Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pernahkah kalian belanja? Pasti setiap hari manusia selalu belanja bukan? Contohnya
saja kalian belanja di toko besar atau mall.Ketika kalian sudah selesai belanja pasti kalian
mengantri untuk membayar sesuai dengan orang yang mengantri di kasir secara teratur atau
tertib agar semuanya tidak ada yang saling desak desakkan dan membuat nyaman
semuanya.Segala sesuatu yang teratur ternyata memudahkan seseorang untuk
beraktifitas,bukan?

Keteraturan merupakan salah satu yang mendasari beberapa ahli kimia dunia untuk
berusaha mengelompokkan unsur-unsur yang ada di alam ini agar mudah dipelajari oleh
kita.Keteraturan yang dimaksud bisa berupa keteraturan sifat fisik atau kimia dari unsur-unsur
tersebut.Keteraturan sifat fisik dan sifat kimia unsur-unsur,oleh ahli kimia dituangkan dalam
bentuk tabel periodik unsur.Tabel periodik unsur sangat membantu kita dalam mempelajari
sifat-sifat unsur dan ketentuannya.

Tahukah kamu ,dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi,dikenal


berbagai macam bentuk tabel periodik unsur.Mungkin selama ini kamu hanya tahu bahwa tabel
periodik unsur mempunyai bentuk seperti tabel pada umumnya yang terdir atas lajur vertikal
dan lajur horisontal.Ternyata,tabel periodik unsur dapat dibuat menjadi beragam bentuk
seperti kupu-kupu,rumah,bahkan bentuk seperti binatang.Itulah manfaat dari kemajuan
teknologi dan meningkatnya peradaban manusia,sehingga mampu mengembangkan sesuatu
yang bisa menjadi sesuatu yang luar biasa dan lebih menarik.

2.Tujuan
Untuk memberikan suatu pengetahuan informasi tentang tabel periodik dan perkembangan
unsur-unsur yang harus kita ketahui lebih dalam lagi .

3. Rumusan masalah
Topik permasalahan dalam makalah ini yaitu mengenai, system perkembangan periodik unsur,
dan akan menjelaskan hukum-hukum yang ditemukan.

Sistem Periodik Unsur | 1


BAB II
PEMBAHASAN

A.Perkembangan sistem periodik Unsur


Unsur-unsur yang dikenal manusia semakin hari semakin banyak,sehingga untuk
mengenal dan mempelajarinya secara mudah perlu dilakukan pengelompokkan.Hal itu disadari
oleh ilmuan kimia pada pertengahan akhir abad ke-19 yang peduli dengan kesulitan orang
dalam mempelajari unsur-unsur yang ada saat itu.

1.Hukum Triade Dobereiner

Pada tahun 1829 Johann Wolfgang Dobereiner (1780-1849),seorang professor kimia di


Jerman, mengemukakan bahwa massa atom relatif Strontium sangat dekat dengan massa rata-
rata dari dua unsur lain yang mirip dengan strontium, yaitu Kalsium dan Barium. Dobereiner
juga menemukan beberapa kelompok unsur lain seperti itu. Karena itu, Dobereiner mengambil
kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur
yang disebutnya Triade.Akan tetapi, Dobereiner belum berhasil menunjukkan cukup banyak
triade sehingga aturan tersebut bermanfaat.

Penggambaran Triade Doberainer adalah sebagai berikut :

Rata-rata Unsur
TRIADE Ar
ditengah
Kalsium 40
Stronsium ?
Barium 137

Meskipun gagasan yang dikemukakan oleh Dobereiner selanjutnya gugur (tidak berhasil), tetapi
hal tersebut merupakan upaya yang pertama kali dilakukan dalam menggolongkan unsur.

2.Hukum Oktaf Newland

Pada tahun 1865 John Alexander Reina Newland (1838-1898) seorang ahli kimia
berkebangsaan Inggris mengemukakan bahwa unsur-unsur yang disusun berdasarkan urutan
kenaikan massa atomnya mempunyai sifat yang akan berulang tiap unsur kedelapan. Artinya,
unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan
seterusnya.

Sifat keperiodikan unsur berdasarkan urutan kenaikan massa atom setiap kelipatan
delapan dinamakan hukum oktaf.Saat itu, baru ditemukan 60 unsur. Gas mulia tidak termasuk
dalam pengelompokan sistem oktaf karena belum ditemukan .

Sistem Periodik Unsur | 2


Berikut ini disampaikan pengelompokan eriod berdasarkan erio oktaf Newlands, yaitu sebagai
berikut :

H F Cl Co/Ni Br Pd I Pt
Li Na K Cu Rb Ag Cs Tl
Be Mg Ca Zn Sr Cd Ba/V Pb
B Al Cr Y Ce/La U Ta Th
C Si Ti In Zr Sn W Hg
N P Mn As Di/Mo Sb Nb Bi
O S Fe Se Ro/Ru Te Au Os

Beberapa eriod ditempatkan tidak urut sesuai massanya dan terdapat dua eriod yang
ditempatkan di kolom yang sama karena kemiripan sifat.Hukum oktaf hanya berlaku untuk
eriod-unsur ringan.Jika diteruskan,ternyata kemiripan sifat terlalu dipaksakan.Misalnya,Zn
mempunyai sifat yang cukup berbeda dengan Be,Mg,dan Ca.Hal itu merupakan kelemahan erio
oktaf.Anggapan akan kegagalan usaha pengelompokan eriod-unsur oleh Newlands
memunculkan upaya baru dari para ahli kimia untuk mencari pola pengelompokkan eriod-unsur
yang lebih tepat.

3.Hukum Periodik Mendeleyev

Pada tahun 1869, Dmitri Ivanovich Mendeleyev seorang ahli kimia berkebangsaan
Rusia menyusun 65 unsur yang sudah dikenal pada waktu itu. Mendeleev mengurutkan eriod-
unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dan sifat kimianya.

waktu yang sama, Julius Lothar Meyer membuat susunan eriod-unsur seperti yang
dikernukakan oleh Mendeleyev. Hanya saja, Lothar Meyer menyusun eriod-unsur tersebut
berdasarkan sifat fisiknya. Meskipun ada perbedaan, tetapi keduanya menghasilkan
pengelompokan eriod yang sama.

Mendeleyev menyediakan kotak kosong untuk tempat eriod-unsur yang waktu itu belum
ditemukan, seperti eriod dengan nomor massa 44, 68, 72, dan 100. Mendeleyev telah meramal
sifat-sifat eriod tersebut dan ternyata ramalannya terbukti setelah eriod-unsur tersebut
ditemukan.Susunan eriod-unsur berdasarkan erio Mendeleev disempurnakan dan dinamakan
eriod eriodic Mendeleyev.

Sistem periodik Mendeleev terdiri atas golongan( eriod-unsur yang terletak dalam satu
kolom) dan periode( eriod-unsur yang terletak dalam satu baris). Tabel eriod periodik
Mendeleyev yang dibuat adalah sebagai berikut :

Sistem Periodik Unsur | 3


Period
Gol.I Gol.II Gol.III Gol.IV Gol.V Gol.VI Gol.VII Gol.VIII
e
1 H1
2 Li 7 Be 9,4 B 11 C 12 N 14 O 16 F 19
3 Na 23 Mg 24 Al 27,3 Si 28 P 31 S 32 C 35,5
4 K 39 Ca 40 ? (44) Ti 48 V 51 Cr 52 Mn 55 Fe 56, Co 59
Ni 59, Cu 63
5 Cu 63 Zn 65 ? (68) ? (72) As 75 Se 78 Br 80
Ru 104
Rh 104
6 Rb 86 Sr 87 ?Yt 88 Zr 90 Nb 94 Mo 96 ? (100)
Pd 106
Ag 108
7 Ag 108 Cd 112 In 115 Sn 118 Sb 122 Te 125 I 127
8 Cs 133 Ba 137 ?Di 138 ?Ce 140 ? ? ? ?
9 ? ? ? ? ? ? ?
Os 195
Ir 197
10 ? ? ?Er 178 ?La 180 Ta 182 W 184 ?
Pt 198
Au 199
11 Au 199 Hg 200 Tl 204 Pb 207 Bi 208 ? ?
12 ? ? ? Th 231 ? U 240 ?

Mendeleyev memiliki kelebihan bahwa ia berani menukar letak unsur-unsur demi


mempertahankan kemiripan sifat periodik,meskipun hal itu menyalahi atuan keperiodikkan yang
dikemukakan,yaitu massa atomnya menjadi menurun bukan naik.Beberapa pasang unsur yang
dipertukarkan adalah Co (massa atom 58,9) dan Ni (massa atom 58,7),Te (massa atom
127,6),dengan I (massa atom 126,9).Kehebatan lainnya adalah Mendeleyev mampu meramalkan
akan ditemukannya unsur-unsur dengan massa atom 44,68,72,dan 100 pada tabel periodik yang
dikemukakan dengan memberi tempat kosong pada urutan massa atom itu.Ternyata unsur-unsur
tersebut benar ada dan ditemukan kemudian,yaitu unsur Sc,Ga,Ge,dan Te.

Pengelompokan Mendeleyev lebih mementingkan kesamaan sifat eriod-unsur daripada


kenaikkan massa atom relatifnya,sehingga tersisa tempat-tempat kosong dalam erio eriodic
yang terbentuk.Tempat kosong tersebut kelak akan diisi dengan eriod-unsur yang akan
ditemukan.Mendeleyev yakin masih ada eriod yang belum dikenal yang nanti akan menempati
Golongan III yang kosong.Ternyata,beberapa tahun kemudian eriod-unsur yang diramalkan
sangat mirip dengan yang telah diramalkan eriodic v.Misalnya,germanium(Ge) ditemukan pada
tahun 1886 yang oleh eriodic v dinamai eksasilin(Es).Hal itu membuktikan keunggulan erio
eriodic Mendeleyev.

Sistem Periodik Unsur | 4


Ramalan untuk
Sifat Fakta untuk Ge(1986)
ES(1872/1871)

Keadaan Logam padat Logam padat


Warna Putih Putih abu-abu
Massa atom relative 72 72,595
Massa jenis(g.cm-3) 5,4 5,36
Kalor jenis(J.g-1.K-1) 0,31 0,31
Rumus oksida XO2 GeO2
Massa jenis oksida(g.cm-3) 4,7 4.70
Rumus klorida XCl4 GeCl4
Massa jenis klorida(g.cm-1) 1,9 1,84

Dengan demikian,hukum periodik dari mendeleyev telah teruji.Hukum periodik yang


mengatakan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya telah
memenuhi kedua fungsi utamanya,yaitu:

1.Berhasil mengelompokkan unsur-unsur atas dasar kemiripan sifat

2.Berhasil meramalkan sifat-sifat unsur,baik yang telah dikenal maupun yang belum dikenal

3.Pengelompokan Unsur Berdasarkan Sistem Periodik Modern

Sistem periodik Mendeleyev dikemukakan sebelum penemuan teori struktur atom, yaitu
partikel-partikel penyusun atom.Partikel penyusun inti atom yaitu proton dan neutron, sedangkan
elektron mengitari inti atom. Setelah partikel-partikel penyusun atom ditemukan, ternyata ada
beberapa unsur yang mempunyai jumlah partikel proton atau elektron sama, tetapi jumlah
neutron berbeda. Unsur tersebut dikenal sebagai isotop. Jadi, terdapat atom yang mempunyai
jumlah proton dan sifat kimia sama, tetapi massanya berbeda karena massa proton dan neutron
menentukan massa atom. Dengan demikian, sifat kimia tidak ditentukan oleh massa atom, tetapi
ditentukan oleh jumlah proton dalam atom tersebut. Jumlah proton digunakan sebagai nomor
atom unsur dan unsur- unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom.Ternyata, kenaikan
nomor atom cenderung diikuti dengan kenaikan massa atomnya.

Keperiodikan sifat fisika dan kimia unsur disusun berdasarkan nomor


atomnya.Pernyataan tersebut disimpulkan berdasarkan hasil percobaan Henry Moseley (1887-
1915) pada tahun 1914.Sistem periodik yang telah dikemukakan berdasarkan percobaan Henry
Moseley merupakan sistem periodik modern dan masih digunakan hingga sekarang. Sistem
periodik unsur modern merupakan modifikasi dari sistem periodik Mendeleyev.Perubahan dan
penyempumaan dilakukan terhadap sistern periodik Mendeleyev terutama setelah penemuan
unsur-unsur gas mulia.Mendeleyev telah meletakan dasar-dasar yang memungkinkan untuk
perkembangan sistem periodik unsur.
Sistem Periodik Unsur | 5
Bunyi Hukum Sistem Periodik Modern
Sifat unsur-unsur merupakan fungsi berkala dari nomor atom.Jika atom-atom disusun
berdasarkan kenaikan nomor atom,maka akan terjadi pengulangan sifat,baik sifat fisika
maupun kimia secara periodik.

IA VII
I
H IIA IIIA IVA VA VIA VIIA He 1
Li Be B C N O F Ne 2
Na Mg III IV VB VIB VII IB IIB Al Si P S Cl Ar 3
--VIIIB--
B B
K Ca Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn Ga Ge As Se Br Kr 4
Rb Sr Y Zr Nb Mo Tc Ru Rh Pd Ag Cd In SN Sb Te I Xe 5
Cs Ba ‘Lu Hf Ta W Re Os Ir Pt Au Hg Ti Pb Bi Po At Rn 6
Fr Ra “Li Db Ji Rf Bh Hn Mt 7

‘La Ce Pr Nd Pm Sm Eu Gd Tb Dy Ho Er Tm Yb
“Ac Th Pa U Np Pu Am Cm Bk Cf Es Fm Md No
Tabel periodik Moseley

Sehubungan dengan semakin banyaknya penemuan unsure baru,maka saat ini


berkembang table periodik modern yang sedikit berbeda dengan susunan table periodik
Mendeleyev.International Union of pure and Applied Chemistry (IUPAC) sekarang ini
memperkenalkan bentuk table periodic unsure dimana Golongan diberi nomor 1-18,sedangkan
perioda tetap dengan nomor 1-7 seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

Sistem Periodik Unsur | 6


Tabel periodik unsur modern disusun berdasarkan hal-hal berikut.
a. Setiap unsur menempati satu kotak yang berisi nomor atom,lambang atom,dan massa atom.Kotak ini
diletakkan berdasarkan kenaikkan nomor atom dari kiri ke kanan.

b. Kotak-kotak tersebut disusun dalam satu perioda(garis mendatar/horisontal) dan golongan(garis


vertikal)

c. Setiap perioda memiliki nomor masing-masing mulai dari 1-7.Golongan memiliki nomor dari 1-8 dan
ditambahkan huruf A dan B.Sistem yang baru golongan,golongan diberi nomor 1-18 tanpa huruf,tetapi
masih banyak ahli kimia yang menggunakan cara lama.

d. Kedelapan golongan A(dua dikiri dan enam dikanan) disebut sebagai unsur golongan utama dan
golongan B(berada diantara golongan 2A(2)dan 3A (13) adalah unsur transisi.Dua deret horisontal unsur
transisi dalam,yaitu golongan lantanida dan aktinida,tepat diantara golongan 3B (3) dan golongan 4B (4)
dan biasanya ditempatkan dibawah tabel utama (siberbeg,2003).

Sistem Periodik Unsur | 7


B.Golongan Dan Perioda Unsur-unsur dalam Tabel Periodik

Unsur-unsur dalam tabel sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor
atom. Karena sistem periodik yang disusun berbentuk panjang, maka tabel periodik yang
sekarang ini disebut tabel periodik panjang. Terkadang disebut pula tabel periodik modern,
dikarenakan disusun oleh konsep-konsep yang sudah modern.

Berbeda dengan tabel periodik Mendeleyev, karena berbentuk pendek, maka sering
disebut sistem periodik pendek. Pada sistem periodik bentuk panjang, sifat unsurnya merupakan
fungsi periodik dari nomor atomnya. Hal ini berarti bahwa sifat unsur tergantung dari nomor
atomnya.

Pada tabel periodik bentuk panjang, juga dikenal istilah periode dan golongan.
Penyusunan unsur dengan arah mendatar ke kanan disebut periode, sedangkan penyusunan
unsur dengan arah ke bawah disebut golongan. Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas 7
periode dan 8 golongan. Adapun tampilan fisik tabel Sistem Periodik Modern, adalah sebagai
berikut: periode dibedakan menjadi periode pendek dan periode panjang, sedangkan golongan
dibedakan menjadi golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Periode
pendek mencakup periode 1 (terdiri dari 2 unsur), periode 2 (terdiri dari 8 unsur) dan periode 3
(terdiri dari 8 unsur). Sedangkan periode panjang mencakup periode 4 sampai dengan periode 7.

a. Golongan

Golongan unsur pada sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan jumlah elektron
valensi (elektron yang terletak pada kulit terluar). Unsur dalam satu golongan mempunyai sifat
yang cenderung sama dan ditempatkan dalam arah vertikal (kolom).

Pada sistem periodik unsur modern, golongan dibagi menjadi 18 berdasarkan aturan
IUPAC. Berdasarkan aturan Amerika, sistem periodik unsur modern dibagi dua golongan yaitu
golongan A dan B. Jadi, golongan unsur dari kiri ke kanan ialah IA, IIA, 11113, IVB, VB, VIB,
VIIB, VIIIB, IB, 1113, IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, dan VIIIA. Umumnya, digunakan pembagian
golongan menjadi A dan B.

Sistem Periodik Unsur | 8


Golongan unsur pada sistem periodik unsur modern mempunyai nama khusus yaitu sebagai
berikut :

Golongan Nama Khusus Unsur-unsur


IA 1 Alkali Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr
IIA 2 Alkali Tanah Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra
IIIA 13 Boron B, Al, Ga, In, dan Tl
IVA 14 Karbon C, Si, Ge, Sn, dan Pb
VA 15 Nitrogen N, P, As, Sb, dan Bi
VIA 16 Oksigen O, S, Se, Te, dan Po
VIIA 17 Halogen F, Cl, Br, I, dan At
VIIIA 18 Gas Mulia He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn

b. Periode

Periode unsur pada sistem periodik unsur modem disusun dalam arah horisontal (baris)
untuk menunjukkan kelompok unsur yang mempunyai jumlah kulit sama.

Sistem periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode sebagai berikut :

1)        Periode 1 = periode sangat pendek berisi 2 unsur, yaitu H dan He

2)        Periode 2 = periode pendek berisi 8 unsur

3)        Periode 3 = periode pendek berisi 8 unsur

4)        Periode 4 = periode panjang berisi 18 unsur

5)        Periode 5 = periode panjang berisi 18 unsur

6)        Periode 6 = periode sangat panjang berisi 32 unsur

7)        Periode 7 = periode yang unsur-unsurnya belum lengkap berisi 30 unsur

Pada periode 6 termasuk periode sangat panjang, yaitu berisi 32 unsur.Golongan IIIB
periode 6 berisi 14 unsur dengan sifat mirip yang dinamakan golongan lantanida.Begitu juga
golongan IIIB periode 7 berisi 14 unsur dengan sifat mirip dinamakan golongan aktinida. Unsur
golongan aktinida dan lantanida biasanya dituliskan terpisah di bawah. Golongan lantanida dan
aktinida disebut golongan transisi dalam.

Sistem Periodik Unsur | 9


C.Sistem Keperiodikan Unsur

Beberapa sifat periodik yang akan dibicarakan di sini adalah jari-jari


atom,energy ionisasi,keelektronegatifan,afinitas elektron,sifat logam,dan titik leleh serta
titik didih (Martin S. Silberberg, 2000).

1. Jari-jari Atom
Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar. Bagi unsur-unsur yang
segolongan, jari-jari atom makin ke bawah makin besar sebab jumlah kulit yang dimiliki atom
makin banyak, sehingga kulit terluar makin jauh dari inti atom.

Unsur-unsur yang seperiode memiliki jumlah kulit yang sama. Akan tetapi, tidaklah
berarti mereka memiliki jari-jari atom yang sama pula. Semakin ke kanan letak unsur, proton dan
elektron yang dimiliki makin banyak, sehingga tarik-menarik inti dengan elektron makin kuat.
Akibatnya, elektron-elektron terluar tertarik lebih dekat ke arah inti. Jadi, bagi unsur-unsur yang
seperiode, jari-jari atom makin ke kanan makin kecil.

Sistem Periodik Unsur | 10


Dalam satu golongan, konfigurasi unsur-unsur satu golongan mempunyai jumlah elektron
valensi sama dan jumlah kulit bertambah. Akibatnya, jarak elektron valensi dengan inti semakin
jauh, sehingga jari-jari atom dalam satu golongan makin ke bawah makin besar.
Jadi dapat disimpulkan:
1) Dalam satu golongan, jari-jari atom bertambah besar dari atas kebawah.
2) Dalam satu periode, jari-jari atom makin kecil dari kiri ke kanan.

2. Energi Ionisasi
Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar suatu
atom. Energi ionisasi ini dinyatakan dalam satuan kJ mol–1. Unsur-unsur yang segolongan,
energi ionisasinya makin ke bawah semakin kecil karena elektron terluar makin jauh dari inti
(gaya tarik inti makin lemah), sehingga elektron terluar makin mudah dilepaskan. Sedangkan
unsur-unsur yang seperiode, gaya tarik inti makin ke kanan makin kuat, sehingga energi ionisasi
pada umumnya makin ke kanan makin besar. Ada beberapa perkecualian yang perlu
diperhatikan. Golongan IIA, VA, dan VIIIA ternyata mempunyai energi ionisasi yang sangat
besar, bahkan lebih besar daripada energi ionisasi unsur di sebelah kanannya, yaitu IIIA dan
VIA. Hal ini terjadi karena unsur-unsur golongan IIA, VA, dan VIIIA mempunyai konfigurasi
elektron yang relatif stabil, sehingga elektron sukar dilepaskan.

Sistem Periodik Unsur | 11


3.Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dibebaskan satu atom netral dalam wujud
gas pada waktu menerima satu elektron sehingga terbentuk ion negatif.

a. Dalam satu golongan dari atas ke bawah afinitas elektron semakinkecil.


b. Dalam satu periode dari kiri ke kanan afinitas elektron semakin besar.

Penjelasan:
Apabila ion negatif yang terbentuk stabil, energi dibebaskan dinyatakan dengan tanda negatif (-).
Apabila ion negatif yang terbentuk tidak stabil, energi diperlukan/diserap dinyatakan dengan
tanda positif (+). Kecenderungan dalam afinitas elektron lebih bervariasi dibandingkan dengan
energi ionisasi.

Sistem Periodik Unsur | 12


Harga Afinitas Elektron Beberapa Unsur (kJ)/mol)

Unsur-unsur halogen (Gol. VII A) mempunyai afinitas elektron paling besar/paling


negatif yang berarti paling mudah menerima elektron. Kecenderungan afinitas elektron
menunjukkan pola yang sama dengan pola kecenderungan energi ionisasi.

Grafik kecenderungan afinitas elektron 20 unsur pertama dalam SPU

4.Keelektronegatifan

Sistem Periodik Unsur | 13


Adalah suatu bilangan yang menyatakan kecenderungan suatu unsur menarik elektron
dalam suatu molekul senyawa.

a. Dalam satu golongan dari atas ke bawah keelektronegatifan semakin berkurang.


b. Dalam satu periode dari kiri ke kanan keelektronegatifan semakin bertambah.

Penjelasan:
Tidak ada sifat tertentu yang dapat diukur untuk menetukan/membandingkan keelektronegatifan
unsur-unsur. Energi ionisasi dan afinitas elektron berkaitan dengan besarnya daya tarik elektron.
Semakin besar daya tarik elektron semakin besar energi ionisasi, juga semakin besar (semakin
negatif) afinitas elektron.Jadi, suatu unsur (misalnya fluor) yang mempunyai energi ionisasi dan
afinitas elektron yang besar akan mempunyai keelektronegatifan yang besar.

Semakin besar keelektronegatifan, unsur cenderung makin mudah membentuk ion


negatif. Semakin kecil keelektronegatifan, unsur cenderung makin sulit membentuk ion negatif,
dan cenderung semakin mudah membentuk ion positif.

Skala Elektronegativitas Unsur-Unsur dalam Tabel Periodik Unsur

5.Sifat logam dan non logam


Dalam satu golongan dari atas ke bawah sifat logam makin besar dan sifat non logam makin
kecil.Sedangkan dalam satu perioda dari kiri ke kanan sifat logam makin kecil dan sifat non logam makin
besar.

Sistem Periodik Unsur | 14


6. Kereaktifan

Reaktif artinya mudah bereaksi. Unsur-unsur logam pada system periodik, makin ke
bawah makin reaktif, karena makin mudah melepaskan elektron. Unsur-unsur bukan logam pada
sistem periodik, makin ke bawah makin kurang reakatif, karena makin sukar menangkap
electron.

Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya melepas atau menarik


elektron. Jadi, unsur logam yang paling reatif adalah golongan VIIA (halogen). Dari kiri ke
kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga
golongan VIIA. Golongan VIIA tidak rekatif.

Bab III
Penutup

Kesimpulan
Tabel periodik dibuat untuk memudahkan mempelajari sifat-sifat
unsur.Kedudukan unsur dalam tabel periodik dapat ditentukan dengan
konfigurasi elektron.Hal itu didasarkan pada teori atom Bohr yang menyebutkan
bahwa setiap elektron mengelilingi inti atom dalam lintasan tertentu yang disebut
orbit.Jumlah kulit yang dimiliki atom menunjukkan periodanya dan jumlah
elektron valensi menunjukkan golongannya.Dalam tabel periodik terdapat
beberapa sifat yang memiliki kecendrungan keperiodikkan, antara lain jari-jari
atom,energi ionisasi,afinitas elektron,dan keelektronegatifan.
Dalam satu golongan dari atas ke bawah ,jari-jari atom,energi
ionisasi,afinitas elektron,dan keelektronegatifan berturut turut semakin
panjang,kecil,besar.Sedangkan dalam satu perioda dari kiri ke kanan terjadi
sebaliknya.Jari-jari ion negatif lebih panjang dari jari-jari atom normalnya.

Sistem Periodik Unsur | 15


Daftar Pustaka

http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/sifat-sifat-periodik-unsur.html

http://books.google.co.id/books?
id=Lh1_XFH6lOQC&pg=PT32&dq=sistem+periodik+unsur&hl=en&sa=X&ei=mKM9Ut6QH8iXrAfZxICQBw
&redir_esc=y#v=onepage&q=sistem%20periodik%20unsur&f=false

Das saliriwati,dkk,2013.belajar kimia secara menarik untuk SMA/MA kelas X,grasindo,Jakarta.

https://www.google.com/search?
q=sistem+periodik+unsur&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=eL49UtnAM8iXrAfZxICQBw&sqi=2&ved=0C
AcQ_AUoAQ&biw=1366&bih=664&dpr=1&sout=0

Sistem Periodik Unsur | 16