Anda di halaman 1dari 2

Nama : Elyza Mustika Dewi

NPM : 1711031034

Jurusan : S1 Akuntansi

Mata Kuliah : Teori Akuntansi

KUIS 1

Case Study 4.3

1. Jelaskan mengapa principle based standart memerlukan kerangka konseptual?

Jawab : karena kerangka konseptual adalah sistem yang koheren dari hubungan

antara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang kosisten dan

menjelaskan sifat, fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan serta laporan

keuangannya.

Kerangka kerja konseptual dimaksudkan untuk konstitusi dalam proses penyusunan

standar. Tujuannya adalah memberikan petunjuk dalam menyelesaikan perselisihan

atau perbedaan yang meningkat selama proses penyusunan standar dengan

mempersempit pertanyaan apakah standar telah sesuai dengan kerangka konseptual

atau tidak.

2. Mengapa IASB dan FASB menjadi penting sebagai kerangka konseptual

umum?

Jawab : karena akan terciptanya konvergensi yang berarti bahwa IASB dan FASB

akan terus bekerja sama mengembangkan kualitas yang tinggi, kompatibel standar

akuntansi dari waktu ke waktu serta meningkatkan efisiensi pasar global dengan cara

meningkatkan perbandingan dan transparansi dari satu negara ke negara lainnya.

Selain itu juga dapat mengurangi beban administrasi MNE yang diperlukan dalam

mentiapkan laporan keuangan dari berbagai metode akuntansi dan memungkinan


perusahaan untuk mengakses pasar modal di luas AS tanpa memerlukan pertimbangan

pertimbanan pelaporan keuangan standar internasional US GAAP.

3. Berdasarkan berbagai pihak yang menyarankan manfaat yang kita dapat dari

kerangka kerja konseptual. Apakah anda menganggap bahwa kerangka kerja

konseptual lebih penting dari beberapa pihak daripaa pihak lain?

Jawab : ya lebih penting, karena kerangka kerja konseptual akan lebih meningkatkan

pemahaman da kenyataan pemakai laporan keuangan atas pelaporan keuangan

perusahannya serta dapat menaikkan komparabilitas antar laporan keuangan.

Selain itu masalah-masalah yang baruakan dapat dipecahkan secara cepat jika

mengacu pada kerangka teori yang telah ada.

4. Apa yang dimaksud dengan cross-cuting issue? Sarankan beberapa

kemungkinan contoh dari cross-cuting issue.

Jawab : cross-cuting issue (masalah lintas sektoral) adalah isu-isu yang berdampak

pada lebih dari satu macam bidang. Misalnya kekayaan atau sumber daya alam yang

dimiliki suatu negara yang umumnya dipengaruhi oleh serangkaian faktor yang saling

berhubungan. Cross-cuting issue yang ditetapkan dalam sejumlah deklarasi konvensi

interasional dan perjanjian pembangunan mengikat dengan negara terkait.