Anda di halaman 1dari 2

Makin profesional lewat penelitian 2: Masalah penelitian

Leo Sutrisno

Dalam konteks yang sangat lentur, penelitian dipahami sebagai suatu kegiatan
untuk menyelesaikan masalah secara ilmiah. Masalah merupakan suatu keadaan yang
kemunculannya tidak diinginkan karena dapat mengganggu.
Masalah dapat ditemukan dengan cara mengamati keadaan di ‘dunia nyata’.dan
membandingkannya dengan ‘dunia pikiran’. Jika terdapat perbedaan yang sangatberarti
maka di situ ada masalah.
Mari kita cermati lebih mendalam lagi dunia nyata seorang guru. Kelas
merupakan salah satu bagian dari dunia nyata yang paling dekat bagi seorang guru. Di
dalam kelas terdapat banyak hal dapat diamati, misalnya: siswa, keadaan ruang kelas,
ketersediaan sarana belajar, dan tentu saja guru itu sendiri.
Kita dalami hal-hal yang terkait dengan guru. Paling tidak ada dua hal perlu
disimak, yaitu: kinerja dan kepribadian. Kinerja guru di suatu kecamatan kita pilih untuk
didalami. Kita ambil salah satu aspek, misalnya: beban tugasnya.
Selanjutnya, kita menelusuri literatur untuk mencari tahu yang ’seharus’-nya,
berapa besar beban tugas guru per minggu. Di dalam penelusuran literatur ini kita akan
menemukan banyak teori tentang kinerja guru. Menurut Undang-undang Guru dan
Dosen, beban tugas guru adalah 24 jam per minggu.
Langkah berikutnya, kita membandingkan beban tugas guru bersertifikat di
Kecamatan Palung Utara berkisar antara 18-22 jam per minggu. Ternyata, berbeda denga
yang seharusnya. Nah, jika begitu kita menemukan masalah di lapangan.
Apakah masalah yang ada di lapangan ini layak untuk diteliti? Azrul Aswar dan
Joedo Prihartono (1997) dalam bukunya yang berjudul ”Metodologi Penelitian
kedokteran dan kesehatan masyarakat” menyebutkan ada tujuh (7) hal yang sebaiknya
dipertimbangkan.
Pertama adalah waktu pada saat masalah itu timbul. Jika masalah itu muncul di
saat ini tentu lebih baik jika diteliti dari pada masalah-masalah yang muncul di masa
lampau. Kedua adalah akibat yang ditimbulkan dari masalah itu. Jika masalah itu
mempunyai dampak yang besar maka masalah itu juga layak diteliti. Ketiga adalah
jumlah masyarakat yang terkena. Masalah yang berdapak pada masyarakat luas tentu
lebih diprioritaskan. Keempat adalah keterkaitan dengan program-program lain. Masalah
yang memiliki hubungan dengan banyak program juga baik untuk diteliti. Kelima adalah
keterkaitan dengan masalah-masalah yang lain. Semakin banyak terkait dengan masalah-
masalah yang lain maka masalah itu cukup penting untuk diteliti. Keenam adalah
perhatian masyarakat. Masalah yang menyerap banyak perhatian masyarakat cukup
penting untuk diteliti. Dan, ketujuh adalah keberdaan penelitian sebelumnya. Masalah
yang belum pernah diteliti tentu lebih biak menjadi prioritas untuk diteliti. Tetapi, jika
dipandang perlu, kita juga dapat melakukan penelitian ulang (reduplikasi). Tentu, banyak
hal harus dipertimbangkan, selain tujuh hal ini.
Dengan mempertimbangkan ketujuh hal itu, kita dapat merumuskan masalah yang
kita temukan di lapangan dengan lebih tajam. Rumusan masalah lapangan ini sebaiknya
mengandung informasi tentang besar masalah yang dihadapi (berapa orang yang terkena),
waktu yang menunjukkan masalah itu terjadi, lokasi ditemukannya masalah, dan siapa
yang terkena masalah.
Misalnya, dalam konteks kinerja guru bersertifikat, keadaan di lapangan dapat
dapat dirumuskan dalam bentuk: ” Pada tahun 2010 ini, di Kecamatan Palung Utara ada
80% orang guru bersetifikat yang hanya mengajar antara 18-22 jam per minggu, padahal
menurut Undang-undang Guru dan Dosen mereka harus mengajar paling sedikit 24 jam
per minggu”.
Setelah masalah di lapangan dirumuskan dengan lengkap seperti itu, kita
lanjutkan dengan mengajukan pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian. Sebagai
ilustrasi, terkait dengan masalah guru bersertifikat di Palung Utara itu, kita ajukan
pertanyaan berikut ini. ”Apakah kebijakan ’mobile teachers’ yang dicanangkan oleh
Kadis Diknas Porvinsi Kalbar tahun 2010 dapat memperbaiki distribusi beban tugas para
guru bersertifikat di kecamatan Palung Utara” .
Pertanyaan seperti ini disebut masalah penelitian, yaitu masalah (baca pertanyaan)
yang akan dijawab melalui penelitian. Karena, jawaban dari pertanyaan seperti ini tidak
mudah diperoleh.
Berkaitan dengan kinerja guru bersertifikat di Kecamatan Palung Utara ini,
pembaca tentu dapat membuat pertanyaan-pertanyaan lain yang akan dijawab melalui
penelitian. Silahkan dicoba.
Pembaca juga dapat mencoba mengikuti alur pikir seperti ini untuk menetapkan
masalah di lapangan yang lain (ranah: anteseden, interaksi, atau outcome). Rumuskan
maslah lapangan itu dengan lengkap. Kemudian ajukan sejumlah pertanyaan yang akan
dijawab dengan penelitian.
Semakin sering dicoba akan semakin tangkas merumuskan maslah secara lengkap
dan akan semakin cepat menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab lewat
penelitian.
Agar penelitian kita semakin tepat pada sasaran, pada sajian ke-3 akan dibahas
tentang variable penelitian. Sampai jumpa.

Apa yang
terjadi
di kelas
ini ?

Mari kita
teliti….!