Anda di halaman 1dari 10

TEORI AKUNTANSI

TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN DAN KARAKTERISTIK KUALITATIF

MENURUT : SFAC 8, IASB, IAI

Oleh:

Nama : GHEMA PURNAMA SARI

NIM : 1807531188

No. Absen : 16

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Udayana

Tahun Ajaran

2020/2021
TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN DAN KARAKTERISTIK KUALITATIF
MENURUT SFAC No. 8

Tujuan Pelaporan Keuangan


Berdasarkan SFAC No. 8 tujuan utama dari pelaporan keuangan pada umumnya adalah
untuk menyediakan informasi keuangan mengenai Pelaporan Entitas dari suatu perusahaan yang
berguna untuk investor & kreditur didalam pengambilan keputusan mengenai penyediaan sumber
daya untuk entitas tersebut, dimana keputusan-keputusan tersebut melibatkan keputusan
pembelian, penjualan, atau memegang instrumen ekuitas dan hutang dan menyediakan atau
menetap pinjaman dan dalam bentuk-bentuk kredit.
Selain itu menurut Standar ini Tujuan Utama dari Pelaporan Keuangan lainya adalah
dimana pada dasarnya Tujuan umum laporan keuangan tidak dirancang untuk menampilkan nilai
dari suatu entitas pelaporan, tetapi mereka memberikan informasi untuk membantu pengambilan
keputusan yang dilakukan oleh Investor & Kreditor untuk memperkirakan nilai dari Pelaporan
Entitas Perusahaan terkait tersebut. Selain itu Tujuan umum dari Pelaporan Keuangan lainya
adalah untuk menyediakan informasi tentang posisi keuangan suatu Entitas Pelaporan, yaitu
informasi tentang Sumber Daya Ekonomi Entitas dan tuntutan terhadap perusahaan pelapor.
Laporan keuangan juga memberikan informasi tentang dampak transaksi dan peristiwa lain yang
mengubah sumber daya ekonomi suatu entitas pelaporan dan klaim dari pelaporan keuangan
perusahaan tersebut. Selain itu Kinerja Keungan itu sendiri berdasarkan Akuntansi Akrual.

Karakteristik Kualitatif
Karakter Kualitatif yang terjadi dari penggunaan Informasi keuangan di sini dimaksudkan
untuk mengidentifikasi jenis informasi yang mungkin paling berguna kepada Kreditor &
Investor, untuk membuat keputusan tentang perusahaan pelapor berdasarkan informasi dalam
keuangan laporan (informasi keuangan). Laporan keuangan juga memberikan informasi tentang
sumber-sumber daya ekonomi perusahaan pelapor itu, klaim terhadap entitas pelaporan, dan efek
dari transaksi dan peristiwa lain dan kondisi perubahan dari sumber daya dan klaim perusahaan
pelapor tersebut.
Selain itu Karakter Kualitatif yang ditimbulkan dari revisi pernyataan ini adalah
perubahan yang terjadi pada kualitas informasi utama yang terbagi menjadi dua yaitu Relevansi
& Representasi dari Pelaporan Keuangan tersebut sementara itu kualitas informasi pendukung
yang ada dibagi menjadi Komparabilitas atau perbedaan yang dapat terjadi, Veriability, tepat
waktu, dan dapat mudah dimengerti.
1. Relevan

Informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan dalam keputusan


yang dibuat oleh pengguna. Informasi yang di dapat mampu membuat perbedaan dalam
membuat keputusan bahkan jika beberapa pengguna memilih untuk tidak mengambil
keuntungan dari itu atau sudah menyadari hal itu dari sumber lain.
2. Representasi

Laporan keuangan merupakan fenomena ekonomi dalam kata-kata dan angka.


Untuk menjadi berguna, informasi keuangan tidak hanya harus mewakili fenomena yang
relevan, tetapi juga harus mewakili fenomena yang memiliki tujuan untuk mewakili.
Untuk menjadi representasi sempurna, penggambaran itu akan memiliki tiga
karakteristik. Dan memang harus lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan.
3. Komparatif

adalah karakteristik kualitatif yang memungkinkan pengguna untuk


mengidentifikasi dan memahami kesamaan, dan perbedaan antara, item. Berbeda dengan
karakteristik kualitatif lainnya, komparatif tidak berhubungan dengan item tunggal. studi
perbandingan membutuhkan setidaknya dua item.
4. Veriability

Verifiability berarti bahwa pengamat berpengetahuan dan independen yang


berbeda bisa mencapai konsensus, meskipun tidak selalu perjanjian lengkap, bahwa
penggambaran tertentu merupakan representasi dari. Informasi yang dikuantifikasi tidak
perlu diperkiraan titik tunggal yang akan diverifikasi. Berbagai jumlah yang mungkin dan
probabilitas terkait juga dapat diverifikasi.
5. Ketepatan Waktu

Ketepatan waktu berarti memiliki informasi yang tersedia untuk pengambil


keputusan dalam waktu yang akan mampu mempengaruhi keputusan mereka. Umumnya,
semakin tua informasi tersebut, yang kurang berguna itu. Namun, beberapa informasi
dapat terus tepat dalam waktu yang lama setelah akhir periode pelaporan karena,
misalnya, beberapa pengguna mungkin perlu untuk mengidentifikasi dan menilai trend
yang terjadi.
6. Mudah Dimengerti

Mengklasifikasikan, karakterisasi, dan penyajian informasi secara jelas dan


ringkas membuat informasi keuangan tersebut dapat dimengerti.
TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN DAN KARAKTERISTIK KUALITATIF
MENURUT IASB

Tujuan Pelaporan Keuangan

Tujuan dari pelaporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi


keuangan, kinerja keuangan dan perubahan posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi
segenap lapisan pengguna dalam mengambil keputusan ekonomi (IAI, 2009). Pengguna laporan
keuangan meliputi investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditur
dagang lainnya, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat. Investor merupakan salah satu
pengguna dari laporan keuangan yang memiliki risiko. Oleh karena itu, laporan keuangan yang
memenuhi kebutuhan investor dianggap memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan
pengguna laporan keuangan lainnya (Ankarath, et al., 2012).
Laporan keuangan bertujuan umum menyediakan informasi mengenai posisi keuangan
dari entitas yang memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi dan klaim atas entitas
serta perubahan dari sumber daya dan klaim. Informasi tentang sifat dan jumlah sumber daya
ekonomi suatu entitas pelaporan dan klaim dapat membantu pengguna untuk mengidentifikasi
kekuatan dan kelemahan pelaporan keuangan entitas. Informasi itu dapat membantu pengguna
untuk menilai likuiditas dan solvabilitas pelaporan entitas. Perubahan sumber daya ekonomi dan
klaim atas entitas berasal dari kinerja keuangan entitas dan dari peristiwa lainnya. Informasi
perubahan sumber daya ekonomi dan klaim atas entitas yang berasal dari kinerja keuangan dapat
diukur dengan dua basis yaitu basis akrual (laba rugi komprehensif) dan basis kas (arus kas)
(IASB, 2010).
Laporan keuangan bertujuan umum tidak didesain untuk menyajikan nilai dari pelaporan
suatu entitas, tetapi laporan keuangan bertujuan umum didesain untuk membantu para pengguna
laporan keuangan dalam mengestimasi nilai dari pelaporan suatu entitas. IASB menyusun
standar pelaporan keuangan dengan tujuan untuk menyediakan sekumpulan informasi yang yang
dapat memenuhi sejumlah besar pengguna laporan keuangan. Entitas tidak hanya menyediakan
informasi secara umum, tetapi juga memberikan informasi tambahan yang berguna bagi
sekumpulkan pengguna laporan keuangan. Laporan keuangan yang dibentuk lebih didasarkan
pada estimasi, pendapat dan model bukan pada penggambaran yang jelas dan pasti (IASB, 2010).
Akuntansi akrual menggambarkan dampak dari transaksi dan kejadian lain pada
pelaporan sumber daya ekonomi suatu entitas dan klaim dalam perioda dampak tersebut terjadi,
bahkan jika penerimaan kas yang dihasilkan dan pembayaran terjadi dalam waktu yang berbeda.
Informasi tentang pelaporan kinerja keuangan suatu entitas selama suatu perioda dapat
menunjukkan sejauh mana peristiwa seperti perubahan harga pasar atau suku bunga telah
meningkatkan atau menurunkan sumber daya ekonomi entitas dan klaim, sehingga memengaruhi
kemampuan entitas untuk menghasilkan arus kas bersih. Informasi tentang arus kas suatu entitas
pelaporan selama suatu perioda membantu pengguna untuk menilai kemampuan entitas untuk
menghasilkan arus kas bersih di masa depan.
Informasi tentang arus kas membantu pengguna untuk memahami operasi dari pelaporan
entitas, evaluasi pembiayaan dan kegiatan investasi, menilai likuiditas atau solvabilitas dan
menginterpretasikan informasi lainnya tentang kinerja keuangan. Informasi tentang kinerja
perusahaan dapat membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami tingkat
pengembalian yang telah dihasilkan entitas dari pengelolahan sumber daya ekonomi. Informasi
perubahan sumber daya ekonomi dan klaim atas entitas yang berasal dari peristiwa lain memberi
pemakai laporan keuangan gambaran mengenai penyebab perubahan dan dampaknya di masa
yang akan datang.

Karakteristik Kualitatif

Karakteristik kualitatif sangat berguna bagi pengguna laporan dalam pengambilan


keputusan. Yang disebut pengguna laporan seperti investor, kreditur, dan lain-lain. IASB (2010)
memaparkan bahwa karakteristik kualitatif dari informasi keuangan adalah sifat dari informasi
yang paling berguna bagi pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan yang
didasarkan pada informasi yang tersedia dalam laporan keuangan. Karakteristik kualitatif dibagi
menjadi dua kelompok yaitu karakteristik kualitatif fundamental dan karakteristik kualitatif
pendukung. Karakteristik kualitatif fundamental dapat dibagi sebagai berikut.

1. Relevance (Relevan)

Informasi keuangan yang relevan adalah informasi yang dapat membuat


perbedaan dalam keputusan yang diambil oleh pengguna. Informasi keuangan dikatakan
mampu membuat keputusan yang berbeda jika memiliki nilai prediksi, nilai konfirmasi
atau keduanya. Jika suatu informasi keuangan dapat digunakan sebagai masukan kepada
pengguna untuk memprediksi pengeluaran di masa mendatang, maka dapat dikatakan
bahwa informasi keuangan tersebut mempunyai nilai prediktif. Jika suatu informasi
keuangan dapat menyediakan umpan balik tentang evaluasi sebelumnya (konfirmasi atau
perubahan), maka dapat dikatakan bahwa informasi keuangan tersebut mempunyai nilai
konfirmasi. Nilai prediksi dan nilai konfirmasi suatu informasi keuangan saling berkaitan.
Informasi yang telah memiliki nilai prediktif juga seringkali memiliki nilai konfirmasi.
Jika terjadi kelalaian ataupun kesalahan dalam menghilangkan atau melaporkan suatu
informasi hingga dapat memengaruhi keputusan ekonomi yang dibuat oleh pengguna
informasi, maka informasi keuangan tersebut dikatakan informasi yang material.
2. Faithful Representation  (Penyajian yang Tepat)

Informasi keuangan tidak hanya harus mewakili fenomena yang relevan, tetapi
juga harus menyajikan secara tepat fenomena yang dimaksudkan agar informasi tersebut
dapat berguna. Dalam mencapai penyajian tepat yang sempurna, terdapat tiga
karakteristik yang harus dipenuhi yaitu complete (lengkap), neutral (netral), dan free
from error (bebas dari kesalahan). Berikut adalah penjelasan tentang karakteristik
penyajian yang tepat:

1. Complete (Kelengkapan)

Kelengkapan mencakup semua informasi yang diperlukan untuk memahami


fenomena yang digambarkan, termasuk semua deskripsi yang diperlukan dan penjelasan.

2. Neutral (Netral)

Netral memiliki maksud tidak memihak, tidak dimanipulasi untuk meningkatkan


kemungkinan bahwa informasi keuangan yang akan diterima baik atau tidak baik oleh
pengguna.

3. Free from Error (Bebas dari Kesalahan)

Bebas dari kesalahan berarti tidak ada kesalahan atau kelalaian dalam
mendeskripsikan fenomena, dan proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi
yang diinginkan dan diterapkan dengan tidak ada kesalahan dalam proses.

Karakteristik kualitatif Pendukung


adalah karakteristik kualitatif yang meningkatkan kegunaan dari informasi yang disajikan
secara relevan dan disajikan secara tepat. Karakteristik kualitatif pendukung tidak dapat
dipisahkan dengan karakteristik kualitatif fundamental. Hal ini dikarenakan informasi tidak akan
dapat berguna jika informasi tersebut tidak relevan dan tidak disajikan dengan tepat (memenuhi
karakteristik kualitatif fundamental). IASB (2010) memaparkan beberapa karakteristik kualitatif
pendukung sebagai berikut.

1. Comparability (Keterbandingan)

Keterbandingan adalah karakteristik kualitatif yang memungkinkan pengguna


untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan antara item. Berbeda
dengan karakteristik kualitatif lainnya, keterbandingan tidak berhubungan dengan item
tunggal. Sebuah perbandingan memerlukan setidaknya dua item. Suatu informasi tentang
pelaporan entitas akan menjadi lebih berguna jika dapat dibandingkan dengan informasi
yang sama tentang entitas lain atau dengan informasi yang sama tentang entitas yang
sama dengan perioda atau tanggal yang berbeda. Meskipun terkait dengan
keterbandingan, namun konsistensi tidak dapat disamakan dengan keterbandingan.
Konsistensi mengacu pada penggunaan metoda yang sama untuk item yang sama, baik
dari perioda ke perioda dalam pelaporan entitas atau dalam satu perioda lintas entitas.
Keterbandingan adalah tujuan, sedangkan konsistensi adalah alat untuk membantu
mencapai tujuan tersebut.

2. Understandability (Dapat Dipahami)

Informasi akan lebih mudah dipahami jika penglasifikasian, pengarakteristikan,


serta penyajian informasi tersebut disajikan dengan jelas dan ringkas. Beberapa fenomena
memang rumit dan tidak mudah untuk dimengerti. Laporan keuangan yang tidak memuat
peristiwa yang rumit akan membuat informasi dalam laporan-laporan keuangan mudah
dimengerti. Namun, laporan tersebut akan menjadi tidak lengkap dan berpotensi
menyesatkan penggunanya. Karena itu, laporan keuangan disusun untuk pengguna yang
memiliki pengetahuan yang cukup tentang aktivitas ekonomi sehingga dapat menangkap
dan menganalisa informasi yang didapat.

3. Verifiability (Dapat Dibuktikan)

Dapat dibuktikan memiliki arti perbedaan pengetahuan dan penelitian independen


dapat mencapai satu kesamaan hasil. Pembuktian dapat dilakukan secara langsung
maupun tidak langsung. Pembuktian langsung adalah membuktikan jumlah atau
penyajian lainnya melalui pengamatan langsung. Pembuktian tidak langsung adalah
melakukan pengecekan terhadap model, formula atau teknik lain dan menghitung
kembali hasil menggunakan metoda yang sama.

4. Timeliness (Tepat Waktu)

Tepat waktu berarti menyediakan informasi bagi para pengambil keputusan di


waktu pengambilan keputusan yang mampu memengaruhi keputusan mereka. Informasi
haruslah tersedia sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitasnya untuk
memengaruhi keputusan pengguna informasi. Umumnya, semakin lama informasi
tersebut semakin kurang berguna informasi tersebut.
TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN DAN KARAKTERISTIK KUALITATIF
MENURUT IKATAN AKUNTAN INDONESIA (IAI)

Tujuan Pelaporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:3), tujuan laporan keuangan adalah


menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi
keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan
keputusan ekonomi.

Karakteristik Kualitatif

1. Dapat Dipahami
Menurut IAI (2009: 5)
(1) Kualitas informasi dalam laporan keuangan haruslah mudah dipahami oleh
penggunanya.
(2) Informasi kompleks yang seharusnya dimasukan dalam laporan keuangan tidak
dapat dikeluarkan jika pada dasarnya informasi tersebut terlalu sulit untuk
dipahami oleh pengguna tertentu.
Secara Umum
(1) Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh pengguna
dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas
pemahaman para pengguna.
(2) Para pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan
dan lingkungan operasi entitas pelaporan
2. Relevan
Laporan keuangan bisa dikatakan relevan, apabila informasi yang termuat
didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka untuk
mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini, dan memprediksi masa depan, serta
menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu.
Menurut IAI, peran informasi yang relevan ada dua yaitu:
(1) Peramalan
Informasi struktur dan besarnya aset yang dimiliki perusahaan dalam
memanfaatkan bagi penggunanya ketika mereka berusaha meramalkan
kemampuan perusahaan memanfaatkan peluang dan bereaksi terhadap situasi
yang merugikan.
(2) Penegasan
Informasi yang sama yang berperan dalam memberikan penegasan
terhadap prediksi masa lalu. Misalnya tentang bagaimana struktur keuangan
perusahaan diharapkan tersusun atau tentang hasil dari operasi yang direncanakan.
3. Keandalan
Suatu informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang
menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan penggunanya dan disajikan
secara wajar sesuai dengan keadaan yang ada.
Informasi mungkin relevan, tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan
maka pengguna informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Informasi yang
andal memenuhi karakteristik sebagai berikut:
(1) Penyajian jujur
Agar dapat diandalkan, informasi harus menggambarkan dengan jujur
transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar
dapat diharapkan untuk disajikan. Misalnya, neraca harus menggambarkan
dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aset, kewajiban, dan
ekuitas perusahaan pada tanggal pelaporan yang memenuhi kriteria pengakuan.
(2) Subtansi mengungguli bentuk
 Netralitas ridak boleh adanya usaha untuk menyajikan informasi yang
menguntungkan beberapa pihak.
 Pertimbangan sehat mengandung unsur – unsur kehati – hatian pada saat
melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian.
 Kelengakapan informasi dalam laporan keuangan haru lengkap dalam
Batasan material dan biaya.
4. Dapat dibandingkan
(1) Pengguna harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar
periodik untuk mengidentifikasi kecendrungan (trend) posisi dan kinerja
keuangan (rasio keuangan).
(2) Pengguna juga dapat membandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk
mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan relatif.
(3) Pengukuran dan penyajian transaksi – transaksi yang ada harus dilakukan secara
konsisten.