Anda di halaman 1dari 9

FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN DAN

ETIKA AKADEMIK

Muhammad Rizal Norazid


190910101117

JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2019

Filsafat ilmu dan ilmu pengetahuan

Pengertian filsafat

Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan untuk memberika suatu pandangan


hidup yang menggunakan metode, logika, dan sistem untuk mengkaji masalah umum
mengenai berbgai persoalan seperti akal, pikiran, eksestensi, dan bahasa.

Ciri filsafat yaitu bersifat universal, tidak faktual, berhubungan dengan nilai,
dan implikatif. Filsafat bertujuan agar manusia menjadi lebih terdidik dan memiliki
pengetahuan, serta mampu menilai hal-hal di sekitarnya secara objektif. Dan juga agar
manusia memiliki pandangan yang luas dan terhindar dari sifat egosentrisme.

Adapun beberapa pengertian filsafat menurut para ahli sebagai berikut:

1.Aristoteles (427-327)

Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang didalamnya


terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estitika
(filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).

2.Plato(427-327SM)

Filsafat adalah pngetahuan tentang segala yang ada(ilmu pengetahuan yang


berminat mencapai kebenaran yang asli).

3.Hasbullah Bakry

Filsafat adalah ilmu yang meneliti secara mendalam tentang ketuhanan,


manusia dan alam semesta untuk menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana alam
dapat sejauh pikiran manusia dan bagaimana perilaku manusia seharusnya setelah
mencapai pengetahuan itu.

Ilmu pengetahuan
Ilmu dan pengetahuan sesungguhnya memiliki definisi yang berbeda. Jika
pengetahuan merupakan presepsi manusia atas objek atau fakta yang berdasarkan
indrawi manusia maka ilmu merupakan kumpulan dari pengetahuan itu sendiri yang
disusun secara sistematis dan metodis.

Jadi ilmu pengetahuan adalah proses kegiatan untuk menyelidiki, menemukan,


dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi. Ilmu penegtahuan berwujud
penelaahan, penyelidikan, usaha menemukan, pengembangan atau pencarian.

Objek kajian filsafat ilmu

Objek kajian filsafat ilmu pada umumnya memiliki 2 objek yaitu objek
material dan forma. Objek material yaitu segala sesuatu yang ada dan juga segala
sesuatu yang mungkin ada. Contohnya seperti keberadaan tuhan. Sedangkan objek
forma yaitu sudut pandang atau pendekatan yang digunakan untuk mengkaji objek
material.

Hakikat dan sumber pengetahuan

Hakikat ilmu pengetahuan

Ilmu dan pengetahuan merupakan hal yang penting dimiliki seseorang dalam
menjalani hidup. Namun banyak dari kita masih rancu tentang pengertian keduanya.
Apakah keduanya adalah hal yang sama? Atau memiliki penegrtian yang berbeda.

Dalam bahasa Arab ilmu disebut “Alama” yang artinya adalah pengetahuan.
Dalam bahasa Indonesia ilmu sering disamakan dengan sains yang berasal dari bahasa
Yunani yaitu “scio”yang artinya pengetahuan.

Maka ilmu merupakan suatu usaha untuk memperoleh pemahaman keterkaitan


antara objek-objek secara jelas, rasional, serta tersusun secara sistimatik. Syarat-syarat
ilmu yaitu adanya objek, metode dan pokok permasalahan. Ciri-ciri ilmu menurut The
Liang Gie (1987) memiliki 5 ciri pokok yaitu empiris, sistematis, objektif, analisis, dan
verifikasi.

Sumber-sumber pengetahuan
Sumber- sumber pengetahuan yaitu rasa ingin tau, akal, pengalaman,
pengamatan, fenomena, dan intuisi (gerak batin).

Perbedaan ilmu dan pengetahuan

Ilmu dan pengetahuan memiliki perbedaan dalam karakteristik ilmu memiliki


sistem yang sudah tersusun sedangkan pengetahuan belum sepenuhnya tersusun. Dalam
hal jangkauan ilmu lebih luas sedangkan pengetahuan tidak terlalu luas. Dalam metode
pembuktian ilmu bersifat objektif dan pengetahuan bersifat subjektif. Dalam masalah
objek yang disampaikan telah diuji dan dikaji sedangkan pengetahuan belum diuji dan
dikaji. Dan juga dalam hal kebenaran ilmu bersifat umum dan universal dan
pengetahuan sesuai pemahaman orang.

Aspek-aspek yang melandasi ilmu dan pengetahuan

Secara umum pengetahuan dapatlah didefinisikan sebagai suatu sistem yang


terdiri dari pengetahuan-pengetahuan yang ditunjukan untuk memperoleh kebenaran,
komponen penyusun ilmu pengetahuan terdiri dari sistem, pengetahuan, kebenaran, dan
kebahagiaan umat manusia.

Kebenaran ilmiah

Arti kebenaran

Kebenaran adalah kesesuaian antara pengetahuan dan objek juga lawan dari
kekeliruan yang merupakan objek dan pengetahuan tidak sesuai. Menurut Titus
(1987:237) Kebanaran adalah persesuaian antara pernyataan tentang fakta dan fakta itu
sendiri, atau antara pertimbangan dan situasi yang dijadikan pertimbangan itu, serta
berusaha melukiskannya, karena kebenaran mempunyai hubungan erat dengan
pernyataan atau pemberitaan yang kita lakukan tentang sesuatu.

Tingkatan-tingkatan kebenaran itu tersusun menjadi tingkatan kebenaran


indrawi, tingkatan ilmiah, tingkatan filosofis, dan tingkatan religius.

Teori-teori kebenaran
Teori pertama ialah teori korespondensi memandang bahwa kebenaran adalah
kesesuaian antara sesuatu dengan kenyataan sesuati itu sendiri. Contohnya Ibu kota
Republik Indonesia adalah Jakarta.

Teori selanjutnya teori koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan


kepada kepada kriteria konsistensi. Contohnya semua manusia akan mati.

Teori berikutnya yaitu teori metafisik adalah teori yang tidak bisa diukur secara
ilmiah contohnya firasat.

Sifat dasar kebenaran ilmiah

Dalam sifat dasar kebenaran ilmiah dibutuhkan aspek yang paling penting yaitu
kebenaran logis dan kebenran empiris.

Kebenaran logis merupakan kebenaran yang berawal dari logika dan bersifat
rasional sedangkan kebenaran empiris merupakan kebenaran yang dianggap benar
apabila dinyatakan sesuai dengan yang terlihat sesungguhnya.

Dasar-dasar ilmu pengetahuan

Ontologi: hakikat ilmu

Ontologi adalah ilmu keberadaan atau pemahaman kajian yang mengunakan


kata tanya “what” secara mendalam.

Aliran-aliran ontologi

Monoisme menganggap seluruh hakikat hanyalah satu. Dualisme menganggap


suatu relitas yang ada terdapan dua hakikat di dalamnya atau selalu bepasangan.
Pluralisme berpendapat bahwa segala macam kenyataan itu plural. Agnotisisme
menurut paham ini manusia itu terbatas pancaindranya. Nihilisme paham ini tidak
mengakui terhadap setiap dasar kebenaran dan memiliki penyangklan mutlak.

Epistimologi: cara mendapatkan pengetahuan

Epistimologi dapat di definisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari


asal mula atau sumber, struktur, metode, dan validitasnya. Epistimologi juga bisa
menentukan cara dan arah berfikir manusia karena epistimologi mendasari pengetahuan
dan memberi tanggung jawab rasional atas kebenaran dan obyetifitasnya.

Aliran epistimologi

Dalam epitimologi ada beberpa aliran yang menunjang kajian-kajian yaitu


empirisme adalah paham yang mendasarkan pada pengalaman sehingga didapatlah
pengetahuan. Rasionalisme adalah paham yang mengatakan akal manusia sebagai dasar
dari kepastian pengetahuan. Kritisisme adalah paham yang mengatakan manusia di
pengaruhi sensasi dan persepsi dalam batasan ruang dan waktu. Intuisionisme adalah
paham yang mengatakan indra dan akal manusia memiliki keterbatasan.

Aksiologi: nilai dan kegunaan ilmu

Aksiologi dapat dipahami sebagai teori nilai yang berkaitan kegunaan dari
pengetahuan yang diperoleh. Pembahasan aksiologi menyangkut masalah analisis nilai-
nilai kegunaan ilmu. Landasan aksiologi yang digunakan adalah objektivitas dan
subjektivitas. Objektivitas adalah penilaian segala sesuatu sesuai dengan kenyataan
sedangkan subjektivitas adalah penilaian segala sesuatu yang melibatkan perasaan,
sikap-sikap pribadi dan merupakan penafsiran atas kenyataan.

Cabang aksiologi

Cabang aksiologi sendiri terbagi menjadi dua yaitu etika dan estetika. Etika
dalam bahasa Yunani berati sifat, watak, atau kebiasaan. Fungsi etika untuk mengatur
tingkah laku manusia dalam bentuk nilai. Dan estetika dalam bahasa Yunani yang
memiliki arti pencerapan indrawi, pemahaman intelektual.

Pengertian logika ilmu

Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal
pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika
disebut dengan logike episteme atau ilmu logika. Logika merupakan cabang filsafat
yang bersifat praktis berpangkal pada penalaran. Menurut Louis O. Kattsoff (2004)
logika ialah ilmu pengetahuan mengenai penyimpulan yang lurus.

Macam-macam ilmu logika

Logika alamiah adalah pola pikir akal secara natural sebelum terpengaruh dari
luar. Logika ilmiah adalah ilmu khusus yang merumuskan asas-asas yang harus ditepati
dalam setiap pemikiran. Logika deduktif adalah cara berpikir dengan menggunakan
premis-premis dari fakta yang bersifat umum ke khusus yang menjadi kesimpulannya.
Logika induktif adalah suatu ragam logika yang mempelajari asas-asas penalaran yang
betul dari sejumlah kesimpulan umum.

Pengertian struktur ilmu pengetahuan

Struktur ilmu pengetahuan adalah suatu kumpulan pengetahuan sistematik terdiri dari
komponen-komponen yang saling berkaitan atau di koordinasikan agar dapat menjadi
dasar teoritis.

Macam-macam struktur ilmu pengetahuan

Metode ilmiah, menurut filsafat untuk memperoleh pengetahuan yang absah


dan valid maka didapatkan dengan cara metode ilmiah. Melalui metode ilmiah ini akan
lahir yang disebut ilmu. Secara etimologis metode berarti langkah-langkah yang diambil
untuk mencapai pengetahuan yang benar yaitu tata cara, teknik atau jalan yang dipakai
dalam proses pengetahuan itu. Prosedur metode ilmiah ada beberpa langkah yaitu
perumusan masalah, penyusunan kerangka berpikir, perumusan hipotesis, pengujian
hipotesis, dan penarikan kesimpulan.

Teori adalah suatu sistem gagasan yang mengorganisir berbagai pengetahuan


manusia sehingga mempernudah tentang pemahaman itu.
Hipotesis bisa disebut juga hipotesa dapat diatikan sebagai dugaan sementara.
Untuk membenarkan suatu hipotesa seseorang dapat melalui percobaan atau penelitian.
Jika hipotesa telah teruji kebenarannya maka hipotesa akan disebut teori.

Logika adalah pola pikir seseorang secara menalar untuk menyampaikan


sesuatu yang menghasilkan ilmu pengetahuan.

Data-informasi, data berasal dari kata jamak yaitu datum yang berasal dari
bahasa latin yang berarti sesuatu yang deberikan. Jadi data itu harus dapat dibuktikan
kebenarannya dan harus sesuai dengan fakta. Secara harfiah informasi adalah kumpulan
data yang sudah memalui proses yang kemudian digunakan untuk pengambilan suatu
keputusan.

Pembuktian dilakukan setelah membentuk suatu hepotesa dengan cara


menyamakan hepotesa itu dengan dunia nyata. Ketika mengambil keputusan tidak boleh
dilebihkan dengan hal yang tidak terjadi atau di kurangi sehingga tidak sesuai apa yang
terjadi.

Evaluasi dalam hal ini adalah menarik kesimpulan yang merupakan penilaian
dan dibuat dalam merancang suatu sistem.

Pengertian Positivisme dan ciri-cirinya

Positivisme meyakini bahwa ilmu alam adalah sumber pengetahuan yang


paling benar dan disarkan pada pengalaman faktual serta tidak mempercayai spekulasi
karena segala hal harus didasari data empiris. Bersifat eksplanasi yaitu melalui
observasi data indrawi dihimpun dan diklarifikasi untuk dirumuskan menjadi hukum.
Ciri-ciri positivisme yaitu bebas nilai, fenomenalisme, nominalisme, reduksionisme dan
mekanisme

Tokoh-tokoh yang mempelopori paham positivisme

Auguste Comte sebagai tokoh pertama yang memunculkan aliran positivisme.


John Stuart Mill seorang yang menerapkan sistem positivisme pada ilmu jiwa, logika
dan kesusilaan. Emile Durkheim seorang psikolog dan filsuf yang menganggap
positivisme sebagai asas sosiologi. Charles David Hardie seseorang yang mendasarkan
teori positivisme pada dunia pendidikan.

Pengertian Post Positivisme

Post positivisme merupakan perbaikan positivisme yang dianggap memiliki


kelemahan dianggap hanya mengandalkan kemampuan pengamatan langsung terhadap
objek yang di teliti. Aliran ini bersifat critical realism dan menganggap realitas memang
ada dan sesuai dengan kenyataan. Asumsi dasar post positivisme yaitu fakta tidak bebas
nilai, melaikan bermuatan teori. Ilmu pengetahuan tidak bebas nilai, melainkan sarat
nilai. Fakta tidak bebas melainkan penuh dengan nilai. Perkembangan ilmu pengetahuan
bersifat bersifat revolutif, bukan akumulasi.

Pengertian Paham Konstruktivisme

Konstruktivisme adalah suatu filsafat pengetahuan yang memiliki beberpa


anggapan bahwa pengetahuan adalah hasil dari bentukan manusia itu sendiri. Bertujuan
menemukan bagaimana realitas dikonstruksi dan dengan cara apa konstruksi dibentuk.
Dalam paham ini ilmu diekspresikan dalam bentuk pola-pola teori, bersifat sementara,
local dan spesifik.

Pengertian Feminisme

Pada intinya gerakan feminisme adalah perjuangan dalam rangka


mentransformasikan sistem dan struktur yang tidak adil, menuju sistem yang adil bagi
umat manusia.