Anda di halaman 1dari 17

2020

WISNU MAHENDRA BUSONO SE., MAk., CPA

Program Sarjana
Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Trisakti
- Indonesia mengadopsi ISA (International standars on auditing) –
putusan penting yang diumumkan Pusat Pembinaan Profesi
Keuangan (PPPK) / Kementrian Keuangan dalam bulan Mei 2012.

- Pernyataan Standar Audit (PSA) – Dewan Standar Profesional


Akuntan Publik (DSPAP). http://iapi.or.id/Iapi/detail/153

- ISA berlaku untuk audit atas laporan keuangan emiten dimulai


pada atau sesudah tanggal 1 Januari 2013, dan 1 Januari 2014
untuk entitas selain emiten.
• Integritas membangun kepercayaan dan memberikan dasar kepercayaan
terhadap penilaian yang dilakukan. (Lurus, lugas, jujur dalam semua
Integritas hubungan profesional.

Independensi • Tidak membiarkan bias, benturan kepentingan atau tekanan pihak lain,
dan menghilangkan kearifan dan akal sehat profesional dan bisnis.
Objektifitas

• Menghormati nilai dan kepemilikan informasi yang diterima dan tidak


mengungkap informasi tanpa otoritas yang sesuai tanpa jaminan sah atau
Kerahasiaan tuntutan profesional, dan lain sebagainya. Auditor tidak diperkenankan
mendiskusikan hal apapun yang berkaitan dengan audit yang dilakukan
terhadap pihak luar yang tidak termasuk dalam staf audit.

Kompetensi dan • Memeihara pengetahuan dan keterampilan profesional


Perilaku • Memenuhi ketentuan perundang-undangan dan menghindari perbuatan yang
profesional merendahkan profesi.
Perencanaan Audit

Pelaksanaan Audit

Pelaporan Hasil Audit


Program Kerja Penugasan / Audit Penerbitan Surat Tugas
Program (Std. 2240)
- Prosedur untuk Dasar Audit

mengidentifikasi,
menganalisis, mengevaluasi Tujuan Audit

dan mendokumentasikan
informasi selama penugasan. Ruang Lingkup Audit

- Audit Program ini harus


Objek dan Lokasi Audit
disetujui sebelum
dilaksanakan, dan setiap
perubahan harus segera Periode Audit

disetujui.
Waktu Pelaksanaan Audit

Susunan Tim Audit


▪ Opening Meeting
▪ Interview / Inquiry – Pengumpulan Informasi
▪ Bukti Audit
a. Bukti Fisik
Benda yang secara fisik dapat dilihat,
diraba, atau dirasakan, seperti tanah,
bangunan, mesin dan peralatan, “No Documentations, No Procedures Done!”
persediaan, dan sebagainya.
b. Bukti Dokumentasi
Dokumen atau catatan yang mewakili c. Bukti Akuntansi
keberadaan dan keabsahan Buku besar, buku kas pembantu, voucher.
transaksi/kejadian yang terkait dengan d. Bukti Pernyataan
laporan yang diuji. Bukti dokumentasi Pernyataan manajemen secara tertulis.
dapat berasal dari luar atau diciptakan e. Bukti Analisis
sendiri melalui sistem di dalam Hasil analisis auditor terkait data yang
organisasi. dikumpulkan
Teknik Pengumpulan Bukti

a. Observasi
b. Pertanyaan (Interview)
Andal Cukup c. Analisis
d. Verifikasi
e. Investigasi
f. Evaluasi
g. Vouching
Relevan h. Tracing
i. Scanning

Kriteria Bukti Audit


▪ Memahami dan Mengevaluasi Pengendalian Internal (Pengujian Pengendalian atau
TOC)
- Pemahaman auditor atas pengendalian internal auditee sangat diperlukan dalam audit terhadap
pengendalian internal atas operasional perusahaan maupun atas pelaporan keuangan.
- Dokumentasi manajemen merupakan sumber informasi utama dalam memperoleh pemahaman
tersebut.
- Sebagai bagian dari prosedur penilaian risiko, auditor
menggunakan prosedur untuk memperoleh pemahamannya atas
pengendalian internal auditee, yang meliputi pemgumpulan
bukti tentang rancangan pengendalian internal, dan apakah
pengendalian tersebut sudah diimplementasikan, lalu
menggunakan informasi tersebut sebagai dasar audit terpadu.

- Auditor melakukan transaction walktrough (mengikuti jejak


transaksi) sebagai bagian prosedur untuk memperoleh
pemahaman yang dapat membantunya dalam menentukan
apakah pengendalian telah dijalankan.
▪ Aktifitas Pengendalian

Pemisahan Tugas Otorisasi yang tepat Dokumen dan Pengendalian fisik Pemeriksaan
atas transaksi catatan yang atas aset dan catatan independen /
memadai verifikasi internal

• Pekerjaan yang • Tanggung jawab • Orang yang • Perlindungan atas • Pengecekan oleh
berbeda, ke masing- bertanggung aset, pasword internal auditor
dikerjakan oleh masing karyawan jawab dapat system
karyawan yang secara spesifik diidentifikasi • Penyimpanan
berbeda • Nomor urut/cetak catatan akuntansi
• Pemisahan Tugas dokumen • Restricted area
• CCTV
• Sistem pemadam
Siklus Kas

Akuisisi Siklus
Modal Pembelian
Siklus
Transaksi

Siklus Siklus
Penggajian Penjualan
▪ Bukti Pemahaman Implementasi Pengendalian Internal
1. Tanya jawab dengan personil entitas.
2. Dokumentasi
▪ Naratif
Uraian tertulis tentang pengendalian internal auditee, yang
menjelaskan asal usul setiap dokumen atau catatan, semua
pemrosesan yang berlangsung dan yang terlibat, disposisi
setiap dokumen (catatan), dan petunjuk tentang pemisahan
tugas, otorisasi, serta verifikasi internal, sampai dengan
pencatatan.
▪ Bagan Arus (Flow Chart)
Diagram yang menunjukkan alur proses kegiatan dan menunjukkan dokumen auditee dan aliran urutannya
dalam perusahaan. Bagan arus sangat bermanfaat karena memberikan gambaran secara menyeluruh
mengenai sistem auditee, yang membantu auditor mengidentifikasi pengendalian dan defisiensi sistem
klien.
▪ Kuisioner
Serangkaian pertanyaan tentang pengendalian dalam setiap area audit sebagai sarana untuk menemukan
kelemahan dalam pengendalian internal klien.
3. Mengamati personil yang melakukan proses pengendalian.
4. Melakukan penelusuran kembali atas satu atas beberapa transaksi melalui sistem proses operasional maupun
sistem akuntansi dari awal hingga akhir.
▪ Ilustrasi Pengujian Pengendalian (Test of Control) ▪ Tahap Evaluasi
Auditor mengevaluasi apakah
pengendalian yang telah
dirancang oleh auditee telah
diimplementasikan secara
efektif dan mengevaluasi
dampak yang dihasilkan jika
terdapat pengendalian tidak
berjalan efektif.
▪ Pengembangan Temuan

a. Kondisi
b. Kriteria
c. Sebab
d. Akibat
e. Rekomendasi
▪ Hubungan antara Pengujian Pengendalian dengan Pengujian Substantif

√ Adanya suatu penyimpangan yang ditemukan dalam pengujian pengendalian hanya indikasi
tentang kemungkinan adanya kesalahan penyajian yang berpengaruh terhadap kegiatan
operasional maupun “nilai Rupiah” baik dalam jumlah yang dikeluarkan terkait kerugian
perusahaan maupun penyajian dalam laporan keuangan.
√ Selanjutnya auditor akan melakukan pengujian substantive golongan kegiatan maupun transaksi
atau pengujian rinci saldo untuk memastikan apakah kesalahan penyajian yang material
sungguh-sungguh terjadi.
▪ Hubungan antara Prosedur Analitis dengan Pengujian Substantif

√ Prosedur analitis juga hanya merupakan indikasi tentang kemungkinan adanya kesalahan
kegiatan operasional maupun penyajian yang mempengaruhi nilai rupiah dalam laporan
keuangan. Fluktuasi tidak biasa dalam hubungan antara suatu akun dengan akun lainnya, atau
antara informasi non-keuangan, bisa menjadi petunjuk meningkatnya kemungkinan terjadinya
kesalahan pelaksanaan operasional maupun kesalahan penyajian secara material.
▪ Kerta Kerja (Working Paper)

Mendukung laporan, dokumentasi, bahan closing


conference, sarana supervisi, pengendalian mutu, dan
lainnya.

Kertas kerja berisi dokumentasi dari langkah-langkah


atau proses audit yang dilakukan, meliputi:
1. Rencana audit, termasuk program audit.
2. Pemeriksaan dan evaluasi kecukupan dan efektivitas
sistem pengendalian internal.
3. Prosedur-prosedur audit yang dilakukan, informasi
yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai.
4. Penelaahan kertas kerja oleh penyelia.
5. Laporan audit.
6. Tindak lanjut dari tindakan perbaikan.
▪ Teknik Pembuatan Kertas Kerja

Pada dasarnya, teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan kertas kerja audit
disesuaikan dengan kebutuhan audit pada objek yang sedang diaudit.

Judul Deskriptif Tanda Centang Referensi Silang Pemberian Indeks Keberlanjutan

• Seluruh kertas kerja • Penggunaan symbol • Kertas kerja harus • Petunjuk keterkaitan • Auditor harus
harus memasukkan yang bervariasi direferensi- informasi antara menggunakan
judul penugasan untuk silangkan dengan informasi yang pengembangan
audit, jumlah proyek mengindikasikan temuan audit. disampaikan kertas kerja
audit, judul kertas pekerjaan yang sepenuhnya
kerja, sumber telah dilakukan sebelumnya
informasi dan tujuan pelaksanaan audit,
kertas kerja. yakni flowchart,
deskripsi sistem
dan data lain yang
valid. Kertas kerja
yang masih berguna
harus menjadi
bagian kertas kerja
tahun berjalan.
Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Bobot Perkuliahan

1. Perkenalan SAP Final Test - 40%


2. Cash and cash equivalents Assignment - 30%
3. Account Receivable Quiz - 20%
4. Inventories Kehadiran - 5%
5. Fixed Assets Partisipasi - 5%
6. Prepayments
7. Account Payable
8. Review / Pembahasan Soal Ujian
9. Final Test