Anda di halaman 1dari 6

KARISMA APRILIA XI MIPA-5 (21)

PENUGASAN KD. 3.5 SISTEM GERAK

Soal Tugas:

1. Berapa macam bentuk tulang penyusun tubuh manusia? Sebutkan dan dimana saja
letaknya!

Jawab : Berdasarkan bentuk dan ukurannya, tulang penyusun rangka tubuh dibedakan menjadi
lima macam, yaitu:

1) Tulang pipa (Tulang panjang); berbentuk silindris panjang, memiliki bagian epifisis,
diafisis, metafisis, dan cakra epifisis. Berfungsi untuk menahan berat tubuh dan
membantu pergerakan.
Letak : Tulang pangkal lengan (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius),
tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tulang betis (fibula).
2) Tulang pendek; berukuran pendek dan berbentuk kubus, serta tersusun dari tulang spons
dan lapisan tipis tulang kompak. Berfungsi untuk memberikan kekuatan dan kekompakan
pada area yang pergerakannya terbatas.
Letak : Tulang pergelangan tangan (karpal) dan tulang pergelangan kaki (tarsal).
3) Tulang pipih; berbentuk lempengan dari tulang kompak dan tulang spons yang berisi
sumsum. Berfungsi memperluas permukaan untuk perlekatan otot dan memberikan
perlindungan.
Letak : Tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.
4) Tulang tidak beraturan (Irregular bones); tulang yang bentuknya tidak beraturan,
tersusun dari tulang spons dan lapisan tipis tulang kompak.
Letak : Tulang belakang (vertebrae).
5) Tulang Sesamoid; tulang berukuran kecil bulat yang terdapat pada formasi persendian.
Tulang sesamoid bersambungan dengan kartilago (tulang rawan), ligamen, atau tulang
lainnya. Berfungsi melindungi tendon dari gesekan dan tekanan.
Letak : Tulang tempurung lutut (patela).
2. Berapa jumlah tulang penyusun tubuh manusia? Sebutkan mulai bagian kepala
(tengkorak) sampai bagian kaki!

Jawab : Jumlah tulang penyusun tubuh manusia ada 206 tulang.

 Tulang Tengkorak (22 buah)

Bagian Tulang Tengkorak Nama Tulang Nama Lain Jumlah


a. Tulang kranial (tulang Frontal Tulang dahi 1
tempurung kepala) Parietal Tulang ubun-ubun 2
Oksipital Tulang kepala belakang 1
Temporal Tulang samping 2
Sfenoid Tulang baji 1
Emoid Tulang tapis 1
b. Tulang fasial (wajah) Maksila Tulang rahang atas 2
Palatum Tulang langit-langit 2
Zigomatik Tulang pipi 2
Lakrimal Tulang mata 2
Nasal Tulang hidung 2
Septum nasal Tulang sekat rongga hidung 1
Konka nasal Tulang karang hidung 2
Mandibula Tulang rahang bawah 1
Jumlah 22

 Tulang Telinga Dalam dan Tulang Hioid

Nama Tulang Telinga Dalam dan Hioid Nama Lain Jumlah


Maleus Tulang martil 2
Inkus Tulang landasan 2
Stapes Tulang sanggurdi 2
Hioid Hioid (tulang U) 1
Jumlah 7

 Tulang Belakang (Kolumna Vertebra)

Nama Ruas
Nama Lain Nama Sebutan Jumlah Ruas
Tulang Belakang
Serviks Tulang leher C1-C7 7
Toraks Tulang punggung T1-T12 12
Lumbar Tulang pinggang L1-L5 5
1
Sakral Tulang kelangkang S1-S5 (Pada bayi ada 5, tetapi saat
dewasa berfusi menjadi 1
1
Koksigis Tulang ekor - (Pada bayi ada 4, tetapi saat
dewasa berfusi menjadi 1)
Jumlah 26

 Tulang Dada (Sternum) dan Tulang Rusuk (Kosta)

Nama Tulang Dada dan Rusuk Nama Lain Jumlah


Sternum Tulang dada 1
Kosta vera Rusuk sejati 7 pasang (14)
Kosta spuria Rusuk palsu 3 pasang (6)
Kosta fluitantes Rusuk melayang 2 pasang (4)
Jumlah 25

 Tulang Apendikuler

Tulang Apendikuler Jumlah Jumlah


Bagian Rangka Nama Tulang Nama Lain Total
Pektoral Klavikula Tulang selangka 2
(gelang bahu) Skapula Tulang belikat 2
Jumlah Pektoral 4
Ekstremitas Tulang pangkal
Humerus 2
superior (anggota lengan (lengan atas)
gerak atas) Radius Tulang pengumpil 2
Ulna Tulang hasta 2
Tulang pergelangan
Karpal 16
tangan
Metakarpal Tulang telapak tangan 10
Falangus Tulang jari tangan 28
Jumlah Ekstremitas Superior 60
Pelvis (gelang 2
Pelvis Tulang pelvis
panggul)
Jumlah Pelvis 2
Ekstremitas Femur Tulang paha 2
inferior (anggota Tibia Tulang kering 2
gerak bawah) Fibula Tulang betis 2
Tulang tempurung
Patela 2
lutut
Tulang pergelangan
Tarsal 14
kaki
Metatarsal Tulang telapak kaki 10
Falangus Tulang jari kaki 28
Jumlah Ekstremitas Inferior 60
Jumlah Total Tulang Apendikuler 126

3. Buat tabel perbedaan struktur tulang rawan (Kartilago) dan tulang keras (Osteon)!

Jawab :

Perbedaan Tulang Rawan (Kartilago) Tulang Keras (Osteon)


Definisi Jaringan ikat lunak, elastis dan Organ yang keras, tidak elastis dan
fleksibel yang melindungi tulang tangguh yang membentuk bagian
dari saling bergesekan kerangka tulang belakang
Jenis Tulang rawan terdiri dari tiga
Tulang keras terdiri dari dua jenis:
jenis: Tulang rawan hialin, tulang
Tulang kompak dan tulang spongiosa
rawan fibroblas (fibrokartilago),
(tulang spons)
dan tulang rawan elastik
Komponen Tersusun atas osteosit Tersusun atas kondrosit
Suplai Ada pembuluh darah dan Tidak ada pembuluh darah dan
pembuluh limfa pembuluh limfa
Matriks Mengandung kondroitin sulfat Sangat padat dan kaku
Simpanan Memiliki atau mungkin tidak
Memiliki simpanan garam kalsium
memiliki endapan garam kalsium
Darah Kekurangan suplai darah kecuali
Kaya akan suplai darah
di beberapa kartilago
Pola Pola pertumbuhan searah Pola pertumbuhan dua arah
Kalsium Fosfat Tidak memiliki Kalsium Fosfat Memiliki Kalsium Sulfat dalam
dalam matriks matriks
Sistem Kanal Tidak memiliki sistem Kanal
Memiliki sistem Kanal Havers
Havers
Kanal Volkmann Tidak memiliki Kanal Volkmann Memiliki Kanal Volkmann
Fungsi Mendukung saluran pernapasan, Melindungi tubuh dari kerusakan
bertindak sebagai peredam kejut mekanis, menyediakan kerangka kerja
di antara tulang yang menahan dan bentuk tubuh, membantu
beban, mempertahankan bentuk pergerakan tubuh, menyimpan
dan fleksibilitas, dan mengurangi mineral, dan menghasilkan sel darah
gesekan pada persendian merah dan sel darah putih

4. Bagaimana proses pembentukan tulang (Osifikasi)? Beri penjelasan prosesnya!

Jawab : Pada saat embrio, rangka manusia tersusun atas tulang rawan hialin. Sebagian tulang
rawan ini akan berkembang menjadi tulang keras atau mengalami osifikasi. Urutan proses
pembentukan tulang (osifikasi) sebagai berikut :

1) Bagian dalam tulang rawan pada embrio berisi banyak osteoblas.

2) Osteoblas membentuk osteosit. Osteosit tersusun melingkar membentuk sistem Havers. Di


tengah sistem Havers terdapat saluran Havers yang mengandung banyak pembuluh darah dan
serabut saraf.

3) Osteosit menyekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang. Selanjutnya, osteosit
akan mendapat tambahan senyawa kalsium dan fosfat yang akan membuat tulang mengeras.

4) Selama terjadi penulangan (osifikasi), bagian di antara epifisis dan diafisis akan membentuk
cakra epifisis. Cakra epifisis berupa tulang rawan yang mengandung banyak osteoblas.

5) Bagian cakra epifisis terus mengalami penulangan yang mengakibatkan tulang memanjang.

6) Di bagian tengah tulang pipa terdapat osteoklas yang merusak tulang. Akibatnya, tulang
tersebut menjadi berongga dan terisi oleh sumsum tulang.

5. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tulang dengan fakta-


fakta dalam kehidupan sehari-hari!

Jawab : Pertumbuhan tulang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi, endokrin, dan sistem
saraf.
1) Faktor herediter (genetik). Tinggi badan anak secara umum akan mengikuti tinggi badan
orang tua.

2) Faktor nutrisi. Suplai bahan makanan yang mengandung kalsium, fosfat, protein, vitamin A,
dan vitamin D, penting untuk pertumbuhan tulang dan menjaga kesehatan tulang.

3) Faktor endokrin. Beberapa jenis hormon berperan dalam pertumbuhan dan organisasi tulang,
antara lain :

a. Hormon paratiroid (PTH = parathyroid hormone), yang bekerja saling berlawanan


dalam memelihara kadar kalsium dalam darah.

b. Hormon tirokalsitonin, dihasilkan oleh sel-sel parafolikuler dari kelenjar tiroid yang
bekerja menghambat resorpsi tulang.

c. Hormon pertumbuhan somatotropin (STH = somatotrophin hormone), dihasilkan


oleh hipofisis anterior (bagian depan) yang bekerja mengendalikan pertumbuhan tulang
terutama pemanjangan tulang pipa.

d. Hormon tiroksin, berfungsi mengendalikan pertumbuhan tulang, peremajaan tulang,


dan kematangan tulang.

e. Hormon kelamin, yaitu hormon estrogen pada wanita dan hormon androgen pada
laki-laki.

4) Faktor sistem saraf. Gangguan sistem saraf yang disebabkan oleh penyakit akan
menghambat pertumbuhan tulang, misalnya poliomielitis.

Info Tugas:
Tugas diketik kirim ke LMS dalam bentuk Word atau Pdf. Paling lambat tgl. 1 Nopember
2020 jam 21.00 wib.
Ingat selalu aktif dalam pembelajaran online dan rajin mengumpulkan tugas, walau
tugas Biologi TIDAK dalam bentuk PAPER/ Buku, karena akan mempengaruhi
nilai kalian di Raport. Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan. Good Luck.