Anda di halaman 1dari 2

NAMA : NANDA KURNIAWAN

NIM : 041484094
MATA KULIAH : PERILAKU KONSUMEN
JURUSAN : MANAJEMEN

1. Jelaskan persamaan dan perbedaaan proses belajar clasiccal conditioning, instrumental,


dan vicarious!(30)
2. Berikan contoh penggunaan proses belajar classical conditioning dalam strategi
pemasaran! Jelaskan mengapa Anda mengategorikan sebagai classical conditioning!(35)
3. Berikan contoh penggunaan proses belajar instrumental dalam strategi pemasaran!
Jelaskan mengapa Anda mengategorikan sebagai instrumental! (35)

Jawab
1. Proses Belajar Clasiccal Conditioning
Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup, manusia maupun binatang adalah makhluk
pasif. Jadi dia menganggap di dalam teori ini makhluk pasif, yang bisa diajarkan perilaku
tertentu melalui pengulangan. Clasiccal conditioning ini terjadi jika stimulus yang
menyebabkan suatu respon yang dipasangkan dengan stimulus lain yang tidak bisa
menghasilkan suatu respon. Beberapa konsep yang harus dipahami, yang pertama adalah
pengulangan. Beberapa orang yang dirumah menyebut orang tua laki-lakinya dengan
panggilan yang berbeda-beda. Begitu pula dengan panggilan orang tua perempuan.
Kenapa kita mempunyai panggilan yang berbeda-beda ada kepada orang tua kita? Karena
sejak kecil panggilan tersebut diulang-ulang secara terus-menerus. Ada juga orang, orang
tuanya yang tidak mengajarkan kata-kata itu, akhirnya anaknya memanggil ayahnya
dengan sebutan mas, ayahnya dipanggil mas karena dia sejak kecil mendengar ibunya
memanggil ayahnya dengan panggilan mas, hal terjadi karena dilakukan secara berulang-
ulang.

Proses Belajar Instrumental (Operant Conditioning)


Proses belajar instrumental atau operant conditioning tidak lain adalah pengalaman
pembeli terhadap suatu produk berdasarkan reward yang dirasakan. Ketika konsumen
puas terhadap suatu produk sebenarnya sedang terjadi proses operant conditioning.
Seseorang akan terdorong membeli lagi karena merasa nyaman dengan produk tersebut,
inilah yang disebut dengan proses belajar instrumental. Jadi produk yang kita pakai
memberikan reward sesuai dengan yang kita harapkan. Perasaan puas itu juga disebut
dengan proses belajar instrumental sehingga kita membeli ulang produk.

Proses Belajar Observational (Vicarious)


Proses belajar observational learning dilakukan konsumen ketika mengamati tindakan
dan perilaku orang lain dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Konsumen seringkali
meniru perilaku orang lain yang dianggapnya sebagai modeling. Ketika seseorang
mengenakan baju yang sama atau mirip dengan orang lain, inilah yang disebut dengan
modeling. Jadi toko tersebut menjadi model untuk membangun respon yang baru. Pada
acara penggalangan dana atau penggumpulan dana jika menggunakan tokoh terkenal
mungkin orang akan bergabung.
2. Contohnya adalah dengan menggunakan selebriti sebagai endorsement product. Salah
satunya adalah bintang iklan motor Honda dengan menggunakan pembalap Marquez.
Pembalap motor kelas dunia tersebut berfungsi sebagai unconditioned stimulus yaitu
diharapkan menghasilkan respons tak terkondisi (konsumen akan menyukai pembalap
tersebut), pembalap tersebut mendampingi motor merek Honda. Motor merek Honda
tersebut adalah stimulus terkondisi yang diharapkan akan menghasilkan respons
terkondisi yaitu konsumen menyukai motor Honda tersebut.

3. Pengelola mall ingin konsumen berbelanja di mall mereka, tetapi pengelola harus
menarik konsumen untuk datang ke mall, misalnya dengan adanya hiburan atau diskon.
Jadi jika mall itu berkeinginan supaya konsumen berbelanja di mallnya, tetapi agar
konsumen bisa berbelanja di mall tersebut maka pengelola mall harus mendekatkan
konsumen dulu ke mall, apa yang menarik dari mall? Apa kira-kira kegiatan yang
menyebabkan seseorang datang ke mall? Diskon, apa lagi? Ada hiburan, apa lagi?
Apakah orang-orang yang datang di mall tersebut cantik-cantik dan tampan-tampan
sehingga menyebabkan orang-orang ingin berkunjung ke mall tersebut. Sering kali
beberapa mall mengadakan keramaian untuk menarik pengunjung. Misal dengan
mengadakan konser musik artis-artis terkenal, pameran, bahkan karnaval. Cara-cara
tersebut digunakan agar konsumen banyak mendatangi pusat perbelanjaan tersebut.

Sumber : Buku Mata Pelajaran (BMP) Perilaku Konsumen

Anda mungkin juga menyukai