Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya panjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah S.W.T


karena berkat Rahmat-Nyalah makalah ini dapat terselesaikan. Tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Kewirausahaan, selain itu
juga untuk meningkatkan pemahaman saya mengenai materi .

Dengan membaca makalah ini saya berharap dapat membantu teman-


teman serta pembaca dapat memahami materi ini dan dapat memperkaya wawasan
pembaca. Walaupun saya telah berusaha sesuai kemampuan yang saya miliki,
namun saya yakin bahwa manusia  itu tak ada yang sempurna. Seandainya dalam
penulisan makalah ini ada yang kurang, maka itulah bagian dari kelemahan saya.
Mudah-mudahan melalui kelemahan itulah yang akan membawa kesadaran kita
dan diri saya pribadi akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.

Pada kesempatan ini saya mengucapkan  terimakasih kepada semua pihak


yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini dan kepada pembaca yang
telah meluangkan waktunya untuk membaca makalah ini. Untuk itu saya selalu
menantikan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan
dalam penyusunan makalah ini.

Banjarbaru,  Juni 2020

     

Penulis

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….. 1
DAFTAR ISI …………………………………………………………………. 2
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………… 3
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………… 3
1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………….. 4
1.3 Tujuan …………………………………………………………………. 4
1.4 Manfaat ……………………………………………………………….. 4
BAB II PEMBAHASAN 5
2.1 Pengertian Kewirausahaan …………………………………………….. 5
2.2 Karakteristik Kewirausahaan ……...…………………………………... 5
2.3 Proses Menjadi Seorang Wirausaha …………………………………... 8
2.4 Faktor-Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha … 13
BAB III PENUTUP ………………………………………………………….. 18
3.1 KESIMPULAN ……………………………………………………….. 18
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………… 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

2
Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha
yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan
dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang
atau jasa. Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dalam bidang
perekonomiannya. Pembangunan ekonomi negara Indonesia di masa yang
akan datang, sangatlah ditentukan dari peran yang maksimal dari para
wirausahawannya. Seorang wirausaha berperan secara internal maupun
eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi
tingkat ketergantungan orang lain, meningkatkan kepercayaan diri serta
meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal seorang wirausaha
berperan dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pencari kerja.
Untuk itu, peran seorang wirausaha sangat dibutuhkan sekali untuk membantu
mengangkat perekonomian Negara.
Dewasa ini banyak sekali perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di
Indonesia, sementara rakyat Indonesia sebagai pekerja di perusahaa tersebut.
Misalnya saja perusahaan Caltex dari Amerika Serikat yang bergerak dibidang
pengeboran minyak, perusahaan handphone seperti Sony, Samsung, Siemen
yang berasal dari Jepang, Korea Selatan dan Perancis, perusahaan motor
seperti Honda yang berasal dari Jepang, serta perusahaaan-perusahaan asing
lainnya.Dengan berdirinya perusahaan-perusahaan asing di Indonesia
membuat rakyat Indonesia sendiri mengalami kerugian dimana rakyat
Indonesia tidak dapat menikmati hasil alam dengan sepenuhnya dan tidak bisa
mengelola hasil alam alam dengan mandiri. Hal ini membuktikan bahwa
rakyat Indonesia masih belum mampu menjadi seorang wirausaha dan
membantu membangun negeri.
Namun tidaklah mudah menjadi seorang wirausaha yang sukses gemilang,
banyak sekali tantangan dan rintangan yang harus dihadapi oleh seorang
wirausaha, terlebih lagi untuk seorang wirausaha pemula. Para wirausahawan
harus memiliki banyak ide dan berani berkreasi agar produk yang dihasilkan
bisa terjual maksimal.

3
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan?
2. Bagaimana karakteristik wirausaha?
3. Bagaimana proses menjadi seorang wirausaha?
4. Apa saja faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan kewirausahaan
2. Mengetahui proses menjadi seorang wirausaha
3. Mengetahui faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha

1.4 Manfaat Penulisan


1. Memberikan gambaran kisah sukses seorang wirausaha, sehingga para
calon pengusaha dapat mempelajarinya
2. Meningkatkan keinginan masyarakat untuk menjadi seorang wirausaha

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kewirausahaan


Menurut Peggy A. Lambing & Charles R. Kuehl dalam buku
Entrepreneurship (1999), kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang
membangun suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh
orang banyak.Ada enam hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut
( Suryana, 2003 : 13) :
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang
dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses,
dan hasil bisnis (Acad Sanusi,1994)
2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang
baru dan berbeda ( Drucker,1959)
3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam
memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki
kehidupan (Zimmerer,1996)
4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha
dan perkembangan usaha ( Soeharto Prawiro,1997)
5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru
dan sesuatu yang berbeda yang bermanfaat member nilai lebih
6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan
mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk
memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan
cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru,
menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yangbaru yang
lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan
cara baru untuk memberikan kepuasan baru kepada konsumen.

2.2 Karakteristik Wirausaha

5
Menurut McGraith & Mac Milan (2000), ada tujuh karakter dasar yang perlu
dimiliki setiap calon wirausaha. Ketujuh karakter tersebut adalah sebagai berikut.
1. Action oriented.
Seorang entrepreneur selalu ingin segera bertindak, sekalipun situasinya
tidak pasti (uncertain). Prinsip yang mereka anut adalah see and do. Bagi
mereka, resiko bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan
ditaklukkan dengan tindakan dan kelihaian.
2. Berpikir simpel.
Sekalipun dunia telah berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu
belajar menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu tinggi, mereka
bukanlah manusia teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan yang
kompleks. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan
masalah satu demi satu secara bertahap.
3. Mereka selalu mencari peluang-peluang baru.
Apakah itu peluang usaha yang benar-benar baru, atau peluang dari usaha
yang sama. Untuk usaha-usaha yang baru, mereka selalu mau belajar yang
baru, membentuk jaringan dari bawah dan menambah landscape atau
scope usahanya. Sedangkan dalam usaha yang sama, mereka selalu tekun
mencari alternatif-alternatif baru, seperti model, desain, platform, bahan
baku, energi, kemasan, dan struktur biaya produksi. Mereka meraih
keuntungan bukan hanya dari bisnis atau produk baru, melainkan juga
dengan cara-cara baru.
4. Mengejar peluang dengan disiplin tinggi.
Seorang wirausahabukan hanya awas, memiliki mata yang tajam dalam
melihat peluang, atau memiliki penciuman yang kuat terhadap keberadaan
peluang itu, tetapi mereka bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya
dicari, diciptakan, dibuka, dan diperjelas. Karena wirausaha melakukan
investasi dsn menanggung resiko, maka seorang wirausaha harus
memiliki disiplin yang tinggi. Wirausah-wirausaha yang sukses bukanlah
pemalas atau penunda pekerjaan. Mereka ingin pekerjaannya beres, dan
apa yang dipikirkan dapat dikerjakan segera. Mereka bertarung dengan

6
waktu karena peluang selslu berhubungan dengan waktu. Apa yang
menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu masih menjadi peluang di
lain waktu. Sekali kesempatan itu hilang, belum tentu akan kembali lagi.
Setiap gagasan brilliant dan inovasi biasanya harus dibangun dari bawah
dan disusun seluruh mata rantai nilainya (value chain).
5. Hanya mengambil peluang yang terbaik.
Cara penilaian peluang tersebut ada pada nilai-nilai ekonomis yang
terkandung didalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan
menunjukkan prestasi, dan perubahan yang dihasilkan. Semua itu
biasanya dikaitkan dengan "rasa suka" terhadap objek usaha atau
kepercayaan bahwa dia "mampu" merealisasikannya. Pada akhirnya,
sukses yang diraih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan orang itu
dalam memilih.
6. Fokus pada eksekusi.
Wirausaha bukanlah orang yang bergulat dengan pikiran, merenung atau
menguji hipotesis, melainkan orang yang fokus pada eksekusi. Mereka
tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam
pikiran penuh keraguan. "Manusia dengan entrepreneur mindset
mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasikan yang
dipikirkan daripada menganalisa ide-ide baru sampai mati" (McGraith dan
Mac Millan,2000,hlm.3). Mereka juga adaptif 13 terhadap situadi, yaitu
mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitan di
lapangan.
7. Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti.
Seorang wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan
pikiran setiap orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka
membangun jaringan daripada melakukan impiannya sendiri. Ibarat
seorang orkestraktor atu dirigen musik, dia mengumpulkan pemusik-
pemusik yang ahli dalam memainkan instrumen-instrumen yang berbeda-
beda untuk menghasilkan nada-nada musik yang disukai penonton. Untuk

7
itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang, membangun
jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi.

2.3 Proses Menjadi Seorang Wirausaha


“Kisah Seorang Penjual Gudeg”

Yaitu Gudeg Basah Dewi  yang terletak di Ruko Kakap Raya Minomartani,
Sleman, Yogyakarta. Usaha ini bergerak di bidang pangan, gudeg basah bukan
merupakan sebuah makanan biasa. Pada umumnya, gudeg yang dikonsumsi oleh
sebagian masyarakat adalah gudeg kering, gudeg tanpa kuah. Usaha ini telah
berjalan dengan lancar selama sembilan tahun. Pendiri, pemilik, sekaligus
penjualnya adalah Pak Nawang dan Bu Dewi. Pasangan paruh baya yang telah
memiliki tiga anak dan satu cucu ini tinggal di ruko tempat mereka berjualan.
Warung ini tak terlalu besar memang, bisa saya sebut kecil. Hanya ada dua kursi
panjang, empat kursi plastik, dan dua meja untuk tempat makan pembeli dan satu
etalase untuk memamerkan barang penjualan. Tak bersekat, antara warung dengan
ruang tamu. Namun tetap saja, pelayanan dan keramahan yang disuguhkan sangat
mengesankan dan patut diacungi jempol.

Kisah perjalanan usaha Gudeg Basah Dewi bukan usaha pertama yang
dijalankan oleh pasangan Pak Nawang dan Bu Dewi. Sebelumnya, pasangan
dengan tiga anak dan satu cucu ini telah melakukan usaha lain. Menurut penuturan
Bu Dewi, usaha-usaha yang mereka lakukan sangat fleksibel. Karena mereka
sering berpindah tempat tinggal – menyesuaikan tugas dinas Pak Nawang, usaha
yang mereka tekuni pun sering berubah, menyesuaikan lingkungan tempat tinggal
mereka. “Kita lihat situasi saja, sekiranya ada peluang apa yang cocok untuk
bisnis,” tutur Bu Dewi. Sebelumnya, Bu Dewi pernah membuka kantin di SMP 2
Yogyakarta yang terletak di depan Taman Pintar selama kurang lebih lima tahun.
Selain itu beliau juga pernah membuat snack rumahan, yaitu dadar pisang raja
cokelat. Usaha snack rumahan ini berjalan sekitar dua tahun. Awalnya, pada suatu
waktu Bu Dewi pergi ke pasar dan melihat banyak pisang raja yang masih baik
terbuang karena tidak laku. Beliau sangat menyayangkan hal tersebut. “Ini bisa

8
jadi uang,” pikir Bu Dewi ketika itu. Akhirnya beliau berinisiatif untuk
memanfaatkan pisang-pisang tersebut dan diolah menjadi dadar pisang cokelat.
Sembilan tahun terakhir, Pak Nawang dan Bu Dewi menetap di Ruko Kakap
Minomartani dan membuka sebuah warung gudeg basah. Mengapa harus gudeg?
Karena Jogja merupakan kota yang identik dengan gudeg. Masyarakatnya
menyukai gudeg. Selain itu, bahan baku yang digunakan untuk membuat gudeg
dapat ditemukan dengan mudah, hanya via telepon. Oleh karena itulah Pak
Nawang dan Bu Dewi memutuskan untuk membuat sebuah usaha di bidang
pangan, yaitu gudeg. Tak sampai di situ saja pola pikir mereka. Pada masyarakat
Yogyakarta khususnya, yang sering dikonsumsi adalah gudeg kering. Sudah
banyak usaha gudeg kering yang berdiri dan menyebar di daerah Yogyakarta.
Mereka merasa bahwa harus ada yang berbeda dengan usaha gudeg yang akan
mereka jalankan, dan usaha gudeg basah lah jawabannya.

Gudeg Basah Dewi ini pernah membuka cabang di Condong Catur, tak jauh
dari Minomartani sekitar tahun tahun yang lalu. Cabang ini mulanya diurus oleh
anak dari Pak Nawang dan Bu Dewi namun karena semakin sibuk anak tersebut,
cabang ini jadi kurang terurus. Tak berlangsung lama cabang ini berdiri, hanya
sekitar satu tahun Akhirnya, keputusan mereka adalah menutup cabang dan fokus
kepada usaha yang ada di Minomartani. Bu Dewi dan Pak Nawang kini
menjalankan usaha hanya berdua, tanpa karyawan. Sebelumnya, pada masa awal
menjalankan usaha keduanya memang sempat mempekerjakan tiga karyawan.
Namun karena kecewa dengan kerja ketiganya, Pak Nawang dan Bu Dewi
memutuskan untuk tidak lagi menggunakan karyawan karena semakin hari
mereka semakin merasa mampu untuk menjalankan usahanya tanpa karyawan.
Selain itu, karena beberapa pengalaman dan cerita yang didengar, Bu Dewi
meyakini bahwa usaha yang ditangani langsung oleh pemiliknya tak akan berhasil
karena memang susah untuk menemukan karyawan yang dapat dipercaya.

Usaha yang dijalankan sejak awal memang gudeg basah, namun dalam
perjalanannya Pak Nawang dan Bu Dewi mengembangkan usahanya dengan
memperbanyak menu. Yang awalnya hanya gudeg basah, kemudian ditambah

9
dengan telur, bacem, ayam, dan bubur.. Sejak dua tahun terakhir mereka
menambah nasi kuning dalam menu penjualan. Hal ini didasari oleh pengamatan
mereka terhadap masyarakat yang sebagian besar anak kecilnya menyukai nasi
kuning, baik untuk makan sehari-hari maupun untuk hidangan saat acara-acara
besar. Usaha tersebut pun kini tak hanya melayani penjualan di warung saja
melainkan juga menerima pesanan dari pelanggan.

Mengenai rencana pengembangan bisnis ke depannya, Bu Dewi mengaku


bahwa tak ada rencana apa pun yang terpikirkan. Hanya berusaha untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Usaha tersebut pun dijalankan sekadar
mengisi waktu sembari menunggu anak-anaknya sukses. Setelah itu mereka akan
memutuskan untuk berhenti menjalankan usaha tersebut dan fokus untuk urusan
akhirat.

Menurut Srie Sulastri (2008) pengembangan kewirausahaan di awali dari


proses sebagai berikut :
1. Proses Inovasi
Faktor yang mendorong terjadinya inovasi,yaitu keinginan berprestasi,
adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, dan pengalaman
2. Proses Pemicu
Faktor yang mendorong seseorang terjun ke dunia bisnis yaitu adanya
ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang ada, terjadinya pemutusan hubungan
kerja,keberanian menanggung resiko, dan komitmen yang tinggi terhadap
bisnis
3. Proses Pelaksanaan
Faktor yang mendorong pelaksanaan dari sebuah bisnis yaitu kesiapan mental
wirausaha secara total, adanya manager sebagai pelaksana kegiatan, dan
adanya visi jauh kedepan untuk mencapai keberhasilan
4. Proses Pertumbuhan
Proses pertumbuhan didorong faktor organisasi,yaitu adanya tim yang
kompak dalam menjalankan usaha, adanya strategi yang mantap, adanya

10
struktur dan budaya organisasi yang baik dan adanya produk yang menjadi
unggulan.
Memulai sebuah usaha sendiri untuk sebagian orang memang tidaklah
mudah. Banyak sekali para wirausaha pemula yang mengalami banyak kegagalan
dan kerugian pada usaha pertamanya, namun janganlah takut akan kegagalan
ketika baru saja memulai usaha. Yang terpenting dalam memulai usaha adalah
rasa percaya diri dan teruslah untuk bermimpi. Menjadi seorang wirausaha tidak
semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal-hal yang harus dipikirkan
terlebih dahulu agar usaha yang dijalankan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Hal-hal yang harus dipikirkan sebagai seorang wirausaha pemula adalah:
1. Produk yang akan dijual
Seorang wirausaha pemula harus tau dan mengerti kemampuan atau skill
yang dimiliki, sebelum memulai usahanya wirausahawan harus menggali
terlebih dahulu kemampuan yang ada dalam diri mereka, sehingga ketika
akan memulai suatu usaha mereka mampu membuat suatu produk yang sesuai
dengan kemampuan dan kreativitasnya masing-masing. Hal yang perlu
diingat pula adalah apakah produk yang akan dijual sesuai dengan keadaan
lingkungan dan minat para konsumen.
2. Modal usaha
Bagi seorang wirausaha pemula, dibutuhkan modal yang berupa uang dimana
modal tersebut cukup untuk memulai usahanya. Modal dapat diperoleh dari
hasil tabungan yang dimiliki, berinvestasi atau meminjam modal dari bank
atau keluarga. Akan tetapi modal yang dikeluarkan janganlah terlalu besar
karena belum tentu usaha yang dijalankan akan sesuai dengan apa yang
diharapkan.
3. Mitra bisnis yang dapat dipercaya
Mitra bisnis sangat diperlukan bagi seorang pemula apabila masih pertama
kali memulai usaha. Mitra bisnis haruslah yang dapat dipercaya dan dapat
membimbing untuk membantu konsultasi dan membantu memasarkan produk
yang akan dijual. Kesimpulannya, mitra bisnis akan membantu memasarkan
produk dan mengetahui diterima atau tidaknya produk yang dihasilkan.

11
4. Tempat usaha
Setelah produk, modal dan mitra bisnis sudah tercapai para pemula harus
mengetahui dimana produk tersebut akan dipasarkan. Mencari tempat yang
strstegis dimana konsumen dapat dengan mudah menemukan produk tersebut.
Misalnya, dirumah apabila rumah tersebut berada didekat jalan raya, atau
dapat menyewa toko yang terletak di keramaian kota atau bisa juga dengan
menjual online atau Online Shop.
5. Laba dan rugi
Apabila kegiatan 1 sampai 4 terpenuhi, sekarang bagaimana para pemula
mengatur strategi bagaimana mencari laba agar produk bisa laku terjual. Hal
pertama yang bisa dilakukan bagi seorang pemula ialah menjual produk
dengan harga murah yaitu menjual produk diatas bahan baku produk tetapi
tidak terlalu mahal. Apabila banyak peminatnya, maka harga produk bisa
dinaikkan secara signifikan dan meningkatkan kualitas barang dengan sedikit
memberi polesan pada produk tersebut.
Setelah mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan untuk memulai sebuah
usaha, hendaknya seorang wirausaha pemula memiliki kunci sukses untuk
menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Kiat-kiat yang harus dilakukan
antara lain:
1. Semangat dan kerja keras
Dalam berwirausaha, semangat dan kerjakeras adalah hal penting yang harus
dimiliki setiap pemula untuk membangun dan mengembangkan sebuah usaha.
Salah satu penyebab kegagalan usaha adalah tidak terpeliharanya semangat
dan kerjakeras untuk memajukan usaha. Sehingga, pada saat timbul masalah
seperti planning yang tidak sesuai dengan harapan maka akan timbul
keputusasaan.
2. Memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi
Banyak orang yang secara ilmu pengetahuan kurang pandai namun mereka
sukses dalam berwirausaha karena mereka memiliki rasa percaya diri yang
tinggi untuk maju dan sukses, sehingga persoalan apapun bisa dihadapi
dengan rasa percaya diri.Kepercayaan diri adalah modal penting dalam

12
memajukan usaha. Jika pemilik usaha tidak percaya diri dengan usaha yang
mereka jalani maka klien atau calon konsumen pun tidak akan percaya
dengan bisnis yang Anda jalankan.
3. Berfikir kreatif juga inovatif
Untuk memajukan sebuah usaha, pelaku bisnis membutuhkan adanya inovasi,
untuk itu berfikir kreatif untuk memajukan usaha sangatlah diperlukan agar
para konsumen tidak bosan untuk membeli produk tersebut.
4. Berani mengambil resiko
Setiap usaha atau bisnis selalu memiliki resiko yaitu rugi. Untuk bisa maju
dalam berwirausaha maka sebagai pelaku bisnis harus berani mengambil
resiko. Besar kecilnya resiko yang dihadapi tergantung pada besar kecilnya
usaha yang dijalankan. Resiko yang diambil tentu saja bukan tanpa alasan
tetapi harus dengan pemikiran yang matang dengan berbagai alasan serta
pertimbangan yang jelas.
5. Memiliki kepribadian yang jujur
Menjadi seorang wirausah haruslah memiliki sifat kejujuran dimana para
konsumen akan terus mempercayai produk yang dijual. Sifat jujur sangat
penting dalam proses berwirausaha unuk terciptanya proses wirausaha yang
baik dan semakin meningkat kemajuannya.

2.4 Faktor-faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha


Menurut Hendro ( 2011 : 47-50 ) ada beberapa faktor yang menyebabkan
wirausaha berhasil adalah :
1. Faktor Peluang
Peluang merupakan faktor penentu keberhasilan wirausaha yang pertama.
Ada banyak peluang emas, tetapi belum tentu cocok dengan kita, karena
peluang emas itu harus ada keselarasan, keserasian dan keharmonisan antara
pribadi pengusaha, bisnis, pasar, kondisi, situasi, dan perilaku pasar sehingga
kita dapat menentukan peluang emas yang cocok dengan diri kita sendiri.
2. Faktor SDM

13
3. Faktor Keuangan
Hindari berpikir bahwa bisnis tanpa keuangan/ arus kas yang lancar itu bisa
berhasil. Arus kas itu bagaikan alirand arah dalam tubuh manusia. Bila arus
kas tidak mengalir maka bisnis akan berhenti dan mati. Jadi, faktor keuangan
adalah salah satu faktor keberhasilan wirausaha. Contohnya :
a. Pengendalian biaya dan anggaran.
b. Pencairan dana modal kerja, dana investasi, dan dana lainnya.
c. Perencanaan dan penetapan harga produk, perincian biaya, dan laba rugi.
d. Perhitungan rasio keuangan sehingga rasio keuangan bisa dikendalikan
dengan baik, seperti rasio kecukupan modal, rasio likuiditas dan rasio
hutang vs modal.
e. Struktur biaya seperti margin (batas) kontribusi, laba berbanding
penjualan, dan biaya berbanding penjualan.
4. Faktor Organisasional
Organisasi usaha sebainya tidak statis, tetapi dinamis, kreatif, dan
berwawasan ke depan. Organisasi sangat penting untuk seorang pengusaha
dan juga karyawannya. Organisasi akan menentukan dan menjadi faktor
keberhasilan usaha jika :
a. Ada jalur komunikasi yang jelas antara karyawan dengan atasan.
b. Sistem pertanggungjawabannya jelas.
c. Deskripsi pekerjaannya jelas.
d. Hubungan yang tegas antarkaryawan
e. Karyawan mengetahui tugasnya masing-masing.
f. Ada keteraturan dalam bekerja.
5. Faktor Perencanaan
Bekerja tanpa rencana berarti berjalan tanpa tujuan yang jelas. Jadi, dapat
dipastikan bahwa rencana adalah faktor kesuksesan usaha. Contohnya :
a. Perencanaan visi, misi, strategi jangkan pendek, dan strategi jangka
panjang.

14
b. Perencanaan operasional dan program-program pemasaran.
c. Perencanaan produk.
d. Perencanaan informasi teknologi.
e. Perencanaan pendistribusian produk.
f. Perencanaan jumlah produk yang akan dijual.
6. Faktor Pengelolaan usaha
Pentingnya pengelolaan usaha adalah sebagai berikut :
a. Menyusun organisasi
b. Mengelola sumber daya alam
c. Mengelola asset
d. Membuat jadwal usaha dan kegiatan
e. Menetapkan jumlah tenaga kerja
f. Mengatur distribusi barang
g. Mengendalikan persediaan barang
h. Mengendalikan mutu produk
7. Faktor Pemasaran dan Penjualan
Pemasaran dan penjualan adalah lokomotif bagi divisi atau bagian lainnya
seperti keuangan, personalia, produksi, distribusi, logistik, dan pembelian.
Faktor pemasaran dan penjualan sangat penting bagi kelancaran usaha.
Banyak usaha yang gagal karena hanya mementingkan bagiannya saja dan
lupa bahwa pemasarannya belum berjalan dengan baik.
8. Faktor Administrasi
Tanpa pencatatan, dokumentasi, pengumpulan data, dan pengelompokan data
administrasi yang baik, strategi, taktik, perencanaan, pengembangan,
program-program, dan arah perushaan tidak akan berjalan dengan baik karena
dilakukan berdasarkan felling atau perasaan saja. Ini akan berbahaya dan
menjadi penghalang kesuksesan wirausaha.
9. Faktor Peraturan Pemerintah, Politik, Sosial, dan Budaya Lokal

15
Faktor peraturan pemerintah, ekonomi, politik dan sosial budaya adalah
faktor keberhasilan wirausaha yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena
wirausaha membutuhkan hal-hal berikut ini :
a. Peraturan pemerintah dan peraturan daerah seperti pajak, retribusi
danpendapatan daerah.
b. Legalitas dan perizinan.
c. Situasi ekonomi dan politik.
d. Perkembangan budaya lokal yang harus diikuti.
e. Lingkungan sosial yang berbeda di setiap daerah.
10. Catatan Bisnis
Banyak usaha yang sulit dan tidak bisa berkembang hanya karena kita tidak
tahu sejauh mana bisnis kita berkembang dan berjalan. Catatan usaha atau
bisnis akan membuat seorang pengusaha tahu sejauh mana ia telah
menjalankan usaha, sampai di mana, mengapa sampai, dan apa yang
menyebabkan hal ini bisa terjadi. Contoh catatan bisnis yaitu :
a. Keuangan : neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal.
b. SDM dan personalia : jenis posisi dan bagian, jumlah karyawan, golongan
profil dan tingkat produktivitas.
c. Pemasaran : omzet, kontribusi produk, pasar, area, wilayah, konsumen,
lokasi, pembelian dan penjualan.
d. Produksi: stok, jumlah produksi, posisi produksi, dan kualitas.
Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003:44-45) ada beberapa faktor yang
menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya :
1. Tidak kompeten dalam manajerial
Tidak kompeten atautidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola
usaha merupakan factor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang
berhasil
2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan

16
Mengkoordinasikan, ketrampilan mengelola SDM, maupun kemampuan
mengintegrasikan operasi perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan
Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik factor yang paling utama dalam
keuangan adalah memelihara aliran kas. Yaitu mengatur pengeluaran dan
penerimaan secara cermat.
4. Gagal dalam perencanaan
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam
perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai
Lokasi usaha yang strategis merupakan factor yang menentukan keberhasilan
usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakiatkan perusahaan sukar
beroperasi karena kurang efisien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan
Pengawasan erat hubungannya dengan efisiensi dan efektifitas. Kurang
pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan efektif.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha
yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah
hati,kemungkinan gagal menjadi besar.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melaksanakan perubahan,tidak
akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha
hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu
membuat peralihan setiap waktu.

17
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
 Kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu value
dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh orang banyak.
Selain itu kewirausahaan adalah suatu kemampuan kreatif dan inovatif dalam
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda yang dijadikan dasar.
 Menurut McGraith & Mac Milan (2000), ada tujuh karakter dasar yang perlu
dimiliki setiap calon wirausaha antara lain:
1. Action oriented
2. Berpikir simpel
3. Mereka selalu mencari peluang-peluang baru
4. Mengejar peluang dengan disiplin tinggi
5. Hanya mengambil peluang yang terbaik
6. Focus pada eksekusi
7. Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti.
 Proses menjadi seorang wirausaha pemula antara lain:
1. Produk yang akan dijual
2. Modal usaha
3. Mitra bisnis yang dapat dipercaya
4. Tempat usaha
5. Laba dan rugi
 Faktor penyebab keberhasilan berwirausaha yaitu:
1. Faktor Peluang
2. Faktor SDM
3. Faktor Keuangan
4. Faktor Organisasional
5. Faktor Perencanaan
6. Faktor Pengelolaan usaha
7. Faktor Pemasaran dan Penjualan
8. Faktor Administrasi

18
9. Faktor Peraturan Pemerintah, Politik, Sosial, dan Budaya Lokal
10. Catatan Bisnis
 Faktor penyebab kegagalan berwirausaha yaitu:
1. Tidak kompeten dalam manajerial
2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan
4. Gagal dalam perencanaanlokasi yang kurang memadai
5. Kurangnya pengawasan peralatan
6. Kurangnya pengawasan peralatan
7. Sikap yang kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan

19
DAFTAR PUSTAKA

Hendro.2011.Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta : Penerbit Erlangga.


McGrath, R.G. & MacMillan. I.2000. The Entrepreneurial Mindset: strategies for
Continuosly Creating Opportunity in An Age of Uncertainty. Boston: Harvard
Business School Press.
Sri Sulastri, Atty.2008.Kewirausahaan: Karakteristik Wirausaha. Bandung:
Grafindo Media Pratama
Suryana.2003.Kewirasuhaan: Pedoman Praktis, Kiat, dan Proses Menuju Sukses
(Edisi Revisi). Jakarta: Salemba Empat

20