Anda di halaman 1dari 6

FILTRASI

A. Pengertian Filtrasi
Filtrasi adalah operasi dimana campuran yang heterogen antara
fluida dan partikel-partikel padatan dipisahkan oleh media filter yang
meloloskan fluida tetapi menahan partikel-partikel padatan.
Hal yang paling utama dalam filtrasi adalah mengalirkan fluida
melalui media berpori. Filtrasi dapat terjadi karena adanya gaya dorong,
misalnya ; gravitasi, tekanan dan gaya sentrifugal. Pada beberapa proses
media filter membantu balok berpori (cake) untuk menahan partikel-
partikel padatan di dalam suspensi sehingga terbentuk lapisan berturut-
turut pada balok sebagai filtrat yang melewati balok dan media tersebut.
Pada umumnya filter dapat digolongkan berdasarkan gaya dorong
alami.

B. Macam-Macam Filter
a. Filter Gravitasi (Gravity Filter)
- Merupakan tipe yang paling tua dan sederhana.
- Filter ini tersusun atas tangki-tangki yang bagian
bawahnya berlubang-lubang dan diisi dengan pasir-pasir berpori
dimana fluida mengalir secara laminer (gb. 2-32)
- Filter ini dugunakan untuk proses fluida dengan kuantitas
yang besar dan mengandung sedikit padatan. Contohnya : pada
pemurnian air.
- Tangki biasanya terbuat dari kayu, bata atau logam tetapi
untuk pengolahan air biasa digunakan beton. Saluran dibagian
bawah yang berlubang mengarah pada filtrat, saluran itu dilengkapi
dengan pintu atau keran agar memungkinkan backwashing dari
dasar pasir untuk menghilangkan padatan-padatan yang
terakumulasi. Bagian bawah yang berlubang tertutup oleh batuan
atau kerikil setinggi 1 ft atau lebih untuk menahan pasir. Pasir yang
biasa digunakan dalam pengolahan air sebagai media filter adalah
pasir-pasir kuarsa dalam bentuk yang seragam. Kokas yang
dihancurkan biasanya digunakan untuk menyaring asam sulfur.
Batu kapur biasanya digunakan untuk membersihkan cairan
organik baik dalam filtrasi maupun adsorbsi.
Hal yang harus diperhatikan dalam filter gravitasi,
bongkahan-bongkahan kasar (batu atau kerikil) diletakkan bagian atas
balok berpori (cake) untuk menahan materi-materi kecil yang ada di
atasnya (pasir, dll). Materi yang berbeda ukurannya harus diletakkan
dengan membentuk lapisan-lapisan sehingga dapat bercampur dan
ukuran untuk setiap materi harusnya sama untuk menyediakan pori-
pori dan kemampuan yang maksimal.
b. Filter Pelat dan Bingkai
Filter tekanan biasanya tersusun dari pelat-pelat dan bingkai-
bingkai (gb. 2-34). Pada filter ini pelat-pelat dan bingkai-bingkai
disusun secara bergantian dengan filter kain dengan arah berkebalikan
pada tiap pelat. Pemasangannya dilakukan secara bersamaan sebagai
kesatuan gaya mekanik (oleh sekrup / secara hidrolik). (gb. 2-36)
Ada beberapa macam tipe bertekanan yang menggunakan
pelat dan bingkai. Yang paling sederhana mempunyai salah satu
saluran tunggal mengenali suspensi pada pencucian dan pembukaan
tunggal pada setiap pelat untuk mangalirkan cairan (pada pengiriman
terbuka). Tipe yang lain mempunyai saluran terpisah untuk
membedakan suspensi dan air pencucian tetapi ada juga yang
menggunakan saluran terpisah untuk memisahkan suspensi dan air
pencucian (pada pengiriman tertutup). Saluran ini biasanya terdapat di
pojok atau di tengah atau tepat di tengah.
Umpan suspensi masuk malalui saluran yang terbentuk dari
lubang-lubang pada pojok kanan atas antara pelat dan bingkai. Dari
saluran ini, suspensi masuk ke bingkai menuju ruang di antara pelat-
pelat. Tekanan pada suspensi diumpankan pada proses penekanan
untuk menghasilkan filtrat. Filtrat tersebut menuju ruang-ruang
diantara kain dan pelat melalui kain-kain dari kedua sisi pelat ke
keluaran yang berupa klep atau menuju saluran kedua yang dibentuk
oleh lubang-lubang pada pojok lain dari pelat dan bingkai dengan
keluaran yang didukung oleh pelat-pelat tidak oleh bingkai. Baik
keluaran melalui saluran atau melalui keran atau klep dan pelat
dilubangi atau dibuat dengan filtrat, memasuki keluaran melalui sisi
pelat.
Padatan dalam suspensi berakumulasi dalam kain pada sisi
sebaliknya dari pelat-pelat. Setelah beberapa waktu sebagian kecil
ruang diantara pelat tersedia untuk suspensi, dan umpan dimatikan.
Jika cake dicuci, fluida pencuci di dalamnya disalurkan ke dalam
suspensi atau masukan campuran bi balik suspensi, masuk ke cake
kurang lebih dari tengah bingkai, dan lewat menuju pelat pada kedua
sisi. Setelah cake dicuci, aliran ini terhenti, gaya yang menahan pelat
dilepaskan, pelat dan bingkai terbuka seketika, dan cake dihilangkan
atau dibuang ke dalam lubang di bawah penekan. Setelah pembuangan
selesai, penekan ditutup lagi dengan memberikan gaya mekanik untuk
mengunci pelat dan bingkai bersamaan, dan sebuah siklus baru filtrasi
dimulai.
Pencucian dapat dikeluarkan terpisah dari filtrat dengan
menyediakan kedua keluaran bawah melalui keran dan sebuah saluran
terpisah pada pojok lainnya dari pelat.
Pencucian sederhana adalah ketika pencucian mengalir
melalui cake dengan jalan yang sama seperti filtrat. Ekspresi “trhough
washing” atau “every other pelate washing” (gb. 2-38) membutuhkan
penggunaan dua tipe pelat yang berbeda. Pelat yang bukan pencuci
(satu tombol) dan pelat pencuci (tiga tombol) diisikan dalam penekan
diantara bingkai (dua tombol). Umpan memasuki bingkai seperti
sebelumnya. Pencucian memasuki setiap pelat dan melewati dua cake
pada bingkai di kedua sisi pelat, meninggalkan keran pada pelat bukan
pencuci (satu tombol). Metode ini memerlukan klep yang tertutup pada
pelat-pelat (tiga tombol) ke dalam masukan pencuci.
Semuam tipe pelat ini dapat didesain untuk mengoperasikan
pada pengiriman tertutup dengan menyediakan saluran ketiga yang
dibentuk oleh lubang di sebelah pojok kanan bawah pelat dan bingkai.
Empat saluran memungkinkan untuk mengoperasikan dengan
menggunakan pengiriman tertutup dengan keluaran terpisah untuk
filtrat dan pencucian. Umpan suspensi masuk ke setiap bingkai melalui
saluran kanan atas (tidak ada pembukaan dari saluran ini ke pelat
manapun). Filtrat meninggalkan setiap pelat menuju saluran kiri bawah
bingkai penuh dengan cake. Pencucian masuk melalui saluran kiri atas
ke setiap pelat menuju cake ganda di antara bingkai pada sisi lain pelat
ini dan keluar melalui saluran kanan bawah pada pelat pengganti (satu
tombol). Selama pencucian keran pada filtrat pada keluaran dan
masukan pencucian tertutup.
Penekan pelat dan bingkai sangat luas digunakan khususnya
ketika cake sangat berharga dan ukurannya sangat kecil. Filter yang
kontinyu menggantikan penekan pelat dan bingkai untuk banyak
operasi berskala besar.
c. Batch Leaf Filter
Filter daun mirip dengan filter pelat dan bingkai, di bagian
dalamnya cake disimpan pada setiap sisi daun dan filtrat mengalir
keluar melalui saluran dari saringan pembuangan air yang kasar pada
daun di antara cake, daun-daun tersebut dibenamkan ke dalam
suspensi. Tipe filter daun ditunjukkan pada gambar 2-40, 2-41, 2-42
dan 2-43.
Gambar 2-40 menunjukkan Filter daun tetap (tipe
Sweetland).Gambar 2-41 menunjukkan Filter daun berotasi (tipe
Vallez) dimana cake lebih seragam.Gambar 2-42 menunjukkan Filter
Kelly dalam posisi terbuka. Filter tertutup dan kran masukan terbuka
sehingga suspensi dapat masuk ke selongsong dengan udara yang
dipindahkan dari ventilasi ke selongsong atas bagian belakang.
Ventilasi dapat tertutup atau dibiarkan terbuka setelah selongsong
penuh. Jika kran dibiarkan terbuka, maka kran akan membatasi aliran
berlebih dan akan mengembalikan umpan yang berlebih ke tangki
pengumpan sehingga dapat memberikan sirkulasi yang lebih baik
antara filter daun dan untuk menjaga partikel-partikel besar dari
pengendapan filtrasi dilanjutkan sampai ketebalan yang diinginkan
tercapai atau filtrasi rata-rata turun secara tajam.
Umpan didiamkan sebentar, saluran keluaran terbuka
kemudian slurry dialirkan. Tekanan udara rendah dialirkan ke dalam
tangki untuk menambahkan solution berlebih. Adanya perbedaan
tekanan akan membantu menjaga cake di dalam melawan filter kain.
Setelah filter kosong, tutup dapat dibersihkan atau dialiri udara
berlebih untuk mengeringkan cake lebih dulu. Untuk kelebihan fluida
pencuci dikeringkan pada akhir pencucian dengan cara sama seperti
pada kelebihan slurry dan cake dialiri dengan udara. Tutup dibuka dan
cake dibuang bertekanan udara.Gambar 2-43 menunjukkan Operasi
Batchwise.
Contoh : pembuatan Mg dari air laut.

Beri Nilai