Anda di halaman 1dari 5

LANDASAN KULTURAL PENDIDIKAN

MakalahiniDisusununtukMemenuhiTugas
Mata KuliahIlmuPendidikankonprehensif

DosenPengampu:Drs. Syamsudin, M.Pd.

DisusunOleh :

1. Muhammad faridi (20140720 )


2. Khoirulumam (20140720158)
3. Dea al kamalkhash (20140720180)
4. Irmansyah (20140720 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
PERIODE 2014/2015
BAB I
PEMBAHASAN

A. Pengertian Landasan Kultural


            Kebudayaan menurut Taylor adalah totalitas yang kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat, dan kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan
yang diperoleh orang sebagai anggotamasyarakat (Imran Manan,1989).
            Hal ini tidak di setujui  Hassan (1983), Ia mengemukakan bahwa kebudayaan adalah
keseluruhan hasil manusia hidup bermasyarakat yang berisi aksi-aksi  terhadap dan oleh sesama
manusia sebagai anggota masyarakat yang merupakan kepandaian, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum,adat istiadat dan lain-lain kepandaian.
            Sedangkan Kneller mengatakan kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan
oleh anggota-anggota masyarakat (Imran Manan,1989).
Ada 8 Komponen Kebudayaan sbb:
1.   Gagasan                                        5. Benda
2.    Ideologi                                         6. Kesenian
3.    Norma                                           7. Ilmu
4.    Teknologi                                     8. Kepandaian
Landasan kultural mengandung makna norma dasar pendidikan yang bersumber dari
norma kehidupan berbudaya yang dianut oleh suatu bangsa. Untuk memahami kehidupan
berbudaya suatu bangsa kita harus memusatkan perhatian kita pada berbagai dimensi
(Sastrapratedja, 1992:145): kebudayaan terkait dengan ciri manusia sendiri sebagai mahluk yang
“belum selesai” dan harus berkembang, maka kebudayaan juga terkait dengan usaha pemenuhan
kebutuhan manusia yang asasi:   
Kebudayaan dapat dikelompokan menjadi tiga macam,yaitu:
1.      Kebudayaan umum,misalnya kebudayaan Indonesia
2.      Kebudayaan daerah,misalnya kebudayaan Jawa,Bali,Sunda,dan sebagainya
3. Kebudayaan populer,suatu kebudayaan yang masa berlakunya rata-rata lebih pendek
daripada kedua macam kebudayaan terdahulu.
B. Pengertianbudaya
Dalamistilahinggrisbudayaadalah culture, yanagberasaldaribahasalatincorele yang
berartimengelolah, mengerjakan, .haliniberartibahwabudayamerupakanaktivitasmanusia.
MenurutMargared Mead “ budayamerupakanperilaku yang di
pelajaridarisebuahmasyarakatataukelompok”. MenurutKoentjaraningratbahwa
“budayadalamartisempitmerupakankesenian,
sedangkandalamartiluaskebudayaanadalahkeseluruhangagasandankarya yang
dihasilkanmanusiamelalui proses
pembiasaandenganbelajarsertaseluruhhasilbudidankaryanya”.MenurutBullivant“
budayamerupakansuatu program untukbertahanhidupdanberadaptasiterhadaplingkungan yang
dilakukanolehsuatukelompok. Program tersebutterdiriataspengetahuan, konsep, dannilai-nilai
yang dimilikianggotakelompokmelaluisitemkomunokasi.

C. PendidikandanLandasanPendikaan

Pendidikanadalahsesuatu yang universal


danberlangsungterusmenerusdarigenerasikegenerasi.Upayamemanusiakanmannusiamelaluipendi
dikandiselenggarakansesuaidenganpandanganhidupsosialbudayasetiapmasyarakat.Pemahamante
ntanglandasanpendidiakansangatpentinguntukdigunakandalammengambilkeputusandantindakan
yang tepatdalampendididkan.Hal
inipentingkarenahasilpendidikantidaksegeranampaksehinggasetiapkeputusandantindakan yang
dilakukandalampendidikanharusdiujikebenarannya.

1. Landasansosiologis
Kegiatanpendidikannmerupakansuatu proses interaksiantarduaindividu
(pendidikdananakdidik).
Olehkarenaitukajiansosiologistentangpendidikanmencakupsemuajalurpendidikantersebut.Kegiata
npendidikan yang sistematisterjadi di lembagasekolah yang
denagnsengajadibentukolehmasyarakatdenganperrencanaandanpelaksanaan yang
mantap.Disampingsekolahdankeluarga, proses
pendidikanjugadipengaruhiolehkelompokkecildalammasyarakat.Perkembanganmasyarakat
Indonesia darimasakemasatelahmempengaruhisistempendidikannasional. Hal
tersebutsangatlahwajar, mengingatkebutuhanakanpendidikansemakinmeningkatdankomplek.
Berbagaiupayapemerintahtelahdilakukanuntukmenyesuaikanpendidikandenganperkembanganma
syarakatterutamadalamhalmenumbuhkembangkanKe-BhinekatunggalIka-an,
baikmelaluikegiatanjalursekolah (umpamanyadenganpelajaranPPKn, SejarahPerjuanganBangsa,
danmuatanlokal), maupunjalurpendidikanluarsekolah (penataran P4, pemasyarakatan P4
nonpenataran).
 
2. Landasankultural
Pendidikanselaluterkaitdenganmanusia,
sedangsetiapmanusiamenjadianggotamasyarakatdanpendukungbudaya.Kebudayaandanpendidika
nmempunyaihubungantimabalbalik.Kebudayaandapatdiwariskankegenerasiselanjutnyamelaluipe
ndidikan.Sistempendidikankitajugaberakarpadakebudayaanbangsaindonesiadanberdasarkanpanc
asiladan UUD ’45. Pelestariandanpengembangankekayaan yang unik di
setiapdaerahitumelaluiupayapendidikansebagaiwujuddarikebinekatunggalikaanmasyarakatdanba
ngsa Indonesia. Hal
iniharsulahdilaksanakandalamkerangkapemantapankesatuandanpersatuanbangsadannegaraindone
siasebagaisisiketunggal-ikaan.

 
3. LandasanPsikologis
Pemahamanterhadappesertadidik, utamanya yang
berkaitandenganaspekkejiwaanmerupakansalahsatukuncikeberhasilanpendidikan.Olehkarenaitu,
hasilkajiandanpenemuanpsikologissangatdiperlukanpenerapannyadalambidangpendidikan.Sebag
aiimplikasinyapendidiktidakmungkinmemperlakukansamakepadasetiappesertadidik,
sekalipunmerekamemilikikesamaan. Penyusunankurikulumperluberhati-
hatidalammenentukanjenjangpengalamanbelajar yang akandijadikangaris-
garisbesarpengajaransertatingkatkerincianbahanbelajar yang digariskan.
Pemahamantumbuhkembangmanusiasangatpentingsebagaibekaldasaruntukmemahamipesertadidi
kdanmenemukankeputusandanatautindakan yang tepatdalammembantu proses
tumbuhkembangitusecaraefektifdanefisien.
 
4. LandasanIlmiahdanTeknologis
Iptekmerupakansalahsatuhasilpemikiranmanusiauntukmencapaikehidupan yang
lebihbaik, yang dimualaipadapermulaankehidupanmanusia.Lembagapendidikan,
utamanyapendidikanjalursekolahharusmampumengakomodasidanmengantisipasiperkembangani
ptek.Bahan ajar sejogjanyahasilperkembanganiptekmutahir, baik yang
berkaitandenganhasilperolehaninformasimaupuncaramemprolehinformasiitudanmanfaatnyabagi
masyarakat.

C. Pendidikandalam Proses Pembudayaan


Pentingnyaperananpendidikan di dalamkebudayaanmenurutpemikiran Ki
HajarDewantaradapatkitalihatdalam ‘sistem among’ yang
berisimengajardanmendidik.Tugaslembagapendidikanbukanhanyamengajaruntukmenjadikan
orang pintardanpandaiberpengetahuandancerdas,
tetapimendidikberartimenuntuntumbuhnyabudipekertidalamkehidupan agar
supayakelakmanusiaberpribadi yang beradabdanbersusila.Selanjutnya Ki
HajarDewantaramengatakanbahwamanusiaadalahmakhluk yang
beradabdanberbudaya.Sebagaimanusiabudayaiasanggupdanmampumenciptasegalasesuatu yang
bercorakluhurdanindah, yakni yang disebutkebudayaan (Tilaar, 2002:56).
Pendidikanharusdilihatdariberbagaisudutpandangsepertifilsafat, antropologi, sosiologi,
biologi, psikologi, dansebagainya.Didalamprosspembudayaanterdapatbeberapaistilah yang
membantudalamperubahankebudayaanmanusia.Dalamprosesnyamasing-
masinginovasidaninvensimemberikandampaknterhadapkemajuandanperkemkbangankebudayaan
manusia, haltersebuttidakterlepasdariperananmanusiasebagaiagen yang aktivdalam proses
pembudayaan. Olehkarnaitupendidikankepadamanusiasangatlahpentingsebagaibagiandari proses
pembudayaanmanusiaitutersediri.

D. kebudayaandalampendidikan
Kebudayaandalampendidikansaatinimenjadihal yang
pentingsebagaimanapendidikanadalah proses
pembudayaanulasantentangkebudayaandalampendidikanmenjadihal yang pentingkarenaduahal
yang utama.

Pertama,kebudayaanhanya di artikansecarasempit,
sempitnyalingkupkebudayaankinihanyaterbataspadakesenianbaiksenirupa, senitari, senibahasa,
dansebagainya
Kedua, pembatasankebudayaanpadanilaiintelektualbelaka,
dalamjhalitupendidikannyatanyabukanlahtempatkebudayaandapatberkembang,
seolahkebudayaansudahtercangkupdalamlingkuppendidikanitusendiri.

BAB II
PENUTUP

A. DaftarPustaka

Anshoriy, Nasruddin. 2008. PendidikanBerwawasanKebangsaan:


KesadaranIlmiahBerbasisMultikulturalisme.  Yogyakarta: LKiS.
DepartemenPendidikandanKebudayaan.1990. KamusBesarBahasa Indonesia. Jakarta 
BalaiPustaka.
Kusumohamidjojo, Budiono. 2000. KebhinekaanMasyarakat di Indonesia:
SuatuProblematikFilsafatKebudayaan. Jakarta: Gramedia.Mahfud, Choirul. 2006.
Pendidikan Multi Kultural.Yogyakarta: PustakaBelajar.
MunawardanMujiono. 2012. LandasanKependidikan (Makalah). Semarang:
PascasarjanaUniversitasNegeriSemarang.