Anda di halaman 1dari 10

115

SOAL UJIAN MASUK


PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER (P3A)
FAKULTAS FARMASI UNHAS
SEMESTER AWAL
TAHUN AKADEMIK 2011/2012
TES KEMAMPUAN FARMASI DASAR

PETUNJUK UMUM
1. Sebelum mengerjakan ujian, periksalah terlebih dahulu jumlah dan nomor halaman soal naskah ujian
2. Tulislah nomor peserta Saudara dan kode naskah pada lembar jawaban di tempat yang disediakan,
sesuai dengan petunjuk pengawas.
3. Bacalah dengan cermat setiap petunjuk yang menjelaskan cara menjawab soal
4. Jawablah lebih dahulu soal-soal yang Saudara anggap mudah, dan hati-hatilah dalam memberikan
jawaban, karena jawaban dinilai sebagai berikut :
- jawaban benar = nilai +4
- jawaban salah = nilai -1
- tidak ada jawaban = nilai 0
5. Berikan jawaban Saudara pada lembar jawaban ujian yang disediakan dengan cara menyilang huruf
jawaban yang sesuai.
6. Perbaikan jawaban hanya diperkenankan satu kali, dengan cara mencoret jawaban pertama dengan dua
garis datar, lalu pilih jawaban yang lain.
7. Selama ujian, Saudara tidak diperkenankan untuk bertanya atau minta penjelasan mengenai soal-soal
yang diujikan kepada siapapun, termasuk kepada pengawas
8. Naskah soal tidak boleh dibawa pulang. Setelah ujian selesai, harap Saudara tetap duduk di tempat
Saudara sampai pengawas datang ke tempat Saudara untuk mengumpulkan lembar jawaban.

PETUNJUK KHUSUS
I. Pilihlah opsi jawaban yang saudara anggap paling benar
II. Pilihlah :
A. Jika 1,2 dan 3 benar
B. Jika 1 dan 3 benar
C. Jika 2 dan 4 benar
D. Jika 4 benar
E. Jika semua benar

SOAL :
1. Normalitas asam klorida pekat dengan kadar 4. Larutan stok zat X tersedia dengan konsen-
37% (Mr HCl = 36,5 BJ = 1,18 g/ml) adalah : trasi 160 ppm. Yang harus dilakukan untuk
A. 12,51 N membuat larutan dengan konsentrasi 8 ppm
B. 11,96 N dari larutan stok tersebut adalah :
C. 11,54 N A. Dipipet 0,5 ml lalu dicukupkan volumenya
D. 10,82 hingga 10 ml
E. 10,67N B. Dipipet 1 ml lalu dicukupkan volumenya
2. Larutan 0,1 mmol/L HCl memiliki pH : hingga 10 ml
A. 1 C. Dipipet 2 ml lalu dicukupkan volumenya
B. 2 hingga 10 ml
C. 3 D. Dipipet 3 ml lalu dicukupkan volumenya
D. 4 hingga 10 ml
E. 5 E. Dipipet 4 ml lalu dicukupkan volumenya
3. Sebanyak 250 mg serbuk mengandung asam hingga 10 ml
salisilat (BM=138,12) ditimbang seksama, 5. Metode titrimetri yang digunakan untuk
dilarutkan dalam 15 mL etanol 95% yang menentukan kadar logam-logam dalam suatu
telah dintralkan terhadap merah fenol LP sediaan farmasi adalah
(6,8–8,4). Campuran selanjutnya ditambah A. Titrasi Asam Basa
20 mL dan ditirasi dengan NaOH 0,1 N B. Kompleksometri
menggunakan indikator merah fenol. Sampai C. Iodometri
terjadinya titik akhir titrasi yang dibutuhkan D. Argentometri
NaOH 0,1 N sebanyak 12,56 mL. Berapakah E. Bromometri
kadar asam salisilat dalam serbuk tersebut di 6. Asam amino nonessensial adalah:
atas? A. Leusin
A. 39,69% (b/b) B. Lysin
B. 39,96% (b/b) C. Glisin
C. 69,39% (b/b) D. Isoleusin
D. 69,93% (b/b) E. Metionin
E. 63,96% (b/b)

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 1 dari 10


7. Ikatan kimia yang terjadi pada gambar di 11. Urutan senyawa berikut ini yang dapat
bawah ini disebut
O ikatan……… melewati membran biologis secara difusi
pasif dari yang paling mudah hingga paling
R C NH2R sulit adalah:

H P Q R
O O O
A. Hidrogen O
OH

B. Van der Waals HN NH OH

C. Dipol-dipol H3C N
H

D. Ion-dipol O
barbituric acid
acetaminophen
Log P = 0,28 benzoic acid
E. Kovalen Log P = -1,36 Log P = 1,86
8. Pengertian bobot tetap dalam Farmakope
Indonesia Edisi III adalah A. P > Q > R
A. Selisih penimbangan dua kali berturut- B. P > R > Q
turut tidak lebih dari 0,5 mg tiap g sisa C. Q > P > R
yang ditimbang setelah dipanaskan lagi D. R > P > Q
selama 2 jam. E. R > Q > P
B. Selisih penimbangan dua kali berturut- 12. Berikut ini pemeriksaan kadar albumin pada
turut tidak lebih dari 0,05 mg tiap g sisa serum seorang pasien dengan menggunakan
yang ditimbang setelah dipanaskan lagi spektrofotometer.
selama 2 jam
C. Selisih penimbangan dua kali berturut- Sampel Absorban
turut tidak lebih dari 5 mg tiap g sisa Albumin standar 2,5 g/dL 0,250
yang ditimbang setelah dipanaskan lagi Serum pasien 0,500
selama 1 jam.
D. Selisih penimbangan dua kali berturut- Kadar albumin serum pada pasien tersebut,
turut tidak lebih dari 0,5 mg tiap g sisa adalah :
yang ditimbang setelah dipanaskan lagi A. 2,5 g/dL
selama 1 jam. B. 5,2 g/dL
E. Selisih penimbangan dua kali berturut- C. 5,0 g/dL
turut tidak lebih dari 0,05 mg tiap g sisa D. 0,5 g/dL
yang ditimbang setelah dipanaskan lagi E. 0,25 g/dL
selama 1 jam 13. Penentuan kadar asam askorbat dalam suatu
9. Bagian dari struktur penisilin di gambar sampel dapat dilakukan dengan beberapa
berikut ini yang reaktif terhadap serangan metode, kecuali:
nukleofil sehingga rentan terhadap proses A. Metode Iodometri
hidrolisis adalah B. Metode asidi–alkalimetri
C. Metode 2,6–dikloroindofenol
V
D. Metode kolorimetri 4–metoksi–2–
H H nitroanilin
IV H I
N S E. Metode spektrofotometri
R
14. Senyawa luminal yang terdapat dalam serbuk
N
campuran dapat ditentukan kadarnya secara
O III
O argentometri dengan melarutkan luminal
CO2H dalam larutan Natrium karbonat. Titik akhir
II titrasi ditandai dengan timbulnya:
A. Warna merah
A. I
B. Warna biru hilang
B. II
C. Kekeruhan
C. III
D. Endapan merah
D. IV
E. Larutan merah
E. V
15. Sampel yang digunakan untuk pemeriksaan
kadar protein dalam urine adalah :
10. Gugus bukan protein yang terdapat pada
A. Urin sewaktu
enzim yang tidak terikat kuat pada bagian
B. Urin 24 jam
protein disebut
C. Urin postprandila
A. Kofaktor
D. Urin 12 jam
B. Koenzim
E. Urin pagi
C. Gugus prostetik
D. Isoelektrik
E. Allosterik

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 2 dari 10


16. Urutkanlah tingkat keasaman asam benzoat 21. Penentuan kadar ampisillin secara titrimetri
dan turunannya di bawah ini dari yang paling dapat dilakukan dengan metode:
asam 1) Bromometri
O
O
2) Bromatometri
Cl C 3) Iodimetri
O2N C
OH
4) Cerimetri
A
OH 22. Teori asam basa Bronsted-Lowry menyata-
B kan bahwa
O HO 1) Asam adalah donor proton
H3CO C C
2) Asam adalah donor elektron
3) Basa adalah akseptor proton
OH O
4) Basa adalah akseptor proton
C D 23. Hal-hal yang benar tentang reversed phase
pada HPLC adalah
1) Fase diam berupa C18 atau C8
A. A > B > C > D
2) Analit merupakan senyawa non polar
B. B > A > C > D
3) Fase gerak yang biasa digunakan adalah
C. B > A > D > C
asetonitril, air dan metanol
D. A > D > C > B
4) Ukuran molekul analit lebih dari 30 nm
E. D > C > B > A
24. Yang termasuk parameter validasi metode
17. Berikut ini adalah data serapan teofilin baku
analisis adalah
dalam larutan cairan lambung buatan pada
1) Presisi
panjang gelombang 271 nm:
2) Linearitas
3) Ketahanan
Konsentras Absorbans 4) Batas deteksi
i (ppm) i 25. Yang termasuk gugus kromofor organik
4 0,20260 adalah
5 0,26876 1) Karbonil
6 0,33389 2) Karboksil
7 0,40200 3) Amido
8 0,46711 4) Azo
9 0,53809 26. Mentol bila dicampur dengan timol akan :
10 0,59266 A. Melarut
B. Mencair
Jika diperoleh absorbansi sampel sebesar C. Meleleh
0,43255, kadar sampel tersebut adalah : D. Menggumpal
A. 6,52 ppm E. Tidak terjadi apa-apa
B. 7,48 ppm 27. Singkatan bahasa latin yang memiliki arti
C. 7,35 ppm jika perlu adalah :
D. 8,35 ppm A. p.r.n. ; s.n.s. ; p.i.m .
E. 8,56 ppm B. p.r.n. ; s.o.s ; p.i.m.
18. Uji Murexid adalah suatu uji reaksi untuk C. p.r.n. ; s.n.s. ; s.o.s.
identifikasi senyawa : D. p.r.n. ; s.n.s. ; i.m.m.
A. Asam hidroksi benzoat E. p.r.n. ; p.i.m. ; i.m.m.
B. 1,3 dimetilxantin 28. Succus dan radix adalah pengikat dan pengisi
C. 2,4 dihidroksi benzoat yang paling baik untuk pil dengan perban-
D. 1,3 dimetil salisilat dingan :
E. Fenol-fenol A. 1 : 1
19. Yang termasuk dalam metode titrasi ber- B. 1 : 2
dasarkan prinsip oksidasi reduksi adalah : C. 2 : 1
1) Iodimetri-Iodometri D. 2 : 3
2) Bromo-Bromatometri E. semua salah
3) Permanganometri 29. Jika Dosis Maksimum (DM) Luminal untuk
4) Cerimetri dewasa adalah 300 mg/600 mg, maka DM
20. Penentuan kadar koffein dapat dilakukan untuk anak usia 7 tahun dengan bobot badan
dengan metode : 20 kg adalah :
1) Nitritometri A. 88 mg/176 mg
2) Titrasi Bebas Air B. 40 mg/80 mg
3) Argentometri C. 110 mg/221 mg
4) Iodometri D. 85 mg/171 mg
E. 105 mg/ 210 mg

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 3 dari 10


30. Yang dimaksud dengan dragee adalah : 37. Bahan-bahan di bawah ini dapat merusak
A. Tablet isap emulsi, kecuali :
B. Tablet kunyah A. gliserin dan sirup
C. Tablet kulum B. asam dan basa
D. Tablet salut gula C. etanol dan eter
E. Tablet salut enterik D. elektrolit
31. Bahan tambahan tablet di bawah ini mem- E. tingtur
punyai lebih dari satu fungsi, KECUALI : 38. Bila bahan baku yang diketahui sedikit
A. Gula mengandung mikroba, maka pengontrolan
B. Amylum kadar mikroba
C. Avicel A. Tidak diperlukan
D. Cab-O-sil B. Dilakukan sekali-sekali
E. Lactosum C. Harus dilakukan
32. R/ sulfanilamid 0,4 D. Bisa dilakukan atau bisa tidak dilakukan
oleum cacao q.s E. Semua benar
m.f. supp. dtd No. XX 39. Lama dan suhu yang digunakan untuk steril-
Pro. Amran (dewasa) isasi dengan autoklaf adalah :
Jika diketahui nilai tukar untuk sulfanilamid A. 120oC 15 menit
0,60; maka oleum cacao yang dibutuhkan B. 121oC 10 menit
untuk membuat resep di atas adalah : C. 126 – 129oC 5 menit
A. 32,0 g D. 115 – 116oC 30 menit
B. 52,0 g E. 134 – 138oC 3 menit
C. 55,2 g 40. Untuk menghitung tonisitas larutan, dapat
D. 35,2 g digunakan rumus di bawah ini, KECUALI :
E. 95,2 g A. Penurunan titik beku
33. Bahan baku untuk metode cetak langsung B. Ekivalen NaCl
harus memiliki sifat : C. Faktor disosiasi
A. Kompresibilitas yang baik D. Grafik
B. Aliran yang baik E. Nicholas
C. Kapasitas pegang tinggi 41. Larutan yang berbahaya jika disuntikkan
D. Kompresibilitas dan aliran yang baik adalah larutan yang bersifat :
E. Kompresibilitas, aliran, dan kapasitas A. Hipotonis
pegang yang baik B. Hipertonis
34. Yang termasuk ajuvan adalah : C. Isotonis
A. Pewarna D. Netral
B. Pewarna dan penawar bau E. Asam
C. Pewarna, penawar bau, dan penyalut 42. Akan dibuat tetes mata isotonis yang
D. Pewarna, penawar bau, dan pemanis mengandung atropin sulfat 50 mg/10 ml.
buatan Jika BM atropin SO4 = 694,85; dan BM NaCl
E. Pewarna, penawar bau, dan adsorben = 58,5; maka NaCl yang dibutuhkan adalah :
35. Pernyataan di bawah ini merupakan kriteria A. 844 mg
suspensi yang baik, KECUALI : B. 896 mg
A. Zat terdispersi harus halus, sehingga C. 275 mg
cepat mengendap D. 84 mg
B. Bila mengendap, partikel tidak boleh E. 27 mg
membentuk cake 43. Akan dibuat injeksi Vit C 125 mg/5ml. Jika
C. Bila dikocok perlahan, endapan segera diketahui ptb vit C = 0,105; dan ptb NaCl =
terdispersi kembali 0,576. Agar injeksi tsb isotonis, maka NaCl
D. Suspensi mudah dituang dari wadah yang dibutuhkan adalah :
E. Tersuspensi cukup lama untuk men- A. 675 mg
dapatkan takaran yang akurat B. 447 mg
36. Emulgator yang ideal memiliki sifat-sifat C. 22 mg
berikut, kecuali : D. 28 mg
A. Teradsorpsi dengan cepat di sekeliling E. 35 mg
tetesan terdispersi 44. Berikut ini adalah gas yang bisa digunakan
B. Aktif pada permukaan dan meningkatkan untuk sterilisasi, KECUALI :
tegangan permukaan A. Formaldehida
C. Memberikan potensial listrik yang B. Ozon
memadai C. Etilen oksida
D. Meningkatkan kekentalan emulsi D. Propil bromida
E. Efektif pada konsentrasi rendah E. Klorin dioksida

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 4 dari 10


45. Akan dibuat tetes mata Scopolamin HBr 52. Ekstraksi alkaloid dalam bentuk garam dari
dengan konsentrasi 25 mg/ml sebanyak 10 tanaman dilakukan dengan cara
ml. Jika diketahui nilai E Scopolamin HBr = A. Menambahkan ammonium-hydroxide
0,13; maka NaCl yang harus ditambahkan dan air ke serbuk tanaman
agar tetes mata tsb isotonis adalah : B. Membuat ekstrak dengan penambahan
A. 57,50 mg asam mineral dan pelarut organik
B. 86,75 mg C. Membuat ekstrak dengan penambahan
C. 575,00 mg basa dan pelarut organik
D. 867,50 mg D. Menambahkan asam mineral dan air ke
E. 896,75 mg serbuk tanaman
46. Prinsip terbunuhnya mikroba pada steril- E. Membuat ekstrak dengan pelarut organik
isasi dengan gas adalah : dan menghangatkannya
A. Terjadi koagulasi dan denaturasi protein 53. Lemak dari biji ricinus setelah pengepresan
penyusun tubuh mikroba tidak dapat digunakan sebagai bahan makan-
B. Terjadi perubahan DNA dari inti sel, an karena mengandung bahan yang sangat
sehingga mikroba mengalami mutasi beracun yaitu ...... .
C. Terjadi dehidrasi dari mikroba, sehingga A. ricinin
mikroba menjadi kering B. ricin
D. Terjadi reaksi adisi membentuk ikatan C. taxol
alkilasi, sehingga protein mikroba rusak D. sinigrine
E. Mikroba tersingkir dari larutan E. lotaustralin
47. Spora pada bakteri berfungsi untuk : 54. Scoville’s index dapat digunakan untuk
A. Berkembang biak mengetahui:
B. Mempertahankan diri A. Tingkat keasaman
C. Menyerang B. Tingkat kekentalan
D. Berkembang biak dan pertahanan diri C. Tingkat kemanisan
E. Berkembang biak dan menyerang D. Tingkat kepedasan
48. Ilmu dan teknologi partikel kecil disebut : E. Tingkat kepahitan
A. Nanomeritik 55. Perbedaan struktur kimia antara selulosa
B. Mikromeritik dengan pati adalah :
C. Makromeritik A. Selulosa disusun oleh molekul α-glukosa
D. Ultrameritik sedangkan pati memiliki residu β-glukosa
E. Semua salah bercabang
49. Alat untuk menentukan ukuran partikel B. Selulosa disusun oleh molekul β –glukosa
adalah sebagai berikut, KECUALI : bercabang, pati memiliki molekul α- dan
A. Viscometer β-glukosa tidak bercabang
B. Mikroskop C. Selulosa disusun oleh residu glukosa yang
C. Ayakan terdiri dari rantai 1,4-β-D-glukosa,
D. Andreasen sedangkan pati memiliki rantai linear dan
E. Coulter couter bercabang dari 1,4-α-, dan 1,6-α-D-
50. Disolusi adalah : glukosa.
A. Jumlah zat aktif yang terlarut dalam D. Selulosa disusun oleh residu 1,6-α-
media per satuan waktu glukosa sedangkan pati memiliki residu
B. Jumlah zat aktif yang terlarut dalam 1,4-β-glukosa bercabang
media pada suhu tertentu E. Keduanya terdiri dari rantai linear dan
C. Jumlah zat aktif yang terlarut dalam bercabang 1,2-β-D-glukosa.
media yang diketahui volumenya pada 56. Cara untuk mendapatkan minyak lemak dari
waktu dan suhu tertentu “virgin oil” adalah :
D. Proses melarutnya bahan obat dalam A. ekstraksi pelarut.
suatu pelarut B. pengepresan.
E. Proses melarutya bahan obat pada C. pengepresan-dingin.
keadaan tertentu D. distilasi uap air.
51. Atom N pada alkaloid yang berasal dari asam E. pengepresan dan ekstraksi pelarut.
amino terdapat pada: 57. Berikut ini adalah reagen untuk identifikasi
A. cincin heterosiklik alkaloid, kecuali:
B. sebagai kation ammonium A. Dragendorf
C. sebagai substituen cincin benzene B. Mayer
D. sebagai substituen cincin pyrane C. Wagner
E. pada rantai samping D. Lieberman Bouchard
E. Potassium-tetraiodomercurate

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 5 dari 10


58. Getah dari Poppy adalah bahan baku industri 66. Pernyataan yang paling berhubungan dengan
untuk produksi morfin karena .……. . Opium adalah :
A. Hanya mengandung morfin A. Opium adalah getah yang dikeringkan
B. Tidak mengandung alkaloid lain yang diperoleh dengan menoreh kapsul
C. Memiliki kandungan morfin maksimum poppy yang belum matang.
D. Bahan baku yang paling murah B. Opium adalah jus yang dikeringkan dari
E. Mengandung derifat morfin guntingan daun Opium poppy.
59. Keseluruhan bahan herbal harus ditolak jika C. Opium adalah ekstrak air yang dikering-
pada pemeriksaan ... kan dari batang Opium poppy.
A. bagian tanaman tersebut mengandung D. Opium dengan kualitas bagus mengan-
bahan asing yang toksik dung 1,5% morfin.
B. bagian tanaman tersebut mengandung E. Opium digunakan sebagai diuretik dan
bahan asing dalam jumlah yang melebihi laxatif.
ambang batas yang ditetapkan farmakope 67. Senyawa yang merupakan kandungan Opium
C. bagian tanaman tersebut mengandung adalah :
bahan asing yang toksik yang tidak dapat A. chelidonin
dipisahkan B. hypericine
D. bagian tanaman tersebut mengandung C. narcotine
bahan asing D. heroin
E. mengandung bagian lain dari tanaman E. pilokarpin
tersebut dalam jumlah yang lebih besar 68. Bagaimana menghindari kerusakan bahan
daripada yang dipersyaratkan farmakope herbal dari perubahan yang tidak diinginkan
60. Simplisia berikut ini yang kandungan kafein- pada penyimpanan?
nya paling tinggi adalah A. Mengeringkan bahan herbal sesegera
A. Mate Folium mungkin
B. Theae Folium B. melembabkan bahan herbal dengan
C. Guarana sejumlah tertentu air dan menyimpannya
D. Coffeae Semen di dalam lemari pendingin
E. Colae Semen C. Tanaman disimpan pada tempat dingin
61. Inulin termasuk ke dalam kelompok dalam wadah tertutp
A. arabin D. Simpan tanaman di dalam wadah
B. pectin tertutup rapat dan simpan pada suhu
C. galaktane ruang
D. mannan E. Menambahkan bahan penstabil
E. fructosane 69. Pada kolom kromatografi ekskulusi ukuran,
62. Bahan berikut ini yang bersifat karminatif molekul yang …………. akan bergerak bebas
A. Frangulae Cortex pada matriks fase diam, dan oleh karena itu
B. Centaurii Herba akan bergerak dari kolom …………
C. Silybi mariani Fructus A. kecil, lebih cepat
D. Foeniculi Fructus B. polar, lebih cepat
E. Graminis Rhizoma C. besar, lebih lambat
63. Kandungan tanaman di bawah ini yang dapat D. besar, lebih cepat
membentuk kompleks reversible dengan E. polar, lebih lambat
protein adalah : 70. Senyawa yang lebih dulu terelusi pada
A. alkaloid kromatografi lapis tipis dengan fase diam
B. saponin “reverse phase silica gel” adalah senyawa
C. tannin yang
D. mucilago A. bobot molekul tinggi
E. anthraglikosida B. bobot molekul rendah
64. Pilokarpin, alkaloid dari Jaborandi folium C. polaritas tinggi
memiliki efek .. D. polaritas rendah
A. antagonis atropin E. solubilitas sedang
B. agonis atropin 71. Berapa nilai hRf maksimum sebuah senyawa
C. sedatif pada kromatografi kertas?
D. diuretik A. 0,1
E. emetik B. 1,0
65. Bahan yang mengandung derivat purin : C. 10,0
A. Capsicum Fructus D. Tidak menentu
B. Alixiae Cortex E. 100,0
C. Colae Semen
D. Podophylum
E. Pyrethri Flos

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 6 dari 10


72. Senyawa berikut ini yang lebih dulu terelusi 80. Ketersediaan hayati obat dapat didefinisikan
dari gas chromatography column adalah sebagai :
A. Methanol (CH3OH) A. Hubungan antara sifat-sifat fisika-kimia
B. Ethanol (CH3CH2OH) obat dengan absorbsi sistemiknya
C. n-Propanol (CH3CH2CH2OH) B. Ukuran laju dan jumlah obat aktif
D. n-Butanol (CH3CH2CH2CH2OH) terapetik yang mencapai sirkulasi
E. n-Pentanol (CH3CH2CH2CH2CH2OH) sistemik
73. Senyawa yang tergolong terpenoid adalah : C. Perpindahan obat ke dalam jaringan
A. anthosianin sepanjang waktu
B. mucilago D. Pelarutan obat di dalam saluran
C. tannin pencernaan
D. karotenoid E. Jumlah obat yang dirusak oleh hati
E. minyak lemak sebelum terjadinya absorbsi sistemik dari
74. Bahan berikut ini digunakan sebagai saluran pencernaan
antikanker, KECUALI 81. Ungkapan “semua zat adalah racun, tak
A. Myristicae Semen satupun yang bukan racun, hanya dosis yang
B. Taxus Baccata membedakan antara racun dan pengobatan”
C. Catharanthi Herba dikemukakan pertama kali oleh :
D. Podophylli Rhizoma A. Parkinson
E. Colae Semen B. Fleming
75. Tanaman yang banyak digunakan setelah C. Paracelsus
fermentasi adalah : D. Plato
A. Calami Rhizoma E. Aristoteles
B. Zingiberis Rhizoma 82. Waktu mula kerja (onset time) suatu obat
C. Ratanhia Root yang diberikan secara oral, adalah waktu
D. Theae Folium untuk obat
E. Lime Flos A. Mencapai konsentrasi puncak dalam
76. Organ yang berfungsi sebagai alat ekskresi plasma
utama senyawa dari tubuh adalah : B. Mencapai konsentrasi efektif minimum
A. Hati (MEC)
B. Paru-paru C. Mencapai konsentrasi toksik minimum
C. Ginjal (MTC)
D. Kulit D. Mulai dieliminasi dari tubuh
E. Otak E. Mulai diabsorbsi dari usus halus
77. Daerah tubuh yang memiliki pH paling 83. Pernyataan yang benar tentang obat-obat
rendah (paling asam) adalah ; otonom adalah :
A. Darah A. Adrenergik dan kolinergik umumnya
B. Air mata bekerja sinergis
C. Rongga mulut B. Antagonis kolinergik disebut juga simpa-
D. Cairan usus tolitik
E. Vagina C. Obat kolinergik meniru kerja dari epi-
78. Berikut ini yang tidak termasuk sistem nefrin
imun nonspesifik adalah : D. Agonis adrenergik termasuk parasim-
A. Sel B patomimetik
B. Sel fagosit E. Reseptor obat adrenergik terdiri dari
C. Sel NK reseptor  dan 
D. Interferon 84. Rute pemberian obat yang menghasilkan
E. Selaput lendir bioavailabilitas sempurna (100%) adalah :
79. Reaksi imun yang menyebabkan reaksi A. Injeksi intramuskular
antara antigen dan IgE sehingga sel mast B. Injeksi intravena
mengalami degranulasi dan melepaskan C. Injeksi intradermal
mediator, biasa juga disebut sebagai reaksi- D. Pemberian per oral
reaksi berikut ini, KECUALI : E. Injeksi subkutan
A. Reaksi hipersensitivitas cepat 85. Parameter yang digunakan untuk mengukur
B. Reaksi anafilaksis fungsi hati hati adalah :
C. Reaksi alergi A. Kreatinin
D. Reaksi hipersensitivitas lambat B. SGOT/SGPT
E. Reaksi histaminik C. Inulin
D. Insulin
E. Lisosim

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 7 dari 10


86. Perbedaan kerja antara antidepresi trisiklik 90. Suatu obat baru diberikan dengan dosis
dan antidepresi penghambat MAO adalah tunggal IV 200 mg kepada pasien pria 80 kg.
A. Trisiklik membentuk senyawa kompleks Setelah 6 jam, konsentrasi obat dalam
yang stabil terhadap enzim MAO; plasma terukur 1,5 mg/100 ml plasma.
penghambat MAO mencegah ambilan Diketahui volume distribusinya 10% dari
amin di prasinaps berat badan, dan mengikuti kinetika orde
B. Trisiklik mencegah degradasi senyawa satu. Jumlah total obat di dalam cairan tubuh
amin; penghambat MAO mencegah setelah 6 jam dan waktu paruh dari obat
ambilan amin di prasinaps tersebut masing-masing adalah :
C. Trisiklik mencegah ambilan amin di A. 200 mg dan 0,085 jam-1
prasinaps; penghambat MAO mencegah B. 120 mg dan 0,693 jam-1
degradasi senyawa amin C. 120 mg dan 0,085 jam-1
D. Trisiklik membentuk senyawa kompleks D. 200 mg dan 0,693 jam-1
yang tidak stabil terhadap enzim MAO; E. 150 mg dan 0,085 jam-1
penghambat MAO mencegah ambilan 91. Dosis terapetik didefinisikan sebagai :
amin di prasinaps A. Jumlah zat yang menghambat efek bio-
E. Trisiklik membentuk senyawa kompleks logis di dalam tubuh
yang stabil terhadap enzim MAO; B. Jumlah zat yang menghasilkan efek bio-
penghambat MAO membentuk senyawa logis minimum
kompleks yang tidak stabil terhadap C. Jumlah zat yang menghasilkan efek ber-
enzim MAO bahaya bagi organisme
87. Mekanisme umum obat analgetik adalah : D. Jumlah zat yang menghasilkan efek yang
A. Meningkatkan eliminasi panas pada diperlukan pada kebanyakan pasien
waktu demam, dengan cara menimbulkan E. Jumlah zat yang mempercepat pening-
dilatasi pembuluh darah perifer & katan konsentrasi obat di dalam tubuh
mobilisasi air sehingga terjadi pengen- 92. Pengobatan atau perlakuan terhadap insom-
ceran darah & pngeluaran keringat nia meliputi berikut ini, KECUALI :
B. Merupakan hasil kerja obat pada SSP A. Manajemen penyakit, meliputi identifi-
yang melibatkan pusat kontrol suhu di kasi penyebab
hipotalamus B. Penggunaan terapi ECT untuk insomnia
C. Menghambat secara langsung enzim- berat
enzim pada SSP yang mengkatalisis C. Insomnia transien diatasi dengan hygiene
biosintesis prostaglandin tidur yang baik
D. Menghambat enzim-enzim yang terlibat D. Pengobatan nonfarmakologi penting
pada biosintesis mukopolisakarida & untuk insomnia jangka panjang
glikoprotein E. Insomnia kronis memerlukan penelitian
E. Meningkatkan pergantian jaringan atas sebab medis
kolagen & stabilisasi membran 93. Penyakit autoimun yang terjadi karena
88. Seorang pasien wanita (30 tahun, berat antibodi menyebabkan kelenjar tiroid
badan 52 kg) dengan fungsi ginjal normal mengeluarkan hormon tiroid dalam jumlah
akan diberi obat dengan infus IV. Menurut berlebihan disebut :
pustaka waktu paruh eliminasi obat ini A. Penyakit Graves’
adalah 3 jam dan volume distribusinya B. Miastenia gravis
adalah 25% berat badan. Farmakokinetika C. Pemphigus vulgaris
obat ini megikuti proses orde satu. Kadar D. Rheumatoid arthritis
tunak yang diperlukan adalah 10 μg/mL. E. Psoriasis
Dosis muat dan laju infus yang 94. Yang bukan fungsi/peran normal logam di
direkomendasikan serta klirens tubuh total dalam tubuh adalah :
dari obat ini berturut-turut adalah : A. Besi di dalam heme hemoglobin
A. 130 mg; 30 mg/jam; dan 3 L/jam B. Kobalt dalam vitamin B12
B. 30 mg; 130 mg/jam; dan 10 L/jam C. Arsen di dalam ATP
C. 130 mg; 3 mg/jam; dan 13 L/jam D. Kalsium di dalam tulang
D. 130 mg; 3 mg/jam; dan 30 L/jam E. Fosfor di dalam ATP
E. 300 mg; 30 mg/jam; dan 3 L/jam 95. Singkatan dalam resep tertulis b.i.d. artinya :
89. Antibiotik yang bukan golongan A. Sistem saraf pusat
aminoglikosida adalah : B. Tidak ada alergi
A. Streptomisin C. Dua kali sehari
B. Kanamisin D. Telinga kanan
C. Eritromisin E. Penyakit paru kronis
D. Tobramisin
E. Neomisin

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 8 dari 10


96. Arti nilai LD50 dari suatu zat dapat E. 195 mg/100 mL
dirumuskan dalam pernyataan berikut ini : 98. Furosemid adalah nama generik dari :
A. Nilai yang kecil menunjukkan bahwa zat A. Allegra-D®
itu tidak toksik B. COZAAR®
B. Nilai yang besar menunjukkan bahwa zat C. LASIX®
itu sangat toksik D. ZYRTEC®
C. Semakin kecil nilainya, berarti semakin E. GlycoLax®
toksik zat tersebut 99. Senyawa yang berakhiran –olol umumnya
D. Semakin besar nilainya, berarti semakin merupakan golongan :
toksik zat tersebut A. Alkaloid ergot
E. Besar kecil nilainya tidak menunjukkan B. Steroid
tingkat ketoksikan zat tersebut C. Beta-bloker
97. Diketahui dosis glibenklamid untuk manusia D. Diuretik
adalah 5 mg. Suatu sediaan oral akan dibuat E. Antidepressan
untuk diberikan pada mencit. Faktor 100.Penyakit anemia yang disebabkan oleh
konversi dosis untuk mencit dengan bobot defisiensi vitamin B12 disebut ANEMIA … :
badan 20 g adalah 0,0026, dan volume A. Sel Sabit
pemberian maksimum untuk mencit dengan B. Pernisiosa
bobot badan 30 g adalah 1 ml. Jika C. Aplastik
pemberian sediaan oral berdasarkan volume D. Hemolitik
maksimum, maka konsentrasi sediaan oral E. Sideroblastik
glibenklamid yang disediakan adalah :
A. 1,95 mg/100 mL
B. 1,95 mg/mL
C. 19,5 mg/100 mL
D. 195 mg/mL

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 9 dari 10


KUNCI JAWABAN

No Jawaban No Jawaba No Jawaban No Jawaban


n
1 B 26 B 51 A 76 C
2 D 27 C 52 D 77 E
3 C 28 B 53 B 78 A
4 A 29 A 54 D 79 D
5 B 30 D 55 C 80 B
6 C 31 E 56 C 81 C
7 C 32 C 57 D 82 B
8 D 33 E 58 D 83 E
9 C 34 D 59 C 84 B
10 B 35 A 60 B 85 B
11 E 36 B 61 E 86 C
12 C 37 A 62 D 87 B
13 B 38 B 63 C 88 A
14 C 39 D 64 A 89 C
15 E 40 E 65 C 90 C
16 C 41 A 66 A 91 D
17 B 42 D 67 D 92 B
18 B 43 C 68 A 93 A
19 E 44 D 69 D 94 C
20 C 45 A 70 D 95 C
21 A 46 D 71 E 96 C
22 B 47 B 72 A 97 A
23 A 48 B 73 D 98 C
24 E 49 A 74 A 99 C
25 E 50 D 75 D 10 B
0

UJIAN MASUK P3A AW 2011/2012 (115) halaman 10


dari 10