Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN


SEMESTER GANJIL
Dosen Pengampu:1. .Muhimatul Umami, M.Si
2. Shofwatun Nada, M.Pd

Asisten Praktikum:1. .Uyumatul Ummah


2. Nidi Fuji Oktoviani
3. Ajeng Mudaningrat
4. Nurul Anwar

Disusun oleh:
Nama : Adi Abdilah
NIM : 1908106025
Kelas : Biologi A/3

PUSAT LABORATORIUM MIPA


IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
TAHUN 2020 M / 1442 H
ACARA PRAKTIKUM KE 1
JARINGAN DASAR VERTEBRATA
A. TUJUAN
1. Untuk mempelajari dan mengamati struktur mikroskopik beberapa tipe
jaringan vertebrata serta perbedaannya
2. Untuk mengetahui perbedaan struktur jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan
saraf, dan jaringan otot
B. DASAR TEORI
Struktur tubuh hewan tersusun atas sel, jaringan, organ dan system organ. Sel
adalah komponen dasar tubuh. Sekelompok sel bersama-sama membentuk
jaringan, sedangkan sekelompok jaringan membentuk organ dan sekelompok
organ menjadi organisme. Karena terdapat organisme berbeda dengan organ
berbeda, jaringan yang membentuk organ ini juga berbeda. Menurut Campbell
(2010) Jaringan hewan terbagi dalam empat kelompok utama, masing-masing
dengan fungsi yang berbeda. Jaringan epitel membentuk antarmuka aktif
lingkungan pada permukaan eksternal dan internal tubuh. Jaringan ikat mengikat
dan mendukung jaringan lain. Jaringan otot berkontraksi, menggerakkan
bagian-bagian tubuh. Jaringan saraf mengirimkan impuls saraf ke seluruh tubuh.
Jaringan ini tidak terdapat sebagai satuan-satuan terpisah tetapi saling
berhubungan satu sama lain membentuk organ dan sistem tubuh. (Adimiharja &
Mulyaningsih, 2013)
Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh atau
organ baik permukaan dalam maupun permukaan luar. Jaringan epitel berfungsi
sebagai pelindung jaringan dibawahnya dari kerusakan karena gesekan mekanis,
radiasi ultraviolet, maupun serangan bakteri. Fungsi lain dari jaringan epitel yaitu
sebagai penyerap atau absorbsi pada lapisan dinding usus halus dan
pengeluaran/ekskresi pada kelenjar kulit. Bentuk-bentuk sel epitel yaitu ada yang
pipih selapis, pipih berlapis, kubus selapis, kubus berlapis banyak, silindri selapis,
silindris berlapis, silindris bersilia, dan transisional (I Gusti Ayu Tri Agustiana,
2014:). Menurut Fitriah (2017) Bahwa Berdasarkan bentuk dan susunannya
jaringan epitelium dibedakan menjadi jaringan epitel pipih selapis atau epitel
squamosal yang memiliki bentuk sel yang pipih dan polygonal mamiliki inti sel
yang lonjong dengan sumbu sejajar dengan membrane basal. Epitel kubus selapis

1
yaitu jaringan epitel yang berebntuk polygonal sedangkan dari samping
berbentuk kuboid yang memiliki inti sel berbentuk bulat dan umumnya terdapat
di tengah. Epitel kolumner atau epitel memanjang merupakan jaringan epitel
yang berbentuk silindris dengan inti yang lonjong dan tegak dalam sel di bagian
basal.
Jaringan saraf merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel saraf yang
disebut neuron. Neuron berfungsi sebagai penghantar impuls reseptor ke otak dan
menghantarkan impuls untuk menganggapi rangsang dari otak ke efektor.
Terdapat tiga macam neuron dalam I Gusti Ayu Tri Agustiana (2014: 39), yaitu
neuron sensorik berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke saraf
pusa, neuron motorik berfungsi untuk menghantarkan impuls dari saraf pusat ke
efektor, dan neuron asosiasi, berfungsi untuk menghubungkan sel saraf satu
dengan sel sara flain sehingga penghantar impuls dapat berjalan baik. Menurut
Bakhtiar (2011) Jaringan saraf membentuk sistem saraf. Sistem saraf berfungsi
menjamin kepekaan hewan terhadap pengaruh lingkungannya. Dengan demikian,
sistem saraf mampu menanggapi pengaruh yang terjadi dari lingkungannya. Di
samping itu, sistem saraf mampu mengendalikan gerakan otot, sekresi kelenjar,
dan berperan besar pada tingkah laku naluri. Jaringan saraf ini terdiri atas sel-sel
saraf yang disebut neuron.
Jaringan otot, Otot merupakan jaringan yang mampu berkontraksi sehingga
disebut juga alat gerak aktif. Unit dasar dari seluruh adalah miofibril yaitu
struktur filamen yang berukuran sangat kecil, tersusun dari protein kompleks,
yaitu filamen aktin dan myosin. Pada saat otot kontraksi, filamen-filamen
tersebut saling bertautan yang mendapatkan energi dari mitokondria yang
terdapat disekitar miofibril. Berdasarkan struktur dan fungsinya otot dibagi
menjadi 3 macam: otot rangka lurik, otot polos dan otot jantung. (Harijati, 2018)
Jaringan ikat merupakan jenis jaringan yang ada di hampir semua bagian
tubuh. Ini terutama melibatkan dalam penahan, mendukung dan menghubungkan
berbagai jaringan tubuh. Jaringan ikat secara garis besar dibagi menjadi 4 jenis
yaitu jaringan lemak, jaringan fibrosa dari ligamen, tulang rawan, jaringan tulang,
dan darah. Jaringan ikat bukan hanya menghubungkan jaringan dan organ tubuh
bersama. Jaringan ikat juga membentuk dasar kerangka (tulang dan tulang rawan),
menyimpan dan membawa nutrisi (jaringan lemak dan darah), mengelilingi

2
semua pembuluh darah dan saraf tubuh (jaringan ikat yang tepat), dan memimpin
tubuh melawan infeksi (Capmbell, 2020)

C. METODOLOGI
1. Alat
a. Mikroskop
b. Masker
2. Bahan
a. Preparat histologi jaringan epitel
b. Preparat histologi jaringan otot
c. Preparat histologi jaringan saraf
d. Preparat histologi jaringan ikat
3. Prosedur Kerja
a. Disiapkan alat dan bahan
b. Diletakkan preparat histologi yang akan diamati pada meja prepara
c. Preparat histologi yang akan diamati menggunakan mikroskop dengan
perbesaran tertentu
d. Dicatat dan digambar temuan-temuannya
D. HASIL PENGAMATAN
No Gambar Pengamatan Keterangan Gambar Gambar Literatur
1. Jaringan Ikat Terdapat osteon, lamela,
saluran harvers, dan
osteosit.

Preparat Compact Bone


Perbesaran 100x

3
Terdapat matriks,
kondrosit, dan lakuna

Preparat Hyalin Cartilage


Perbesaran 400x
2. Jaringan Saraf Terdapat neuropil dan
neuron

Preparat sel Saraf


Perbesaran 400x
Terdapat akson dan
nukleus

Preparat Celembrum
Perbesaran 400x
3. Jaringan Epitel Terdapat nukleus dan
membran basal

Preparat Jaringan Epitel


Squamasum
Perbesaran 400x

4
Terdapat lumen intestinum
tenue, limbus striatus, sel
goblet, villi intestinalis dan
epithellium simplex
columnar

Preparat Jaringan Epitel


Simplex Columnar
Perbesaran 400x
Terdapat lamina basalis,
rongga, dan nukleus

Preparat Jaringan Epitel


Silindris
Perbesaran 400x
4. Jaringan Otot Terdapat nukleus,
membran sel, dan
sitoplasma

Preparat Jaringan Otot


Serat Melintang
Perbesaran 400x
Terdapat discus
interkalaria dan nukleus

Preparat Jaringan Otot


Jantung
Perbesaran 400x

5
Terdapat nukleus dan
serabut otot

Preparat Jaringan Otot


Polos
Perbesaran 400x

E. PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang dilakukan di laboratorium MIPA Instritut
Agama Islam Syekh Nurjati Cirebon. Praktikum ini dilakukan dengan tujuan
untuk mempelajari dan mengamati struktur mikroskopik beberapa tipe jaringan
vertebrata serta perbedaannya dan mengetahui perbedaan struktur jaringan epitel,
jaringan ikat, jaringan saraf, dan jaringan otot. Adapun alat yang digunakan pada
acara praktikum ke-1 ini yaitu mikroskop dam masker. Sedangkan bahan yang
digunakan yaitu preparat histologi jaringan hewan, meliputi jaringan epitel,
jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat.
Struktur tubuh hewan tersusun atas sel, jaringan, organ dan system organ. Sel
adalah komponen dasar tubuh. Sekelompok sel bersama-sama membentuk
jaringan, sedangkan sekelompok jaringan membentuk organ dan sekelompok
organ menjadi organisme. Karena terdapat organisme berbeda dengan organ
berbeda, jaringan yang membentuk organ ini juga berbeda. Menurut Campbell
(2010) Jaringan hewan terbagi dalam empat kelompok utama, masing-masing
dengan fungsi yang berbeda. Jaringan epitel membentuk antarmuka aktif
lingkungan pada permukaan eksternal dan internal tubuh. Jaringan ikat mengikat
dan mendukung jaringan lain. Jaringan otot berkontraksi, menggerakkan
bagian-bagian tubuh. Jaringan saraf mengirimkan impuls saraf ke seluruh tubuh.
Jaringan epitel adalah lembaran sel yang menutupi permukaan tubuh atau
garis rongga tubuh. Jaringan epitel terutama ditemukan sebagai lapisan atau
penutup organ tubuh eksternal atau internal. Misalnya jaringan epitel membentuk
lapisan luar kulit dan juga membentuk lapisan dalam untuk pembuluh darah dan

6
sistem pencernaan. Berdasarkan bentuk dan susunan selnya menjadi satu atau
lebih lapisan jaringan epitel terbagi menjadi beberapa jenis. Sel-sel epitel
sebagian besar ada dalam tiga bentuk, yaitu epitel pipih, epitel kubus, dan epitel
silindris. (Swetha, 2016). Jaringan epitel terjadi pada batas antara dua lingkungan
yang berbeda. Epidermis kulit, misalnya, terletak di antara bagian dalam dan luar
tubuh. Sebagian besar zat yang masuk ke dalam tubuh atau dilepaskan dari tubuh
harus melewati epitel. Oleh karena itu, semua fungsi epitel mencerminkan
perannya sebagai jaringan antarmuka. Fungsi-fungsi ini termasuk perlindungan
jaringan di bawahnya, sekresi (pelepasan molekul dari sel), absorpsi (membawa
molekul kecil ke dalam sel), difusi (pergerakan molekul), filtrasi (penyaring) dan
penerimaan sensorik.
Jaringan ikat merupakan jenis jaringan yang ada di hampir semua bagian
tubuh. Ini terutama melibatkan dalam penahan, mendukung dan menghubungkan
berbagai jaringan tubuh. Jaringan ikat secara garis besar dibagi menjadi 4 jenis
yaitu jaringan lemak, jaringan fibrosa dari ligamen, tulang rawan, jaringan tulang,
dan darah. Jaringan ikat bukan hanya menghubungkan jaringan dan organ tubuh
bersama. Jaringan ikat juga membentuk dasar kerangka (tulang dan tulang rawan),
menyimpan dan membawa nutrisi (jaringan lemak dan darah), mengelilingi
semua pembuluh darah dan saraf tubuh (jaringan ikat yang tepat), dan memimpin
tubuh melawan infeksi (Capmbell, 2020)
Jaringan otot dikhususkan untuk kontraksi. Selnya memanjang, dan juga
dikenal sebagai serat otot. Jaringan otot menyebabkan banyak jenis gerakan
tubuh. Kebanyakan sel otot disebut serat otot. Jaringan ini emiliki bentuk
memanjang dan berkontraksi dengan kuat saat memendek. Sel-sel ini
mengandung banyak myofilation. organel seluler diisi dengan aktin dan filamen
miosin yang menyebabkan kontraksi pada semua jenis sel. Ada tiga macam
jaringan otot: rangka, jantung, dan otot polos.
Menurut Swetha (2016) Otot rangka tersebut menempel atau melekat
ditulang, dan kontraksi otot-otot tersebut menghasilkan gerakan tubuh, seperti
gerakan anggota tubuh gerakan rahang, pernapasan, dan lain-lain. Jaringan otot
jantung terjadi di dinding jantung. Jaringan ini berkontraksi untuk mendorong
darah melalui pembuluh darah. Sel otot jantung tersebut berbentuk lurik. Jaringan
otot polos tidak ada lurik yang terlihat pada selnya, itu sebabnya dinamakan otot
polos. Sel-sel ini memanjang dengan ujung meruncing dan mengandung satu inti

7
yang terletak di tengah. Otot polos terutama terjadi di dinding visera berongga
seperti organ pencernaan dan saluran kencing, rahim, dan pembuluh darah. Ini
biasanya bertindak untuk memeras zat melalui organ-organ ini dengan
berkontraksi dan relaksasi secara bergantian.
Jaringan saraf dikhususkan untuk komunikasi dan menyusun otak, sumsum
tulang belakang, dan saraf perifer. Jaringan terdiri dari dua jenis sel utama:
neuron dan sel glial yang mengatur dan mengontrol fungsi tubuh. Jaringan saraf
berisi dua jenis sel, neuron dan sel pendukung. Menurut Campbell (2010) Fungsi
jaringan saraf yaitu dalam penerimaan, pemrosesan, dan transmisi neuron, atau
sel saraf, yang mengirimkan impuls saraf, serta mendukung sel yang disebut sel
glia, atau hanya glia. Pada banyak hewan, konsentrasi jaringan saraf membentuk
otak, pusat pemrosesan informasi.
Berdasarkan hasil pengamatan yang pertama yaitu pada preparat compact
bone dengan perbesaran 100x dan hyalin cartilage dengan perbesaran 400x,
kedua jaringan tersebut termasuk pada jaringan ikat. Pengamatan pertama yaitu
pada preparat compact bone terlihat adanya osteon, lamela, saluran harvers, dan
osteosit. Menurut Campbell (2010) Osteon merupakan struktur mikroskopis
tulang keras terdiri dari unit-unit yang berulang. Satu osteon terdiri dari sejumlah
lamela konsentris yang mengelilingi saluran harvers. Saluran harvers sendiri
berfungsi berfungsi sebagai tempat dari saraf, pembuluh limfa, dan pembuluh
darah.
Pengamatan selanjutnya yaitu pada preparat hyalin cartilage dengan
perbesaran 400x terlihat adanya matriks, kondrosit, dan lakuna. Tulang rawan
memiliki struktur dasar jaringan ikat (sel dan matriks), tetapi matriks kaku yang
memungkinkan untuk menahan tekanan. Sel pada tulang rawan terletak di lacuna,
ruang di dalam matriks, matriksnya sebagian besar berisi air. Kondrosit
mempunyai bentuk inti yang khas yaitu berbentuk bulat dengan satu nukleus di
dalam lacuna tersebut. Pada lacuna yan berbentuk bulat didalamnya terdapat
kondrosit atau sel kartilago. Tulang rawan memiliki karakteristik kenyal dan
avaskular dan berfungsi untuk melindungi dan menopang struktur tubuh.
Berdasarkan hasil pengamatan yang kedua yaitu pada preparat sel saraf dan
preparat cerebrum dengan perbesaran 400x. Preparat sel saraf dan cerebrum ini
termasuk pada jaringan saraf. Pengamatan pertama yaitu pada preparat sel saraf
terlihat adanya terdapat neuropil dan neuron dan pada preparat cerebrum

8
terlihat adanya terlihat adanya akson dan nukleus. Menurut Spocter (2012)
Neuropil didefinisikan sebagai ruang antara badan sel neuronal dan glial yang
terdiri dari dendrit, akson, sinapsis, proses sel glial, dan mikrovaskulatur dan
neuron adalah sel yang paling penting dari otak dan sistem saraf, sel yang
bertanggung jawab untuk menerima masukan sensorik, mengirimkan perintah
motorik ke otot, dan mentransformasikan serta menyampaikan sinyal listrik di
setiap bagian.

Menurut Ludwig (2020) Neuron terdiri dari badan sel yang disebut soma,
dan setidaknya satu cabang yang disebut neurit. Neurit yang menyampaikan
sinyal menjauh dari soma disebut akson, dan neurit yang menyampaikan sinyal
ke soma disebut dendrit. Soma mengandung organel yang mirip dengan badan sel
lain, seperti nukleus, mitokondria, dan lisosom.
Berdasarkan hasil pengamatan yang ketiga yaitu pada jaringan epitel
squamasum, jaringan epitel simplex columnar, dan jaringan epitel silindris, ketiga
jaringan tersebut termasuk pada jaringan epitel. Berdasarkan pengamatan pada
jaringan epitel squamasum terlihat adanya nukleus dan membran basal, pada
jaringan epitel simplex columnar terlihat adanya lumen intestinum tenue, limbus
striatus, sel goblet, villi intestinalis dan epithellium simplex columnar, dan pada
jaringan epitel silindris terlihat adanya lamina basalis, ronggam, dan nukleus.
Berdasarkan pengamatan tersebut pada jaringan epitel squamasum terdapat
adanya nukleus dan membran basal. Terlihat pada hasil pengataman tersebut
nukleus memiliki bentukpipih, nukleus bulat di tengah dan membran basalis ini
merupakan tempat sel epitel melekat. Menurut Laksmi (2015) Bahwa jaringan
epitel squamasum memiliki karakteristik yaitu bentuk sel pipih, satu lapis, inti sel
pipih, dan biasanya berfungsi untuk difusi seperti pada pembuluh darah, alveoli,
dan glomerulus ginjal.
Berdasarkan pengamatan pada jaringan epitel simplex columnar terdapat
adanya lumen intestinum tenue, limbus striatus, sel goblet, villi intestinali. lumen
intestinum tenue berfungsi untuk memperlambat pergerakan dari isi usus serta
memperluas permukaan dari absorpsi usus. Menurut Birchenough (2015) Sel
goblet adalah sejenis sel epitel mukosa usus, yang berfungsi sebagai tempat
utama untuk pencernaan nutrisi dan penyerapan mukosa. Fungsi utama sel piala
adalah untuk mensintesis dan mengeluarkan lendir. Sedangkan villi ,

9
memfasilitasi penyerapan nutrisi, meningkatkan luas permukaan usus kecil, dan
memainkan peran penting dalam pencernaan.
Menurut Laksmi (2015) Bahwa jaringan epitel simplex columnar memiliki
karakteristik yaitu inti sel yang berbentuk lonjong, bentuk sel lonjong, serta
tinggi sel lebih dominan daripada lebarnya dan biasanya terletak di dasar sel.
Fungsi jaringan ini untuk absorpsi, contoh seperti pada saluran pencernaan.
Berdasarkan hasil pengamatan pada jaringan epitel silindris terlihat adanya
lamina basalis, rongga, dan nukleus. Lamina basalis adalah merupakan lembaran
protein yang terdapat sel epitel terletak. Lamina basalis ini berfungsi sebagai
filter dan perancah di mana sel epitel yang beregenerasi dapat tumbuh. Jaringan
Epitel ini memiliki nuklesus berbentuk bulat terletak di dekat dasar. Cenderung
terletak ke arah basal sel, teerdapat pada ketinggian yang sama, dan inti sel
berbentuk lonjong.
Berdasarkan hasil pengamatan yang keempat yaitu pada preparat jaringan
otot serat melintang (lurik), jaringan otot jantung, dan jaringan otot polos pada
perbesaran 400x. Pada jaringan otot serat melintang atau otot lurik terlihat adanya
nukleus, membran sel, dan sitoplasma, pada jaringan otot jantung terlihat adanya
discus interkalaria dan nukleus dan pada otot polos terdapat nukleus dan serabut
otot.
Pengamatan pada preparat jaringan otot serat melintang atau lurik pada
perbesaran 400x, yang terlihat yaitu nukleus, membran sel dan sitoplasma.
Nukleus terlihat lonjong dan berbentuk bulat dan berada ditepi, nukleus memiliki
peran penting terhadap aktivitas sel dan hampir semua sel terdapat nukleus.
Ciri-ciri serabut ototnya sangat panjang, sehingga jarang ditemukan ujungnya,
permukaannya bergaris-garis sehingga disebut juga otot lurik, , memiliki banyak
inti sel, dan fungsi dari otot lurik yaitu untuk melindungi rangka dari benturan
dan menggerakkan tulang.
Pengamatan selanjutnya yaitu pada preparat jaringan otot jantung pada
perbesaran 400x yang terlihat adanya discus interkalaria dan nukleus. Nukleus
berbentuk lonjong dan bulat, nukleus memiliki peran penting terhadap aktivitas
sel dan hampir semua sel terdapat nukleus. kerjanya tidak disadari. Berdasarkan
hasil pengamatan tersebut terdapat perbedaan antara struktur otot jantung mirip
dengan otot lurik. Namun, selnya bercabang dan membentuk rantai dengan satu
atau dua inti sel. Disebut otot jantung karena memang letaknya hanya pada

10
jantung saja.
Pengamatan yang terakhir yaitu pada preparat jaringan otot polos pada
perbesaran 400x yang terlihat adanya nukleus dan serabut otot. Nukleus
berbentuk lonjong dan bulat, nukleus memiliki peran penting terhadap aktivitas
sel dan hampir semua sel terdapat nukleus. Terlihat bahwa otot polos,
mempunyai pola permukaan yang polos, tanpa adanya pola lurik melintang dan
memiliki bentuk sel yang menyerupai gelendong dan setiap sel itu memiliki inti
sel yang berada ditengah.
Jaringan otot rangka adalah komponen utama organ yang disebut otot rangka,
yang menarik tulang untuk menyebabkan pergerakan tubuh. Sel otot rangka
panjang, dan berbentuk silinder yang mengandung banyak inti. Penampilan
mereka yang jelas lurik, atau berpita, mencerminkan susunan miofilamen mereka
yang sangat terorganisir. Jaringan otot jantung tedapat di dinding jantung.
Jaringan ini berkontraksi untuk mendorong darah melalui pembuluh darah.
Seperti sel otot rangka, sel otot jantung berbentuk lurik. Namun, mereka berbeda
dalam dua hal yaitu setiap sel jantung hanya memiliki satu nukleus, dan sel
jantung bercabang dan bergabung pada sambungan seluler khusus yang disebut
cakram interkalasi. Jaringan otot polos dinamai demikian karena tidak ada lurik
yang terlihat pada selnya. Sel-sel ini memanjang dengan ujung meruncing dan
mengandung satu inti yang terletak di tengah. Otot polos terutama terjadi di
dinding visera berongga seperti organ pencernaan dan saluran kencing, rahim,
dan pembuluh darah. Jaringan otot ini biasanya bertindak untuk memeras zat
melalui organ-organ ini dengan berkontraksi dan relaksasi secara bergantian.
Jaringan hyaline cartilage adalah serat kolagen membentuk jaringan yang
tidak terlihat, kondroblas menghasilkan matriks dan, ketika dewasa (kondrosit),
terletak di lakuna dan berfungsi untuk mendukung dan memperkuat sertasebagai
bantalan yang tahan terhadap tekanan. Sedangkan jaringan compact bone adalah
jaringan keras yang mengandung banyak serat kolagen dan menahan kedua
fungsi yaitu kompresi dan ketegangan.
Jaringan epitel squamasum adalah satu lapisan sel datar, jika dilihat dari atas,
sel yang sangat pas itu menyerupai lantai keramik. Jika dilihat secara lateral
menyerupai telur goreng jika dilihat dari samping. Tipis dan bersifat permeabel,
epitel jenis ini terjadi di mana pun molekul kecil melewati membran dengan

11
cepat, melalui proses difusi atau filtrasi. Di paru-paru, epitel ini membentuk
dinding tipis kantung udara, tempat terjadi pertukaran gas.

Jaringan simple columnar adalah satu lapisan sel tinggi yang disejajarkan
seperti dalam satu baris. Epitel melapisi saluran pencernaan dari perut ke rektum.
Fungsinya sebagai penyerapan dan sekresi. Struktur epitel kolumnar sederhana
ideal untuk fungsi-fungsi berikut: Cukup tipis untuk memungkinkan sejumlah
besar molekul melewatinya dengan cepat. Jaringan epitel silindris Berperan
utama dalam absorpsi dan sekresi, dan diselingi oleh suatu sel goblet yang
menghasilkan lendir. Contohnya pada epitel lambung, usus halus, dan bagian
saluran pencernaan lainnya.
Sel sistem saraf disebut neuron. Mereka memiliki tiga bagian berbeda,
termasuk badan sel, akson, dan dendrit. Bagian-bagian ini membantu mereka
mengirim dan menerima sinyal kimia dan listrik. Neuropil didefinisikan sebagai
ruang antara badan sel neuronal dan glial yang terdiri dari dendrit, akson, sinapsis,
proses sel glial, dan mikrovaskulatur dan neuron adalah sel yang paling penting
dari otak dan sistem saraf, sel yang bertanggung jawab untuk menerima masukan
sensorik, mengirimkan perintah motorik ke otot, dan mentransformasikan serta
menyampaikan sinyal listrik di setiap bagian.
Proses pembentukan tulang disebut osteogenesis atau osifikasi. Setelah sel
progenitor membentuk garis osteoblas, mereka melanjutkan dengan tiga tahap
perkembangan diferensiasi sel, yang disebut proliferasi, pematangan matriks, dan
mineralisasi. Proses pembetnukan tulang atau osifikasi terjadi pada bagian tengah
tulang pada awalnya kemudian pada ujung tulang karena pada bagian tengah
tulang terdapat banyak osteosit atau sel tulang yang tumbuh sehingga dapat
membentuk tulang sejati atau tulang kompak. Tulang yang terbentuk dari bagian
tengah tulang ini seiring berjalannya waktu akan diisi oleh pembuluh darah pada
bagian dalamnya pada saat yang sama proses pembentukan tulang juga
berlangsung pada ujung tulang atau epifisis sehingga pembentukan tulang pada
diafisis dan epifisis akan bertemu dan menyatu sehingga membentuk tulang yang
koko.
Gangguan yang terjadi pada jaringan saraf meliputi Meningitis adalah
peradangan pada cairan dan selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan
sumsum tulang belakang. Pembengkakan akibat meningitis biasanya memicu

12
tanda dan gejala seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku. Sebagian besar
kasus meningitis disebabkan oleh infeksi virus, tetapi infeksi bakteri, parasit, dan
jamur adalah penyebab lainnya. Beberapa kasus meningitis membaik tanpa
pengobatan dalam beberapa minggu. Yang lain bisa mengancam jiwa dan
membutuhkan perawatan antibiotik darurat. Alzheimer adalah jenis demensia
yang memengaruhi memori, pemikiran, dan perilaku. Gejala akhirnya tumbuh
cukup parah hingga mengganggu tugas sehari-hari. Cerebral palsy (CP) adalah
kondisi seumur hidup yang memengaruhi gerakan tubuh dan koordinasi otot. Ini
disebabkan oleh kerusakan pada salah satu bagian otak yang sedang berkembang
yang mengontrol dan mengatur gerakan dan postur tubuh seseorang. Multiple
sclerosis (MS) adalah penyakit yang berpotensi melumpuhkan otak dan sumsum
tulang belakang (sistem saraf pusat). Pada MS, sistem kekebalan menyerang
selubung pelindung (myelin) yang menutupi serabut saraf dan menyebabkan
masalah komunikasi antara otak dan seluruh tubuh.

F. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Pada jaringan hewan terbagi dalam empat kelompok utama, masing-masing
dengan fungsi yang berbeda. Jaringan epitel membentuk antarmuka aktif
lingkungan pada permukaan eksternal dan internal tubuh. Jaringan ikat
mengikat dan mendukung jaringan lain. Jaringan otot berkontraksi,
menggerakkan bagian-bagian tubuh. Jaringan saraf mengirimkan impuls
saraf ke seluruh tubuh.
2. Jaringan otot rangka adalah komponen utama organ yang disebut otot rangka,
sel otot rangka panjang, dan berbentuk silinder yang mengandung banyak inti.
Penampilan mereka yang jelas lurik, atau berpita.. Jaringan otot jantung
tedapat di dinding jantung. Setiap sel jantung hanya memiliki satu nukleus,
dan sel jantung bercabang dan bergabung pada sambungan seluler khusus
yang disebut cakram interkalasi. Jaringan otot polos dinamai demikian
karena tidak ada lurik yang terlihat pada selnya. Sel-sel ini memanjang
dengan ujung meruncing dan mengandung satu inti yang terletak di tengah.

DAFTAR PUSTAKA

13
Adimiharja, Syarif A. & Mulyaningsih, Yayan. 2013. Penuntun Praktikum Biologi
Umum. Universitas Djuanda, Bogor
Bakhtiar, Suaha. 2011. Biologi. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementrian
Pendidikan Nasional, Jakarta
Birchenough, G.M.H., M.E.V. Johansson, J.K. Gustafsson, J.H.
Bergstrom dan G.C. Hansson. 2015. New developments in goblet
cell mucus secretion and function. Mucosal Immunology. Vol. 8(4):
712-719.
Campbell, Neil. A and Reece, Jane. B. (2010). Biologi Edisi Kedelapan jilid. 3
(Terjemahan Oleh Damaring Tyas Wulandari). Jakarta: Erlangga.
Campbell, Neil. A and Reece, Jane. B. (2020). Biologi Edisi Kedua belas.
Pearson-prentice Hall; 12th Edition (January 1, 2020)
Fitriah, Dimyati. 2017. Struktur dan Fungsi Jaringan pada Hewan Vertebrata.
Bandung: Angkasa
Harijati, N, PhD. 2018. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar. Universitas Brawijaya,
Malang
I Gusti Ayu Tri Agustiana, . 2014. Konsep Dasar IPA Aspek Biologi. Yogyakarta:
Penerbit Ombak
Laksmi Hartayanie, Lindayani, Pratiwi, R. 2015. Modul Praktikum Biologi.
Universitas Katolik Soegijapranata: Semarang
Ludwig, E. P, Reddy. V, Varacallo, M. 2020. Neuroanatomy, Neurons. StatPearls
Publishing; PMID: 28723006 NBK441977
Spocter, et all. 2012. Neuropil Distribution in The Cerebral Cortex Differs Between
Humans and Chimpanzees. Journal Comp Neurol. 2012 Sep 1; 520(13): 2917–2929.
Swetha, N. R. 2016. Review on Animal Tissues. Research and Reviews Journal of
Zoological Sciences. e-ISSN: 2321-6190

14
LAMPIRAN

Preparat Histologi Jaringan


Hewan

Praktikan sedang
mengamati preparat Praktikan yang sedang

histologi dengan mengamati preparat Praktikan yang sedang


perbesaran tertentu histologi pada mikroskop menyiapkan mikroskop

Praktikan yang sedang


meletakkan preparat
histologi pada meja Preparat Compact Bone Preparat Hyaline
preparat di mirkoskop Perbesaran 100x Cartilage

Preparat Celebrum Preparat Jaringan Epitel


Preparat Sel Saraf
Squamasum

15
Perbesaran 400x

Preparat Epitel Simplex Preparat Epitel Preparat Otot


Columnar Silindris Serat Melintang

Preparat Otot
Jantung

16
17

Anda mungkin juga menyukai