Anda di halaman 1dari 5

Nama : Elyza Mustika Dewi

NPM : 1711031034

Jurusan : S1 Akuntansi

Mata Kuliah : Teori Akuntansi

BAB 6

SISTEM PENGUKURAN AKUNTANSI

SISTEM PENGUKURAN MODAL DAN LABA

Sistem pengukuran modal dan laba terdiri dari tiga sistem yaitu:

1. Historical Cost Accounting

2. Current Cost Accounting (Entry Value)

3. Exit Price Accounting (Current Selling Price / Exit Value)

HISTORICAL COST ACCOUNTING

Pada historical cost accounting, tidak mengakui perubahan harga. Harga didasarkan pada
transaksi dan kejadian masa lalu.

Tujuan Akuntansi

o Pemisahan pemilik dengan manajemen

Informasi akuntansi memiliki arti penting sebagai sumber informasi penting tentang
perusahaan. Salah satu alasan untuk hal ini adalah bahwa bentuk perusahaan sebagai
sebuah bisnis besar menyebabkan pemisahan antara kepemilikan bisnis dan
pengendalian.

o Pertanggungjawaban dari kontrak pemilik dana pada manajemen

Metode historical cost menekankan hubungan kontraktual konservatif antara perusahaan


dan pihak yang menyediakan sumber daya dengan cara membuat manajemen
bertanggungjawab terhadap masukan aset untuk operasi dan output sebesar harga ekuitas
dari operasi. Dengan demikian, laporan laba rugi adalah mekanisme komunikasi kunci.
Modal dan Laba

o Modal merupakan sumber dana

o Laba menunjukkan kinerja perusahaan dalam periode yang ditetapkan

o Laba merupakan selisih modal akhir dan modal awal

o Untuk menentukan historical cost laba, pertama-tama entitas harus mengendalikan


jumlah modal (aset dikurangi kewajiban) yang dimiliki pada awal periode, dimana semua
aset dan kewajiban dinilai pada harga perolehannya. Dengan demikian pendapatan
merupakan tambahan (kenaikan) historical cost modal pada akhir periode akuntansi.

Teori Penandingan Biaya (Matching Cost)

o Historical cost mengakui adanya aliran biaya yang nantinya akan ditandingkan dengan
pendapatan

o Untuk mengetahui biaya sebagai perhitungan laba, maka ada konsep penandingan kos
yaitu dibandingkan antara pendapatan dengan biaya (biaya yang dikeluarkan untuk
pendapatan tersebut)

o Matching cost (pencocokan biaya) berhubungan dengan historical cost dan digunakan
untuk melihat sejarah dari akuntansi keuangan dari masa lampau sehingga kita dapat
melihat apa yang terjadi. Hubungan dengan historical cost itu untuk mengetahui bahwa
asset tersebut dapat didepresiasikan.

o Akuntan historical cost melacak aliran biaya. Sebagaimana perusahaan membeli barang
dan jasa, tugas akuntan adalah untuk menelusuri pergerakan biaya dan mencocokkannya
dengan pendapatan yang diterima. Akuntan menentukan biaya yang telah 'berakhir' dan
harus cocok dengan pendapatan dalam laporan laba rugi, dan biaya yang 'belum berakhir'
harus ditempatkan pada neraca sebagai residu (sisa). Dengan demikian, kita dapat
melihat bahwa konsep pencocokan adalah sangat penting dalam akuntansi historical cost.

Konservatisme (Conservatism)

o Beban harus segera diakui, sedangkan pendapatan menunggu sampai ada kepastian
bahwa pendapatan tersebut akan diterima.
o Penurunan nilai aset segera diakui sedangkan peningkatan aset tidak diakui.
o Contoh : utang harus segera diakui meskipun belum pasti.
o Konsep conservatism dalam historical cost accounting:
• Semakin lama semakin naik
Tidak mengakui harga yang lebih tinggi, sehingga tidak berpengaruh dengan naik-
turunnya harga, sehingga harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
• Konsep (asumsi) yang digunakan dalam akuntansi yang menggunakan konsep
kehati-hatian dalam menghadapi ketidakpastian.

Dukungan terhadap Historical Cost Accounting

o Relevan

 Sesuai dengan tujuan - untuk mengambil keputusan di masa yang akan datang
membutuhkan informasi dari masa lalu.

o Didasarkan pada kejadian yang sesungguhnya

 Dicatat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga dapat dipercaya.

o Berdasarkan pengalaman historical cost bermanfaat

o Laba merupakan selisih pendapatan dengan biaya, mudah dipahami

 Pendapatan diperoleh setelah biaya terjadi di masa yang lalu.

o Dapat dipercaya
 Dicatat berdasarkan masa yang lalu, maka akan lebih mudah dipercaya, karena dapat
dibuktikan kebenarannya.

Dukungan terhadap Historical Cost Accounting

o Relevan

 Sesuai dengan tujuan - untuk mengambil keputusan di masa yang akan datang
membutuhkan informasi dari masa lalu.

o Didasarkan pada kejadian yang sesungguhnya

 Dicatat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga dapat dipercaya.

o Berdasarkan pengalaman historical cost bermanfaat

o Laba merupakan selisih pendapatan dengan biaya, mudah dipahami

 Pendapatan diperoleh setelah biaya terjadi di masa yang lalu.

o Dapat dipercaya
 Dicatat berdasarkan masa yang lalu, maka akan lebih mudah dipercaya, karena dapat
dibuktikan kebenarannya.

Kritik terhadap Historical Cost Accounting


o Tujuan Akuntansi

Lebih memperhatikan yang akan datang. Kritik  tidak sesuai dengan tujuan akuntansi
karena pengguna laporan keuangan ingin informasi di masa yang akan datang. Apabila
pakai historical cost maka akan sulit mengetahui informasi di masa yang akan datang.

o Informasi untuk pengambilan keputusan

Kurang memadai untuk dasar evaluasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan didasarkan pada informasi mengenai apa yang terjadi di masa
yang akan datang

o Dasar Historical Cost

Adanya asumsi kontinuitas usaha yang tidak sesuai. Kontinuitas usaha  dalam
melakukan kegiatan akuntansi, perusahaan dianggap hidup terus dan tidak akan mati,
maka apabila memiliki aktiva yang lebih dari satu periode akuntansi maka akan
dialokasikan sesuai taksiran manfaatnya. Akan tetapi dalam kenyataannya banyak
perusahaan yang dibubarkan ditengah jalan, sehingga tidak historical cost tidak cocok.

o Penandingan

Biaya ditandingkan dengan pendapatan untuk mendapatkan laba sehingga harus


menggunakan satuan pengukur yang sama. Contoh : pendapatan sekarang dibandingkan
dengan biaya yang menggunakan historical cost, sehingga hasilnya bisa berbeda.

o Kebutuhan Investor

Dalam pengambilan keputusan, bukan cuma laporan keuangan yang harus dilihat tetapi
juga aspek lainnya : kondisi pasar, kondisi ekonomi, perilaku pasar.

CURRENT COST ACCOUNTING

Current Cost Accounting adalah sebuah sistem akuntansi di mana asset dinilai dengan harga
beli pasar sekarang dan laba ditentukan berdasarkan current cost.

Tujuan Current Cost Accounting

o Aset dinilai pada harga beli pada saat ini

Bagi manajer, dapat mengambil keputusan yang lebih akurat dalam memprediksi karena
didasarkan pada harga saat ini.

o Laba ditentukan berdasarkan harga beli pada saat ini


Hal ini sesuai dengan keinginan investor yaitu informasi saat ini yang dapat digunakan
untuk memprediksi kejadian di masa yang akan datang sehingga dapat menghasilkan
return sesuai dengan yang diharapkan.

o Manajer harus mampu mengalokasikan sumberdaya untuk memaksimumkan laba

Memberikan manfaat bagi manajer untuk mengalokasikan sumber daya.

o Masalah dasar yang harus dilakukan manajer (Edward & Bell)


• Berapa jumlah aset yang harus dipertahankan?
• Bagaimana bentuk dan komposisi asetnya?

• Bagaiman aset tersebut diperoleh?

o Akuntansi harus mampu memberikan informasi:


• Evaluasi manajer mengenai keputusan yang lalu untuk keputusan yang terbaik
dimasa yang akan datang

• Evaluasi manajer oleh pihak luar (investor)  untuk mengetahui bagaimana manajer
dalam mengelola perusahaan.

Konsep Laba dan Modal

o Keputusan yang harus dilakukan manajer berkaitan dengan laba


• Keputusan mempertahankan atau melepas aset dan liabilitas

• Keputusan keuangan mengenai sumber dan penggunaan dana

o Konsep laba yang diajukan Edward dan Bell:


• Laba operasi saat ini (nilai output – nilai input saat ini)

• Penghematan biaya yang direalisasi (peningkatan nilai aset yang dimiliki badan
usaha)

o Modal merupakan konsep kepemilikan finansial sehingga laba ditentukan setelah modal
dinyatakan pada harga saat ini.