Anda di halaman 1dari 19

SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


[RPP BAB 6]

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Naringgul


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : VII [Tujuh] / 2 [Dua]
Materi Pokok : Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel
Alokasi Waktu : 3 x 6 Jam pertemuan (3 Minggu)

A Kompetensi Inti
.
KI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1 Mengidentifikasi informasi tentang 3.11. Mengenali ciri umum fabel
1 fabel/ legenda daerah setempat yang 1
dibaca dan didengar. 3.11. Mengidentifikasi jenis-jenis fabel
2
4.1 Menceritakan kembali isi fabel/ legenda 4.11. Menentukan tokoh dan watak tokoh
1 daerah setempat yang dibaca/ didengar. 1
4.11. Menentukan rangkaian peristiwa
2
4.11. Menceritakan kembali isi fabel
3
3.12 Menelaah struktur dan kebahasaan 3.12.1 Menelaah struktur fabel
fabel/ legenda daerah setempat yang 3.12.2 Menelaah variasi pengungkapan
dibaca dan didengar. struktur fabel
3.12.3 Mencermati penggunaan kata/kalimat
pada fabel
4.12 Memerankan isi fabel/ legenda daerah 4.12.1 Merancang tokoh, watak, dialog, latar
setempat yang dibaca dan didengar. sesuai isi fabel yang dibaca
4.12.2 Menentukan urutan cerita
4.12.3 Merancang pemeranan dari fabel
yang dibaca
4.12.4 Melakukan adu kreatif pemeranan
fabel

C Tujuan Pembelajaran
.
Pertemuan ke-1

Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019


SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

KD 3.11
Melalui pendekatan saintifik, model inquir [discovery learning], metode diskusi dan teknis
latihan langsung peseta didik diharapkam mampu :
1. Mengenali ciri umum fabel
2. Mengidentifikasi jenis-jenis fabel

Pertemuan ke-2
KD 4.11
Melalui pendekatan saintifik, model inquir [discovery learning], metode diskusi dan teknis
latihan langsung peseta didik diharapkam mampu :
1. Menentukan tokoh dan watak tokoh
2. Menentukan rangkaian peristiwa
3. Menceritakan kembali isi fabel

Pertemuan ke-3
KD 3.12
Melalui pendekatan saintifik, model inquir [discovery learning], metode diskusi dan teknis
latihan langsung peseta didik diharapkam mampu :
1. Menelaah struktur fabel
2. Menelaah variasi pengungkapan struktur fabel
3. Mencermati penggunaan kata/kalimat pada fabel

Pertemuan ke-4
KD 4.12
Melalui pendekatan saintifik, model inquir [discovery learning], metode diskusi dan teknis
latihan langsung peseta didik diharapkam mampu :
1. Merancang tokoh, watak, dialog, latar sesuai isi fabel yang dibaca
2. Menentukan urutan cerita
3. Merancang pemeranan dari fabel yang dibaca
4. Melakukan adu kreatif pemeranan fabel

Fokus nilai-nilai sikap


Sikap utama yang ditumbuhkan pada pembelajaran unit ini adalah sikap peduli, santun,
jujur berkarya, tanggung jawab, toleran dan kerjasama , proaktif, kritis, dan kreatif. Di
samping itu, pembelajaran bahasa Indonesia mendorong kepedulian untuk menggunakan bahasa
secara cermat (menyunting teks), kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan atau nilai-nilai
luhur budaya bangsa. Sikap kepedulian terhadap orang-orang sekitar/ makhluk di sekitar kita,
lingkungan, jujur dalam memproduksi tugas, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas,
menumbuhkan kreativitas melalui kegiatan memvariasikan berbagai kata, kalimat, atau bagian
cerita fabel.
Tugas untuk menulis melibatkan siswa untuk menggali informasi dari lingkungan untuk
bahan menulis sehingga menumbuhkan kepeduliannya. Tugas menulis fable dapat diberikan
dengan terlebih dahulu mengamati masalah-masalah sikap orangorang di sekitarnya. Setelah itu,
siswa diminta menuangkannya dalam bentuk fabel.

D Materi Pembelajaran
.
Kegiatan A dan B
Pengetahuan
• Pengertian cerita fabel
• Jenis cerita fabel
• Tujuan komunikasi cerita fabel
• Pola pengembangan isi pada cerita fabel
Keterampilan
• Praktik memahami isi cerita fabel (menjawab pertanyaan hal yang dideskripsikan,

Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019


SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

apa saja informasi rincian


• Praktik menentukan pola pengembangan isi teks (menggambarkan alur cerita
Kegiatan C
Pengetahuan
• Struktur cerita fabel
• Karakteristik tiap bagian struktur cerita fabel
• Prinsip dan contoh cara melengkapi cerita fabel
• Contoh penggunaan kata/ frasa benda, kata / frasa sifat, kata keterangan tempat,
kata sambung yang berkaitan dengan waktu (seketika, seraya, sambil, kemudian,
setelah itu, akhirnya) , kata sambung sebab-akibat (karena, karena itu), syarat dan
kondisi (jika, seandainya)
• Prinsip dan contoh kalimat langsung dan tidak langsung pada cerita fabel
• Prinsip dan contoh penggunaan diksi/ kalimat dalam cerita
• Prinsip dan contoh tanda baca/ ejaan baik yang salah maupun yang benar
Keterampilan
• Praktik melengkapi struktur icerita fabel (melengkapi bagian orientasi, komplikasi,
resolusi, koda)
• Praktik melengkapi kata/ kalimat dalam
• Praktik memvariasikan alur (awal, tengah, akhir cerita)
• Praktik memvariasikan kalimat dialog/ kalimat narasi pada cerita
• Praktik membuat telaah kemenarikan isi dan bahasa cerita
Kegiatan D
Pengetahuan
• Contoh langkah penyusunan cerita fabel
• Contoh variasi judul pada cerita fabel
• Contoh variasi bagian orientasi
• Contoh variasi bagian komplikasi
• Contoh variasi bagian resolusi
• Contoh variasi bagian koda
• Aspek-aspek yang disunting pada cerita fabel
Keterampilan
• Praktik menulis cerita fabel dari objek sekitar yang diamati
• Praktik menulis fabel dari gambar berseri
• Praktik menyunting dan memperbaiki cerita yang dibuat
Materi Remedial
Menulis cerita fabel dari objek sekitar yang diamati
Materi Pengayaan
Cara menyunting dan memperbaiki cerita yang dibuat

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model : Inquri [Discovery Learning]
Metode : Diskusi
Teknis : Latihan

F. Media dan Bahan


a. Media
1) Gambar/foto gedung sekolah, rumah, orang, benda
2) Kartu kata/paragraf
3) Tabel telaah teks
4) LK pemandu kegiatan
b. Alat dan Bahan
1) LAPTOP
2) Lem/double tapes

Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019


SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

3) Gunting, spidol

G Sumber Belajar
.
a. Harsiati, Titik. 2016. Buku Peserta didik Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/M.Ts. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
b. Harsiati, Titik. 2016. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/M.Ts. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
c. Badudu, Yus. 1994. Ejaan Bahasa Indonesia. Bandung : CV Pustaka Prima.
d Permendikbud No 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. 30
Novemner 2015.
e. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Elektronik).
f. Kementrian Pemdidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi 2016. Bahasa Indonesia

H Langkah-langkah Pembelajaran
.
Pertemuan ke-1 [KD 3.11]
a. Kegiatan Pendahuluan
1) Guru bertanya-jawab tentang bentuk cerita fabel dalam kehidupan sehari-hari. Pada
bagian awal ini siswa disadarkan adanya cerita fabel dalam komunikasi nyata (pada
majalah perjalanan, pada novel, dan ragam komunikasi yang lain).Ini bertujuan
agar siswa lebih menyadari manfaat praktis untuk berkontribusi alam masyarakat.
Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai jenis teks digunakan secara bersamaan atau
sendiri-sendiri. Setiap jenis teks memiliki fungsi yang saling berkaitan.
2) Dibuka dengan peserta didik dengan mendengarkan satuan buah contoh judul cerita
fabel yang akan dibacakan oleh guru atau peserta didik.
3) Bertanya jawab tentang fungsi fabel dalam dunia modern saat ini
4) Mengungkapkan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai
5) Membangun konteks untuk menumbuhkan sikap yang telah dirancang padaKD 2

b. Kegiatan Inti
Bagian unit / KD Kegiatan Alk Wkt
Bagian A dan B 3.11.1 Mengenali ciri umum fabel 3.11.1
dekonstruksi 120
[KD 3.11] 1) Peserta didik mendengarkan penjelasan dari menit
guru tentang definisi cerita seperti yang tertulis
pada bagian pengantar buku siswa.
2) Peserta didik mendengarkan penjelasan dari
guru tentang definisi fabel seperti yang tertulis
pada bagian pengantar buku siswa.
3) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
membaca dua buah judul fabel yang terdapat
pada buku siswa halaman 195 s.d 198.
4) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mendaftar rangkaian peristiwa cerita fabel yang
berjudul ‘Belalang Sembah’ dengan
menggunakan tabel seperti yang dibuat pada
buku siswa.
5) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mendaftar rangkaian peristiwa cerita fabel yang
berjudul ‘Sesama Saudara Harus Berbagi’
dengan menggunakan tabel seperti yang dibuat
pada buku siswa.
6) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi

Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019


SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

Bagian unit / KD Kegiatan Alk Wkt


mendaftar tokoh-tokoh yang terdaftar pada
kedua buah judul fabel yang telah dibacanya.
7) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menuliskan kesimpulan tentang ciri-ciri fabel
dengan cara melengkapi tabel yang terdapat
pada buku siswa.
3.11.2 Mengidentifikasi jenis-jenis fabel 3.11.2
120
8) Guru memfasilitasi peserta didik untuk menit
membaca kembali dua buah judul fabel yang
telah dibacanya.
9) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menjelaskan perbedaan-perbedaan watak tokoh
binatang pada kedua cerita fabel yang telah
dibacanya.
10) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menjelaskan watak-watak tokoh binatang
kaitannya dengan kondisi tokoh dalam
kehidupan nyata.
11) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menjelaskan latar-latar cerita berdasarkan
rangkaian peristiwa yang telah ditulisnya.
12) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mengidentifikasi jenis alur fabel dengan koda
dan tanpa koda.
13) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menyimpulkan jenis-jenis fabel ditinjau dari
latar cerita dan watak tokoh dalam kehidupan
nyata dibandingkan dengan dalam cerita.
14) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menyimpulkan jenis-jenis fabel ditinjau dari
jenis alurnya.

c. Kegiatan Penutup
1) Guru memfasilitasi peserta didik membuat butir-butir simpulan tentang pengertian,
jenis-jenis, dan tujuan komunikasi cerita fabel, serta menjawab pertanyaan guru
mengenai pesan moral dari cerita fabel.
2) Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan ciri-ciri cerita fabel
3) Guru memberi umpan balik peserta didik dalam proses dan hasil pembelajaran
dengan cara memberi kesempatan peserta didik untuk menyebutkan kembali ciri-
ciri unsur dan jeni-jenis cerita fabel
4) Guru menyampaikan kegiatan belajar yang dikerjakan sebagai PR yaitu berupa
membaca teks cerita fabel pada buku siswa.
5) Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan
berikutnya yaitu menceritakan kembali isi fabel.

Pertemuan ke-2 [KD 4.11]


a. Kegiatan Pendahuluan
1) Guru bertanya-jawab tentang bentuk cerita fabel dalam kehidupan seharihari. Pada
bagian awal ini siswa disadarkan adanya cerita fabel dalam komunikasi nyata (pada
majalah perjalanan, pada novel, dan ragam komunikasi yang lain).Ini bertujuan
agar siswa lebih menyadari manfaat praktis untuk berkontribusi alam masyarakat.
Dalam kehidupan seharihari, berbagai jenis teks digunakan secara bersamaan atau
sendiri-sendiri. Setiap jenis teks memiliki fungsi yang saling berkaitan.
2) Dibuka dengan peserta didik dengan mendengarkan satuan buah contoh judul cerita
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

fabel yang akan dibacakan oleh guru atau peserta didik.


3) Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan dari guru yang berkaitan dengan
cerita fabel yang didengarkannya
4) Mengungkapkan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai
5) Membangun konteks untuk menumbuhkan sikap yang telah dirancang padaKD 2
b. Kegiatan Inti
Bagian unit / KD Kegiatan Alk Wkt
Bagian A dan B 4.11.1 Menentukan tokoh dan watak tokoh 4.11.1
dekonstruksi 120
[KD 4.11] 1) Guru memfasilitasi peserta didik untuk menit
membaca kembali satu buah fabel yang
berjudul ‘Semua Istimewa’ yang telah
disiapkan oleh guru pada buku siswa.
2) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mendaftar nama-nama tokoh dan watak tokoh
pada cerita fabel yang telah dibacanya tersebut.
3) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menjelaskan bukti setiap watak tokoh pada teks
cerita.
4) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menjelaskan latar-latar yang terdapat pada fabel
tersebut.
5) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menjelaskan pesan-pesan yang ingin
disampaikan pengarang melalui cerita fabel
tersebut.
4.11.2 Menentukan rangkaian peristiwa 4.11.2
120
6) Guru memfasilitasi peserta didik untuk menit
membaca kembali fabel yang berjudul ‘Semua
Istimewa’ secara garis besarnya untuk
mengingat kembali beberapa kejadian yang
terdapat cerita.
7) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mengidentifikasi urutan kejadian yang dialami
oleh salah satu tokoh dalam cerita dengan
menggunakan kolom seperti yang ditulis dalam
buku siswa.
8) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menjelaskan alasan suatu kejadian yang
menimpa salah satu tokoh di dalam cerita fabel
tersebut.
9) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menjelaskan suatu proses kejadian yang dapat
menyadarkan kesalahan yang dilakukan oleh
salah satu tokoh dalam cerita tersebut.
10) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mendaftar karakter manusia yang diibaratkan
pada binatang dan karakter binatang aslinya
pada ceita fabel tersebut.
4.11.3 Menceritakan kembali isi fabel 4.11.3
120
11) Guru memfasilitasi peserta didik untuk menit
membaca fabel yang telah disiapkannya untuk
persiapan menceritakan kembali isi cerita

Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019


SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

Bagian unit / KD Kegiatan Alk Wkt


secara lisan.
12) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
membuat ringkasan urutan peristiwa pada fabel
yang akan diceritakan tersebut.
13) Guru membentuk kelompok kembali terdiri 5
atau 6 orang peserta didik dengan ditempel
nomor pada setiap anggotanya.
14) Guru mengundi antrian kelompok yang akan
tampil di depan kelas, kemudian
memerintahkan nomor yang disebut untuk
memnceritakan isi cerita.
15) Guru menghentikan giliran bercerita dan
memindahkan pada nomor berikutnya untuk
melanjutkan cerita.
16) Guru menilai penampilan setiap peserta didik
selama kelompoknya sedang tampil dengan
menggunakan format penilaian seperti yang
dibuat pada buku siswa.

c. Kegiatan Penutup
1) Guru memfasilitasi peserta didik membuat butir-butir simpulan tentang cara
menceritakan kembali cerita fabel.
2) Guru bersama-sama peserta didik melakukan identifikasi pola pengembangan isi
teks cerita fabel.
3) Guru memberi umpan balik peserta didik dalam proses dan hasil pembelajaran
dengan cara memberi kesempatan peserta didik untuk menyebutkan kembali isi
cerita fabel yang sudah dipelajarinya.
4) Guru menyampaikan kegiatan belajar yang dikerjakan sebagai PR yaitu berupa
membaca teks cerita fabel pada buku siswa.
5) Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan
berikutnya yaitu menelaah struktur dan kebahasaan fabel

Pertemuan ke-3 [KD 3.12]


a. Kegiatan Pendahuluan
1) Guru bertanya-jawab tentang bentuk bahasa yang terdapat pada teks cerita. Pada
bagian awal ini siswa disadarkan adanya ragam kalimat dalam cerita fabel atau
dalam komunikasi nyata. Ini bertujuan agar siswa lebih menyadari manfaat praktis
struktur bahasa dalam berbagai konteks komunikasi.
2) Dibuka dengan peserta didik dengan mendengarkan satuan buah contoh judul cerita
fabel yang akan dibacakan oleh guru atau peserta didik
3) Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan dari guru yang berkaitan dengan
cerita fabel yang didengarkannya
4) Mengungkapkan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai
5) Membangun konteks untuk menumbuhkan sikap yang telah dirancang padaKD 2

b. Kegiatan Inti
Bagian unit / KD Kegiatan Alk Wkt
Bagian C 3.12.1 Menelaah struktur fabel 3.12.1
prakonstruksi 120
[KD 3.12] 1) Peserta didik menyimak penjelasan dari guru menit
tentang empat bagian fabel dalam strukturnya.
2) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
membaca fabel yang berjudul ‘Gajah yang Baik
Hati’ pada buku siswa.

Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019


SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

Bagian unit / KD Kegiatan Alk Wkt


3) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
membaca contoh struktur pembagian cerita
fabel yang telah dibuat pada buku siswa.
4) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mengidentifikasi ciri-ciri bagian orientasi pada
cerita fabel.
5) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mengidentifikasi ciri-ciri bagian komplikasi
pada cerita fabel.
6) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mengidentifikasi ciri-ciri bagian resolusi pada
cerita fabel.
7) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mengidentifikasi ciri-ciri bagian koda pada
cerita fabel.
3.12.2 Menelaah variasi pengungkapan 3.12.2
struktur fabel 120
menit
8) Peserta didik menyimak penjelasan dari guru
tentang variasi pengungkapan orientasi,
komplikasi, koda, dan variasi pengembangan
watak tokoh.
9) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
membaca fabel yang berjudul ‘Kuda Berkulit
Harimau’ pada buku siswa.
10) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menentukan ururtan peristiwa pada fabel yang
telah dibaca tersebut kedalam tabel struktur
seperti pada contoh yang terdapat pada buku
siswa.
11) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menentukan bukti-bukti dalam teks cerita untuk
setiap bagian strukturnya.
12) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menentukan tokoh dan penokohannya dengan
disertai alasan dan pembuktiannya dalam teks
fabel dengan menggunakan kolom seperti pada
buku siswa.
13) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
menuliskan hasil telaahannya tentang struktur
teks fabel dengan cara melengkapi paparan
seperti yang sudah ada pada buku siswa.
3.12.3 Mencermati penggunaan kata/kalimat 3.12.3
pada fabel 120
menit
14) Peserta didik menyimak penjelasan dari guru
tentang penggunaan pilihan kata dan kalimat
pada cerita fabel.
15) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mengidentifikasi latar waktu, latar tempat, dan
latar suasana dengan pilihan kata yang mudah
diimajinasikan.
16) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mengidentifikasi kata sifat yang dapat
menimbulkan efek emosi.
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

Bagian unit / KD Kegiatan Alk Wkt


17) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mendaftar penggunaan kata sinonim dan
antonym yang dapat menimbulkan efek yang
kuat.
18) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi
mengidentifikasi ragam kalimat langsung pada
cerita fabel dengan menggunakan kolom seperti
pada buku siswa.

c. Kegiatan Penutup
1) Guru memfasilitasi peserta didik membuat butir-butir simpulan tentang penggunaan
struktur dan bahasa dalam cerita fabel.
2) Guru bersama-sama peserta didik melakukan identifikasi pola pengembangan
penggunaan struktur dan bahasa teks cerita fabel.
3) Guru memberi umpan balik peserta didik dalam proses dan hasil pembelajaran
dengan cara memberi kesempatan peserta didik untuk menyebutkan kembali
beberapa contoh kalimat yang terdapat dalam cerita fabel.
4) Guru menyampaikan kegiatan belajar yang dikerjakan sebagai PR yaitu berupa
membaca teks cerita fabel pada buku siswa.
5) Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan
berikutnya yaitu memerankan isi fabel

Pertemuan ke-4 [KD 4.12]


a. Kegiatan Pendahuluan
1) Guru bertanya-jawab tentang memerankan isi cerita fabel dalam kehidupan sehari-
hari. Pada bagian awal ini siswa disadarkan adanya cerita fabel dalam komunikasi
nyata (pada majalah perjalanan, pada novel, dan ragam komunikasi yang lain).Ini
bertujuan agar siswa lebih menyadari manfaat praktis untuk berkontribusi alam
masyarakat. Dalam kehidupan seharihari, berbagai jenis teks digunakan secara
bersamaan atau sendiri-sendiri. Setiap jenis teks memiliki fungsi yang saling
berkaitan.
2) Dibuka dengan peserta didik dengan mendengarkan satuan buah contoh judul cerita
fabel yang akan dibacakan oleh guru atau peserta didik.
3) Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan dari guru yang berkaitan dengan
cerita fabel yang didengarkannya.
4) Mengungkapkan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai
5) Membangun konteks untuk menumbuhkan sikap yang telah dirancang padaKD 2

b. Kegiatan Inti
Bagian unit / KD Kegiatan Alk Wkt
Bagian D 4.12.1 Merancang tokoh, watak, dialog, latar 4.12.1
konstruksi sesuai isi fabel yang dibaca 120
[KD 4.12] menit
1) Pesrta didik mendengarkan penjelasan dari guru
tentang kerjasama dan kreativitas untuk
memerankan isi fabel.
2) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
membaca cerita fabel secara berkelompok yang
akan diperankan pada buku siswa halaman 235
s.d 236.
3) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
berdiskusi mengamati enam buah gambar bahan
pemeranan pada buku siswa halaman 237 s.d
237.

Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019


SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

Bagian unit / KD Kegiatan Alk Wkt


4) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
berdiskusi menentukan tokoh, watak, dialog
dan latarnya dengan menggunakan kolom
seperti pada buku siswa.
4.12.2 Menentukan urutan cerita 4.12.2
120
5) Guru memfasilitasi peserta didik untuk menit
berdiskusi menentukan urutan peristiwa dari
fabel yang sudah dibaca untuk diperankan.
6) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
berdiskusi membuat kerangka cerita berdasarka
urutan peristiwa yang sudah ditentukannya
dengan menggunakan sistematika kerangkanya
seperti pada buku siswa halanan 238.
4.12.3 Merancang pemeranan dari fabel yang 4.12.3
dibaca 120
menit
7) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
berdiskusi membuat rangcangan kalimat-
kalimat narasi dan dialog-dialog tokohnya
8) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
berdiskusi menentukan musik pengiring dan
properti yang akan digunakan sesuai isi fabel.
9) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
berdiskusi menentukan siapa yang bertugas
sebagai narator dan pemain-pemainnya.
10) Guru membimbing peserta didik untuk
melakukan latihan mengucapkan dialog dengan
intonasi dan gerak-gerik yang sesuai.
4.12.4 Melakukan adu kreatif pemeranan fabel 4.12.4
120
11) Pesrta didik mendengarkan kembali penjelasan menit
dari guru untuk mematangkan persiapan tampil
memerankan fabel sesuai dengan rancangan
yang telah dibuatnya oleh masing-masing
kelompok.
12) Guru memandu peserta didik untuk bergiliran
tampil secara berkelompok memerankan secara
kreatif fabel yang sudah dibacanya.
13) Guru melakukan penilaian penampilan setiap
kelompok dengan menggunakan rubrik sudah
dibuat pada buku siswa halaman 239 2.d 240.

c. Kegiatan Penutup
1) Guru memfasilitasi peserta didik membuat butir-butir simpulan tentang cara
membuat kerangka dan rancangan persiapan untuk memerankan isi fabel.
2) Guru bersama-sama peserta didik melakukan identifikasi urutan rangkaian
peristiwa teks cerita fabel.
3) Guru memberi umpan balik peserta didik dalam proses dan hasil pembelajaran
dengan cara memberi kesempatan peserta didik untuk mengomentari
penampilannya sendiri dan menyampaikan kesan-kesan yang didapatkannya.
4) Guru menyampaikan kegiatan belajar yang dikerjakan sebagai penutup bab 6 yaitu
berupa membaca teks cerita fabel yang ada di perpustakaan.
5) Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan
berikutnya nyaitu bab 7 berkorespondensi dengan surat pribadi dan surat dinas.
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

I. Penilaian (Jenis, Instrumen, Pedoman Penskoran)


1. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Jenis Penilaian : Tes Tertulis
b) Teknik Penilaian : Tes Uraian dan Pilihan Ganda
c) Contoh Instrumen :

(1) Contoh Instrumen Tes Uraian


(a) Butir-butir soal
Jawablah beberapa soal berikut ini!
1 Apa yang dimaksud dengan cerita fabel?
.
2 Mengapa fabel sering disebut cerita moral?
.
3 Jelaskan ciri fabel dari segi tokohnya!
.
4 Jelaskan ciri fabel dari segi wataknya!
.
5 Apa yang dimasud dengan amanat dalam suatu cerita?
.

(b) Kunci jawaban


1 Fabel adalah cerita fiksi berupa dongeng yang menggambarkan budi pekerti
. manusia yang diibaratkan pada binatang. Karakter binatang dalam cerita fabel
dianggap mewakili karakter manusia dan diceritakan mampu bertindak seperti
manusia tetapi tidak menghilangkan karakter binatangnya. Tokoh fabel adalah
binatang.
2 Fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel
. berkaitan erat dengan moral.
3 Tokoh pada cerita fabel bianya mengambil tokoh para binatang.
.
4 Watak tokoh pada cerita fabel yaitu watak tokoh para binatang digambarkan ada
. yang baik dan ada yang buruk (seperti watak manusia).
5 Amanat adalah pesan yang disampaikan penulis secara tidak langsung. Amanat
. disimpulkan dari sikap penulis terhadap permasalahan yang diangkat pada cerita.

(c) Panduan penskoran


Skor yang didapatkan
No. Butir
Jawaban Jawaban bentul tidak Jawaban Keterangan
Soal
bentul lengkap lengkap salah
1 2 1 0
2 2 1 0
3 2 1 0
4 2 1 0
5 2 1 0

(2) Contoh Instrumen Tes Pilihan Ganda


(a) Butir-butir soal
Pilihlah salah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat!
1. Pemberian karakter pada tokoh oleh pengarang ada yang bersifat tidak disukai
karena memeerankan perilaku yang jahat, tokoh ini kategorikan tokoh …
a. protagonis
b. antagonis
c. pemeran utama
d. pemeran pembantu atau tambahan
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

2. Cerita fabel yang menggunakan watak tokoh binatang pada kondisi alam nyata,
jenis cerita ini adalah …
a. fabel alami
b. fabel adaptasi
c. fabel menggunakan koda
d. fabel tidak menggunakan koda

3. Peristiwa dalam cerita fabel biasa terjadi di …


a. tempat yang tidak ada manusia
b. perumahan
c. perkampungan
d. sungai

Bacalah fabel berikut ini, kemudian kerjakan soal nomor 4 s.d 7!


Belalang Sembah

Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah sebuah keluarga Semut dengan
anggota jumlahnya yang sangat banyak. Semut ini membuat sarangnya dari daun-
daun lalu mereka tempel menggunakan cairan seperti lem yang mereka keluarkan dari
mulutnya. Para Semut melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu dan akan
segera datang musim dingin yang cukup panjang. Ketika musim dingin makanan akan
sangat sulit untuk didapatkan, maka para Semut itu segera mencari berbagai macam
makanan untuk mereka kumpulkan sebagai bahan persediaan ketika musim dingin
telah tiba.
Berbeda halnya dengan seekor Belalang sembah, Belalang sembah memiliki mata
yang besar dan tangan yang panjang. Mereka sering hidup di pohon-pohon seperti
halnya para Semut. ketika musim dingin akan tiba Belalang sembah hanya berlatih
menari. Setiap hari Belalang sembah itu hanya berlatih menari. Namun sang Belalang
lupa bahwa dia harus mengumpulkan makanan untuk persiapannya menghadapi
musim dingin.
Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut. Dia menari
dengan sangat anggun. Gerakan tangan dan badannya yang pelan dan lembut
membuat tariannya terlihat sangat mengagumkan. Para Semut melihat Sang Belalang
sembah menari, namun mereka tidak menghiraukan tarian indahnya itu karena
mereka memiliki tugas yang sangat penting.
Sang Belalang yang sedang menari melihat para Semut berjalan dengan
membawa makanan untuk dibawa kesarangnya. Sang Belalang sembah heran dengan
apa yang dilakukan Semut lalu dia bertanya kepada salah satu Semut tentara yang
sedang berjaga di dekat para Semut pekerja ,“Kenapa kalian membawa makanan yang
sangat banyak itu masuk ke sarang kalian?” sang Semut menjawab “Kami
melakukannya agar kami tidak kelaparan saat musim dingin tiba.” Lalu sang Belalang
kaget “Musim dingin?” kata sang Belalang sembah dengan kagetnya, “Kan masih
lama, lebih baik kita bersenang-senang saja dulu”, kata sang Belalang. Semut tak
menghiraukan Belalang. Semut tetap tekun mengumpulkan makanan.
Musim dingin tiba. Belalang belum sempat mengumpulkan makanan karena
sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta makanan
kepada Semut. Semut awalnya tidak mau memberikan makanannya karena takut
kehabisan. Akan tetapi, melihat belalang lemas kelaparan, Semut tidak tega dan
memberikan makanannya kepada Belalang. Belalang pun kembali bugar dan dia
berjanji untuk dapat
mengelola waktu dengan baik sehingga tidak berakibat buruk.
Masa depan adalah milik setiap orang. Maka setiap orang perlu menyiapkan masa
depannya dengan berusaha. Bukan hanya menikmati kesenangan di masa sekarang
tanpa memikirkan masa depan.
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

4. Salah satu seting tempat yang ada dalam cerita tersebut adalah …
a. di pantai
b. di kolam
c. di kebun
d. di sungai

5. Watak yang terdapat pada tokoh Belalang adalah …


a. pandai menari
b. santai
c. malas
d. tidak mau dinasihati

6. Si Semut dalam cerita tersebut termasuk tokoh yang protagonis karena …


a. Si Semut tidak mau memberi makanan kepada Si Belalang sembah karena
kegiatannya hanya besenang-senang latihan menari.
b. Si Semut sebenarnya tidak merasa iba dan kasihan kepada Si Belalang
sembah.
c. Si Semut sangat rajin mencari makanan pada musim panas karena pada
musim dingin waktu digunakan untuk istirahat saja.
d. akhirnya Si Semut rela memberi makanan kepada Si Belalang sembah yang
lemas kelaparan.

7. Cerita fabel tersebut dengan diawali rincian peristiwa sebagai berikut …


a. Setiap hari Belalang sembah hanya melakukan kegiatan latihan menari
b. Semut pergi ke gua-gua untuk mengumpulkan makanan
c. Semut pergi ke mana-mana untuk mencari makanan persedian untuk musim
dingin nanti.
d. Setiap hari Belalang sembah hanya melakukan kegiatan bersenang-senang
saja tidak mencari makanan apapun

Bacalah fabel berikut ini, kemudian kerjakan soal nomor 8 s.d 11!
Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa mengunjungi
kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa.
“Pagi, Ibu Tupai,” salam Pak Tua Rusa kepada Ibu Pip. Kemarin, keponakanku
mengunjungiku. Dia membawakan oleh-oleh yang cukup banyak. Aku ingin
membaginya untuk para sahabatku. Ini kacang kenari spesial untuk keluargamu.”
“Terima kasih, Pak Tua Rusa,” ucap Ibu Pip.
Sepeninggal Pak Tua Rusa, Ibu Pip masuk ke dalam rumah dan memanggil anak-
anaknya. “Anak-anak, lihat kita punya apa? Kalian harus membaginya sama rata ,ya.”
Asyiiik,” girang Pip dan adik-adiknya.
“Ibu taruh sini, ya.”
Setelah itu, ibu tupai mengurus rumah kediamannya. Sementara itu adikadik
Pip ingin mencicipi kacang itu.
“Ini aku bagi,” kata Pip. Dari sepuluh butir kacang, dia memberi adiknya masing-
masing dua butir. “Ini sisanya untukku, Aku kan paling besar.”
“Tapiii…Ibu kan pesan untuk membagi rata,” kata Titu, salah satu adik kembar
Pip, diiringi tangisan Puti, kembar satunya.
Mendengar tangisan Puti, ibu Pip keluar dan bertanya. Sambil terisak, Puti
menceritakan keserakahan kakaknya.
“Tak boleh begitu, Pip. Ibu tadi sudah bilang apa,” tegur ibu Pip. “Kamu tidak
boleh serakah.”
“Tapi Buuu, aku kan lebih besar. Perutku juga lebih besar,” sanggah Pip.
Ibu Pip berpikir sejenak. “Baiklah, Pip. Kamu memang lebih besar. Kebutuhan
makanmu juga lebih banyak. Tapi, kalau cuma menurutkan keinginan dan perut, kita
akan selalu merasa tidak cukup.”

Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019


SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

“Kalau begitu, Ibu saja yang membagi ya? memang tidak akan memuaskan
semuanya. Ini, Ibu beri empat untukmu, Pip, karena kau lebih besar. Dan si kembar
kalian masing-masing mendapat tiga.”
“Kalian harus mau berbagi ya, anak-anak. Walau menurut kalian kurang, ini
adalah rezeki yang harus disyukuri,” lanjut Ibu Pip.
“Berarti enak dong, Bu, jadi anak yang lebih besar. Selalu mendapat lebih
banyak,” iri Puti.
“Ya, tapi perbedaannya tak terlalu banyak, kan?” Lagipula kakakmu memiliki
tugas yang lebih banyak darimu. Dia harus menguru rumah dan mencari makan. Apa
kau mau bertukar tugas dengan Kak Pip?” Tanya Ibunya.
Puti dan Titu membayangkan tugas-tugas Pip. Lalu mereka kompak menggeleng.
“Nah, begitu. Sesama saudara harus akur ya, harus berbagi. Jangan bertengkar
hanya karena masalah sepele,” kata Ibu Pip.
“Iya, Bu,” angguk Pip. “Yuk, kita makan kacangnya bersama,” ajak Pip pada
kedua adiknya. Ibu Pip tersenyum melihat anak-anaknya kembali rukun.
8. Yang menjadi tokoh utama dalam cerita fabel tersebut adalah …
a. Pak Rusa Tua
b. Ibu Tupai
c. Si Tupai Pip
d. Si Tupai Kembar Puti dan Titu

9. Si Tupai Pip dalam cerita tersebut termasuk tokoh yang antagonis karena …
a. ingin mendapatkan oleh-oleh kacang yang lebih banyak.
b. sangat menyayangi kedua adik kembarnya.
c. mendapat tugas yang lebih berat dari ibunya.
d. pandai bersyukur walaupun hanya mendapat rezeki sedikit.

10. Pemberian karakter oleh penganrang terhadap tokoh Pak Tua Rusa adalah …
a. penolong
b. penyayang
c. dermawan
d. ikhlas

11. Peristiwa yang mengakhiri cerita pada kutipan fabel tersebut adalah …
a. Ibu Tupai menasihati semua anak-anaknya agar hidup rukun dan harus bisa
berbagi.
b. Ibu Tupai membagikan oleh-oleh kacang kepada anak-anaknya dengan adil
dan mempertimbangkan berat dan ringannya tugas yang dibebankan kepada
semua anaknya.
c. Si Tupai Kembar Puti dan Titu sangat kaget kepada Pip membayangkan
tugas-tugasnya yang sangat berat.
d. Si Tupai Pip dan kedua adik kembarnya mengucapkan terima kasih kepada
ibunya yang telah membagikan oleh-oleh kacangnya dengan adil.
12. Tujuan komunikasi yang ada dalam fabel biasanya adalah …
a. untuk mengenal lebih dalam tentang dunia atau kehidupan binatang.
b. untuk memperbanyak bahan hiburan
c. untuk bahan penelitian
d. untuk menghibur, menginspirasi, dan mendidik.

13. Bacalah dengan cermat kutipan fabel berikut ini!


Musim dingin tiba. Belalang belum sempat mengumpulkan makanan
karena sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta
makanan kepada Semut. Semut awalnya tidak mau memberikan makanannya
karena takut kehabisan. Akan tetapi, melihat belalang lemas kelaparan, Semut
tidak tega dan memberikan makanannya kepada Belalang. Belalang pun
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

kembali bugar dan dia berjanji untuk dapat mengelola waktu dengan baik
sehingga tidak berakibat buruk.
Masa depan adalah milik setiap orang. Maka setiap orang perlu
menyiapkan masa depannya dengan berusaha. Bukan hanya menikmati
kesenangan di masa sekarang tanpa memikirkan masa depan.
Hubungan watak tokoh semut dengan kondisi tokoh dalam kehidupan nyata
adalah …
a. Karena wataknya yang malas maka hidupnya menjadi sussah.
b. Manusia pun mempunyai perasaan tidak tega melihat orang lain mendapat
penderitaan.
c. Dalam kehidupan sehari-hari waktu adalah sesuatu yang berharga oleh
karena itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
d. Tidak ada salah kita bisa membantu dan memberi kepada orang lain.

Bacalah fabel berikut ini, kemudian kerjakan soal nomor 14 s.d 17!
Semua Istimewa

Ulu, seekor katak hijau, sedang berdiri di pinggir kolam. Hari itu langit
sangat gelap dan hari seperti itulah yang Ulu sukai. Tidak lama kemudian, air
mulai menetes perlahan-lahan dari angkasa.
“Hujan telah tiba!” Ulu berteriak dengan girang. Ulu pun mulai
bersenandung sambil melompat-lompat mengitari kolam. Ia melihat semut yang
kecil sedang berteduh di balik bunga matahari.
“Wahai semut, hujan telah tiba jangan bersembunyi!” seru Ulu kepada
semut yang sedang berusaha keras menghindari tetesan air hujan. Semut
menghela napas dan menatap Ulu dalam-dalam. “Ulu, aku tidak suka dengan
hujan. Kamu lihat betapa mungilnya tubuhku? Air hujan akan menyeret dan
menenggelamkanku ke kolam! Aku tidak bisa berenang sepertimu, makanya
aku berteduh,” sahut Semut.
“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu
sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan
saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini!
Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan
semut.
Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang
karena ia berjalan.
Ulu kembali berseru, “Hujan telah tiba! Hujan telah tiba! Oh, hai Ikan! Aku
sangat suka dengan hujan, bagaimana denganmu? Ulu berhenti di pinggir kolam
dan berbicara kepada Ikan yang sedang berenang di dalam kolam. Ikan
mendongakkan kepalanya ke atas dan berbicara kepada Ulu. “Aku tidak dapat
merasakan hujan Ulu. Lihatlah, aku tinggal bersama air. Bagaimana caranya
aku dapat menikmati hujan seperti kamu Ulu?” Ikan pun kembali berputar-putar
di dalam kolam.
“Hah! Sedih sekali hidupmu Ikan! Seandainya kamu seperti aku, dapat
hidup di dalam dua dunia, darat dan air, mungkin kamu akan dapat merasakan
kebahagiaan ini. Nikmati saja air kolammu sebab kamu tidak akan dapat pernah
merasakan rintikan hujan di badanmu!”
Apa yang Ulu katakan sangat menusuk hati Ikan. Ikan menatap ke arah
tubuhnya yang bersisik, lalu menatap ke arah tubuh licin Ulu. Ikan yang
bersedih hati pun berenang meninggalkan Ulu ke sisi kolam yang lain. Ulu pun
kembali melompat-lompat di sekitar kolam dan kembali bersenandung.
Saat Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat Burung sedang bertengger di
dahan pohon dan membersihkan bulunya. Ulu mengira Burung juga sama
seperti Semut dan Ikan yang tidak dapat menikmati hujan.
“Hai Burung, kenapa kau tidak mau keluar dan menikmati hujan? Apakah
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

kamu takut bulumu basah? Atau apakah kamu takut tenggelam ke dalam kolam
seperti semut? Ataukah memang kamu tidak bisa menikmati indahnya hujan
seperti Ikan?” Setelah berkata demikian, Ulu tertawa kencang-kencang.
Burung menatap ke arah Ulu yang masih tertawa,” Hai Ulu, apakah kau
bisa naik kemari?”
Ulu kebingungan.” Apa maksudmu burung?”
“Apakah kau bisa memanjat naik kemari Ulu?”
“Apa yang kau maksud Burung? Tentu saja aku tidak bisa!” Ulu cemberut
dan menatap kearah dua kakinya. Ulu menyesal punya kaki yang pendek
sehingga tidak bisa terbang.
“Ulu, tidakkah kamu tahu bahwa Sang Pencipta membuat kita dengan
keunikan yang berbeda-beda? Aku tidak bisa berenang sepertimu dan ikan,
tetapi aku bisa terbang mengitari angkasa. Burung kembali berkata dengan
bijak, “Itulah yang kumaksud Ulu, kita masing-masing memiliki kelebihan
sendiri. Semut tidak bisa berenang sepertimu, tetapi ia bisa menyusup ke
tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati. Ikan tidak dapat melompat-
lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di bawah air. Kamu tidak seharusnya
menghina mereka!”
Ulu mulai menyadari bahwa tindakannya salah. Diam-diam Ulu berpikir
bahwa tindakannya itu tidak benar. Ia seharusnya tidak menyombongkan
kelebihan dan menghina teman-temannya.
“Maafkan aku Burung.” ucap Ulu seraya menatap sendu kearah Semut dan
Ikan yang sejak tadi memperhatikan pembicaraan mereka. “Maafkan aku
Semut, Ikan, selama ini aku telah menyinggung perasaanmu.” Sejak saat itu,
Ulu mulai menghargai teman-temannya dan mereka pun menyukainya kembali.
14. Alasan Ulu menjadi berani menyombongkan dirinya adalah …
a. karena Ulu dapat hidup beradaptasi di darat dan di air.
b. karena Ulu menganggap dirinya mempunyai keunikan tersendiri.
c. karena Ulu pandai berenang.
d. karena Ulu senang dipuji-puji oleh teman-temannya.

15. Awal peristiwa yang menyadarkan Ulu terhadap kesalahannya adalah …


a. Ulu menyadari bahwa dirinya tidak bisa terbang seperti burung.
b. Ulu hanya mau berteman dengan ikan
c. Dalam hal berenang ternyata Ulu bisa dikalahkan oleh Ikan
d. Semenjak Ulu bertemu dengan semut dan selalu mengajarinya.

16. Rangkaian peristiwa terakhir pada kutipan cerita fabel tersebut adalah …
a. Burung menasihati Ulu agar tidak sombong dengan dirinya.
b. Semut mersa kesal dan marah kepada Ulu
c. Ulu menyadari dalam pkirannya terlintas telah melakukan kesalahan.
d. Ulu meminta maaf kepada burung, ikan, dan semut.

17. Karakter tokoh Ulu yang bisa diibaratkan dengan karakter manusia adalah …
a. angkuh
b. tidak peduli
c. suka mengejek
d. meremehkan

Bacalah fabel berikut ini, kemudian kerjakan soal nomor 18 s.d


Gajah yang Baik Hati
orientasi
Tahap 1

Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si


Kancil, Gajah, dan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan. Dia
perjalanjalan mencari air.
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

Di tengah perjalanan dia melihat kolam dengan air yang sangat


jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam.
Tindakan Kancil
sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ia naik ke atas.
Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa
sampai ke atas.
Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta
tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh Si Gajah yang
kebetulan melewati tempat itu. ‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’
‘’Aku.. si Kancil sahabatmu.’’ Kancil terdiam sesaat mencari akal
agar Gajah mau menolongnya.

komplikasi sampai klimaks


‘’Tolong aku mengangkat ikan ini.’’
“Yang benar kau mendapat ikan?’’
‘’Bener..benar! Aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’ Gajah

Tahap 2
berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi
bagaimana jika naiknya nanti.
‘’Kau mau memanfaatkanku, ya Cil?’’ Kau akan menipuku untuk
kepentingan dan keselamatanmu sendiri?’’ Tanya Gajah. Kancil hanya
terdiam.
‘’Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran,’’ kata Gajah sambil
meninggalkan tempat itu. Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil.
Kancil mulai putus asa. Semakin lama berada di tempat itu Kancil mulai
merasa kedinginan. Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang
yang mendengar teriakannya.
‘’Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di tempat ini.’’ Dia
berpikir apa ini karma karena dia sering menjaili teman-temannya. Tidak
lama, tiba-tiba Gajah muncul lagi. Kancil meminta tolong kembali.
“Bagaimana Cil?”
“Tolong aku, aku berjanji tidak akan iseng lagi”
“Janji?” gajah menekankan.
‘’Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan
menipu, jahil, iseng dan perbuatan yang merugikan binatang lain?’’
‘’Benar Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’ Gajah menjulurkan

Tahap 3
resolusi
belalainya yang panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya
ke
atas. Begitu sampai di atas Kancil berkata.
‘’Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan
kebaikanmu ini.’’
Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi
berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatang-
Tahap 4

binatang yang lainya.


koda

Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati


akan celaka. Jika kita hati-hati kita akan selamat. Bahkan bisa
menyelamatkan orang lain.
18. Untuk memperkenalkant okoh, latar dan watak tokoh terdapat pada …
a. tahap resolusi
b. tahap orientasi
c. tahap koda
d. tahap komplikasi

19. Permasalahan yang muncul dan menjadi komplikasi pada kutipan cerita fabel
tersebut adalah …
a. Kancil suka menipu, jahil, dan iseng karena perbuatannya itu dapat
merugikan teman binatang yang lainnya.
b. Gajah yang pertama lewat di depan kancil tidak mau memberi pertolongan
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

kepada sang kancil.


c. Gajah yang kedua lewat di depan kancil akhirnya mau menolong sang
kancil karena merasa kasihan.
d. Kancil terjun ke kolam tetapi tidak bisa naik lagi jika tidak ada pertolongan.

20. Pada tahap koda biasanya pengarang menyampaikan nilai-nilai moral. Nilai-
nilai moral yang sangat menonjol yang terdapat pada kutipan fabel tersebut
adalah …
a. Sejak terjun ke kolam dan tidak bisa naik lagi ke atas tanpa bantuna gajah,
kancil menjadi binatang yang sangat baik.
b. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan
binatang-binatang yang lainya.
c. Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan
celaka.
d. Jika kita hati-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan orang
lain.

(b) Kunci Jawaban


1. B 11 A
.
2. A 12 D
.
3. D 13 B
.
4. C 14 C
.
5. C 15 A
.
6. D 16 D
.
7. B 17 A
.
8. B 18 B
.
9. A 19 D
.
10 C 20 C
. .

2. Penilaian Kompetensi Keterampilan


a) Jenis Penilaian : Tes Tertulis
b) Teknik Penilaian : Test Unjuk Kerja
c) Contoh Instrumen :

(1) Contoh Instrumen Tes Unjuk Kerja


(a) Butir-butir soal
A Setelah peserta didik membaca cerita fabel yang ditentukan oleh guru, kemudian
. peserta didik membuat rancangan untuk pemeranan fabel, yaitu :
1. Menentukan tokoh dan karakter tokohnya.
2. Membuat kerangka cerita/urutan cerita
3. Merancang kalimat narasi, dialog antartokoh, dan property yang akan
digunakan.

B. Peserta didik tampil memerankan cerita fabel


1. Dipandu oleh guru dan bergiliran tiap kelompok.
2. Guru melakukan penilaian dengan menggunakan rubric sebagai berikut:
Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
SMP Negeri 3 Naringgul BAB 6 Mengapresiasi dan Mengkreasi Fabel

Rubrik penilaian pemeranan febel

No Aspek Deskripsi Cerita Fantasi


1 Tokoh dan 1) Apakah mimik, gerak gerik, bahasa lisan semua
penokohan tokoh sesuai dengan watak yang harus diperankan
2 Orientasi 1) Apakah narator mengungkapkan perkenalan
tentang tokoh dan latar cerita dengan gaya yang
kreatif dan sesuai isi fabel
3 Komplikasi 1) Apakah isi pemeranan sesuai pada tahap konflik
(para pelaku bereaksi terhadap konflik dan
kemudian konflik meningkat) ?
2) Apakah bahasa/ dialog dalam membangun
konflik diungkapkan dengan intonasi, gerak-gerik
dan mimic yang sesuai?
4 Resolusi/reor 1) Apakah pemeranan pada tahap resolusi sesuai?
ientasi 2) Apakah bahasa/ dialog dalam pemeranan resolusi
diungkapkan dengan intonasi, gerak-gerik dan
mimic yang variatif dan sesuai watak tokoh?
diungkapkan
5 Koda 1) Apakah pesan-pesan moral dalam koda
diungkapkan narator dengan tepat?
2) Apakah pesan-pesan moral dalam koda
diungkapkan narator dengan kreatif?
6 Orisinalitas 1) Apakah karyamu asli hasil idemu sendiri dan
ide belum pernah ada sebelumnya? Asli tetapi
modifikasi,
7 Properti 1) Apakah properti pendukung dan iringan music
pendukung mendukung isi cerita?
dan 2) Apakah properti pendukung dan iringan music
iringan musik diciptakan secara kreatif?
3) Apakah properti pendukung dan iringan music
diciptakan secara murah dan mudah didapatkan?

3 Pembelajaran Remedial

4 Pembelajaran Pengayaan

Mengetahui Naringgul, 16 Juli 2018


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

Dra. TUTI HERYANI, M.M.Pd Kurniawan Ruhyat, S.Pd


NIP 19641111 200012 2 002 NIP 19740828 200801 1 002

Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019