Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Angkatan : II
Nama Mata Pelatihan : Nasionalisme
Nama Peserta : Laurencia Setia Lupita Danastri
Nomor Daftar Hadir : 26
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan

A. Pokok Pikiran
I. Nilai-Nilai Nasionalisme Pancasila Bagi ASN.
Nasionalisme merupakan sikap kesetiaan tertinggi seseorang yang harus diberikan
kepada negara dan bangsanya. Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu
memiliki rasa bangga dan cinta terhadap tanah air, namun kita tidak boleh memiliki
semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme). Kita harus mengembangkan
sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain.
Sikap yang sesuai dengan nasionalisme:
 Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
 Setia memakai produk dalam negeri.
 Rela berkorban demi bangsa dan negara.
 Bangga sebagai bangsa dan bernegara Indonesia.
 Mendahulukan kepentingan negara dan bangsa diatas kepentingan pribadi.
 Menjaga nama baik bangsa dan negara.
 Berprestasi dalam berbagai bidang untuk mengharumkan nama bangsa dan
negara.
 Setia kepada bangsa dan negara, terutama dalam menghadap masuknya
dampak negatif globalisasi ke Indonesia.
Sikap yang tidak sesuai dengan nasionalisme:
 Egoisme
 Ekstrimisme
 Terorisme
 Primodialisme
 Separatisme
 Propinsionalisme

Implementasi Nilai-nilai Pancasila bagi ASN dalam Menjalankan Tugasnya.


 Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di dalam lingkungan kerja juga
masyarakat, ASN harus menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui
implementasi nilai yang ada didalam pancasila sebagai pedoman berperilaku dan
menyikapi sesuatu.

II. ASN sebagai Pelaksana Kebijakan Publik.


Berdasarkan pasal 10 Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara, salah satu fungsi ASN adalah sebagai pelaksana kebijakan publik. Bertolak dari
pengertian di atas, ASN sebagai bagian dari pemerintah atau sebagai aparat sipil
negara memiliki kewajiban melaksanakan kebijakan publik. Dengan kata lain, ASN
adalah aparat pelaksana (eksekutor) yang melaksanakan segala peraturan
perundang-undangan yang menjadi landasan kebijakan publik di berbagai bidang dan
sektor pemerintahan.
Prinsip penting sebagai pelaksana kebijakan publik, yaitu:
1) ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam
mengimplementasikan kebijakan publik. ASN adalah sebagai ujung tombak
dalam membuat dan mengeksekusi suatu kebijakan dalam merespon suatu
masalah. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, tanpa ada implementasi maka
suatu kebijakan publik hanya menjadi angan-angan belaka, sehingga karena itu
harus dioperasionalisasikan.
2) ASN harus mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan
publik. Setiap pegawai ASN harus menyadari sebagai aparatur profesional yang
kompeten, berorientasi pelayanan publik, dan loyal kepada negara dan aturan
perundang-undangan. Karena itu, ASN harus menjiwai semangat UU ASN yang
berupaya untuk memperbaiki sifat layanan birokrasi yang buruk, yaitu birokrasi
yang berfungsi hanya untuk melayani kepentingan atasan, bukan untuk
kepentingan publik atau masyarakat yang rekrutmen pegawainya didasarkan
atas kedekatan keluarga atau pertemanan, bukan melalui sistem merit
berdasarkan kompetensi dan kompetisi. Dengan demikian, pegawai ASN harus
menyadari dirinya sebagai bagian dari birokrasi yang melayani kepentingan
publik yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (costumer-driven
government).
3) ASN harus berintegritas tinggi dalam menjalankan tugasnya. Yaitu yang memiliki
potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran sebagai
wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara. Di
samping itu, ASN juga harus berpegang pada dua belas kode etik dan kode
perilaku yang telah diatur dalam UU ASN pasal 5.

B. Penerapan
Sebagai ASN kita harus mampu mengaktualisasikan wawasan kebangsaan dan jiwa
nasionalisme dalam menjalankan profesi sebagai pelayan publik yang berintegritas
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan tugas dan kewajiban masing-masing.
Implementasi tersebut diantaranya:
1. Sila ke 1 : Ketuhanan Yang Maha Esa.
 Jujur dan mempunyai integritas  Hormat pada aturan dan hukum
 Hormat pada hak orang lain masyarakat
 Mempunyai etika sebagai prinsip  Berjiwa besar
dasar dalam kehidupan sehari-hari  Berprasangka baik
 Sabar

2. Sila ke 2 : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab


 Toleran
 Sopan dan santun
 Saling tolong menolong

3. Sila ke 3 : Persatuan Indonesia


 Rukun
 Menjaga keutuhan bangsa
 Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara.

4. Sila ke 4 : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam


permusyawaratan perwakilan
 Menghargai pendapat orang lain  Bertangggung jawab
 Menerima keputusan orang lain  Tolong menolong
 Memiliki jiwa sportif  Tidak anarkis
 Mematuhi peraturan perundang-
undangan yang berlaku

5. Sila ke 5 : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


 Tidak serakah
 Tepat waktu
 Tidak mudah menyerah dan mau bekerja keras
 Saling membantu
 Suka menabung dan investasi

Anda mungkin juga menyukai