Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH LANDASAN SOSIOLOGIS PENDIDIKAN

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH ILMU PENDIDIKAN


KOMPREHENSIF

Dosen Pengampu : Drs. Syamsudin, M.Pd

Disusun Oleh ;

1. Vira Yhuliana A (20140720152)


2. Irsalina Surya S (20140720159)
3. Anung Ghofur M (20140720138)
4. Muhammad Agus S (20140720147)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2014/2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis hanturkan kepada Allah SWT,karena telah memberikan kita
kesehatan.Shalawat serta salam tetap kita curahkan kepada junjungan kita Nabi besar
Muhammad SAW.Karena dengan perjuangan dan jihad dari dakwah beliau sekarang,kita bisa
merasakan nikmatnya iman dan islam dari agama yang beliau sebarkan.Dan semoga kelak kita
menjadi umat yang beliau syafaat di padang tandus yang tidak kita temui syafaatnya selain dari
beliau.

Makalah ini dibuat dengan judul “Landasan Sosiologis Pendidikan” diharapkan bisa
membuat pembaca mengerti tentang landasan – landasan sosiologis pendidikan.Makalah ini
masih banyak ditemukan kekurangan baik isi,atau kata yang kurang tepat dalam penyajian dan
kami sangat mengharap kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini.Walaupun
demikian makalah ini juga sangat bermanfaat bagi kita karena dengan membaca makalah ini kita
mengetahui pengertian sosiologi,latar belakang histories perkembangan sosiologi
pendidikan,ruang lingkup dan fungsi kajian sosiologis pendidikan.Demikian sebagai pengantar
makalah ini.
BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Manusia adalah makhluk hidup yang diberikan berbagai potensi oleh Allah
SWT,setidaknya manusia diberikan panca indera dalam hidupnya.Namun tentu saja potensi yang
dimilikinya harus digunakan semaksimal mungkin segabai bekal dalam menjalani
hidupnya.Untuk memaksimalkan semua potensi yang dimiliki oleh kita sebagai
manusia,tentunya harus ada sesuatu yang mengarahkan dan membimbingnya,supaya berjalan
dengan terarah sesuai dengan apa yang diharapkan.

Mengingat begitu besar dan berharganya potensi yang dimiliki manusia,maka


manusia harus dibekali dengan pendidikan yang cukup sejak dini.Di lain pihak manusia juga
memiliki kemampuan dan diberikan akal pikiran yang berbeda dengan makhluk yang
lain.Sedangkan pendidikan dan kemampuan manusia agar bermanfaat bagi kepentingan
hidupnya.

Secara sosiologis pendidikan adalah sebuah warisan budaya dari generasi , agara
kehidupan masyarakat berkelanjutan, dan identitas masyarakat itu tetap terpelihara .sosial budaya
merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan hamper
setiap kegiatan manusia tidak terlepas dari unsure social budaya.

Memasuki abad ke 21 dan menyongsong milenium ke-3 tentu akan terjadi banyak
perubahan dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat dari era globalisasi. Tak hanya perubahan
sosial , budaya pun berpengaruh besar dalam dunia pendidikan akibat dari pergeseran para digma
pendidikan yaitu mengubah cara hidup, berkomunikasi, berpikir, dan cara bagaimana mencapai
kesejahtereaan. Dengan mengetahui begitu pesatnya arus perkembangan dunia diharapkan dunia
pendidikan dapat merespon hal-hal tersebut secara baik dan bijak yang berlandaskan sosiologi.
B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud sosiologi ?

2. Apa yang dimaksud dengan landasan sosiologis pendidikan ?

3. Bagaimana sejarah lahirnya landasan sosiologis pendidikan ?

4. Apa yang menjadi landasan dalam sosiologi pendidikan ?

5. Apa fungsi kajian dalam landasan sosiologi pendidikan ?

6. Apa saja ruang lingkup landasan sosiologi pendidikan ?

7. bagaimana aplikasi landasan sosiologi terhadap bimbingan konseling ?

C. TUJUAN PENULISAN

1. Untuk mengetahui pengertian sosiologi

2. Untuk mengetahui pengertian landasan sosiologis pendidikan

3. Untuk mengetahui bagaimana lahirnya landasan sosiologis pendidikan

4. Untuk mengetahui apa yang menjadi landasan dalam sosiologi pendidikan

5. Untuk mengetahui apa fungsi kajian dalam landasan sosiologi pendidikan

6. Untuk mengetahui apa saja ruang lingkup landasan sosiologi pendidikan

7. Untuk mengetahui bagaimana aplikasi landasan sosiologi terhadap bimbingan dan


konseling
BAB II

PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN SOSIOLOGI

Sosiologi lahir pada abad ke-19 di Eropa, karena pergeseran pandangan tetntang
masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu otonom dapat lahir karena terlepas dari pengaruh filsafat.
Nama sosiologi untuk pertama kali digunakan oleh August Comte (1798-1857) .

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok
dan struktur sosialnya.

Sosiologi mempunya ciri-ciri :

1. Empiris
Adalah cirri utama sebagai sosiologi sebagaai ilmu. Sebab ia bersumber dan
diciptakan dari kenyataan yang terjadi di lapangan.
2. Teoritis
Adalah peningkatan fase penciptaan dari yang menjadi salah satu bentuk budaya
yang bisa disimpan dalam waktu yang lama dan dapat diwariskan kepada generasi muda.
3. Komulatif
Sebagai akibat dari penciptaan terus-menerus sebagai konsekuensi dari terjadinya
perubahan di masyarakat. Yang membuat teori-teori itu akan berkomulasi mangarah
kepada teori yang lebih baik.
4. Nonetis
Karena teori ini menceritakan apa adanya tentang masyarakat beserta individu-
individu di dalamnya , tidak menilai apakah hal itu baik atau buruk.

Adapun pengertian sosiologi secara tepat yaitu hubungan atau interaksi antara
individu dengan individu , individu dengan kelompok , dan kelompok dengan kelompok.

Di dalam proses interaksi tersebut tentu terdapat hal atau factor-faktor yang
mendasari factor-faktor tersebut diantaranya :
1. Imitasi (peniruan)
2. Sugesti
3. Identifikasi
4. Simpati

B.PENGERTIAN LANDASAN SOSIOLOGIS PENDIDIKAN

Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksi antara dua individu, bahkan
dua generasi muda memperkembangkan diri. Kegiatan pendidikan yang sistematis terjadi di
lembaga sekolah yang dengan sengaja di bentuk oleh masyarakat . perhatian sosiologis pada
kegiatan pendidikan tersebut. Maka lahirlah cabang sosiologi pendidikan. Untuk terciptanya
kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai , terciptalah nilai-nilai social yang dalam
perkembangannya menjadi norma-norma social yang mengikat kehidupan bermasyarakat dan
harus dipatuhi oleh masing-masing anggota masyarakat.

Dalam kehidupan bermasyarakat dibedakan 3 macam norma yang dianut oleh


pengikutnya ;

1. Paham Individualisme.
2. Paham Kolektivisme.
3. Paham Integralistik.

Paham Individualisme dilandasi teori bahwa manusia itu lahir merdeka dan hidup
merdeka. Masing-masing boleh berbuat apa saja menurut keinginannya masing-masing asalkan
tidak mengganggu keamanan orang lain. Dampak individualisme menimbulkan cara pandang
lebih mengutamakan kepentingan individu diatas kepentingan masyarakat. Dalam masyarakat
seperti ini, usaha untuk mencapai pengembangan diri antara anggota masyarakat satu dengan
yang lain saling berkompetisi sehingga menimbulkan dampak yang kuat selalu menang dalam
bersaing dengan yang kuat. Berhadapan dengan paham diatas adalah paham kolektivisme yang
memberikan kedudukan yang berlebihan kepada masyarakat dan kedudukan anggota
masyarakat secara perseorangan hanyalah sebagai alat bagi masyarakatnya.
Paham integralistik dilandasi pemahaman bahwa masing-masing anggota masyarakat
saling berhubungan erat satu sama lain secara organis merupakan masyarakat. Masyarakat
integralistik menempatkan manusia tidak secara individualis melainkan dalam konteks
strukturnya manusia adalah pribadi dan juga merupakan relasi. Kepentingan masyarakat secara
keseluruhan diutamakan tanpa merugikan kepentingan pribadi. Landasan sosiologis pendidikan
di Indonesia menganut paham integralistik yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat ;

1. Kekeluargaan dan gotong royong, kebersamaan, musyawarah untuk


mufakat.
2. Kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat.
3. Negara melindungi warga negaranya.
4. Selaras serasi seimbang antara hak dan kewajiban.

Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas manusia
secara orang per orang melainkan juga kualitas struktur masyarakatnya.

C.SEJARAH LAHIRNYA SOSIOLOGI PENDIDIKAN

Sosiologi lahir dalam abad ke-19 di Eropa,karena pergeseran pandanga tentang


masyarakat,sebagai ilmu empiris yang memperoleh pijakan yang kokoh.Sosiologi sebagai ilmu
yang otonom dapat lahir karena telepas dari pengaruh filsafat.Nama sosiologi untuk pertama kali
digunakan Augut Comte (1798-1857),sosiologi mrupakan ilmu pengetahuan positif yang
mempelajari tentang masyarakat.

Sosiologi mempelajari berbagai tindakan social yang menjelma dalam realitas


sosial.Mengingat banyaknya realita sosial,maka lahirlah berbagai cabang sosiologi seperti
sosiologi kebudayaan,sosiologi ekonomi,sosiologi agama,sosiologi pengetahuan,sosiologi
pendidikan.

Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas,tampak dari


tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidan sosiologi.Mereka antara lain Herbert Spencer,Karl
Mark,Emile Durkheim,Ferdinand Tonnies,George Simmel,Max Weber,dan Pitirim
Sorokin(Semuanya berasal dari Eropa).Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam
pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan sosiologi.Emile
Durkheim(ilmuwan sosial Perancis) berhasil melembagakan sosiologi sebagai disiplin
akademis.Emile memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi
berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pmelihara keteraturan sosial.Pada tahun 1876
di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan sosiologi dan memperkenalkan pendekatan analogi
organic,yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia,sebagai suatu organisasi yang terdiri
atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.Karl Mark memperkenalkan pendekatan
materalisme dialektis,yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan
perkembanga masyarakat.

D.LANDASAN DALAM SOSIOLOGI PENDIDIKAN

Landasan sosiologi mengandung norma dasar pendidikan yang bersumber dari


norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa.Untuk memahami kehidupan
bermasyarakat suatu bangsa,kita harus memusatkan perhatian pada pola hubungan antar pribadi
dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut.Untuk terciptanya kehidupan masyarakat yang
rukun dan damai,terciptalah nilai-nilai sosial yang dalam perkembangannya menjad norma-
norma sosial yang mengikat kehidupan bermayarakat dan harus dipatuhi oleh masing-masing
anggota masyarakat.

Landasan sosiologi pendidikan di Indonesia menganut paham integralistik yang


bersumber dari norma kehidupan masyarakat:

1.Kekeluargaan dan gotong –royong,kebersamaan,musyawarah untuk mufakat

2.Kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat

3.Negara melindungi warga negaranya,dan

4.Selaras serasi seimbang antara hak da kewajiban.

Oleh karena itu,pendidikan di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas manusia


secara orang per orang.

E. FUNGSI KAJIAN LANDASAN SOSIOLOGIS PENDIDIKAN

1. Fungsi Eksplanasi

menjelaskan atau memberikan pemahaman tentang fenomena yang termasuk ke dalam


ruang lingkup pembahasannya. Untuk diperlukan konsep-konsep, proposisi-proposisi mulai dari
yang bercorak generalisasi empirik sampai dalil dan hukum-hukum yang

mantap, data dan informasi mengenai hasil penelitian lapangan yang actual, baik dari
lingkungan sendiri maupun dari lingkungan lain, serta informasi tentang masalah dan tantangan
yang dihadapi. Dengan informasi yang lengkap dan akurat, komunikan akan

memperoleh pemahaman dan wawasan yang baik dan akan dapat menafsirkan fenomena-
fenomena yang dihadapi secara akurat. Penjelasan-penjelasan itu bisa disampaikan melalui
berbagai media komunikasi.

2. Fungsi Prediksi

meramalkan kondisi dan permasalahan pendidikan yang diperkirakan akan muncul pada
masa yang akan datang. Sejalan dengan itu, tuntutan masyarakat akan berubah dan berkembang
akibat bekerjanya faktor-faktor internal dan eksternal yang masuk ke dalam masyarakat melalui
berbagai media komunikasi. Fungsi prediksi ini amat diperlukan dalam perencanaan
pengembangan pendidikan guna mengantisipasi kondisi dan tantangan baru.

3. Fungsi Utilisasi

menangani permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat


seperti masalah lapangan kerja dan pengangguran, konflik sosial, kerusakan lingkungan, dan
lain-lain yang memerlukan dukungan pendidikan, dan masalah penyelenggaraan pendidikan
sendiri. Jadi, secara umum sosiologi pendidikan bertujuan untuk mengembangkan fungsi-
fungsinya selaku ilmu pengetahuan (pemahaman eksplanasi, prediksi, dan utilisasi) melalui
pengkajian tentang keterkaitan fenomena-fenomena siosial dan pendidikan, dalam rangka
mencari model-model pendidikan yang lebih fungsional dalam kehidupan masyarakat. Secara
khusus, Sosiologi Pendidikan berusaha untuk menghimpun data dan informasi tentang interaksi
sosial di antara orang- orang yang terlibat dalam institusi pendidikan dan dampaknya bagi
peserta didik, tentang hubungan antara lembaga pendidikan dan komunitas sekitarnya, dan
tentang hubungan antara pendidikan dengan pranata kehidupan lain.

F. RUANG LINGKUP LANDASAN SOSIOLOGIS PENDIDIKAN

Para ahli Sosiologi dan ahli Pendidikan sepakat bahwa, sesuai dengan namanya,
Sosiologi Pendidikan atau Sociology of Education (juga Educational Sociology) adalah cabang
ilmu Sosiologi, yang pengkajiannya diperlukan oleh professional dibidang pendidikan (calon
guru, para guru, dan pemikir pendidikan) dan para mahasisiwa serta professional sosiologi.

Mengenai ruang lingkup Sosiologi Pendidikan, Brookover mengemukakan adanya


empat pokok bahasan berikut:

1. Hubungan sistem pendidikan dengan sistem social lain

2. Hubungan sekolah dengan komunitas sekitar,

3. Hubungan antar manusia dalam sistem pendidikan

4. Pengaruh sekolah terhadap perilaku anak didik Rochman Natawidjaja (2007: 81).

Sosiologi Pendidikan diharapkan mampu memberikan rekomendasi mengenai


bagaimana harapan dan tuntutan masyarakat mengenai isi dan proses pendidikan itu, atau
bagaimana sebaiknya pendidikan itu berlangsung menurut kacamata kepentingan masyarakat,
baik pada level nasional maupun lokal. Sosiologi Pendidikan secara operasional dapat defenisi
sebagai cabang sosiologi yang memusatkan perhatian pada mempelajari hubungan antara pranata
pendidikan dengan pranata kehidupan lain, antara unit pendidikan dengan komunitas sekitar,
interaksi social antara orang-orang dalam satu unit pendidikan, dan dampak pendidikan pada
kehidupan peserta didik. Rochman Natawidjaja (2007: 82).
G. APLIKASI LANDASAN SOSIOLOGIS TERHADAP BIMBINGAN DAN
KONSELING.

Landasan sosiologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada


konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai factor yang mempengaruhi
terhadap perilaku individu. Seorang individu pada dasarnya merupakan produk lingkungan sosial
budaya dimana ia hidup. Sejak lahirnya ia sudah dididik dan dibelajarkan untuk mengembangkan
pola-pola perilaku sejalan dengan tuntutan sosial budaya yang ada di sekitarnya. Kegagalan
dalam memenuhi tuntutan sosial budaya dapat mengakibatkan tersingkir dari lingkungannya.
Lingkungan sosial budaya yang melatar belakangi dan melingkupi individu berbeda-beda
sehingga menyebabkan perbedaan pula dalam proses pembentukan perilaku dan kepribadian
individu yang bersangkutan. Apabila perbedaan dalam sosial budaya ini tidak di jembatani maka
tidak mustahil akan timbul konflik internal maupu eksternal, yang pada akhirnya dapat
menghambat terhadap proses perkembangan pribadi dan perilaku individu yang bersangkutan
dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya.
BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Dasar sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan, dan karakteristik


masyarakat. Sosiologi pendidikan merupakan analisa ilmiah tentang proses social di dalam
sistem pendidikan.

Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi pendidikan meliputi empat bidang:

1. hubungan sistem pendidikan dengan sistem sosial lain

2. hubungan sekolah dengan komunitas sekitar

3. hubungan antar manusia dalam sistem pendidikan

4. pengaruh sekolah terhadap perilaku anak didik

Landasan sosiologis mengandung norma dasar pendidikan yang bersumber dari norma
kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa. Untuk memahami kehidupan
bermasyarakat suatu bangsa, kita harus memusatkan perhatian pada pola hubungan antar pribadi
dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut. Untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat
yang rukun dan damai, terciptalah nilai-nilai sosial yang dalam perkembangannya menjadi
norma-norma sosial yang mengikat kehidupan bermasyarakat dan harus dipatuhi oleh masing-
masing anggota masyarakat.

Sosiologi pendidikan dituntut untuk melakukan tiga fungsi, yaitu:

(1) fungsi eksplanasi

(2) fungsi prediksi

(3) fungsi utilisasi.

Secara umum, sosiologi pendidikan bertujuan untuk mengembangkan fungsi ,fungsinya


tersebut melalui pengkajian fenomena-fenomena sosial dan pendidikan, dalam rangka mencari
model-model pendidikan yang lebih fungsional dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan
masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal
tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat dan
kompleks. Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan
perkembangan masyarakat terutama dalam hal menumbuh kembangkan Bhineka tunggal ika
,baik melalui kegiatan jalur sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah.

B.DAFTAR PUSTAKA

-Sutikno Sobry. M. 2008. Landasan Pendidikan. Bandung: Prospect.

-Natawidjaya. R. Sukmadinata,.N.S. Ibrahim. Djohar. A. 2007. Ilmu Rujukan

-Filsafat, Teori, dan Praksis. Bandung: Universitas Pendidikan

Indonesia.

-http://dyahrahayuarmanto.wordpress.com/tag/pengertian-landasan-sosiologis/