Anda di halaman 1dari 41

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES RIAU


JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI D IV KEBIDANAN
Jl. Melur No.103 Pekanbaru
Telepon (0761) 36581 Fax : (0761) 20656

HAND OUT

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Kehamilan


Kode Mata Kuliah : Bd. 6. 301
Topik : Evidence Based dalam Kehamilan
Pertemuan : 6

Objektif Perilaku Siswa (OPS)


1. Diakhir kegiatan belajar, peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan
konsep Anc Terintegrasi dengan program 10T Deteksi Komplikasi Kehamilan
2. Diakhir kegiatan belajar, peserta didik mampu menjelaskan Evidence Based
dalam Kehamilan
3. Diakhir kegiatan belajar, peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan
Asuhan antenatal yang merugikan
4. Diakhir kegiatan belajar, peserta didik mampu menjelaskan Asuhan antenatal
yang direkomendasikan berdasarkan evidence based

Referensi :
1. Winjosastro, Hanifa. Ilmu Kebidanan, Edisi III, Cetakan Keenam, Bag Jakarta:
YBPSP. 2002; Hal 125-131
2. Mochtar R. Sinopsis Obstetri, Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi, Cetakan III,
Bab II, Jakarta: EGC. 1998; Hal 45-49
3. Bobak, Lowdermilk, Jensen. Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Jakarta: EGC.
2004; Hal 104-123
4. Sulaeman. Obstetri Fisiologi. Bandung: Bagian Obstetri & Ginekologi FKUP
1998; Hal 176-185

Program Studi D IV Kebidanan Page 1


MATERI
KONSEP ANC TERINTEGRASI DENGAN PROGRAM 10T DETEKSI
KOMPLIKASI KEHAMILAN
1. Konsep Dasar Kehamilan
a. Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah masa dimulai dari hasil konsepsi sampai lahirnya janin
dengan lama kehamilan 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari
pertama haid terakhir.

b. Konsep Dasar Antenatal Care Terpadu


pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada
semua ibu hamil.

2. Jadwal Antenatal Care


 Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid atau
tidak menstruasi.
 Pemeriksaan ulang. Pemeriksaan ulang dilakukan setiap bulan sampai usia
kehamilan 7 bulan, setiap 2 minggu sekali sampai usia kehamilan 9 bulan dan
setiap 1 minggu sekali sejak usia kehamilan 9 bulan sampai melahirkan.
a. Kunjungan I (16 minggu)
 Penapisan dan pengobatan anemia
  Perencanaan persalinan.
 Pengenalan komplikasi akibat-akibat kehamilan dan pengobatannya.
b. Kunjungan II (24 – 28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu)
 Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya.
 Penapisan pre-eklamsia, gemelli, infeksi, alat reproduksi saluran
pencernaan MAP.
 Mengulang perencanaan persalinan.
c. Kunjungan IV 36 minggu sampai lahir
 Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III.
 Mengenalinya ada kelainan letak dan presentasi.

Program Studi D IV Kebidanan Page 2


 Memantapkan rencana persalinan.
 Mengenali tanda-tanda persalinan.
3. Pemeriksaan khusus.
Pemeriksaan khusus dilakukan bila ada keluhan tertentu yang dirasakan oleh
ibu.Sesuai dengan kebijakan program saat ini kunjungan antenatal sebaiknya
dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu satu kali pada trimester
pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali trimester tiga

4. Pelayanan atau asuhan standart minimal termasuk 10 T (Kemenkes,


2010) :
1. Timbang berat badan
2.  Ukur lingkar lengan atas (LILA)
3.  Ukur tekanan darah
4.  Ukur TFU
5. Hitung denyut jantung janin (DJJ)
6. Tentukan presentasi janin
7. Beri imunisasi TT
8.  Beri tablet tambah darah ( tablet Fe)
9.  Periksa laboratorium (rutin dan khusus)
 Pemeriksaan golongan darah
 Pemeriksaan kadar hemoglobin darah (HB)
 Pemeriksaan protein dalam urine
 Pemeriksaan kadar gula darah
 Pemeriksaan darah malaria
 Pemeriksaan tes sifilis
 Pemeriksaan HIV
 Pemeriksaan BTA

EVIDENCE BASED DALAM KEHAMILAN


1. Konsep Evidence Based
Bentuk-bentuk praktek terbaik berdasakan kenyataan yg telah dibuktikan
keefektifannya oleh para ahli dibidangnya dlm pelayanan maternal & neonatal
sehingga dapat memberikan pelayanan yg bermutu

Program Studi D IV Kebidanan Page 3


a. Tujuan evidance based practice
 Meningkatkan efektifitas ANC
 Mengidentifikasi praktek asuhan ANC terbaik
 Mengidentifikasi praktek yg tidak lagi direkomendasikan
 Memberikan asuhan/ pelayanan yang bermutu dan terstandar
 Mengajukan langkah-langkah selanjutnya untuk menerapkan ANC
berdasarkan bukti klinik

b. Bentuk-bentuk asuhan praktek yang dianjurkan


 Deteksi penyakit bukan penilaian resiko.
 Perkiraan haemoglobin pd kehamilan
 Perkiraan tfu dgn menggunakan sentimeter
 Hipotensi pd saat berbaring telentang

c. Tipe Pelayanan Kebidanan


1. Pelayanan mandiri : pelayanan yang difokuskan bidan untuk asuhan
wanita normal/sehat
2. Pelayanan kolaboratif : pelayanan yang dilakukan bidan bila menghadapi
ibu/wanita yang mengalami masalah ginekologi (kandungan) atau
komplikasi obstetri,
perlayanannya berupa :
 Konsultasi
Dimana seorang bidan dalam mempertahankan dan
mempertanggung jawabkan asuhan dasar yang diberikan kepada
seorang klien, bidan datang menemui seorang dokter atau tim
kesehatan lain yang terlibat untuk meminta nasehat atau pandangan
tentang klien yang sedang dirawat.
 Kolaborasi
Proses dimana seorang bidan bersama-sama dengan dokter
memberi asuhan terhadap seorang ibu atau bayi baru lahir yang
mengalami masalah medis, masalah ginekologis atau komplikasi
obstetri. Bentuk asuhan kolaborasi dapat meliputi asuhan fisik klien
yang dilaksanakan oleh bidan itu sendiri untuk sebagai bidan,menurut

Program Studi D IV Kebidanan Page 4


aturan yang telah disepakati bersama untuk suatu asuhan yang
berkualitas.Bila pelayanan oleh dokter lebih dominan oleh karena
bertambahnya masalah yang lain, bidan tetap bisa berpartisipasi untuk
melanjutkan asuhan yang diberikan berupa asuhan fisik, koseling,
bimbingan, pendidikan kesehatan dan pemberian dorongan atau
support. Komunikasi yang efektif antara bidan dan dokter sangat
efektif untuk asuhan kolaborasi
 Rujukan
Proses dimana seorang bidan langsung membawa seoranng klien
kedokter atau tenaga kesehatan lain untuk mendapatkan asuhan
profesional untuk masahah khusus dan asfek-asfek tertentu dari klien

2. Asuhan Antenatal yang Merugikan (Menimbang Bb Rutin, Penilaian Letak


Janin, Dll)
a. Kontroversi Pendekatan Risiko
kelompok yang tidak merekomendasikan pendekatan risiko dengan alasan :
1. Kasango, studi di Zaire
a. 71% ibu yang mengalami persalinan macet tidak bisa diprediksikan
b. 90% ibu yang diidentifikasi sebagai yang “beresiko” tidak pernah
mengalami komplikasi
2. Keamanan palsu – banyak ibu yang dimasukkan dalam kelompok “risiko
rendah” mengalami komplikasi tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara
mengetahui atau cara menangani komplikasi tersebut

b. Deteksi dini penyakit


1. Pendekatan risiko
2. Pengenalan tanda bahaya :
a) Perdarahan
b) Panas
c) Pre eclampsia
d) Pernapasan sesak
e) Perut sakit.
f) (persalinan tak maju)

Program Studi D IV Kebidanan Page 5


c. Manfaat Pendekatan Risiko
1. Paradigma Sehat
2. Cara sederhana untuk memahami risiko bahaya secara lebih dini. “Something
for all but more for those in need in proportion to that need”
3. Dengan pendekatan risiko persiapan persalinan menjadi lebih baik
4. AWAS !!!! Tidak ada kehamilan tanpa risiko.

d. Konseling / Promosi kesehatan


1. Konseling yang berpusat pada klien dan berbasis usia
kehamilan untuk ibu dan pasangannya untuk mendukung :
- Nutrisi dan mikronutrien.
- stirahat dan mencegah pekerjaan fisik yang berat
- Tanda bahaya komplikasi dan adanya penyakit
- Keluarga Berencana.
- Penggunaan ASI
- Pencegahan malaria di daerah endemik.
- Pencegahan pemakaian alkohol dan merokok.
2. Dukungan suami dan masyarakat.

e. Birth Preparedness and Complication Readiness for the Provider


1. Diagnose and manage problems and complications appropriately and in a
timely manner
2. Arrange referral to higher level of care if needed
3. Provide women-centered counseling about birth preparedness and
complication readiness
4. Educate community about birth preparedness and complication readiness

f. Complication Readiness for the Provider


1. Recognize and respond to danger signs
2. Establish plan and determine who is in authority to make decisions in case of
emergency
3. Develop plan for immediate access to funds (savings or community loan)
4. Identify and plan for blood donors and donation

Program Studi D IV Kebidanan Page 6


g. Pelajaran dari Pendekatan Resiko
1. Setiap wanita hamil mempunyai risiko komplikasi dan harus mempunyai
akses terhadap asuhan ibu bersalin yang berkualitas.
2. Bahkan wanita yang masuk dalam kelompok dengan risiko rendah bisa saja
mengalami komplikasi.
3. Tidak ada jumlah penapisan yang bisa membedakan wanita mana saja yang
akan membutuhkan asuhan kegawat daruratan dan mana saja yang tidak
memerlukan asuhan semacam itu.

3. Asuhan Antenatal yang Direkomendasikan berdasarkan Evidence Based


Yang direkomendasikan :
a. Yang Direkomendasikan
 Penyuluhan
 Tanda-tanda bahaya
 Nutrisi/makanan
 Keluarga Berencana
 ASI
 HIV/Penularan dari Ibu-ke-Anak (MTCT)

b. Yang Direkomendasikan untuk Pencegahan


 Untuk semua wanita:
 Tetanus toksoid
 Konsumsi zat besi dan folat
 Pada populasi tertentu:
 Malaria – pengobatan preventif secara intermiten
 Pengobatan cacing tambang secara rutin
 Pemberian yodium
 Pemberian vitamin A
  
c. Yang Direkomendasikan
 Pendeteksian dan penatalaksanaan penyakit dan kondisi yang dialami

Program Studi D IV Kebidanan Page 7


 HIV – penyuluhan dan pengujian secara sukarela
 Infeksi yang ditularkan secara seksual atau sexually transmitted
infections (STIs), termasuk sifilis
 Tuberkulosa
 Malaria
 Deteksi dan penatalaksanaan komplikasi
 Anemia berat
 Perdarahan vagina
 Pre-eklampsi/eklampsi
 Malpresentasi setelah 36 minggu

d. Direkomendasikan
1. Kunjungan antenatal terfokus oleh petugas kesehatan terampil
2. Perencanaan persiapan kelahiran dan kesiapan menghadapi komplikasi
3. Penyuluhan mengenai keluarga berencana, ASI, tanda-tanda bahaya,
HIV/STI, dan nutrisi/makanan
4. Deteksi dan penatalaksanaan kondisi dan komplikasi yang dialami
5. Tetanus toksoid
6. Zat besi dan folat
7. Pada populasi tertentu :
 Pengobatan preventif Malaria
 Pengobatan presumtif cacing usus
 Yodium
 Vitamin A

e. Kunjungan ANC
Dilakukan minimal 4 x selama kehamilan :
Kunjungan Waktu Alasan
Trimester I Sebelum 14 minggu –      Mendeteksi masalah yg dapat ditangani
sebelum membahayakan jiwa.
–      Mencegah masalah, misal : tetanus
neonatal, anemia, kebiasaan tradisional
yang berbahaya)

Program Studi D IV Kebidanan Page 8


–      Membangun hubungan saling percaya
–      Memulai persiapan kelahiran & kesiapan
menghadapi komplikasi.
–      Mendorong perilaku sehat (nutrisi,
kebersihan , olahraga, istirahat, seks, dsb).
Trimester II 14 – 28 minggu       Sama dengan trimester I ditambah:
kewaspadaan khusus terhadap hipertensi
kehamilan (deteksi gejala preeklamsia, pantau
TD, evaluasi edema, proteinuria)
Trimester 28 – 36 minggu Sama, ditambah : deteksi kehamilan ganda.
III Setelah 36 minggu    Sama, ditambah : deteksi kelainan letak atau
kondisi yang memerlukan persalinan di RS.

f. Mempersiapkan kelahiran normal


 Petugas kesehatan terampil
 Tempat melahirkan
 Uang
 Makanan
 Barang-barang penting

g. Kesiapan Menghadapi Komplikasi


 Deteksi dini
 Menetapkan orang yang akan membuat keputusan
 Biaya gawat darurat
 Komunikasi
 Transportasi
 Donor darah

h. Konseling kb
Konseling adalah semua bentuk hubungan antara dua orang, dimana
seseorang yaitu klien dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif
terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya, hubungan konseling menggunakan
wawancara untuk memperoleh dan memberikan berbagai informasi, melatih atau

Program Studi D IV Kebidanan Page 9


mengajar, meningkatkan kematangan, memberikan bantuan melalui pengambilan
keputusan
Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan
melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor)
kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang
bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan
berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau
kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai
perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang
lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.

i. Tujuan diberikannya layanan Bimbingan dan Konseling 


Banyak orang menghadapi berbagai masalah dalam dirinya karena kurang
mampunya menghadapi realitas. Proses konseling dapat membantu seseorang untuk
memperoleh suatu pengalam yang sedemikian rupa sehingga mereka memiliki suatu
pemahaman yang lebih baik tentang realitas dan mampu menghadapinya secara
efektif.
Agar mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.  bimbingan
secara keseluruhan yang berkenaan dengan pengentasan masalah dan fasilitasi
perkembangan individu. Berupa pemberian informasi yang jujur,singkat dan lengkap
agar klien bisa memilih pelayanan medis

KONSELING KONSELOR
Di dalam proses konseling, konselor adalah orang yang amat bermakna bagi
seorang konseling. Konselor menerima apa adanya dan bersedia dengan sepenuh hati
membantu mengatasi masalahnya sekalipun dalam situasi yang kritis. Keadaan
seperti itulah yang menjadi alasan konseling menempatkan peran konselor pada
posisi yang amat strategis dalam upaya “menyelamatkan”  dari keadaan yang tidak
menguntungkan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang
Konselor adalah pihak yang amat menentukan bagi keberhasilan proses konseling.:
Konselor harus memiliki pribadi yang baik ramah bisa menjaga rahasia pribadi orang
lain. Konselor adalah pribadi yang penuh pengertian dan mampu mendorong orang
lain tumbuh percaya diri dan bisa melakukan keputusan atas dasar berbagai
pertimbangan

Program Studi D IV Kebidanan Page 10


Konselor harus :
a. Empati (Empaty)
b. Rasa Hormat (Respect)
c. Keaslian (genuiness).
d. Konkret (Concreteness)
e. Konfrontasi (Confrontation)
f. Membuka Diri (Self Disclosure)
g. Kesanggupan (Potency)
h. Kesiapan (Immediacy)
i. Aktualisasi Diri (Self Actualization)

Sebagai konselor selalu menghadapi klien yang :


a. Emosi
b. Sakit Hati (Hurt)
c. Takut (Fear)
d. Marah (Anger)
e. Rasa Bersalah

MOTIVASI DALAM KONSELING


Salah satu aspek dalam konseling adalah motivasi yaitu memberikan
dorongan kepada klien agar mampu melaksanakan prilaku dalam upaya memecahkan
masalahnya secara efektif dan produktif.dan menumbuhkan semangat dalam
mengambil keputusan yang benar berdasarkan berbagai pertimbangan

KOMUNIKASI DALAM KONSELING


komunikasi antara dua pihak yaitu konselor dan klien. Untuk dapat
melaksanakan komunikasi dialogis dengan baik, diperlukan penguasaan materi
masalah yang akan dikomunikasikan dalam proses konseling. Disamping itu
diperlukan pula penguasaan berbagai keterampilan berkomunikasi secara efektif,
seperti bahasa yang mudah di mengerti klien, konseling konselor harus :
a. Perilaku Attending
b. Empati Refleksi Eksplorasi Eksplorasi perasaan
c. Eksplorasi pikiran
d. Eksplorasi pengalaman Pertanyaan Terbuka (Opened Question)

Program Studi D IV Kebidanan Page 11


e. Pertanyaan Tertutup (Closed Question)
f. Menangkap Pesan (Paraphrasing)

Pengertian Perilaku Attending


Perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien yang mencakup
komponen kontak mata,bahasa tubuh, dan bahasa lisan. Perilaku attending yang baik
dapat :
a. Meningkatkan harga diri klien.
b. Menciptakan suasana yang aman
c. Mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas.

Pengertian Empati
Empati ialah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan
klien, merasa dan berfikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. Empati
dilakukan sejalan dengan perilaku attending, tanpa perilaku attending mustahil
terbentuk empati. Terdapat dua macam empati, yaitu :
a. Empati priemer
b. Empati tingkat tinggi

Pengertian Refleksi
Refleksi adalah teknik untuk memantulkan kembali kepada klien tentang
perasaan, pikiran, dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku
verbal dan non verbalnya. Terdapat tiga jenis refleksi, yaitu :
a. Refleksi perasaan
b. Refleksi pikiran
c. Refleksi pengalaman

Pengertian Eksplorasi
Eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman
klien. Hal ini penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin,
menutup diri, atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan teknik ini
memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam.
Seperti halnya pada teknik refleksi, terdapat tiga jenis dalam teknik eksplorasi,
yaitu :

Program Studi D IV Kebidanan Page 12


a. Eksplorasi perasaan
b. Eksplorasi pikiran
c. Eksplorasi pengalaman

Pengertian Menangkap Pesan (Paraphrasing)


Menangkap Pesan (Paraphrasing) adalah teknik untuk menyatakan kembali
esensi atau initi ungkapan klien dengan teliti mendengarkan pesan utama klien,
mengungkapkan kalimat yang mudah dan sederhana, biasanya ditandai dengan
kalimat awal : adakah atau nampaknya, dan mengamati respons klien terhadap
konselor.

Saat menghadapi klien saya harus bertanya yang sifatnya


Pertanyaan Terbuka (Opened Question)
Pengertian pertanyaan terbuka yaitu teknik untuk memancing siswa agar mau
berbicara mengungkapkan perasaan, pengalaman dan pemikirannya dapat digunakan
teknik pertanyaan terbuka (opened question). Pertanyaan yang diajukan sebaiknya
tidak menggunakan kata tanya mengapa atau apa sebabnya. Pertanyaan semacam ini
akan menyulitkan klien, jika dia tidak tahu alasan atau sebab-sebabnya. Oleh
karenanya, lebih baik gunakan kata tanya apakah, bagaimana, adakah, dapatkah.

Pertanyaan Tertutup (Closed Question)


Dalam konseling tidak selamanya harus menggunakan pertanyaan terbuka,
dalam hal-hal tertentu dapat pula digunakan pertanyaan tertutup, yang harus dijawab
dengan kata Ya atau Tidak atau dengan kata-kata singkat. Tujuan pertanyaan tertutup
untuk :
a. mengumpulkan informasi
b. menjernihkan atau memperjelas sesuatu
c. menghentikan pembicaraan klien yang melantur atau menyimpang jauh.

Saya harus memberikan sifatnya Dorongan minimal (Minimal Encouragement)


Dorongan minimal adalah teknik untuk memberikan suatu dorongan langsung
yang singkat terhadap apa yang telah dikemukakan klien.

Program Studi D IV Kebidanan Page 13


Saya harus bersikap memberikan Interpretasi
Yaitu teknik untuk mengulas pemikiran, perasaan dan pengalaman klien
dengan merujuk pada teori-teori, bukan pandangan subyektif konselor, dengan tujuan
untuk memberikan rujukan pandangan agar klien mengerti dan berubah melalui
pemahaman dari hasil rujukan baru tersebut.

Saya harus mampu Mengarahkan (Directing)


Yaitu teknik untuk mengajak dan mengarahkan klien melakukan sesuatu.
Misalnya menyuruh klien untuk bermain peran dengan konselor atau menghayalkan
sesuatu.

Menyimpulkan Sementara (Summarizing)


Yaitu teknik untuk menyimpulkan sementara pembicaraan sehingga arah
pembicaraan semakin jelas.

Konseling saya  lakukan seiring dengan proses kegiatan koordinasi komunikasi


informasi penyuluhan pelayanan pembinaan di tengah masyarakat dengan cara :
a. Menerima mengumpulkan informasi baik berupa data atau masalah
b. Menanyakan permasalahaannya
c. Menanyakan KB  yg disukai klien
d. Menjelaskan mengarahkan  pilihan yg cocok
e. Menjelaskan  mengarahkan  penggunaan yg efektif
f.  Menjamin klien memilih cara yang terbaik sesuai dengan keadaan kesehatan
dan kondisi klien
g. Memberi kesempatan klien untuk bertanya cara KB
h. Memberikan kesempatan kepada klien bicara pengalamannya
i. Memberikan  informasi lebih rinci tentang KB yg diinginkannya
j. Memberikan bantuan untuk memilih metoda KB yang cocok
k. Memberikan penerangan lebih jauh tentang penggunaannya
l. Tanya keluhan/kebutuhan pasien 
m. Apakah keluhan/ kebutuhan sesuai dengan kondisi yang dihadapi?
n. Beritahukan persoalan pokok yg dihadapi pasien dari hasil tukar informasi
dan carikan upaya penyelesaiannya

Program Studi D IV Kebidanan Page 14


o. Bantu klien memahami & menyelesaikan masalahnya
p. Rujuk bila fasilitas ini tidak dapat memberikan pelayanan yang sesuai. Buat
jadwal kunjungan Ulang)

Proses saat konseling menghadapi klien

 Sapa klien secara terbuka dan sopan


 Beri perhatian sepenuhnya, jaga privasi pasien
 Bangun percaya diri pasien
 Tanyakan apa yang perlu dibantu dan jelaskan pelayanan apa yang dapat
diperolehnya.
 Tanyakan informasi tentang dirinya
 Bantu klien pengalaman tentang KB dan kesehatan reproduksi
 Tanyakan kontrasepsi yang ingin digunakan jelaskan pada klien mengenai
pilihannya
 Bantu klien pada jenis kontrasepsi yang paling dia ingini serta jelaskan jenis
yang la
 Bantu klien berfikir apa yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya
 Tanyakan apakah pasangan mendukung pilihannya
 Jelaskan secara lengkap bagaiman menggunakan kontrasepsi pilihannya
setelah klien memilih jenis kontrasepsinya.
  Jelaskan bagaimana penggunaannya
 Jelaskan manfaat ganda dari kontrasepsi
 Perlu dilakukan kunjungan ulang untuk dilakukan pemeriksaan atau
permintaan kontrasepsi jika dibutuhkan.

Tahapan konseling dalam pelayanan KB


Tindak lanjut dari kegiatan KIE dengan mengarahkan calon peserta KB baru
memberikan informasi tentang jenis kontrasepsi lebih objektif, benar dan jujur
sekaligus meneliti apakah calon peserta memenuhi syarat. Bila iya rujuk ke KIP/K
puskesmas
1. Rujukan calon peserta KB, utk mendapatkan pelayanan KB

Program Studi D IV Kebidanan Page 15


2. Rujukan peserta KB, untuk menindaklanjuti bila terjadi komplikasi harus di
ketahui :
a. Menjajaki alasan pemilihan alat
b. Menjajaki  klien sudah mengetahui/ paham  alat kontrasepsi
c. Menjajaki klien tahu/tdk alat kontrasepsi lain
3. Bila belum, berikan informasi
4. Beri klien kesempatan untuk mempertimbangkan pilihannya
5. Bantu klien mengambil keputusan
6. Beri klien informasi, apapun pilihannya.
7. Hasil pembicaraan akan dicatat pada lembar konseling
8. Pemeriksaan kesehatan : anamnesis dan Px. Fisik
9. Bila tidak ada kontra indikasi pelayanan kontrasepsi, untuk kontrasepsi
jangka panjang perlu inform consent
10. Kegiatan Tindak Lanjut saya  melakukan pemantauan keadaan peserta KB

Persetujuan yang diberikan oleh klien atau keluarga atas informasi dan
penjelasan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap klien.
Setiap tindakan medis yang beresiko harus persetujuan tertulis ditandatangani oleh
yang berhak memberikan persetujuan (klien) dlm keadaan sadar dan sehat 
 
Pemberian ASI
Persiapan Laktasi
Buah dada merupakan sumber air susu ibu yang akan menjadi makanan
utama bagi bayi, karena itu jauh sebelumnya harus sudah dirawat. Bra yang dipakai
harus sesuai dengan pembesaran buah dada, yang sifatnya adalah menyokong buah
dada dari bawah suspension, bukan menekan dari depan. Dua bulan terakhir
dilakukan masase, kolostrum dikeluarkan untuk mencegah penyumbatan. Perawatan
payudara sebelum lahir bertujuan memelihara higiene payudara, melenturkan/
menguatkan puting susu, dan mengeluarkan puting susu yang datar atau masuk
kedalam.

Teknik perawatan payudara Pranatal


1. Kompres puting susu dan area sekitarnya dengan menempelkan kapas/ lap
yang dibasahi minyak.

Program Studi D IV Kebidanan Page 16


2. Bersihkan puting susu dan area sekitarnya dengan handuk kering yang bersih.
3. Pegang kedua puting susu lalu tarik keluar bersama dan diputar kedalam 20
kali, keluar 20 kali.
4. Pangkal payudara dipegang kedua tangan lalu payudara diurut dari pangkal
menuju puting susu sebanyak 30 kali.
5. Kemudian pijat daerah areola sehingga keluar cairan 1-2 tetes untuk
memastikan saluran susu tidak tersumbat
6. Pakailah bra yang menopang payudara. (Manuaba, 2010)

Cara lain perawatan payudara selama hamil


Perawatan payudara dianjurkan mulai dilakukan setelah kehamilan berusia 5-6 bulan.
a. Pemijatan
Hal ini bisa dilakukan kala mandi. Sebelumnya siapkan di waskom air hangat
dan air dingin, minyak kelapa yang bersih (paling baik jika bikinan sendiri) atau
baby oil, handuk, dan kapas.
Bersihkan payudara memakai air, lalu massage memakai minyak. Pemijatan
dilakukan dengan memakai kedua tangan, sekeliling payudara diurut memutar searah
jarum jam dan kemudian berbalik arah/berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan
pengurutan dari bawah menuju puting, namun putingnya sendiri tak perlu di-massage
karena tak berkelenjar tapi hanya merupakan saluran air susu belaka. Usai massage,
ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari. Gunanya agar
sirkulasi darah bekerja lebih baik. Selanjutnya puting dibersihkan dengan
menggunakan kapas dan minyak. Minyak ini berguna melenturkan dan
melembabkan puting agar saat menyusui kelak puting sudah tak gampang lecet.
Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya
untuk memperlancar sirkulasi darah. Setelah itu keringkan pakai handuk.

b. Senam Teratur
Sebaiknya payudara juga dirawat dengan melakukan senam. Gunanya untuk
memperkuat otot pektoralis di dada, sehingga memadatkan payudara dan
merangsang produksi ASI agar lebih baik.
Bisa dilakukan sebelum atau sesudah mandi. Ada dua macam senam yang bisa
dilakukan para ibu, yaitu:

Program Studi D IV Kebidanan Page 17


1. Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku,
sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang
bersidekap). Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat
pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara.
Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali.
2. Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan
sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas.
Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi
semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.

Jika payudara sangat besar, ada baiknya untuk memilih yang memakai
penyangga kawat. Karena bra yang tak menopang dengan baik pada payudara besar
cenderung akan turun dan membentuk lipatan di bagian bawah payudara. Sementara
jika ibu tak menjaga kebersihan dan kekeringan di bawah lipatan tersebut, maka
jamur biasanya akan tumbuh.

Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan


Tanda bahaya pada kehamilan
Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu
dan bayi dalam keadaan bahaya.

Tanda Bahaya Kehamilan meliputi:


1. Perdarahan pervaginam
Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada
masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan kehamilan
dapat berupa: abortus, kehamilan mola, kehamilan ektopik. 
Macam–macam perdarahan pervaginam
a. Abortus
Abortus adalah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan
16 minggu atau sebelum plasenta selesai.
Macam–macam abortus :
1.  Abortus spontan
2. Abortus provokatus
3. Abortus medisinalis

Program Studi D IV Kebidanan Page 18


4.  Abortus kriminalis
5.  Abortus inkompletus
6.  Abortus insipiens
7.  Abortus imminens
8.  Missed abortion

b. Mola Hidatidosa
Pada trimester I gambaran mola hidatidosa tidak spesifik, sehingga sering kali
sulit dibedakan dari kehamilan anembrionik, missed abortion, abortus inkompletus,
atau mioma uteri.

2. Mual Muntah Berlebihan


Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan
sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi
dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala–gejala ini kurang lebih terjadi 6
minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10
minggu. Mual muntah dapat diatasi dengan:
a.  Makan sedikit tapi sering
b. Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak
c. Jaga masukan cairan, karena cairan lebih mudah ditolelir daripada
makanan padat.
d. Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan hanya
makanan kering pada satu waktu makan, kemudian makanan berkuah
pada waktu berikutnya.
e.  Jahe merupakan obat alami untuk mual. Cincang dan makan bersama
sayuran serta makanan lain.
f. Isap sepotong jeruk yang segar ketika merasa mual
g.  Hindari hal–hal yang memicu mual, seperti bau, gerakan atau bunyi
h.  Istirahat cukup
Komplikasi
Jika muntah terus menerus bisa terjadi kerusakan hati. Komplikasi lainya
adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah
ketika penderita muntah.

Program Studi D IV Kebidanan Page 19


3. Sakit Kepala Yang Hebat
Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan
ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan
suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan
tidak hilang dengan beristirahat. Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu
mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur atau terbayang. Hal ini
merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang
maternal, stroke, koagulopati dan kematian.

4. Penglihatan Kabur
Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkan oleh sakit kepala
yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan resistensi otak
yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral
(nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.
Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-
eklampsia. Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa
adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau
berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang. Selain itu adanya
skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yang menujukkan adanya
pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia. Hal ini disebabkan adanya
perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks cerebri atau didalam
retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah).

5. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan


Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan
dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan
muka. Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa,
sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir
separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya
hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. Oedema yang mengkhawatirkan
ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas. Oedema biasa menjadi
menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain: jika muncul

Program Studi D IV Kebidanan Page 20


pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah beristirahat, bengkak disertai
dengan keluhan fisik lainnya, seperti: sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur
dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsia.

6. Gerakan Janin Berkurang


Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22 minggu atau selama
persalinan.

7. Nyeri Perut Yang Hebat


Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang. Hal ini mungkin gejala
utama pada kehamilan ektopik atau abortus.

8. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya


Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu,
ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung.
Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan
37 minggu maupun kehamilan aterm.

9. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan
terjadinya gejala–gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila
semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang.
Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia

10. Demam Tinggi


Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C dalam kehamilan
merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi
dalam kehamilan.

HIV/AIDS
Penyakit ini terjadi karena infeksi retrovirus. Pada awalnya infeksi ini
menunjukkan gejala yang tidak spesifik, misalnya limfadenopati, anoreksia, diare
kronis, penurunan berat badan, dan sebagainya. Komplikasi penyakit ini antara lain

Program Studi D IV Kebidanan Page 21


ialah Pneumocystis carinii pneumonia, chronic enteric cryptosporidiosis,
disseminated strongyloidiasis, dan sebagainya.
Penularan terjadi karena kontak seksual antar manusia dengan masa inkubasi
antara 6 bulan hingga 5 tahun; jika lewat transfusi darah masa inkubasinya rata-rata 2
tahun. Pada janin penularan terjadi secara transplasenta, tetapi dapat juga akibat
pemaparan darah dan sekret serviks selama persalinan. Kebanyakan bayi terinfeksi
HIV belum menunjukkan gejala pada saat lahir, sebagian anak akan menunjukkan
gejala pada umur 12 bulan pertama dan sebagian lainnya pada umur yang lebih tua.
Gejala yang akan terlihat antara lain: gejala non spesifik, penyakit neurologis
progresif (ensefalopati dengan gejala kelambatan perkembangan atau kemunduran
fungsi motorik, kemampuan intelektual,atau perilaku), pneumonitis interstisial
limfoid, infeksi sekunder (infeksi oportunis yaitu Pneumocystis carinii pneumonia,
chronic enteric cryptosporidiosis, disseminated strongyloidiasis, dan dapat terjadi
infeksi bakteri misalnya meningitis, infeksi lainnya misalnya varisela primer yang
mengakibatkan infeksi menyeluruh pada hati, paru, sistem koagulasi, dan otak),
kanker sekunder. Pencegahan antara lain dengan cara: menghindari kontak seksual
dengan banyak pasangan terutama hubungan seks anal, skrining donor darah lebih
ketat, dan pengolahan darah dan produknya dengan lebih hati-hati.
1. Nutrisi
Disarankan ibu tidak perlu makan lebih banyak makanan dari pada sebelum
hamil, namun ibu harus menyadari atau tahu nutrisi yang ada dalam makanan yang
dipilih untuk dimakan. Seimbangkan makanan agar memperoleh berbagai gizi yang
dibutuhkan dengan mengikuti pola makan 4 kelompok makanan setiap harinya yang
mencakup lauk pauk, sayuran, buah dan susu.
Kelebihan atau kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan kelainan yang tidak
diinginkan pada wanita hamil tersebut. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan
anemia, abortus, partus prematurus, inersia uteri, hemorhagia post partum, sepsis
puerperalis dan sebagainya. Sedangkan makan secara berlebihan karena wanita
tersebut salah mengerti bahwa ia makan untuk dua orang, dapat pula mengakibatkan
komplikasi antara lain pre eklampsia, bayi terlalu besar dan sebagainya.
Seperti kita ketahui kebutuhan akan gizi selama hamil meningkat. adapun
kebutuhan ini dipergunakan antara lain untuk pertumbuhan plasenta, pertambahan
volume darah, mammae yang membesar dan metabolisme basal yang meningkat.

Program Studi D IV Kebidanan Page 22


Fase anabolik terjadi pada trimester I dan II, pada masa janin ini relatif masih
kecil sehingga kebutuhan zat-zat gizi juga kecil. Fase katabolik terjadi pada trimester
III, dimana kebutuhan gizi janin besar. Penggunaan nutrisi selama hamil tidak sama.
Pada awal kehamilan trimester pertama kebutuhan nutrisi masih sedikit, pada
trimester II digunakan untuk penambahan darah, pertumbuhan uterus, pertumbuhan
lemak. Pada trimester III nutrisi digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta.
Sebagai pengawasan akan kecukupan gizi ini dapat dipakai kenaikan berat
badan wanita hamil tersebut. Ibu hamil yang cukup makan akan mendapatkan
kenaikan berat badan yang cukup baik. Kenaikan berat badan selama hamil rata-rata
6,5 kg sampai 16 kg. Bila berat badan terjadi lebih dari semestinya, anjurkan ibu
untuk mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat. Kenaikan berat badan ini
terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir.

2. Zat Besi
Anemia sebagian besar disebabkan oleh defisiensi zat besi,oleh karena itu
perlu ditekankan kepada ibu hamil untuk mengonsumsi zat besi selama hamil dan
setelah melahirkan. Kebutuhan zat besi selama hamil meningkat sebesar 300%
(1.040mg selama hamil) dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi hanya dari asupan
makan ibu selama hamil melainkan perlu ditunjang dengan suplemen zat besi.
Pemberian suplemen zat besi dapat diberikan sejak minggu ke 12 kehamilan sebesar
30-60gram setiap hari selama kehamilan dan enam minggu setelah kelahiran untuk
mencegah anemia postpartum.
Pemantauan konsumsi suplemen zat besi perlu juga diikuti dengan
pemantauan cara minum yang benar karena hal ini akan sangat memengaruhi
efektivitas penyerapan zat besi ,sedangkan kopi,teh,garam kalsium,magnesium dan
fitat (terkandung dalam kacang-kacangan)akan menghambat penyerapan zat besi
tidak bermanfaat bagi tubuh . zat-zat ini tetap dikonsumsi namun jangan diminum
bersamaan dengan tablet zat besi. Berilah jarak waktu kurang lebih dua jam dari
pemberian zat besi.
Meskipun begitu besar manfaat dari suplemen zat besi,tetapi tetap perlu
diperhatikan bahwa mengonsumsi zat besi yang berlebihan kurang baik,karena tablet
besi terbukti dapat menurunkan kadar seng dalam serum ,oleh karena itu asupan zat
besi dari makanan adalah yang terbaik.

Program Studi D IV Kebidanan Page 23


3. Asam Folat
Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya meningkat
dua kai lipat selama hamil. Asam folat sangat berperan daalam metabolisme normal
makanan menjadi energi, pematangan sel darah merah,sintesis DNA,pertumbuhan
sel,dan pembentukan heme. Jika kekurangan asam folat maka ibu dapat menderita
anemia megaloblastik dengan gejala diare,depresi,lelah berat,dan selalu mengantuk.
Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak segera ditangani maka pada ibu hamil akan
terjadi BBLR,ablasio plasenta,dan kelainan bentuk tulang belakang janin (spina
bifida)
Jenis makanan yang banyak mengandung asam folat adalah ragi, hati,
brokoli, sayur berdaun hijau (bayam,asparagus),dan kacang-kacangan (kacang
kering,kacang kedelai). Sumber lain adalah ikan,daging,buah jeruk,dan telur. Oleh
karena asam folat tidak stabil dalam pemanasan,maka dianjurkan untuk memakan
sayuran dalam keadaan mentah dengan dicuci sebelum agar sisa pestisida dan cacing
hilang.
Oleh karena ada kekhawatiran asam folat tidak dapat terpenuhi hanya dari
asupan makanan,maka widya karya pangan nasional menganjurkan untuk pemberian
suplemen asam folat dengan besaran 280,660,dan 470mikrogram untuk trimester
I,II,dan III. Asam folat sebaiknya diberikan 28 hari setelah ovulasi atau 28 hari
pertama setelah kehamilan karena sumsum tulang belakang dan otak dibentuk pada
minggu pertama kehamilan.

4. Kalsium
Metabolisme kalsium selama hamil mengalami perubahan yang sangat
berarti. Kadar kalsium dalam darah ibu hamil turun drastis sebanyak 5%. Oleh
karena itu, asupan yang optimal perlu dipertimbangkan. Sumber utama kalsium
adalah susu dan hasil olahannya,udang,sarang burung,sarden dalam kaleng,dan
beberapa bahan makanan nabati,seperti sayuran warna hijau tua,dll.
Selain beberapa zat gizi yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu
hamil,ada beberapa makanan yang harus dihindari karena kemungkinan akan dapat
membahayakan ibu dan pertumbuhan janin. Makanan yang tidak sehat atau
berbahaya bagi janin diantaranya adalah sebagai berikut : hati dan produk
hati,mengandung vitamin A dosis tinggi yang bersifat teratogenik (menyebabkan
cacat pada janin),makanan mentah atau setengah matang karena resiko

Program Studi D IV Kebidanan Page 24


toksoplasma,ikan yang mengandung metil merkuri dalam kadar tinggi seperti
hiu,marlin,yang dapat mengganggu,sistem saraf janin.,kafein yang terkandung dalam
kopi,teh,coklat,kola dibatasi 300mg per hari . efek yang dapat terjadi diantaranya
adalah insomnia (sulit tidur),refluks dan frekuensi berkemih yang meningkat.
Vitamin A dalam dosis >20.000-50.000 IU/hari dapat menyebabkan kelainan
bawaan.

Immunisasi TT pada Ibu Hamil


Tetanus disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui luka terbuka dan
menghasilkan racun yang kemudian menyerang sistem saraf pusat. Penderita
mengalami kejang otot serta diikuti kesulitan menelan dan bahkan bernafas.
Tetanus khususnya beresiko pada bayi-bayi yang dilahirkan dengan bantuan
dukun bayi di rumah dengan peralatan yang tidak steril. Mereka juga beresiko ketika
alat-alat yang tidak bersih digunakan untuk memotong tali pusar dan olesan-olesan
tradisional atau abu digunakan untuk menutup luka bekas potongan.
Upaya pencegahan tetanus neonatorum dilakukan dengan memberikan imunisasi
TT (Tetanus Toksoid) pada ibu hamil. Konsep imunisasi TT adalah life long
imunization yaitu pemberian imunisasi imunisasi TT 1 sampai dengan TT 5. Skema
life long immunization adalah sebagai berikut:
1. TT 0, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi.
2. TT 1, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi.
3. TT 2, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi.
4. TT 3, dilalukan pada saat BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) pada kelas
satu.
5. TT 4, dilalukan pada saat BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) pada kelas
dua.
6. TT 5, dilalukan pada saat BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) pada kelas
tiga.
Kajian status imunisasi ibu hamil meliputi:
1. Skrining status imunisasi pada ibu hamil ketika melakukan pengkajian data
ibu hamil.
2. Melengkapi bila belum terlindungi imunisasi TT.
3. Skrining status imunisasi TT pada calon pengantin.
Pengertian

Program Studi D IV Kebidanan Page 25


Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai
upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati, 2005). Vaksin Tetanus yaitu
toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan (Setiawan,
2006).
Manfaat Imunisasi TT Ibu Hamil
1. Melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN, 2005; Chin,
2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada
neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium
tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistem
saraf pusat (Saifuddin dkk, 2001).
2. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI,
2000).
Jumlah dan Dosis Pemberian Imunisasi TT untuk Ibu Hamil
Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005; Saifuddin dkk,
2001), dengan dosis 0,5 cc diinjeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI,
2000).
Waktu Pemberian Imunisasi TT
Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan
imunisasi TT lengkap (BKKBN, 2005). TT 1 dapat diberikan sejak diketahui positif
hamil dimana biasanya diberikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana
kesehatan (Depkes RI, 2000).

Jarak Pemberian Imunisasi TT


Jarak pemberian (interval) imunisasi TT 1 dengan TT 2 minimal 4 minggu
(Saifuddin dkk, 2001; Depkes RI, 2000).

Efek Samping Imunisasi TT


Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri, kemerahan dan
pembengkakan pada tempat suntikan (Depkes RI, 2000). TT adalah antigen yang
sangat aman dan juga aman untuk wanita hamil. Tidak ada bahaya bagi janin apabila
ibu hamil mendapatkan imunisasi TT (Saifuddin dkk, 2001). Efek samping tersebut
berlangsung 1-2 hari, ini akan sembuh sendiri dan tidak diperlukan
tindakan/pengobatan (Depkes RI, 2000).
Tempat Pelayanan untuk Mendapatkan Imunisasi TT

Program Studi D IV Kebidanan Page 26


1. Puskesmas/ puskesmas pembantu
2. Rumah sakit pemerintah/ swasta
3. Rumah bersalin
4. Polindes
5. Posyandu
6. Dokter/ bidan praktik (Depkes RI, 2004).

Lama perlindungan dan Interval Immunisasi TT pada ibu hamil

Interval Lama perlindungan % perlindungan


TT 1 Pada kunjungan ANC pertama - -
TT 2 4 mgg setelah TT 1 3 tahun 80%
TT 3 6 bln setelah TT 2 5 tahun 95%
TT 4 1 tahun setelah TT 3 10 tahun 99%
TT 5 1 tahun setelah TT 4 25 th/ seumur hidup 99%

EVALUASI
1. Jelaskan konsep ANC terintegrasi dengan program 10T deteksi komplikasi
kehamilan!
2. Jelaskan evidence based dalam kehamilan!
3. Jelaskan asuhan antenatal yang direkomendasikan berdasarkan evidence based!

Program Studi D IV Kebidanan Page 27


PRAKTIK KONSELING
Klien : Assalamualaikum bu Bidan
Bidan : Waalaikumsalam. Mari ibu, silahkan duduk.
Klien : iya bu bidan ,terima kasih
Bidan  : Sama-sama. Bagaimana kabarnya bu ?
Klien   : Baik bu bidan.
Bidan : Alhamdulillah kalau begitu. Oh iya, perkenalkan saya bidan Yanti. Saya
tiap harinya   tugas di Rumah Sakit Umum Pasarwajo. Kalau ibu ? dengan
ibu siapa ?
Klien   : Nama saya Nini ibu bidan.
Bidan  : Oh ,ibu Nini ternyata. Senang bisa berkenalan dengan ibu.
Klien   : Sama-sama bidan
Bidan  : Ada yang bisa saya bantu ibu ?
Klien   : Hmm, begini bu bidan  saya berencana ingin mengganti KB saya bu. Saya
kan sudah 6 bulan pakai kb suntik 1 bulan, tapi saya tidak begitu suka ini
karena berat badan saya naik. Saya jadi tidak percaya diri. Saya hampir
tidak punya waktu untuk memperpanjang masa kb suntik 1 bulan saya. Dan
saya rasa ini sedikit merepotkan karena harus tiap bulan disuntik. Takutnya
saya hamil karena  lupa  atau tidak punya waktu untuk memperpanjang
masa kb suntik saya ke bu bidan.
Bidan  : Ummm , jadi ibu ingin mengganti jenis KB ibu yang sekarang  ? ibu ini
juga seorang yang sangat sibuk ya?Boleh ibu ceritakan tentang pekerjaan
ibu ?
Klien    : iya bu bidan .Saya seorang pengajar di Unidayan bu bidan. Saya mengajar
Bahasa Indonesia. Memang bu bidan, saya adalah wanita yang  sibuk
dengan pekerjaan. Tiap haripun paling lama 6  jam saya berada di rumah,
dan itupun jarang. Banyak sekolah lain yang membutuhkan tenaga saya bu
bidan.
Bidan : Apa ada keluhan lain selama mengguanakan KB suntik ?
Klien  : Kalau masalah keluhan selama ini saya tidak pernah merasakan keluhan
yang berart bu bidan. Hanya saja saya ingin menggantinya dengan kb jenis
lain.
Bidan : Sebelumnya ibu usianya berapa ?
Klien  : Saya 25 tahun bu bidan dan saya punya  satu putra  usianya 9 bulan.

Program Studi D IV Kebidanan Page 28


Bidan : Baiklah ibu . mungkin alasan ibu cukup kuat. Ibu naik berat badannya, dan
ibu jadi tidak percaya diri, karena kesibukan , ibu pasti akan kesulitan
mengatur waktu untuk memperpanjang masa kb suntik ibu. Dan karena
kesibukan juga ibu mungkin akan lupa datang ke bidan untuk disuntik kb
suntik 1 bulan. Nah kira-kira jenis kb yang seperti apa yang ibu inginkan
untuk mengganti kb suntik 1 bulan ini ? dan apakah suami juga sudah setuju
kalau ibu mengganti alat kontrasepsi?
klien  : Suami saya setuju bu bidan. Saya sudah bicarakan hal ini. Tapi mengenai
jenis alat kontrasepsi yang lain, saya belum tau bu bidan. Saya belum punya
pilihan. Bisa ibu jelaskan tentang jenis alat kontrasepsi yang lain bu bidan ?
Bidan   : Tentu bisa ibu. Sebenarnya dalam hal ini saya memerlukan kehadiran suami
ibu agar ibu dan suami sama-sama bisa paham tentang alat kontrasepsi
sehingga nantinya keputusan bisa diambil bersama. Tapi tidak apa-apa ibu,
nanti pada pertemuan berikutnya saya harap ibu dan suami bisa datang
kembali kesini. Baiklah kalau begitu,karena ibu sudah menggunakan KB
suntik, maka dalam hal ini saya akan jelaskan kepada ibu mengenai jenis
KB yang lain yaitu Pil, spiral ( IUD ), implant, dan kondom. Namun saya
akan sedikit menyampaikan beberapa hal tentang kb suntik.Kb suntik ada
yang satu bulan ( cyclofem ) dan yang 3 bulan depoprogestin dan depo
provera. Keuntungannya itu tidak mengganggu hubungan, suami istri, cepat
juga mengembalikan kesuburan. kerugiannya berat badan ibu bisa naik,
setelah setahun menggunakan dan berhenti haid belum teratur, ada bercak
darah pada awal pemakaian. Untuk KB pil ibu, kita mengenal dua jenis saja.
Yang pertama  mini pil/pil progestin. Pilihan yang baik bagi ibu yang
menyusui dan ingin menggunakan pil, mulai diminum pada minggu ke 6
setelah melahirkan,sangat efektif selama masa menyusui. Yang kedua yaitu
pil kombinasi. Pil ini sangat efektif bila diminum setiap hari.Bila berhenti
minum Pil KB dapat terjadi kehamilan.

Kelebihan:
1. Tidak mengganggu hubungan intim dengan pasangan.
2. Bisa digunakan wanita segala usia.
3. Kesuburan segera kembali setelah dihentikan.
4. Mengatur siklus haid.

Program Studi D IV Kebidanan Page 29


Kekurangan:
1. Pada tiga bulan pertama bisa merasakan mual.
2. Pendarahan atau bercak darah, terutama jika lupa atau terlambat minum pil.
3. Bisa merasakan sakit kepala ringan.
4. Berat badan bisa naik.
5. Biasanya haid akan terhenti.

Jenis Kb yang kedua yaitu jenis implant. Terbagi juga menjadi beberapa jenis kecil
yaitu Norplan,Implanon,Indoplan,Sinoplan,Jadenna.
Keuntungan dari metode ini adalah:
1. Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
2. Bebas dari pengaruh estrogen
3. Tidak mengganggu ASI
4. Perdarahan lebih ringan
5. Tidak menaikkan tekanan darah
6. Mengurangi nyeri haid

Kekurangan
1. Timbul beberapa keluhan nyeri kepala, peningkatan/ penurunan berat badan,
nyeri payudara, perasaan mual, pusing kepala, perubahan mood atau
kegelisahan.
2. Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan
3. Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual, termasuk
HIV/AIDS
4. Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000
perempuan per tahun)

Efek samping selama 3-6 bulan pertama dari pemakaian,antara lain :


1. Bertambahnya hari-hari perdarahan dalam 1 siklus haid
2. Berkurangnya panjang siklus haid
3. Amenore, meskipun jarang terjadi dibandingkan perdarahan lama atau
perdarahan bercak.

Program Studi D IV Kebidanan Page 30


Jenis Kb yang terakhir yaitu IUD ( spiral ).
Suatu alat atau benda yang dimasukkan ke dalam rahim yang sangat efektif,
reversibel dan berjangka panjang, dapat dipakai oleh semua perempuan usia
reproduktif. Tingkat keefektifannya juga tinggi yaitu 92-99%. Oleh sebab itu, banyak
ibu yang memilih mengguanakan IUD. Mekanisme kerja IUD sendiri yaitu:
1. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi
2. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
3. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur ke dalam uterus

Untuk jenis IUD sendiri sangat banya Bu. Ada Lippes-Loop, Saf-T-Coil, Dana-
Super, Copper-T (Gyne-T), Copper-7 (Gravigard), Multiload,Progesterone IUD
Keuntungannya yaitu:
1. Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam
jangka panjang
2. Tidak mengganggu laktasi (menyusui)
3. Tidak berinteraksi dengan obat-obatan
4. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau keguguran
5. Kesuburan cepat kembali setelah IUD dicabut / dibuka

Kekurangan IUD :
1. Efek sampingnya terhadap siklus haid (menstruasi) sering “mengejutkan”,
namun tidak berbahaya dan bukan tanda kelainan/penyakit.
2. Perdarahan bercak (spotting) diantara siklus haid
3. Kadang-kadang nyeri haid lebih dari biasanya

Dan yang terakhir adalah kondom wanita. Kondom wanita adalah sebuah
kantung berlubrikasi dengan dua cincin fleksibel di ujung-ujungnya. Sebuah
cincin lunak yang dapat dilepas memudahkan pemasangannya dan menjaga kondom
di tempat. Sebuah cincin fleksibel yang besar tetap berada di luar vagina, yang
meliputi pembukaan vagina (vulva) dan memberikan perlindungan tambahan.
Kondom wanita memiliki keuntungan melindungi dari PMS, tidak mudah slip
atau bocor, tidak memengaruhi hormon dan tidak menimbulkan alergi (karena
terbuat dari polyurethane, bukan lateks). Kerugiannya adalah beberapa orang
merasakan kurang nyaman, tidak efektif untuk semua posisi, dan harganya mahal.

Program Studi D IV Kebidanan Page 31


Kondom wanita tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria karena dapat
menyebabkan posisinya bergerak keluar.
Jadi, apaka ibu sudah paham apa yang saya jelaskan ?

Klien  : Iya bu bidan,saya sudah paham. Ternyata  KB itu ada yang implant, spiral,
pil, dan suntik. Efek sampingnya semua hanya sementara dan semuanya
juga menyebabkan perubahan pada siklus haid. Dan dari jenisnya sendiri
pemasangannya dilakukan dengan teknik yang berbeda. Keefektifan
masing-masing jenis tinggi dalam mencegah terjadinya kehamilan.
Bidan : Iya ibu, tepat sekali Jadi, apakah ibu sudah punya pilihan tentang KB mana
yang cocok untuk ibu nanti ?
Klien  : Iya bu bidan . Saya sepertinya akan memilih menggunakan IUD saja nanti.
Karena jangka pemakaiannya panjang dengan sekali pakai. kebetulan saya
dan suami belum ingin menambah momongan dulu utuk 6 tahun ke depan.
Kalau yang pil, saya takut gemuk dan sepertinya ribet karena harus sering
minum. Terus kalau suntik, saya memang tidak cocok dan tidak ingin
mencobanya lagi. Dan kalau jenis impalnt sepertinya juga tidak, bidan. Saya
takut dengan proses pemasangannya serta jangka waktunya juga lebih
pendek dari IUD.
Bidan   : Baik ibu. Berarti ibu ingin gunakan IUD saja ya bu ya ?
Klien  : Iya bidan.
Bida : Baiklah ibu. Untuk selanjutnya sebaiknya ibu dan suami segera datang
kembali kesini. Nanti saya akan kembali menjelaskan kepada suami ibu
tentang IUD dan masing-masing jenisnya, baru kemudian saya minta
persetujuan dari ibu dan suami untuk dilakukan pemasangan IUD.
Bagaimana bu?
Klien   : Iya bu bidan. Secepatnya saya dan suami akan kembali kesini. Terima kasih
atas masukannnya bu bidan . Kalau begitu saya permisi dulu ya bu bidan.
Bidan   : Iya ibu. Titip salam ya sama keluarga di rumah.
Klien    : Iya bu bidan , Assalamualaikum..
Bidan   : Waalaikumsalam.

Program Studi D IV Kebidanan Page 32


Beri tanda (√) dalam kolom yang tersedia disebelah kanan sesuai dengan tindakan yang dilakukan
oleh mahasiswa.
NO KEGIATAN SKALA
1 2 3
1 Menyiapkan alat-alat matras dan bantal
2 Menyiapkan ibu ,posisi ibu dan tempat yang akan
digunakan
3 Menjelaskan pada ibu mengenai prosedur yang akan
dilakukan. jelaskan tujuan dan manfaat prosedur
yang dilakukan dalam senam hamil( informed
consent )
4 PERTEMUAN PERTAMA
Mengangkat ujung kaki
mengangkat ujung kaki secara berulang ulang secara
hitungan yang diberikan (8x hitungan)
5 Menekukkan telapak kaki
tekukkan telapak kaki keatas sepenuhnya begitu juga
kebawah (8x hitungan)
6 Cara tidur yang nyaman
Posisi tidur miring kekanan, dengan kepala ditopang
tangan atau bantal, kaki dibawah lurus, kaki atas
ditekuk, tarik nafas dan hembuskan lewat mulut.
Masing-masing 8x.
7 Duduk bersila
Dengan posisi seperti ini, tundukan kepala dan
angkat kepala sambil menarik nafas, kemudian
mengembuskannya. Lanjutkan dengan menaikan
bahu kemudian menurunkannya kembali.Lakukan
gerakan 8x hitungan.
8 PERTEMUAN KEDUA
Duduk bersila
dilakukan gerakan pemanasan dengan menggerakan
kepala menengok kekanan dan kekiri, miring
kekanan dan kekiri. Sesudah itu tundukan kepala dan
angkat kepala sambil menarik nafas, kemudian
mengembuskannya. Lanjutkan dengan menaikan
bahu kemudian menurunkannya kembali. Lakukan
gerakan 8x hitungan.
9 Memutar Lengan Dan Mengencangkan Payudara
Letakan jari-tangan dibahu. Meletakan dua lengan
mejepit : Kedua payudara dan mengangkat payudara
ke atas dengan kedua
siku tersebut. Lakukan gerakan ini dengan memutar
lengan. Lepas perlahan-lahan kemudian lanjutkan
dengan mengangkat kedua siku keatas dan kembali
ke posisi  semula lakukan gerakan 8x.
10 Gerakan Relaksasi 

Program Studi D IV Kebidanan Page 33


Posisi tidur miring kekanan, dengan kepala ditopang
tangan atau bantal, kaki dibawah lurus, kaki atas
ditekuk, tarik nafas dan hembuskan lewat mulut.
Lakukan gerakan dengan mengangkat kaki atas
setinggi pinggul, kemudian turunkan, lanjutkan
dengan mengangkat kaki atas, tekuk ke arah perut
dengan kaki bawah sejajar, luruskan dan kembali
keposisi semula, ulangi semua gerakan dengan posisi
miring kekiri masing-masing 8x.
11 Gerakan Pergerakan Kaki Dan Menganyuh 
Posisi tubuh terlentang. Kedua kaki lurus tekanlah
jari-jari kaki lurus ke
 bawah dan tekuk keatas kembali. Putar pergelangan
kaki dari arah kanan kekiri dan sebaliknya.
Lanjutkan pergerakan dengan kaki seolah-olah
mengayuh sepeda dengan kedua tangan disisi
samping untuk menahan. Lakukan gerakan masing-
masing 8x.
12 Mengangkat Panggul 
Posisi tidur terlentang dengan kedua kaki ditekuk.
Kedua tangan diletakan disamping untuk menahan
badan. Tarik napas, tahan sambil mengencangkan
otot panggul, tahan beberapa detik, lalu kembali
keposisi semula sambil menghembuskan napas.
Lakukan gerakan 8x.
13 Latihan Membran 
Posisi tidur terlentang, rangkul paha dengan tangan
sampai siku. Lakukan dengan posisi miring kekiri
dan kenan lanjutkan dengan posisi terlentang dan
merangkul kedua paha dengan lengan sampai siku.
Sambil menarik napas angkat kepala, pandangan
keperut lalu hembuskan napas lanjutkan dengan
pergelangan kaki. Lakukan 8x.
14 Melenturkan Punggung 
Posisi merangkak, bahu sejajar dengan kedua lengan
dibuka sejajar. Dengan membuka kaki, angkat
punggung dan tundukan kepala, sambil menarik
napas tahan beberapa detik kemudian kembali ke
posisi semula, pada posisi kembali otot punggung
rileks. Ulangi gerakan sampai 8x
15 Gerakan Anti Sungsang 
Posisi menungging. Tangan rileks disamping tubuh
dan kedua kaki terbuka, ditekuk sejajar bahu.
Letakan kepala dikedua tangan, turunkan dada
perlahan-lahan sampai menyentuh kasur, kepala
menolek ke samping kiri atau kanan. Letakan siku

Program Studi D IV Kebidanan Page 34


diatas kasur, geser sejauh mungkin dan tubuh
kesamping. Ulangi gerakan sampai 8x.
16 Konseling
Anjurkan ibu melakukan senam hamil di rumah dan
memakan makanan begizi serta minum susu ibu
hamil
TOTAL NILAI

DOKUMEN JOB SHEET(JS)

Program Studi D IV Kebidanan Page 35


DIPLOMA KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES RIAU
JOB SHEET

Program Studi : Diploma IV Kebidanan


Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan
Kegiatan/Keteramilan : Melaksanakan praktik senam Hamil
Unit : Praktik Laboratorium
Objektif Perilaku Siswa : Peserta didik mampu melakukan Praktik Senam Hamil
(OPS) sesuai prosedur secara sistematis dan benar, setelah
membaca setiap langkah yang terdapat dalam job sheet
Dosen :
Peralatan & Perlengkapan : Perlengkapan :
 Baju Olahraga
 Tape Rekorder
 Kaset
 Bantal 1
 Matras
Referensi : 1. Rose-Neil, Wendy, Panduan Lengkap
Perawatan Kehamilan, 2001, Dian Rakyat,
Jakarta,hal 88-89
2. Ida Bagus Gde Manuaba, Prof. Memahami
Kesehatan Reproduksi Wanita, EGC, Jakarta
Trimester kedua kehamilan serungkali dianggap sebagai tahap berbulan
3. Fiory Di Judi, Pregnancy Fitness, 2005, Prestasi
madu kehamilan, karena merupakan masa yang sangat sehat. Ibu hamil mungkin
pustaka, Jakarta, hal 63-79
merasakan seolah-olah memiliki energi yang lebih banyak. Ibu hamil mulai menunjukkan
bahwa kehamilannya sudah tampak semakin nyata, sehingga inilah saat yang tepat
untuk melanjutkan latihan agar kondisi yang sangat bagus tersebut dapat bertahan lama
Kadangkala perasaan takut dan cemas menghadapi persiapan persalinan pada
seorang ibu hamil pada trimester IIDASAR TEORI
dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan psikis
dan fisik, diantaranya pada otot-otot yang berhubungan dengan proses persalinan,
sehingga persalinan tidak berjalan lancar. Persalinan ini akan berjalan lancar apabila ada
ketenangan dan relaksasi yang sempurna, sehingga otot- otot berkontraksi dengan baik,
rytmis dan kuat.
Mengingat hal tersebut diatas prenatal care perlu memberikan gerakan-
gerakan relaksasimelalui senam hamil yang dilakukan secara teratur selama kehamilan,
terutama dalam minggu 26-30 minggu yang bertujuan untuk mempersiapkan ibu
menghadapi kala I persalinan.Dengan mengikuti/melakukan latihan senam hamil secara
Program Studi D IV Kebidanan Page 36
teratur dan intensif, ibu hamil akan menjaga kesehatan tubuhnya dan janin yang
dikandungnya secara optimal dan siap menghadapi persalinan tanpa perasaan takut.
PERSIAPAN

1. Pertimbangkan indikasi-indikasi untuk melakukan senam hamil dan pastikan


bahwa pemeriksaan tersebut penting untuk tujuansenam hamil yang tepat untuk
klien.
2. Pastikan semua alat, perlengkapan yang diperlukan sudah tersedia sesuai dengan
job sheet.
3. Letakkan alat, perlengkapan pada tempat yang mudah dijangkau dan dalam
keadaan bersih.

PETUNJUK BAGI MAHASISWA

1. Baca dan pelajari lembar kerja yang tersedia


2. Siapkan alat dan bahan sesuai secara lengkap sebelum tindakan dimulai
3. Perhatikan dan ikutilah petunjuk instruktur
4. Tanyakan pada instruktur bila terdapat hal-hal yang kurang dimengerti

KESELAMATAN KERJA
1. Perhatikan keadaan umum pasien
2. Pastikan tidak ada riwayat obstetric yang buruk sebelumnya
3. Sebaiknya senam hamil ini dilakukan saat memasuki trimester II
Program Studi D IV Kebidanan Page 37
4. Perhatikan kenyamanan dan privasi pasien
5. Lakukan senam hamil ini secara teratur sesuai dengan kemampuan ibu
PROSEDUR KERJA

NO. LANGKAH KERJA GAMBAR

1. Siapkan peralatan dan bahan yang diperlukan

Duduk tegak lurus lakukan relaksasi dengan


mengatur nafas seperti berdesis
Key point:
 Posisi duduk dipertahankan oleh
2. kedua lengan
 Pertahankan keseimbangan lengan
 Tolehkan kepala kekiri dan kekanan
sebanyak 8 kali

Kedua lengan diputar pada sendi bahu


Key point:
3.  Posisi badan tetap tegak
 Lakukan gerakan putaran ini kedepan
dan belakang sebanyak 8 kali

Letakan kedua tangan pada bahu putar


kedepan dan belakang
4.
Key poin :
Sambil menarik nafas dan rilek, lakukan
gerakan ini 8 kali
Relaksasi dengan badan tetap duduk tegak
dan tarik nafas dalam kemudian
hembuskan

5. Key poin:
 Kendurkan otot- otot dan
tenangkan pikiran
 Siap - siap untuk melakukan
gerakan inti

Berbaring kesalah satu sisi,


posisikan badan dengan nyaman dan
santai
6.
Key poin:
Kaki kanan ditekuk dan kaki kiri
lurus, tetap sambil mengatur nafas

Angkat paha dan kaki keatas


kemudian kembali lagi seperti semula.
Lakukan gerakan sebanyak 8 x

7. Key poin :
 Tungkai tetap
lurus.
 Lakukan perlahan sesuai dengan
kemampuan ibu

Ibu berbaring terlentang,tangan lurus


diposisi samping badan ibu, kaki diangkat
seperti mengayuh sepeda
8.
Key poin:
lakukan 2x 8 hitungan atau semampu
ibu.

Program Studi D IV Kebidanan Page 39


Berbaring terlentang,angkat panggul
sampai membentuk sudut 45°

Key poin:
 Usahakan posisi tubuh dengan
lantai membentuk sudut 45°
9. dengan ditahan kedua kaki dan
bahu
 Kedua lengan disamping badan
 Kedua lutut ditekuk
 Lakukan gerakan dengan relax
 Lakukan gerakan sebanyak 3x

Masih dalam posisi miring. Latihan


posisi meneran, kedua tangan menarik
paha dan mendekatkannya kedada.
10.
Key poin:
Lakukan sambil menarik nafas, lakukan
gerakan ini 3 kali atau sesuai dengan
kemampuan ibu

Latihan meneran dengan posisi


terlentang, kedua tangan menarik paha
ke dada secara maksimal
11. Key poin :
Lakukan sambil mengatur nafas
sebanyak 3 kali atau semampu ibu.

Latihan meneran dengan posisi dorsal


recumbent, tangan memegang pergelangan
kaki, kepala diangkat, dagu menyentuh
dada
12.
Key poin :
Lakukan sambil mengatur nafas sebanyak
3 kali atau semampu ibu.

Program Studi D IV Kebidanan Page 40


Latihan pembentukan sikap tubuh
Sikap merangkak,lihat vulva sambil
mengempiskan perut dan anus

Key poin:
13.  Lakukan gerakan ini dengan santai
 Kepala ditundukkan dengan
pinggang sedikit diangkat
 Lakukan seperti orang menahan
BAB
Sikap/posisi lutut dada
Kedua tangan jauh disamping kepala,
kepala miring kesalah satu sisi, dada
menyentuh lantai. Kedua paha dan kaki
diregangkan
14.
Key poin :
Lakukan gerakan ini sambil menarik nafas
dan berhenti bila tiba- tiba merasa sakit
atau tidak nayaman yang berlebihan

EVALUASI

1. Mahasiswa mendemonstrasikan senam hamil secara berkelompok


2. Setiap langkah dilakukan secara sistematis
3. Kenyamanan ibu hamil diperhatikan
4. Selalu memantau kondisi ibu

Program Studi D IV Kebidanan Page 41