fotosintesinya oleh
konsentrasi karbon dioksida yang agak besar dan membebaskan
oksigen sehingga konsentrasi gas karbon dioksida berkurang.

2) Pencemaran Air dan Tanah


Pencemaran air dan tanah umumnya terjadi karena tingkah laku
manusia seperti oleh zat detergen, asam belerang dan zat-zat kimia
sebagai sisa pembuangan pabrik-pabrik kimia/industri. Selain oleh zat-
zat kimia, air dan tanah dapat pula dicemari bibit-bibit penyakit yang
kemudian dapat menulari hewan maupunmanusia sehingga menimbulkan
epidemi. Tindakan-tindakan mengatasi pencemaran air, yaitu:
a) Tindakan preventif dengan mengusahakan supaya bahan limbah kota
janagn sampai mencemari air
b) Dengan membuang bahan limbah ke tempat-tempat khusus, tempat
pembuangan sampah-sampah, atau ditanam dalam-dalam dibawah
tanah, supaya secara semi natural lambat laun akan dihancurkan oleh
mokroorganisme.
c) Dengan membersihkan air limbah industri yang mengandung
berbagai polutan terlebih dahulu sebelum meninggalkan kompleks
industri.
3) Pencemaran Suara
Suara mencemarkan lingkungan apabila merupakan gangguan
kepada penghuni lingkungan. Gangguan yang dialami manusia adadua
macam, yaitu gangguan fisiologi dan gangguan psikologi. Untuk
menentukan kualitas suatu suara haruslah diketahui frekuensi dan

20
identitas dari suara tersebut. Frekuensi dinyatakan dengan Hz (Herzt)
yaitu jumlah getaran suara perdetik yang sampai ketelinga, sedangkan
identitas suara dinyatakan dalam db (desibel). Tindakan-tndakan
mengatasi pencemaran suara, yaitu:
a) Mematikan atau melemahkan sumber suara
b) Perambatan suara dapat dicegah dengan perendam, misalnya karton,
kayu,s erabut, batu merah, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya
c) Ada kemungkinan bahwa orang tidak dapat melakukan cara cara
pertama dan kedua, misalnya orang yang pekerjaannya selalu harus
bergaul dengan bunyi yang tidak menyenangkan seperti mereka yang
melayani senjata berat, atau mereka yang bekerja di dalam pabrik
yang penuh suara bising.

BAB III : ILMU BUDAYA DASAR


A. Manusia dan Kebudayaan
1. Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata”manu” (Sangseketa),
“mens”, yang berarti berpikir, berakal budi atau mahkluk yang berakal
budi ( mampu menguasai mahlkuk lain. Terbentuknya pribadi seseorang
dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan,
setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal,
hirizontal, maupun kesejarahaan.

2. Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sangseketa yaitu
buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Berikut ini
defenisi-defenisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:
1) Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhn yang kompleks, yng
didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain
yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2) M. Jacobs dan B.J. stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk
teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang
kesemuanya merupakan warisan sosial.

21
3) Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem sistem gagasan,
tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan
masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
4) Dr.K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi
pedoman dan pengarah bagi manusia dalam rangka bersikap dan
berperilaku secara individu maupun kelompok.
5) William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan peraturan dan
norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang
jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku
yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyaraka.
6) Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil
perjaungan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan
alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk
mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan
penghidupan guna mencapai keselamaatn dan kebahagian yang
pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
7) Francis Merill
Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh seseorang sebagai
anggota suatu masyarakat yang ditemukan melalui interaksi
simbolis.
8) Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh
pengembangan dan transimisi dari kepercayaan manusia melalui
simbol-simbol tertentu.
9) Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan
tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan
manusia yang telah memasyarakat secara dan bukan sekedar di
ahlihkan secera genetikal.
10) Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu
dari masyakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma
artistic, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan dari
kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau
yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
11) Arkeolog R. Soekarno

22
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha memanusia, baik
berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam
penghidupan.
12) Melville J Herskovits dan Bronislaw Malinowski
Mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri.
13) Herskovits
Memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun
temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian
disebut superorganic.
14) Edward Burnett Tylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang
didalamnya terkandung pengetahuan, keperrcayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain
yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
15) Kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat .

3. Hubungan Manusia dan kebudayaan


Untuk dapat hidup, manusia membutuhkan sesuatu. Alat untuk
memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan. Oleh karena itu
lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri, hal
ini dapat dilihat pada gambar siklus hubungan manusia dengan lingkunag
sebagai berikut:

Lingkungan Manusia Lingkungan

Feedback
Gambar diatas menggambarkan bahwa lingkunag dan manusia atau manusia dan
lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan sebagai ekosistem, yang dapat
dibedakan menjadi:
 Lingkungan alam yang berfungsi sebagai daya alam
 Lingkungan manusia berfungsi sebagai sumber daya manusia
 Lingkungan buatan yang berfungsi sebagaisumber daya buatan

23
4. Unsur-Unsur Kebudayaan
Melville J. Herskovist menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur
pokok, yaitu:
1. Alat-alat teknologi
2. Sistem ekonomi
3. Keluarga
4. Kekuasaan politik
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
1. Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para
anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam
sekelilingnya
2. Organisasi ekonomi
3. Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk
pendidikan
4. Organisasi kekuatan (politik)
5. Wujud dan Komponen Kebudayaan
Wujud
Menurut J.J. hoeningman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga:
gagasan, aktivitas, dan artefak.
Gagasan (wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan ialahkebudayaan yang berbentuk kumpulan
ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya
yang sifatnya abstrak.
Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola
dari manusia dalam amsyarakat itu.
Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fissik yang berupa hasil dari
aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat
berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat dilihat, diraba, dan
didokumentasikan.
Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas
dua komponen utama yaitu:
Kebudayaan material

24
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang
nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah
temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu pengalihan arkeologi.
Kebudayaan non material
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang
diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita
rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
6. Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan
Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan
antara lain:
a. Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai,
serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi
muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat,
dalam cara-cara mengekspresiakn rasa keindahan, atau dalam
memproduksi hasil-hasil kesenian.
b. Sistem mata pencaharian hidup
Perhatian para ilmuan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada
masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, dantaranya:
berburu dan meramu, berternak, bercocok tanam di ladang, dan
menagkap iakn.
c. Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam
sturuktur sosial. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri
dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan perkawinan.
Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang
dibentuk oleh masyarakat, baik berfungsi sarana parsitipasi
masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.
d. Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia
untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat
tulisn,lisan, aatupun gerakan(isyarat tubuh).
e. Kesenian
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari
ekspresi hasrat manusia akan keindahanyang dinikmati dengan
mata ataupun telinga.
f. Sistem kepercayaan/agama
Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi
dari sistem jagad raya ini. Agama dan sistem kepercayaan lainnya
seringkali terintegrasi dengan kebudayaan.

25
g. Sistem ilmu dan pengetahuan
1. Penegtahuan tentang alam
2. Pengetahuan tentang tubuh-tumbuhan dan hewan disekitarnya
3. Pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan
tingkah laku sesama manusia
4. Pengetahuan tentang ruang dan waktu

7. Perubahan Sosial Budaya


Perubahan sosial buadya dapat terjadi bial sebuah kebudayaan
melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Ada tiga faktor yang dapat
mempengaruhi perubahan sosial:
 Tekana kerja dalam masyarakat
 Keefektifan komunikasi
 Perubahan lingkungan alam
Penetrasi kebudayaan
Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya
pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasian
kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:
1. Penetrasi Damai (penetration pasifique)
Masuknya sebuah kebudayaan denga jalan lain. Misalnya,
masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam e Indonesia.
Penerimaan kebudayaan macam tersebut tidak mengakibatkan konflik,
tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat.
2. Cara pandang terhadap kebudayaan
a. Kebudayaan sebagai peradaban
b. Kebudayaan sebagai mekanisme stabilitasi
c. Kebudayaan di antara masyarakat

B. Cinta Kasih, Kegelisahan dan Penderitaan


1. Cinta Kasih
Di dalam kamus umum bahasa indonesia W.J.S. poewadarminta,
pengertian cinta kasih adalah rasa sangat suka atau rasa sayang, atau rasa
sangat ketertarikan hatinya. Kata kasih artinya perasaan sayang atau
cinta kepada atau menaruh belas kasih. Oleh karena itu, pengertian cinta
dan kasih hampir bersamaan, kata kasih memperkuat rasa cinta.

26
Walaupun cinta danarti yang hampir sama, namun terdapat juga
perbedaannya dimana cinta mengandung pengertian mendalamnya rasa
sedangkan ksih lebih keluarnya yaitu cinta yang mendalam artinya kasih
diwujudkan secara nyata.
2. Bentuk cinta kasih
Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan,
belas kasihan, dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku
yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang abik,
positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian,
keseimbangan, dan kebahagiaan, berbagai bentuknya diuraikan sebagai
berikut:
1) Cinta Kepada Tuhan (Allah SWT)
2) Cinta kepada Rasul(Muhammamd)
3) Cinta diri
4) Cinta sesama manusia
5) Cinta kasih manusia terhadap lingungannya
3. Kegelisahan
a. Pengertian kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kaat kegisah, yang berarti tidak tentram
hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas.
Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang
yang tidak tentram hati maupun perbuatannya. Kegelisahan dapat
diketahui dari tingkah laku seseorang dalam berbuat hal tertentu.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam
kecemasan yang menimpa manusia, yaitu kecemasan obyektif,
kecemasan neoritik, dan kecemasan moril.
b. Sebab-sebab orang gelisah
Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang
takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman,
baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
c. Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
Mulai daridiri kita sendiri, yaitu bersikap tenang. Dengan sikap
tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita
atasi.
4. Ketersaingan
Ketersaingan bersal dari kata terasing, dan dari kata dasar asing
yangberarti sendri, tidak dikenal orang lan dan sebagainya. Jadi kata
terasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari
pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Yang menyebabkan
orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak dapat

27
diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyaraka, atau sulit
menyesuaikan diri dalam masyarakat.
5. Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lenggang.
Yang menyebabkan terjadinya kesepian salah satunya adalah frustasi.
Orang yang frustasi itu bersikap rendah diri, sengaja menjauh dari
pergaulan ramai.
6. Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kaat tidak pasti artinya tidak menentu,
tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa asal-usul yang jelas. Yang
menyebabkan ketidakpastian yaitu: obsesi, phobia, kompulasi, histeria,
delusi, halusinasi, dan keadaan emosional. Untuk dapat menyembuhkan
keadaan itu tergantung kepada mental penderita.
7. Penderitaan
1. Pengertian penderitaan
Penderitaan yaitu kodrat manusia yang artinya sudah menjadi
konsekuensi manusia hidup bahwa manusi hidup bukan hanya untuk
bahagia melainkan menderita. Penderitaan tidak hanay dialami orang-
orang yang bersalah, buktinya sekarang Allah menimpakan musibah
kepada siapa saja.
Ada bebrapa yang perlu menjadi sumber penderitaan:
a. Hakekat manusia
Manusia adalah hamba Allah yang paling mulia di muka
bumi ini, hakekatnya manusia terdiri dari jasmani dan rohani yang
keduanya saling mempengaruhi.
b. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan yang baik
Orang akan selalu melakukan apa saja untuk mencapai yang ia
inginkan, sekalipun resiko yang akan ditanggung berat.
Penderitaan yang sifatnya psikis mental misalnya:
a. Kebimbangan dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat
menentukan pilihan yang akan diambil.
b. Kesepian diambil seseorang yang merasa kesepian walaupun
berada dilingkunagn ramai.
c. Ketakutan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang
mengalami siksaan batin.

C. Pandangan Hidup, Tanggung Jawab dan Keadilan Pada Manusi


1. Pandangan Hidup Manusia
Pandangan hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk
membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat

28
bermamfaat bagi kehidupan, individu, masyarakat atau negara. Semua
perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan
pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup manusia diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang
mutlak kebesarannya.
b. Pandangan hidup yang berupa Ideologi, yang disesuaikan dengan
kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
c. Pandangan hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relative
kebesarannya.
Pandangan hidup mempunyai empat unsur, yaitu:
a. Cita-cit apa yang diinginkan yang mungkindapat dicapai dengan usaha
atau perjuangan.
b. Kebajikan yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, dan
tentram.
c. Usaha dan perjuanagn adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan.
d. Keyakinan atau kepercayaan, merupakan hal terpenting dalam hidup
manusia.

a. Cita-cita
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebijakan dan sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada
dalam hati. Cita-cita sering kali diartikan sebagai angan-angan,
keinginan, kemauan, niat atau harapan. Cita-cita itu penting bagi
manusia, karena adanya cita-cita menandakan kedinamikan manusia.
b. Kebajikan
Kebajikan atau kebijakan pada hakikatnya adalah perbuatan moral,
perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia
berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia manusia itu baik dan
mahkluk bermoral. Atas doronagn suara hatinya manusia cenderung
berbuat baik.
c. Sikap Hidup
Sikap hidup ialah keadaan hati dalam mengahdapi hidup ini.
Apakah kita mempunyai sikap yang positif atau negatif. Sikap itu di
dalam hati kita dan hanya kita yang tahu. Orang lain baru tahu apabila
kita sudah bertindak. Sikap juga bisa berubah karena situasi, kondisi, dan
lingkungan.

2. Tanggung Jawab Manusi

29
Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus besar bahasa Indonesia adalahkeadaan
wajib menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab timbul karena
telah diterima wewenag. Tanggung jawab juga membentuk hubungan
tertentu antara pemberian wewenang dan penerima wewenang. Jadi
tanggung jawab seimbang dengan wewenang.
Macam-macam Tanggung Jawab
a. tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
b. tanggung jawab terhadap keluarga
c. tanggung jawab terhadap masyarakat
d. tanggung jawab terhadap Bangsa/Negara
e. tanggung jawab terhadap Tuhan
Hak dan Kewajiban
Hak merupakan panggilan kepada kemauan orang lain dengan
perantaraan akannya, perlawanandengan kekuasaan atau menuntut sesuatu.
Adanya hak adalah karena kewajiban kita mencapai tujuan akhir dengan
hidup sesuai dengan moral. Untuk menjalankan kewajiban tersebut
diperlukan adanya kebebasan manusia untuk memilih alat-alat yang
dibutuhkannya dengan tidak mendapat rintangan dri orang lain. Dengan
demikian setiap manusia harus memiliki ha-hak.
Kewajiban dalam arti subyektif adalah keharusan moral untuk melakukan
sesuatu atau meninggalkannya. Kewajiban dalam arti obyektif adalah
sesuatu yang harus dilakukan atau ditinggalkan.
3. Keadilan Pada Manusia
Berbagai macam keadilan:
1. Keadilan legal atau keadilan moral
2. Keadilan distributif
3. Keadilan komutatif
Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai hati
nuraninya, apa yang dikatakan sesuai kenyataan yang ada. Pada
hakekatnya kejujuran atau jujur dilandasi dengan kesadaran tentang diri
yang tinggi.
Kecurangan

30
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran, sama dengan licik
meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang
diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya.

BAB IV : ILMU SOSIAL DASAR


A. Sratifikasi dan Interaksi Sosial
1. Stratifikasi Sosialsosiologi merupakan cabang ilmu sosial yang dahulunya
berinduk pada ilmu filsafat. Dengan demikian pokok-pokok pikiran
sosiologi tidak bisa terlepas dari pemikiran dari pemikiran para ahli filsafat
yang kajian tentang masyarakat.
Bidang Kajian Sosiologi
Sosiologi sebagai ilmu sosial yang mempunyai fakus kajian mengenai
tingkah laku mempunyai bidang kajian yang sangat luas, antara lain bidang
kajian sosiologi industri, sosiologi hukum, sosiologi pendidikan, sosiologi
perkotaan, sosiologi perdesaan, sosiologi kesehatan, dan lain-lain.
Pengertian Stratifikasi Sosial
Seorang ahli filsafat kuno dari Yunani yang kenamaan yaitu Aristoteles
pernah mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap negara terdapat tiga unsur,
yaitu: mereka kaya sekali, mereka yang melarat, dan mereka yang ada di
tengah-tengahnya.
Defenisi-defenisi Stratifikasi Sosial
Beberapa para ahli berpendapat tentang defenisi stratifikasi sosial
diantaranya:
 Soerjono Soekanto (1981:133), menyatakan social stratication adalah
perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara
bertingkat atau sistem berlapis-lapas dalam masyarakat.
 Paul B Horton dan Chester L Hunt (1992:5), menyatakan bahwa
stratifikasi sosial merupakan sistem peringkat stasus dalam masyarakat.
Jenis-jenis stratifikasi sosial
 Startifikasi usia (age stratification)
 Startifikasi jenis kelamin (sex stratification)
 Stratification keagamaan (religious stratification)
 Startifikasi pekerjaan (occupational stratification)
 Stratifikasi ekonomi (economic stratification)
2. Ukuran-ukuran dasar pembentukan pelapisan/stratifikasi sosial
a. Ukuran kekayaan
b. Ukuran kekuasaan dan wewenang
c. Ukuran kehormatan

31
d. Ukuran ilmu pengetahuan
e. Sistem berlapis dalam masyarakat
f. Mobilitas sosial
g. Kelas sosial
3. Status dan peranan sosial
Peran sosial bisa berupa aktivitas individu dalam masyarakat dengan cara
pengambil bagian dalam kegiatan yang ada dalam masyarakat dalam
berbagai sektor, sosial, politik, ekonomi, keagamaan, dan lain-lain.
Pengambilan peran ini tergantung pada tuntunan masyarakat dan atau pada
kemam[uan individu bersangkutan serta kepekaannya dalam melihat
keadaan masyarakatnya.
4. Interaksi sosial
Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang
dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara
individu yang satu dengan individu yang lainnya, maupun antara kelompok
dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, dimana simbol
diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya
oleh mereka yang menggunakannya.
Macam-macam interaksi sosial menurut Maryati dan Suryawati (2003)
interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu: Interaksi antara Individu
dan individu, Interaksi antar individu dan kelompok, Interaksi sosial antara
kelompok dan kelompok.
5. Bentuk-bentuk interaksi sosial
a. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah pada
bentuk-bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti: kerja sama,
akomodasi, asimilasi, dan alkulturasi.
b. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada
bentuk-bentuk pertengtangan atau konflik, sepert: persaingan,
kontravensi, dan konflik.
6. Ciri-ciri interaksi sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri-ciri interaksi sosial, antara
lain (p. 23):
a. Jumlah perlakunya lebih dari satu orang
b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d. Dialksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertu.
7. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
a. Kontak sosial
b. Komunikas
8. Interaksi sosial sebagai faktor utama dalam kehidudupan sosial

32
Hubungan antar manusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan struktur
dari masyarakatnya. Hubungan antar manusia atau relasi-relasi sosial ini
didasarkan kepada komunikasi. Karenanya komunikasi merupakan dasar
dari existensi suatu masyarakat. Hubungan antar manusia atau relasi-relasi
sosial , hubungan satu dengan yang lain warga-warga masyarakat, baik
dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok-
kelompok dan antar kelompok manusia itu sendiri, mewujudkan segi
dinamika perubahan dan perkembangan masyarakat. Apabila kita lihat
komunikasi atau hubungan tersebut sebelumnya mempunyai bentuk-
bentuknya yang konkrit, yang relevan, yang sesuai dengan nilai-nilai sosial
di dalam suatu masyarakat, ia mengalami suatu proses terlebih dahulu.
Proses-proses inilah yang dimaksudkan dan disebut sebagai proses sosial.
B. Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
1. Masyarakat
Pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi
Selo Sumardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan
kebudayaan
Karl Max
Masyarakat adlah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan
organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-
kelompok yang terbagi secara ekonomi.
Emile Durkhein
Masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang
merupakan anggotanya.

2. Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa


Masyarakat Kota
Kota adalah suatu ciptaan peradaban budaya umat manusia. Kota sebagai
hasil ddari peradaban yang lahir dari perdesaan, tetapi kota berbeda dengan
perdesaan, sedangkan masyarakat kota adalah suatu kelompok teritorial di
mana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup
sepenuhnya. Permasalahan di kota adalah pengangguran, rawan panagn,
rawan moral dan lingkungan.
Kehidupan masyarakat kota cenderung mengarah individu dan kurang
menegenal antara warga yang satu dengan yang lainnya meskipun tempat
tinggalnya berdekatan. Rasa persatuan tolong menolong dan gotong royong
mulai pudar dan kepedulian sosial cenderung berkurang. Permasalahan
dikota antara lain: konflik, kontroversi, kompetensi, kegiatan pada
masyarakat pada perdesaan, dan sistem nilai budaya.

33
Masyarakat Desa
Masyarakat desa memiliki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam
dibandingkan masyarakat kota. Biasanya dan mayoritas bermata
pencaharian petani. Rasa perssatuan sangat kuat dan menimbulkan saling
kenal-mengenal dan saling tolong-menolong atau gotong royong dalam
segala hal. Alat komunikasi sangat kurang sehingga yang berkembang
cenderung sangat sederhan . variabel-variabel yang mencirikan kemiskinan
di pedesaan ada;ah: lemahnya posisi sumber daya alam, lemahnya posisi
sumber daya manusia di perdesaan, kurangnya penguasaan teknologi,
lemahnya infrastuktur dan lemahnya aspek kelembagaan, termasuk budaya,
sikap, dan motivasi.
Urbanisasi dan penanggulangannya
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan dari desa ke kota. Urbanisasi
dilihat dari kaca mata sosiologi menunjukkan tiga gejala sosial yaitu:
urbanisasi itu sendiri, detribalisasi, dan stabilitas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi urbanisasi


Ada bebrapa faktor yang mempengaruhi terjadinya urbanisasi antara lain yaitu:
1. Faktor pendorong
a)timbulnya kemiskinan, b) kegagalan panen, c) peraturan adat yang kuat, d)
kurangnya sarana pendidikan pengembangan diri, e) perang antar
kellompok.
2. Faktor penarik
a)dikota banyak pekerjaan, b) pekerjaan lebih sesuai pendidikan, d)
pengembangan usaha diluar bidang pertanian, e) fasilitas pendidikan lebih
banyak, f) modal lebih banyak, g) tingkat budaya lebih tinggi.
3. Akibat urbanisasi
a). Berkurangnya tenaga kerja di desa, b) terbentuknya daerah suburban, c)
terbentuknya pemukimwn kumuh, d)meningkatnya tuna karya.
4. Usaha penanggulangan urbanisasi
a). Lokal jangka pendek, b) lokak jangka panjang, c), nasional jangka
pendek, d). nasional jangka panjang.

3. Integrasi Sosial
Interagsi sosial dikonsepkan sebagai suatu proses ketika kelompok-
kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat saling menjaga keseimbangan
untuk mewujudkan kedekatan hubungan-hubungan sosial, ekonomi maupun
politik. Pokok-pokok sosial menurut Dahrendoof (1986) adalah : a) Stabilitas,
b) Fungsi koordinasi, c) konsensus, dan d) interaksi yang terstruktur dengan

34
baik sedangkan proses terjadinya interaksi sosial d masyarakat dapat
dilelompokkan ke dalam tiga dimensi, (1) masyarakat yang terintegrasi di atas
kesepakatan sebagaian besar anggota terhadap nilai-nilai sosial tertentu yang
bersifat fundamental, (2) masyarakat dapat terintegrasi karena sebagian besar
anggotanya terhimpun dalam berbagai unit sosial sekaligus.
Prangkasa dan diskriminasi
Sebab-sebab timbulnya prsangka dan diskriminasi:
a. Berlatar belakang sejarah
b. Dilatar belakangi oleh perkembangan sosial-kultural dan situasional
c. Bersumber dari faktor kepribadian
d. Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama
Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminal
a. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
b. Perluasaan kesempatan belajar
c. Sikap terbuka dan sikap lapang

4. Pertentangan-pertentangan sosial dalam masyarakat


Terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri-ciri suatu konflik yaitu:
1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau bagian-bagian yang terlibat di
dalam konflik
2. Unit-unit mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam
kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, niali-nilai, sikap-
sikap, maupun gagasan-gagasan
3. Terdapatnya interaksi di dalam bagian-bagian yang mempunyai
perbedaan-perbedaan tersebut
Konfilk merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi
tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau
permusuhan. Ada beberapa pemecahan konflik tersebut adalah:
1. Eliminatiaon pengunduran diri salah satu pihak yang terlihat dalam
konflik yang diungkapkan
2. Subjugation atau demination, artinya orang atau pihak yang mempunyai
kekuatan yang memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya.
3. Mjitory Rule arttinya suara terbanyak yang ditentukan dengan vooting
akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi

C. Warga Negara dan Negara


1. Hukum

35
Hukum adalah himpuann peraturan-peraturan yang mengurus tat tertib
alam hukum masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat.
Sifat-sifat Kukum dan ciri-ciri
a. Bersifat melaksanakan sesuatu dan tidak boleh ditinggalkan
b. Adanya perintah atau larangan
Sumber-sumber Hukum
Sumber hukum ialah sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang
mempunyai kekuatan yang memaksa, yang kalau dilanggar dapat
mengakibatkan sangsi yang tegas dan nayata. Sumber hukum material
dapat di tinjau dari berbagai sudut misalnya, sudut politi, sejarah,
ekonomi dan lain-lain.
Sumber hukum dapat ditinjau dari segi formal dan segi material. Sumber
hukum material dapat kita tinjau lagi dari berbagai sudut, miaslnya dari
sudut politik, sejarah, ekonomi dan lain-lain.
Pembagian Hukum
1) Menurut sembernya
2) Menurut bentuknya
3) Menurut tempat berlakunya
4) Menurut cara mempertahankannya
5) Menurut sifatnya
6) Menurut wujudnya
7) Menurut isinya

2. Negara
Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk
mengatur hubungan manusai dalam masyarakat. Negara mempunyai dua
tugas yaitu:
a. Mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan yang asosial
b. Mengorganisasiakan dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan
golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat
seluruhnya atau tujaun sosial.
Negara mempunyai tugas utama, yakni:
1) Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat
yang bertentangan satu sama lain.
2) Mengatur dan menyatukan kegiatan-kegiatan manusia dan golongan
untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada
tujuan negara

36
Sifat-sifat Negara
1. Sifat memaksa
2. Sifat monopoli
3. Sifat mencakup semua

Bentuk Negara
1. Negara kesatuan adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat
2. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi
3. Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi
4. Negara serikat
Bentuk kenegaraan yang kita kenal
- Negara domion
- Negara uni
- Negara protectoral
Unsur-unsur Negara
- Harus ada wilayahnya
- Harus ada rakyatnya
- Harus ada pemerintahannya
- Harus ada tujuannya
- Harus ada kedaulatannya
Tujuan Negara
- Perluasan kekuasaan semata
- Perluasan kekuasaan untuk mencapai tujuan lain
- Penyelenggaraan ketertiban umum
- Penyelenggaraan kesejahteraan umum
Sifat-sifat kedaulatan]
- Permanen
- Absolut
- Tidak berbagi-bagi
- Tidak terbatas
Sumber kedaulatan
- Teori kedaulatan Tuhan
- Teori kedaulatan Negara

37
- Teori kedaulatan Rakyat
- Teori kedaulatan Hukum

4. Warganega
Orang-orang yang berada dalam wilayah satu negara dapat dibedakan
menjadi:
1. Penduduk: mereka yang telah memenuhi syarat tertentu yang ditetapkan
oleh peraturan negara yang bersangkutan, diperkenalkan mempunyai
tempat tinggal pokok (domisili) di wilayah negara ini. Penduduk ini
dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Penduduk warganegara atau warga negara adalah penduduk, yang
sepenuhnya dapat diatur oleh pemerintah negara tersebut
b. Penduduk bukan warganegara atau orang asing adalah penduduk yang
bukan warganegara
2. Bukan penduduk: mereka yang berada dalam wilayah suatu negara untuk
sementara waktu dan yang tidak bermaksud bertempat tinggal di wilayah
tersebut
3. Naturalisasi atau pewarganegaraan, adalah suatu proses hukum yang
menyebabkan seseorang dengan syarat-syarat tertentu mempunyai
kewarganegaraa negara lain.

Hubungan hak dan kewajiban antara warga negara


Hak warga negara dalam suatu negara
1. Hak pendidikan pada pasal 31
2. Hak pertahanan pada pasal 30
3. Hak kesejahteraan sosial pada pasal 27
Disamping adanya hak sebagai warga negara juga ada kemerdekaan tipa-
tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk
beribadat menurut agamanya dan kepercayaannnya itu. Penduduk yang
menjadi warga warga negara di Indonesia telah ditegaskan dalam pasal 26
UUD 1945 yaitu:
1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa indonesia asli dan
orang-orang abngsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai
warga negara.
2. Syarat-syarat kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.

38
39
BAB III
PEMBAHASAN

A. Kelebihan dan Kekurangan Buku Utama

1. Kelebihan

Pada bagian bab pendahuluan lebih diperjelas tentang isi materi


Lebih menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan itu adalah tergabung dalam
filsafat sehingga di filsafat disebut dengan induk dari pengetahuan
Dalam buku alamiah budaya dasar lebih jelas tentang pengertian ilu
alamiah dasar berdasarkan teori dan juga ada penjelasan tentang ayat al-
Qur’an yang menjelaskan sebagian dari sejarah ilmu alamiah dasar yang
mana mengatakan bahwa IAD adalah sebagai maat kuliyah dasar umum
sejak tahun 1972 diwajibkan untuk maat kuliyah yang dinamakan general
sience yang merupakan kumpulan ilmu alamiah secara umum pada tahun
1982 ditegaskan menteri pendidikan dan kebudayaan sebagai mata kuliyah
umum pada program S1 IAIN
Tujuan pendidikan bukan hanya secara umum tapi untu IPA dan
Teknologi dan juga dijelaskan tentang fungsi
ISD dijelaskan tentang pengertian dan menceritakan bahwa ISD sebagai
mata kuliyah dasar umum yang dikembangkan perguruan tinggi dan
membuat ruang lingkup dari ISD
Dalam buku ini IBD itu mencekup keahlian filsafat, agama, seni, dan
sejarah, menjelaskan tentang teori tujuan IBD, tujuannya dipelajari untuk
mahasiswa dan menceritakan sejarah singkat IBD tentang mata kuliyah
wajib dan merupakan satu komponen mata kuliyah dasar umum
Sifat unik manusia lebih jelas dalam buku alamiah buku dasarkarena
dijelskan sifat manusia itu mulai berfikir secara mendalam
Langkah-langkah operasional metode ilmiah dijelskan secara terperinci
misalnya pengertian dari rumusan masalah, penyususnan hipotesis,
pengajian hipotesis, dan penarikan kesimpulan dan menuliskan konsep
langkah operasional
Dalam buku alamiah budaya dasar lebih dijelaskan tentang teori IPA
terbentuknya alam semesta yang mendasari tentang terbentuknya alam
semesta yaitu, teori keadaan tetap dan teori ledakan
Dalam penentuan bumi lebih dijelaskan

40
Rekayasa produksi teknik insenminasi buatan di dunia dijelaskan dalam
alamiah budaya dasar
Menjelaskan secara spasifik dari teknologi dan masalah hubungan manusia
dan kebudayaaan dan juga alam hubungan manusia dan kebudayaan lebih
dijelskan secara mendalam tentang cita-cita pandangan hidup manusia
Bidang stratifikasi social terlebih dahulu dikaitkan dengan apa itu
sosiologi, lebih jelas tentang pengertian stratifikasi mulai dari berdasarkan
teori dan pendapat para ahli dan menjelaskan mengapa terjadinya
stratifikasi social
Interaksi desa dan kota, Urbanisasi dan Penganggulangan prasangka dan
distriminasi lebih dijelskan dalam buku alamiah dasar
Dalam hokum terdapat sepeluh yang harus diananlisis

2. Kekurangan
sumber pengetahuan tidak dijelaskan secara terpisah pada buku alamiah
buadaya dasar metode ilmiah tidak dijabarkan menjadi dua hanya saja
dijeskan berdasarkan orang yang bisa dalam memahami metode ilmiah dan
metode non ilmiah
pada metode ilmiah ilmu budaya dasar hanay terdapat tiga pengetahuan
yang diperoleh dari berbagai cara
tidak menjelaskan hipotesis pada terbentuknya alam semesta
tentang manusia dan kebudayaan langsung dijelaskan tanpa ada pandangan
menurut teori, tentang penderitaan tidak dijelaskan secara pasifik
tidak menjelaskan siksaan manusia
tidak ada penjelasan tentang penduduk dan kebudayaan
dalam startifikasi social tidak menjelaskan masa dan kerumunan, elite dan
massa
tidak menjelaskan lebih spesifik tentang pertentangan social hanay
menjelsakan teori masyarakat tidak ada penjelasan tentang sumber hukum
Hanya menjelaskan tugas utama Negara dan penegrtia Negara
Tidak menjelaskan golongan ilmu pengetahuan

41
B. Kelebihan dan Kekurangan Buku Kedua

1. Kelebihan

Dalam buku ini sumber pengetahuan dan ilmu pengetahuan dijelaskan


secara terpisah dan menceritakan sumber pengetahuan manusia itu dari
pengalaman, agama, ligika atau pikiran, dan metode ilmiah
Dalam buku ini juga ilmu pengetahuan lebih diperjelas tentang apa itu
ilmu dan ilmu itu juga digolonggan kembali
Pada metode ilmiah dijelskan bahwa metode itu dibagi dua yaitu etode
ilmiah dan metode non ilmiah
Metode non ilmiah lebih jelas pada berbagai cara dari pengetahuan karena
dalam cara metode ilmiah ada lima
Terbentuknya laam semesta banyak dijelaskan tentang hipotesis
Dijelaskan tentang sumber daya alam dan urgensi sumber daya alam
Menceritakan sejarah manusia atau asal-usul manusia
Lebih diperjelas secara mendalam tentang penderitaan, buku ini juga
menjelaskan tentang makna siksaan manusia pada hari akhir nanti
Keyakinan kepercayaan, kebutuhan manusia pada agama dan konsep
tentang ketuhanan lebih dijelaskan tentang pandangan hidup manusia
dalam buku dinamika
Penduduk masyarakat dan kebudayaan lebih mendalam pada buku
dinamika
Stratifikasi social ada menjelaskan tentang massa dan kerumunan elitel
dan massa
Lebih menjelaskan secara spasifik etntang pertentangan social masyarakat
Sumber hokum sangat spasifik dijelaskan dan Negara juga dijelaskan
mulai dari tugas dan sifatnya, unsure, tujuan, sifat dan sumber.

2. Kekurangan

Dalam pendahuluan tidak dijelaskan tetapi langsung pada inti


Materi tujuan, pengertian hanya dijelaskan secara umum saja dan
pengertian IAD tidak ada terkandung tentang teori sejarah dan fungsi IAD
ISD dalam buku ini tidak menceritakan tentang sejarah dan tidak
terkandung ruang lingkup
IBD hanya menjelaskan tentang tujuan umum dan tidak ada keterkaitan
dengan keahlialian dengan agama, filsafat, sejarah dan seni
Sifat keunikan mansia tidak dijeskan secara mendalam

42
Pada Humanika langkah-langkah opersional hanya dijelskan tanpa ada
pengertian dan tida memiliki peta konsep hanay satu teori ayng terdapat
pada pembentukan alam semesta yaitu teori ledakan
Tidak menjelaskan tentang hubungan manusia dan kebudayaan
Tidak ada pengkaitan ke sosiologi tetapi langsung pada materi stratifikasi
social dan tidak ada pengertian stratifikasi social berdasarkan teori dan
mengapa terjainya strstifikasi social
Interksi desa dan kota, ubanisasi dan penanggulanagn, dan prasangka dan
diskriminasi tidak dijelaskan
Tidak terdapat sepuluh aspek hokum yang ahrus di analisis

43
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Manusia merupakan salah satu makhluk yang apling sempurna yang
diciptakan oleh Allah SWT karena dianugrahi dengan akal atau pikiran
dibangdingkan dengan makhluk lainnya. Ilmu pengetahuan atau sains (science)
merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah. Kata kunci disini
adalah metode atau cara pemerolehan pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh
secara kebetulan belum merupakan ilmu/sains.
Ilmu Pengetahuan Alam Dasar adalah Ilmu Pengetaahuan yang mengkaji
tentang gejala-gejala dalam Alam semesta, termasuk dimuka bumi ini, sehingga
terbentuk konsep dan prinsip . ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science)
hanaya mengkaji konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang esensial saja. Dengan
mempelajari tentang pengetahuan ini, maka diharapkan akan dapat memahami
perkembangan penalaran manusia terhadap gejala-gejala Alam sampai
terwujudnya metode ilmiah yang merupakan ciri khusus dari ilmu pengetahuan
alam.
IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan
dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan
pertama di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal
dari istilah bahasa inggris “the Humanities”.
Penyajian ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan
dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-
konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan. Dengan demikian ilmu nudaya dasar tidak dimaksud untuk mendidik
ahli-ahli dalam satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya,
akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan
kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta
kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang
lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-maslah
sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujukan oleh masyarakat Indonesia,
dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal
dari berbagai bidang ilmu pengetahuan social, sosiologi, antropologi, ilmu politik,
ekonomi, psikologi, social, dan sejarah).

44
B. SARAN

Demi kesumpurnaan critical book ini, penyusun sangat mengharapkan kritikan dan saran
yang bersifat menbangun kearah kebaikan demi kelancaran dan kesumpurnaan penulisan
critical book ini.

45
DAFTAR PUSTAKA

Daulay Lely Risnawaty.2010.Ilmu Alamiah, Budaya, dan Sosial


Dasar.Medan: Ciptapustaka Medan Perintis
Rizal Fahrul, dkk.2006.Humanika Materi IAD, IBD, dan ISD.Medan:Hijri
Pustaka

46