Anda di halaman 1dari 4

A. Macam-macam motif ekonomi.

Pada kegiatan pembelajaran sebelumnya tentu kamu sudah tahu, apa itu Motif
Ekonomi? Jika belum coba lihat kembali kegiatan pembelajaran sebelumnya.
Motif Ekonomi adalah keinginan atau alasan yang mendorong manusia untuk
melakukan tindakan ekonomi atau kegiatan ekonomi baik dari dalam diri manusia maupun
dari luar/lingkungan. Adapun motif ekonomi dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Motif intrinsik adalah keinginan untuk memperoleh barang dan jasa yang diinginkan
sesuai kesadaran sendiri. Contoh: Asrul akan menghadapi ujian nasional, oleh karena itu
ia sedang belajar sungguh-sungguh karena tidak ingin gagal saat ujian.
2. Motif ekstrinsik adalah keinginan seseorang untuk memperoleh barang dan jasa yang
diingikan karena pengaruh dari luar/orang lain. Contoh: Dalam menghadapi ujian
nasional Bambang belajar dengan sungguh-sungguh, karena ingin dibelikan sepeda motor
oleh orang tuanya jika ia lulus dengan nilai yang bagus.

Macam-macam motif ekonomi dalam kehidupan sehari-hari:


 Motif ekonomi untuk memperoleh laba atau keuntungan adalah dorongan yang
muncul untuk memperoleh keuntungan dan mendorong semangat untuk menggali ide yang
bersifat penemuan baru (inovasi). 
Gambar : Pedagang perabot rumah tangga dipasar tradisional.

Gambar diatas mengilustrasikan, Bu Dita adalah pedagang perabot rumah tangga. Ia


memiliki motif ekonomi mendapatkan keuntungan maka ia berusaha membeli barang
dagangannya dari pedagang besar yang kualitas  baik, membawanya ke pasar untuk dijual.
Jika dagangannya laku, ia akan memperoleh uang dan sebagian dari uang tersebut
merupakan keuntungan atau laba. 
Apa yang dimaksud dengan laba? 
Laba atau keuntungan adalah selisih antara Harga Jual dan Harga Beli dimana Haga Jual
lebih besar dari harga beli.
 Motif ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sendiri adalah keinginan yang dimiliki
oleh setiap individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Gambar  : Pedagang nasi goreng keliling

Contoh pada gambar diatas, Bedu bekerja sebagai kuli bangunan yang berpenghasilan rendah,
untuk memenuhi kebutuhanya, setiap malam  ia menjadi pedagang nasi goreng keliling.

 Motif ekonomi untuk memperoleh penghargaan adalah keinginan seseorang selain


mendapat keuntungan, juga inginan dihargai dan dihormati oleh orang lain.
Gambar  : Seorang guru yang sedang mengajar di dalam ruang kelas

Pada gambar diatas, menunjukan Bu Sahlan sebagai seorang guru honorer yang baik
meskipun gajinya kecil, beliau terus berusaha menjalankan tugasnya dengan baik,  sehingga
muridnya merasa segan dan menghormatinya. 

 Motif ekonomi untuk memperoleh kekuasaan adalah keinginan seseorang untk


memperoleh kekuasaan dalam masyarakat khususnya dalam bidang ekonomi.
 Gambar  : Pengusaha yang sedang mengadakan rapat dengan bawahannya.
Gambar diatas memberi contoh Pak Karyo adalah seorang pengusaha yang memiliki beberapa
perusahaan besar, tentu semua kebutuhannya tercukupi, saat ini ia sedang mengadakan rapat
dengan beberapa bawahannya untuk mengembangkan usahanya agar lebih besar lagi hingga
dapat tercapai keinginannya.
 
 Motif ekonomi untuk sosial adalah keinginan seseorang untuk memperoleh pendapatan,
kemudian sebagian pendapatannya digunakan untuk menolong sesama dengan tulus iklas.
 gambar  : Seorang menyerahkan sumbangan kepada panti asuhan

 
Gambar diatas menunjukan bagaimana seseorang membantu sesama, dengan menyisihkan
sebagian pendapatannya untuk menolong sesama dengan tulus dan iklas.
  
B. Macam-macam prinsip ekonomi.
Pada kegiatan pembelajaran sebelumnya, tentu kamu sudah mengetahui pengertian
prinsip ekonomi. Lalu seperti apakah sebenarnya bunyi Prinsip Ekonomi? Siapa sajakah
yang sebaiknya melaksanakan Prinsip Ekonomi?
Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh
hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal
mungkin.
Macam-macam Prinsip Ekonomi :
a. Prinsip ekonomi konsumen
Konsumen adalah orang yang mengurangi nilai guna barang dan jasa, dengan
pendapatan yang diterima, konsumen berusaha mencapai kepuasan yang sebesar-
besarnya dari kebutuhan yang beraneka ragam. Karena pendapatan dan alat pemuas
yang terbatas, sedangkan kebutuhan yang tidak terbatas, maka konsumen perlu
melakukan kegiatan selektif dalam membuat skala prioritas kebutuhanya.
Contoh: Pak Heri ingin membeli sepeda gunung, ia mencoba mencarinya melalui
beberapa situs toko online di internet untuk membandingkan kualitas dan harganya.
Pada akhirnya ia tertarik dan memilih membeli dari sebuah situs toko online karena
harganya lebih murah dengan merek sama.
b. Prinsip ekonomi produsen
Produsen adalah orang yang menambah nilai guna barang dan jasa. Produsen
dengan segala usahanya perlu mempertimbangkan pilihan untuk menentukan barang-
barang yang akan diproduksi. Barang produksi yang diproses oleh tenaga kerja atau
menggunakan mesin, diupayakan agar menggunakan biaya produksi yang rendah untuk
mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dengan demikian tujuan produsen
adalah memperoleh keuntungan (laba) yang besar dengan pengorbanan tertentu.
Contoh: Ibu Mala pengusaha kue keranjang yang menggunakan bahan bakar
minyak, karena harga minyak mahal Ibu Mala mengganti bahan bakarnya dengan kayu.
Dengan mengganti bahan bakar minyak dengan kayu Ibu Mala bisa menekan biaya
produksi kue keranjang
c. Prinsip ekonomi distributor
Distributor adalah orang yang menyalurkan barang dan jasa. Distributor
mempertimbangkan efisiensi jarak, biaya, dan waktu yang diperlukan distributor untuk
menyalurkan barang dan jasa.
Contoh: untuk menyalurkan gas elpiji dari Pertamina. Kita mempertimbangkan
hal-hal berikut:
1. Membeli gudang yang letaknya strategis dan mudah dijangkau
2. Membuka cabang-cabang distributor
3. Menyewa / membeli truk untuk mengangkut barang ke lokasi pasar yang cukup jauh
4. Menyewa / membeli mobil box sesuai kebutuhan untuk mengangkut barang dari
gudang ke pasar / supermarket
5. Membeli motor untuk memudahkan kegiatan distribusi ke agen-agen kecil.
Dengan demikian untuk dapat menyalurkan barang dan jasa ke konsumen, selain
menggunakan prinsip ekonomi, distributor juga perlu melakukan efesiensi dalam
penyaluran barang dan jasa, yakni disertai perhitungan biaya dan saluran distribusi yang
akan dilaluinya menuju konsumen.