Anda di halaman 1dari 96

EKSISTENSI GHAIB

Allah SWT berfirman:

“Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia.


Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” (QS. Al-
Hasyr 59: Ayat 22)
Berbicara mengenai Ghaib mungkin
kedengarannya sudah biasa bagi kita umat
islam. Namun dizaman modern ini, masyarakat
tampaknya sudah memandang sebelah mata
tentang Ghaib.
Mereka sudah kurang meyakini mengenai hal-
hal ghaib. Justru mereka lebih bergantung pada
logikanya.
Sedangkan kita tahu dalam islam sendiri
mempercayai hal Ghaib sangatlah diwajibkan,

6
bahkan itulah unsur utama dalam keimanan.
Seperti firman Allah.

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib,


melaksanakan sholat, dan menginfakkan
sebagian rezeki yang Kami berikan kepada
mereka,”.(QS. Al-Baqarah: 3)
Kemudian, kita akan meyakinkan kembali
kepada mereka bahwa hal Gaib itu ada meski
tidak terlihat.
Sebelumnya, kita harus mengetahui dulu definisi
dari Ghaib.
Ghaib adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat
dengan kasat mata. Seperti malaikat, jin, siksa
kubur, takdir, surga dan neraka dan lain lain.
Lalu apa yang dikatakan Al-Quran mengenai hal
gaib
Perhatikan ayat-ayat berikut:
Allah SWT berfirman:
“Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di
langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa
yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Hujurat: 18)

7
“Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya;
tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia
mengetahui apa yang ada di darat dan di laut.
Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang
tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun
dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu
yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis
dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 59)
“Dia Mengetahui yang Ghaib, tetapi Dia tidak
memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang
gaib itu”.(QS. Al-Jinn 72: Ayat 26)
Kita lihat, ayat-ayat diatas telah berbicara
mengenai Ghaib.
Disini kita tidak membahas banyak mengenai
Ghaib
Tapi hanya memberikan tips bagaimana cara
yakin akan adanya hal Ghaib.
Sebelumnya, Memang untuk percaya pada
keGaiban tidaklah mudah.
Untuk yakin pada yang gaib, tentu kita harus
membuktikan adanya keGhaiban itu sendiri. Kali
ini kita cukup membahas tiga keGhaiban. Yaitu
Malaikat Maut, Jin, dan Surga Neraka.

8
1.Malaikat Maut
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang
kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu,
kemudian kamu akan dikembalikan kepada
(Allah), Yang Mengetahui yang gaib dan yang
nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang
telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jumu’ah: 8)
Mereka yang belum yakin pada Gaib, mungkin
berkata mati itu hal yang biasa di dalam
kehidupan. Dan mengatakan kematian itu
karena sistem dalam tubuh tidak berfungsi lagi,
atau sudah menuanya usia seseorang.
Dan kita orang berilmu dan beriman percaya
bahwa kematian itu adalah hal Ghaib. Karena
kita percaya bahwa nyawa hanya milik Allah.
Kemudian yang bisa membuktikan hal Ghaibnya
ialah, ketika orang yang tidak yakin pada Ghaib
mengatakan mati itu hanya di Alami oleh orang
yang sudah tua, rusaknya/tidak berfungsinya
sistem tubuh, atau karena kecelakaan.
Lalu bagaimana dengan orang yang masih muda,
sehat, dan tidak mengalami kecalakaan tapi
meninggal dunia?
Mengapa demikian?
Mengapa orang yang sehat, usia muda. Bahkan
seperti bayi, ada yang meninggal dunia.

9
Itu tidak lain adalah kuasa Allah atas manusia.
Allah memerintahkan Malaikat maut mencabut
nyawa setiap manusia ketika sudah tiba ajalnya,
walaupun orang itu sehat wal’afiat dan kaya
raya.
Ini membuktikan bahwa adanya hal Ghaib, dan
salah satu yang gaib ialah adanya malaikat, yaitu
malaikat Maut(israil), malaikat yang diperintah
Allah untuk mencabut nyawa. Seperti firman
Allah.
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah, Malaikat maut yang diserahi untuk
(mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu,
kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan
dikembalikan”. (QS. As-Sajdah: 11)
2.Jin.
Ada yang tidak percaya dengan adanya jin. Tapi
mudah sekali membuktikan bahwa jin itu ada,
tidak usah jauh-jauh di zaman internet sekarang,
kita bisa melihat berbagai fenomena dunia.
Salah satunya kita bisa melihat video rekaman
tentang penampakan.
Dan kemudian kamu lihat saja para dukun dan
pesulap yang berilmu hitam, mereka bisa
melakukan hal-hal aneh, mereka bisa melihat jin
dan bahkan berbicara. Itu tidak lain adalah

10
karena persekutuanya dengan jin. Seperti yang di
dalam Al-Quran
Allah SWT berfirman:
“dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki
dari kalangan manusia yang meminta
perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin,
tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia)
bertambah sesat”.(QS. Al-Jinn 72: Ayat 6)

Itu akan membuktikan bahwa hal gaib itu ada.


3. Adanya surga dan neraka.
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), Tidak ada sesuatu pun
di langit dan di bumi yang mengetahui perkara
yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak
mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.”
“Bahkan pengetahuan mereka tentang akhirat tidak
sampai (ke sana). Bahkan mereka ragu-ragu
tentangnya (akhirat itu). Bahkan mereka buta
tentang itu”. (QS. An-Naml: 65-66)

Jika dilihat, dunia ini penuh dengan ketidak adilan.


Orang kaya seenaknya menindas orang miskin.
Kemudia kita lihat saja saudara mukmin kita di
Palestina, mereka dianiaya. Anak-anak Palestina
yang tidak berdosa dibom oleh orang-orang kafir.

11
Lalu kita lihat para Mafia, mereka sewenang
wenang didunia ini. Mereka merampok,
memperkosa, berjudi. Tidak ada yang bisa
membendung mereka walau polisi sekalipun,
bahkan ada aparat yang dibayar oleh mereka.
Bukan hanya aparat, bahkan pemimpin negara.
Pertanyaannya, bagaimana cara agar membalas
mereka?, apa yang harus kita lakukan untuk
meyakinkan mereka bahwa merampok itu
merugikan bagi mereka, atau bagaimana cara
menghentikan mereka.
Disinilah diperlukannya akhirat, Allah maha adil.
Allah melihat mereka yang berbuat kerusakan
dibumi. Kemudian baik itu Mafia atau orang-orang
yang membantai anak-anak palestina akan dibalas
oleh Allah di akhirat, Allah akan melemparkan
mereka keneraka jahannam, mereka akan di bakar
untuk selama-lamanya. Dan sebaliknya, mereka
yang mati dianiaya dan mati berjihad mereka di
rahmati Allah dengan Surga-Nya. Ini membuktikan
hal gaib itu ada.
Itulah beberapa cara membuktikan bahwa gaib itu
ada. Sebenarnya masih banyak cara lain yang bisa
dilakukan untuk membuktikan bahwa ke Ghaiban
itu ada.
Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk
membuktikan keyakinan kita pada yang Ghaib

12
1.Beriman.
Berimanlah, karena dengan beriman pada Allah,
berarti kita harus mematuhi segala perintahnya.
Yang salah satunya beriman pada yang Ghaib.
2.Berilmu.
Belajarlah tentang ilmu agama, Satukanlah
akalmu dengan iman.
3.Berbuat dan berprilaku baik.
Karena kita sudah meyakini bahwa ada sesuatu
yang melihat kita, tapi kita tidak bisa
melihatnya. Maka kita harus berbuat baik,
karena ada yang namanya malaikat yang
mencatat pahala kita. Kemudian jangan berbuat
syirik karena itu dosa yang sangat besar, dan
termasuklah kita orang yang bersekutu dengan
Jin. Lalu seringlah berbuat baik, dan berdoalah
agar dirahmati Allah dengan SurgaNya di akhirat
kelak. Kita sebagai sebagai umat islam,
diharuskan beriman pada yang gaib. Allah telah
memerintahkanya. Maka dari itu marilah kita
beriman pada yang gaib. Karena itu adalah kunci
bahagia dunia akhirat. Semoga kita tetap
Istiqomah dijalan Allah SWT.
“Aamiin”

13
TALI ILAHI

Allah SWT berfirman:

“Allah telah mensyariatkan kepadamu agama


yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa
yang telah Kami wahyukan kepadamu
(Muhammad) dan apa yang telah Kami
wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan ‘Isa, yaitu
tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan)
dan janganlah kamu berpecah-belah di
dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang
musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu

14
serukan kepada mereka. Allah memilih orang
yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan
memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi
orang yang kembali (kepada-Nya).”(QS. Asy-
Syura: 13).
Allah SWT telah berfirman sejak nabi terdahulu
sampai nabi Muhammad bahwa mereka harus
menegakkan agama Allah, dan tidak dibenarkan
bergolongan didalamnya.
Kini kita sebagai ummat nabi muhammad, yang
beragama islam, agama yang diridoi Allah, justru
malah berpecah belah didalam agama.
Memang nabi pernah memprediksinya
Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Yahudi
terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan,
satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh
puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi
72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh
puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di
Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di
Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan
terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan,
yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh
dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada
beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang

15
masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau
menjawab, ‘Al-Jama’ah.’(HR. Ibnu Majah).
Dan memang benar dizaman sekarang, dapat
kita lihat banyaknya terdapat golongan-
golongan dalam islam.
Seperti contohnya ada yang mengaku Wahabi,
Ahlul Sunnah Wal Jama’ah, Sunni, Salafi, Qurtubi
dan sebagainya.
Lalu apa hukumnya melakukan hal tersebut.
Maka
Allah SWT berfirman:

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada


tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-
berai,,,”.(QS. Ali ‘Imran: 103).
Dari ayat diatas, bahwa Allah memerintahkan
kalau kita harus berpegang pada taliNya. Apa
maksud tali tersebut?
Tali Allah adalah agama islam, yaitu yang
berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah Nabi.
Nah dari situ kita tahu bahwa Allah tidak
menyuruh kita bercerai berai. Tapi Dia
memerintahkan kita agar berpegang pada
TaliNya.

16
Selanjutnya, apa kata Allah mengenai orang-
orang yang berpecah belah dalam islam.
Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah-


belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah)
dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan
tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka.
Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada
Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan
kepada mereka apa yang telah mereka
perbuat.”(QS. Al-An’am: 159)
Dari ayat diatas, Allah menyinggung bahwa
orang yang bergolongan bukan tanggung jawab
nabi muhammad. Sedangkan kita tahu sebagai
ummat islam nabi Muhammad lah yang
membina kita. Dan parahnya lagi, pebuatan
tersebut lansung berurusan dengan Allah.
Nah, dari situ kita dapat pahami bahwa
bergolongan dalam islam Hukumnya Haram.
Kini kita lihat begitu banyak golongan-golongan
dalam islam didunia.

17
Ada yang mengatakan dirinya Wahabi, Ahlus
sunnah wal jamaah, NU, Muhammadyah, sunni
dan lainnya.
Perlu diketahui tidak ada satupun di dalam Al-
Quran yang menyebukan golongan-golongan
seperti itu. Tapi Qur’an memerintahkan “
katakanlah : “Kami adalah orang Muslim”.(Qs.
Ali-Imran: 64)
Itu yang diperintahkan Allah kepada kita, kita
adalah Muslim.
Allah melarang kita bergolongan karena itu bisa
menimbulkan perpecahan, bukan kesatuan.
Walaupun mungkin kia tidak bermaksud
menimbulkan perpecahan. Namun jika nama-
nama itu terucapkan itu seolah akan
menimbulkan perbedaan diantara kita, bahkan
mungkin saja berakhir dengan perpecahan.
Contohnya saja dapat Kita lihat, ada golongan
yang mengatakan Maulid nabi itu bid’ah, namun
ada juga yang mengatakan itu sunnah. Lihat, ini
berkontradiksi, sehingga bisa memicu
pertikaian. Padahal Maulid nabi adalah simbol
kecintaan kita kepada beliau sebagai rahmat,
kita maulid nabi untuk mengenang dan
mengenalkan beliau pada generasi kita. Maulid
tak maulid takkan berdosa. Jadi kenapa harus
saling mencela.

18
Mereka para sahabat mengapa tidak mauled
nabi itu karena mereka telah mengenal betul
tentang nabi, sedangkan generasi kita belum
tentu, maka dari itulah diadakannya mauled
nabi. Dan jika dicerna dengan akalpun,
memperingati hari lahirnya nabi itu merupakan
perbuatan baik. Karena kita mengenang atau
menghargai beliau sebagai Nabi yang telah
menuntun manusia dari kegelapan menuju
cahaya terang menderang.
Sedangkan para pahlawan tanah air saja
dikenang, mengapa nabi sebagai pahlawan
seluruh manusia tidak dikenang?.
Kemudian ada yang berkelahi gara-gara do’a
qunut, padahal tidak membaca do’a qunut tidak
berdosa dan jika baca doa qunut mendapat
pahala. Jadi apa permasalahannya, kenapa harus
berkelahi. Baca tak baca, tak ada rugi.
Kemudian ada pula yang bertengkar gara-gara
hanya berbeda mazhab.
Seperti yang kita tahu, imam mazhab kita yang
terkenal ada empat, yaitu Imam Hanafi, Maliki,
Syafi’i dan Hambali.
Perlu diketahui saudara ku mereka adalah imam
terbesar, mereka sangat dekat pada Allah. Dan
yang terpenting, walau mereka berbeda

19
pendapat tapi mereka tidak pernah bertengkar
dan saling mencela.
Mereka bukan memecahkan umat tapi
menyatukan umat.
Misalnya saja mereka berbeda pendapat tentang
bacaan “bismillah” pada Al-Fatihah ketika solat.
Imam Hanafi mengatakan Sirri
Imam Maliki tidak pakai, cukup dalam hati
Imam Syafi’i mengatakan Jahar
Imam Hambali mengatakan Sirri
Nah, kita lihat mereka berbeda pendapat. Tapi
perlu diketahui meski mereka beda pendapat,
tapi mereka bermaksud menyatukan ummat,
maksudnya apa, kita semua yang solat harus
membaca Al-Fatihah. Cuma tergantung pada kita
mau pilih cara yang mana, semua cara tersebut
Sah. Tidak perlu diperselisihkan. Yang menjadi
masalah ialah jika tidak solat.
Kemudian kita akan menerangkan beberapa
sebab mengapa imam kita berbeda pendapat.
Berikut:
1.Masing-masing dari mereka mengutip hadits
yang berbeda-beda.

20
2. Ada kalanya hadits tidak sampai pada salah satu
imam, tapi imam lain sudah sampai
3. Belum menemukan dalil untuk suatu tindakan,
namun imam lain sudah menemukannya.
4. Karena faktor usia. Mungkin saja imam tersebut
sudah tua kemudian meninggal dunia, dan
semasa hidupnya dia belum menemukan dalil
untuk suatu tindakan
5. Karena belajar kepenjuru negeri. Seperti imam
syafi’i yang pernah berguru dengan imam Maliki
di madinah, lalu dia berpendapat tentang suatu
hal, kemudian dia pergi ke mesir untuk belajar
lagi, disana ia menemukan hal baru. Dan
menukar pendapatnya yang lama.
Itulah alasan mengapa para imam berbeda
pendapat, namun sekali lagi diingatkan bahwa
walau mereka berbeda pendapat tapi mereka tidak
bertengkar, justru saling menghargai.
Dan mereka berfatwa:
“Jika ada pendapatku yang bertentangan dengan
Al-Quran dan Sunnah, maka buanglah pendapatku
itu”.
Saudaraku sekalian, kita memang boleh
berorganisasi. Tapi Jangan jadikan golongan
tersebut menimbulkan perbedaan yang mendalam
diantara kita sesama muslim.

21
Jika kita berbeda pendapat, maka kita harus
saling menghargai. Bukan mencela. Jika terjadi
ikhtilaf maka tanyakanlah kepada orang yang
lebih tau.
Dan kembalilah ke Al-Qur’an dan Sunnah.
Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah


Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil
amri (pemegang kekuasaan atau ulama) di
antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda
pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah
kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya),
jika kamu beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Yang demikian itu, lebih utama
(bagimu) dan lebih baik akibatnya”.(QS. An-Nisa’:
59)
Maka dari itu saudaraku marilah kita bersatu
kembali, agar kita bisa bersama-sama

menegakkan dan memperkuat agama Allah SWT.


Jangan lagi ada pertikaian diantara kita sesama

22
mukmin cukup kita mengatakan diri kita
Muslim.
Karena
Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu


bersaudara, karena itu damaikanlah antara
kedua saudaramu (yang berselisih) dan
bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat
rahmat.”(QS. Al-Hujurat: 10)
Semoga kita tetap bersatu, dan tetap Istiqomah
di jalan Allah SWT.
“Aamiin

MUNAFIK

23
Allah SWT berfirman:

“Dan di antara manusia ada yang berkata, Kami


beriman kepada Allah dan hari akhir, padahal
sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang
yang beriman”.(Qs. Al-Baqarah: 8)
Saudara sekalian. Dari ayat diatas, Allah
mengatakan bahwa ada diantara manusia yang
lisannya berkata beriman namun sebenarnya
mereka tidak beriman. Mungkin manusia seperti
ini agak sedikit aneh. Saya sebagai penulis
menganggap manusia seperti ini adalah
manusia yang tidak konsisten dan tidak punya
komitmen. Seharusnya dia harus memilih
diantara dua, yaitu pilih Beriman atau Kafir. Ini
justru malah dia berada ditengah-tengah. Lalu
Siapakah manusia ini sebenarnya. Bagaimana
Allah menanggapi Manusia seperti ini.
Sebelumnya, Kita harus tahu dahulu siapa nama
manusia seperti ini.

Allah SWT berfirman:

24
“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu
(Muhammad), mereka berkata, Kami mengakui,
bahwa engkau adalah rasul Allah. Dan Allah
mengetahui bahwa engkau benar-benar rasul-
Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang
munafik itu benar-benar pendusta.”(QS. Al-
Munafiqun: 1)
“Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang
beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang
yang munafik.”(QS. Al-‘Ankabut: 11)
Nah, dari ayat diatas dapat kita pahami. Bahwa
ada orang yang mengaku beriman, tapi
sayangnya Allah mengetahui bahwa mereka itu
berbohong. Perkataan Lisan dengan hatinya
berbeda. Lisannya berkata beriman tapi hatinya
berkata tidak.
Dan Allah menyebut mereka dengan kata
“Munafik”.
Kini kita telah tahu siapa nama manusia tersebut.
Selanjutnya kita akan membahas apa definisi dari
munafik ini. Agar mudah dipahami.

25
Munafik adalah orang yang menampakkan sikap,
ucapan dan perbuatan yang sesungguhnya
bertentangan dengan apa yang tersembunyi dalam
hatinya.
Kini kita sudah tahu definisinya
Selajutnya, ada pembagian munafik.
Yaitu Munafik I’tiqodi dan Munafik Amali.
1. Munafik I’tiqodi(keyakinan) merupakan
munafik yang besar, munafik ini bisa
mengeluarkan seseorang dari Islam.
Contoh dari munafik I’tiqodi ialah didalam hatinya
tidak beriman pada Allah tapi lisannya berkata
bahwa dia beriman. Dan contoh lainnya dia
mengaku islam tapi dia melaksanakan ibadah
agama lain.
2. Munafik Amali(Amali) merupakan munafik
kecil, munafik ini belum mengeluarkan
orangnya dari islam.
Lantaran perkataannya hanya seperti orang
munafik. Namun didalam hatinya tetap beriman.
Seperti sabda nabi Muhammad SAW:
“Tanda-tanda munafik ada tiga yaitu
Bila berkata ia berdusta
Bila berjanji ia ingkari
Bila di beri amanat ia berkhianat”.(HR. Muslim)
Nah, contohnya, ia memang berbohong tapi dalam
hatinya masih beriman, walaupun ia berkhianat
mungkin karena khilaf, tapi hatinya tetap beriman.

26
Namun perlu diketahui bahwa munafik kecil
adalah jalan menuju munafik besar. Maka jangan
sekali-kali mencoba menempuh jalan tersebut.
Kemudian, kita akan melihat bagaimana ciri ciri
atau sifat orang-orang munafik seperti yang telah
diterangkan Al-Quraan berikut :
1. Memerintahkan agar berbuat yang mungkar dan
mencegah yang makhruf.
Allah Berfirman:
“Mereka(orang-orang munafik) menyuruh berbuat
yang mungkar dan mencegah yang Makhruf....”.(Qs.
At-Taubah: 67)
2. Pendusta
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-
benar pendusta”(Qs. Al-Munafiqun: 1)
3. Sombong terhadap kebenaran
Allah berfirman:
“Dan apabila dikatakan kepada mereka(orang-
orang munafik), Marilah (beriman), agar
Rasulullah memohonkan ampunan bagimu, mereka
membuang muka dan engkau lihat mereka
berpaling dengan menyombongkan diri.”(QS. Al-
Munafiqun: 5)

4.Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin


Allah SWT berfirman:

27
“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik
bahwa mereka akan mendapat siksaan yang
pedih”,
“(yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-
orang kafir sebagai pemimpin dengan
meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah
mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu?
Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik
Allah”.(QS. An-Nisa’ 4: 138-139)

5.Bermaksud Riya dalam ibadah


Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang munafik itu hendak


menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu
mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat,
mereka lakukan dengan malas. Mereka
bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan

28
manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah
kecuali sedikit sekali.”(QS. An-Nisa’ 4: 142)

6.Ragu-ragu dalam keimanan


Allah berfirman:
“Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang
demikian(beriman atau kafir)”. (Qs. An-Nisa:
143).
7. Pengingkar Janji.(Qs. At-Taubah: 76-77)
8. Fasik.(Qs. At-Taubah: 67)
9. Berkhianat.(Qs. Al-Hasyr :11-14)
10.Rayuannya bagaikan setan.(Qs. Al-Hasyr :16)
11.Kikir dan menentang kebenaran.(Qs. At-
Taubah: 76)
12.Suka mencela sesama mukmin.(Qs. At-
Taubah: 79).
Itu dia suadara-saudara ku sekalian. Al-Quran
telah menerangkan bagaimana ciri-ciri ataupun
sifat orang-orang munafik.
Mungkin timbul pertanyaan, sebenarnya apa
penyebab seseorang bisa munafik
Berikut ulasannya.

Penyebab seseorang bisa bersifat munafik.

29
1.Lemahnya iman atau mungkin tidak
beriman.
2.Terlalu sering berdusta, berkhianat, ingkar
janji atau curang. Karena itu merupakan
munafik kecil sedangkan kita tahu munafik
kecil adalah jalan menuju munafik besar.
Jika ia sering berbohong maka imannya
akan lemah. Jika iman lemah maka setan
mudah masuk, dan menghasut agar ia
menuju kekafiran. Atau menuju munafik
besar.
3.Kurangnya ibadah kepada Allah.
4.Jika kita kurang beribadah maka pebuatan
dosa akan mudah telakukan.
5.Kurangnya ilmu
6.Jika ilmu tak ada, maka tidak akan tau apa
dampak dari suatu perbuatan.
Misal jika ia sering berkhianat tentu ia akan
mendapat dosa dan ia tidak akan mendapat
kepercayaan lagi dari orang lain.

Selanjutnya balasan apa yang diberikan Allah


SWT pada orang-orang munafik.

30
1.Diazab Allah SWT di dunia dan di akhirat
“Niscaya Allah akan mengazab mereka(orang-
orang munafik) dengan azab yang pedih di dunia
dan akhirat....”(Qs. At-Taubah: 74)
2.Sia-sia Amalnya di dunia dan di akhirat.
....”Mereka itu sia-sia amalnya didunia dan
akhirat...”.(Qs. At-Taubah: 69)
3.Harus dikerasi
Allah berfirman:
“Wahai nabi berjihadlah(melawan) orang-orang
kafir dan Munafik, dan bersikap keraslah pada
mereka...”.(Qs. At-Taubah: 73)
4.Jangan dishalatkan.
Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah engkau (Muhammad)


melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati
di antara mereka (orang-orang munafik),
selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri
(mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya
mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan

31
mereka mati dalam keadaan fasik.”(QS. At-
Taubah: 84)
5. Jangan dikagumi.(QS. At-Taubah: 85)
6. Tidak diampuni(sebelum bertaubat).(QS. At-
Taubah: 80)
7. Amalan infaknya ditolak Allah.(QS. At-Taubah:
53)
8. Tidak dapat pelindung.(QS. At-Taubah: 74)
9. Tidak dapat kepercayaan.(QS. At-Taubah: 54)
10.Tidak dipedulikan Allah. (QS. At-Taubah: 67)
11. Disiksa pedih.(Qs. An-
Nisa: 138)
12.Ditempatkan di Nerakan yang paling bawah.
(Qs. An-Nisa: 145)
13.Dijanjikan Neraka Jahannam bagi mereka.
(Qs. An-Nisa: 140), (QS. At-Taubah: 95), (QS. At-
Taubah: 68), (QS. Al-Hasyr: 17).

Allah SWT berfirman:

32
“Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang
munafik laki-laki dan perempuan dan orang-
orang kafir dengan Neraka Jahanam. Mereka
kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi
mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka
mendapat azab yang kekal”.
(QS. At-Taubah: 68).
Itulah dia balasan yang diberikan Allah kepada
orang munafik. Kalau kita lihat, itu semua
merupakan Azab bagi mereka didunia dan
akhirat.
Kemudian tentu kita tidak mau terlibat dalam
hal itu. Untuk menjauhi sifat munafik tentu kita
harus
 Beriman kepada Allah SWT
 Berilmu
 Selalu beribadah dan beramal soleh
 Tentu saja menjauhi sifat-sifat yang bisa
menyebabkan kemunafikan
 Berdo’a kepada Allah agar dijauhkan dari
sifat kemunafikan.

33
Kemudian jika kita merasa telah bebuat
kemunafikan maka
Allah SWT berfirman:

“Sungguh, orang-orang munafik itu


(ditempatkan) pada tingkatan yang paling
bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan
mendapat seorang penolong pun bagi mereka”,
“kecuali orang-orang yang bertobat
memperbaiki diri dan berpegang teguh pada
(agama) Allah dan dengan tulus ikhlas
(menjalankan) agama mereka karena Allah.
Maka mereka itu bersama-sama orang-orang
yang beriman dan kelak Allah akan memberikan
pahala yang besar kepada orang-orang yang
beriman”.(QS. An-Nisa’: 145-146)
Dan Tingkatkanlah Iman. Dengan selalu
beribadah tepat waktu, beramal soleh, bergaul
dengam orang-orang yang soleh.

34
Saudaraku sekalian setiap manusia, di anugerahi
Allah akal tanpa terkecuali. Tinggal bagaimana
cara kita memanfaatkannya, bukankah
seharusnya kita bersyukur. Kita anak-anak
Adam as pasti pernah melakukan suatu dosa
yang besar bahkan mungkin bisa mengundang
laknat Allah Azza’ wa Jalla.
Namun Allah masih tetap sayang kepada kita, dia
masih memberikan ampunan bagi kita. Dan
kemudian Jika kita masih merasa termasuk
munafik, maka marilah berlepas diri dari sifat
itu.Mudah-mudahan kita dijaga dan dilindungi
oleh Allah SWT, dari sifat munafik dan dijauhkan
dari orang-orang munafik. Semoga Allah selalu
melimpahkan HidayahNya kepada kita. Agar kita
Tetap Istiqomah di jalanNya.
“Aamiin”

REMAJA CLEANIS
Remaja secara singkat cukup kita definisikan
yakni usia yang tidak lagi bocah namun belum
dewasa. Namun kali ini saya sebagai penulis

35
tidak membahas tentangremaja secara
mendalam namun hanya memberikan tips, agar
para remaja tidak terjerumus dalam
kemaksiatan yang umum dilakukan atau disebut
dengan remaja cleanis(remaja bersih dari dosa).
Dan saya juga ingin membantu teman teman
yang berkeinginan kuat untuk berhenti
melakukan maksiat tersebut namun tidak
mampu juga, karena seperti yang kita tahu masa
remaja adalah masa labil, masa nafsu yang
bergejolak, jadi kemungkinan cukup sulit untuk
menghindari kemaksiatan.
Sebelum menyampaikan point-point saya ingi n
mencantumkan dalil alqur’an mengenai remaja.

Allah berfirman :

36
”kami ceritakan kepadamu(Muhammad) kisah
mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya
mereka adalah pemuda-pemudayang beriman
kepada tuhan mereka dan kami tambahkan
petunjuk kepada mereka, dan kami teguhkan hati
mereka ketika mereka berdiri lalu mereka
berkata : “tuhan kami adalah tuhan langit dan
bumi kami tidak meneyeru tuhan selain dia.
Sungguh, jika kami berbuat demikian tentiu kami
telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh
dari kebenaran”. (Qs. Al-Kahfi :13-14).

37
Ayat diatas merupakan ayat yang menceritakan
tentang remaja-remaja yang melarikan diri
untuk menjaga keimanannya.
Dan kita yang hidup dizaman modern ini apakah
kita masih kuat menjaga iman?, Seperti Yang
kita tahu zaman modern bisa dikategorikan
zaman yang dimana kemaksiatan mudah
merajalela.
Mereka yang hidup dizaman dahulu saja, yang
belum ada teknologi, internet, atau google, sulit
untuk menjaga imannya, sampai-sampai harus
bersembunyi di gua, membuktikan mereka
benar benar beriman kepada allah, mereka
istiqomah. Nah bagaimana dengan kita dengan
dunia yang fana ini, apakah memiliki
kesungguhan untuk mempertahankan iman?.
Maka dari itu saya ingin menjabarkan beberapa
kemaksiatan yang biasa remaja lakukan, dan
saya memberikan tips bagaiman cara mencegah
dan mengatasinya.
Berbicara mengenai remaja pasti tidak lepas
dari kemaksiatan, kemaksiatan yang biasa
dilakukan remaja adalah :
1.Merokok :
teman-teman sekalian, taukah kalian apa hukum
merokok?

38
Mungkin kita pernah mendengar hukumnya
makhruh, itu adalah perkataan ulama yang
menfatwakan bahwa merokok sama saja seperti
makan bawang, dan itu menyebabkan orang
orang sekitar kita merasa tidak nyaman karena
baunya. Namun hakikatnya rokok tidak hanya
menggangu orang lain tapi juga merusak
kesehatan si pengguna rokok. Seperti yang kita
tahu penyakit-penyakit yang bisa timbulkannya,
antara lain kerusakan paru-paru, kerusakan
janin bagi ibu hamil, kanker tenggorokan dan
sebagainya. Dan penyakit bisa menyebabkan
kamatian.
Maka dari itu ada sebagian ulama yang
mengatakan merokok hukumnya haram, karena
itu bisa memnbunuh diri kita sendiri. Dan
mereka berpegang pada dalil berikut
Allah berfirman :
“…. Dan janganlah kamu jatuhkan(diri sendiri)
kedalam kebinasaan dengan tangan sendiri,…”.
(Qs. Al-Baqarah :195).
Tu, udah tahukan apa hukumnya, jadi gak usah
merokok lagi, karena itu sama aja bunuh diri.

39
2.Melihat video porno :
Tidak bisa dipungkiri di zaman internet ini
pastilah anak remaja lebih leluasa melihat video
porno.
Taukah apa hukum melihatnya?, meskipun
hanya didalam hp.
“Allah SWT berfirman:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,
agar mereka menjaga pandangannya, dan
memelihara kemaluannya; yang demikian itu
lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang
beriman, agar mereka menjaga pandangannya,
dan memelihara kemaluannya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali
yang viasa terlihat.....”.(Qs. An-Nur :30-32)

Itulah dalil yang mengharamkan menonton


video porno, ada pula fatwa yang mengatakan
seperti berikut:
“rasullah bersabda : barang siapa melihat aurat
saudaranya dengan sengaja, maka allah tidak
menerima solatnya selama empat puluh hari, dan
tidak diterima do’anya selama empat puluh
subuh”(kitab ruh as-sunnah war uh an-nufus al-

40
muth-mainnah sanad saidi ahmad bin idris
alhasani almaghribi). Maksud dari tidak diterima
selama empat puluh hari ialah shalat dan doa
kita yang selama empat puluh hari yang lalu
tidak diterima allah.
Nah lihat, lansung ada dalil yang melarang
perbuatan ini. Dan perlu diketahui juga, apa efek
dari melihat video porno.
Dr. Donald L Hilton seorang ahli bedah amerika
serikat mengatakan, bahwa melihat video porno
akan mengakibatkan otak bagian tengah depan
akan mengecil,
Dia juga megatakan, bagian-bagian otak yang
rusak akibat melihat video porno sebagai
berikut
 Orbitofrontal : bagian otak yang mengatur
nilai dan moral.
 Insula Hipocampus : mengatur emosi dasar,
seperti takut, marah, senang dll. Dan juga
mengatur tentang memori atau daya ingat.
 Cerebelum : pemelihara gerakan dan
keseimbangan postur tubuh.
 Gyrus Cingalute : mengatur sensor tentang
pengaturan perilaku agresif dan juga
mengatur emosi sadar, seperti rasa panas dan
dingin.

41
 Nucleus Accumbens : berfungsi sebagai effect
rewarding atau imbalan.
Dan, Dr. Mark Kastelmen, penulis buku “The
Drugs Of The Millenium”, mengatakan video
porno adalah Visual Crack Coccain(Narkoba
lewat mata).
Lihatlah teman-teman betapa banyak kerugian
bagi tubuh kita jika menonton porno. Jadi jangan
heran kalau ada orang yang otaknya suka
ngeres, dan juga bodoh, itu tidak lain adalah
akibat dari kecanduan pornograpi.
3. Onani/masturbasi
Teman-teman sekalian mungkin kalian udah tau
apa itu onani. Taukah kalian apa hukum
melakukannya?
Allah swt berfirman :
“Dan Orang yang memelihara kemaluannya,
kecuali terhadap istri mereka dan budak hamba
sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya
mereka tidak tercela. Tapi barang siapa yang
mencari dibalik itu(zina,onani,dsb) Maka
sesungguhnya mereka melampaui batas”.(Qs. Al-
Mukminun :5-7)

42
Dan juga bisa di lihat di (Qs. An-Nur :30-32)
Nah, itulah dalilnya. Dan kembali kita tanggapi,
kalau Allah yang melarang sudah pasti
perbuatan itu haram hukumnya.
Namun ada sebagian ulama yang mengatakan
haram dan ada juga yang mengatakan mubah,
Mereka yang mengatakan haram, berdasarkan
(Qs. Al-Mukminun :5-7)
Dan yang mubah, mereka mengatakan “jika
dalam keadaan terdesak, misalnya terancam
berzina, maka dianjurkan melakukan onani, dari
pada berzina”.
Nah, berarti kesimpulannya teman-teman : jika
melakukan onani(mengeluarkan sperma dengan
sengaja), tanpa ada sebab tertentu. Maka itu
haram total hukumnya. Namun jika dalam
keadaan terdesak, misalnya jika diajak/dipaksa
berzina,maka akan dianjurkan lebih baik
melakukan onani aja dari pada berzina. Karena
berzina lebih besar dosanya.
Sama seperti “ Allah mengharamkan kita
memakan babi, namun allah juga mengizinkan
jika dalam keadaan terdesak, misalnya kita
didalam hutan, dan tidak ada makanan lagi
selain babi, nah itu boleh. Tapi allah juga
berfirman, “jangan melampaui batas”.

43
Itulah beberapa penyimpangan yang biasa
remaja lakukan, terkususnya bagi laki-laki.
Selanjutnya,
Kita akan mengupas bagaimana cara mengatasi
penyimpangan ini,
Sebelumnya saya akan menyampaikan kepada
para pembaca, bahwa saya menulis saran saran
dari para ulama,
Namun saya juga ikut mencantumkan pendapat
saya, berdasarkan pengalaman saya, oke!
Untuk menghindari dari perbuatan perbuatan
yang diatas,
1 Kita harus berilmu, maksudnya kita harus
mengetahui dampak dari melakukan
perbuatan itu, tentu saja perbuatan buruk
tidaklah menguntungkan bagi kita, ya gak?.
2 Bergaul dan tinggal di lingkungan yang baik,
sehat dan religius. Karena, rata-rata perilaku
buruk terpengaruh dari lingkungan sekitar,
jika lingkungan atau tempat kita bergaul
buruk, maka otomatis gaya hidup kita juga
buruk.
3 Harus punya tujuan hidup. Lo kok harus
punya tujuan hidup sih? Yaps, Karena, kalau
kita punya tujuan hidup tentu kita harus sibuk
mencapai tujuan itu, misalnya ni, Kalau kamu
pengen jadi polisi tentu kamu harus banyak
olahraga, dan tidak merokok, karena

44
merokok bisa bikin kamu sesak napas. atau
kamu pengen jadi guru, tentu kamu harus
banyak belajar, bukan malah onani atau
lihatin video porno, karena onani dan melihat
porno bisa bikin kita bodoh.
4 Ni yang terakhir teman-teman, yaitu kita
Harus selalu ingat pada Allah, kalau kita ingat
pada Allah, tentu kita Bergantung padaNya.
jadi, kita berdoa kepada Allah, agar kita
dilindungi dari perilaku tercela.
Nah, itu dia teman-teman tips, agar terhindar
dari perilaku tercela.
Selanjutnya, kita bahas bagaimana cara
mengatasi bagi yang udah terlanjur ngelakuin
atau udah kecanduan.
1. Kita harus berilmu, kita harus tau dampak
dari tindakan tercela.
2. Harus punya iman yang kuat, dan selalu
beramal soleh serta perbanyak puasa sunah.
3. Kita harus sadar bahwa allah maha melihat.
Apa kamu gak malu sama allah, kamu lagi
melakukan perbuatan maksiat?
4. Bayangin kamu di wafatkan allah, sewaktu
kamu sedang asik asiknya lakuin maksiat.
5. Ada yang bilang kalau rasa nafsu ingin
berbuat maksiat itu hanya bertahan selama 30

45
menit, sehabis 30 menit rasa itu akan hilang,
jadi kita cukup tahan aja tu selama 30 menit,
insyaallah habis itu akan hilang sendiri.
6. Sibukkan diri pada hal hal yang positif
7. Banyak-banyak olah raga
8. Usahain agar kamu BAB, atau pipis, emang
sih kedengarannya lucu. Tapi mengapa
demikian, karena sehabis kita buang air, pasti
kita
akan merasa lega, dan disitulah semua nafsu
akan terbuang aau hilang, karena nafsu itu
bergabung dengan kotoran tinja dan kencing.
Dan perlu teman-teman ketahui juga, kalau
nafsu itu sumbernya dari bawah.
9. Jangan menunggu allah mencabut anugerah
yang diberikanNya kepada kita. Dalam arti,
jangan menunggu salah satu dari anggota
tubuh kita ada yang cacat, baru kita bertaubat.
Misal, bagi yang suka merokok, apa kamu
harus kena kanker paru paru dulu, baru kamu
mau berhenti merokok?.
10. Dalam hidup ini Allah memberi dua jalan,
jadi kamu harus memilihnya, jalannya yaitu
jalan fujur dan jalan taqwa. Gak ada kata
simpang disini. Kamu gak boleh ditengah-
tengah, karena kalau di tengah-tengah kamu

46
gak bakalan nyampai ketujuan karena kamu
bingun mau kemana, jadi kamu harus
konsisten, pilih diantara dua jalan tadi, fujur
atau taqwa. Kalau fujur, kamu harus terus
berbuat jahat, maksiat, dan perilaku tercela,
tapi ini jalan menuju neraka. Kalau jalan
Taqwa kamu harus selalu berbuat baik, selalu
bersifat terpuji, dan selalu beribadah, dan ini
adalah jalan menuju surga.
Kamu pasti tau dong apa bedanya surga dan
neraka.
Itulah penjelasan singkat mengenai remaja.
Maka dari itu teman-teman sekalian, marilah
kita kembali bertaubat kepada Allah selagi
masih ada nafas. Dan selagi kita masih yakin
kalau kita bisa berhenti melakukan maksiat
maka kemungkinan besar hal itu akan terwujud.
Dan selalulah meminta pertolongan kepada
Allah, memohon ampunlah kepadaNya.
Allah ngerti kita masih muda, dan Dia juga ngerti
kalau kamu masih Labil. Makanya Allah SWT
berfirman :
“katakanlah: “wahai hamba-hambaKu yang
melampaui batas terhadap dirinya sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah maha mengampuni dosa-

47
dosa semuanya. Sungguh Dialah yang maha
pengampun, maha penyayang”.
(Qs. Az-Zumar :53)
Tu lihat Allah udah kasih kesempatan buat kita,
tinggal bagaimana cara kita meresponnya.
Emang kamu gak bosan berbuat dosa terus?
Kalau seandainya sudah bosan, cobainlah
dengan hal baru yaitu beramal soleh.
Selanjutnya, jika ada tulisan saya yang
menyinggung teman-teman sekalian yang
membaca mohon maafin saya. saya menulis
seperti ini karena saya juga seorang remaja, dan
saya menulis ini berdasarkan pengalaman saya.
Jujur saja saya juga seorang pendosa dulunya
tapi yang namanya manusia pasti memiliki dua
jalan dalam hidup ini, pilih jalan fujur atau
taqwa. Dan Allah memberi saya hidayah, dan
saya memilih jalan taqwa.
Itu saja, mudah-mudahan saya dan teman-teman
sekalian dilindungi oleh Allah dari godaan setan
yang jelek. Dan semoga kita tetap istiqomah di
jalan Allah SWT.
“Aamiin”.

48
KRITERIA BERHIJAB
Saudariku, dalam islam kita tahu bahwa
perempuan haruslah dihargai, harus dilindungi
dan harus disayangi. Dan kita tahu yang
melindungi kita semua adalah Allah SWT. Allah
sudah memberikan cara-caranya di dalam Al-
Qur’an tentang bagaimana menjaga diri dari
maksiat. Lalu dengan perempuan, Allah sudah
memerintahkan dan memberi solusi bagaimana
seharusnya perempuan melindungi diri. Adapun
cara itu seperti dalil berikut
Allah SWT berfirman:

49
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang
beriman, agar mereka menjaga pandangannya,
dan memelihara kemaluannya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali
yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan
janganlah menampakkan perhiasannya
(auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau
ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putra-putra mereka, atau putra-putra suami
mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka,
atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau
putra-putra saudara perempuan mereka, atau
para perempuan (sesama Islam) mereka, atau
hamba sahaya yang mereka miliki, atau para
pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai
keinginan (terhadap perempuan), atau anak-
anak yang belum mengerti tentang aurat
perempuan. Dan janganlah mereka
mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan
yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah

50
kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang
yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-
Nur 24: Ayat 31).
DanAllah SWT berfirman:

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu,


anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang
mukmin, Hendaklah mereka menutupkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang
demikian itu agar mereka lebih mudah untuk
dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan
Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(QS.
Al-Ahzab 33: Ayat 59)
Dari ayat tersebut, dapat kita lihat bahwa, istri,
anak-anak nabi serta perempuan mukmin
haruslah mengulurkan jilbabnya keseluruh
tubuh. Dari ayat diatas sedikit kita membahas
mengenai cadar.

51
Karena ada yang beranggapan bahwa dari ayat
diatas kalimat “menutupkan jilbabnya keseluruh
tubuh mereka” termasuk disini menggunakan
cadar(menutupi wajah).

Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini,


Syaikh Abdul Aziz Bin Baz mengatakan wajib
Syaikh Nashiruddin Al-Bani mengatakan tidak
wajib
Saya sebagai penulis lebih condong ke pendapat
syaikha A l-Bani.
Dan ada ulama yang berkata, seperti berikut:
 “Ketika kita ihram dan solat perempuan
dilarang(haram) memakai cadar. Jika
memakai cadar adalah wajib, berarti sewaktu
kita ihram dan solat kita akan berdosa.
Karena lawan wajib adalah haram. Maka dari
itu hukumnya sunnah, di
anjurkan(mustahab)”.
Dan dapat juga pikirkan
 Jika kita ingin mencari jodoh tentu lebih baik
melihat wajah wanita tersebut. Seperti hadits
Nabi Muhammad SAW bersabda. “Wanita itu
dinikahi karena empat hal, yaitu karena
hartanya, Karena kedudukannya, Karena
cantiknya,Dan karena agamanya. Maka

52
hendaklah kamu pilih wanita yang baik
agamanya (keislamannya). Kalau tidak
demikian, niscaya kamu akan merugi.”  (HR.
Bukhari-Muslim).
Nah dari ini sudah membuktikan bahwa cadar
tidak wajib. Jika wajib maka akan sulit bagi
laki-laki dalam memilih pasangan. Mungkin
ada yang berkata, ketika laki-laki memilih
jodoh, tidak harus melihat wajah perempuan
itu, karena dapat dilihat setelah menikah saja.
Jawab. Jika wajahnya sesuai dengan hati tidak
masalah, bagaimana jika tidak sesuai?, tentu
bisa menimbulkan kekecewaan, bahkan ada
yang berujung perceraian. Perlu diketahui,
bahwa setiap laki-laki memiliki prinsip
masing-masing.
 Terlebih lagi bagaimana dengan anak-anak,
ibu-ibu atau nenek-nenek yang tidak mungkin
bisa bercadar? Jika hukum cadar wajib maka
tentu mereka yang tidak bisa bercadar akan
berdosa. Karena lawan wajib adalah haram.

Kembali ketopik,
Dari dalil tersebut sudah jelas bahwa Allah
memerintahkan perempuan agar
berhijab(menutupi badan).

53
Saudariku sekalian, dizaman yang penuh fitnah
ini. Dapat kita lihat perempuan muslim sudah
banyak yang melanggar aturan Allah. Dengan
mereka sudah tidak lagi menghiraukan masalah
hijab.
Mereka dengan leluasa memamerkan auratnya
tanpa ada rasa takut pada Allah, dan tanpa ada
rasa malu. Mereka memakai pakaian yang tidak
sewajarnya. Bahkan menggoda syahwat. Padahal
kita tahu yang menggoda itu adalah setan. Maka
dapat disimpulkan bahwa perempuan yang
menggoda syahwat adalah setan.
Yang lebih ironisnya ada saudari kita yang
muslimah, dia memakai hijab namun lekuk
tubuhnya masih terlihat. Tentu ini sangat
berbahaya, dia seperti meremehkan.
Melecehkan dan merusak hijab. Dia separuh
kafir separuh mukmin(munafik).
Oleh karena itu, kita akan mengetahui
bagaimana kriteria berhijab yang muslimah
yang benar.
Menurut Dr Zakir Naik ada enam dasar Kriteria
dalam berhijab. Yaitu
1. Bagi perempuan, haruslah menutupi seluruh
tubuhnya kecuali telapak tangan dan wajah.
2. Tidak boleh ketat, sehingga terlihat lekuk
tubuh.

54
3. Tidak boleh transparan.
4. Tidak boleh glamour.
5. Tidak boleh meniru pakaian agama lain.
6. Tidak boleh memakai pakaian lawan jenis.
Kini, kita akan menafsirkan dari enam kriteria
itu, dan menunjukkan dalil-dalilnya.
1. Bagi perempuan, haruslah ia menutupi
seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak
tangan: Dapat dilihat dalam surah An-Nur: 31
2.Tidak boleh ketat, sehingga terlihat lekuk
tubuh:
Disini walaupun dia berhijab, tapi lekuk
tubuhnya, seperti payudara dan bokongnya
masih terlihat, maka hal ini haram karena hal
ini sama saja dia seperti telanjang.
Rasullah bersabda:
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang
belum pernah aku lihat:
1. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti
ekor sapi untuk memukul manusia dan
2. para wanita yang berpakaian tapi telanjang,
berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti
punuk unta yang miring. Wanita seperti itu
tidak akan masuk surga dan tidak akan
mencium baunya, padahal baunya dapat
tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR.
Muslim).

55
3.Tidak boleh Transparan:
Disini tidak boleh memakai pakaian yang
tembus pandang, sehingga ia seperti masih
telanjang, walaupun ia berjilbab. Maka hal ini
haram.
Rasullah bersabda:
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang
belum pernah aku lihat:
1. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti
ekor sapi untuk memukul manusia dan
2. para wanita yang berpakaian tapi telanjang,
berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti
punuk unta yang miring. Wanita seperti itu
tidak akan masuk surga dan tidak akan
mencium baunya, padahal baunya dapat
tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR.
Muslim).
4.Tidak boleh glamor:
Disini tidak boleh, memakai hijab yang
berlebihan, seperti tebalnya dua kali lipat,
bersolek jahiliyah dan jangan berhias
berlebihan.
Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan
janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku)
seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan
laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan

56
taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya
Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa
dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan
kamu sebersih-bersihnya.”(QS. Al-Ahzab: 33)

Muqatil bin Hayyan berkata:


At-Tabarruj (berhias dan bersolek Jahiliyah)
adalah seorang wanita mengenakan kerudung
di kepalanya namun tidak melilitnya dengan
baik agar menutupi perhiasan kalungnya,
antingnya dan lehernya, sehingga terlihatlah
semua itu, inilah yang disebut tabarruj
Jahiliyyah, kemudian larangan tabarruj ini
berlaku umum bagi seluruh wanita mukmin.”
(Tafsir Ibnu Katsir)

5.Tidak boleh meniru pakaian agama lain:


Disini kita dilarang meniru-niru pakaian
agama lain seperti meniru pakaian orang
nasrani yaitu baju natal, lalu seperti pakaian
orang buddha yaitu pakaian biksu.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda:
“Barang siapa yang meniru suatu kaum maka
ia termasuk golongannya.”(HR.Tirmidzi)

57
6.Tidak boleh memakai pakaian lawan jenis:
Disini perempuan dilarang memakai pakaian
lawan jenis. Begitu sebaliknya, laki-laki juga
dilarang memakai pakaian lawan jenis.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ,
bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa
sallam melaknat laki-laki yang memakai
pakaian wanita, begitu pula wanita yang
memakai pakaian laki-laki”.(HR. Ahmad)

Nah, itulah saudariku sekalian tentang


bagaimana seharusnya perempuan berhijab.
Lalu kita ingin tahu apa manfaat dari berhijab.
1.Allah SWT berfirman:
“Yang demikian itu agar mereka lebih mudah
untuk dikenali, sehingga mereka tidak
diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha
Penyayang.”(QS. Al-Ahzab: 59)
2.Sebagai ketaqwaan kepada Allah
3.Menghindari fitnah
4.Menjaga pandangan dari lawan jenis.
5.Mengangkat harga diri
6.Menjaga diri dari aniaya, atau pelecehan
orang lain
7.Menunjukkan status sebagai seorang
muslimah.

58
Itu dia tujuh manfaat mengapa perempuan
berhijab. Dan masih banyak lagi manfaat
lainnya.
Saudariku sekalian, seharusnya kita yang
mengakui mukminin haruslah mematuhi
perintah Allah SWT, tidak ada yang rugi jika
mematuhi perintah Allah. Allah tidak
mengekangmu tapi Allah melindungimu. Jika
kamu berhijab, kamu akan terlindungi, dan
mendapat pahala, dan ditempatkan disurga. Dan
jangan takut tidak dapat jodoh justru dijamin,
banyak lelaki soleh yang menyukai wanita
sholeha tanpa nafsu yang kotor.
Itulah pembahasan mengenai Berhijab, semoga
bermanfaat bagi saudara dan saudariku.
Dan semoga kita tetap Istiqomah dijalan Allah
SWT.
“Aamiin”

59
CINTA TERLARANG

Cinta terlarang yang dimaksud ialah


pernikahan yang dilakukan dengan berbeda
keyakinan(nikah beda agama).
Saudaraku sekalian, zaman sekarang rata-rata
manusia sudah menyepelekan aturan agama
(khususnya umat islam). Mereka melanggar
ketentuan agama, dengan menikah dengan pria
atau wanita yang bukan islam. Sedangkan kita
tahu bahwa dalam islam pernikahan itu
dilarang.
Selanjutnya, Tentu kita ingin tahu apa
hukumnya dalam agama islam, dan mengetahui
mengapa hal ini dilarang.
Sebelum kita mengkajinya, mari kita lihat sama-
sama ayat Al-Quran berikut
Allah Berfirman :

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya


ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan
untukmu dari jenismu sendiri(Manusia), agar
kamu cenderung dan merasa tenteram

60
kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu
rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
(kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”(Qs.
Ar-Rum :21)
Ayat diatas, bahwa Allah telah menciptakan kita
bepasangan, serta kita merasa tentram panda
pasangan kita.
Dan tentu saja ketentraman itu akan kita
dapatkan jika kita mematuhi syariat Allah, salah
satunya Allah melarang kita mencintai atau
menikahi wanita dan pria yang musyrik.
Lalu, wanita seperti apakah yang harus kita
nikahi?. Nabi kita tercinta Muhammad SAW,
memberikan tips kriteria dalam mencari wanita
yang untuk dinikahi.
Nabi Muhammad SAW bersabda.
“Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu
karena hartanya,
Karena kedudukannya,
Karena cantiknya,
Dan karena agamanya.
Maka hendaklah kamu pilih wanita yang baik
agamanya (keislamannya). Kalau tidak
demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR.
Bukhari-Muslim).
Nah itu dia kriterianya.

61
Dan saudara sekalian kini kita mari berfokus
pada kalimat “karena agamanya” pada sabda
nabi tersebut.
Maksud dari kalimat itu ialah,
1.Kita harus menikahi wanita yang mengEsakan
Allah(beriman).
2.Kita sebaiknya menikahi wanita yang taat
ibadahnya kepada Allah SWT.
Kembali ke topik,
Berdasarkan point nomor satu, yang
mengisyaratkan bahwa kita sebagai laki-laki
harus menikahi wanita yang beriman. Dalam
artian kita dilarang menikahi wanita yang tidak
beriman(musyrik), mengapa demikian?
Karena Allah melarangnya, seperti firmanNya.
Allah Berfirman :
“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik
sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba
sahaya perempuan yang beriman lebih baik
daripada perempuan musyrik meskipun dia
menarik hatimu,,,”.(Qs. Al-Baqarah :221)
Dari ayat tersebut sudah jelas bagi pria muslim
diharamkan menikahi wanita musyrik.
Mengapa demikian?

Allah berfirman :

62
“,,,,,Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah
mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-
Nya. Allah menerangkan ayat ayat-Nya kepada
manusia agar mereka mengambil pelajaran.”(Qs.
Al-Baqarah :221).
Itu dia mengapa Allah melarang kita menikahi
wanita musyrik. Lebih baik bagi kita menikahi
babu, hamba sahaya, bahkan wanita terjelek
didunia yang mukmin, dari pada menikahi
seorang ratu, atau wanita tercantik didunia yang
kafir. Karena mereka yang buruk tapi mukmin,
mereka menuntun kita menuju surga,
sedangkan yang cantik tapi kafir mereka
menyeret kita ke neraka.
Namun ada juga dalil yang mengatakan bahwa
laki-laki muslim boleh menikahi wanita yang
bukan muslim.
Allah berfirman:
“Pada hari ini, dihalalkan bagimu segala yang
baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu
halal bagimu, dan makananmu halal bagi
mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi)
perempuan-perempuan yang menjaga
kehormatan di antara perempuan-perempuan
yang beriman dan perempuan-perempuan yang
menjaga kehormatan di antara orang-orang
yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu

63
membayar maskawin mereka untuk
menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan
bukan untuk menjadikan perempuan piaraan.
Barang siapa kafir setelah beriman, maka
sungguh sia-sia amal mereka dan di akhirat dia
termasuk orang-orang yang rugi.”(Qs. Al-Ma’idah
:5)
Nah, dari ayat tersebut Allah juga mengizinkan
kita menikahi wanita yang bukan islam tapi
dengan syarat.
1.Wanita itu adalah seorang Ahli Kitab yang
beriman. Karena ada sebagian ahli kitab yang
beriman, namun kebanyakan yang fasik(kafir).
Seperti firman Allah SWT:

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang


dilahirkan untuk manusia, (karena kamu)
menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah
dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih
baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang

64
beriman, namun kebanyakan mereka adalah
orang-orang fasik.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)
2.Tentu saja harus menuntun dia agar memeluk
islam. Dan wanita tersebut harus bersyahadat.
Nah itu dia saudaraku, alasan mengapa Allah
melarang Kita menikahi wanita musyrik, dan
mengapa Allah juga mengizinkan kita menikahi
wanita yang bukan islam, tapi dengan syarat-
syarat tertentu.
Dan jika seandainya, wanita tersebut ingin
dinikahi atau pernikahan sudah terjalin, dan
wanita itu menjadi muallaf,
Maka.

Allah berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila
perempuan-perempuan mukmin datang
berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji
(keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui
tentang keimanan mereka; jika kamu telah
mengetahui bahwa mereka (benar-benar)
beriman maka janganlah kamu kembalikan
mereka kepada orang-orang kafir,,,,,”.(Qs. Al-
Mumtahanah :10).

65
Jadi dapat kita simpulkan bahwa hukumnya
adalah:
Jika wanita itu tidak beriman(dalam keadaan
kafir/musyrik) maka haram hukumnya
menikahi mereka. Namun jika wanita tersebut
telah beriman dan bersyahadat maka hukum
menikahinya adalah mubah.
Kemudian setelah kita membahas tentang
hukum Pria mukmin menikahi wanita yang
bukan mukmin.
Kini kita akan membahas hukum wanita
mukmin yang menikah dengan laki-laki bukan
mukmin.
Sebelumnya, dalam islam nabi kita tercinta
Muhammad SAW telah memberikan Tips
kriteria mencari pria yang cocok dijadikan
pasangan hidup.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga
bersabda,
“Jika seorang lelaki datang ( untuk meminang
anak perempuan kamu) dan kamu berpuas hati
dengan agamanya serta akhlaknya, maka
nikahkanlah ia ( dengan anak perempuan kamu).
Jika hal itu tidak kamu lakukan maka akan
terjadi fitnah di (muka) bumi”.(HR. Tirmidzi)

66
Dari sabda nabi tersebut, bahwa wanita
seharusnya menikahi pria yang baik agamanya
dan akhlaqnya. Maksud dari kalimat “agamanya”
ialah, laki-laki itu seseorang yang beriman, dan
taat dalam menjalankan agama.
Lalu bagaimana jika ada wanita muslim yang
malah menikah dengan pria yang tidak beriman?
Itu permasalahannya.
Maka,

Allah berfirman :
“,,,,,Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-
laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman)
sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba
sahaya laki-laki yang beriman lebih baik
daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik
hatimu.,,,,,,”.(Qs. Al-Baqarah :221)
Ayat di atas, bahwa Allah telah melarang wanita
mukmin menikah dengan laki-laki musyrik.
Lalu mengapa allah melarangnya?
Alasannya
1.Allah berfirman :
“,,,,,,Mereka mengajak ke neraka, sedangkan
Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan
izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat ayat-Nya
kepada manusia agar mereka mengambil
pelajaran.”(Qs. Al-Baqarah :221).

67
2.Allah berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila
perempuan-perempuan mukmin datang
berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji
(keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui
tentang keimanan mereka; jika kamu telah
mengetahui bahwa mereka (benar-benar)
beriman maka janganlah kamu kembalikan
mereka kepada orang-orang kafir,,,,,”.(Qs. Al-
Mumtahanah :10).
Dari ayat diatas, Allah memerintahkan bahwa
wanita mukmin tidak boleh kembali ataupun
menikah pada orang kafir.

3.Kita tahu bahwa laki-laki lebih berkuasa atas


wanita.
Kemudian jika terjadi pernikahan, umumnya si
wanita yang akan ikut dengan suami. Nah, disini
jika dia seorang laki-laki musyrik. Dan wanita
muslim itu dirumah laki-laki tersebut, Tentu
wanita muslim itu akan terhina dan nabi
muhammad juga akan terhina. Mengapa
dikatakan terhina?, karena
Allah berfirman:
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, (karena kamu)
menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah

68
dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah,,,”.
(Qs. Ali Imran :110).

Dan Allah SWT berfirman:


“Dan barang siapa mencari agama selain Islam,
dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia
termasuk orang yang rugi.”(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat
85).
Ayat diatas menyatakan umat islam adalah umat
terbaik. Dan tentu saja islam akan terhina jika
diduduki oleh orang kafir, karena orang kafir
tidak beriman pada Allah dan tidak
membenarkan adanya nabi muhammad.
Dan tentu di khawatirkan wanita muslim tadi
akan murtad, karena adanya perintah dari
suami.
Lalu mengenai hal ini dapat ketahui hukumnya
adalah
Wanita muslim menikah dengan pria yang
belum beriman maka hukumnya haram total.
Dan dikhawatirkan si wanita tersebut akan ikut
pada laki-laki musyrik tadi.
Namun Jika laki-laki itu telah beriman dan
bersyahadat, maka hukum menikah dengannya
mubah. Namun akan lebih baik menguji iman
mereka terlebih dahulu. Karena laki-laki adalah
pemimpin bagi wanita dan tentu saja wanita

69
harus memilih laki-laki yang dekat dengan Allah
SWT.
Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa:
Pria muslim boleh menikahi wanita yang bukan
muslim dengan syarat wanita itu ahli kitab yang
beriman
Wanita muslim dilarang keras menikah dengan
pria yang bukan islam, baik dia ahli kitab
maupun tidak.
Namun jika mereka yang bukan islam(laki-laki
atau perempuan) tadi telah beriman dan telah
menjadi muallaf maka ujilah terlebih dahulu
iman mereka, Sebelum kita menikahinya.
Maka dari itu saudaraku sekalian, kita harus
memiliki iman yang kuat dalam menjalani hidup
ini. Dan kita juga harus memiliki iman yang kuat
untuk memilih pasangan hidup kita. Jika kita
beriman tentu saja kita harus mematuhi hukum-
hukum Allah.
Allah memang menciptakan kita berpasangan,
namun kita sebagai manusia, juga harus memilih
pasangan yang sesuai syariat Allah.
Dan mari kita berpegang teguh pada hukum
Allah dan mematuhi apa yang diperintahNya dan
menjauhi apa yang dilarangNya. Dan semoga
kita tetap istiqomah di jalanNya.
“Aamiin”

70
ANAK PIATU

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu


mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua,
karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman
sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang
kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai
orang yang sombong dan membanggakan diri,”.
(Qs. An-Nisa’ :36)
Mengenai anak yatim piatu sudah tidak asing
lagi ditelinga kita,
Dalam KBBI, kata Yatim adalah anak yang
ditinggal mati oleh ayahnya dan Piatu adalah
anak yang ditinggal mati oleh ibunya.
Memang didalam Al-quran tidak ada tertera kata
anak piatu, begitu juga didalam hadits. Tidak
ada dalil yang menyatakan agar kita
memperdulikan anak piatu.

71
Namun, yang perlu diketahui saudaraku, Dalam
bahasa arab Kata “Yatiimu” artinya anak Yatim
dan Piatu.
Artinya bahwa kata Yatim bukan hanya
ditujukan pada anak yang sudah meninggal
bapaknya. Tapi kata Yatim juga anak yang sudah
meninggal ibunya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa anak Yatim
adalah anak yang kedua atau salah satu orang
tuanya sudah meninggal dunia.
Berarti anak Yatim di dalam al-quran juga
bermakna anak yang sudah tiada lagi ibunya.
Ada dua puluh dua ayat yang berbicara tentang
anak yatim.
Dalam islam, seorang muslimin diperintahkan
agar menyantuni dan menyayangi anak yatim.
Lalu tentu kita ingin tahu mengapa kita
diperintahkan Allah agar peduli dengan anak
yatim.
Allah berfirman :

72
“tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan
kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak
yatim. Katakanlah, Memperbaiki keadaan
mereka adalah baik! Dan jika kamu mempergauli
mereka, maka mereka adalah saudara-
saudaramu. Allah mengetahui orang yang
berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan.
Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia
datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah
Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”.(Qs. Al-
Baqarah :220)
Saudaraku sekalian, sudah menjadi tugas kita
sebagai muslim untuk menjaga dan menyayangi
anak yatim.
Bagaimana tidak, mereka yang kehilangan orang
tua pastilah jiwa mereka goyah dan sangat
merasa sedih. Tidak ada tempat mereka
berlindung dan mengadu, tidak ada yang
merawat mereka.
Jika ayahnya wafat, lalu siapa lagi yang akan
memberi nafkah dan melindunginya.
Jika ibunya wafat, lalu siapa lagi yang akan
menjaga mereka dengan penuh kasih sayang dan
kelembutan.
Jika kedua orang tuanya wafat, dengan duka hati
kemana lagi mereka ingin melangkah dan

73
meminta belaian kasih sayang. Kalau bukan
kepada kita sesama hamba Allah SWT.
Berkenaan dengan anak piatu.
Sungguh ini sangat menyedihkan bagi seorang
anak.

Bagaimana tidak,
Jika tidak ada ayah, namun ia masih bisa
mendapatkan kasih sayang dari ibu. Seperti yang
kita tahu, hubungan batin antara anak dan
ibunya begitu dekat dibandingkan dengan
ayahnya. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih ayah
sepanjang galah. Kehilangan ibu seakan-seakan
kita kehilangan malaikat yang merawat dan
menjaga kita, kehilangan ibu, seakan-akan kita
kehilangan surga, karena surga ada di telapak
kaki ibu.
Begitu terpukul bagi mereka yang sudah tidak
lagi memiliki ibu.
Namun Allah akan tetap menyayangi dan
melindunginya.
Maka dari itu saudaraku, marilah kita
menyantuni anak yatim, bukan hanya untuk
mereka yang tidak memiliki bapak tapi kita
harus juga menyantuni mereka yang tidak
memiliki ibu.

74
Selanjutnya, jika kita merawat anak yatim, tentu
kita tidak boleh memakan hak-hak mereka.
Seperti yang telah dilarang Allah SWT.
Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati harta anak


yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik
(bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah
janji, karena janji itu pasti diminta
pertanggungjawabannya.”(Qs. Al-Isra’ :34)

Selanjutnya,
Allah SWT berfirman:
“Maka terhadap anak yatim janganlah engkau
berlaku sewenang-wenang.”(Qs. Ad-Duha :9)
Itulah dalil-dalil Al-quran yang melarang kita
memakan hak anak yatim.
Lalu bagaimana jika kita melanggarnya?
Berikut akibat dari memakan atau menghardik
anak yatim :

75
1.Akan dimasukkan Ke neraka jahannam.
Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan


harta anak yatim(tidak memiliki ayah atau ibu)
secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api
dalam perutnya dan mereka akan masuk ke
dalam api yang menyala-nyala (neraka).”(Qs. An-
Nisa’ :10).
2.Allah akan membatasi(menutup) rezkinya.
Allah SWT berfirman:
“Namun apabila Tuhan mengujinya lalu
membatasi rezekinya, maka dia berkata,
Tuhanku telah menghinaku.”
“Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak
memuliakan anak yatim,”.(Qs. Al-Fajr :16-17)
3. Di Klaim Allah sebagai orang yang
mendustakan Agama.
Allah SWT berfirman :
“Tahukah kamu orang yang mendustakan
Agama?”

76
“Itulah orang-orang yang menghardik anak
yatim(tidak memiliki ayah atau ibu)”.(Qs. Al-
Ma’un :1-2)
Setelah kita mengetahui akan balasan bagi
penghardik anak yatim.
Tentu sebaliknya kita pasti ingin tau apa balasan
jika kita menyayangi anak yatim.
Seperti berikut :
“Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti
ini (sambil memberi isyarat dengan telunjuk dan
jari tengahnya, lalu membukanya”.(HR. Bukhari)
“Barangsiapa mengambil anak yatim dari
kalangan Muslimin, dan memberinya makan dan
minum, Allah akan memasukkannya ke surga,
kecuali bila ia berbuat dosa besar yang tidak
terampuni”.( HR. Turmudzi)
“Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah
yang terdapat di dalamnya anak yatim yang
diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-
buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang
di dalamnya terdapat anak yatim tapi ia
diperlakukan dengan buruk”. (HR. Ibnu
Mubarak)
“Sesungguhnya, seorang laki-laki mengeluh
kepada Nabi s.a.w., karena hatinya yang keras.

77
Nabi s.a.w. berkata: -‘Usaplah kepala yatim, dan
berilah makan orang miskin’”. (HR. Ahmad)
“Anak yatim menangis, arasy berguncang. Sabda
Tuhan: Demi keagungan-Ku, siapa saja yang
menghiburnya dan menghentikan tangisannya,
Aku pastikan baginya surga” (Hadis Qudsi)
“Barangsiapa meletakan tangannya di atas
kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang,
maka Allah akan menuliskan kebaikan pada
setiap lembar rambut yang disentuh tangannya”.
(HR.Ahmad, Ath-Thabrani)
“Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah
tidak akan menyiksa orang yang mengasihi dan
menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya
dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta
kelemahannya, dan tidak bersikap angkuh
dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya
terhadap tetangganya. Demi yang mengutus aku
dengan hak, Allah tidak akan menerima sedekah
seorang yang mempunyai kerabat keluarga yang
membutuhkan santunannya sedang sedekah itu
diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku
dalam genggamanNya, ketahuilah, Allah tidak
akan memandangnya (memperhatikannya) kelak
pada hari kiamat”.(HR. Ath-Thabrani)

78
“Barangsiapa menjadi wali atas harta anak
yatim hendaklah dikembangkan dan jangan
dibiarkan harta itu susut karena dimakan
sodaqoh (zakat)”. (HR. Al-Baihaqi)
Itulah dia saudara-saudaraku sekalian
penjelasan singkat mengenai menyantuni anak
yang tidak memiliki ibu.
Semoga kita selalu menjadi orang yang
menyayangi anak yatiim, dan tetap istiqomah di
jalan Allah SWT.
“Aamiin”

79
TANAM KEIKHLASAN

Allah berfirman:

“Dialah yang hidup kekal, tidak ada tuhan selain


dia, maka sembahlah dia dengan tulus dan ikhlas
beragama kepadaNya. Segala puji bagi Allah
tuhan semesta alam”.(Qs.Ghafir :65)
Ikhlas adalah sepenuh hati menyembah dan
mengabdi kepada Allah swt.
Sepenuh hati menyembah Allah berarti kita
tidak boleh menyembah dan bergantung kepada
yang lain. selain hanya kepada Allah semata.
Kita tidak boleh menyekutukan Allah dengan
apapun.
Dapat disimpulkan bahwa kita harus murni
mentauhidkan Allah swt.
Allah berfirman :

80
“Dan hadapkanlah wajahmu kepada agama
dengan tulus dan ikhlas, dan jangan sekali-kali
kamu termasuk orang-orang yang musyrik”.(Qs.
Yunus :105)

Kemudian sepenuh hati mengabdi kepada allah,


berarti segala amalan yang kita lakukan karena
Allah, hanya mengharapkan ridho Allah swt, dan
bukan karena ria (mengharap pujian dari
orang).
Dapat disimpulkan bahwa kita harus sepenuh
hati bertaqwa kepada Allah.
Allah Berfirman :

“Mereka hanya diperintahkan menyembah Allah


dengan ikhlas menaati-Nya semata mata karena
(menjalankan) agama dan juga agar
melaksanakan shalat dan menunaikan zakat dan

81
yang demikian itulah agama yang lurus”.(Qs. Al-
Bayyinah :5)

Kemudian marilah kita lihat yang ada dalam al-


quran,
seperti dalil berikut,
“Dialah tuhan yang menjadikan kamu dapat
berjalan di daratan dan berlayar di lautan.
Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal dan
meluncurlah kapal itu. Membawa mereka (orang-
orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan
angin yang baik, dan mereka bergembira
karenanya. Tiba-tiba datanglah badai dan
gelombang menimpanya dari segenap penjuru,
dan mereka mengira telah terkepung (bahay),
maka mereka berdoa dengan tulus, ikhlas kepada
Allah semata, seraya berkata “sekiranya engkau
menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami
termasuk orang-orang yang bersyukur”.
“Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka,
mereka malah berbuat kerusakan di bumi tanpa
alas an yang benar. Wahai manusia
sesungguhnya kezalimanmu bahaynya akan
menimpa dirimu sendiri. Itu hanya kenikmatan
hidup duniawi, selanjutnya kepada kamilah

82
kembalimu, kelak kami kabarkan kepadamu apa
yang telah kamu kerjakan”.(Qs. Yunus: 22-23)
Lihatlah dalil diatas, betapa buruknya sifat
mereka, mereka memang ikhlas menyembah
Allah, buktinya mereka hanya memohon
pertolongan kepada Allah, bukan dengan yang
lain. Namun sayangnya mereka tidak ikhlas
mengabdi kepada allah, mereka tidak mematuhi
perintah Allah dengan bukti mereka malah
berbuat kerusakan dibumi allah swt. Mereka
tidak bersyukur kepada Allah yang telah
menyelamatkan mereka.
Itulah dalil yang membuktikan betapa penting
ikhlas kepada Allah SWT.
Lalu ada sebagian yang mungkin bertanya,
apakah beramal karena mengharapkan surga
termasuk kesyirikan atau tergolong tidak ikhlas
kepada Allah.
Maka jawabannya adalah
Jangan beribadah kepada Allah karena surga.
Tapi harapkanlah surga karena Allah.
Mengapa demikian?
Sebab, jika kita beribadah kepada Allah karena
surga berarti seakan-akan kita lebih
mementingkan surga. dan karena adanya surga
maka kita beribadah kepada Allah, lalu
bagaimana jika surga itu tidak ada? Apakah

83
masih mau beribadah kepada Allah?. Sedangkan
kita tahu yang menciptakan surga adalah Allah
SWT, dan Allah maha kekal selamanya.
Kemudian jika kita mengharapkan surga karena
Allah, berarti kita lebih mengutamakan Allah
dibandingkan surga, maknanya karena
diperintahkan Allah-lah maka kita
mengharapkan surga, karena salah satu
perintah Allah ialah kita harus berdo’a
kepadaNya. Jadi kalau tidak ada surga maka
tidak masalah bagi kita.
Nah, itulah penjelasan singkat mengenai ikhlas.
Lalu tentulah kita ingin tau apa akibat jika kita
tidak ikhlas kepada Allah SWT.
Berikut :
1.Sama saja mensyirikkan Allah, dan kita tau
syirik adalah dosa yang tak terampuni, dan
pelaku syirik tempatnya adalah di neraka.
2.Termasuk orang-orang yang zalim
3.Termasuk orang yang Ria
4.Termasuk orang-orang yang mengingkari
nikmat Allah SWT.
Itulah berupa akibat-akibat dari tidak ikhlas
kepada Allah SWT.

84
Dan tentu kita tidak mau dikategorikan seperti
yang diatas. Lalu bagaimana cara agar kita ikhlas
kepada Allah SWT, berikut :
1.Kita harus sadar bahwa Allah maha melihat
dan mengetahui isi hati kita.
2.Tidak membicarakan pada orang lain tentang
amalan yang kita kerjakan (menyembunyikan
amalan kita).
3.Selalu bersyukur.
4.Dan yang terakhir tentu kita harus menjauhi
kesyirikan, kezhaliman sifat Ria dan ingkar
pada nikmat Allah SWT.
Itulah penjelasan tentang ikhlas saudaraku
sekalian, maka dari itu mulai dari sekarang
marilah kita sepenuh hati berserah diri kepada
Allah SWT. Dan sudah sepatutnya kita ikhlas
kepadanya, karena tidak ada tuhan selain Dia.
Allah memang pantas di Sembah dan dipuja.
Semoga kita selalu istiqomah dijalan Allah.
Selalu menyembah dan mengabdi kepadaNya.
“Aamiin”

85
TIKET KESURGA

Allah SWT berfirman:

“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan


ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya
seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi
orang-orang yang beriman kepada Allah dan
rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang
diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan
Allah mempunyai karunia yang besar”. (QS. Al-
Hadid: 21)
Kali ini kita akan membahas surga. Karena,
pada zaman sekarang, dunia ini sudah mulai
aneh. Dan banyak yang mengatakan bahwa
kiamat sudah dekat. Dan bahkan ada yang

86
berani menduga-duga waktu terjadinya kiamat.
Padahal, hanya Allah yang tau tentang kiamat,
tidak ada yang mengetahui tentang itu kecuali
Dia.
Kini permasalahanmya bukan tentang kira-
mengira tentang kiamat. Tapi kita harus sadar
apakah ada bekal kita nanti untuk diakhirat, jika
kiamat telah datang.
Saudaraku sekalian, ibaratkan jika kita ingin
naik pesawat, tentu kita harus berlomba untuk
membeli tiket terlebih dahulu, baru kita bisa
menaiki pesawat itu dan terbang keangkasa.
Kemudian jika kita ingin masuk ke taman
pariswisata tentu kita harus membeli dulu tiket
untuk masuk kesana. Untuk melihat keindahan
alam.
Kemudian, mari kita kaitkan kesurga tadi.
Kalaulah naik pesawat dan masuk pariwisata
saja harus pakai tiket. Apalagi naik dan masuk
kesurga.
Dan zaman sekarang kita harus cepat
mendapatkan tiket itu, karena kita tidak tau
kapan ajal datang dan entah kapan kiamat
terjadi. Mari kita bersiap.
Lalu bagaimana cara mendapatkan tiket
tersebut. Caranya cukup mudah.

87
Untuk masuk surga kita harus punya empat
tiket. Yaitu:

1.Iman.
Mengapa iman?, karena bagaimana bisa kita
masuk surga, kalau kita tidak percaya sama yang
punya surga. Siapa yang punya? Yaitu Allah SWT.
Jadi kita harus yakin dan percaya dulu sama
Allah SWT yang punya surga itu. Baru kita bisa
kesurga.
Seperti dalil berikut.
Allah SWT berfirman:

“Maka adapun orang-orang yang beriman dan


mengerjakan kebajikan, maka Tuhan
memasukkan mereka ke dalam surgaNya.
Demikian itulah kemenangan yang nyata”.
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 30)
Allah SWT berfirman:

88
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri
kepada Tuhan, mereka itu penghuni surga,
mereka kekal di dalamnya.”. (QS. Hud 11: Ayat
23)

2.Amal Soleh(perbuatan baik)


Ternyata kalau cuma iman tidak lah cukup
untuk masuk surga. Maka harus ada amal soleh.
Jadi berbuat baiklah karena Allah dan berbuat
baiklah pada sesama makhluk. Amal soleh yang
bagaimana? Yaitu seperti suka beribadah
kepada Allah, membantu orang tua, menuntut
ilmu, bersodakoh dan banyak lagi, selagi
perbuatan itu dilakukan ikhlas karena Allah.
Maka itu akan bernilai ibadah, setiap bernilai
ibadah tentu itu amal soleh.
Seperti dalil berikut
Allah SWT berfirman:

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang


yang beriman dan beramal saleh (bahwa)

89
mereka akan mendapat ampunan dan pahala
yang besar(surga)”. (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 9)
“Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan
mereka dan surga-surga yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di
dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi
orang-orang yang beramal”.(QS. Ali ‘Imran 3:
Ayat 136)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat
surga-surga yang penuh kenikmatan”. (QS.
Luqman 31: Ayat 8).
Namun dalam hadits berkata:
Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan
memasukkan seseorang ke dalam surga.”
“Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya
beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun
tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan
rahmat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Maksud hadits diatas ialah, bahwa amal kita
tidak bisa menghantarkan kita kesurga, tapi kita
bisa masuk surga, itu karena rahmat Allah.
Rahmat Allah disini maksudnya Adalah.

90
 Allah memberi Rahmat berupa hidayah
kepada siapa saja yang Dia kehendaki agar
hambaNya bisa beramal soleh.
 Allah memberikan RahmatNya dengan
menciptakan surga sebagai balasan untuk
hambaNya yang beramal soleh.
Jadi dapat disimpulkan, jika tidak ada Rahmat
Allah, maka mana mungkin kita bisa kesurga.
3.Mengajak kepada jalan yang benar(Dakwah).
Mengapa dakwah? Karena dakwah itu sangat
diperlukan, jika kita tidak berdakwah berarti
kita sudah tidak mematuhi perintah Allah. Dan
bayangkan saja jika tidak ada dakwah, pasti
manusia dimuka bumi ini akan banyak
melakukan pelanggaran. Maka dari itu bagi yang
merasa mukminin dan yang ingin mendapat
tiket kesurga maka harus berdakwah,
Dakwah seperti apa, yaitu amar makruf nahi
munkar, seperti perintah Allah
Allah SWT berfirman:

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan


orang yang menyeru kepada kebajikan,

91
menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah
dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-
orang yang beruntung”. (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat
104)
Seperti, jika kamu melihat teman mu malas
solat, maka ajaklah dia untuk solat, jika ada yang
ingin pergi berzina maka laranglah ia, dan
bawalah dia ketempat yang aman dari maksiat
seperti pergi ikut pengajian.
Alhamdulillah jika kita dianugerahi Allah ilmu
yang mempuni, maka berdakwahlah ke orang
kafir, ajaklah mereka memeluk agama islam.
Allah SWT berfirman:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu


dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan
berdebatlah dengan mereka dengan cara yang
baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih
mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan

92
Dialah yang lebih mengetahui siapa yang
mendapat petunjuk”. (QS. An-Nahl 16: Ayat 125)
Dan jika kemampuan kita belum mempuni,
maka berdakwahlah pada saudara kita sesama
muslim saja agar tidak berbuat maksiat.
Tidak ada alasan untuk berdakwah. Jika cacat.
buta, maka dakwahilah manusia dengan lisan.
Jika bisu maka cegahlah orang yang berbuat
maksiat jika engkau melihatnya. Jika tuli, Maka
berdakwahlah dengan lisan dan mata.
Jika engkau baik-baik saja maka patuhilah
perintah Allah, serulah manusia kejalan Allah
SWT.
Dan jangan menganggap remeh dakwah, perlu
diketahui, Profesi para Nabi adalah Dakwah,
bukan penyanyi ataupun aktor.
Allah SWT berfirman:

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya


daripada orang yang menyeru kepada Allah dan
mengerjakan kebajikan dan berkata, Sungguh,

93
aku termasuk orang-orang muslim (yang
berserah diri)?” (QS. Fussilat 41: Ayat 33),
Lalu mungkin kita bertanya, bagaimana jika
orang yang kita dakwahi tidak menanggapi kita?
Allah SWT berfirman:
“Dan barang siapa tidak menerima (seruan)
orang yang menyeru kepada Allah (Muhammad)
maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari
siksaan Allah di bumi, padahal tidak ada
pelindung baginya selain Allah. Mereka berada
dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Ahqaf 46:
Ayat 32)
Allah SWT berfirman:
“Kemudian jika mereka membantah engkau
(Muhammad) katakanlah, Aku berserah diri
kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang
yang mengikutiku. Dan katakanlah kepada
orang-orang yang telah diberi kitab dan kepada
orang-orang buta huruf, Sudahkah kamu masuk
Islam? Jika mereka masuk Islam, berarti mereka
telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka
berpaling, maka kewajibanmu hanyalah
menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-
hamba-Nya”.
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 20)
Allah SWT berfirman:

94
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya
engkau (Muhammad) hanyalah pemberi
peringatan,”. (QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 21)

4.Bersabar dan Saling mengingatkan agar


bersabar.
Inilah yang paling umum dikatakankan namun
tidak semua orang bisa melakukan. Maksud
sabar disini ialah, diri kita sendiri harus
bersabar, dalam menghadapi cobaan dari Allah.
Dan saling mengingatkan saudara kita sesama
mukmin untuk bersabar.
Memang untuk bersabar memanglah sulit,
terkadang kita menerima hinaan dari orang lain,
yang begitu menyakitkan hati kita, yang
mungkin tidak bisa kita terima. Tapi yakinlah
bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar,
seperti dalil berikut:
Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah


pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan

95
sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang
sabar.”. (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 153)

Dan mungkin kita tidak sanggup menerima


cobaan dari Allah.
Mungkin saja berupa sakit.
Perlu diketahui bahwa sakit adalah penggugur
dosa, seperti hadits nabi:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu
penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan
mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti
pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” [HR.
Bukhari dan Muslim]
Dan Allah juga berfirman, bahwa orang yang
bersabar pahalanya tanpa batas
Allah SWT berfirman:
”,,,Hanya orang-orang yang bersabarlah yang
disempurnakan pahalanya tanpa batas”.
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 10)
“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”.
(QS. Ali-Imran: 146)
Janganlah bersedih dalam menerima cobaan.
Tidak lah hanya satu orang yang di uji oleh Allah,
tapi semua manusia dimuka bumi ini pasti di uji
Allah. Namun hanya orang-orang yang
bersabarlah yang mendapatkan kebahagiaan.

96
Allah berfirman:
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar
gembira kepada orang-orang yang sabar”
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa
musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna
ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan
kepada-Nyalah kami kembali).”. (QS. Al-Baqarah:
155-156)
Sebenarnya bersabar itu sangatlah istimewa,
seperti dalil-berikut
“Dan orang yang sabar karena mengharap
keridaan Tuhannya, melaksanakan sholat, dan
menginfakkan sebagian rezeki yang Kami
berikan kepada mereka, secara sembunyi atau
terang-terangan serta menolak kejahatan
dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat
tempat kesudahan (yang baik),”
“(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke
dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari
nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan
anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke
tempat-tempat mereka dari semua pintu;”
“(sambil mengucapkan), Selamat sejahtera
atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah

97
nikmatnya tempat kesudahan itu.”(QS. Ar-Ra’d:
22-24).

Itulah, hikmah-hikmah dari sabar.


Maka dari itu kita harus senantiasa bersabar,
namun maksudnya adalah bersabar yang ikhlas,
dalam arti bersabar karena Allah, bukan karena
yang lain. Seperti dalil berikut:

“Dan karena Tuhanmu, bersabarlah”. (QS. Al-


Muddassir 74: Ayat 7)
Jadi, marilah kita bersabar, dalam menghadapi
cobaan dari Allah, dan jangan lupa, ingatkan lah
saudara kita agar selalu bersabar.
Allah SWT berfirman:

“Kemudian dia termasuk orang-orang yang


beriman, dan saling berpesan untuk bersabar

98
dan saling berpesan untuk berkasih sayang”. (QS.
Al-Balad: 17).
Nah, itulah dia sauadaraku mengenai
pembahasan tentang bagaimana cara kita
menggapai surganya Allah SWT.
Metode-metode diatas sebenarnya sudah di
rangkum Allah dalam Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman:

“Demi Masa
Sungguh manusia itu dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan kebajikan serta saling menasihati

99
untuk kebenaran dan saling menasihati untuk
kesabaran.”.(QS. Al-‘Asr: 1-3)
Maka dari itu saudaraku sekalian saya ingatkan
kembali, bahwa kita tidak tau kapan ajal datang
dan kapan kiamat terjadi. Namun setidaknya
kita harus membekali diri untuk menghadapi itu
semua, kita selalu berharap dan berdo’a kepada
Allah agar kita dimasukkan kesurgaNya. Dan
kita memohon agar Allah selalu melimpahkan
RahmatNya kepada kita, baik di dunia maupun
di akhirat. Dan semoga kita tetap Istiqomah
dijalan Allah SWT.

“Aamiin”

100
Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin

“Maha Suci Engkau, Ya Allah dengan memujiMu,


Aku bersaksi Tiada Ilah Kecuali Engkau, aku
memohon ampunanMu, dan aku bertobat
kepadaMu."

101