Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Olahraga adalah aktivitas gerak manusia menurut teknik tertentu dalam
pelaksanaannya ada unsur bermain : Ada rasa senang, Dilakukan waktu luang,
Aktivitas dipilih (sukarela), Kepuasan dalam proses, Jika tidak dilaksanakan ada
sanksi dan Nilai positif.Olahraga memiliki tujuan tertentu, tergantung kepada jenis
olahraga yang akan diikuti. Diantaranya Olahraga prestasi, Olahraga pendidikan,
Olahraga kesehatan dan kebugaran, Olahraga rekreasi, Olahraga rehabilitasi,
dan Olahraga Tradisional. Olahraga yang dilakukan dengan tujuan untuk meraih
prestasi pada suatu cabang olahraga. Contoh: Olahraga yang diperlombakan
seperti Panah, Tolak Peluru, Futsal, dan lain sebagainya.
Olahraga tidak hanya sebagai kebutuhan untuk menjaga kebugaran tubuh,
akan tetapi telah merasuk dalam semua sektor kehidupan. Lebih jauh lagi,
prestasi olahraga dapat mengangkat harkat dan martabat manusia baik secara
individu, kelompok, masyarakat, bangsa, dan negara. Sehubungan dengan hal
tersebut, penulis membatasi makalah ini membahas mengenai olahraga panah,
tolak peluru dan futsal.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari olahraga panahan, serta bagaimana sejarah singkat,
teknik dasar dan peraturan olahraga penahan.
2. Apa pengertian dari olahraga tolak peluru, serta bagaimana sejarah singkat,
teknik dasar dan peraturan olahraga tolak peluru.
3. Apa pengertian dari olahraga futsal, serta bagaimana sejarah singkat, teknik
dasar dan peraturan olahraga futsal.

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian dari olahraga panahan, serta menguraikan sejarah
singkat, teknik dasar dan peraturan olahraga penahan.
2. Mengetahui pengertian dari olahraga tolak peluru, serta menguraikan sejarah
singkat, teknik dasar dan peraturan olahraga tolak peluru.
3. Mengetahui pengertian dari olahraga futsal, serta menguraikan sejarah
singkat, teknik dasar dan peraturan olahraga futsal.

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Olahraga Panahan
1. Pengertian Olahraga Panahan
Panahan awalnya adalah alat berburu dan mempertahankan hidup.
Kini, panahan terdaftar sebagai cabang olahraga yang dilombakan di
Olimpiade. Panahan adalah kegiatan menggunakan busur panah untuk
menembakkan anak panah. Bukti-bukti menunjukkan panahan dimulai sejak
5.000 tahun lalu. Awalnya, panahan digunakan dalam berburu sebelum
berkembang sebagai senjata dalam pertempuran dan kemudian jadi olahraga
ketepatan. 
2. Sejarah Singkat Olahraga Panahan dan Perkembangannya
Pada zaman pra-sejarah dulu, manusia sudah mulai menggunakan
panah sebagai alat berburu mereka. Namun, sampai saat ini belum ada yang
mengetahui dengan pasti sejak kapan panah mulai digunakan. Data dari
buku-buku kuno menunjukkan panahan mulai digunakan 2100 SM dibuktikan
dengan ditemukannya seorang prajurit mesir kuno yang mati karena
tertembus anak panah. Selain itu, sekitar 1600 SM panah sudah mulai
berkembang dalam pemakaiannya.
Tak hanya sebagai alat berburu, pada saat itu alat ini juga sudah
digunakan sebagai senjata perang setiap bangsa yang ada yang hingga saat
ini masih ada suku-suku primitif yang menggunakan busur dan panah dalam
mempertahankan kehidupannya seperti suku Irian di Papua, suku Veda di
pedalaman Sri Lanka, suku negro di afrika dan lainnya. Dari banyaknya
sumber tentang asal mulanya panah ini, ada 2 teori yang menonjol
diantaranya. Pertama, panah dan busur mulai dipakai pada zaman mesolitik
atau kira-kira 5000-7000 tahun silam, sedangkan yang kedua, percaya bahwa
panahan dimulai dari awal masa yakni pada era paleolitik atau sekitar 10.000 -
15.000 tahun lalu.
Pada perkembangannya, panahan dipandang sebagai media rekreasi
atau untuk olahraga dimulai sejak tahun 1676, atas ide dari Raja Charles II
dari inggris yang menyebut bahwa panahan bisa dijadikan sebagai olahraga
dan hal itu mulai di ikuti oleh negara-negara lain pada saat itu. Pada tahun
1844 di Inggris diselenggarakanlah kejuaraan nasional panahan yang diberi

2
nama GNAS (Grand National Archery Society), lalu diikuti oleh Amerika
Serikat dengan kejuaraan nasionalnya yang pertama pada tahun 1879 di
Chicago.
Perkembangan Olahraga Panahan di Indonesia
Sejarah panahan di indonesia pun juga terbilang cukup panjang.
Berkaca dari cerita-cerita kuno yang menjadikan seorang ksatria dengan
panah sebagai senjata utamanya pada kerajaan kuno seperti Arjuna,
Sumantri, Ekalaya, Dipati Karno, Srikandi dan sebagainya. Olahraga panahan
di Indonesia dimulai dengan diadakannya PON I di Surakarta pada 1948
padahal Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) saja baru di bentuk pada
1953 di Yogyakarta atas prakarsa Sri Paku Alam VIII. Barulah di adakan
perlombaan pertama yang sudah terorganisir dengan baik di Surabaya pada
1959.
Setelah terbentuknya Perpani, FITA (Federation Internationale de Tir A
L’arc) yang mengadakan kongres tahun 1959 di oslo. Dengan bergabungnya
Indonesia sebagai anggota FITA, perkembangan panahan Indonesia semakin
pesat berkat banyaknya bantuan alat-alat panah bantuan luar negeri yang
lebih canggih yang masuk ke Indonesia. Pada 1988 di Olympic Games Soeul
– Korea Selatan, tim panahan Putri Indonesia berhasil menempati urutan
kedua dengan kata lain mendapatkan medali perak yang merupakan medali
raihan pertama Indonesia sepanjang sejarah Olimpiade.
3. Teknik Dasar Olahraga Panahan
Pada dasarnya olahraga panahan merupakan cabang olahraga yang
membutuhkan sentuhan jiwa yang halus, kesabaran, keuletan dan ketahanan
mental. Selain itu, ada unsur-unsur yang mendasar dan mutlak dimiliki oleh
setiap pemanah yaitu: bentuk dan struktur tubuh, teknik dasar, mekanisme
gerak, kondisi fisik dan kebugaran mental, karena unsur-unsur tersebut saling
melengkapi satu sama lain untuk mencapai otomatisasi dalam keterampilan
memanah. Berikut ini merupakan teknik yang harus di pelajari bagi pemanah :
a. Standing (posisi berdiri)
Posisi berdiri selebar bahu dengan badan tegak. rileks dan nyaman. Sikap
berdiri yang baik ditandai oleh: pertama titik berat badan ditumpu oleh
kedua kaki/tungkai secara seimbang, kedua tubuh tegak, tidak condong ke
depan atau ke belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri ada 3

3
macam posisi berdiri, yaitu open stance, square dan close stance. bagi
pemula sangat disarankan menggunakan square (sejajar). hal ini untuk
membentuk tehnik yang baik dan benar terlebih dahulu.
b. Memasang Ekor Panah (nocking)
Memasang ekor anak panah (nocking), “Gerakan menempatkan atau
memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali
dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest).
Kemudian diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap
menarik tali.” Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa
menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu
bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak panah
yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.
c. Mengangkat Lengan Busur (extend)
Mengangkat lengan busur (extend), “Gerakan mengangkat lengan
penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk
menarik tali.” Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu lengan penahan busur
rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari
manis.Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari
pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur
ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan
penahan busur),
d. Menarik Tali Busur (drawing)
Menarik tali busur (drawing), menurut Damiri, “Gerakan menarik tali
sampai menyentuh dagu, bibir dan atau hidung. Kemudian dilanjutkan
dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.” Ada tiga fase gerakan
menarik, yaitu pre-draw, primary draw dan secondary draw. Pre-draw
adalah gerakan tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan
sendi pergelangan tangan telah dikunci. Primary-draw atau tarikan utama
adalah gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau
menempel dan sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir
dan hidung dan berakhir pada posisi penjangkaran. Secondary-draw atau
tarikan kedua adalah gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran
sampai melepas tali (release).

4
Didalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga
panahan tingkat SD dan SLTP yang dipergunakan untuk menarik adalah:
jari, punggung telapak (wirst), dan lengan bawah. Ketiga bagian ini pada
posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang.
Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan jari-jari
saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot yang seharusnya
dipergunakan.
e. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)
Menjangkarkan lengan penarik (anchoring), “Gerakan menjangkarkan
tangan penarik pada bagian dagu.” Hal yang harus diperhatikan, yaitu
tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh
menempel di bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan
tali pada busur (string alignment). Ada dua jenis penjangkaran, yaitu
penjangkaran di tengah dan penjangkaran di samping. Pada penjangkaran
di tengah, tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir dan hidung serta
tangan penarik menempel di bawah dagu. Pada penjangkaran di samping,
tali menyentuh pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan
penarik menempel di bawah dagu.
f. Menahan Sikap Panahan (tighten)
Menahan sikap panahan (tighten), adalah: Suatu keadaan menahan sikap
panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah
dilepas. Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik
tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan
dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik,
sikap pemanah harus tetap dipertahankan.
g. Membidik (Aiming)
Membidik (aiming), “Gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat
pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.” Pada posisi membidik,
posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian pemanah
tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan
kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.
h. Melepas Tali/Panah (release)
Melepas tali/panah (release),“Gerakan melepas tali busur, dengan cara
merilekskan jari-jari penarik tali.” Ada dua cara melepaskan anak panah,

5
yaitu dead release dan active release. Pada dead release setelah tali
lepas, tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali
lepas. Pada active release, setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak
ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.
Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan
penuh dari tali terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang
diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan, yang
akan menyebabkan panah berputar. Kesalahan sedikit apapun pada saat
melepaskan anak panah, mengakibatkan dampak yang sangat besar
terhadap sasaran.
i. Menahan Sikap Panahan (after hold)
Menahan sikap panahan (after hold), “Suatu tindakan mempertahankan
sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan
busur. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak
panahan yang dilakukan.”
4. Nomor, Peraturan, dan Lapangan Panahan
a. Nomor Olahraga Panahan
1) Nomor Tradisional, busur terbuat dari kayu utuh. Olaraga dilakukan
panahan Outdoor. Dilakukan dalam posisi duduk, target menyesuaikan.
2) Nomor Nasional,busur terbuat dari kayu dan bambu, peraturan lainnya
sama dengan nomor Internasional.
3) Nomor Internasional, busur terbuat dari bahan sintesis.
4) Selanjutnya dibedakan lagi menurut jenis lapangannya yaitu indoor
atau outdoor. Pada nomor internasional dibedakan lagi menurut jenis
busurnya yaitu nomor recurve dan nomor compound.
b. Peraturan Olahraga Panahan
Recurve, Compound dan standar Bow: Untuk jarak jauh menembakkan 6
anak panah, sebnyak 6 seri. Jadi total hasilnya dikalikan 6. Dan untuk
jarak 50 dan 30 meter, harus menembakkan anak 3 anak panah dikali 12.
Penilaian ini berlaku untuk semua ronde.
c. Lapangan Olahraga Panahan
Lapangan panahan melibatkan pemotretan di berbagai sasaran (dan
sering yang ditandai) jarak salah satu tujuan dari lapangan panahan

6
adalah untuk meningkatkan teknik dan kemampuan yang di perlukan untuk
blowhunting yang lebih realistis di luar pengaturan.

B. Olahraga Tolak Peluru


1. Pengertian Tolah Peluru
Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor
lempar. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin.
Peluru ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini. Bentuknya bulat
seperti bola dan terbuat dari besi. Berat peluru: Untuk senior putra = 7.257 kg,
Untuk senior putri = 4 kg, Untuk yunior putra = 5 kg, Untuk yunior putri = 3 kg.
2. Sejarah Tolak Peluru
Beragam kegiatan lempar beban telah ada lebih dari 2000 tahun lalu di
Kepulauan Britania. Pada awalnya, kegiatan ini diselenggarakan dengan
menggunakan bola batu. Sementara kegiatan pertama yang menggambarkan
tolak peluru modern, tampaknya terjadi di zaman pertengahan ketika serdadu
menyelenggarakan pertandingan dengan melempar beban yang disebut
canon balls atau peluru meriam.
Pertandingan tolak peluru tercatat pada awal abad ke-19 di Skotlandia
dan merupakan bagian dari kejuaraan amatir di Inggris tahun 1866. Tolak
peluru merupakan event olimpiade modern asli yang diadakan di Athena,
Yunani tahun 1896.
Tolak peluru diadakan sebagai nomor terpisah untuk putera dan puteri
dan juga sebagai bagian dari dasa lomba dan sapta lomba. Selama bertahun -
tahun nomor ini telah di dominasi oleh atlet yang bertubuh besar dan kuat.
Kemajuan terbesar dalam olahraga tolak peluru terjadi pada tahun 1950,
ketika Parry O,Brien memulai tolakannya menghadap bagian belakang ring,
metode ini dikenal sebagai metode O,Brien atau lebih di kenal dengan teknik
meluncur. Teknik yang mendapat popularitas adalah teknik berputar yang
menggunakan lemparan cakram melintasi ring tolak peluru bukan bergerak ke
arah belakang yang telah dilakukan oleh O, Brien dan kedua teknik ini sama
mencapai keberhasilan.
3. Teknik Dasar Tolak Peluru
Dalam tolak peluru terdapat beberapa teknik dasar, diantaranya:
a. Teknik Memegang Peluru

7
1) Jari-jari renggang
Jari kelingking ditekuk berada disamping peluru,sehingga dapat
membantu untuk menahan supaya peluru tidak mudah tergeser dari
tempatnya. Untuk menggunakan cara ini penolak harus memiliki jari jari
yang kuat dan panjang.
2) Jari-jari agak rapat
Ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru.
Jari kelingking selain berfungsi untuk menahan jangan sampai peluru
mudah bergeser,juga membantu menekan pada waktu peluru
ditolakkan. Cara ini lebih banyak dipakai oleh atlit.
3) Jari-jari agak renggang
Bagi mereka yang tangannya agak kecil dan jari jarinya pendek, dapat
menggunakan cara ketiga ini, yaitu jari jari seperti pada cara kedua
tetapi lebih renggang, kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut
menolak peluru, ibu jari untuk menahan geseran ke samping, karena
tangan pelempar kecil dan berjari jari pendek, peluru diletakkan pada
seluruh lekuk tangan.
b. Teknik meletakkan peluru pada bahu
Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru
pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang
memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di
samping kiri badan.
c. Teknik menolak peluru
Untuk menyiapkan kondisi fisik dapat dilakukan dengan cara seperti
dibawah ini:
1) Menolak peluru dengan kedua tangan
- Pegang peluru dengan kedua tangan didepan dada, kedua kaki
dalam keadaan sejajar, lalu dorong/tolakkan peluru kedepan-atas
sejauh mungkin.
- Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah
perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar.
Kemudian ayun dan lemparkan peluru kedepan.
- Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah
perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar.

8
Posisi ini dilakukan dengan membelakangi arah lemparan.
Kemudian ayunkan dan lempar peluru kearah belakang atau sektor
lemparan.
- Pada tahap berikutnya doronglah peluru dengan bantuan putaran
pinggang. Tolakan masih dengan kedua tangan tetapi beben
diutamakan pada tangan tolak atau tangan terkuat. Kaki masih
sejajar. Tahapan ini depersiapkan untuk melakukan tolakan yang
sebenarnya.
- Lakukan seperti diatas, hanya sekarang satu kaki berada di depan.
Tolakan dilakukan dengan koordinasi bantuan dorong kaki
belakang.
2) Menolak peluru dengan satu tangan
- Peganglah peluru dengan tangan kanan dan letakkan dileher.
Lanjurkan /rentangkan lengan kiri kedepan dan abadan menghadap
depan. Tolakkan peluru dengan sudut parabola beberapa meter
kedepan sambil melangkahkan kaki kiri kedepan. Jangan lupa kai
kanan dihentakkan untuk membantu melakukan tolakan, sesaat
sebelum peluru dilepaskan
- Lakukan gerakkan seperti diatas, hanya pada saat akan melakukan
tolakan, badan diputar ke kanan untuk mengambil ancang-ancang.
4. Peaturan Permainan Tolak Peluru
a. Sarana dan Prasarana
1) Sektor lemparan/lapangan dibatasi oleh 2 garis yang menuju ke pusat
lingkaran, lewat tepi balok lemparan yang panjangnya 1,22 m; tinggi 10
cm; dan tebalnya 11,4 cm.
2) Berat peluru: pria 7,26 kg dan wanita 4 kg.
3) Sepatu yang dipergunakan mempunyai alas yang keras dan tanpa
paku.
b. Peraturan Tolak Peluru
Tolakan peluru yang dilakukan oleh peserta dianggap gagal, jika:
1) Menyentuh balok batas sebelah atas dan menyentuh tanah di luar
lingkaran;
2) Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah;
3) Peluru jatuh di luar sektor lingkaran;

9
4) Berjalan keluar lingkaran di daerah lemparan;
5) Peluru diletakkan di muka dada atau belakang kepala;
6) Dipanggil sudah 2 menit belum melempar;
7) Peserta gagal melempar setelah 3 kali lemparan.

c. Juri Tolak Peluru


Untuk menentukan pemenang perlu adanya juri untuk memutuskan
pemenangnya. Kemampuan wasit harus meyakinkan, serta penguasaan
peraturan perlombaan dan pertandingan akan menunjang kelancaran
jalannya perlombaan dalam tolak peluru. Wasit atau juri dalam perlombaan
tolak peluru berjumlah 3 orang, yaitu juri 1, juri 2, dan juri 3. Setiap juri
memiliki tugas dan wewenang yang berbeda-beda. Berikut tugas dan
wewenang setiap juri.
1) Juri 1
Mengawasi tangan dan kesalahan kaki yang terjadi pada sisi dekat
dengannya. Juri 1 juga bertugas memanggil peserta dan mengukur
hasilnya.
2) Juri 2
Berkenaan dengan kesalahan kaki yang terjadi pada bagian atas
papan penahan dan lingkaran-lempar pada sisi papan penahan. Juri 2
memegang bendera untuk memutuskan bahwa lemparan tersebut sah
atau tidak.
3) Juri 3
Bertugas untuk menentukan tempat jatuhnya peluru. Ia akan
menancapkan paku atau bendera kecil tempat peluru tersebut jatuh.
Bagi peserta yang menggunakan tangan kidal, tentu wasit harus
berubah menyesuaikan posisinya.
C. Olahraga Futsal
1. Pengertian futsal
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang
masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan
bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima
pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak
seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi

10
garis, bukan net atau papan. Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama
lain. Istilah “futsal” adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol
atau Portugis, football dan sala.

2. Sejarah futsal
Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan
Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika
Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam
permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan
pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele,
bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal.
Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang
dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football
Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika
Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965,
Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala
Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua
gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan
meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi
pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA
(sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di
Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil
mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di
Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia
ketiga tahun 1988 di Australia. Pertandingan futsal internasional pertama
diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di
Rohnert Park, California.
3. Teknik Dasar Permainan Futsal
Di dalam permainan futsal ada beberapa teknik dasar yang perlu
dikuasai oleh pemain futsal. Berikut teknik-teknik dasar yang harus dikuasai
dengan keahlian khusus oleh setiap pemain futsal :

11
a. Kontrol Bola
Teknik mengontrol bola dalam permainan futsal dapat dilakukan dengan
menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan telapak kaki
sebelah depan dengan memanfaatkan sol sepatu. Teknik mengontrol bola
dengan sol sepatu dalam futsal sangat penting sehingga harus dikuasai
oleh setiap pemain.
b. Passing / Pengumpan
Umpanan dapat dilakukan dengan menggunakan beragam sisi kaki, yaitu
menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, ujung kaki, tumit, atau
sisi bawah. Namun yang paling baik adalah menggunakan kaki bagian
dalam dengan arah mendatar atau umpanan panjang yang menyusur
tanah, karena umpanan akan memiliki akurasi paling baik jika
dibandingkan dengan lainnya.
c. Dribling / Menggiring
Untuk mengecoh pemain lawan dalam sebuah permainan futsal, seorang
pemain futsal harus memiliki kemampuan dalam menggiring bola. Ada
beberapa teknik dalam menggiring bola yang harus dikuasai dalam
bermain futsal, beberapa teknik dalam menggiring bola pada permainan
futsal:
1) Dribbling menggunakan kaki bagian luar
Dengan teknik ini jika menggunakan kaki kanan pemain futsal dapat
mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Akan tetapi teknik ini
tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki
kanan, begitupula sebaliknya.
2) Dribbling menggunakan kaki bagian dalam
Dengan teknik ini pemain futsal dapat mengecoh lawan ke sebelah
kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Akan
tetapi teknik ini tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila
menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
3) Dribbling menggunakan bagian punggung kaki
Dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat
menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang
menghalangi. Akan tetapi teknik ini kurang efektif untuk mengecoh
lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.

12
d. Menendang Keras (Shooting)
Teknik menendang keras yang efektif dalam permainan futsal adalah
menendang bola dengan menggunakan ujung kaki / sepatu, karena
dengan teknik ini bola akan melesat cukup kencang dan bola juga akan
tetap bergerak lurus.
e. Kecepatan
Ciri dari permainan futsal adalah kecepatan, maka pemain futsal dituntut
cepat dalam mengalirkan bola, bergerak mencari ruang untuk menerima
umpan, dan bereaksi, karena dengan pergerakan yang cepat, seorang
pemain futsal akan dapat mengecoh lawan dan dalam melakukan
penjagaan serta juga dapat dengan cepat menyusun formasi baik itu ketika
melakukan penyerangan ataupun ketika bertahan. Oleh karena itu
kecepatan harus mutlak dikuasai sebagai salah satu teknik dasar futsal.
f. Fisik
Karena dalam permainan futsal dituntut banyak bergerak, berlari dengan
kecepatan, maka dibutuhkan fisik yang bugar, karena tanpa fisik yang baik
sangat sulit seorang pemain futsal menjalani pertandingan dengan tempo
tinggi.
4. Peraturan Futsal
a. Lapangan permainan
1) Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
2) Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang
di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran
tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
3) Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
4) Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5) Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
6) Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah
lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
7) Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8) Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
b. Bola
1) Ukuran: #4
2) Keliling: 62-64 cm

13
3) Berat: 390-430 gram
4) Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5) Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)

c. Jumlah pemain
1) Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah
satunya penjaga gawang
2) Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
3) Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4) Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
5) Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali
penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan
saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak
sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
d. Perlengkapan pemain:
Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki
bersolkan karet
e. Lama permainan
1) Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti
dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
2) Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
3) Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit

14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa:
1. Panahan awalnya adalah alat berburu dan mempertahankan hidup. Kini,
panahan terdaftar sebagai cabang olahraga yang dilombakan di Olimpiade.
Panahan adalah kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan
anak panah.
2. Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor lempar.
Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Peluru
ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini.
3. Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-
masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke
gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain
utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti
permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis,
bukan net atau papan.

B. Saran
Dari hasil penulisan makalah kami yang berjudul “Olahraga Panahan,
Tolak Peluru dan Futsal” penulis mengharapkan adanya suatu kritik dan saran
yang membangun bagi kesempurnaan makalah ini, dengan selesainya makalah
ini diharapkan supaya pengetahuan mengenai olahraga Panahan, Tolah Peluru
dan Futsal dapat dilakukan dengan baik dan benar. 

15
DAFTAR PUSTAKA

http://intelektualmoeda.blogspot.com/p/olahraga.html

http://olahragapendidikan.blogspot.com/2010/11/pembinaan-dan-pengembangan-
olahraga.html

Heryana,Dadan..Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.2010. Jakarta:


Pusat Pembukuan.

16
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt, karena atas limpahan

rahmatnya, sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan dan telah rampung.

Adapun judul pada makalah ini yaitu “Olahraga Panahan, Tolak Peluru dan Futsal”.

Malakah ini telah dibuat dengan berbagai bantuan dari beberapa pihak untuk

membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah

ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak

yang membantu dalam penyusunan makalah ini.

Dalam bentuk dan isinya yang sangat sederhana semoga makalah ini dapat

membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga

kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat

lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang

kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca

untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk

kesempurnaan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat membeikan

manfaat bagi kita semua.

Pinrang, 28 Agustus 2018

Hormat Kami

17
Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Sampul........................................................................................ i

Kata Pengantar........................................................................................... ii

Daftar Isi...................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang........................................................................ 1

B. Rumusan Masalah.................................................................. 2

C. Tujuan Penelitian.................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Olahraga Panahan.................................................................. 3

B. Olahraga Tolak Peluru............................................................ 7

C. Olahraga Futsal...................................................................... 10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan............................................................................. 15

B. Saran...................................................................................... 15

Daftar Pustaka............................................................................................ 16

18
MAKALAH
OLAHRGARA PANAHAN, TOLAK PELURU DAN FUTSAL

Disusun Oleh :
Kelompok 3
Nurul Afifa
Aksan
Bayu Pradana
Taufik

19
STIM LPI MAKASSAR
TAHUN 2018

20