Anda di halaman 1dari 14

TERNAK BEBEK

A. ALASAN MEMIILIH TENAK ITIK

Banyak faktor yang mendorong seseorang untuk memulai usaha, kadang faktor itu sudah
diketahui dengan pasti dan kadang pula belum diketahui secara pasti. Untuk itu pada kesempatan
kali ini dan juga sebagai kelanjutan dari artikel sebelumnya “Menimbang : beli DOD atau itik
siap telur” maka kami menulis artikel yang sebagian besar materinya kami ambil dari buku
“Produksi Unggas Air” yang ditulis oleh Bapak Ir. Bambang Srigandono M.Sc dengan sedikit
tambahan dari kami sesuai keperluan.Faktor-faktor yang dianggap menguntungkan dalam usaha
beternak itik dapat dilihat sebagai bahan pertimbangan bagi calon peternak itik. Tidak
ketinggalan pula faktor penghambat dalam usaha pengembangannya perlu kiranya untuk
mendapat perhatian agar kita dapat bersiap-siap dalam mengantisipasi dan mengatasinya.
Sebagai bahan pembanding untuk faktor yang dianggap menguntungkan dalam beternak itik
adalah usaha peternakan ayam karena masih sama-sama jenis unggas :

1. Dari segi laju pertumbuhannya, ternak itik dapat tumbuh lebih cepat dari ternak ayam,
apalagi itik yang tergolong tipe pedaging seperti itik peking. Pada umur satu bulan berat
itik peking sudah mencapai 1,5 kg dan pada umur 2 bulan beratnya sudah bisa mencapai
3 kg, sedangkan untuk ayam potong (broiler) pada umur yang sama hanya bisa mencapai
berat sekitar 1 kg dan 2 kg.
2. Ternak itik diyakini jauh lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ternak
ayam. Sekalipun penyakit-penyakit yang menyerang ternak ayam pada umumnya juga
menyerang itik, namun akibat yang diderita oleh itik tidak terlalu parah. Hal ini terkecuali
hanya pada kepekaannya terhadap aflatoxin di mana itik amat peka terhadap aflatoxin
yaitu jamur pada biji-bijian.
3. Dalam bentuk usaha peternakan rakyat, peternakan itik dapat diusahakan dengan
memanfaatkan peralatan yang amat sangat sederhana, misalnya perkandangannya serta
alat-alat yang digunakan dalam kandang. Bahkan itik dapat bertahan hidup di alam
terbuka dengan model kandang seperti kemahnya anak pramuka.
4. Dalam usaha peternakan itik yang diusahakan secara ekstensif kita dapat memanfaatkan
alam sekitar di mana banyak terdapat sumber-sumber karbohidrat dan protein yang
terbuang sia-sia seperti sisa-sisa panen padi di sawah, cacing, ikan-ikan kecil di sungai-
sungai, dan lain sebagainya. Di samping itu, karena itik memiliki instink berkelompok
(flocking instinct) yang amat kuat, maka ini sangat membantu dalam hal pengendalian
terutama untuk model pemeliharaan yang bersifat ekstensif (digembalakan).
5. Kulit telur itik pada umumnya lebih tebal dibandingkan dengan kulit telur ayam. Ini
mempunyai arti penting dalam hal mengurangi resiko pecah atau retak terutama dalam
penanganan (product handling) dan transportasi. Terlebih untuk usaha penetasan telur
dan pembuatan telur asin.
6. Saat bertelur pada itik biasanya terjadi serentak pada pagi hari yaitu sebelum matahari
terbit, sehingga pengambilan telur dalam kandang bisa dilakukan dengan satu kali saja.
Hal ini terjadi suatu penghematan tenaga kerja yang cukup berarti. Sedangkan untuk
pengambilan telur ayam bisa sampai 2-3 kali dalam satu hari.
7. Pada umumnya unggas air seperti ternak itik dan yang lainnya jarang bahkan bisa
dikatakan tidak memiliki sifat kanibal dan agonistik (berkelahi)
8. Sisi lain pemanfaatan limbah terutama bulu, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan
kasur, bantal, atau pakaian, maka untuk bulu itik jenis tertentu seperti entok dan yang
lainnya dapat dipergunakan sebagai bahan suttle kock. Ini berarti ada nilai lebih dari
limbah yang berasal dari ternak itik.
9. Jika dibandingkan dengan telur ayam ras maka telur itik terkesan lebih dihargai karena
telur itik dijual dengan satuan butir/biji sedangkan untuk telur ayam ras dijual dengan
satuan kilogram (kg).
10. Secara umum harga produk ternak itik baik untuk komoditi telur atau daging terasa lebih
stabil jika dibandingkan dengan produk ternak ayam.

Akan tetapi tidak selamanya beternak itik tidak mengalami kendala dalam usaha
pengembangannya. Untuk itu, berikut permasalahan yang biasanya ada dan dianggap sebagai
faktor penghambat untuk usaha pengembangan ternak itik :

1.      Di beberapa wilayah Indonesia, untuk mendapatkan bibit itik yang kualitasnya baik untuk
diternakkan masih merupakan persoalan yang sulit. Hal ini terjadi baik untuk bibit itik petelur
atau itik pedaging. Sedangkan pada usaha ternak ayam untuk mendapatkan bibit praktis lebih
mudah karena sudah banyak breeder besar yang khusus menangani hal itu.

2.      Dalam kondisi tempat serta lokasi yang serba terbatas, mengusahakan ternak ayam
nampaknya masih lebih mungkin jika dibandingkan dengan ternak itik. Hal ini menyangkut sifat-
sifatnya sebagai unggas air yang mengakibatkan tempat atau lingkungannya menjadi agak
lembab atau bahkan basah dan becek. Keadaan semacam ini tidak disukai apabila terlalu dekat
dengan permukinan manusia karena polusi yang ditimbulkan akan lebih tinggi.

3.      Ternak itik memerlukan pakan dalam jumlah yang sedikit lebih banyak jika dibandingkan
dengan ayam, kira-kira mencapai 1,5 sampai 1,75 kalinya. Hal ini besar pengaruhnya dipandang
dari segi biaya produksi untuk ransum.

Anda dapat mencopy artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya :
www.sentralternak.com

Kami melayani pemesanan produk unggas sebagai berikut :

 DOD itik mojosari jantan harga Rp 2.900/ekor


 DOD itik mojosari betina harga Rp 3.800/ekor
 DOD itik peking harga Rp 10.000/ekor
 DOD enthok harga Rp 7.000/ekor
 DOC ayam kampung harga Rp 3.300/ekor
 DOC ayam arab harga Rp 2.900/ekor
B. PELUANG USAHA TERNAK BEBEK

Membicarakan peluang usaha atau bisnis dari ternak itik untuk saat sekarang ini ibarat
membicarakan sebuah sumber air yang terus mengalirkan airnya. Bagaimana tidak, itik yang
dulu di kenal hanya sebagai ternak penghasil telur saja sekarang sudah mempunyai fungsi ganda
yaitu sebagai ternak penyuplai daging juga. Maka tak salah kalau peternak kita mengelompokkan
ternak itik menjadi itik petelur dan itik pedaging atau potong. dan mau diakui atau tidak, ternak
itik begitu banyak membawa dampak perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi
kemasyarakatan.

Setelah mendapat apresiasi dan tanggapan yang cukup banyak dari artikel kami yang sebelumnya
dengan judul “Darimana Memulai Usaha Ternak Itik” maka kami berusaha mencoba menggali
lagi usaha-usaha apa yang masih bisa diusahakan dari ternak yang satu ini. Dan Alhamdulillah
dengan izin Allah kami menemukan 6 macam usaha alternatif dari ternak ini. Kalau digali lebih
jauh kami yakin masih ada peluang usaha yang lainnya. Macam usaha tersebut adalah :

1. Pemeliharaan itik yang telah mengalami rontok bulu (moulting) kali pertama.
Banyak di antara peternak itik yang menjual itiknya ketika telah mengalami rontok bulu
untuk kali pertama. Beberapa alasan mereka diantaranya : 1) ketika itik mengalami
rontok bulu produksi sangat rendah bahkan bisa 0% tapi peternak tetap mengeluarkan
biaya untuk pakan, 2) produktifitas itik akan menurun pada periode peneluran ke dua
(setelah rontok bulu pertama) hingga 40%, 3) ketidaktahuan peternak akan itik yang
masih akan berproduksi tinggi atau rendah pada periode peneluran ke dua atau
setelahnya. Alasan lain yang kadang muncul antara lain : kebutuhan uang mendesak,
pingin ganti usaha, ingin peremajaan lagi (pemeliharaan dari DOD) tapi tidak ada modal,
dan alasan-alasan lainnya. Apakah benar itik pada periode peneluran ke dua
produktifitasnya rendah? Kami jawab ya, tapi ada solusi untuk mengatasinya yaitu 1)
menggembalakan itik di areal persawahan atau sungai-sungai untuk meminimalkan biaya
pakan, 2) melakukan seleksi dan culling karena itik yang sudah mengalami penyeleksian
dan pengafkiran produksinya bisa 90-100%. Mengapa? karena itik-itik yang kita beri
pakan hampir semuanya berproduksi.

2. Mengusahakan itik persilangan seperti itik MA atau AM (hasil persilangan itik


Mojosari x Alabio), Tiktok (hasil persilangan itik x menthok), dan sebagainya.
Banyak sudah model orientasi bisnis yang muncul akhir-akhir ini salah satunya adalah
menciptakan strain baru untuk unggas air. Itik MA atau AM di yakini orang sebagai itik
yang mempunyai kemampuan produksi (bertelur) tinggi dari induk tetuanya yaitu
mojosari dan alabio. Telur yang di hasilkan juga berukuran lebih besar dan warna
kerabang juga masih menarik. Sedangkan untuk tujuan daging sudah ada yang
menciptakan tiktok yaitu strain baru dari hasil persilangan itik betina dengan enthok
jantan. Hasilnya juga sudah terbukti nyata yaitu laju pertumbuhan yang cepat dengan
kualitas karkas yang cukup baik. Terus bagaimana kalau persilangan itu dibalik? Yaitu
itik jantan yang mengawini enthok betina. Kami berharap anda lah yang memulai untuk
terjun di peluang ini dan perlu anda ketahui bahwa permintaan akan dod tiktok juga
cukup tinggi padahal harga yang ditawarkan  juga relatif mahal. Semoga bisa menjadi
pertimbangan.
3. Memelihara itik yang sudah berumur 1 bulan untuk tujuan penggemukan
(fattening). Lama waktu untuk penggemukan cukup 3-4 minggu sehingga waktu usaha
bisa lebih pendek dan perputaran modal bisa lebih cepat. Dengan memanfaatkan fase
pembentukan lemak dari periode  pertumbuhan dan juga compensatory growth
(menggenjot laju pertumbuhan ternak yang semula mendapat pakan kurang bagus tapi
ternak mempunyai potensi untuk bisa gemuk dengan perlakuan (treatment) pakan yang
bagus pula). Tapi ada juga sisi kelemahannya yaitu ternak yang awalnya dipelihara
dengan pakan ala kadarnya biasanya laju pertumbuhannya juga biasa-biasa saja. Di
samping itu kadang kala ada itik yang sudah berumur tapi kelihatan badanya masih kecil
sehingga kalau kita tidak pandai-pandai memilih atau kenal peternak yang jujur juga akan
mengalami kesulitan. Alih-alih untung yang kita peroleh, buntung yang akan kita petik.
Tapi sebaliknya kalau kita sudah terjun di dalamnya dan menguasai permasalahan maka
tidak mustahil keuntungan yang berlipat dengan waktu yang singkat yang akan kita
dapat.

4. Suplyer pakan ternak  Jarang kita jumpai di toko pakan ayam (yang popular dengan
nama poultry shop) bahan pakan seperti nasi kering (karak, aking), dedak, kulit kerang,
bekicot, ikan segar (sortiran) dan sebagainya. Kita ketahui bersama bahwa itik termasuk
ternak yang konsumsi pakannya cukup banyak. Untuk itik yang sudah bertelur saja
konsumsi pakannya dalam sehari rata-rata 150 gram dan bisa kita dibayangkan kalau
seorang peternak mempunyai 500 ekor akan menghabiskan pakan sebanyak 75 kg/hari.
Dan kalau kita bisa mengantongi keuntungan dari pakan Rp  200,-/kg maka keuntungan
kita adalah Rp 15.000,-  per hari untuk satu orang peternak. Kalau ada 10 saja peternak
yang kebutuhan pakan ternaknya kita yang supplay bisa dibayangkan keuntungan kita
perharinya. Kami yakin gaji orang-orang yang pakai sepatu kalau pergi ke kantor,
berpakaian necis dan berdasi akan kalah dengan penghasilan kita.

5. Suplyer daging itik Semakin merebaknya warung, restoran atau rumah makan yang
menyediakan menu masakan daging bebek seperti bebek goreng, bebek presto, bbebek
panggang atau menu lainnya membuka peluang usaha untuk kita terjun di dalamnya
sebagai suplyer daging itik. Daging itik yang dibutuhkan biasanya daging itik muda
(umur 2-3 bulan) dan daging itik afkir. Memang butuh modal besar dan bisa 2-3 kali lipat
untuk mengantisipasi kecurangan rekan bisnis. Keuntungan memang tidak banyak tapi
kontinyuitas usaha bisa kita jadikan pegangan. Untuk satu ekor itik paling bisa untung
sekitar Rp 2.000 - Rp 3.000. Tapi jangan lupa rasa syukur akan menambah keberkahan
rezeki yang kita peroleh dan tentu akan mendatangkan keridhoan Yang Memberi Rezeki.
Jangan lupa untuk selalu waspada dan hati-hati dengan rekan bisnis karena tidak sedikit
yang gulung tikar pada usaha ini. Masalah bukan pada permintaan produk tapi pada
manajemen pembayaran produk.

6. Suplyer telur itik baik untuk tujuan konsumsi (seperti tukang jamu, tukang
martabak, industri bakery, produsen telur asin), atau untuk kebutuhan telur tetas.
Peluang untuk terjun di dalamnya masih sangat terbuka luas. Kalau anda tidak percaya,
anda bisa datang langsung ke peternak itik dan cobalah untuk membeli telurnya dengan
jumlah banyak dan kontinyu. Kami yakin anda tidak akan mendapatkannya karena
mereka sudah punya pengepul atau pelanggan tetap. Berdasarkan pengamatan di tempat
kami juga, telur itik selalu habis terserap oleh pasar baik pasar lokal atau pasar luar
daerah. Anda juga bisa sedikit kreatif dengan menjadi penyedia telur itik dari
pemeliharaan non intensif, artinya telur itik yang dihasilkan dari hasil penggembalaan.
Telur ini biasanya di buru oleh orang yang mempunyai alergi telur.

C. USAHA UNTUK ITIK PETELUR ATAU PEDAGING

Sebuah pertanyaan masuk kepada kami yang membuat kami sedikit berpikir sejenak untuk
menjawabnya. Pertanyaan tersebut adalah “saya tertarik dengan usaha ternak itik akan tetapi
saya masih bingung mana yang lebih menguntungkan : apakah usaha itik petelur atau usaha itik
pedaging?”. Sebuah pertanyaan yang singkat menurut kami akan tetapi untuk menjawabnya
bukanlah hal yang mudah. Maka pada kesempatan kali ini kami mencoba memberikan sedikit
gambaran dan solusi dalam menghadapi masalah tersebut.

Pada awal domestikasi (penjinakan), sebenarnya semua itik sama dalam bentuk, berat badan,
kemampuan menghasilkan telur , bahkan dalam warna bulu. Jadi, pada awalnya tidak ada
pembedaan antara itik petelur dengan itik pedaging. Setelah domestikasi, seleksi dan pemuliaan
terbentuklah itik dengan berat, bentuk,  dan kemampuan menghasilkan telur, dan warna bulu
yang beragam. Itik yang produktif menghasilkan telur disebut dengan itik petelur dalam hal ini
terwakili oleh itik betina sedang itik yang tidak produktif menghasilkan telur disebut dengan itik
pedaging yang dalam hal ini terwakili oleh itik jantan dan itik betina afkir.

Itik lokal petelur unggul banyak jenisnya antara lain itik mojosari, itik tegal, itik alabio, itik
magelang, itik cirebon, itik bali, sedang itik pedaging berasal dari itik lokal jantan, enthok,
tiktok, dan itik peking. Dengan perkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi banyak
dihasilkan itik persilangan yang mempunyai kemampuan produksi baik telur maupun daging
lebih baik dari tetuanya seperti tiktok (perkawinan itik dan enthok), itik ratu dan raja
(perkawinan itik mojosari dan alabio), dan yang lainnya

Berikut adalah hal-hal yang bisa menjadi pertimbangan kita untuk memilih dan memulai usaha
apa yang tepat bagi kita, apakah usaha itik petelur atau usaha itik pedaging.

Modal

Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha itik petelur lebih besar daripada modal yang
dibutuhkan untuk memulai usaha itik pedaging. Itik petelur butuh waktu sekitar 5-6 bulan baru
bisa dipetik hasilnya sedangkan itik pedaging hanya butuh waktu sekitar 5-6 minggu untuk bisa
dipetik hasilnya.

Manajemen pemeliharaan

Umur pemeliharaan itik pedaging hanya sampai 5-6 minggu, kebutuhan protein untuk starter 20-
22%, grower 16-18%, pemberian pakan secara bebas (ad libitum). Sedangkan umur
pemeliharaan itik petelur bisa sampai 2-3 tahun dengan berproduksi awal sekitar umur 5-6 bulan,
kebutuhan protein untuk starter 20-22%, grower 15-16% dan layer 19-20%, pemberian pakan
dibatasi ketika umur 4-16 minggu.

Pemasaran

Memasarkan telur itik memang lebih mudah daripada memasarkan itik pedaging siap potong.
Resiko menampung telur juga lebih kecil daripada harus menampung itik siap potong karena
menampung atau menahan penjualan untuk itik siap potong berarti kita mesti keluar uang yang
tidak sedikit untuk biaya pakan dan tenaga kerja.

Resiko

Harapan kita dalam merintis usaha baru adalah keberhasilan, akan tetapi tidak sedikit orang yang
gagal ditengah jalan. Dalam menekuni usaha ternak orang pedesaan menyebutnya dengan istilah
jodoh-jodohan, karena kadang ada orang yang cocok dalam beternak kambing atau sapi akan
tetapi ketika beralih untuk beternak itik atau ayam maka kerugian yang selalu dia alami. Begitu
juga dengan usaha itik ini, resiko beternak itik pedaging tidak sebesar kalau kita beternak itik
petelur. Setelah jangka waktu 5-6 minggu kemudian di lakukan analisa usaha dan apabila
hasilnya negatif maka bisa saja usaha tersebut ditutup sehingga kerugian hanya sekitar 5-6
minggu saja. Sedangkan untuk itik petelur kita mesti menunggu minimal 7 bulan untuk
mengetahui kira-kira usaha kita mendapat keuntungan atau tidak. Kalau ternyata dianalisa
hasilnya negatif maka kerugian kita bisa kita bayangkan sendiri

Kesimpulan dan Solusi

Menurut kami pilihan yang terbaik adalah menggabungkan ke dua usaha tersebut dalam satu
urutan waktu. Usaha itik petelur diusahakan berjalan bersama-sama dengan usaha itik pedaging.
Mengapa? Panen itik petelur masih sekitar 5-6 bulan, dalam kurun tersebut kita mesti keluar
biaya terus menerus. Nah, untuk menunjang biaya tersebut bisa diusahan itik pedaging. Sehingga
keuntungan dari penjualan itik pedaging bisa menunjang biaya itik petelur.  Kontek dalam hal ini
lain lagi kalau kita memulai usaha itik petelurnya langsung dari itik siap telur (bayah) dan anda
adalah orang yang bermodal tebal

D. BAGAIMANA MEMULAI USAHA TERNAK ITIK

Beternak itik bagi sebagian orang terasa lebih menjanjikan daripada beternak unggas jenis
lainnya. Pertama, produk yang dihasilkan yaitu telur terasa lebih ‘dihargai’ sebab penjualannya
dihitung bijian bukan kiloan sebagaimana halnya telur ayam ras. Ke dua, cara pemeliharaan dan
perawatan yang relatif mudah serta lebih tahan terhadap penyakit. Ke tiga jumlah permintaan
telur yang terus naik dari tahun ke tahun. dan Ke empat yaitu permintaan akan daging konsumsi
juga tinggi.

Dari gambaran di atas sebenarnya masih ada ruang atau kesempatan yang sangat luas untuk
memulai usaha ini. Akan tetapi timbul masalah bagi pemula yaitu dari mana memulai usaha
ternak itik? Apa sebaiknya beternak itik untuk menghasilkan telur saja, apa beternak itik untuk
menghasilkan DOD, atau usaha pembesaran DOD, atau penetasan? Nah berikut gambaran
singkat tentang beberapa pilihan usaha dalam menjalankan bisnis ini.

Ada beberapa pilihan dalam menentukan langkah memulai usaha :


1. Mengkususkan usaha untuk menghasilkan telur tetas. Untuk menghasilkan telur tetas yang
baik ratio jantan dan betina adalah 3-5 pejantan untuk 50-100 ekor itik betina. Di sarankan
terdapat kolam di dalam kandang untuk aktifitas berenang itik agar terjadi proses kawin secara
alami. Telur itik yang sudah terkumpul di tetaskan dengan bantuan mesin penetas karena naluri
mengeram itik sangat rendah atau bahkan tidak ada. Bisa juga dengan bantuan jasa menthok,
akan tetapi hal ini akan menambah biaya lagi untuk pemeliharannya. Lama penetasan baik
dengan mesin penetas atau menthok ± 28 hari. Lama penyimpanan telur tetas yang baik adalah
kurang dari 7 hari.

2. Usaha penetasan, yaitu menetaskan telur itik menjadi DOD (Day Old Duck). Karena
lama penetasan yang lebih panjang dari pada telur ayam maka perlu pertimbangan lagi untuk
memulai usaha ini. Ada dua hal yang penting dalam memulai usaha ini yaitu bagaimana cara
mendapatkan telur tetas yang baik dan memilih mesin penetas. Anda bisa membuka artikel kami
lainnya untuk penjelasan ke dua hal tersebut. Keuntungan dalam usaha ini akan berlipat apabila
begitu DOD menetas langsung dapat terjual, kalau tidak maka perlu biaya tambahan untuk
memelihara DOD untuk beberapa jangka waktu beberapa hari. Kami menyarankan bagi peternak
pemula untuk mencari relasi yang dapat dipercaya sebagai penyuplai telur tetas karena
menyangkut nama baik usaha yang akan kita rintis. Sekali citra usaha kita buruk maka agak sulit
untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Lebih aman kalau kita memiliki pembibitan
(breeding) sendiri untuk menjaga kualitas dan kontuinitas usaha.

3. Pembesaran DOD untuk dijadikan pedaging. Beberapa tahun terakhir usaha ini sudah
banyak mendapat perhatian dari para investor. Pada umumnya DOD yang dijadikan sebagai
pedaging adalah DOD jantan. Kenapa? Di samping harga bibitnya lebih murah juga kelebihan
tingkat pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang lebih cepat jika dibandingkan dengan betina.
Masa pemeliharaan yang relatif singkat yaitu sekitar 2 – 3 bulan juga menjadi daya tarik
tersendiri. Untuk para pemula yang akan terjun dalam bisnis ini harus pandai-pandai berhitung
soal pakan karena fluktuasi harganya yang gampang berubah.

4. Usaha pembesaran DOD sampai menjelang bertelur (bayah). Bayah adalah sebuatan itik
betina siap bertelur yang berumur kira-kira 4-5 bulan. Biasanya system pemeliharaan bayah lebih
banyak digembalakan karena di samping untuk lebih menekan biaya pakan juga untuk memberi
kesempatan itik untuk berburu pakan alami kesenangannya seperti cacing, ikan-ikan kecil dan
juga sebagai sarana exercise agar tubuh tidak kegemukan sehingga dapat menghambat produksi
nantinya. Setelah itik sudah menandakan tanda-tanda akan bertelur maka itik bisa ditawarkan
kepada calon pembeli. Ada satu trik saat menjual bayah yaitu usahakan menjual bayah ketika itik
sudah mulai bertelur dan itu akan membawa ke harga jual yang lebih yang tinggi. Kita bisa
menaikkan harga sampai Rp 500,- per ekor dan kita bisa bayangkan kalau bayah yang kita jual
per minggu ada 100 ekor???

5. Usaha beternak itik untuk di ambil telurnya. Usaha ini sudah tidak asing lagi bagi
masyarakat kita. Peternak bisa memeliharanya dari semenjak DOD atau langsung membeli itik
siap bertelur (bayah). Keuntungan kalau kita memelihara sejak DOD adalah kita tahu tingkah
laku ternak yang kita perlihara sehingga kita lebih paham akan kondisi ternak. Akan tetapi ada
juga sisi kelemahannya yaitu butuh kesabaran waktu dan modal karena kita terus mengeluarkan
uang sejak DOD sampai itik-itik tersebut mulai bertelur. Adapaun sisi kelebihan kalau kita
membeli langsung dari bayah adalah kita akan langsung dapat memetik hasilnya dalam waktu
dekat. Sisi kelemahannya yaitu butuh modal yang besar, dan juga kesiapan mental untuk
menghadapi stress yang tinggi karena perpindahan lokasi dan juga perbedaan penanganan ternak.

E. MENANTI MASA TELUR PERTAMA

Tak seperti ayam petelur, produktivitas ternak itik masih jauh di bawah ayam petelur.
Produktivitas bertelur itik adalah hasil perbandingan antara jumlah telur yang dihasilkan dengan
populasi itik dalam satu kelompok. Misalnya, satu kandang koloni berisi 100 ekor itik masa
produksi menghasilkan 60 butir telur per hari, maka dapat dihitung tingkat produktivitasnya
adalah 60%. Dengan demikian, 40% di antaranya belum memasuki masa produksi atau sudah
terlewat masa produktifnya. Itulah sebabnya, penting untuk mencari bibit itik yang seragam dari
sumber yang sama.

Adalah itik mojosari salah satu itik lokal yang direkomendasikan sebagai salah satu jenis itik
lokal petelur unggul. Menurut catatan, itik ini mampu berproduksi sekitar 220-250 butir per
tahun lebih tinggi sedikit dari itik lokal lainnya yang berproduksi sekitar 180-230 butir per tahun.
Hasil tersebut diperoleh dengan pemberian pakan sebanyak 120-150 gram/ekor/hari. Pakan yang
diberikan memiliki kandungan protein 21% dan energi metabolis sebesar 2.970 kkal/kg. Untuk
lebih mengenal itik mojosari ini dapat melihat kembali artikel kami yang lainnya dengan judul
“Profile Itik Mojosari”.

Masalah timbul dalam pemeliharaan itik petelur adalah ketika itik sudah memasuki umur
bertelur. Kebanyakan dari kita tidak sabar menanti itik yang diternakkannya bertelur. Bagaimana
tidak kita telah mengeluarkan modal dan tenaga dari hari pertama pemeliharaan sampai sekitar
25 minggu lamanya. Sehingga upaya untuk membuat itik agar cepat bertelur pun diusahakan.
Yang perlu diperhatikan adalah apabila kita salah dalam menerapkan manajemen pemeliharaan
menjelang peneluran awal maka akan membawa resiko. Secara teori dan praktek, itik mojosari
yang bertelur untuk kali pertama pada umur 25 minggu memiliki masa produksi lebih lama, bisa
sampai 3 periode masa produktif (nama lain = rontok bulu, gugur bulu, moulting, dan ngurak).
Puncak produksi dicapai ketika umur 7 bulan dan setelah melewati umur tersebut produksinya
mulai stabil dan banyak. Dengan perawatan yang baik produksi per hari dapat mencapai rata-rata
70-80% dari seluruh populasi.

Langkah atau manajemen apa yang sebaiknya diterapkan untuk menangani itik yang menjelang
bertelur? Berikut sedikit trik dan tips yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua :

1. Jangan panik, hanya karena mendengar kabar berita baik secara langsung atau tidak
langsung ada orang lain mengatakan itik kita kok belum bertelur juga padahal umurnya
sudah semestinya bertelur. Kabar ini biasanya memancing reaksi dari kita untuk mencari
jalan alternatif agar itik kita cepat bertelur. Menurut kami tindakan ini kurang tepat,
tunggulah umur itik sampai umur 150-170 hari, kalau belum bertelur juga baru
mengambil tindakan.
2. Jangan merubah manajemen pemeliharaan yang sudah ada, baik dengan mengganti
pekerja kandang, berpindah kandang, merubah jadwal pemberian pakan, apalagi
mengganti-ganti susunan ransum pakan yang diberikan dengan alasan kehabisan modal
atau mencari bahan pakan dengan harga murah.
3. Tingkatkan porsi makan, porsi makan itik perlu ditingkatkan sedikit demi sedikit karena
biasanya itik tidak langsung merespon pakan jenis baru. Mengapa? Itik sekarang sudah
memasuki masa produksi sehingga pakan yang diberikan tidak hanya saja untuk
kebutuhan hidup pokok akan tetapi juga untuk berproduksi sehingga mutlak mendapat
jatah pakan lebih tinggi baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
4. Agar itik cepat bertelur, yaitu dengan meningkatkan kandungan protein hewani dalam
pakan. Bulu itik akan rontok menjelang masa peneluran yang pertama sehingga tidak
diperkenankan ketika umur 4 bulanan itik diberi pakan dengan kandungan protein tinggi.
Apabila umur peneluran pertama terlalu dini akan berakibat masa produksi akan lebih
pendek. Contoh pakan yang diberikan sebagai berikut : umur sekitar 4 bulanan diberikan
pakan dengan susunan ransum 1 bag konsentrat itik layer : 8 bag. dedak halus dengan
jumlah pemberian 80-120gram/ekor/hari, kemudian ketika itik sudah bertelur sekitar 20-
30%  komposisi pakan diganti dengan 1 bag konsentrat itik layer : 4 bag. dedak halus
dengan jumlah pemberian 120-150 gram/ekor/hari.
5. Jangan lupa berdo’a, agar Allah Yang Maha Pemberi Rizki memberi keberkahan pada
usaha kita. Menyeimbangkan antara usaha dan tawakkal adalah lebih baik daripada kita
hanya menggantungkan pada salah satunya.

Itik yang tidak produktif

Tak semuanya itik yang kita pelihara adalah itik yang produktif, sehingga memelihara itik non-
produktif tentu sangat tidak menguntungkan walaupun itu hal itu tidak kita inginkan. Karena itu
perlu untuk menerapkan program seleksi dan culling pada itik yang sedang bertelur. Populasi itik
dengan produktivitas telur di bawah 50% perlu mendapatkan perhatian lebih. Mengapa? Karena
kita  hanya akan buang-buang pakan saja tiap harinya dan ini kadang tidak disadari oleh
kebanyakan peternak apalagi peternak pemula. Teknik pemisahan bertahap dapat dilakukan
untuk mengetahui itik yang produktif dan itik yang tidak produktif. Hasil seleksi adalah itik yang
produktif dan tetap bisa kita pertahankan dan hasil culling adalah itik yang tidak produktif  yang
nantinya kita afkir dan dapat dijual sebagai itik afkir walaupun harganya sekitar 50-70% bibit itik
siap bertelur (bayah).

Semoga bisa menjadi pencerahan kepada kita semua dan tidak menutup kemungkinan artikel ini
masih jauh dari harapan. Oleh karenanya kritik dan saran selalu kami harapkan kepada pembaca
semua untuk kesempurnaan artikel ini sehingga nilai kemanfaatannya bertambah.

F. PENGGEMUKAN ITIK JANTAN DALAM 40 HARI

Kalau kita perhatikan, tingkat konsumsi protein hewani masyakarakat sekarang menunjukkan
grafik yang terus meningkat seiring dengan tingkat pendapatan dan kesadaran masyarakat.
Sebenarnya ini adalah peluang usaha dari sisi pemenuhan kebutuhan daging baik daging
ruminansia maupun daging unggas. Dari segi tingkat kebutuhan daging unggas, daging itik
menduduki peringkat kedua setelah daging ayam disusul kemudian oleh daging puyuh dan
merpati.

Selama ini pemenuhan kebutuhan daging itik hanya berasal dari itik petelur yang sudah habis
masa produktifnya alias sudah di afkir. Hal ini tidak sejalan dengan marak dan berkembangnya
bisnis kuliner seperti resto dan yang semisalnya yang menyajikan menu masakan daging bebek
(itik). Maraknya resto dan warung tenda yang menyajikan menu bebek seperti lalapan bebek
goreng, bebek bakar, dan bebek presto di berbagai daerah bisa menjadi sandaran bagi peternak
itik pedaging. Menu olahan daging bebek ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta
kuliner. Tak ayal jumlah permintaan daging itik naik sedangkan ketersediaan barang sedikit
sehingga peluang pasar itik pedaging pun kian menjanjikan dan semakin terbuka lebar.

Kualitas dari daging itik afkir tidak sebaik daging itik yang memang dikembangkan sebagai itik
pedaging. Daging itik muda mempunyai tekstur lebih lembut, lebih empuk, lebih gurih dan nilai
gizinya lebih tinggi lantaran mulai dipotong rata-rata umur 5-6 minggu.

Berikut kami sajikan beberapa pertanyaan yang akan dapat menghilangkan keraguan anda untuk
memulai usaha penggemukan itik jantan :

Kenapa mesti itik?

Kita semua tahu dan akan mufakat bahwa satu porsi nasi bebek harganya lebih mahal 1-2 kali
lipat jika dibandingkan dengan harga satu porsi nasi ayam (goreng, bakar, crispy, dll). Mengapa?
Karena daging itik mempunyai cita rasa khas tersendiri apalagi daging itik muda.

Mengapa itik jantan?

Harga DOD itik jantan lebih murah daripada yang betina, di samping itu secara teori dan praktek
pun menyimpulkan bahwa laju pertumbuhan itik jantan lebih cepat dari pada itik betina.

Mengapa 40 hari?

Sebesar 30% biaya produksi masuk untuk biaya pakan. Kebutuhan pakan meningkat seiring
dengan bertambahnya umur itik. Selain itu itik jantan relatif lebih banyak mengkonsumsi pakan
daripada itik betina. Semakin cepat waktu pemeliharaan harapannya adalah semakin sedikit
biaya yang kita keluarkan untuk pakannya. Kedua adalah dengan memperhitungkan harga jual
bebek umur 40 hari yang lumayan tinggi. Dan ketiga karena pada rentang umur tersebut adalah
laju pertumbuhan yang optimal.

Harga jual dan peluang pasar

Kalau kita cermati harga itik afkir sekarang sekitar Rp 27.000-30.000/ekor dengan berat sekitar
1,5-1,8kg. Dengan harga yang sama kita akan bisa mendapatkan 2 ekor itik remaja.
Setelah beberapa pertanyaan dan keraguan anda sedikit terjawab, dan keinginan untuk usaha ini
tetap ada maka kita melangkah pada usaha  manajemen pemeliharaan antara lain masalah bibit,
pakan, kandang dan penyakit. Berikut akan kami uraikan sedikit tentang ke-4 hal tersebut.

Bibit

Umur itik antara 1-7 hari disebut dengan DOD (Day Old Duck).  Banyak cara untuk
mendapatkan DOD antara lain dengan menetaskan sendiri, beli telur tetasnya, atau beli DOD
langsung dari supplier atau produsen DOD. Kami di sini tidak bicara untung-rugi tentang cara
mendapatkan DOD, tapi yang kita bicarakan dalam konteks ketersediaan bibit. Kalau lokasi anda
dekat dengan penyedia DOD maka mintalah DOD yang sudah berumur 3-7 hari meskipun
harganya terpaut sekitar Rp 200-300/ekor tapi akan lebih menguntungkan kalau kita hitung lebih
teliti. Keuntungan kalau kita membeli pada umur tersebut adalah sudah bisa diketahui DOD yang
kerdil atau tali pusatnya bermasalah dan tingkat kematian (mortalitas) rendah.

Pakan

Pakan DOD umur 1-3 minggu sebaiknya menggunakan pakan pabrikan (concentrate). Yang
sering digunakan adalah jenis pakan starter untuk ayam pedaging. Multivitamin dan antibiotika
juga perlu diberikan seperti vitachick, rhodivit, sorbitol dan lain sebagainya. Frekuensi
pemberian pakan kalau bisa diusahakan lebih banyak dan teratur. Keuntungannya yang akan di
dapat dengan frekuensi pemberian pakan lebih banyak adalah pakan yang kita berikan senantiasa
fresh dan terkontrol. Setelah umur 3 minggu pakan bisa diganti dengan komposisi 1 bagian
konsentrat dengan 2 bagian dedak. Bahan pakan alternatif lain yang bisa diberikan antara lain :
siput, rejekan mie instan, ampas kelapa, bihun afkir, roti afkir dan lain sebagainya. Kadar protein
yang dibutuhkan antara 16-22% dan energy metabolisme sekitar 2900-3000 kkal/kg.

Kebutuhan pakan dan minum per 100 ekor

Umur Jumlah Jumlah


(minggu) pakan (kg) minum (ltr)
1 1,5 3,2
2 3 7,2
3 4 10,4
4 6,1 13,6
5 6,5 16
6 6,8 17,6

Kandang

Model kandang untuk penggemukan itik jantan cukup sederhana yaitu kandang bok dan postal.
Kandang box digunakan untuk pemeliharaan 1-3 minggu, sedangkan kandang postal untuk
pemeliharaan 3 minggu sampai panen. Kunci utama dalam pemeliharaan di kandang box adalah
faktor pemanas. Pemanas yang bisa anda gunakan antara lain pemanas buatan (brooder) dengan
sumber panas dari minyak tanah, briket batubara, LPG, lampu neon, dop dan sebagainya.
Kepadatan kandang per m2 sekitar 30-40 ekor. Sedangkan pada kandang postal yang perlu
mendapatkan perhatian adalah kepadatan kandang dan pemantauan laju pertumbuhan. Sering-
seringlah mengganti atau menambah alas kandang baik dengan jerami, sekam, atau bahan lain
sejenis.

Analisa usaha   

Analisa usaha yang kami berikan dengan meniadakan biaya sewa lahan, pembuatan kandang dan
tenaga kerja. Mengapa? Anda tentu lebih mengerti jawabannya. Berikut perhitungan usaha
penggemukan itik jantan per 100 ekor dalam 40 hari (6 minggu) :

Biaya  

 DOD 100 ekor  x Rp 3.000 = Rp 300.000


 Pakan dedak l.k 50 kg x Rp 1.200 = Rp 60.000
 Pakan pabrik 100 kg x Rp 5.500 = Rp 550.000
 Obat-obatan Rp 50.000
 Biaya lain-lain Rp 100.000
 Total Pengeluaran Rp 1.060.000,-

Pendapatan

Asumsi bebek yang mati sebelum 6 minggu sebesar 15% (termasuk tinggi). Sehingga yang
tersisa adalah 85 ekor dengan harga jual Rp 13.000/ekor maka akan di dapat pendapatan sebesar
85 ekor x Rp 13.000 = Rp 1.275.000,- (harga jual di beberapa daerah bisa tembus angka Rp
18.000-20.000/ekor dengan berat yang sama)

Keuntungan

Keuntungan = total pendapatan - total biaya = Rp 1.275.000 - 1.060.000 = Rp 215.000

Mungkin keuntungan di atas jauh dari bayangan kita, akan tetapi jangan berpaling dulu. 
Perhitungan di atas hanya untuk jumlah pemeliharaan 100 ekor maka kami menyarankan kepada
anda untuk memulainya dengan jumlah minimal 500 ekor. Di samping itu waktu kita juga tidak
banyak terpakai karena ini sifatnya usaha sambilan dan anda dapat membandingkanya dengan
waktu yang terbuang seorang buruh pabrik yang kerja 8 jam per hari dengan gaji yang diterima.
Anda perlu tengok kembali waktu perputaran modal anda. Keuntungan bisa kita maksimalkan
dengan usaha berikut :

 Penggunaan pakan alternatif


 Menekan angka kematian
 Mencari harga jual tertinggi

Tak selamanya usaha selalu mulus dan mendatangkan fulus alias duit, sehingga kita mesti siap-
siap dengan resiko dan kendala yang siap menghadang. Resiko jangan membuat kita lari akan
tetapi kita perlu menghadapinya dengan optimisme akan berhasil. Beberapa kendala antara lain :
1. Keamanan kurang yang bisa mengakibatkan itik mati semua karena penyakit, dicuri
orang
2. Bencana alam yang tidak bisa di duga dan ini kita serahkan dengan yang di atas (Allah
SWT)
3. Hasil panenan tidak ada yang membeli atau belum menemukan pengepul yang cocok.
4. Limbah bau yang ditimbulkan sehingga mengundang reaksi tetangga sekitar dan bisa jadi
kandang kita dirusak, dihancurkan dan bisa jadi ternak kita di jarah alias dirampok
5. Anakan bebek yang kita beli adalah ‘palsu’, bisa jadi betina atau kualitasnya kurang
bagus sehingga laju pertumbuhannya kurang
6. Harga pakan di tengah jalan melambung tinggi
7. Pesaing usaha yang mungkin terusik dengan usaha baru kita dan melakukan cara tidak
sportif untuk mematikan usaha kita
8. Tidak mendapat dukungan keluarga dan masyarakat

G. STRATEGI PEMASARAN ITIK JANTAN

Banyak orang yang masih menyangsikan bisa menjual itik siap potongnya kalau sudah waktunya
panen. Hal itu memang tidak bisa dipungkiri keberadaannya, oleh karenanya sebelum memulai
beternak itik jantan potong informasi akan pasar semestinya sudah diketahui dan dikuasai.
Jangan terlebih dulu memproduksi suatu barang sebelum memperoleh gambaran yang jelas
tentang jalur pemasaran nantinya. Maka tak heran kalau banyak sector produksi apa saja yang
bergelimpangan alias bangkrut karena tidak memikirkan sebelumnya masalah pemasaran barang
yang akan diproduksinya dan seyogyanya kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk
kita.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memasarkan itik jantan siap potong, diantaranya
melakukan penetrasi dengan mendatangi langsung warung-warung penyedia menu daging itik
baik warung-warung pinggir jalan, rumah makan lesehan (resto), restoran atau bahkan
supermarket . Tawarkan kepada mereka bahwa anda bisa mensuplai itik jantan siap potong
secara kontinyu dan produk yang anda tawarkan mempunyai spesifikasi dan keunggulan tertentu
seperti : daging itik muda, lebih gurih, berat seragam, daging lebih tebal dan keunggulan-
keunggulan lainnya. Kalau ternyata tidak mau menerima juga maka carilah pengepul itik yang
bisa menampung itik panenan anda, memang ada selisih harga kalau kita menjual itik kepada
pengepul, akan tetapi itu setidaknya bisa membantu penjualan itik kita untuk sementra waktu.

Rumah makan besar atau restoran biasanya mempunyai pengepul tetap yang berfungi menjaga
stabilitas ketersediaan barang. Untuk restoran semacam ini kita memang tidak bisa masuk
kecuali lewat pengepul tetap yang dipercaya oleh pihak rumah makan atau restoran tersebut.
Untuk mensiasatinya adalah dengan mencari informasi di mana keberadaan pengepul tetap
tersebut. Mintalah info kepada juru atau tukang masak rumah makan tersebut karena biasanya
mereka saling kenal. Kalau masih tetap tutup mulut bolehlah anda menyempatkan waktu satu-
dua hari untuk menunggu (nyanggong) pengepul tetap datang ke rumah makan tersebut. Jangan
menganggap waktu menunggu adalah hal yang sia-sia, karena sekali anda mengetahui informasi
pengepul tersebut bisa jadi dia akan menjadi mitra anda selamanya.
Berdasarkan pengalaman, peternak itik jantan siap potong tidak susah dalam memasarkan
produknya, karena pengepul sendirilah yang akan datang ke kandang mereka secara berkala.
Para pengepul lebih senang kalau tersedia itik jantan siap potong dalam jumlah besar di satu
tempat (missal. 1000 ekor). Keberadaan pengepul ini tentunya sangat membantu peternak karena
peternak tidak perlu repot-repot memasarkan atau mencari pasar untuk produknya. Bahkan kalau
peternak bisa menyediakan barang secara kontinyu yaitu itik jantan siap potong maka itu lebih
baik. Tapi jangan lupa untuk sesekali meluangkan waktu jalan-jalan ke pasar unggas untuk
mengetahui perkembangan informasi harga.

Membentuk suatu perkumpulan atau paguyuban peternak itik seperti KTTI dan yang lainnya ada
untungnya juga. Pembentukan KTTI atau lainnya akan bisa menaikkan kredibilitas usaha yang
kita jalani meskipun secara kelompok. Tidak sedikit KTTI yang sudah terbentuk dengan mudah
mendapatkan bantuan baik permodalan atau masalah pemasaran. Akan tetapi perlu kiranya
diwaspadai siapa yang menjadi anggota KTTI tersebut, pilihlah anggota-anggota yang siap dan
bisa bekerja sama dengan mengedepankan sikap kejujuran.  Insyaallah dengan berbekal
kejujuran, saling bekerjasana dan optimis yang tinggi, KTTI yang kita bentuk akan bisa bersaing
dan berkembang

Cara paling efektif untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang adalah melakukan
kontrak atau perjanjian kerjasama dengan pihak tertentu. Perjanjian kerjasama biasanya
menyangkut masalah harga dan jangka waktu kerjasama. Hal ini akan menguntungkan bagi
kedua belah pihak, dimana pihak peternak akan merasa aman dan tidak perlu khawatir itiknya
tidak laku terjual sedangkan bagi pengepul sendiri merasa terbantu dengan ketersediaan itik
dalam jangka waktu tertentu.

Cara lain dalam memasarkan itik jantan siap potong adalah anda sendiri menjadi pembelinya.
Bagaimana caranya? Ya, anda peternaknya sekaligus menjadi penyedia daging itik (karkas) juga.
Dalam mengelola waktu, beternak tidak banyak membutuhkan waktu dan tenaga, masih banyak
waktu dan tenaga tersisa kalau kita beternak itik. Kalau kita bisa menjadi tukang penyedia karkas
itik berarti keuntungan kita akan berlipat.