Anda di halaman 1dari 20

ACARA PRAKTIKUM KE-1

FILUM MOLLUSCA

Disusun oleh:
Nama : Adi Abdilah
NIM : 1908106025
Kelas : Biologi A/3

LAPORAN PRAKTIKUM ZOOLOGI AVERTEBRATA

JURUSAN TADRIS BIOLOGI


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2020
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Filum Mollusca merupakan filum terbesar kedua dari kingdom animalia. Mollusca
sendiri berasal dari kata Latin "mollus" yang berarti "lunak", yang umumnya dilindungi
oleh kalsium keras yang mengandung cangkang. Sekitar 85.000 spesies mollusca telah
terdaftar. Mollusca dibagi menjadi enam kelas taksonomi yaitu, Cephalopoda (misalnya
Cumi-cumi, sotong, gurita dll.), Monoplacophora (misalnya neopilina), Amphineura
(misalnya chiton), Scaphopoda (misalnya denalium), Bivalvia (misalnya ostrea, mytillus
dll) dan Gastropoda (misalnya siput, siput, cangkang keong, sipraea). Kelas gastropoda
mencakup 80 persen spesies filum mollusca.
Tubuh mollusca lunak dan tidak beruas-ruas dan bersifat triploblastik dengan
simetri bilateral. Tubuh terbagi menjadi kepala, kaki, dan massa viseral. Eksoskeleton
cangkang berkapur dari satu atau lebih bagian yang disekresikan oleh mantel melindungi
tubuh. Kepala adalah bantalan mulut yang tidak jelas dan dilengkapi dengan mata,
tentakel, dan organ indera lainnya. Mollusca memiliki sistem peredaran darah terbuka dan
bernapas melalui insang atau taenidia atau keduanya. Organ indera termasuk mata, statosit
dan reseptor untuk sentuhan, penciuman dan rasa. Adapun yang melatar belakangi
dilakukannya praktikum kali ini adalah untuk mengamati morfologi, anatomi,
merfometrik serta meristik dari spesies-spesies yang mewakili mollusca, mendeskripsikan,
dan menyusun klasifikasinya
B. Tujuan Praktikum

Tujuan praktikum acara ke-1 phylum mollusca adalah sebagai berikut:


1. Untuk mengetahui dan memahami karakteristik phylum mollusca
2. Untuk menempatkan spesies mollusca sesuai kedudukan taksonominya
3. Untuk memahami dan menganalisis habitat mollusca serta peranannya dalam
kehidupan
II. TINJAUAN PUSTAKA

Filum mollusca adalah hewan bertubuh lunak dan tidak bermental, dengan tubuh
diatur menjadi kaki berotot, kepala, massa viseral yang berisi sebagian besar sistem organ,
dan mantel berdaging yang mengeluarkan cangkang berkapur. Filum Mollusca memiliki
sekitar 100.000 spesies yang dideskripsikan dan berpotensi 100.000 spesies yang belum
dideskripsikan. Itu terbagi di antara tujuh kelas dan hadir di hampir setiap benua. Moluska
air tawar diklasifikasikan menjadi gastropoda (siput dan "keong" air tawar) dan beberapa
kelompok bivalvia (kerang dan kerang) yang telah berulang kali menjajah air tawar.
Gastropoda memiliki cangkang univalve dan memiliki radula seperti yang digunakan
untuk memberi makan pada penutup perifiton dari batu atau tanaman Kerang dan kerang
memiliki cangkang kerang berengsel dan umumnya merupakan pengumpan suspensi dan
atau deposit (Pryon dan Brown, 2015)
Siput dan siput, tiram dan kerang, serta gurita dan cumi-cumi semuanya adalah
moluska (filum Mollusca). Filum hewan paling beragam kedua (setelah arthropoda).
Meskipun mayoritas moluska adalah laut, sekitar 8.000 spesies menghuni air tawar, dan
28.000 spesies siput dan siput hidup di darat. Semua moluska bertubuh lunak (dari bahasa
latin molluscus, lunak), dan sebagian besar mengeluarkan cangkang pelindung keras yang
terbuat dari kalsium karbonat. Siput, cumi-cumi, dan gurita memiliki internal yang
berkurang cangkang atau telah kehilangan cangkangnya sama sekali selama evolusi
mereka (Campbell, 2010)
Anatomi mollusca menunjukkan tubuh simetris sekutu bilateral dengan kaki
bagian perut. Porsi punggung tubuh ditutupi oleh cangkang yang melindungi organ dalam.
Cangkang dilapisi oleh epidermis, mantel yang mengeluarkan cangkang. Otot di
sepanjang cangkang memungkinkan hewan untuk menarik cangkang ke bawah untuk
mengisolasi hewan. Mollusca generik ini memiliki insang (ctenidia) yang dilapisi dengan
pembuluh darah, otot, dan saraf. Insang diposisikan untuk memungkinkan pergerakan air
di antara filamennya, menghasilkan difusi masuk dan keluar dari pembuluh darah.
Mollusca generik memiliki mulut yang mengandung radula, organ pengikis yang dilapisi
dengan gigi. Radula dapat dipindahkan keluar dari mulut untuk memungkinkan
pengikisan substrat, untuk mengeluarkan bahan dari substrat dan membawanya ke dalam
mulut. Mulut terhubung ke perut melalui sebuah tabung, kerongkongan. Enzim
pencernaan disekresikan ke dalam perut dari kelenjar pencernaan yang berdekatan. PH
lambung yang berkurang, memungkinkan lendir mengalami penurunan viskositas untuk
memindahkan partikel makanan. Usus yang digulung membentuk partikel yang tersisa
menjadi pelet tinja yang dilepaskan ke bagian posterior rongga mantel dan dilakukan oleh
arus pernafasan.
Gastropoda adalah hewan dari filum moluska yang bercangkang tunggal. Sebagian
besar cangkang gastropoda terbuat dari bahan kalsium karbonat yang dibagian luarnya
dilapisi periostrakum dan zat tanduk. Gastropoda biasanya berlendir dan merupakan
binatang yang jarang berpindah tempat karena sebagian besar dari Gastropoda memiliki
cangkang yang keras dan gerak yang lamban. Beberapa dari Gastropoda terspesialisasi
untuk memanjat, berenang, atau menggali. Sedangkan kelas Bivalvia memiliki 15.000
spesies. Kelas Bivalvia merupakan moluska yang bercangkang setangkup yang pada
umumnya simetri bilateral dengan memfungsikan otot aduktor dan reduktornya. Pada
bagian dorsal terdapat gigi engsel dan ligament, mulut dilengkapi dengan labial-palp,
tanpa rahang dan radula. Anggota kelas ini mempunyai cara hidup yang beragam, ada
yang berenang dengan aktif. Habitatnya adalah perairan laut, payau, danau, sungai, kolam,
serta rawa (Yulse, 2018)
Anggota dari Filum Moluska mempunyai bentuk tubuh yang beraneka ragam, dari
bentuk silindris seperti cacing, bercangkang, sampai bentuk hampir bulat tanpa kepala dan
tertutup dua keping cangkang besar. Meskipun terdapat perbedaan yang jelas Moluska
memiliki kemiripan dalam bangun tubuh. Tubuh Moluska memiliki tiga bagian utama:
kaki berotot, umumnya digunakan untuk berjalan; massa viseral yang mengandung
sebagian besar organ – organ internal; mantel, suatu lipatan jaringan yang menutupi massa
viseral dan mensekresi cangkang (jika ada). Rongga mantel menjadi tempat insang pada
banyak spesies. Saluran pencernaan yang panjang menggulung di dalam massa viseral.
Sistem sirkulasi terbuka dengan jantung dorsal yang memompa cairan sirkulasi
(himolimfa) kemudian nefrida mengeluarkan buangan dari himolimfa. Terdapat radula
pada kebanyakan Moluska, yaitu suatu organ yang mirip parutan untuk makan (Campbell,
2008)
Moluska memiliki peranan penting bagi lingkungan perairan yaitu sebagai
bioindikator kesehatan lingkungan dan kualitas perairan serta sumber makanan bagi
hewan lain. Bagi manusia, moluska merupakan sumber makanan bergizi, sebagai obat,
sebagai bahan dasar makanan bahan industri contohnya, cangkang Gastropoda dan
Bivalvia dapat dipakai sebagai kancing baju (Triwiyanto, 2015).
III. MATERI DAN METODE
A. Materi
1. Alat
a. Alat tulis
b. Penggaris
c. Masker
d. Glove
e. Kaca
f. Gunting
g. Wadah
2. Bahan
a. Cumi-cumi (Loligo .Sp)
b. Blekutak (Sepia .Sp.)
c. Bekicot (Achatina fulica)
d. Kerang darah (Anadara granosa)
e. Kerang hijau (Mytilus viridis)
B. Metode

Bagian metode berisi prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum yang ditulis per
point dengan kalimat aktif dengan jelas sehingga pembaca dapat memahami semua yang
dilakukan dalam praktikum ini.

Metode yang dilakukan dalam praktikum kali ini sebagai berikut:

1. Gambarlah contoh-contoh spesies mollusca dari masing-masing kelas


2. Gambarlah tiap-tiap specimen tersebut di atas dan beri ketengan dan buatlah klasifikasi
taksonominya
3. Lakukan pengukuran terhadap tubuh hewan molusca (Morfometri)
4. Pada kelas Cephalopoda amati perbedaan cumi-cumi dan blekutak
5. Letakkan bekicot di atas lempeng kaca dan biarkan berjalan, amati dari bawah kaca
bagaimana gerakannya
6. Lakukan rangsangan dengan memberikan sentuhan lidi pada keempat ujung tentakel,
bagian medioventral, sekitar kepala dan bagian posterior. Amati bagaimana reaksi
terhadap stimulus tersebut.
7. Pecahkan ujung cangkok bekicot yang masih hidup, ambil sedikit cairannya yang
terdapat di dalamnya, kemudian encerkan dengan aquades, amati dengan mikrosop
apakah ditemukan mikroorganisme
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1. Hasil Pengamatan Morfometrik


a. Kelas Cephalopoda
No Aspek yang diamati Cumi-cumi Blekutak
(Loligo .Sp) (Sepia .Sp)
1 Jumlah lengan 8 8
2 Jumlah tentakel 2 1
3 Panjang seluruh tubuh 38 cm 14 cm
4 Panjang badan 13 cm 5,5 cm
5 Panjang tentakel 21 cm 9 cm
6 Panjang lengan 6 cm 3 cm
7 Panjang kepala 3 cm 2,5 cm
8 Lebar kepala 3 cm 3,5 cm
9 Lebar badan 4,5 cm 4,5 cm
10 Jumlah sucker 374 208

b. Kelas Gastropoda
No Aspek yang diamati Beikicot
(Achatina fulica)
1 Panjang seluruh tubuh 13 cm
2 Panjang badan 9,5 cm
3 Panjang kepala 4 cm
4 Lebar badan 5,5 cm
5 Tinggi cangkang 3 cm

c. Kelas Bivalvia
No Aspek yang diamati Kerang Dara Kerang Hijau
(Anandara granosa) (Mytillus viridis)
1 Panjang seluruh tubuh 2 cm 6 cm
2 Panjang badan 2 cm 5,5 cm
3 Panjang kepala 0,5 cm 0,3 cm
4 Lebar badan 1,5 cm 2,5 cm
5 Tinggi cangkang 1,7 cm 2,6 cm

2. Tabel pengamatan meristik


a. Kelas Cephalopoda
No Aspek yang Cumi-cumi Blekutak
diamati (Loligo indica) (Sepia sp)
1 Sucker Terdapat sucker di tentakel Terdapat adanya sucker
berjumlah 208
2 Tentakel Berwarna putih bintik-bintik 10 tentakel 2 buah warna
merah coklat putih, bentuk bul
3 Lengan Dibagian kepalanya Lengan menyatu dengan
kepala berjumlah 8
4 Sirip 2 Sirip warna merah muda Ada sirip 2 bewarna putih
5 Mulut Mulut bersamaan dengan anus Mulut berbentuk bulat , bagian
bawah dekat anus
6 Kepala Menyatu dengan tentakel Kepala berbentuk oval
7 Mata Ada mata kecil Ada mata dibagian depan
8 Sifon Warna pink merah muda, seperti Sifon warna putih, pipih, dan
tali bentuknya panjang

b. Kelas Gastropoda
No Aspek yang diamati Beikicot
(Achatina fulica)
1 Bintik Mata Dua buah bintik mata hitam
2 Umbo Tidak ada
3 Garis Konsentris Garis konsentris berjumlah 7 putaran
4 Garis Bulanan Garis bulanannya terdapat 6 garis
5 Warna Spesies Coklat kekuning-kuningan

c. Kelas Bivalvia
No Aspek yang diamati Kerang Dara Kerang Hijau
(Anandara granosa) (Mytillus viridis)
1 Bintik Mata Tidak teramati, karna terlalu Tidak teramati
kecil
2 Umbo Dibagian ujung depan Tidak teramati
3 Garis Konsentris Terdapat 42 garis Tidak terlihat
4 Garis Bulanan Tidak memiliki Terdapat dua garis
5 Warna Spesies Warna putih Warna hijau kecoklatan

3. Tabel Pengamatan Anatomi


a. Kelas Cephalopoda
No Aspek yang diamati Cumi-cumi Blekutak
(Loligo indica) (Sepia sp)
1 Badan Besar, lebar, lengan Kecil, memanjang, lengan
panjang tidak kecil
2 Gigi kitin Berbentuk segitiga Terdapat dibagian pembuluh
tinta
3 Nerridium Dibagian dalam tubuh Terdapat dibagian dalam
tubuh
4 Gonad Tidak teramati Tidak teramati
5 Pen Lebar dan panjang Keras teksturnya, pen masih
kecil
6 Kantong Tinta Mengandung banyak Mengandung banyak tintam
tinta ada ditengah
7 Insang Ada 2 insang warna Insang terlihat kecil, tidak
putih jelas
8 Mantel Ada disebelah kanan Terdapat dibagian kanan kiri
dan kiri
9 Jantung Tidak teramati Tidak teramati

b. Kelas Gastropoda
No Aspek yang diamati Beikicot
(Achatina fulica)
1 Paru-paru/Insang Terdapat di dalam cangkang bagian depan, seperti
helai daun
2 Nerridium Terletak dibagian tengah dalam cangkang
3 Jantung Terletak diatas paru-paru/ingsang
4 Hati Terletak dibagian tengah cangkang gak ke bawah
5 Gonad Terdapat dibagian tubuh bagian dalam
6 Otak Aduktor Terletak dipermukaan luar, bawah cangkang
7 Usus Terletak dibagian tengah kebelakang di dalam
cangkang
8 Lambung Terletak dibagian bawah usus di dalam cangkang
9 Mantel Terletak dibagian belakang cangkang

c. Kelas Bivalvia
No Aspek yang diamati Kerang Dara Kerang Hijau
(Anandara granosa) (Mytillus viridis)
1 Paru-paru/Insang Terletak di dalam tubuh Terletak di dalam tubuh
didekat jantung dekat hati
2 Nerridium Terletak di dalam tubuh Terletak di dalam tubuh
berbentuk tabung berwarha hitam
3 Jantung Terletak dibagian antara Terletak dekat dengan
gland dan mulut selom
4 Hati Tidak teramati Tidak teramati
5 Gonad Terdapat di dalam tubuh Terdapat dibagian dalam
bagian dalam sehingga tubuh sehingga sulit
sulit diamati teramati
6 Otak Aduktor Ada dibagian otot yang Terdapat dibagian dalam
menempel dibagian sehingga sulit diamati
cangkan kanan dan kiri
7 Usus Terdapat dibagian dalam Terdapat diabgian dalam
tidak teramati tidak teramati
8 Lambung Terdapat dibagian dalam Terdapat dibagian dalam
sehingga tidak teramati sehingga sulit diamati
9 Mantel Tidak memiliki mantel Mantelnya menempel
dibagian kanan dan kiri
cangkang
4. Tabel Perbandingan Kelas Cephalopoda
No Aspek yang diamati Cumi-cumi Blekutak
(Loligo indica) (Sepia sp)
1 Sirip Memiliki sepasang sirip Memiliki sepasang sirip dari
dibagian dekat ujung bagian leher hingga ujung
ekornya ekornya
2 Gigi Kitin Terdapat dibagian Berbentuk tabung tumpul
pembuluh tinta dan
berbentuk segitiga
3 Pen Punya tekstunya lebih Punya keras, pendek, warna
lunak dari pada blekutak bening
dan bentuknya lebih
panjang
4 Tubuh Tubuhnya panjang dan Tubuhnya mamanjang dan
meruncing gak pipih
5 Pergerakan Bergerak dengan cara Bergerak dengan cara
berenang dengan berenang dengan tentakel
tentakelnya (maju- dan aliran air
mundur)
6 Cara Makan Dengan cara mencabik Dengan cara mencabik dan
dan menelan potongan menelan potongan daging
daging mangsanya mangsanya
7 Ordo Teuthida Sepiida
Gambar 1. Morfologi dan Anatomi Bekicot (Achatina fulica)
Gambar 2. Morfologi dan Anatomi Cumi-cumi (Loligo .Sp)

Gambar 3. Morfologi dan Anatomi Blekutak (Sepia .Sp)


Gambar 4. Morfologi dan Anatomi Kerang Hijau (Mytilus Viridis)

Gambar 5. Morfologi dan Anatomi Kerang Dara (Anadara Granos)


Pembahasan
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak
Berdasarkan praktikum yang dilakukan secara berkelompok di rumah berhubung
kondisi masih belum membaik dan memungkinkan untuk melakukan praktikum di
laboratorium MIPA Instritut Agama Islam Syekh Nurjati Cirebon. Praktikum ini
dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami karakteristik Phylum
Mollusca, menempatkan spesies Mollusca sesuai kedudukan taksonominya, memahami
dan menganalisis habitat Mollusca serta peranannya dalam kehidupan. Adapun alat yang
digunakan pada acara praktikum ke-1 ini yaitu penggaris, gelas transparan, lidi, masker,
lateks, gunting, dan kaca. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu hewan dari Phylum
Mollusca yang terdiri dari cumi-cumi (Loligo .Sp),blekutak (Sepia .Sp), bekicot
(Achatina fulica), kerang darah (Anadara granosa), kerang hijau (Mytilus viridis), dan
aquades.
Berdasarkan praktikum pertama phylum mollusca pengamatan Morfometrik
dilakukan berdasarkan struktur luar tubuh animalia. Phylum mollusca memiliki tiga
kelas yaitu Cephalopoda, kelas Gastrpoda, dan kelas Bivalvia. Ciri khas dari phylum
mollusca adalah bertubuh lunak.
Pengamatan morfometrik pada kelas Cephalopoda diketahui pada Cumi-cumi
(Loligo .Sp) dengan jumlah lengannya yaitu 8, serta 2 tentakel panjang disertai dengan
sucker atau penghisap yang berjumlah 374, panjang tubuh seluruh tubuh 38 cm, panjang
badan 13 cm, panjang lengan 6, sedangkan panjang tentakel 21 cm, panjang kepala 3 cm,
lebar kepala 3 cm, lebar badan 4,5 cm dan memiliki jumlah sucker sebanyak 374. Pada
blekutak (Sepia .Sp) jumlah lengannya 8, jumlaah tentakelnya 1, panjang seluruh tubuh
14 cm, panjang 5,5 cm, panjang tentakel sekitar 9 cm, panjang lengan 3 cm, panjang
kepala 2,5 cm, lebar kepala 3,5 cm, lebar badan 4,5 cm dan memiliki sucker sebanyak
208.
Pengamatan morfometrik pada gelas gastropoda diketahui pada Bekicot
(Achatina fulica) dengan panjang seluruh 13 cm, panjang badan 9,5 cm, memiliki
panjang kepala 4 cm, serta lebar badan 5,5 cm dan tinggi cangkang sekitar 3 cm.
Pengamatan morfometrik pada kelas Bivalvia, pada kerang darah (Anadara
granosa) memiliki panjang seluruh tubuh 2 cm, panjang badan 2 cm, panjang kepala 0,5
cm, lebar badan 1,5 cm, dan tinggi cangkang 1,7 cm. Pada kerang hijau (Mytilus viridis)
memiliki panjang seluruh tubuh 6 cm, panjang badan 5,5 cm, panjang kepala 0,3 cm,
lebar badan 2,5 cm, dan tinggi cangkang 2,6 cm.
Pengamatan meristik mengamatan bagian-bagian inti pada animalia. Pada kelas
Cephalopoda yakni cumi-cumi (Loligo .Sp) memiliki sucker terdapat dibagian tentakelm
tentakelnya berwarna putih berbintik-bintik merah coklat, lengan terletak dibagian
kepala, sirip terdapat 2 berwarna merah mudah, ada mulut bersegmen dengan anus,
berukuran kecil, kepala menyatu dengan tentakel, ada mata berukuran kecil bewarna
hitam. Pada blekutak (Sepia .Sp) terdapat adanya sucker dari setiap tentakel berjumlah
208, tentakelnya berwarna putih, bentuknya bulalt, lengan terletak dibagian dengan
berjumlah 8 lengan, sirip ada 2 berwarna putih, mulut berbentuk bulat terdapat dibagian
bawah anus, kepalanya berbentuk oval, matanya berada dibagian anterior. Sifon pada
cumi-cumi berwarna merah mudah berbentuk seperti tali, sedangkan pad blekutak
berwarna putih bentuknya pipih panjang.
Kelas Gastropoda pengamatan meristiknya pada bekicot (Achatina fulica),
berdasarkan hasil pengamatan tersebut didapatkan pada bekicot memiliki dua buah
bintik mata hitam, garis konsentri berjumlah tujuh putaranm garis bulanan terdapat 6
garis, warnanya cijkat kekuningan.
Kelas Bivalvia pada kerang darah bintik mata tidak teramati karena terlalu kecil,
kerang hijau juga tidak teramati bintik matanya, Umbo pada kerang dara terletak
dibagian bawah belakang, terdapat 42 garis, garis bulanan tidak memiliki, warna krang
putih, Pada kerang hijau umbo tidak teramati, garis konsentri tidak terlihat, garis bulanan
ada dua garis, warna hijau ke coklatan
Pengamatan selanjutnya pada filu mollusca ini adalah pengamatan anatomi pada
kelas pertama yaitu Cephalopoda dari spesies cumi-cumi (Loligo .Sp). Cumi-cumi
merupakan salah satu jenis Filum Molusca, Kelas Cephalopoda yang tidak bertulang
belakang. Molusca merupakan hewan bertubuh lunak, sebagian anggotanya
dilindungi dengan cangkang dari zat kapur dan sebagian lainnya tanpa cangkang
Chepalopoda berasal dari kata cephal: kepala, poda: kaki, yang berarti memiliki
kaki (tentakel) di bagian kepala. Beberapa jenis cephalopoda memiliki nilai
komersial dan merupakan salah satu sumberdaya hayati penting dalam sektor
perikanan laut misalnya cumi-cumi (squid), sotong (cuttlefish), dan gurita
(octopus) (Anggraini, 2018).
Klasifikasi Cumi-cumi
Kingdom: Animalia
Filum: Mollusca
Kelas: Cephalopoda
Ordo: Teuthida
Famili: Loliginidae
Genus: Loligo
Spesies: Loligo .Sp
Author: Saqhiu, 1984
Badannya besar, lebar, dan memiliki lengan yang panjang serta terdapat gigi
kitinnya terdapat dibagian pembuluh tinta berbentuk segitiga, neffridium ada dibagian
dalam tubuh, sedangkan gonad tidak teramati.
Klasifikasi Blekutak
Kingdom: Animalia
Filum: Mollusca
Kelas: Cephalopoda
Ordo: Sepiida
Famili: Sepiidae
Genus: Sepia
Spesies: Sepia. Sp
Author : Linnaeus, 1758
Pengamatan anatomi badan blekutak badannya kecil memanjang, lengan tidak
terlalu panjang, gigi kitin tedapat dibagian pembuluh tinta, berbentuk seperti tabung,
warna transparan atau bening, nefridium ada dibagian dalam tubuh gonadnya tidak
teramati, pen pada cumi-cumi terlihat lebar dan panjang dibandingkan dengan blekutak
yang memiliki pen dengan tekstur keras lalu bentuknya yang masih kecil. Kantong tinta
pada cumi-cumi dan blekutak sendiri mengandung banyak tinta. Insang pada cumi-cumi
berwarna putih dan terdapat 2 insang, sedangkan pada blekutak memiliki insang terlihat
kecil dan tidak jelas, karena pada saat pengamatan, tinta menyebar ke seluruh bagian
dalam tubuh dari blekutak itu sendiri.
Perbandingan cumi-cumi (Loligo .Sp) dan Blekutak (Sepia .Sp) pada cumi-cumi
terdapat sirip memiliki sepasang sirip dibagian dekat ujung ekornya, pada blekutak
sendiri memiliki sepasang sirip dari bagian leher hingga ujung ekornya. Perbedaan
selanjutnya yaitu pada gigi kitin, pada cumi-cumi gigi kitin terdapat dibagian pembuluh
tinta dan berbentuk segitiga sedangkan pada blekutak berbentuk tabung serta tumpul.
Pen cumi-cumi mempunyai tekstur lebih lunak daripada blekutak yang memiliki tektur
keras, pendek, serta berwarna bening atau transparan. Pada tubuh cumi-cumi bentuknya
memancang serta merunjing, sedangkan blekutak tubuhnya memanjang serta berbentuk
oval atau agak pipih. Jika dilihat dari segi pergerakannya cumi-cumi cenderung bergerak
maju-mundur menggunakan tentakelnya dengan cara berenang, sedangkan pada blekutak
sendiri bergerak dengan mengikuti aliran air dengan bantuan tentakelnya. Dilihat dari
cara makannya tidak jauh berbeda.
Pengamatan Anatomi pada kelas Gastropoda
Klasifikasi Bekicot
Kingdom : Animalia

Phylum : Mollusca
Kelas : Gastropoda (oleh Cuvier tahun 1797)
Order : Stylommatophora
Family : Achatinidae
Genus : Achatina
Species : Achatina fulica (Ferussac, 1821)
Memiliki paru-paru atau insang yang terletak di dalam cangkan bagian depan,
berbentuk seperti helai daun, nefridium terletak diatas paru-paru/insang, hati terletak
dibagian tengah cangkang kebawah, gonadnya ada dibagian dalam, otot aduktor terletak
dipermukaan luar dibawah cangkang, lambungnya terletak dibagian bawah usus di dalam
cangkang, dan mantelnya terletak dibagian belakang cangkang.
Pengamatan anatomi selanjutnya pada kerang darah (Anadara granosa).
Klasifikasi kerang darah
Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Bivalvia
Ordo : Arcoida
Famili : Archidae
Genus : Anadara
Species : Anadara granosa
Author: Barnes, 1989
Paru-paru terletak di dalam tubuh dekat jantung, nefridium ada di dalam tubuh
berbentuk sepert tabung, jantung ada dibagian antara gland dan mulut, hati tidak teramati,
gonad terdapat di dalam tubuh, otot aduktor menempel dibagian cangkangnya berada di
kanan dan kiri, usus terdapat dibagian dalam, lambung dan mantel tak teramati.
Pengamatan berikutnya pada kerang hijau (Mytilus viridis). Kerang Hijau adalah
binatang lunak (mollusca) yang hidup di laut, bercangkang dua dan berwarna hijau.
Kerang hijau termasuk kelas Pelecypoda. Golongan biota yang bertubuh lunak
(mollusca). Mempunyai cangkang katup sepasang maka disebut sebagai Bivalvia.
Hewan ini disebut juga pelecys yang artinya kapak kecil dan podos yang artinya kaki.
Jadi Pelecypoda berarti hewan berkaki pipih seperti mata kapak. Hewan kelas
inimempunyai insang berlapis-lapis sering disebut Lamelli branchiate (Sa’adah, 2010)
Klasifikasi kerang hijau
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Bivalvia
Ordo : Filibranchia
Family : Mytilidae
Genus : Mytilus
Species : Mytilus viridis
Author: Linnaeus, 1758
Pengamatan anatomi pada kerang hijau, kerang hijau memiliki paru-paru / insang
terletak di dalam tubuh dekat hati, nefridium terletak di dalam tubuh berwarna hitam,
gonad terdapat dibagian dalam tubuh, sehingga sulit teramati, otot aduktor terdapat di
dalam dan sulit diamati, begitupun pada usus dan lambung, dan mantelnya menempel di
bagian kanan dan kiri cangkang.
Gigi kitin yang terdapat pada kelas Cephalopoda yaitu cumi-cumi dan blekutak.
Pada cumi-cumi berbentuk gerigi dan runcing, pada belekutak sendiri gigi kitin
berbentuk segitiga, terdapat pula pen pada blekutak tebal, pada cumi-cumi bentuknya
memanjang.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan kegiatan praktikum ke-1 mengenai Phylum Mollusca yang dilakukan di


rumah dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut:
1. Filum mollusca memiliki karakteristik yang khas yaitu bentuk tubuhnya lunak, dan
memiliki tiga kelas yaitu Gastropoda, Cephalopoda, dan Bivalvia
2. Filum Mollusca pada kelas yang diamati Cephalopoda yaitu cumi-cumi dan blekutak,
pada kelas Gastropoda yitu bekicotm dan pada Bivalvia yaitu kerang darah dan kerang
hijau
3. Habitat dari tiap kelas berbeda-beda, Cephalopoda kebanyakan dilaut, Gastropoda didarat
dan tempat lembab, sedangkan Bivalvia di laut dan menempel.
B. Saran

Maaf karena saya Adi Abdilah sampai sekarang belum bisa maksimal dalam membuat
laporan praktikum:D
DAFTAR REFERENSI

Anggraini, D. W. 2018. Morfologi, Klasifikasi, dan Sebaran Cumi-cumi Famili Lolinginidae.


Jurnal Oseana, Volume XLIII, Nomor 2: 48 - 65ISSN 0216-1877

Campbell, Neil A, & Reece, & Jane B.(2008). Biologi Edisi Kedelapan jilid 2. Terjemahan D.
Tyas. Jakarta: Erlangga

Campbell, N. A., Reece, J. B., Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., et
al. (2010). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

Pyron, M., Brown, K. N. 2015. Introduction to Mollusca and the Class Gastropoda. Ecology
and General Biology, Fourth Edition, 381-421
Sa’adah,. 2010. Materi Pokok Zoolologi Invertebrata. Bandung: Universitas Islam.
Triwiyanto, K.dkk. (2015). Keanekaragaman Moluska Di Pantai Serangan, Desa Serangan,
Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Jurnal Biologi. 9(2) : 63-68.
Yulse, R. V. 2018. Eksplorasi dan Visualisasi Morfologis Jenis Moluska (Gastropoda dan
Bivalvia) di Sungai Batang Merangin. Jurnal Pendidikan Biologi dan Biosains. Vol. 1
No. 1,
LAMPIRAN

Loligo .Sp
Sepia .Sp

Achatina fulica

Anadara granosa
Glove

Gunting

Penggaris
Mytilus viridis

Lidi

Wadah
PASCA PRAKTIKUM
1. Tuliskan perbedaan morfologi dan anatomi masing-masing kelas pada phylum
Mollusca!
Kelas Cephalopoda memiliki struktur morfologi tubuh yaitu kepala sebagai
tempat menempelnya tentakel untuk menangkap mangsa dan lengan sebagai alat gerak.
Kelas Gastropoda mempunyai cangkang yang berwarna kecoklatan, memilikidua
tentakel sebagai tungkai bintik mata. Bilvalvia mempunyai dua cangkang yang menutup,
anatominya mempunyai sepasang insang yang berlapis dan bergaris.
2. Jelaskan fungsi mucuspada Gastropoda! Jenis organisme apa saja yang dapat ditemukan
pada mucusGastropoda?
Fungsi mucus pada Gastropoda untuk dapat membantu kelas Gastrpoda dalam hal
berjalan agar licin dan tidak keras. Spesies yang ditemukan pada mukas Gasrtpoda adalah
Staphycocus aureus

Anda mungkin juga menyukai