Anda di halaman 1dari 18

“PENGGUNAAN TANDA BACA”

TUGAS MATA KULIAH:


BAHASA INDONESIA
Dr. SULTAN, M.Pd

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK III
RISWANI NURKHATIMA (1824133006)
SURYA NINGSIH (1824133007)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


GENETIC COMPUTER SCHOOL
UNIVERSTAS NEGERI MAKASSAR
2019
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI......................................................................................................................i
BAB 1................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.............................................................................................................1
A. LATAR BELAKANG..........................................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH......................................................................................1
C. TUJUAN...............................................................................................................2
BAB II...............................................................................................................................3
PEMBAHASAN...............................................................................................................3
A. PENGERTIAN TANDA BACA..........................................................................3
B. JENIS-JENIS TANDA BACA DAN CONTOH PENGGUNAANNYA...........3
1. Tanda Titik (.)...................................................................................................3
3. Tanda Titik Dua (:)..........................................................................................8
4. Tanda Titik Koma............................................................................................9
5. Tanda Petik Dua (“...”)..................................................................................10
BAB II.............................................................................................................................12
SIMPULAN DAN SARAN............................................................................................12
A. Kesimpulan............................................................................................................12
B. Saran.......................................................................................................................12

i
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sering kali kita mendengar orang-orang Indonesia yang
menggunakan bahasa yang tidak baku dalam kegiatan-kegiatan resmi atau
menggunakan kata serapan yang salah, bahkan dalam penulisan pun masih
terjadi kesalahan penggunaan tanda baca, sehingga mengakibatkan
kesalahan makna. Pelajaran Bahasa Indonesia sebenarnya sudah diajarkan
sejak dari Sekolah Dasar (SD) sampai ke perguruan tinggi. Tapi kesalahan
ini masih sering terjadi, bahkan berulang-ulang kali. Ketidak pahaman
terhadap tata bahasa Yang mengkhawatirkan ialah ketika aturan ini terlalu
sering diacuhkan oleh masyarakat Indonesia, karena salah satu dampak
negatifnya ialah hal ini akan dianggap lazim oleh masyarakat Indonesia
terlebih lagi oleh anak-cucu yang akan menjadi penerus negeri ini, karena
akan mempersulit masyarakat dalam berkomunikasi.
Maka dari itu dalam makalah ini, penulis akan memaparkan
bagaimana tata bahasa yang benar tentang kata serapan dan tanda-tanda
baca, sehingga kita memahami dan dapat menerapkan aturan berbahasa
yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari terlebih dalam acara-
acara resmi.

B. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah penggunaan
tanda baca ini ialah:
a. Apa yang dimaksud dengan tanda baca.

b. Apasaja jenis-jenis dari tanda baca dan contoh-contoh penggunaan

dari tanda baca.

1
2
C. TUJUAN
Makalah ini disusun agar kita semua lebih memahami tentang tata
bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sehingga dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari agar dalam setiap komunikasi, kita akan dipermudah
dengan adanya satu bahasa yang baku dan dapat dimengerti oleh setiap
golongan masyarakat Indonesia serta mempermudah dalam mencari
referensi. Dan ini juga akan dipersentasikan dikelas dalam mata kuliah
Bahasa Indonesia sebagai tugas pertama penyusun. Serta penyusun
mengharapkan dengan makalah ini dapat menyadarkan kepada seluruh
masyarakat Indonesia tentang bagaimana pentingnya penggunaan tata
bahasa yang benar.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TANDA BACA


Tanda baca  adalah  simbol  yang tidak berhubungan
dengan  fonem  (suara) atau  kata  dan  frasa  pada suatubahasa,
melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi
suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati
sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa,
lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda
baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung
pada pilihan penulis.
B. JENIS-JENIS TANDA BACA DAN CONTOH
PENGGUNAANNYA

1. Tanda Titik (.)


a) Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan
pertanyaan atau seruan.

Misalnya:

Ayahku tinggal di Pekalongan

Hari ini tanggal 8 Maret 2019.

b) Tanda titik digunakan dibelakang angka atau huruf dalam


suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya:
 Kondisi Kebahasaan di Indonesia
A. Bahasa Indonesia
Kedudukan
Fungsi

4
B. Bahasa Daerah
Kedudukan
Fungsi
 Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambar Tangan
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik
c) Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam,
menit dan detik yang menunjukkan waktu.
Misalnya:
 Pukul 21.25.10 (Pukul 21 lewat 25 menit dan 10
detik)
d) Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam,
menit dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Misalnya:
 1.32.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)
 0.20.30 (20 menit, 30 detik)
e) Tanda titik digunakan di antara nama penulis, judul tulisan
yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru,
dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Misalnya:
 Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara.
Weltervreden: Balai Poestaka.
f) Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan
atau kelipatannya, yang menunjukkan jumlah.
Misalnya:
 Desa itu berpenduduk 25.200 orang.
 Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.611
Jiwa.

5
g) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan
kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan
sebagainya.
Misalnya:
 Acara Kunjungan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono Salah Asuhan
 Tabel 2.1 Jumlah Pemduduk Kota Semarang
Berdasarkan Umur
h) Tanda titik tidak dipakai dibelakang (a) alamat pengirim
dan tanggal surat, atau (b) nama dan alamat penerima
surat.
Misalnya:
 Jalan Diponegoro 82
 Yth. Sdr. Budi Hartono
2. Tanda Koma (,)

a) Tanda koma digunakan diantara unsur-unsur dalam suatu


perincian atau pembilangan.
Misalnya:
 Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
 Satu, Dua, ... tiga!
b) Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara
yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului
oleh kata seperti tetapi atau melainkan.
Misalnya:
 Saya ingin datang, tetapi hari hujan
 Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Haryo.
c) Tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat
dari induk kalimat, jika anak kalimat itu mendahului
induk kalimatnya.
Misalnya:

6
 Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
 Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
Tetapi jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya,
tanda koma tidak dipakai.

Misalnya:
 Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
 Dia lupa akan janjinya karena sibuk.
d) Tanda koma digunakan dibelakang kata atau ungkapa
penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal
kata.Termasuk didalamnya oleh karena itu, jadi, lagi
pula, meskipun begitu, dan akan tetapi.
Misalnya:
 .... Oleh karena itu, kita harus berhati-hati
 .... Jadi, kita tidak bertemu lagi
e) Tanda koma digunakan untuk memisahkan kata seperti o,
ya, wah, kasihan, dari kata lain yang terdapat di dalam
kalimat.
Misalnya:
 O, begitu?
 Wah, bukan main!
 Hati-hati, ya, nanti jatuh.
f) Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan
langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Misalnya:
 Kata Ibu, “ Saya gembira sekali”
 “Saya gembira sekali,” Kata Ibu, “karena kamu
lulus.”
g) Tanda koma digunakan di antara (a) nama dan alamat, (b)
bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, dan (d)

7
nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis
berurutan.
Misalnya:
 Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan
Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian
Bogor, Jalan Raya Darmaga, Bogor.
 Sdr. Muhammad Abubakar, Jalan Pinangsia I,
Jakarta Semarang, 6 Mei 1993
 Kuala Lumpur, Malaysia
h) Tanda koma digunakan untuk menceraikan bagian nama
yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Misalnya:
 Dwiloka, Bambang. 2001. Pangan dan Gizi.
Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.
i) Tanda koma digunakan di antara bagian-bagian dalam
catatan kaki.
Misalnya:
 W.J.S Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk
Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia.
1967), hlm. 4
j) Tanda koma digunakan di antara nama orang dan gelar
akademik yang mengikutinya untuk membedakannya darri
singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Misalnya:
 Sasikirana, S.H.
 Ny. Andariyani, M.A.
k) Tanda koma digunakan di muka angka persepuluhan atau
di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Misalnya:
 12,5 m

8
 Rp 12,50
l) Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan
tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Misalnya:
 Dosen saya, Pak Aman, pandai sekali.
 Di daerah kami, misalnya, masih banyak laki-laki
yang makan sirih.
Bandingkan dengan keterangan pembatas yang
pemakaiannya tidak diapit tanda koma:
 Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan
namanya pada panitia.
m) Tanda koma digunakan untuk menghindari salah baca, di
belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
 Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita
memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
n) Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan
langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam
kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda
tanya atau tanda seru.
Misalnya:
 “Di mana Saudara tinggal?” tanya Monang.
 “Berdiri lurus-lurus!” perintahnya.

3. Tanda Titik Dua (:)


a) Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan
lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.
Misalnya:
 Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga:
kursi, meja, dan lemari.

9
Jika rangkaian atau pemerian merupakan pelengkap yang
mengakhiri pernyataan, tanda titik dua tidak dipakai.
Misalnya:
 Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
b) Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau ungkapan
yang memerlukan pemerian.

Misalnya:
 Ketua : Etik Handayani
Sekretaris : Sri Andariyani
Bendahara : Poppy Sondakh
c) Tanda titik dua digunakan pada teks drama sesudah kata
yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Misalnya:
 Ibu = (meletakkan beberapa kopor) “Bawa
kopor ini, Mir!”
Amir = “Baik Bu.” (mengangkat kopor dan
masuk)
Ibu = “Jangan lupa. Letakkan baik-baik!”
d) Tanda titik dua di antara (a) jilid atau nomor dan halaman,
(b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan subjudul
suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku
acuan dalam karangan.
Misalnya:
 Tempo, 1 (1971), 34:7
 Surah Yasin: 9
 Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup:
Sebuah Studi, sudah terbit.
 Dwiloka, Bambang. 2001. Pangan dan Gizi.
Semarang: Badan penerbit Universitas Diponegoro.

10
4. Tanda Titik Koma
a) Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-
bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Misalnya:
 Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
b) Tanda titik koma digunakan sebagai pengganti kata
penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di
dalam kalimat majemuk.
Misalnya:
 Ayah mengurusa tanamannya di kebun itu; Ibu
sibuk bekerja di dapur;
 Adik menghapal nama-nama pahlawan nasional;
saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan
Pendengar”

5. Tanda Petik Dua (“...”)


a) Tanda perik dua dipakai untuk mengapit petikan langsung
yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan
tertulis lain.
Misalnya:
 “Saya belum siap,” kata Andar, “tunggu sebentar!”
 Pasal 36 UUD 1945 berbunyi,” Bahasa negara
ialah bahasa Indonesia.”
b) Tanda petik dua dipakai untuk mengapit judul syair,
karangan atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Misalnya:
 Bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu
Masa, dari Suatu Tempat.

11
 Karanfan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul
“Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan
dalam Tempo.
c) Tanda petik dua dipakai untuk mengapit istilah ilmiah
yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti
khusus.
Misalnya:
 Ia bercelana panjang yang dikenal dengan nama
“cubrai”.
d) Tanda petik dua dipakai sebagai tanda baca penutup
mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.

Misalnya:
 Kata Tono, “Saya juga minta satu.”
e) Tanda petik dua juga dipakai sebagai tanda baca penutup
kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang
tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang
dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian
kalimat.
Misalnya:
 Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan “
Si Hitam”.
 Bang komar sering disebut “Pahlawan”, ia sendiri
tidak tahu sebabnya.

Catatan:

Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada


pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas
baris.

12
13
BAB II

SIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan

Tanda baca dapat memengaruhi pembacaan suatu kalimat dan arti dari
kalimat tersebut. Dalam menerapkan tanda baca, kita harus mengikuti aturan-
aturan yang berlaku untuk meminimal kesalahan-kesalahan yang akan terjadi.

Para penulis sering tidak menghiraukan aturan-aturan yang ada sehingga


banyak kesalahan yang tidak diketahui. Kesalahan-kesalahan tersebut, pada
akhirnya, akan ditiru oleh orang-orang yang akan menggunakan tulisan tersebut
sebagai referensi. Hal itu tentunya akan menyebabkan suatu kekacauan bagi tata
Bahasa Indonesia karena semakin banyak orang yang meniru kesalahan-kesalahan
tersebut. Banyak generasi mendatang yang tidak mengetahui cara penggunaan
tanda baca yang benar. Maka dari itu, pembelajaran dan pemahaman mengenai
tanda baca sangatlah penting karena sangat berpengaruh bagi masyarakat.

B. Saran

Kesalahan tanda baca yang disebabkan oleh penulis karena kurangnya


pengetahuan atau pemahaman tentang tanda baca. Maka dari itu, sebagai pelajar
yang baik, sebaiknya mempelajari dan mendalami cara-cara penggunaan tanda
baca yang baik dan benar. Misalnya, dengan membaca buku mengenai EYD.

Mempelajari tanda baca harus dimulai sejak dini agar kelak dapat
menggunakan tanda baca dengan baik dan benar. Dengan penerapan sejak dini,
nantinya akan terbiasa menggunakan tanda baca yang benar. Meskipun kelak kita
tidak bekerja pada bidang Sastra Indonesia, tanda baca tetap akan dipakai dalam
penulisan-penulisan skripsi, buku-buku, dan sebagainya sehingga masyarakat
dapat dengan mudah memahaminya dengan benar.

14
15
DAFTAR PUSTAKA

Dwiloka, Bambang dan Riana, Rati. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta:
PT RINEKA CIPTA.

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.2016. Jakarta: Badan Pengembangan


dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

16

Anda mungkin juga menyukai