Anda di halaman 1dari 3

Contoh Soal Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas (Activity Based

Costing)
Contoh perhitungan biaya per unit dan harga jual (kalkulasi Activity Based Costing)

Sebuah perusahaan manufaktur menyajikan data-data biaya produksi dan output selama tahun
2019 (biaya dalam jutaan rupiah).

1. Produk yang dihasilkan perusahaan ada 2 jenis, yaitu produk x dan y


2. Bahan baku per tahun untuk produk x Rp 190 dan produk y Rp 130
3. Upah tenaga kerja langsung per tahun untuk produk x Rp 150 dan produk y Rp 130
4. Overhead manufaktur dibebankan ke produk berdasarkan rasio konsumsi aktifitas, ada
3 jenis aktivitas yang terdapat pada perusahaan sehubungan dengan overhead
(1) aktivitas pemeliharaan mesin (2) aktivitas penanganan bahan, dan (3) aktivitas
penyetelan mesin (set up).
Data-data overhead manufacture yang dianggarkan tahun 2019:

Aktivitas Waktu aktivitas (Jam) Biaya overhead (jutaan


rupiah)
Pemeliharaan mesin 300 jam upah langsung 900
Penanganan bahan 20 perpindahan 100
Penyetelan mesin 10 kali proses produksi 150

Aktivitas yang dikonsumsi masing-masing produk.

Aktivitas Produk x Produk y


Pemeliharaan mesin 200 100
Penanganan bahan 12 8
Penyetelan mesin 7 3

5. Jumlah produksi selama tahun tersebut, produk x 100 unit dan produk y 50 unit.

Ditanya :
a. Hitunglah biaya produksi produk x dan y per unit!
b. Hitunglah harga jual produk x dan y per unit, apabila mark up 40% untuk masing-
masing produk!
Jawab :

a. Biaya produksi per unit (jutaan rupiah)

*Tarif overhead manufacture masing-masing aktivitas:

1. Pemeliharaan mesin = 900 = Rp 3 per jam tenaga kerja langsung


300
2. Penanganan bahan = 100 = Rp 5 per pindahan
20
3. Penyetelan mesin = 150 = Rp 15 per proses produksi
10

Pembebanan overhead pabrik pada produk x dan y berdasarkan tarif :

Aktivitas Produk x Produk y


(jutaan rupiah) (jutaan rupiah)
1. Pemeliharaan mesin 200 x Rp 3 = Rp 600 100 x Rp 3 = Rp 300
2. Penanganan bahan 12 x Rp 5 = 60 8 x Rp 5 = Rp 40
3. Penyetelan mesin 7 x Rp 15 = Rp 105 3 x Rp 15 = Rp 45
Total Rp 765 Rp 385

Jadi biaya produksi per unit (jutaan rupiah) adalah sebagai berikut :

Keterangan Produksi x Produksi y


Bahan baku (Rp) 190 145
Tenaga kerja langsung (Rp) 150 130
Overhead manufacture (Rp) * 765 385
Total biaya produksi 1.105 660
Unit produksi 100 50
Biaya produksi per unit (Rp) 11.05 13.20

b. Harga jual per unit (jutaan rupiah)

Keterangan Produk x Produk y


Biaya produksi per unit Rp 11.05 Rp 13.20
Mark up 40% Rp 4.42 Rp 5.28
Harga jual per unit Rp 15.47 Rp 18.48

Catatan :
Ada cara lain untuk menghitung pembebanan overhead pabrik, berdasarkan rasio
konsumsi masing-masing aktivitas.
Berdasarkan soal kalkulasi ABC diatas, rasio konsumsi aktivitas.

Aktivitas Produk x Produk y Penggerak aktivitas


1. Pemeliharaan mesin 200/300 x 100% = 67% 100/300 x 100% = 33% Jam tenaga kerja
langsung
2. Penanganan bahan 12/20 x 100% = 60% 8/20 x 100% = 40% Perpindahan bahan
3. Penyetelan mesin 7/10 x 100% = 70% 3/10 x 100% = 30 % Proses produksi

Berdasarkan soal kalkulasi ABC diatas, rasio konsumsi aktivitas.

Aktivitas Produk A Produk B


1. Pemeliharaan mesin 67% x Rp 900 = Rp 603 33% x Rp 900 = Rp 297
2. Penanganan bahan 60% x Rp 100 = Rp 60 40% x Rp 100 = Rp 40
3. Penyetelan mesin 70% x Rp 150 = Rp 105 30% x Rp 105 = Rp 45
Total Rp 768 Rp 382