Anda di halaman 1dari 6

ESSAY SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

“EARNINGS MANAGEMENT”

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Seminar Akuntansi
Keuangan

Dosen : Dr. Erlynda Kasim, SE.,MSi,Ak.,CA.,CSP

Disusun oleh :

Sri Depi Wulansari (C10170006)

Ita Hardiyanti (C10170010)

S1 AKUNTANSI

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITAS

2020/2021
Earnings Management

Pendahuluan

Istilah earnings management atau manajemen laba mungkin tidak terlalu asing bagi para

pemerhati manajemen dan akuntansi, baik praktisi maupun akademisi.Istilah tersebut mulai

menarik perhatian para peneliti, khususnya peneliti akuntansi,karena sering dihubungkan dengan

perilaku manajer atau para pembuat laporan keuangan (preparers of financial statements).

Sekilas, tampak bahwa manajemen laba berhubungan erat dengan tingkat perolehan laba

(earnings) atau prestasi usaha suatu organisasi. Hal ini tidaklah aneh karena tingkat keuntungan

atau laba yang diperoleh sering dikaitkan dengan prestasi manajemen disamping memang adalah

suatu yang lazim bahwa besar kecilnya bonus yang akan diterima oleh manajer tergantung dari

besar kecilnya laba yang diperoleh. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan bila manajer sering

berusaha menonjolkan prestasinya melalui tingkat keuntungan atau laba yang dicapai.

Manajemen laba diduga muncul atau dilakukan oleh manajer atau para pembuat laporan

keuangan dalam proses pelaporan keuangan suatu organisasi karena mereka mengharapkan suatu

manfaat dari tindakan yang dilakukan. Manajemen laba menjadi menarik untuk diteliti karena

dapat memberikan gambaran akan perilaku manajer dalam melaporkan kegiatan usahanya pada

suatu periode tertentu, yaitu adanya kemungkinan munculnya motivasi tertentu yang mendorong

mereka untuk memanaje atau mengatur data keuangan yang dilaporkan. Perlu dicatat disini

bahwa manajemen laba tidak harus dikaitkan dengan upaya untuk memanipulasi data atau

informasi akuntansi, tetapi lebih condong dikaitkan dengan pemilihan metode akuntansi

(accounting methods) untuk mengatur keuntungan yang bisa dilakukan karena memang

diperkenankan menurut accounting regulations.


Pembahasan

Asih dan Gudono (2000) mendefinisikan manajemen laba sebagai suatu proses yang dilakukan

dengan sengaja dalam batasan GAAP (General Addopted Accounting Principle) untuk

mengarahkan tingkatan laba yang dilaporkan.

Setiap tindakan yang dilakukan tentu saja didasari oleh motif dan tujuan, termasuk juga dengan

manajemen laba. Berikut beberapa hal terkait motivasi dan tujuan melakukan manajemen ini:

a. Tujuan Bonus

Tujuan bonus ini disebabkan karena biasanya manajer memperoleh bonus diukur dari seberapa

banyaknya laba. Manajer mempunyai informasi atas laba bersih perusahaan, sehingga dia akan

bertindak untuk melakukan manajemen dengan cara memaksimalkan laba saat ini.

b. Motivasi Politik

Manajemen ini tidak berarti selalu menaikan laba tetapi juga bisa menurunkan laba yang terjadi

pada periode berjalan. Jika untuk mendapatkan bonus, manajer akan cenderung menaikan laba,

maka untuk kepentingan dengan pemerintah laba akan cenderung dikurangi. Perusahaan akan

mengurangi laba yang dilaporkan karena adanya tekanan publik sehingga pemerintah

menetapkan peraturan yang lebih ketat. Selain itu, dengan mengurangi laba perusahaan juga

dapat menghemat pajak.

c. Initial Public Offering / IPO (Penawaran Saham Perdana)


IPO ini merupakan penawaran saham perdana ke publik, perusahaan yang belum pernah

memiliki nilai pasar dan akan go public akan melakukan manajemen laba. Hal tersebut bertujuan

agar harga saham perusahaan naik.

d. Informasi Kepada Investor

Informasi kepada investor ini merupakan tujuan dan motivasi umum dalam mengelola laba

bisnis. Perusahaan harus menyampaikan laporan kepada investor pada akhir periode atau akhir

bulan. Agar perusahaan dinilai memiliki kinerja yang baik, maka perusahaan melakukan

pengelolaan sehingga laba meningkat.

Pola Manajemen Laba

Terdapat 4 pola manajemen laba yang sering digunakan oleh manajer, empat pola tersebut yaitu:

a. Income Smoothing

Mungkin Anda sering mendengar istilah ini? Income smoothing merupakan salah satu pola

manajemen yang sering digunakan oleh manajer. Cara yang dilakukan adalah dengan meratakan

laba yang dilaporkan. Tujuannya adalah agar laba yang diperoleh stabil, sehingga investor akan

menyukai kinerja perusahaan.

b. Income Maximization

Dilihat dari namanya, kegiatan ini dilakukan pada saat laba sedang turun. Cara ini dapat

digunakan untuk melindungi perusahaan saat berurusan dengan kegiatan utang. Selain itu, agar
mendapatkan laba yang lebih besar, Anda dapat melakukan pola ini dengan memanipulasi data

akuntansi pada laporan keuangan.

c. Income Minimization

Seperti yang dijelaskan pada tujuan dan motif, manajemen ini dapat digunakan untuk

mengurangi beban pajak dan agar perusahaan tidak mendapatkan perhatian oleh pemerintah.

Pola income minimization ini dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Caranya, Anda dapat

menghapus biaya-biaya yang tidak terlalu diperhatikan oleh pembaca laporan keuangan seperti

biaya iklan, biaya R&D; atau Anda dapat menghapus aktiva tidak berwujud dan barang modal.

d. Taking A Bath

Pola manajemen yang keempat ini adalah taking a bath. Pola ini dilakukan dengan cara

membebankan biaya yang akan datang dan menghapus beberapa aktiva. Selain itu, Anda juga

dapat melakukan clear the desk, sehingga laba yang dilaporkan dapat meningkat.

Kesimpulan

Jadi jika disimpulkan manajemen ini adalah tindakan sengaja atau manipulasi keuntungan pada

laporan keuangan agar mendapatkan keuntungan yang lebih.

Untuk manajemen laba sendiri dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi

sebenarnya yang terjadi adalah laporan keuangan yang diberikan jadi tidak relevan. Sehingga

kinerja keuangan menjadi bias. Padahal informasi yang disajikan dalam laporan keuangan sangat

penting, karena mencerminkan kinerja perusahaan dan dapat digunakan untuk pengambilan

keputusan.
Daftar Pustaka

https://www.jurnal.id/id/blog/semua-hal-tentang-manajemen-laba-yang-harus-anda-ketahui/