Anda di halaman 1dari 10

BAB VIII

DEPARTEMENTALISASI BIAYA OVERHEAD PABRIK


JAWABAN DARI SOAL LATIHAN HALAMAN 261-266 N0 1-15

1 .Departementalisasi biaya overhead pabrik bermanfaat untuk pengendali biaya dan ketelitian penentuan harga pokok
produk. Pengendalian biaya overhead pabrik dapat lebih mudah dilakukan dengan cara menghubungkan biaya dengan
pusat terjadinya, sehingga dengan demikian akan memperjelas tanggung jawab setiap biaya yang terjadi dalam
departemen tertentu . dengan digunakannya tariff-tarif biaya overhead pabrik yang berbeda-beda untuk setiap
departemen, maka pesanan atau produk yang melewati suatu departemen produksi akan dibebani dengan biaya
overhead pabrik sesuai dengan tarif departemen yang bersangkutan .hal ini mempunyai akubat terhadap ketelitian
terhadap penentuan harga pokok produk.
(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 223)

2. Empat tahap utama penyusuan anggran biaya overhead pabrik per departemen adalah sebagai berikut :

a. Penaksiran biaya overhead langsung departemen atas dasar kapasitas yang direncanakan untuk tahun
anggaran.
b. Penaksiranbiaya overhead tidaklangsungdepartemen
c. Distribusibiaya overhead tidak langsung departemen kedepartemen-departemen yang menikmati manfaatnya.
d. Menjumlah biaya overhead pabrik per departemen untuk mendapatkan anggaran biaya overhead pabrik per
departemen baik departemen produksi maupun departemen pembantu.

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 225)

3.Dua metode alokasi BOP departemen pembantu ke departemen produksi adalah sebagai berikut :

 Metode alokasi langsung. Dalam metode alokasi langsung, biaya overhead departemen pembantu
dialokasikan ke tiap-tiap departemen produksi yang menikmatinya. Metode alokasi langsung digunakan
apabila jasa yang dihasilkan departemen pembantu hanya dinikmati oleh departemen produksi saja. Tidak
ada departemen pembantu yang memakai jasa departemen pembantu yang lain.
 Metode alokasi bertahap. Metode ini digunakan apabila jasa yang dihasilkan departemen pembantu tidak
hanya dipakai oleh departemen produksi saja, tetapi digunakan pula oleh departemen pembantu yang lain.
Metode alokasi bertahap dibagi menjadi dua kelompok metode yaitu; (a) metode alokasi bertahap yang
memperhitungkan transfer jasa timbal blaik antar departemen-departemen pembantu. (b) metode alokasi
bertahap yang tidak memperhitungkan transfer jasa timbal balik antardepartemen pembantu.

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

4. Metode alokasi bertahap dibagi menjadi dua kelompok metode :

(a). Metode alokasi bertahap yang memperhitungkan transfer jasa timbal blaik antar departemendepartemen
pembantu. Yangtermasuk dalam kelompok metode ini adalah :

 Metode alokasi kontinyu

Dalam metode ini biaya overhead pabrik departemen-departemen pembantu yang saling memberikan jasa,
dialokasikan secara terus menerus, sehingga jumlah biaya overhead yang belum dialokasikan menjadi tidak
berarti.

 Metode aljabar

Ketidak lengkapan dalam hal pembagian timbul dalam menggunakan metode bertahap karena pendistribusian
yang berturut sehingga departeemen yang ditutup terlebih dahulu tidak menerima pembagian biaya dari
departemen yang ditutup kemudian.

(b).Metode alokasi bertahap yang tidak memperhitungkan transfer jasa timbal balik antardepartemen
pembantu.Metodealokasi yang termasuk dalam kelopok ini adalah “ Metode urutan yang diatur”.

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)


5. PT ELIONA

BIAYA OVERHEAD PABRIK PER DEPARTEMEN

JENIS BIAYA OVERHEAD

a).Biaya overhead langsung dibebankan produksi

Produksi I Rp. 11.775.000

Produksi II Rp. 14.477.000

Jumlah biaya departemen produksi Rp. 26.250.000

Biaya overhead langsung departemen pembantu :

Reparasi dan pemeliharaan Rp. 7.700.000

Listrik Rp. 9.850.000

Kafetaria Rp.. 1.700.000

Jumlah biaya departemen pembantu Rp. 19.250.000

Jumlah biaya overhead langsung departemen Rp. 45.500.000

Biaya overhead tidak langsung departemen

Biaya depresiasi gedung Rp. 1.000.0000

Biaya asuransi gedung Rp. 500.000

Jumlah biaya overhead langsung Rp. 1.500.000

Jumlah biaya overhead pabrik Rp. 47.000.000

Anggaran departemen langsung : Rp.45.500.000 dan anggran departemen tidak langsungnya sebesar : Rp.1.500.000

Menikmati manfaat biaya 100%luas lantai(m 2)proporsi luas

{(b) : 4000 x

(a) (b) (c)

Produksi I 600 15%

Produksi II 1.400 35%

Reparasi dan pemeliharaan 800 20%

Listik 400 10%

Kafetaria 800 20%

Jumlah 4000 100%

Taksiran Jasa Departemen-departemen pembantu yang dipakai oleh

Departemen produksi

Departemen pembantuDepartemen produksi IDepartemen produksi II


Reparasi dan pemeliharan 1.200 800

Listrik 3000 12000

Kafetaria 15 35

(Sumber acuan buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 228-230)

6. Perbedaan antara metode alokasi langsung dengan metode alokasi bertahap adalah :

 Metode alokasi langsung. Dalam metode alokasi langsung, biaya overhead departemen pembantu dialokasikan
ke tiap-tiap departemen produksi yang menikmatinya. Metode alokasi langsung digunakan apabila jasa yang
dihasilkan departemen pembantu hanya dinikmati oleh departemen produksi saja. Tidak ada departemen
pembantu yang memakai jasa departemen pembantu yang lain.
 Metode alokasi bertahap. Metode ini digunakan apabila jasa yang dihasilkan departemen pembantu tidak
hanya dipakai oleh departemen produksi saja, tetapi digunakan pula oleh departemen pembantu yang lain.
Metode alokasi bertahap dibagi menjadi dua kelompok metode yaitu; (a) metode alokasi bertahap yang
memperhitungkan transfer jasa timbal blaik antar departemen-departemen pembantu. (b) metode alokasi
bertahap yang tidak memperhitungkan transfer jasa timbal balik antardepartemen pembantu.

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

7.Perbedaan antara metode alokasi kontinu dengan metode alokasi aljabar.

 Metode alokasi kontinyu

Dalam metode ini biaya overhead pabrik departemen-departemen pembantu yang saling memberikan jasa,
dialokasikan secara terus menerus, sehingga jumlah biaya overhead yang belum dialokasikan menjadi tidak
berarti.

 Metode aljabar

Ketidak lengkapan dalam hal pembagian timbul dalam menggunakan metode bertahap karena pendistribusian
yang berturut sehingga departeemen yang ditutup terlebih dahulu tidak menerima pembagian biaya dari
departemen yang ditutup kemudian.

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 226 -227(tetapi tidak menjelaskan secara
detail) dicari pelengkap dari internet. Berikut linknya:
https://ilmumanajemendanakuntansi.blogspot.com/2017/01/metode-metode-alokasi-biaya-
overhead.html)

8. Perbedaan pengertian distribusi, alokasi dan pembebanan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut:

 Tarif distribusi adalah tarif yang digunakan untuk membagikan biaya overhead tidak langsung departement
kepada departement-departement yang menikmati manfaatnya, baik departement pembantu maupun
produksi.
 Tarif alokasi adalah tarif yang digunakan untuk membagikan biaya overhead departemen pembantu kepada
departement produksi, baik secara langsung maupun bertahap.
 Tarif pembebanan adalah tarif yang digunakan untuk membagikan biaya overhead pabrik kepada produk. Jika
tidak disebutkan secara khusus, istilah tarif biaya overhead pabrik dimaksudkan untuk menunjukkan tarif
pembebanan ini.

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 231)

9. Jika metode alokasi digunakan, apakah departemen produksi akan meneriman alokasi BOP dalam jumlah yang sama
dengan apabila menggunakan metode alokasi aljabar :

 Misalnya departemen pembantu X dan departemen pembantu Y saling memberikan jasa secara timbal balik.
Mula-mula biaya Overhead departemen X dialokasikan ke departemen Y sesuai dengan jasa yang dipakai oleh
departemen Y. Hal ini menyebabkan biaya overhead depatemen X tersebut habis dialokasikan.
 Sedangkan jika menggunakan metode aljbar, jumlah biaya tiap-tiap departemen pembantu dinyatakan dalam
persamaan aljabar, yaitu adalah sebagai berikut :
X = jumlah biaya departemen X setelah menerima alokasi biaya dari departemen
Y = jumlah biaya departemen Y setelah menerima alokasi biaya dari departemen

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 231-234)

10. PT ELIONA

BIAYA OVERHEAD PABRIK PER DEPARTEMEN

JENIS BIAYA OVERHEAD

a).Biaya overhead langsung dibebankan produksi

Produksi I Rp. 12.670.000

Produksi II Rp. 15.580.000

Jumlah biaya departemen produksi Rp. 28.250.000

Biaya overhead langsung departemen pembantu :

Reparasi dan pemeliharaan Rp. 8.760.000

Listrik Rp. 9.760.000

Kafetaria Rp. 1.730.000

Jumlah biaya departemen pembantu Rp. 20.250.000

Jumlah biaya overhead langsung departemen Rp. 48.500.000

Biaya overhead tidak langsung departemen

Biaya depresiasi gedung Rp. 1.000.0000

Biaya asuransi gedung Rp. 500.000

Jumlah biaya overhead tidak langsung departemen Rp. 1.500.000

Jumlah biaya overhead pabrik Rp. 50.000.000

b.) Anggaran departemen langsung : Rp.48.500.000 dan anggaran departemen tidak langsungnya sebesar :
Rp.1.500.000

Menikmati manfaat biaya 100%luas lantai(m 2)proporsi luas

{(b) : 4000 x

(a) (b) (c)

Produksi I 1.100 15%

Produksi II 1.500 35%

Reparasi dan pemeliharaan 800 20%

Listik 700 10%


Kafetaria 900 20%

Jumlah 5000 100%

Taksiran Jasa Departemen-departemen pembantu yang dipakai oleh

Departemen produksi

Departemen Pembant Dasar Alokasi Dept.Prod.1 Dept.Prod.2 Dept.R&P Dept. Listrik Dept. Kafe

Reparasi dan Jam Kerja 800 600 - 500 100

pemeliharan

Listrik Kwh 3.000 7.500 2.250 - 2.250

Kafetaria Jmlh. Karyawan 1020 15 5 -

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 228-230)

11. untuk menghitung selisih kapasitas yang terjadi dalam tahun anggaran maka dihitung sebagai berikut :

Diketahui : BOP Tetap =10.000 per jam

Di tahun 20X2 sebanyak 50.000 jam mesin

Ditanyakan : Hitunglah kapasitas yang terjadi dala tahun anngaran jika ,kapasitas sesungguhnya dicapai sebanyak
45.000 jam mesin

Jawab :

#Selisih Anggaran

Biaya overhead yang Tetap dan kapasitas yang dianggarakan (50.00 x 10.000) Rp.500.000.000

#Selisih kapasitas

Selisih kapasitas dalam tahun anggaran :

Kapasitas normal/anggaran Rp.50.000 jam

Kapasitas sesungguhnya Rp.45.000 jam

Selisih Kapasitas Rp.5.000 jam

Tarif Biaya overhead Tetap Rp. 10.000

Selisih Kapasitas Rp.50.000.000

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 246)

12. Perbedaan mengenai metode alokasi akan diaparkan sebagai baerikut :

 Metode alokasi bertahap yang memperhitungkan transferjasa timbal balik antar departemen –departemen
pembantu adalah bahwa biaya overhead departemen produksi secara langsung,tanpa memperhitungkan jasa
yang antar departemen pembantu
 Sedangkan metode alokasi bertahap yang tidak memperhitungkan transfer timbal balik antar departemen-
depertemen pembatu adalah bahwa biaya overhead departemen pembatu dialokasikan
secarabertahap,danalokasi biay overhead departemen pembatu diatur urutanya sedemikian rupa.Sehungga
arus alokasi biaya menujuke satu arah.
(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 230-235)

13. Untuk menghitung besarnya selisih anggaran yang terjadi maka dijabarkan sebagai berikut :

Diketahui : Kapasitas normal 10.000 jam mesin

Tarif BOP dep T Rp.5.000 (tarif BOP variabel Rp.3.500,dan tarif BOP Tetap RP.1.500)

Bop Sesungguhnya Rp.475.000.000

Kapasitas Sesungguhnya Rp.90.000 jam mesin

Ditanyakan : Selisih anggaran yang terjadi ?

Jawab :

Biaya Overhead sesungguhnya Rp.475.000.000

Biaya overhead yang dianggarkan (3.500 X 90.000) Rp.315.000.000

Selisih anggran yang terjadi Rp.160.000.000

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 246)

14. Karakteristik metode urutan alokasi yang diatur adalah sebgai berikut :

 Biaya overhead departemen pembatu dialokasikan secara bertahap


 Alokasi biaya overhead departemen pembantu diatur urutannya sedemikian rupa sehingga arus alokasi biaya
menuju ke satu arah.

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 235)

15. JENIS BIAYA OVERHEAD

A).Biaya overhead langsung dibebankan produksi

Produksi I Rp. 11.362.500

Produksi II Rp. 14.550.000

Jumlah biaya departemen produksi Rp. 25.912.500

Biaya overhead langsung departemen pembantu :

Reparasi dan pemeliharaan Rp. 7.812.500

Listrik Rp. 9.850.000

Kafetaria Rp. 1.925.000

Jumlah biaya departemen pembantu Rp. 19.587.500

Jumlah biaya overhead langsung departemen Rp. 45.500.000

Biaya overhead tidak langsung departemen

Biaya depresiasi gedung Rp. 1.000.0000

Biaya asuransi gedung Rp. 500.000

Jumlah biaya overhead tidak langsung departemen Rp. 1.500.000

Jumlah biaya overhead pabrik Rp. 47.000.000

Anggaran departemen langsung : Rp.45.500.000 dan anggaran departemen tidak langsungnya sebesar : Rp.1.500.000
b.) Menikmati manfaat biaya 100% luas lantai(m 2)proporsi luas

{(b) : 4000 x

(a) (b) (c)

Produksi I 1.700 30%

Produksi II 1.200 25%

Reparasi dan pemeliharaan 500 20%

Listik 400 15%

Kafetaria 200 10%

Jumlah 4000 100%

Taksiran Jasa Departemen-departemen pembantu yang dipakai oleh

Departemen produksi

Departemen Pembantu Dasar Alokasi Dept.Prod.1 Dept.Prod.2 Dept.R&P Dept. Listrik Dept. Kafe

Reparasi da nJam Kerja 1.500 500 - 50 -

pemeliharan

Listrik Kwh 5.000 4.000 1.000 - 2.250

Kafetaria Jmlh. Karyawan 15 15 10 10 2

C.) Alokasi BOP departemen pembantu ke departemen pembantu lain dan ke departemen produksi.

Dept. Prod.1 Dept.Prod.2 Dept.R&P Dept. Listrik Dept. Kafe

BOP Langsung Rp. 11.362.500 Rp.14.550.000 Rp.7.812.500 Rp. 9.850.000 Rp. 1.925.000

Dan tidak langsung

Alokasi BOP dept. 1 (11.367.015) 6.515 7.819.015 9.856.515 1.931.515

Alokasi BOP dept. 2 4.515 (14.556.515) 7.817.015 9.854.515 1.929.515

Rp. 0 Rp. 0 Rp 23.448.530 Rp. 29.561.030 Rp.


5.786.030

(Sumber acuan buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 228-233)

BAB VIII

DEPARTEMENTALISASI BIAYA OVERHEAD PABRIK


JAWABAN DARI SOAL PILIHAN GANDA HALAMAN 266-271 N0 1-30
1.D. mengalokasikan biaya overhead pabrik pembantu ke departemen produksi.
(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 225-226)

2. B .Metode Alokasi Langsung

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

3.A.Metode alokasi kontinu dan metode aljabar

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

4.C.Metode alokasi langsung

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

5. A. Metode alokasi Langsung

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

6. D.Rp.3.300.000

Penyelesaian :

= Departemen A x 10.000/ 100

= 38.000 x 100/100

= Rp.3.800.000

7. D.Rp.3.300.000

Penyelesaian :

= Departemen Y x 45.000.000/ 100

= 7.500.000 x 45.000.000/100

= Rp.3.375.000

8.C.Rp.45.000.000

9. A.Rp.38.000.000

10.C.Rp 0

11. C. Tarif untuk membagikan biaya overhead pabrik tidak langsung departemen kepada departeme-departemen yang
menikmati manfaatnya.

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 231)

12 .B. Tarif untuk membagikan biaya overhead pabrik departemenpembatu ke departeme-departemen pembatu yang
lain dan departemen produksi.

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 230)

13. B.Tarif untuk Membagikan biaya overhead pabrik departemen pembatu ke departemen pembatu yang lain dan
depetemen produksi

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 231)

14. A. Metode aljabar dan alokasi kontinu


(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

15. D. Metode Alokasi Langsung


(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

16. B.Rp.10.000.000

Penyelesaian :

= Departemen X +1.250.000

= ( 8.750.000 + 1.250.000 )

= Rp.10.000.000

(Sumber acuan perhitungan buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 234)

17. D. Rp.45.750.000

Penyelesaian :

= Departemen A +9.750.000

= ( 45.000.000 + 9.750.000 )

= Rp.45.750.000

(Sumber acuan perhitungan buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 234)

18. A. 54.000.000

Penyelesaian :

= Departemen B +9.000.000

= ( 45.000.000 + 9.000.000 )

= Rp.54.000.000

(Sumber acuan perhitungan buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 234)

19.B.Rp.5000

Penyelesaian :

= Departemen B/9.000.000)

= ( 45.000.000 / 9.000.000 )

= Rp.5.000

(Sumber acuan perhitungan buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 232-233)

20. C.Rp.10.000

Penyelesaian :

= Departemen B/(1/2)9.000.000)

= ( 45.000.000 / 4.500.000)

= Rp.10.000

(Sumber acuan perhitungan buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 232-233)

21. C. Tidak diadakan alokasi biaya overhead ke dalam departement pembantu yang biaya overheadnya telah habis di
alokasikan ke departement lain.
(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

22. B. Kapasitas yang dianggarkan tidak tercapai atau kapasitas sesunggunya melebihi kapasitas yang dianggarkan

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 209 bab 7)

23.B. Metode urutan alokasi yang diatur

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 235)

24. D.Metode specified order of closing

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 235)

25.B .Metode urutan alokasi yang diatur

(Sumber buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 227)

26.B.Rp.7.500.000

Penyelesaian :

= Departemen X x jam mesin Departemen X)

= (150 x 500 jam)

= Rp.7.500.000

(Sumber acuan perhitungan buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 241)

27.A. Rp.10.000.000

Penyelesaian :

= Departemen Y x jam mesin Departemen Y)

= (500 x 200 jam)

= Rp.10.000.000

(Sumber acuan perhitungan buku Akuntansi Biaya,Mulyadi,edisi 5 halaman 241)

28. B.Rp.55.200.000

29. C.Rp.2.500

30. B.Rp.75.000