Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN RISIKO TINGGI:

BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)

OLEH:
KELOMPOK 8

NI KADEK BRIGGITA BRILLIANTI (P07120218 002)


NI MADE MASTINI PADMI (P07120218 007)
NI LUH PUTU LINDA GAYATRI (P07120218 011)
NI KOMANG MARNI (P07120218 017)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
2020
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN RISIKO TINGGI: BERAT BADAN
LAHIR RENDAH (BBLR)

1. Pengkajian
a. Identitas Pasien
1) Identitas Klien
a) Nama Anak : By. R
b) Anak Ke :1
c) Tanggal Lahir : 21 Desember 2019
d) Jenis Kelamin : Perempuan
         
2)   Identitas Ibu
a)    Nama : Ny. U
b)   Umur : 20 tahun
c)    Pendidikan : SMP
d)   Pekerjaan : IRT
e)    Agama : Hindu
f)    Suku Bangsa : Bali
g)   Alamat : Gianyar

3)   Identitas Ayah
a)    Nama : Tn. K
b)   Umur : 23 tahun
c)    Pendidikan : SMA
d)   Pekerjaan : Buruh
e)    Agama : Hindu
f)    Suku Bangsa : Bali
g)   Alamat : Gianyar

b. Keluhan Utama
Bayi mengalami sesak dan berat badan 1700 gram

c. Riwayat Post Natal


Bayi lahir dengan berat badan 1700 gram, panjang badan 39 cm, lingkar kepala 27 cm,
lingkar dada 24 cm, tidak terdapat komplikasi pada saat persalinan.

d. Pemeriksaan Fisik
1)   Kulit        
Lemak pada bawah kulit (subkutan) terlihat tipis
2)   Suhu          
Suhu lingkungan bayi diletakkan dalam incubator dengan  suhu 33,30C, suhu ruangan
28-300C, suhu kulit 360C.
3)   Keadaan Umum  
Baik
4)   Kesadaran
Compos Mentis
5)   TTV
Nadi 132x/menit, RR 52x/menit, suhu 360C
6)   Antropometri
BB 1700 gram, LP 26,5 cm, LD 25 cm, PB 39 cm, LK 29 cm, Lila 11,2 cm.
7)   Pengetahuan Keluarga
Karna orang tua klien belum memahami mengenai pengertian, penyebab, tanda dan
gejala, penatalaksanaan  BBLR. Orang tua tampak kebingungan ketika ditanyak
perawat mengenani berat badan lahir rendah.

2. Analisa Data
No Data Pohon Masalah Masalah
1. Ds : - Pola napas tidak Pola napas tidak
Do : efektif efektif
Pernafasan klien tidak
menggunakan cuping hidung, Pernapasan
tidak terdapat sianosis pada cuping hidung
tubuh klien.
RR : 52x/menit Pola napas
Suhu : 360C abnormal
Nadi : 132x/menit
Imaturitas
neurologis

3. Diagnosa Keperawatan
1) Pola napas tidak efektif b.d imanuritas neurologis d.d pernafasan klien tidak menggunakan
cuping hidung, tidak terdapat sianosis pada tubuh klien. Hasil vital sign rr : 52x/menit,
suhu : 360C, nadi : 132x/menit
4. Rencana Keperawatan
Diagnosis
No Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan
Keperawatan

1. Pola Napas Tidak Setelah dilakukan intervensi Manajemen Jalan Napas


Efektif (D.0005) keperawatan selama 1 x 24 jam, (I.01011)
maka Pola Napas (L.01004) Observasi:
Penyebab:
membaik dengan kriteria hasil:  Monitor pola napas
 Depresi pusat  Ventilasi semenit (5) (frekuensi, kedalaman,
pernapasan  Kapasitas vital (5) usaha napas)
 Hambatan upaya  Diameter thoraks anterior  Monitor bunyi napas
napas (mis. nyeri posterior (5) tambahan (mis. gurgling,
saat bernapas,  Tekanan ekspirasi (5) mengi, wheezing, ronkhi
kelemahan otot  Tekanan inspirasi (5) kering)
pernapasan)
 Dispnea (5)  Monitor sputum (jumlah,
 Deformitas dinding warna, aroma)
 Penggunaan otot bantu napas
dada Terapeutik:
(5)
 Deformitas tulang  Pertahankan kepatenan
 Pemanjangan fase ekspirasi (5)
dada jalan napas dengan head-
 Ortopnea (5)
 Gangguan tilt dan chin-lift (jaw-
 Pernapasan pursed-tip (5)
neuromuskuler thrust jika curiga trauma
 Pernapasan cuping hidung (5)
 Gangguan cervical)
 Frekuensi napas (5)
neurologis (mis.  Posisikan semi-Fowler atau
 Kedalaman napas (5)
elektroensepalogra Fowler
 Ekskursi dada (5)
m (EEG) positif,  Berikan minum hangat
cedera kepala,  Lakukan fisioterapi dada,
gangguan kejang) jika perlu
 Imaturitas  Lakukan penghisapan
neurologis lendir kurang dari 15 detik
 Penurunan energi  Lakukan hiperoksigenasi
 Obesitas sebelum penghisapan
 Posisi tubuh yang endotrakeal
menghambat  Keluarkan sumbatan benda
ekspansi paru padat dengan forsep McGill
 Sinrom  Berikan oksigen, jika perlu
hipoventilasi Edukasi:
 Kerysakan inervasi  Anjurkan asupan cairan
diafrgama 2000ml/hari, jika tidak
(kerusakan saraf C5 kontraindikasi
ke atas)  Ajarkan teknik batuk
 Cedera pada Medula efektif
Spinalis Kolaborasi :
 Efek agen  Kolaborasi pemberian
farmakologis bronkodilator, ekspektoran,
 Kecemasan mukolitik, jika perlu

Gejala dan Tanda Pemantauan Respirasi


Mayor (I.01014)
Subjektif Observasi:
 Dispnea  Monitor frekuensi, irama,

Objektif kedalaman dan upaya


 Penggunaan otot napas
bantu pernapasan  Monitor pola napas

 Fase ekspirasi (seperti : bradipnea,

memanjang takipnea, hiperventilasi,

 Pola napas kussmaul, cheyne-stokes,

abnormal (mis. biot, ataksik)

takipnea,  Monitor kemampuan batuk

bradypnea, efektif

hiperventilasi,  Monitor adanya produksi


kussmaul, Cheyne- sputum
stokes)  Monitor adanya sumbatan
jalan napas
Gejala dan Tanda  Paplasi kesimetrisan
Minor ekspansi paru
Subjektif  Auskultasi bunyi napas
 Ortopnea  Monitor saturasi oksigen

 Pernapasan pursed-  Monitor nilai AGD

lip  Monitor hasil X-ray thoraks

 Pernapasan cuping Terapeutik:


hidung  Atur interval pemantauan

 Diameter thoraks respirasi sesuai kondisi


anterior-posterior pasien
meningkat  Dokumentasikan hasil

 Ventilasi semenit pemantauan

menurun Edukasi:

 Kapasitas vital  Jelaskan tujuan dan

menurun prosedur pemantauan


 Informasikan hasil
 Tekanan ekspirasi
menurun pemantauan, jika perlu

 Ekskursi dada
berubah

5. Implementasi Keperawatan
Tanggal, jam Tindakan Keperawatan Evaluasi Paraf
28-09-2020 Memonitor pola napas, DS= -
08.00 wita frekuensi, irama, kedalaman, DO=
dan upaya napas (frekuensi, RR 52x/menit
kedalaman, usaha napas) Bayi tampak berusaha bernapas
dengan kedalaman napas pendek
08.10 wita Mempertahankan kepatenan DS= -
jalan napas dengan head-tilt DO = Jalan napas bayi tampak aman
dan chin-lift
08.15 wita Memonitor saturasi oksigen DS = -
DO = SpO2 … %
08. 20 wita Mengatur interval pemantauan DS= -
respirasi sesuai kondisi pasien DO = Pasien tampak sesak napas
mulai berkurang
08.35 wita Menginformasikan hasil DS= -
pemantauan DO= Keluarga tampak terus berdoa

6. Evaluasi
Tanggal, jam Catatan Perkembangan Paraf
28-09-2020 S= -
08. 45 wita O = Pola napas By. R tampak telah teratur. RR=
A= Tujuan tercapai dan masalah teratasi
P = Pertahankan kondisi By. R