Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

“OSMOSIS PADA KENTANG”

Oleh :

NAMA : KARISMA APRILIA

KELAS : XI MIPA-5

NOMOR : 21

PEMBIMBING :

DWI WAHYUNI, M.Pd.

SMAN 1 BOJONEGORO

TAHUN PELAJARAN 2020/2021


I. Judul Praktikum : Praktikum “Osmosis Pada Kentang”

II. Tujuan Praktikum : Mampu mengidentifikasi terjadinya osmosis pada kentang


dengan benar setelah melakukan kegiatan praktikum.

III. Teori Dasar :


Osmosis adalah proses bergeraknya molekul pelarut (air) dari larutan
dengan konsentrasi rendah (hipotonik) ke larutan dengan konsentrasi yang
lebih tinggi (hipertonik) melalui selaput selektif permeabel. Larutan hipotonik
memiliki konsentrasi zat terlarut lebih rendah dibandingkan pelarut,
sedangkan larutan hipertonik memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi
dibandingkan pelarut. Contoh peristiwa osmosis adalah air laut yang meskipun
memiliki beragam jenis zat terlarut, molekul airnya tetap akan bergerak ke
larutan gula yang konsentrasinya sangat tinggi.
(Buku Biologi Erlangga, 2016)

Osmosis dapat mengakibatkan kerusakan sel. Kerusakan sel dapat


terjadi karena peristiwa endosmosis maupun eksosmosis. Endosmosis terjadi
pada saat konsentrasi larutan dalam sel tinggi sehingga air masuk ke dalam
sel. Akibatnya, sel mengalami lisis (robeknya membran plasma). Sementara
itu, eksosmosis terjadi pada saat konsentrasi larutan di luar sel tinggi
sehingga air di dalam sel akan keluar sel. Eksosmosis pada hewan akan
mengakibatkan pengerutan sel (krenasi). Eksosmosis pada tumbuhan
mengakibatkan terlepasnya membran dari dinding sel yang disebut
plasmolisis.
(Buku Biologi LKS PR Intan Pariwara, 2018)

IV. Identitas :
Nama = Karisma Aprilia
Kelas = XI MIPA-5
Nomor = 21

V. Pelaksanaan :
Hari / tanggal = Minggu / 30 Agustus 2020
Waktu = 16:00 WIB
Tempat = Jl. Letda Nur Hasyim, RT. 01, RW. 01, Desa Kalianyar, Kecamatan
Kapas, Kabupaten Bojonegoro (Rumah sendiri)

VI. Alat dan Bahan Praktikum :


1. Gelas aqua bekas 5
2. Sendok makan
3. Sendok teh
4. Pisau
5. Penggaris
6. Stopwatch (Bisa menggunakan HP atau Jam)
7. Kentang
8. Garam
9. Air

VII. Cara Kerja :


1. Siapkan 5 gelas aqua :
 Gelas A = Air 120 ml
1
 Gelas B = Air 120 ml dan garam sendok teh
2
 Gelas C = Air 120 ml dan garam 1 sendok teh
1
 Gelas D = Air 120 ml dan garam sendok makan
2
 Gelas E = Air 120 ml dan garam 1 sendok makan
(Catatan : Air dan garam diaduk sampai larut)
2. Siapkan potongan kentang bentuk dadu ukuran 2x2x2 (seperti saat mau
membuat sambal goreng kentang). Buat sebanyak 5 untuk masing-masing
gelas diisi 1 potongan kentang.
3. Setelah semua siap, amati tekstur kentang, warna kentang, ukuran, dll,
sebelum dimasukkan gelas (keras atau lunak, dll). Lalu, masukkan potongan
kentang ke dalam gelas aqua yang sudah berisi garam, 1 gelas aqua diisi 1
potongan kentang secara bersama-sama.
4. Dengan menggunakan stopwatch, ukur waktu selama 30 menit dimulai saat
memasukkan potongan kentang sampai akhir.
5. Dokumentasi mulai pertama memasukkan kentang dan akhir setelah 30
menit.
6. Setelah 30 menit ambil kentang dari gelas aqua kemudian amati tekstur
kentang, warna kentang, ukuran, dll. Masukkan hasil pengamatan dalam
tabel pengamatan.

VIII. Hasil Pengamatan :

No. Nama Gelas Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah Keterangan


Percobaan Percobaan
1. Gelas A Tekstur : keras Tekstur : keras -
Warna : kuning Warna : kuning
Ukuran : besar Ukuran : besar
2. Gelas B Tekstur : keras Tekstur : sedikit -
Warna : kuning lunak
Ukuran : besar Warna : kuning
Ukuran : besar
3. Gelas C Tekstur : keras Tekstur : lunak -
Warna : kuning Warna : kuning
Ukuran : besar Ukuran : besar
4. Gelas D Tekstur : keras Tekstur : lunak -
Warna : kuning Warna : kuning
Ukuran : besar sedikit memudar
Ukuran : agak
berkurang
5. Gelas E Tekstur : keras Tekstur : sangat -
Warna : kuning lunak
Ukuran : besar Warna : kuning
memudar
Ukuran : sedikit
kecil

IX. Analisis Data dan Pembahasan :

Saat awal percobaan semua kentang bertekstur keras, berwarna kuning, dan
berukuran besar. Saat dimasukkan ke masing-masing gelas, semuanya tenggelam di
bawah permukaan gelas, kecuali Gelas E. Saat kentang dimasukkan ke gelas E
awalnya kentang tenggelam kemudian mengambang selama beberapa menit. Pada
menit ke-4, kentang pada gelas E kembali tenggelam dan air sedikit berubah
menjadi kuning saat pertengahan dan sampai menit ke-30 kentang tetap berada di
bawah. Gelas E pada akhir tampak sangat lunak, kenyal, dan ukuran agak mengecil.

Pada Gelas D saat diberi kentang, kentang langsung tenggelam dan pada menit
ke-5 air mulai menguning dan tekstur yang lunak. Pada Gelas C, kentang juga
tenggelam sampai pada menit ke-30, tekstur lunak terutama pada bagian pojok
kentang. Pada Gelas B tidak terlalu ada perubahan, ada hanya tekstur kentang yang
sedikit lunak dibanding Gelas A. Gelas A tidak terjadi perubahan apapun (tetap
seperti awal)

X. Evaluasi
1. Apa pengertian osmosis?
Osmosis adalah proses bergeraknya molekul pelarut (air) dari larutan
dengan konsentrasi rendah (hipotonik) ke larutan dengan konsentrasi yang
lebih tinggi (hipertonik) melalui selaput selektif permeabel.
2. Apakah ada perbedaan potongan kentang sebelum percobaan dan setelah
percobaan? Beri penjelasan masing-masing gelas!
Untuk Gelas A tidak ada perbedaan potongan kentang. Gelas B juga
tidak ada perbedaan. Gelas C juga tidak ada perbedaan. Gelas D terdapat
sedikit perbedaan ukuran. Gelas E juga terdapat perbedaan ukuran pada awal
percobaan dan setelah percobaan.
3. Potongan kentang yang mana yang tetap? Potongan kentang yang mana yang
berbeda setelah percobaan?
Potongan kentang yang tetap adalah potongan kentang pada Gelas A
karena tidak mengalami perubahan apapun. Sedangkan untuk potongan
kentang di gelas B,C,D, dan E mengalami perbedaan dikarenakan adanya garam
di dalam air.
4. Mengapa ada potongan kentang yang mengalami perbedaan setelah
percobaan? Beri penjelasan!
Karena potongan kentang yang mengalami perbedaan adalah kentang
gelas B,C,D, dan E dimana gelas tersebut merupakan larutan garam. Larutan
garam tersebut yang menyebabkan perbedaan pada kentang, seperti tekstur,
warna, dan ukuran.

XI. Kesimpulan
Dari praktikum diatas, dapat disimpulkan bahwa kentang pada gelas A
tidak mengalami perubahan karena gelas tersebut hanya berisi air biasa.
Sedangkan kentang pada gelas B,C,D, dan E mengalami perubahan dalam hal
tekstur, warna, dan ukuran karena gelas tersebut berisi garam yang
dilarutkan dengan air yang menyebabkan kentang mengalami perubahan.

XII. Saran
Dalam praktikum saya, ada beberapa saran dari saya. Untuk ukuran
kentang saya sepertinya kelima kentang ukurannya ada yang tidak sama,
seharusnya berukuran sama untuk 5 kentang. Saat memasukkan kentang ke
gelas, seharusnya bersamaan 5 kentang dalam masing-masing gelas, tetapi
saya satu-satu mulai dari gelas A sampai gelas E.

XIII. Daftar Pustaka


(Buku Biologi Erlangga, 2016)
(Buku Biologi LKS PR Intan Pariwara, 2018)

XIV. Lampiran

(Gelas A,B,C,D dan E) (5 potong kentang)

(Awal praktikum) (Di tengah praktikum)


(Gelas A) (Gelas B) (Gelas C)

(Gelas D) (Gelas E) (Gelas E)

(Akhir praktikum) (Akhir praktikum)

(Gelas A) (Gelas B) (Gelas C)


(Gelas D) (Gelas E)