Anda di halaman 1dari 23

MANAJEMEN KEPERAWATAN

“TEORI KEPEMIMPINAN”

Disusun Oleh :

Nama : Ni Kadek Nuriyanti


NIM : 201901149

Dosen : Ns. Sukrang, M.kep

Program Studi Ners

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Nusantara Palu

Tahun 2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
atas pertolongan dan pimpinannya sehingga Makalah manajemen keperawatan
yang berjudul “teori kepemimpinan”, dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Kami dalam penulisan makalah ini menyadari masih banyak


kekurangan dalam menyusun makalah ini dan kami menerima dengan baik
semua saran dan kritikan demi perbaikan penulisan makalah ini.

Kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pengembangan dibidang


pendidikan khususnya di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya
Nusantara Palu.

Palu, 29 September 2020

penyusun

i
DAFTAR ISI

MAKALAH KEPEMIMPINAN...................................................................................1

KATA PENGANTAR....................................................................................................i

DAFTAR ISI.................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.....................................................................................................1

B. Rumusan Masalah………………………………………………………………2

C. Tujuan Penulisan...................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Kepemimpinan...................................................................................3

B. Pengertian Teori Kepemimpinan.........................................................................5

C. Berbagai Macam Teori Kepemimpinan………………………………………...6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan……………………………………………………………………18

B. Saran…………………………………………………………………………..18

DAFTAR PUSTAKA

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kepemimpinan dipandang sangat penting karena dua hal: pertama,


adanya kenyataan bahwa penggantian pemimpin seringkali mengubah
kinerja suatu unit, instansi atau organisasi; kedua, hasil penelitian yang
menunjukkan bahwa salah satu faktor internal yang mempengaruhi
keberhasilan organisasi adalah kepemimpinan, mencakup proses
kepemimpinan pada setiap jenjang organisasi, kompetensi dan tindakan
pemimpin yang bersangkutan (Yukl, 1989).

Kenyataan dan/atau gagasan, serta hasil penelitian tersebut tak


dapat dibantah kebenarannya. Semua pihak maklum adanya, sehingga
muncul jargon “ganti pimpinan, ganti kebijakan”, bahkan sampai hal-hal
teknis seperti ganti tata ruang kantor, ganti kursi, atau ganti warna
dinding. Demikianlah, kepemimpinan itu merupakan fenomena yang
kompleks sehingga selalu menarik untuk dikaji.

Dalam berbagai literatur, kepemimpinan dapat dikaji dari tiga


sudut pandang, yakni: (1) pendekatan sifat, atau karakteristik bawaan
lahir, atau traits approach; (2) pendekatan gaya atau tindakan dalam
memimpin, atau style approach; dan (3) pendekatan kontingensi
atau contingency approach. Pada perkembangan selanjutnya, fokus
kajian lebih banyak pada cara-cara menjadi pemimpin yang efektif,
termasuk dengan mengembangkan kesadaran tentang kapasitas spiritual
untuk menjadi pemimpin profesional dan bermoral.

1
B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah tentang teori kepemimpinan yaitu:

1. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan?


2. Apa yang dimaksud dengan teori kepemimpinan?
3. Apa saja teori-teori kepemimpinan?
4. Apa saja macam pendekatan studi kepemimpinan?
5. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang efektif?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu:

1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan kepemimpinan


2. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan teori kepemimpinan
3. Untuk mengetahui apa saja teori-teori kepemimpinan
4. Untuk mengetahui macam macam penedekatan studi
kepemimpinan
5. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pemimpin yang
efektif

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kepemimpinan

Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga,


organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar
sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut
memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya.

Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa


diantaranya:

 Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah


seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan
bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya
dalam mencapai tujuan.

 Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang


menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan,
mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung
jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi
mencapai tujuan perusahaan.

 Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang


yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang
terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk
masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima
kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara
kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan
gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

3
 Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang
membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya
mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu.

 Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang


menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang
melakukan suatu pekerjaan memimpin.

 Sedangkan menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai


pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing
asuhannya.

Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri,


tetapi itu tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan
mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Dari
begitu banyak definisi mengenai pemimpin, dapat penulis simpulkan
bahwa : Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki
sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang
lain. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan
memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama.
Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan
tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan,
mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan
kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk
mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.”The art of
influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing
obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to
accomplish the mission”. Kepemimpinan adalah seni untuk
mempengaruhidan menggerakkan orang – orang sedemikian rupa untuk
memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal
untuk menyelesaikan tugas.

4
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain
untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata
yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan
sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan.
Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu
sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya
memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau
pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan,
bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana
nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan
yang akan diterapkan.

Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah


merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan
kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi
kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :

 Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan


administrasi dan menyediakan fasilitasnya.

 Fungsi sebagai Top Mnajemen, yakni mengadakan planning,


organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.

B. Pengertian Teori Kepemimpinan

Teori kepemimpinan adalah penggeneralisasian satu seri perilaku pemimpin


dan konsep-konsep kepemimpinannya, persyaratan menjadi pemimpin,
sifat-sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya, serta etika
profesi kepemimpinan. Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha
untuk memberikan penjelasan dan interprestasi mengenai pemimpin dan
kepemimpinan.

5
C. Berbagai Macam Teori Kepemimpinan

Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk


mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat
dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas
organisasi secara keseluruhan. Dalam karya tulis ini akan dibahas
tentang teori dan gaya kepemimpinan.

Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan


agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah
organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :

1. Teori Kepemimpinan Orang Besar (Great Man Theory)

Kepemimpinan adalah kemampuan yang melekat.


Pemimpin besar dilahirkan, bukan dibentuk. Pemimpin besar
muncul sebagai heroik, mitos, dan ditakdirkan karena diperlukan.

Disebut “Great Man” karena pada saat itu pemimpin dianggap


kualitas laki -laki. Menurut teori kepemimpinan ini seorang
pemimpin besar terlahir sebagai pemimpin yang yang memiliki
ciri-ciri yang istimewa yang mencakup:

 Karisma

 Kecerdasan

 Kebijaksanaan

Memberikan dampak besar Karisma sendiri menunjukkan


kepribadian seseorang yang dicirikan oleh pesona pribadi, daya
tarik, yang disertai dengan kemampuan komunikasi interpersonal
dan persuasi yang luar biasa. Karisma inilah yang dapat
memberikan dampak besar kepada lingkungan sosial sekitarnya.
Perubahan sosial terjadi karena para pemimpin besar memulai dan

6
memimpin perubahan serta menghalangi orang lain yang berusaha
membawa masyarakat kearah yang berlawanan. Teori
Kepemimpinan ini dikembangkan dari penelitian awal yang
mencakup studi pemimpin besar. Para pemimpin berasal dari kelas
yang istimewa dan memegang gelar turun-temurun.
Sangat sedikit orang-orang dari kelas bawah memiliki
kesempatan untuk memimpin. Teori Great Man didasarkan pada
gagasan pada gagasan bahwa setiap kali ada kebutuhan
kepemimpinan,maka munculah seorang manusia yang luar biasa
dan mampu mencari solusi untuk memecahkan masalah. Ketika
Teori Great Man diusulkan, sebagian besar pemimpin adalah laki-
laki, yang menjadi alasan untuk menamai teori tersebut dengan
“Great Man”
Kelemahan :
a. Kekuasaan berada pada sejumlah orang tertentu, yang
melalui proses pewarisan memiliki kemampuan memimpin
atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati
posisi sebagai pemimpin. Seperti istilah “Asal Raja Menjadi
Raja”.
b. Ciri pemimpin bersifat lahiriah, tidak ada ilmu atau cara
untuk menciptakan ciri pemimpin ini.
Kelebihan:
a. Pemimpin yang dimaksud memiliki ciri istimewa.
b. Pemimpin memiliki dampak dan pengaruh besar.
c. Pemimpin diangkat berdasarkan aksi dan kecerdasannya
dalam menyelesaikan suatu masalah

2. Teori Peristiwa Besar (Big Bang Theory)


Poin- poin penting Teori “Big Bang” :
a. Suatu peristiwa besar bisa menciptakan seseorang menjadi
pemimpin.

7
b. Seorang pemimpin mampu mengintegrasikan antara situasi
dan pengikut.
c. Situasi merupakan peristiwa besar seperti revolusi,
kekacauan/kerusuhan,  pemberontakan, reformasi dll.
d. Dalam hal ini, pengikut adalah orang yang menokohkan
seseorang dan bersedia  patuh dan taat. Pemimpin
mempunyai kepekaan yang tinggi dan kritis terhadap keadaan
lingkungan sekitarnya. Memiliki kredibilitas yang kuat dalam
mempengaruhi pengikutnya. Pemimpin dalam teori ini
terlahir dalam situasi yang membutuhkan suatu perubahan
besar, hal ini yang menjadi motivasi lahirnya teori ini.
Kekurangan :
Pemimpin yang lahir secara situasional tidak menjamin
keberhasilan saat kepemimpinannya. Karena Tindakan yang
dilakukan hanya untuk membuat suatu  perubahan yang
berdasarkan situasi saat itu.
Kelebihan :
Pemimpin dalam teori ini dikenal memiliki sifat aktif, kritis,
dan memiliki daya  juang yang tinggi karena terlahir dalam situasi
yang cenderung tidak baik yang menjadi motvasi dari lahirnya teori
kepemimpinan ini.

3. Teori Sifat (Karakter) (Trait Theory)


a. Pemimpin tebentuk karena warisan karakteristik perilaku
tertentu yang dimiliki seseorang.
b. Tetapi, Jika perilaku tertentu adalah indikator kepemimpinan,
mengapa banyak orang yang memiliki sifat kepemimpinan
tetapi tidak menjadi pemimpin.
Teori kepemimpinan ini merupakan perkembangan lebih
lanjut dari Great Man Theory yang mengatakan bahwa para
pemimpin dilahirkan dan bukan diciptakan (leader are born and not
made). Tetapi sejalan dengan pemikiran mahzab behavioralis, pada

8
peneliti di tahun 1950-an berkesimpulan bahwa karakteristik
pemimpin tidak seluruhnya merupakan  bawaan sejak lahir, namun
diperoleh melalui pembelajaran dan pengalaman. Karena itu
mereka berkesimpulan bahwa kepemimpinan yang efektif dapat
dipelajari.
Riset mereka menunjukkan bahwa ada karakteristik individu
yang dimiliki oleh seorang pemimpin sehubungan dengan
kepemimpinan efektif, yaitu:
 Kecerdasan,
 Pengetahuan & keahlian,
 Dominasi,
 Percaya diri,
 Energi yang tinggi,
 Toleran terhadap stress,
 Integritas & kejujuran,
 Kematangan.
Teori sifat tersebut mengasumsikan bahwa para pemimpin
telah mewarisi sifat-sifat di dalamnya yang membuat orang cocok
untuk menjadi pemimpin. Banyak yang mengatakan bahwa
pemimpin adalah orang yang dapat sepenuhnya mengekspresikan
diri, sementara yang lain tidak bisa, dan ini adalah apa yang
membuat mereka berbeda dari orang lain. Seorang pemimpin
memiliki kombinasi yang tepat dari sifat-sifat yang membuatnya
menjadi pemimpin yang baik.
Kekurangan :
Tidak selalu ada hubungannya antara sifat yang dianggap
unggul dengan efektivitas kepemimpinan, karena situasi dan
kondisi tertentu memerlukan sifat tertentu pula yang berbeda dari
yang lain.
Kelebihan :

9
Walaupun beberapa karakteristik dari pemimpin dalam teori
ini tidak relevan dengan keefektifan suatu kepemimpinan. Tetapi
karakter ini menjadi suatu kebutuhan idealnya seorang pemimpin

4. Teori Perilaku (Behavior Theory)


a. Sesuai prinsip “behaviorism‟ seorang pemimpin besar dapat
dibentuk, tidak selalu karena dilahirkan atau dimitoskan.
b. Kepemimpinan tergantung pada tindakan, bukan pada kualitas
mental atau kondisi internal
c. Setiap orang memiliki jiwa kepemimpinan melalui cara
pembelajaran, observasi dan arena pengalaman

Teori perilaku disebut juga dengan teori sosial dan


merupakan sanggahan terhadap teori genetis. Pemimpin itu harus
disiapkan, dididik dan dibentuk tidak dilahirkan begitu saja (leaders
are made, not born). Setiap orang bisa menjadi pemimpin, melalui
usaha penyiapan dan pendidikan serta dorongan oleh kemauan
sendiri. Teori ini tidak menekankan pada sifat-sifat atau kualitas
yang harus dimiliki seorang pemimpin tetapi memusatkan pada
bagaimana cara aktual pemimpin berperilaku dalam mempengaruhi
orang lain dan hal ini dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan
masing-masing. Dasar pemikiran pada teori ini adalah
kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika
melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah
pencapaian tujuan. Teori ini memandang bahwa kepemimpinan
dapat dipelajari dari pola tingkah laku, dan bukan dari sifat-sifat
(traits) soerang pemimpin. Alasannya sifat seseorang relatif sukar
untuk diidentifikasikan.
Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku :
1) Konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan
bawahan memiliki ciri-ciri ramah tamah, mau berkonsultasi,

10
mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan
memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya
setingkat dirinya. Disamping itu, terdapat kecenderungan
perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas orientasi.
2) Berorientasi kepada bawahan dan produksi
Perilaku pemimpin yang berorientasi yang berorientasi
kepada bawahannya ditandai oleh penekanan pada hubungan
atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin  pada pemuasan
kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian,
kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku
pemimpin yang berorientasi  pada produksi memiliki
kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,
pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta
pencapaian tujuan.
Kekurangan :
Teori Kepemimpinan Perilaku belum dilengkapi deangan
suatu faktor, yakni  penyesuaian terhadap situasi dan kondisi.
Karena situasi dan kondisi tidak akan sama dan selalu ada cara
kepemimpinan yang berbeda untuk menangani situasi dan kondisi
yang berbeda.
Kelebihan :
 Teori ini mampu mematahkan teori sebelum-sebelumnya
tentang bagaimana terbentuknya sebuah jiwa kepemimpin yang
berasal dari cara pembelajaran, observasi, dan pengalaman.

5. Teori Situasional (Situational Theory)


a. Pemimpin harus memilih tindakan yang terbaik berdasarkan
situasi yang sedang dihadapi.
b. Gaya kepemimpinan berbeda-beda tergantung situasi yang
berlainan.
c. Misalnya di tengah cendikiawan, gaya kepemimpinan
demokratis mungkin paling tepat diterapkan

11
Teori Kepemimpinan Situasional adalah suatu pendekatan
terhadap kepemimpinan yang menganjurkan pemimpin untuk
memahami perilaku bawahan, dan situasi sebelum menggunakan
perilaku kepemimpinan tertentu. Pendekatan ini menghendaki
pemimpin untuk memiliki kemampuan diagnosa dalam hubungan
antara manusia (Monica, 1998). Teori ini muncul sebagai reaksi
terhadap teori perilaku yang menempatkan perilaku pemimpin
dalam dua kategori yaitu otokratis dan demokratis. Dalam teori ini
dijelaskan bahwa seorang  pemimpin memilih tindakan terbaik
berdasarkan variabel situasional. Menurut pandangan  perilaku,
dengan mengkaji kepemimpinan dari beberapa variabel yang
mempengaruhi  perilaku akan memudahkan menentukan gaya
kepemimpinan yang paling cocok. Teori ini menitikberatkan pada
berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam
situasi tertentu.
Seorang pemimpin yang efektif dalam teori ini harus bisa
memahami dinamika situasi dan menyesuaikan kemampuannya
dengan dinamika situasi yang ada. Penyesuaian gaya
kepemimpinan yang dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri
kepemimpinan dan  perilaku karena tuntunan situasi
tertentu. Demikian pula seorang bawahan perlu dipertimbangkan
sebelum pimpinan memilih gaya yang cocok atau sesuai
Kekurangan :
Tindakan terbaik berdasarkan situasi belum menentukan
keberhasilan suatu kepemimpinan. Ada variabel-variabel yang
menentukan seperti gaya kepemimpinan,kualitas para pengikut, dan
aspek lingkungan.
Kelebihan :
Teori ini melengkapi teori perilaku, karena sudah
memperhatikan situasi sebagai variabel faktor penetuan karakter
kepemimpinan yang baik.

12
6. Teori Kepemimpinan Kharismatik
Tipe kepemimpinan kharismatik memiliki energi dan daya
tarik yang luar biasa untuk dapat mempengaruhi orang lain, maka
tidaklah heran apabila memiliki pengikut atau masa yang
jumlahnya besar. Sifat kharismatik yang dimiliki adalah karunia
dari tuhan. Pemimpin kharismatik bisa dilihat dari cara mereka
berbicara, berjalan maupun bertindak.      
Kelebihan:
a. Dapat mengkomunikasikan visi dan misi secara jelas
b. Dapat membangkitkan semangat bawahan untuk bekerja lebih
giat
c. Bisa mendapatkan pengikut dengan masa yang besar karena
sifatnya yang berkharisma sehingga bisa dipercaya
d. Menyadari kelebihannya dengan baik sehingga bisa
memanfaatkannya semaksimal mungkin
Kelemahan:
a. Para pemimpin kharismatik mudah mengambil keputusan yang
beresiko
b. Pemimpin kharismatik cenderung memiliki khayalan bahwa
apa yang dilakukan pasti benar karena pengikutnya sudah
terlanjur percaya
c. Ketergantungan yang tinggi sehingga regenerasi untuk
pemimpin yang berkompeten sulit

7. Teori Kepemimpinan Transaksional


Teori transaksional juga dikenal sebagai teori manajemen,
fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok.
Teori ini berdasarkan pada sistem imbalan dan hukuman. Teori
manajemen sering digunakan dalam bisnis, ketika karyawan
berhasil mereka dihargai, ketika mereka gagal mereka ditegur atau
dihukum.

13
8. Teori Kepemimpinan Tranformasi
Teori transformasi juga dikenal sebagai teori hubungan,
fokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan
pengikut. Pemimpin transformasional memotivasi dan
menginspirasi dengan membantu anggota kelompok melihat
penting dan baiknya suatu tugas. Pemimpin fokus pada kinerja
anggota kelompok dan juga ingin setiap orang untuk
memaksimalkan potensinya. Pemimpin dengan gaya ini sering
memiliki standar etika dan moral yang tinggi. 

9. Teori X dan Y
a. Teori X
Douglas Mc Gregor adalah seorang psikolog sosial dari
Amerika yang mengemukakan teori XY dalam bidang motivasi
yang menjadi prinsip dasar dalam mengembangkan pengelolaan
SDM (sumber daya manusia) modern, menentukan pola
komunikasi organisasi, menyusun panduan manajemen perilaku,
mengelola interaksi sosial karyawan dan dalam menciptakan
budaya perusahaan.
Mc Gregor memaparkan teori X dengan asumsi awal bahwa
karyawan itu secara alamiah bersifat malas atau tidak menyukai
pekerjaannya dan harus dimotivasi dengan gaya kepemimpinan
yang otoriter. Manajemen harus terus aktif dan otoritatif dalam
mengendalikan karyawan. Asumsi selain karyawan tidak suka
bekerja adalah karyawan tidak punya ambisi sehingga ingin
selalu menghindari tanggung jawab maka dari itu perlu
diarahkan, dipaksa, bahkan diancam dengan hukuman, dan
dikontrol dalam pengawasan yang ketat. Biasanya teori X ini
kurang efektif dalam praktek manajemen modern, namun hirarki
kewenangan yang tersentralisasi tak bisa dihindari jika
perusahaannya memiliki karyawan yang sangat banyak dengan
skala produksi yang besar dan pekerjaan yang berulang-ulang

14
tanpa keahlian tinggi seperti di pabrik-pabrik.Tapi teori X ini
tetap harus digunakan khususnya pada beberapa jenis karyawan
yang memiliki karakter yang lebih termotivasi secara efektif dan
memberikan hasil kinerja yang lebih baik dengan gaya
kepemimpinan yang otoritatif.
Teori X, pemimpin memandang bawahan sebagai:
1) Orang yang menganggap bahwa pekerjaan adalah sesuatu
yang tidak menyenangkan dan berusaha dihindari.
2) Orang yang suka diperintah dan harus dipaksa untuk
bekerja.
3) Orang yang tidak ambisius, tidak ingin maju, malas &
menghindari tanggung jawab
4) Orang yang dimotivasi terutama oleh kebutuhan pokok,
seperti uang dan rasa aman.
5) Orang yang harus dikendalikan dengan ketat dan
menganggap bawahan tidak mampu menyelesaikan masalah
yg dihadapi dalam organisasi tanpa bantuan pemimpin.
b. Teori Y
Mc Gregor menyatakan dalam teori Y, para karyawan
diasumsikan sebagai orang yang berambisi, mau menerima
tanggung jawab bahkan mencari wewenang agar bisa bekerja
secara optimal dengan potensi diri yang dimiliki. Para karyawan
dianggap secara alamiah menikmati pekerjaan serta termotivasi
sendiri berprestasi. Gaya kepemimpinan dalam teori Y adalah
manajemen parsitipatif yang mengundang diskusi dan
keterlibatan karyawan dalam membuat keputusan dan
memberikan peluang untuk mengembangkan keahlian serta karir
sang karyawan atau promosi. Kreativitas, intelektualitas,
otonomi, dan keahlian yang dimiliki karyawan diapresiasi oleh
manajemen yang menggunakan teori Y dalam tehnik
motivasinya. Walaupun begitu, teori Y tetap memanfaatkan

15
penilaian untuk remunerasi, insentif, dan pemberian sanksi jika
diperlukan.

Teori Y, pemimpin memandang bawahan sebagai:


1) Orang yang berpendapat bahwa pekerjaan adalah sesuatu
yang menyenangkan dan alamiah, seperti bermain.
2) Orang yang mempunyai pengendalian diri & pengawasan
diri jika mereka terlibat pada pekerjaan
3) Orang yang memiliki ambisi, ingin maju dan menginginkan
tanggung jawab dan melaksanakannya secara baik.
4) Orang yang dimotivasi, terutama oleh kebutuhan yang lebih
tinggi, seperti kebutuhan berprestasi, dsb.
5) Orang yang mampu menyelesaikan masalah secara mandiri,
bertanggungjawab & kreatif, sehingga tidak perlu
pengawasan yang ketat.
c. Teori Z
Teori kepemimpinan interaksional (Teori Z perluasan teori
Y), Ouchi, 1981: ditentukan oleh hubungan antara kepribadian
pemimpin dan situasi tertentu Teori Z ini memandang kebutuhan
karyawan sebagai faktor pendorong motivasi kerjanya tidak
hanya sebatas pada kebutuhan fisik dan keamanan/kepastian
saja. Kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan dan
pemenuhan kebutuhan mental-emosional-sosial-spiritual
karyawan sangat diperhatikan dalam mengaplikasikan teori Z ini.
Teori Z juga meningkatkan kompetensi karyawan dengan
rotasi pekerjaan dan pelatihan-pelatihan yang intensif. Hal ini
dilakukan agar karyawan yang promosi menjadi pemimpin
memiliki pengetahuan yang menyeluruh terhadap semua
operasional perusahaan dan akan mampu menggunakan teori Z
untuk memotivasi semua bawahannya khususnya para karyawan
yang masih baru.

16
Karakteristik teori Z:
 membuat keputusan konsensus.
 Pemasangan karyawan untuk pekerjaan mereka
 Keamanan pekerjaan
 Lambat promosi
 Meneliti konsekuensi jangka panjang dari pengambilan
keputusan manajemen
 Kualitas lingkaran
 Jaminan pekerjaan seumur hidup
 Pembentukan ikatan yang kuat tanggung jawab antara
supervisor & bawahan
 Kepedulian holistik bagi pekerja

17
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Teori kepemimpinan membicarakan mengenai bagaimana


seseorang menjadi pemimpin, atau bagaimana timbulnya seorang
pemimpin, dan teori tentang kepemimpinan itu diantaranya adalah teori
genetis,sosial,ekologis.

Tipe kepemimpinan adalah gaya atau corak kepemimpinan yang


dibawakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi para
pengikutnya. Gaya seorang pemimpin dalam menjalankan
kepemimpinan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain faktor
pendidikan, pengalaman, usia, karakter tabiat atau sifat yang ada pada
diri pemimpin tersebut. Orang yang ambisius untuk menguasai setiap
situasi apabila menjadi pemimpin cenderung akan bersifat otoriter.

B. Saran

 Memberikan pemahaman kepada pembaca apa saja teori


kepemimpinan

 Memberikan pemahaman tentang Pemimpin yang baik, sehingga


suatu oragnisasi dapat berjalan dengan visi dan misi yang telah
ditetapkan

18
DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan. 2012. Motivasi, Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok.


Jakarta: Rineka Cipta

Kartono, Kartini. 2008. Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah kepemimpinan


abnormal itu?. Jakarta: Rajawali Press

Siagian, Sondang P. 2003. Teori Dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta: Rineka


Cipta

Sinagar, Sondang.P. 1998. Teori dan Praktek kepemimpinan. Jakarta: PT


RINEKA CIPTA

Fatah, Nanang. 2008. “Landasan Manajemen Pendidikan”. Bandung : Remaja


Rosda Karya.

http://www.mediapendidikan.info/2010/09/permendiknas nomor 13 tahun


2007.html

19