Anda di halaman 1dari 16

MATERI IV

ANGGARAN PENJUALAN

A. Pengertian Anggaran Penjualan


Anggaran penjualan merupakan dasar dilakukannya aktivitas- aktivitas yang lain, dan
pada umumnya anggaran penjualan disusun paling dahulu dari anggaran- anggaran lainnya.
Tujuan untama perusahaan adalah memperoleh keuntungan. Keutungan akan diperoleh jika
perushaan menjual barang/ jasa dengan harga yang lebih tinggi dari harga pokoknya. Masalah-
masalah utama yang dihadapi pada saat akan menjual suatu barang/ jasa, yakni:
1. Barang/ jasa apa yang akan dijual
2. Biaya- biaya apa saja yang perlu dikeluarkan agar barang/ jasa tersebut dapat dijual
3. Berapa harga barang/ jasa agar mendatangkan keuntungan bagi perusahaan dan terjangkau
oleh konsumen1
Setelah perusahaan selesai menyusun sasaran strategik, maka langkah berikutnya adalah
menentukan target (sasaran) penjualan produk dan jasa penetapan harga produk dan jasa yang
realistik dan target volume penjualan adalah hal yang kritis karena menjadi dasar perencanaan
penghasilan dari penjualan (revenue) dan biaya operasional (operational cosl).
Banyak perusahaan yang secara sederhana lebih memilih untuk memperhitungkan
“peramalan volume unit penjualan” dibanding memahami permintaan konsumen. Peramalan
(forecast) ini kemudian dirumuskan dalam volume penjualan yang dianggarkan (budgeted sales
volume) yang kemudian berguna untuk menetapkan besarnya penghasilan dari penjualan yang
dianggarkan (budgeted revenue).
Rencana penjualan yang komprehensif mencakup dua rencan yang terpisah yakni rencana
penjualan strategik dan taktis. Rencana ini menyangkut keputusan manajemen seperti tujuan,
sasaran, strategi dan kebijakan– kebijakan. Ini diwujudkan dalam keputusan perencanaan
tentang volume (unit penjualan) produk atau jasa, harga, promosi, dan usaha penjualan yang
direncanakan.

1
Justine T. Sirait, Anggaran sebagai Alat Bantu bagi Manajemen, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia,
2006), hlm. 65.

1|C I T R A M U L Y A S A R I
Tujuan utama dilakukannya anggaran penjualan ini adalah :
1. Mengurangi ketidak pastian tentang pendapatan di masa yang akan datang.
2. Memasukan kebijakan dan keputusan manajemen kedalam proses perenanaan (contoh
rencana pemasaran).
3. Memberikan informasi penting bagi pembentukan elemen lain dari rencana laba yang
komprehensif.
4. Memudahkan pengendalian manajemen ata kegiatan penjualan yang dilakukan.
5. Dasar penugasan bagi personalia yag bertanggung jawab atas rencana penjualan.
Anggaran penjualan disusun dengan menggunakan berbagai pendekatan. Setiap
pendekatan memiliki konsekuensi yang berbeda-beda, sehingga perlu dipertimbangkan
cara/pendekatan mana yang paling menguntungkan perusahaan. Untuk melakukanya perlu
mempertimbangkan faktor – faktor berikut :
1. Karakteristik pasar yang dihadapi perusahaan
a. Luas pasar:bersifat local, regional atau nasional.
b. Keadaan persaingan : bersifat monopoli, oligopoly, persaingan bebas atau persaingan
monopoli
c. Keadaan konsumen: daya beli, selera konsumen, tipe konsumen (konsumen akhir atau
konsumen industry)
2. Kemampuan Finansial
Mencakup kemampuan perusahaan untuk membiayai penelitian pasar, usaha- usaha
untuk mencapai target penjualan, maupun pembiayaan untuk membeli bahan baku,
membayar tenaga kerja, kegiatan promoi dan aktivitas lain dalam rangka mencapai target
penualan.
3. Faktor SDM (Sumber Daya Manusia)
Apakah jumlah dan kemampuan tenaga kerja yang dimiliki perusahaan memadar untuk
melakukan tugas-tugas agar target yang ditentukan tercapai.
4. Faktor teknis
Apakah kemampuan secara teknis (mesin dan peralatan) memadai untuk memenuhi target
penjualan yang dianggarkan.
5. Dimensi waktu
Sampai seberapa lama rencana yang disusun masih dianggap reliabel
2|C I T R A M U L Y A S A R I
6. Tujuan perusahaan yang berkaitan dengan pasar, segmen pasar, citra perusahaan
Rencana Penjualan Stratrgis Vs Taktis
Jenis Dimensi Penyusun Karakteristik
Perencanaan waktu
Rencana Jangka panjang Manajemen • Menggunakan pengelompokan
Penjualan (5-10 tahun) puncak produk yang luas dengan
strategis pertimbangn terpisah antara
produk dan jasa utama dengan
produk & jasa baru.
• Mencakup analisis mendalam
potensi pasar dimasa datang,
(dasar utama: perubahan
populasi, pertumbuhan
ekonomi, proyeksi industri, &
tujuan perusahaan).
Rencana Jangka pendek Bersama • Disusun berdasarkan evaluasi
penjualan (1 tahun) oleh dan revisi jangka pendek.
taktis manajemn di • Disusun dengan menunjukan
semua jenis produk, harga per
tingkatan, unit,jumlah penjualan (unit &
khususnya rupiah). Periode waktu, dan
oleh manajer tanggung jawab pemasaran
pemasaran (wilayah pemasaran).

Ramalan (Forecast) Dan Rencana Penjualan


Berbagai teknik digunakan perusahaan untuk meramalkan penerimaan dan volume
penjualan, ramalan (forecast) penjualan dapat dikatakan sebagai suatu teknik untuk
memproyeksikan tingkan permintaan konsumen potensial pada suatu periode waktu tertentu,
dengan berbagai asumsi tertentu. Forecast penjualan akan berubah fungsinya sebagai sasplan,
apabila manajemen memasukkan unsur-unsur pertimbangan-pertimbangan subyektif,
rencana,strategis dan lain-lain.
Ramalan (forecast) penjulan merupakan sesuatu yang dapat dipelajari, sehingga
perusahaan dapat mendidik para stafnya untuk memperdalam masalah ini. Ramalan merupakan
proses aktivitas memperkirakan produk yang akan dijual dimasa mendatang dalam keadaan
tertentu. 2Perusahaan dapat melatih sifatnya di bidang tekis seperti penggunaan trend penjualan,
analisis korelasi, model-model matematika, dan teknik-teknik operation research forecast

2
Sahala Manalu dan Stevi Jimry Poluan, Cara Akurat Menyusun Penganggaran Perusahan Manufaktur. (Malang:
CV Seribu Bintang, 2018), hlm. 27.

3|C I T R A M U L Y A S A R I
penjualan merupaka suatu alat yang penting, yang dapat digunakan manajer dalam membuat
perencanaan penjualan.
Forecast/ ramalan sendiri bukan merupakan rencana. Forecast/ ramalan harus dipandang
sebagai salah satu masukan dalam pembuatan rencana penjualan. Manajemen perusahaan
mungkin menerima, memodifikasi atau menolak ramalan tersebut. Sedangkan rencana
penjualan memasukan keputusan manajemen yang berdasarkan ramalan, masukan lain dan
kebijakan manajemen tentang hal-hal yang berkaitan dengan volume penjualan, seperti harga
jual usaha promosi penjualan, produksi dan pembiayaan.

B. Penentuan Harga Jual


Penentuan harga jual merupakan salah satu keputusan manajemen yang penting dalam
penyusunan anggaran penjualan. Kelangsungan hidup suatu perusahaan dalam jangka panjang
sangat ditentukan oleh keputusan pricing ini, karena harga jual produk akan memengaruhi:
1. Kesediaan pembeli untuk menggunakan produk perusahaan.
2. Daya saing perusahaan menghadapi pesaing-pesaingnya.
3. Tingkat penghasilan, biaya dan laba perusahaan.
Pendekatan Pertama: Teori Ekonomi (Price Theory)
Harga jual memiliki keterkaitan erat dengan kuantitas (volume) penjulan. Keterkaitan ini
terkadang menyulitkan manajer untuk mengambil keputusan untuk memilih salah satu dari dua
kebijakan berikut:
1. Meningkatan harga jual per unit, dengan konsekuensi unit penjualan yang diharapkan
menjadi menurun, atau
2. Menurunkan harga jual perunit, dengan harapan unit penjualan yang makin meningkatkan.
Pendekatan Kedua: Penentuan Harga Berdasar Biaya
Berbagai kesulitan penerapan tersebut, mengarahkan manajemen menggunakan
pendekatan kedua yakni kurva biaya per unit. Pendekatan ini menggunakan informasi biaya
sebagai dasar pengambilan keputusan untuk menentukan harga jual produk.3

3
Gunawan Adi Saputro dan Yunita Anggarini, Anggaran Bisnis, (Yogyakarta: UPPM STM YKPN, 2007), hlm. 111-
112.

4|C I T R A M U L Y A S A R I
Cost-Plus Pricing
Harga jual yang diterapkan harus dapat menutup seluruh biaya. Jika tidak, maka
perusahaan tidak mampu mempertahankan hidupnya. Harga jual yang ditetapkan sedikit diatas
biaya variable saja hanya dapat dibenarkan untuk jangka pendek dan dalam kondisi tertentu.
Untuk jangka panjang maka seluruh biaya adalah relevan untuk menentukan harga jual dan
harus mempertimbangkan secara eksplisit agar tujuan laba jangka panjang dapat tercapai.
Dengan demikian semakin tinggi volume produksi maka makin besar biaya total yang
ditanggung, tetapi biaya per satuan produksi akan turun.
Non Price Based Competition
Perusahaan – perusahaan masa kini menghadapi persaingan yang sangat ketat. Persaingan
yang hanya didasarkan semata-mata pada harga dapat sangat destruktif dan salig mematikan.
Oleh karena itu manajemen kemudian beralih dari “price-based” competition menjadi “non
price-based” competition. Disin persaingan tidak hanya atas dasar harga, tetapi juga factor lain
seperti kualitas produk, pelayanan, promosi yang semuanya akan membutuhkan biaya
(anggaran biaya).
Para pembeli akan membeli produk perusahaan yang mereka anggap akan menawarkan
customer delivered value tertinggi. Customer delivered value (nilai yang diterima pelanggan )
adalah selisih antara total customor value (jumlah nilai bagi pelanggan ) dan total customor cost
(biaya total pelanggan). Customor value (jumlah nilai bagi pelanggan ) adalah kumpulan
manfaat yang diharapkan diperoleh pelanggan dari produk atau jasa tertentu, sedangkan total
customor cost (biaya total pelanggan) adalah kumpulan pengorbanan yang diperkirakan
pelanggan akan terjadi saat mengevaluasi, memperoleh, dan menggunakan produk atau jasa
tersebut.
C. Konsep Perencanaan Penjualan Komprehensif
Penyusunan konsep anggaran penjualan dapat dikatakan mencakup segala kegiatan di
bidang penjualan. Komponen-komponen pokok konsep anggaran penjualan adalah:
1. Komponen Dasar Penyusunan Anggaran Penjualan Komprehensif
a. Mengidentifikasikan dan mengevaluasi variabel eksternal
b. Menyusun tujuan perusahaan
c. Menyusun strategi perusahaan
d. Menyusun forecast penjualan
5|C I T R A M U L Y A S A R I
2. Komponen untuk Menyusun Anggaran Penjualan

Komponen Rencana Strategi Rencana Taktis


Kebijakan manajemen dan asumsi Luas dan umum Terima dan spesifik untuk
tahun tersebut
Rencana pemasaran (pendapatan Tahunan, kelompok utama Terinci, menurut produk dan
penjualan dan jasa) pertanggung jawaban
Anggaran promosi dan iklan Umur, per tahun Terinci dan spesifik untuk
tahun tersebut
Anggaran biaya distribusi dan Total biaya tetap dan biaya Biaya tetap dan variabel
penjualan variabel menurut tahun perbulan dan pertanggung
jawaban

3. Komponen biaya pemasaran yang dianggarkan, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari
anggara penjualan.
Manajemen perlu menentukan serangkaian langkah dalam menyusun rencana penjualan
komprehensif agar diperoleh rencana penjualan yang tepat. Berdasar komponen yang
diperlukan untuk menyusun perencanaan penjualan, maka berikut ini terdapat tujuh langkah
yang diperlukan untuk menyusun rencana penjualan komprehensif, antara lain:
1. Membuat Pedoman Manajemen untuk Perencanaan Penjualan
Pada dasarnya pembuatan pedoman rencana penjualan memerlukan partisipasi semua
tingkatan manajemen karena pedoman tersebut akan digunakan untuk mencapai koordinasi
dan keseragaman dalam proses perencanaan penjualan. Pedoman tersebut harus menekankan
pada tujuan-tujuan, sasaran-sasaran dan strategi-strategi penjualan. Pedoman juga harus
mendapat perhatian langsung, misalnya tentang jenis produk, kebijakan harga, market share,
strategi-strategi pemasaran, dan posisi dalam persaingan bebas.
2. Menyiapkan Ramalan/Forecast Penjualan
Setiap ramalan (forecast) yang dipersiapkan harus menjelaskan asumsi yang
mendasarinya. Pada langkah 1 pedoman manajemen harus memberikan asumsi yang luas.
Forecast penjualan harus terdiri dari forecast penjualan strategis dan taktis yang konsisten
dan sesuai dengan dimensi waktu yang digunakan pada rencana laba komprehensif.
3. Menyusun Semua Data yang Relevan
Semua informasi yang relevan dalam pembuatan rencana penjualan komprehensif
harus dikumpulkan dan dievaluasi. Informasi ini harus berkaitan dengan hambatan dan

6|C I T R A M U L Y A S A R I
peluang. Hambatan utama yang harus dievaluasi mencakup kapasitasi pabrik, sumber-
sumber bahan mentah dan perlengkapan, ketersediaan SDM, modal, dan alternatif jalur-jalur
distribusi. Sedangkan peluang penjualan termasuk perancangan kembali produk lama, dan
pengenalan produk baru, perubahan area-area penjualan, inovasi harga, kemasan yang
menarik, inovasi periklanan, dan strategi pemasaran baru.
4. Informasi Tentang Pesaing Utama Perusahaan
Pesaing utama adalah pesaing yang berusaha memuaskan pelanggan dan kebutuhan
yang sama dan mengajukan penawaran yang sama. Dalam hal ini perusahaan harus
mengidentifikasi strategi, tujuan, kekuatan dan kelemahan, dan pola reaksi pesaingnya,
sehingga penting bagi perusahaan untuk senantiasa mencari informasi tentang apa tujuan
pemasaran para pesaing, bagaimana kekuatan keuangannya, bagaimana pesaing
memperlakukan para pelanggan mereka, dan bagaimana kebijakan-kebijakan mereka pada
waktu yang lalu.
5. Kebijakan Tentang Berbagai Upaya Pemasaran untuk Memenangkan Persaingan
Untuk menentukan kebijakan pemasaran yang mampu memenangkan persaingan,
perusahaan harus melakukan analisa nilai untuk mengungkap kekuatan dan kelemahan
perusahaan relatif disbanding pesaing. Sasaran analisa ini adalah untuk menentukan manfaat
yang diinginkan para pelanggan dan bagaimana para pelanggan merasakan nilai yang
ditawarkan pesaing, sehingga dapat ditentukan keijakan pemasaran yang tepat.
6. Membuat Rencana Penjualan Strategis dan Taktis
Dengan mengggunakan informasi dari langkah 1 sampai dengan langkah 5,
manajemen membuat rencana penjualan komprehensif. Penyusunan rencana penjualan yang
realistis sangat memerlukan partisipasi semua tingkatan manajemen.
7. Menjamin Komitmen Manajerial untuk Pencapaian Tujuan Rencana Penjualan yang
Menyeluruh
Manajemen tingkat atas harus memberi komitmen penuh untuk mencapai tujuan
penjualan yang diperinci dalam rencana penjualan yang disetujui. Komitmen ini
memerlukan komikasi para manajer penjualan tentang tujuan, rencana pemasaran yang
disetujui, dan strategi pertanggung jawaban penjualan.
D. Pengendalian Penjualan Dan Biaya- Biaya Terkait

7|C I T R A M U L Y A S A R I
Penyusunan anggaran penjualan yang realistis dan dilengkapi dengan komitmen top
management menjadi dasar dilakukannya pengendalian yang efektif terhadap upaya penjualan
dan biaya pemasaran. Di sini perlu digaris bawahi bahwa komponen rencana penjualan harus
dapat menentukan pertanggung jawaban manajemen karena ini menjadi dasar pengendalian
yang efektif.
Pengendalian dalam fungsi penjualan harus dipandang sebagai kegiatan yang
komprehensif meliputi volume penjualan, harga jual, penghasilan penjualan, biaya produksi,
dan biaya produksi. Pengendalian yang efektif mensyaratkan bahwa volume penjualan dan
biaya pemasaran tidak dipandang sebagai dua permasalahan yang berbeda, melainkan satu
permasalahan yang utuh dan tidak terpisah-pisah. Di sini rencana penjualan menggambarkan
tujuan yang dapat dicapai oleh fungsi penjualan dengan dukungan biaya pemasaran yang
memadai.4
Para eksekutif pemasaran memiliki tanggung jawab yang komprehensif untuk melakukan
pengendalian kegiatan penjualan. Secara normal, kuota penjualan untuk para tenaga penjualan
harus konsisten dengan rencana penjualan, meskipun dalam beberapa masalah mungkin
terdapat alasan-alasan yang membolehkan pembentukan kuota “di atas” atau “di bawah” acuan
yang diharapkan secara realistis bagi tenaga penjual secara individu. Namun pada masalah
tujuan penjualan, anggaran biaya, dan tujuan lainnya yang tercakup dalam rencana penjualan
harus benar-benar merupakan harapan yang realistis. Di sini pentingnya peran para eksekutif
untuk melakukan pengendalian dalam fungsi penjualan (sebagaimana dalam semua fungsi
lainnya) dipertahankan melalui tindakan manajemen.
Sasaran penjualan (volume dan nilai penghasilan penjualan), rencana promosi (biaya
direncanakan), dan kegiatan distribusi (biaya distribusi) merupakan tujuan dasar. Secara relatif
hal ini menjadi tujuan yang luas yang menyarankan adanya beberapa standar jangka pendek
dan standar khusus sebagai bagian dari usaha pengendalian manajemen yang komprehensif.
Contoh standar khusus untuk tujuan pengendalian penjualan, adalah:
1. Jumlah kunjung per periode untuk setiap pelanggan.
2. Jumlah peluang baru yang memenuhi syarat.

4
Ibid, hlm. 118.

8|C I T R A M U L Y A S A R I
3. Jumlah pelanggan baru yang prospektif.
4. Nilai penjualan langsung per tenaga penjual.
5. Biaya penjualan sebagai persentase terhadap nilai penjualan.
6. Ukuran pesanan rata-rata.
7. Jumlah pesanan yang tidak diterima.
8. Jumlah pesanan tiap kunjungan.
9. Kuota nilai penjualan tiap tenaga penjual per periode.
10. Daerah penjualan masing-masing tenaga penjual.
Pengendalian yang efektif dari kegiatan penjualan juga memerlukan laporan kinerja
secara periodik oleh pusat tanggung jawab yang mencakup penjualan dan biaya. Laporan
kinerja periodik harus dipersiapkan dan didistribusikan setiap bulan. Untuk beberapa kegiatan
(contoh kegiatan penjualan kritis tertentu seperti penjualan yang terjadi) dan masalah-masalah
mungkin memerlukan laporan kinerja mingguan atau bahkan harian. Laporan kinerja untuk
fungsi pemasaran harus dipersiapkan oleh staf eksekutif keuangan dan didistribusikan
secapatnya setelah akhir periode.
Laporan kinerja menyeluruh untuk setiap pusat tanggung jawab. Sebagai contoh laporan
kinerja penjualan daerah harus mencerminkan (1) kinerja penghasilan penjualan yang
dihasilkan, (2) kinerja pengendalian biaya distribusi daerah, dan (3) kinerja kegiatan lain yang
berkaitan dalam pengendalian langsung oleh manajer penjualan daerah. Laporan kegiatan harus
membandingkan hasil aktual dengan hasil yang direncanakan dan melaporkan varians yang ada.
Biasanya laporan harus memperhatikan periode yang diakhiri dan kumulatif sampai saat ini.
Laporan kinerja harus konsisten dengan prinsip piramid. Jadi, laporan kinerja untuk manajemen
terendah harus melaporkan pendapatan dan biaya secara spesifik dengan klarifikasi mendetail
(produk dalam hal penjualan dan biaya). Untuk setiap manajemen yang lebih tinggi, pengaruh
piramid memerlukan ringkasan laporan kinerja yang memperlihatkan angka-angka total dari
pusat tanggung jawab. Tipe laporan kinerja ini digambarkan dalam contoh kasus lengkap
terpadu yang akan dibahas.
E. Contoh Kasus Penyusunan Anggaran Penjualan

9|C I T R A M U L Y A S A R I
Perusahan UTAMA JAYA adalah perusahaan Paving terbesar di Surakarta. Perusahaan
ini menghasilkan tiga jenis produk yakni Cladding Bricks, Paving Block, dan Grass Block. Data
penjualan selama 5 tahun terakhir mulai Tahun 2A06 s/d 2A10, adalah sebagai berikut: 5
1. Wilayah Pemasaran Produk
a. Jawa Tengah: Yogyakarta, Boyolali, Salatiga, Semarang, Magelang, Sragen, Pekalongan,
dan Tegal.
b. Jawa Timur: Nganjuk, Kediri, Madiun, Malang, Surabaya, Bojonegoro.
c. Jawa Barat/ DKI: Bandung, Bogor, Jakarta.
2. Volume Penjualan Selama 5 Tahun Terakhir
Periode Penjualan (m2)
2A06 2.534.000
2A07 2.952.000
2A08 3.296.000
2A09 3.510.000
2A10 3.656.000

3. Perkembangan Produk yang Dihasilkan


Sampai dengan Tahun 2A09 perusahaan hanya memproduksi Cladding Bricks, Tahun 2A10
ditambah lagi dengan produk Paving Blok dan Tahun 2A11 perusahaan memproduksi
produk Grass Block.
Dengan perincian volume penjualan per tri wulan (dalam m2) adalah:
Periode Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
2A06 2A07 2A08 2A09 2A10
Triwulan 1 582.820 708.480 791.040 877.500 914.000
Triwulan 2 608.160 738.000 791.040 842.400 914.000
Triwulan 3 658.840 738.000 824.000 877.500 877.440
Triwulan 4 684.180 767.520 889.920 912.600 950.560
Total 2.534.000 2.952.000 3.296.000 3.510.000 3.656.000

4. Ramalan Penjualan Tahun 2A11 dengan Metode Semi Average


Setelah diketahui data tentang volume penjualan selama 5 tahun terakhir, maka dapat
diestimasikan volume penjualan yang akan dicapai pada Tahun 2A11 dengan menggunakan
metode Trend Semi Average.

5
Ibid, hlm. 121.

10 | C I T R A M U L Y A S A R I
Tahun Volume (Y) X Semi Total Semi Trend
Average (Y’)
2A06 TW 1 582.820 -9 625.275
TW 2 608.160 -7 643.394
TW 3 658.840 -5 661.512
TW 4 684.180 -3 679.630
2A07 TW 1 708.480 -1 697.749
TW 2 738.000 1 715.867
TW 3 738.000 3 733.986
TW 4 767.520 5 752.104
2A08 TW 1 791.040 7 770.222
TW 2 791.040 9 7.068.080 706.808 788.341
TW 3 824.000 11 806.459
TW 4 889.920 13 824.578
2A09 TW 1 877.500 15 842.696
TW 2 842.400 17 860.814
TW 3 877.500 19 878.933
TW 4 912.600 21 897.051
2A10 TW 1 914.000 23 915.170
TW 2 914.000 25 933.288
TW 3 877.440 27 951.406
TW 4 950.560 29 8.879.920 887.992 969.525

Keterangan:
Y = a + b.X
Nilai a = ∑X1 atau ∑X2, bergantung tahun dasar
Nilai b = (∑X2. ∑X1)/ n
a = 706.808
b = (∑X2. ∑X1)/ n = (887.992- 706.808)/ 10 = 18.118,4
Persamaan trend = Y= 706.808 + 18.118,4 (X/ 2)
5. Variasi Musim
Untuk menghasilkan peramalan penjualan yang lebih rinci, maka digunakan analisis indeks
musim dengan memanfaatkan metode Ratio to Trend. Berikut ini perhitungan indeks untuk
setiap triwulan dan ramalan penjualan untuk Tahun 2A11.
Indeks Musim untuk Triwulan 1s/d triwulan 4
Periode 2A06 2A07 2A08 2A09 2A10 Variasi Indeks
Musim Musim
Triwulan 93 102 103 104 100 100.3 100.3
1

11 | C I T R A M U L Y A S A R I
Triwulan 95 103 100 98 98 98.8 98.8
2
Triwulan 100 101 102 100 92 98.9 98.9
3
Triwulan 101 102 108 102 99 102.1 102.1
4
Total 400.0 400.0

Ramalan (forecast) penjualan Tahun 2A11 setiap triwulan, adalah:


Periode X Trend 2A11 Indeks Musim Volume Penjualan
Triwulan 1 31 987.643 100.29 990.510
Triwulan 2 33 1.005.762 98.75 993.190
Triwulan 3 35 1.023.880 98.88 1.012.369
Triwulan 4 37 1.041.998 102.08 1.063.712
Total 1.059.283 400 1.059.782

6. Distribusi Penjualan
Perusahaan selama ini memfokuskan pemasarannya di tiga wilayah utama yakni
wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat/DKI, dan Jawa Timur. Selama 5 tahun terakhir,
perbandingan kontribusi pendapatan untuk masing-masing wilayah per produk adalah:
Produk Jawa Tengah Jawa Barat/DKI Jawa Timur Total
Cladding 5 15 15 35
Bricks
Paving Blok 25 10 10 45
Grass Block 10 5 5 20
Total 40 30 30 100

Distribusi penjualan secara terinci setiap jenis produk dan wilayah pemasaran (dalam satuan
m 2)
Periode Total Jawa Tengah (40%) Jawa Barat & DKI (30%)
Volume Cladding Paving Grass Cladding Paving Grass
Penjualan Bricks Blok Block Bricks Blok Block
(100%) (5%) (25%) (10%) (15%) (10%) (5%)
Triwulan 990.510 49.526 247.628 99.051 148.577 99.051 49.526
1
Triwulan 993.190 49.660 248.298 99.319 148.979 99.319 49.660
2
Triwulan 1.012.369 50.618 253.092 101.237 151.855 101.237 50.618
3
Triwulan 1.063.712 53.186 265.928 106.371 159.557 106.371 53.166
4
Total 4.059.782 202.989 1.014.946 405.978 608.967 405.978 202.989

12 | C I T R A M U L Y A S A R I
Periode Jawa Timur (30%) Rincian Total Volume Penjualan
Cladding Paving Grass Cladding Paving Blok Grass Block
Bricks Blok Block Bricks (45%) (20%)
(15%) (10%) (5%) (35%0
Triwulan 148.577 99.051 49.526 346.679 445.730 196.102
1
Triwulan 148.979 99.319 49.660 347.617 446.936 198.638
2
Triwulan 151.855 101.237 50.618 354.329 455.566 202.474
3
Triwulan 159.557 106.371 53.166 372.299 478.670 212.742
4
Total 608.967 405.978 202.989 1.420.924 1.826.902 811.956

7. Perkiraan harga jual per m2 adalah:


a. Harga jual per m2 untuk masing-masing produk untuk wilayah Jawa Tengah
Cladding Bricks = Rp40.000;- per m2
Paving Blok = Rp35.00;- per m2
Grass Block = Rp15.000;- per m2
b. Harga jual per m2 untuk masing-masing produk untuk wilayah Jawa Barat/DKI
Cladding Bricks = Rp40.000;- per m2
Paving Blok = Rp35.00;- per m2
Grass Block = Rp15.000;- per m2
c. Harga jual per m2 untuk masing-masing produk untuk wilayah Jawa Timur
Cladding Bricks = Rp40.000;- per m2
Paving Blok = Rp35.00;- per m2
Grass Block = Rp15.000;- per m2
Keterangan:
Perkiraan harga tersebut berdasar pada ketentuan-ketentuan berikut:
a. Harga yang ditetapkan sudah termasuk PPn sebesar 10%
b. Minimum order untuk wilayah Jawa Barat/DKI dan Jawa Timur adalah 25 m2. Volume
pembelian di bawah 25 m2 dikenakan biaya transport sebesar Rp100.00;- untuk setiap
pengiriman
c. Untuk pembelian dibawah 25 m2 ditetapkan pembayaran secara tunai

13 | C I T R A M U L Y A S A R I
8. Rencana (anggaran) Penjualan
Setelah dihitung jumlah penjualan untuk setiap wilayah pemasaran, setiap jenis produk
dan per triwulan, maka dapat disusun suatu anggaran penjualan sebagai berikut:6
Perusahaan UTAMA JAYA
Anggaran penjualan
Wilayah Jawa Tengah
Periode 2A11
Periode Cladding Bricks Paving Blok
Unit Harga/ Rp Unit Harga/ Rp
Unit Unit
(Rp) (Rp)
Triwulan 49.526 40.000 1.981.040.000 247.628 35.000 8.666.980.000
1
Triwulan 49.660 40.000 1.986.400.000 248.298 35.000 8.860.430.000
2
Triwulan 50.616 40.000 2.024.720.000 253.092 35.000 8.858.220.000
3
Triwulan 53.186 40.000 2.127.440.000 265.928 35.000 9.307.480.000
4
Total 202.989 40.000 8.119.600.000 1.014.946 35.000 35.523.110.000

Periode Grass Block Total Penjualan


Unit Harga/Unit (Rp) Rp (Rp)
Triwulan 1 99.051 15.000 1.485.765.000 12.133.785.000
Triwulan 2 99.319 15.000 1.489.785.000 12.166.615.000
Triwulan 3 101.237 15.000 1.518.555.000 12.401.495.000
Triwulan 4 106.371 15.000 1.595.565.000 13.030.485.000
Total 405.978 15.000 6.089.670.000 49.732.380.000

Perusahaan UTAMA JAYA


Anggaran Perusahaan
Wilayah Jawa Barat/DKI
Periode 2A11
Periode Cladding Brick Paving Blok

6
Ibid, hlm. 124.

14 | C I T R A M U L Y A S A R I
Unit Harga/ Rp Unit Harga/ Rp
Unit Unit
(Rp) (Rp)
Triwulan 148.577 40.000 5.943.080.000 99.051 35.000 3.466.785.000
1
Triwulan 148.979 40.000 5.959.160.000 99.319 35.000 3.476.165.000
2
Triwulan 151.855 40.000 6.074.200.000 101.237 35.000 3.543.295.000
3
Triwulan 159.557 40.000 6.382.280.000 106.371 35.000 3.722.985.000
4
Total 608.967 40.000 24.350.720.000 405.978 35.000 14.209.230.000

Periode Grass Total


Block Penjualan (Rp)
Unit Harga/Unit (Rp) Rp
Triwulan 1 49.526 15.000 742.890.000 10.152.755.000
Triwulan 2 49.660 15.000 744.900.000 10.180.225.000
Triwulan 3 50.618 15.000 759.270.000 10.375.765.000
Triwulan 4 53.186 15.000 797.790.000 10.903.055.000
Total 202.989 15.000 3.044.850.000 41.612.800.000

Perusahaan UTAMA JAYA


Anggaran Perusahaan
Wilayah Jawa Timur
Periode 2A11
Periode Cladding Paving
Bricks Blok
Unit Harga/ Rp Unit Harga/U Rp
Unit nit (Rp)
(Rp)
Triwulan 148.5 40.000 5.943.080.000 99.051 35.000 3.466.785.000
1 77
Triwulan 148.9 40.000 5.959.160.000 99.319 35.000 3.476.165.000
2 79
Triwulan 151.8 40.000 6.074.200.000 101.237 35.000 3.543.295.000
3 55
Triwulan 159.5 40.000 6.382.280.000 106.371 35.000 3.722.985.000
4 57
Total 608.9 40.000 24.358.720.000 405.978 35.000 14.209.230.000
67

15 | C I T R A M U L Y A S A R I
Periode Grass Block Total
Unit Harga/Uni Rp Penjualan (Rp)
t (Rp)
Triwulan 1 49.526 15.000 742.890.000 10.152.755.000
Triwulan 2 49.660 15.000 744.900.000 10.180.255.000
Triwulan 3 50.616 15.000 759.270.000 10.376.765.000
Triwulan 4 53.186 15.000 797.790.000 10.903.055.000
Total 202.989 15.000 3.044.850.000 41.612.830.000

16 | C I T R A M U L Y A S A R I