Anda di halaman 1dari 2

Studi Kasus

PT. AK3 Tiga Tiga Sejahtera merupakan sub kontraktor PT Ajisaka Nusa Ilmu bergerak di
bidang manufacturing, menggunakan bahan kimia sebagai bahan baku, diantaranya Sodium
Picramate dengan kuantitas 100 Ton per hari, mempunyai karyawan Tetap 56 Orang dan
karyawan tidak tetap 45 Orang, terdiri dari 59 orang laki-laki dan 42 orang wanita. Di
perusahaan tersebut belum ada P2K3 dan Ahli K3; menggunakan pesawat angkat angkut berupa
1 (satu) buah over head crane dengan kapasitas 30 Ton, 2 (dua) buah forklift dengan kapasitas 10
Ton; Menggunakan 2 (dua) buah boiler yang terletak dalam satu ruangan, dengan kapasitas
masing-masing 15 ton/jam. Perusahaan memakai listrik untuk penerangan dan mengoperasikan
mesin-mesin produksi dengan kapasitas 5 MW. Perusahaan juga sedang merenovasi gudang
dengan menggunakan scaffolding setinggi 7,2 m dengan memperkerjakan 35 orang pekerja
bangunan dengan lama waktu pekerjaan 5 bulan.

Tugas Materi K3 Mekanik, Pesawat Uap, Bejana Tekan (Sebutkan, jelaskan beserta dasar
hukumnya)
Sebagai calon Ahli K3 Umum, bagaimana upaya anda dalam pemenuhan syarat-syarat
K3 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di perusahaan tersebut (dalam studi
kasus) terkait Pemakaian boiler.

Jawaban :

upaya dalam pemenuhan syarat-syarat K3 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-


undangan meliputi :

1. Berdasarkan peraturan perundang-undangan tujuan dari K3 yaitu untuk melindungi


keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkna produktivitas kerja yang optimal,
diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Upaya keselamatan dan
kesehatan kerja dimaksudkan untuk memberikan jaminan keselamatan dan meningkatkan
derajat kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan para pekerja/buruh dengan cara
pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang tertumat dalam landasan hukum
UU No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja . Orang yang bertanggung jawab dan
berkewajiban dalam upaya keselamatan dan kesehatan kerja adalah Pengurus.
Dalam konteks ini upaya pencegahan kecelakaan kerja dalam pemenuhan syarat-syarat
K3 berkaitan dengan pesawat uap dan bejana tekan termuat dalam undang-undang uap
tahun 1930 dan peraturan uap tahun 1930. Dalam upayan pengendalian kecelakaan saat
pembuatan / perakitan meliputi beberapa kriteria meliputi PJK3 konstruksi, penilaian-
penilaia perencanaan, penilaian PJK3 Inspeksi dan pengawasan. Sedangkan dalam upaya
pengendalian kecelakaan saat pemakaian meliputi harus mempunyai ijin,harus
mempunyai operator, pemeriksan/pengujian berkala, pemeriksaan khusus, reparasi dan
modifikasi serta kewajiban pemakaian. Pesawat uap harus mendapakatkan ijin
pemakaian dari Disnaker setempat hal ini berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Dalam pengoperasian pesawat uap harus mempunyai lisesnsi K3 operator
ketel uap berdasarkan PERMENAKER No. Per 01/Men/1998 tentang kwalifikasi dan
syarat-syarat operator pesawat uap. Dalam studi kasus kali ini operator pesawat uap
termasuk kelas I dan Kelas II dengan jumlah operatornya masing-masing kelas 1 orang.