Anda di halaman 1dari 2

Alice adalah salah satu kepala satuan unit kerja pada unit produksi kompor listrik yang

menerapkan system Just in Time. Unit yang dipimpinnya merakit salah satu komponen
kompor listrik tersebut dan saat ini menggunakan 4 kontainer (kamban tray).
Manajer produksi menginformasikan bahwa jumlah produksi kompor listrik akan
ditingkatkan dari 600 menjadi 900 per hari.
Alice tidak masalah dengan target produksi ini. Dengan simplifikasi yang baru saja
diterapkan, unit yang dipimpinnya mampu memperbaiki waktu proses menjadi 2 kali lebih
cepat.
Satu-satunya concern Alice adalah mengenai kontainer. Ia tidak ingin penambahan kontainer
yang banyak akan menyebabkan ruangan menjadi tidak nyaman.
Untuk itu ia memutuskan untuk mengoptimalkan kapasitas kontainer dari 30 menjadi 45
komponen yang diproduksi.
Apakah Alice perlu menambah jumlah kontainer (kamban tray)? Jika perlu, menjadi berapa?
Jawaban :
Logika JIT (Just in Time) merupakan sekumpulan aktivitas terpadu untuk mencapai produksi
bervolume t i n g g i dengan menggunakan inventaris bahan baku yang
m i n i m a l , k e r j a d a l a m p r o s e s , d a n  barang jadi. Bagian-bagian produk tiba di stasiun
kerja selanjutnya “tepat waktu” dan diselesaikan serta berpindah dalam operasi dengan
tepat. Just-in-time juga didasarkan pada logika bahwa tidak ada yang akan
dihasilkan sebelum diperlukan. Kebutuhan dilahirkan oleh produk yang diminta
oleh para penggunanya. Ketika sebuah item dijual, menurut teori, maka pasar akan
menarik sebuah pengganti dari posisi terakhir dalam sistem -perakitan akhir dalam hal ini. Ini
memicu sebuah order ke saluran produksi pabrik dimana s e o r a n g p e k e r j a k e m u d i a n
m e n a r i k u n i t l a i n d a r i s e b u a h s t a s i u n h u l u d a l a m a l i r a n u n t u k   mengganti
unit yang diambil.
Setiap pengambilan keputusan atas perkembangan perusahaan akan
m e m i l i k i d u a dampak yang berbeda dan akan menimbulkan opportuni ty Cost.
yang paling penting dalam penerapan JIT adalah penggunaan persediaan sefisien
mungkin dan menghindari pemborosan.
Menurut saya Alice perlu menambah jumlah kontainer (kamban tray) menjadi 6 kontainer
(kamban tray). Mengapa demikian? Karena dengan 4 kontainer (kamban tray) saja unit yang
dipimpinnya mampu memproduksi 600 unit kompor listrik per hari, artinya 1 kontainer
(kamban tray) mampu memproduksi 150 unit kompor listrik per hari. Alice ingin
meningkatkan produksi kompor listrik per hari menjadi 900 unit kompor listrik. Sehinnga
kontainer (kamban tray) adalah : 900 : 150 = 6
Jadi Alice perlu menambah jumlah kontainer (kamban tray) menjadi 6 Unit saja.

Sumber :
https://www.academia.edu/23814683/Contoh_Kasus_Sistem_Produksi_JIT