Anda di halaman 1dari 9

HUBUNGAN PENGETAHUAN ANEMIA TERHADAP

KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE PADA


SISWI KELAS X SMA NEGERI 1 GAMPING
TAHUN 2019

NASKAH PUBLIKASI

Disusun oleh :
Nurwanti
1810104375

PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA TERAPAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2019
HUBUNGAN PENGETAHUAN ANEMIA TERHADAP
KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE PADA
SISWI KELAS X SMA NEGERI 1 GAMPING
TAHUN 20191
Nurwanti2, Nurul Mahmudah3
Program Studi Kebidanan Program Sarjana Terapan
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Email : nurwanti306@gmail.com

ABSTRAK : Pada remaja putri khususnya sangat beresiko mengalami anemia. Hal
ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Tahun 2004
berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) menyatakan prevalensi
anemia defisiensi tertinggi terdapat pada remaja putri usia 10-18 tahun sebanyak
57,1%, dibandingkan pada ibu hamil 50,5%, ibu nifas 45,1% dan balita 40,5%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan anemia terhadap
kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampling
menggunakan total sampling. Sampling dalam penelitian ini adalah semua siswi
kelas X di SMA Negeri I Gamping sebanyak 59 orang. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji
Spearman rank. Hasil penelitian ini diperoleh p-velue 0,048 < 0,05 yang artinya
adanya hubungan pengetahuan anemia terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe
pada siswi kelas X di SMA Negeri I Gamping tahun 2019. Diharapkan adanya
dukungan dari pihak sekolah dalam pemberian tablet Fe dengan bekerjasama dengan
tenaga kesehatan atau puskesmas setempat terkait penurunan anemia pada remaja
putri.
Kata Kunci : Kepatuhan, Pengetahuan, Remaja Putri

ABSTRACT : Female adolescent is very at risk of experiencing anemia. This is due


to the amount of iron lost during menstruation. In 2004, based on the Household
Health Survey, the highest prevalence of anemia deficiency was found in young
women aged 10-18 years as much as 57,1%, compared to 50,5% for pregnant
women, postpartum mothers 45,1% and toddlers 40,5 %. This study aims to
determine the relationship between anemia knowledge and compliance in consuming
Fe tablets. This research applied analytic survey research method with cross sectional
approach. The sampling technique used total sampling. The sampled in this study
were all 59 students in class X Gamping I Senior High School. The research
instrument used a questionnaire. Bivariate analysis in this study used the Spearman
rank test. The results of this study were obtained p-value 0,048 < 0,05, which means
that there was a correlation between anemia knowledge and compliance in
consuming Fe tablets in class X students at Gamping I Senior High School in 2019.
It is expected that there will be support from the school in providing Fe tablets by
collaborating with health workers or local health centers related to anemia reduction
in female adolescents.
Keyword : Female Adolescents, Knowledge, Obedience
PENDAHULUAN
Remaja dalam pengertian WHO adalah penduduk dalam rentang usia 10-19
tahun. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014 menyatakan bahwa
remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun dan menurut BKKBN
rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Jumlah kelompok usia
10-19 tahun di Indonesia menurut sensus penduduk 2010 sebanyak 43,5 juta atau
sekitar 18% dari jumlah penduduk. Di dunia diperkirakan kelompok remaja
berjumlah 1,2 milyar atau 18% dari penduduk dunia (Kemenkes RI, 2014).
Anak-anak dan wanita usia subur (WUS) adalah kelompok yang paling
berisiko, dengan perkiraan prevalensi anemia pada balita sebesar 47%, pada wanita
hamil sebesar 42%, dan pada wanita yang tidak hamil usia 15-49 tahun sebesar 30%.
World Health Organization (WHO) menargetkan penurunan prevalensi anemia pada
WUS sebesar 50 % pada tahun 2025 (WHO, 2015). Prevalensi rendah anemia di
dunia diperkirakan 1,32 miliar jiwa atau sekitar 25% dari populasi manusia di dunia,
dimana angka tertinggi benua Afrika sebanyak 44,4%, benua Asia sebanyak 25%-
33,0% dan terendah di benua Amerika utara sebanyak 7,6% (WHO, 2015).
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevelensi pada
anak balita sebesar 28,1%, anak 5-12 tahun 29%, ibu hamil 37,1%, remaja putri 13-
18 tahun dan wanita usia subur 15-49 tahun masing masing sebesar 22,7%. Proporsi
anemia penduduk umur 1 tahun menurut karakteristik, yaitu dengan kelompok umur
sebesar 26,4% pada umur 5-14 tahun, sebesar 16,9% pada umur 15-24. Berdasarkan
jenis kelamin 18,4% pada laki-laki dan 23,9% pada perempuan, sedangkan
karakteristik berdasarkan tempat tinggal diperkotaan sebesar 20,6% dan dipedesaan
sebesar 22,8% (Riskesdas, 2013).
Sebagai penjabarannya, kementrian kesehatan telah menyusun rencana
strategis (Restra) tahun 2015-2019, tercantum didalamnya sasaran program gizi dan
kesehatan ibu dan anak antara lain meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat. Indikator pembinaan
perbaikan gizi masyarakat salah satunya adalah pemberian Tablet Tambah Darah
(TTD) bagi remaja putri dengan terget sebesar 30 % pada tahun 2019.
Berdasarkan studi pendahuluan di SMA Negeri 1 Gamping pada tanggal 04
Januari 2019, didapatkan dari 10 siswi terdapat 7 siswi yang belum memahami
mengenai anemia, dan tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan


cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X di SMA
Negeri I Gamping sebanyak 59 responden. Teknik pengambilan sampel dengan total
sampling sebanyak 59 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini
dilakukan di SMA Negeri I Gamping pada tanggal 17 Juni - 22 Juni 2019. Analisis
data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman rank.

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri I Gamping Yogyakarta. Data hasil akan
diuraikan sebagai berikut :
1. Karakteristik Responden
Tabel 4.1
Karakteristik responden berdasarkan umur
Umur (tahun) Frekuensi Prosentase (%)
15 8 13,6
16 47 79,6
17 4 6,8
Jumlah 59 100
Sumber : Data Primer yang diolah

2. Pengetahuan Anemia Siswi kelas X di SMA Negeri I Gamping


Tabel 4.2
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Siswi kelas X tentang anemia
Pengetahuan Frekuensi Prosentase (%)
Baik 19 32,2 %
Cukup 22 37,3 %
Kurang 18 30,5 %
Jumlah 59 100 %
Sumber : Data Primer yang diolah
3. Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe pada Siswi Kelas X di SMA negeri I
Gamping
Tabel 4.3
Distribusi responden berdasarkan kepatuhan mengkonsumsi tablet fe
Kepatuhan Frekuensi Prosentase (%)
Patuh 7 11,9 %
Tidak Patuh 52 88,1 %
Jumlah 59 100 %
Sumber : Data Primer yang diolah

4. Hubungan Pengetahuan Anemia terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe


pada Siswi Kelas X di SMA Negeri I Gamping
Tabel 4.4
Distribusi responden berdasarkan hubungan pengetahuan Anemia
Terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe
Kepatuhan Correlati
Patuh Tidak Patuh Total P- on
Value Coefficie
Pengetahuan F % F % F % nt
Baik 5 8,5 14 23,7 19 32,2
Cukup 1 1,7 21 35,6 22 37,3
0,048 0,258
Kurang 1 1,7 17 28,8 18 30,5
Jumlah 7 11,9 52 88,1 59 100%
Sumber : Data Primer yang diolah
Berdasarkan tabel 4.4 uji analisa dengan Spearman rank untuk
mengetahui signifikansi hubungan pengetahuan anemia terhadap kepatuhan
mengkonsumsi tablet Fe didapatkan hasil p-value yaitu 0,048 atau ≤ 0,05. Yang
artinya ada hubungan pengetahuan anemia terhadap kepatuhan mengkonsumsi
tablet Fe pada siswi kelas X di SMAN 1 Gamping.

PEMBAHASAN
Pengetahuan Anemia
Berdasarkan tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa siswi kelas X yang
memiliki pengetahuan baik sebanyak 19 orang (32,2%), siswi kelas X yang
berpengetahuan cukup sebanyak 22 orang (37,3%), dan 18 orang (30,5%)
berpengetahuan yang kurang. Kemudian dari 59 siswi kelas X diketahui bahwa
pengetahuan siswi di dominasi oleh siswi yang berpengetahuan cukup yaitu
sebanyak 22 orang (37,3%) dan dari 59 responden tersebut paling sedikit adalah
siswi yang berpengetahuan baik sebanyak 18 orang (30,5%).
Pengetahuan memegang peranan penting dalam kejadian anemia, dengan
pengetahuan tentang risiko anemia yang rendah maka kejadian anemia pada remaja
putri akan meningkat. Pengetahuan yang kurang akan zat gizi menyebabkan
kurangnya kecukupan mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung zat besi
yang berakibat rendahnya kadar hemoglobin (Listiana, 2016).
Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe

Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui kepatuhan mengkonsumsi tablet fe


pada siswi kelas X terhadap 59 orang sebagai responden terdapat 7 orang (11,9%)
patuh dalam mengkonsumsi tablet fe, dan 52 orang (88,1%) yang tidak patuh
mengkonsumsi tablet Fe.
Kepatuhan merupakan salah satu faktor yang dianggap paling berpengaruh dalam
keberhasilan program suplementasi besi. Kepatuhan mengonsumsi TTD diukur dari
ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi dan frekuensi mengonsumsi tablet. Namun Pada
remaja putri, belum terdapat data mengenai tingkat kepatuhan konsumsi TTD karena
kepatuhan konsumsi TTD merupakan indikator baru dalam program pemberian TTD pada
remaja putri (Kemenkes 2015).
Hubungan Pengetahuan anemia terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa siswi yang patuh dengan
pengetahuan baik sebanyak 5 orang (8,5%), dan siswi yang tidak patuh dengan
pengetahuan baik sebanyak 14 orang (23,7%). Kemudian siswi yang patuh dengan
pengetahuan cukup sebanyak 1 orang (1,7%), dan tidak patuh dengan pengetahuan
cukup sebanyak 21 orang (35,6%). Lalu siswi yang patuh dengan pengetahuan
kurang tidak ada atau 1 (1,7%), dan tidak patuh dengan pengetahuan kurang
sebanyak 17 orang (28,8%). Dari hasil uji analisis dengan menggunakan Spearman
rank di dapatkan hasil p-value 0,048 < 0,05 yang artinya ada hubungan pengetahuan
anemia terdahap kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe di SMA Negeri I Gamping
tahun 2019, dengan koefisien korelasi yaitu 0,258 yang artinya hubungan kedua
variabel dalam kategori rendah.
Menurut Rahmawati F & Subagion HW (2012) bahwa pengetahuan tentang
anemia pada siswi memiliki korelasi positif dengan pemenuhan kebutuhan zat besi.
50% remaja putri memiliki asupan zat besi jauh dibawah dari jumlah kebutuhan yang
direkomendasikan. Semakin baik pengetahuan remaja tentang anemia, maka akan
semakin tinggi angka kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet fe, dan angka
anemia pada remaja pun mengalami penurunan. Begitu sebaliknya jika pengetahuan
remaja kurang tetang anemia, maka akan akan banyak remaja yang tidak patuh
mengkonsusi tablet fe dan angka anemia remaja semakin tinggi.
Selain itu menurut penelitian Yuniarti, dkk (2015) mengatakan Faktor lain
yang dapat menyebabkan ketidakpatuhan remaja putri untuk mengkonsumsi Tablet
Fe adalah pengetahuan yang dimiliki remaja putri tentang manfaat tablet Fe yang
dikonsumsi dan anemia yang mereka derita. Perilaku individu dipengaruhi oleh
faktor predisposing (predisposisi) diantaranya adalah pengetahuan. Mengonsumsi
tablet zat besi dapat menimbulkan efek samping yang mengganggu sehingga orang
cenderung menolak tablet yang diberikan. Faktor enabling (pemungkin) meliputi
ketersediaan sarana dan prasana atau fasilitas kesehatan dan faktor reinforcing
(penguat) meliputi dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan ketersediaan
Fe.

SIMPULAN
1. Tingkat pengetahuan siswi kelas X tentang anemia terbanyak oleh kategori cukup
yaitu sebanyak 22 (37,3%) dari 59 responden.
2. Tingkat Kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe pada siswi kelas X terbanyak
kategori tidak patuh yaitu sebanyak 52 (88,1%) dari 59 responden.
3. Dari hasil uji analisis dengan menggunakan Spearman rank di dapatkan hasil p-
value 0,048 < 0,05 yang artinya ada hubungan pengetahuan anemia terdahap
kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe di SMA Negeri I Gamping tahun 2019,
dengan koefisien korelasi yaitu 0,258 yang artinya hubungan kedua variabel
dalam kategori rendah.

SARAN

Diharapkan adanya kerjasama antara pihak sekolah dan tenaga kesehatan


setempat dalam memberikan penyuluhan mengenai anemia dan tablet fe, sehingga
dapat meningkatkan kesadaran siswi terhadap pencegahan anemia dengan cara patuh
mengkonsumsi tablet Fe.
DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI. (2014). Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI “Situasi
Kesehatan Reproduksi Remaja". Jakarta. (online). (tersedia dalam
http://www.pusdatin.kemkes.go.id/article/view/15090700003/situasi-
kesehatan-reproduksi-remaja.html, diakses tanggal 12 Desember 2018).
______. (2016). SE TTD Rematri Pdf. (online). (tersedia dalam
http://dinkes.sumutprov.go.id/editor/gambar/file/SE%20TTD%20Rematri.pdf
, diakses tanggal 8 Januari 2019).
______. (2015). Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2015. Jakarta: Ditjen Bina
Gizi dan KIA. Kementerian Kesehatan. (online). (tersedia dalam
http://www.depkes.go.id/resources/download/LAKIP%20ROREN/3%20lapor
an%20kinerja/BIGIKIA/LAKIP%20Ditjen%20Kesmas.pdf, diakses tanggal
18 Desember 2018).
Listiana, A. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian
Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri Di SMK N 1 Terbanggi Besar Lampung
Tengah. Jurnal Kesehatan. Vol.7(3): 455-469.
WHO. (2015). How to handwash. (online). (tersedia dalam
http://www.who.int/gpsc/5may/How_To_Handwash_Poster.Pdf, diakses
tanggal 12 Desember 2019).

Rahmawati F, Subagio HW. (2012). Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi Folat pada Ibu
Hamil dan Faktor yang Memengaruhi. Journal of Nutrition College. Vol.1(1):
55-62.
Yuniarti, dkk. (2015). Hubungan Antara Kepatuhan Minum Tablet Fe Dengan
Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di MA Darul Imad Kecamatan Tatah
Makmur Kabupaten Banjar. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat
Indonesia,Vol.2,No.1