Anda di halaman 1dari 4

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari hasil analisis data sistem sewage treatment plant
gedung pada pekerjaan sewage treatment plant pada proyek pembangunan Pusat
Pembelajaran Arntz-Geisse Tahap 2 antara lain:
a. Perencanaan sewage treatment plant dengan kapasitas 200m3/day yang dibagi
menjadi dua karena keterbatasan lahan yang berkapasitas 130 m3/day dan
70m3/day. Perencanaan sewage treatment plant dengan kapasitas 70m3/day
yang digunakan penulis sebagai studi kasus terhadap kajian sistem STP yang
dilaksanakan di proyek Pusat Pembelajaran Arntz-Geisse Tahap 2 sesuai
dengan regulasi yang ada baik Permen Lingkungan Hidup & Kesehatan,
Peraturan Daerah Jawa Barat, maupun Peraturan Daerah Kota Bandung. Baku
mutu air limbah domestik menjadi patokan dalam perencanaan sewage
treatment plant di proyek Pusat Pembelajaran Arntz-Geisse Tahap 2 dengan
hasil perencanaan sebagai berikut :

Tabel 5.1 Hasil Kadar Yang Direncanakan di Proyek PPAG 2

Kadar Hasil Kadar di


Parameter Satuan Deskripsi
maksimum Proyek PPAG 2
pH - 6 -9 7 Sesuai
BOD mg/L 30 18 Sesuai
COD mg/L 100 72 Sesuai
TSS mg/L 30 24 Sesuai
Minyak & lemak mg/L 5 4 Sesuai
Amoniak mg/L 10 7 Sesuai
Total Coliforn Jumlah/100Ml 3000 2250 Sesuai
Debit L/orang/hari 100 50 Sesuai
Sumber : PT.Trimatra Jasa Prakarsa

b. Pekerjaan pemasangan sewage treatment plant dilaksanakan sesuai dengan


metode yang ada di proyek lain, bahkan lebih detail dari proyek lain karena

56
dijelaskan permetode dengan sangat rinci ,berikut metode yang dijelaskan dan
dilaksanakan pada pekerjaan pemasangan sewage treatment plant :
1. Pekerjaan pengukuran dan pemasangan patok galian.
2. Galian tanah tepi.
3. Pemasangan dinding penahan tanah.
4. Galian tengah.
5. Perapihan.
6. Lantai Dasar.
7. Pembesian.
8. Pemasangan bekisting.
9. Pemasangan waterstop
10. Pemasangan angkur.
11. Pengecoran
12. Penempatan instalasi sewage treatment plant.
13. Pengurugan.
14. Pemasangan manhole.
c. Proses pengolahan limbah domestik sewage treatment plant ialah sebagai
berikut :
1. Seluruh air limbah yang dihasilkan dari kegiatan domestik seluruhnya
dialirkan ke bak pemisah lemak atau minyak. Bak pemisah lemak tersebut
berfungsi untuk memisahkan lemak atau minyak yang berasal dari limbah
domestik serta untuk mengendapkan kotoran pasir, tanah atau senyawa
padatan yang tak dapat terurai secara biologis.
2. Selanjutnya limpasan dari bak pemisah lemak dialirkan ke bak ekualisasi
(Sum Pit) yang berfungsi sebagai bak penampung limbah dan bak kontrol
aliran.
3. Air limbah di dalam bak ekualisasi selanjutnya dipompa ke unit IPAL. Di
dalam unit IPAL tersebut, pertama air limbah dialirkan masuk ke bak
pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran
organik tersuspensi juga menguraikan senyawa organik organik yang
berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung
lumpur .

57
4. Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan ke bak
kontaktor anaerob (biofilter Anaerob) dengan arah aliran dari atas ke
bawah. Penguraian zat-zat organik yang ada dalam air limbah dilakukan
oleh bakteri anaerobik atau fakultatif aerobik.
5. Air limbah dari bak kontaktor (biofilter) anaerob dialirkan ke bak kontaktor
aerob. diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga mikro organisme
yang ada akan menguraikan zat organik yang ada dalam air limbah serta
tumbuh dan menempel pada permukaan media.
6. Dari bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap akhir. Di dalam bak ini
lumpur aktif yang mengandung mikro-organisme diendapkan dan
sebagian air dipompa kembali ke bagian bak pengendap awal dengan
pompa sirkulasi lumpur.
7. Sedangkan air limpasan (outlet/ over flow) sebagian dialirkan ke bak
khlorinasi/kontaktor khlor. Di dalam bak kontaktor khlor ini air limbah
dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh micro-organisme
patogen.
Dengan kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat
menurunkan zat organik (BOD, COD), amonia, padatan tersuspensi (SS),
phospat dan lainnya dapat juga turun secara signifikan.
d. Unit IPAL ini tidak memerlukan perawatan yang khusus, tetapi ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Sedapat mungkin tidak ada sampah padat (plastik, kain, batu, softex,
dll) yang masuk ke dalam sistem IPAL.
2. Diusahakan sedapat mungkin untuk mencegah masuknya sampah padat
ke dalam sistem IPAL.
3. Bak kontrol harus dibersihkan secara rutin minimal satu minggu sekali
atau segera jika terjadi penyumbatan oleh sampah padat.
4. Menghindari masuknya zat-zat kimia beracun yang dapat menggaggu
pertumbuhan mikroba yang ada di dalam biofilter misalnya, cairan
limbah perak nitrat, merkuri atau logam berat lainnya.
5. Perlu pengurasan lumpur di dalam Bak ekualisasi dan bak pengendapan
awal secara periodik untuk menguras lumpur yang tidak dapat terurai

58
secara biologis. Biasanya dilakukan minimal 6 bulan sekali atau
disesuaikan dengan kebutuhan.
6. Perlu perawatan rutin terhadap pompa pengumpul, pompa air limbah,
pompa sirkulasi serta blower yang dilakukan 3-4 bulan sekali.
7. Perawatan rutin pompa dan blower udara dapat dilihat pada buku
operasional dan perawatan dari pabriknya.

5.2 Saran
Untuk mendapatkan hasil output yang selalu sesuai dengan baku mutu air
limbah domestik yang efisien dan optimal perlu diperhatikan adalah preventif
maintenance sehingga output akan selalu terjaga. Selain hal tersebut, hal yang
penting lainnya yang harus diperhatikan adalah menambahkan bar screen pada
instalasi pengolahan air limbah agar untuk menyisihkan padatan kasar yang
terdapat pada limbah cair seperti kayu, ranting, papan, dan padatan besar/kasar
lainnya. Manfaat utama screening ini adalah untuk pemeliharan peralatan pompa
dan juga menjaga adanya penumpukkan (clogging) pada katup dan sarana
lainnya..

59