Anda di halaman 1dari 34

COVER

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI NILAI DASAR PNS


PADA
PELAYANAN KONSELING OBAT DI UPT PUSKESMAS
ANAK SETATAH KECAMATAN RANGSANG BARAT

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III ANGKATAN 2018 KELAS A GELOMBANG I
DI LINGKUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
PROVINSI RIAU

OLEH:

KHAIRUL HUDA, S.Farm., Apt


NIP. 19940812 201903 1 001

PEMERINTAH PROVINSI RIAU


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
JALAN RONGGOWARSITO NO. 14 PEKANBARU
TAHUN 2020
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL

Nama : Khairul Huda, S. Farm., Apt


NIP : 19940812 201903 1001
Pangkat/Golongan : Penata Muda Tk. I / III.b
Instansi : UPT Puskesmas Anak Setatah
Isu : Belum Optimalnya Pelaksanaan Konseling
Obat di UPT Puskesmas Anak Setatah

Disahkan pada :
Kepulauan Meranti, 12 Juli 2019

Penguji Coach Mentor

Drh. Askardiya Ribudana Patrianov, MP Drs. H. Arlizman Agus, MM dr. Vellyna Septy Widiya
NIP. 19591117 198303 1 005 NIP. 19580611 198303 1 005 NIP. 19870904 201406 2 001

KATA PENGANTAR

2
Puji dan Syukur patut dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
sehingga penulisan "Rancangan Aktualisasi Nilai Nilai Dasar PNS pada
Pelayanan Konseling Obat di UPT Puskesmas Anak Setatah Kecamatan
Rangsang Barat " dapat diselesaikan pada waktunya.
Laporan ini ditulis untuk memenuhi rangkaian prosedur pendidikan dan
pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil golongan III Provinsi Riau.
Keberhasilan penyusunan laporan aktualisasi ini tidak lepas dari usaha dan
bantuan berbagai pihak. Untuk itu dengan segala ketulusan hati diucapkan
terimakasih kepada yang terhormat.

1. Bapak Drs. H. Syamsuar, M.Si selaku Gubernur Riau


2. Bapak H. Joni Irwan, S.H., M.H selaku Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Riau
3. Ibu dr. Vellyna Septy Widiya sebagai Kepala UPT. Puskesmas Anak
Setatah sekaligus Mentor yang memberikan dukungan terhadap
rancangan aktualisasi nilai nilai dasar PNS
4. Bapak Drs. Arlizman Agus, M.M selaku coach yang telah memberikan
bimbingan dan motivasi dalam Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai dasar
PNS
5. Segenap Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Riau yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat selama
menjalani Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Kepulauan Meranti
6. Panitia Pelatihan Dasar CPNS golongan III Kabupaten Kepulauan
Meranti Tahun 2020 yang telah berperan dalam mensukseskan
kegiatan.
7. Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan peserta Pelatihan Dasar CPNS
Golongan III Kabupaten Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2020
Penulis menyadari bahwa Rancangan Aktualisasi ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu dibutuhkan kritik dan saran yang membangun
demi kesempurnaan laporan ini.

3
Kepulauan Meranti, Juli 2020
Penulis

4
DAFTAR ISI

COVER..............................................................................................................1
KATA PENGANTAR..........................................................................................2
DAFTAR ISI.......................................................................................................5
DAFTAR TABEL................................................................................................6
DAFTAR GAMBAR...........................................................................................7
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................8
A. Latar Belakang.....................................................................................8
B. Maksud Dan Tujuan.............................................................................9
C. Gambaran Umum Puskesmas Anak Setatah....................................10
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR PNS.............................16
A. Konsep Aktualisasi.............................................................................16
B. Isu Aktual............................................................................................19
C. Gagasan Penyelesaian Isu................................................................20
1. Kegiatan 1 (Menentukan form konseling obat yang akan
digunakan sebagai acuan)................................................................21
2. Kegiatan 2 (Membuat leaflet sebagai media konseling)...................23
3. Kegiatan 3 (Melakukan skrining resep).............................................25
4. Kegiatan 4 (Menyiapkan dan Meracik obat/ dispensing)..................27
5. Kegiatan 5 (Melakukan konseling obat pada pasien).......................28
D. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi....................................32
BAB III PENUTUP..........................................................................................33
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................34

5
DAFTAR TABEL

Tabel 1.Jumlah Penduduk Kecamatan Rangsang Barat Tahun 2018


Berdasarkan Jenis Kelamin...............................................................13
Tabel 2. Analisis USG.....................................................................................21
Tabel 3. Kegiatan............................................................................................21
Tabel 4. Kegiatan 1.........................................................................................22
Tabel 5. Kegiatan 2.........................................................................................24
Tabel 6. Kegiatan 3.........................................................................................26
Tabel 7. Kegiatan 4.........................................................................................28
Tabel 8. Kegiatan 6.........................................................................................29
Tabel 9. Matriks Rancangan Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi...................33

6
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta Wilayah Kerja UPT Puskesmas Anak Setatah.....................12


Gambar 2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin............................14

7
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PNS (Pegawai Negeri Sipil) adalah warga negara Indonesia yang


memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai Aparatur Sipil Negara
(ASN) secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki
jabatan pemerintahan. Pembinaan terhadap ASN sangat diperlukan dalam
rangka menciptakan ASN yang yang berkualitas dan profesional, sehingga
dapat menjalankan fungsinya sebagai pelayan publik sesuai dengan Pasal 10
UU No. 5 Tahun 2014.
Calon PNS yang diangkat menjadi PNS harus lulus pendidikan dan
pelatihan sesuai Pasal 65 UU No. 5 Tahun 2014. LAN (Lembaga Administrasi
Negara) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
(BPSDMD) Provinsi Riau dalam hal ini menyelenggarakan pendidikan dan
pelatihan yang disebut dengan Latsar (Pelatihan Dasar) CPNS. Latsar CPNS
diselenggarakan dalam jangka waktu 51 hari, terdiri dari 18 hari on campus,
30 hari off campus, dan 3 hari kembali on campus untuk evaluasi. Selama on
campus, peserta diklat diberikan materi mencakup nilai-nilai dasar profesi
PNS, yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen
mutu, dan Anti korupsi) yang selanjutnya diterapkan dalam aktualisasi.
Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas
adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama,
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya
(Permenkes RI No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat).
Puskesmas Anak Setatah merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten
Kepulauan Meranti yang memberikan pelayanan publik khususnya bagi
warga Kecamatan Rangsang Barat.

8
Konseling obat merupakan salah satu kegiatan Apoteker dalam
standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Tujuan dilakukannya
konseling adalah memberikan pemahaman yang benar mengenai obat
kepada pasien/keluarga pasien antara lain tujuan pengoba`tan, jadwal
pengobatan, cara dan lama penggunaan obat, efek samping, tanda-tanda
toksisitas, cara penyimpanan dan penggunaan obat. Kriteria pasien yang
diberikan konseling diantaranya adalah pasien dengan penyakit kronis,
pasien yang mendapat obat dengan indeks terapi sempit dan polifarmasi,
pasien geriatrik dan pasien pediatrik (Permenkes RI No. 74 Tahun 2015
tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas).
Kegiatan konseling obat di Apotek Puskesmas Anak Setatah tidak
terdokumentasi dengan baik dan kurang optimal pelaksanaannya karena
banyaknya pasien yang mengantri di Apotek. Hal ini menjadi dasar
pengangkatan isu “Belum optimalnya pelaksanaan konseling obat pada
pasien di Puskesmas Anak Setatah”.

B. Maksud Dan Tujuan


1. Maksud
Maksud dari dilakukannya aktualisasi nilai dasar PNS yaitu sebagai
pembiasaan nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi dalam peran dan kedudukan PNS yang melakukan
pelayanan publik, berkoordinasi dengan sektor lainnya (Whole of
Government) dan mempunyai kemampuan Manajemen ASN melalui proses
internalisasi.

2. Tujuan
Dengan adanya Pendidikan dan Latihan Dasar CPNS, maka peserta
mampu melaksanakan tugas khususnya Pelaksanaan Konseling Obat di UPT
Puskesmas Anak Setatah dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai
dasar ANEKA di tempat tugas dalam pelaksanaannya antara lain:

9
a. Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya
b. Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan
jabatannya
c. Kemampuan menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan
jabatannya
d. Kemampuan untuk berkomitmen meningkatkan kualitas pekerjaan
e. Kemampuan menolak tindakan dan perilaku korupsi, dan mendorong
percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansi.

C. Gambaran Umum Puskesmas Anak Setatah


1. Kondisi Geografis Wilayah Kerja Puskemas
1.1. Luas Wilayah
UPT Puskesmas Anak Setatah terletak di jalan Utama Anak Setatah
Kecamatan Rangsang Barat dengan luas wilayah 5220.42 km2 yang
berbatasan dengan :
Utara : Selat Malaka
Selatan : Selat Air hitam
Barat : Pulau Merbau
Timur : Rangsang Pesisir

UPT Puskesmas Anak Setatah dibangun pada Tahun 2004, dengan


luas wilayah 10000 m2 yang terdiri dari 12 desa yaitu Desa Anak Setatah,
Bantar, Permai, Sialang Pasung, Segomeng, Lemang, Sungai Cina, Bina
Maju, Mekar Baru, Melai, Telaga Baru dan Bokor dengan jarak tempuh
terjauh dari desa ke Puskesmas 15 Km. Tiap desa dapat dijangkau dengan
kendaraan roda 2/roda 4.

10
Gambar 1. Peta Wilayah Kerja UPT Puskesmas Anak Setatah

1.2. Kependudukan
Program kependudukan seperti pengendalian kelahiran, menurunkan
angka Angka Kematian Bayi ( AKB ) dan anak, perpanjangan umur harapan
hidup, penyebaran penduduk. Jumlah Penduduk, Struktur, Dinamika dan
Kualitasnya, faktor yang diperhitungkan dalam pelaksanaan upaya kesehatan
masyarakat. Masalah Kependudukan di Kecamatan Rangsang Barat, seperti
kecamatan-kecamatan lainnya adalah jarak tempuh ketempat pelayanan
kesehatan dan transportasi air.

a. Jumlah penduduk
Berdasarkan proyeksi penduduk Tahun 2018, Jumlah Penduduk
Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti 18480 Jiwa.
(Sumber data: Pendataan Desa 2018)

11
Perbandingan antara laki – laki dan perempuan, ditemukan laki – laki
lebih besar dari pada perempuan yaitu, Laki-Laki 9.567 dan Perempuan
8.913 jiwa.

Tabel 1.Jumlah Penduduk Kecamatan Rangsang Barat Tahun 2018


Berdasarkan Jenis Kelamin

Perempua
Nama Desa Laki-laki Total
n

Anak Setatah 697 662 1359

Bantar 1018 954 1972

Permai 310 294 604

Segomeng 664 564 1228

Sialang Pasung 1147 1068 2215

Lemang 707 671 1378

Sei. Cina 892 760 1652

Bina Maju 632 586 1218

Mekar Baru 496 449 945

Melai 747 729 1476

Telaga Baru 554 545 1099

Bokor 1703 1631 3334

Total : 18480

12
4000
3000
2000
1000
0

Perempuan
Laki-laki

Gambar 2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

b. Kepadatan Penduduk
Kepadatan Penduduk Kecamatan Rangsang Barat berjumlah 18.480
jiwa/km2 pada Tahun 2018. Jumlah rumah tangga 4267 dengan rata-rata
jiwa/rumah tangga 3,55.

2. Visi, Misi, Motto, Strategi dan Tata Nilai


a. Visi UPT Puskesmas Anak Setatah
UPT Puskesmas Anak Setatah dalam melaksanakan fungsinya
mempunyai Visi sebagai berikut:

13
“Terwujudnya Masyarakat Kecamatan Rangsang Barat yang Sehat,
Mandiri dan Berkualitas”

b. Misi UPT Puskesmas Anak Setatah


Untuk mewujudkan visi tersebut, UPT Puskesmas Anak Setatah
memiliki misi sebagai berikut:
1) Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas;
2) Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga,
masyarakat dan lingkungan;
3) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
profesional, bermutu,terjangkau,merata dan berkeadilan;
4) Mengoptimalkan peran dan fungsi Puskesmas, Puskesmas Pembantu,
Poskesdes, dan Polindes guna kemudahan akses masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan;
5) Menjadikan Puskesmas sebagai motivator menuju masyarakat sehat.

c. Motto UPT Puskesmas Anak Setatah


“ Melayani dengan EMAS (Efektif dan efisien, Memuaskan, Aman, Sehat)”

d. Strategi UPT Puskesmas Anak Setatah


1) Melaksanakan pembangunan selalu mempertimbangkan dampak
kesehatan;
2) Meningkatkan Kerjasama Lintas Program dan Lintas Sektor yang terkait;
3) Menyelenggarakan program upaya peningkatan kesehatan masyarakat
melalui kegiatan pembinaan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat
meliputi upaya kesehatan masyarakat yang esensial yakni promosi
kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan
gizi (upaya pemberantasan gizi kurang dan buruk), peningkatan
kesehatan keluarga termasuk KIA/KB, dan upaya kesehatan masyarakat
(UKM) pengembangan seperti UKS, UKGS, Kesehatan jiwa dan Upaya
kesehatan perorangan (UKP) seperti pengobatan dasar;

14
4) Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan petugas
dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada
masyarakat;
5) Berupaya melengkapi dan meningkatkan sarana dan prasarana
pelayanan melalui perencanaan yang dan mengusulkannya ke
kabupaten;
6) Berupaya menyelenggarakan pelayanan rawat jalan yang bermutu,
merata dan terjangkau melalui pelayanan rawat jalan di Puskesmas,
Puskesmas Pembantu dan Polindes.

e. Tata Nilai

 IMPIAN
 I (Integritas) : Mampu menjaga konsistensi mutu, moral
dan etika dalam pekerjaan.

 M (Mandiri) :
Mampu melaksanakan tugas dengan penuh
inisiatif, tanggung jawab dan kesadaran
 P (Profesional) : sendiri.
Mampu melaksanakan tugas pokok, fungsi
dan menjaga etika profesi.

Mampu bekerja dan berupaya menciptakan


 I (Inovatif) : kreatifitas dan inovasi baru untuk mencapai
tujuan.

 A (akuntabel) :
Mampu bekerja sesuai dengan prosedur dan
aturan yang telah ditetapkan.
 N (Nyaman) :
Mampu memberikan rasa nyaman kepada
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas.

15
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR PNS

A. Konsep Aktualisasi

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.Akuntabilitas
adalah kewajiban atau pertanggung jawaban yang harus dicapai dan harus
ada bentuk laporan nya. Berikut adalah nilai dasar dari akuntabilitas:
a. Kepemimpinan;
b. Transparansi;
c. Integritas;
d. Tanggungjawab (responsibilitas);
e. Keadilan;
f. Kepercayaan;
g. Keseimbangan;
h. Kejelasan;
i. Konsistensi.

2.  Nasionalisme
Nasionalisme adalah pondasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk
mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan
orientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara, atau sering
juga diartikan sebagai paham kebangsaan. Berikut adalah nilai dasar dari
nasionalisme:
a. Implementasi Nilai-Nilai Pancasila
b. ASN Sebagai Pelaksana Kebijakan Publik
1) Berintegritas Tinggi;
2) Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Kejujuran, Keadilan, Tidak Korupsi,
Transparan, Akuntabel, Dan Memuaskan Publik;
3) Mengutamakan Kepentingan Publik Dan Masyarakat Luas;
4) Mengutamakan Pelayanan Yang Berorientasi Pada Kepentingan
Publik.
c. ASN Sebagai Pelayan Publik
1) Profesional
2) Yang Melayani Publik
3) Berdasarkan Standar Operasional Pelayanan (SOP)
4) Memenuhi Hak-hak Pelanggan (Pasal 18 Undang-Undang Nomor 25
Tahun 2009);
5) Berintegritas Tinggi

d. ASN Sebagai Perekat Dan Pemersatu Bangsa


1) Pemersatu Bangsa (Dilandasi Nilai-nilai Semangat Sumpah Pemuda
dan Bhineka Tunggal Ika);
2) Menjaga Kondisi Damai.

3.    Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi atas standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan
publik. Disebutkan dalam Pasal 4 Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014
tentang ASN yaitu:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.

17
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
m.Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.

4.  Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain:
mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan
yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara. Berikut adalah nilai
dasar komitmen mutu:
a. Efektivitas dan efisiensi;
b. Inovasi;
c. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customers/ clients;
d. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan
memelihara agar customers/clients tetap setia;
e. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi, tanpa cacat, tanpa
kesalahan, dan tidak ada pemborosan;
f. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan
pergeseran tuntutan kebutuhan customers/clients maupun perkembangan
teknologi;
g. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah
dan pengambilan keputusan;

18
h. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara,
antara lain: pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi,
dan benchmark.

5.  Anti Korupsi
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk
memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-norma
dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau
masyarakat baik secara langsung maupun tidak. Berikut adalah nilai dasar
anti korupsi:
Nilai dasar hasil identifikasi oleh KPK:
1) Jujur
2) Peduli
3) Mandiri
4) Disiplin
5) Tanggung jawab
6) Kerja keras
7) Sederhana
8) Berani
9) Adil

B. Isu Aktual

Unit Kerja : Bagian Kefarmasian di UPT Puskesmas Anak Setatah


Identifikasi isu:
1. Belum Optimalnya Pelaksanaan Konseling Obat di UPT Puskesmas
Anak Setatah
2. Belum Optimalnya Pelaksanaan Visite/ Ronde Kefarmasian Bagi
Pasien Rawat Inap di UPT Puskesmas Anak Setatah

19
3. Belum Optimalnya Pelaksanaan Pemantauan dan Pelaporan Efek
Samping Obat di UPT Puskesmas Anak Setatah
Setelah didapatkan beberapa isu maka dilakukan penetapan prioritas
masalah dengan metode USG, dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 2. Analisis USG

Proses
No Identifikasi Isu Total Peringkat
U S G
1. Belum Optimalnya Pelaksanaan Konseling 5 5 5 15 1
Obat di UPT Puskesmas Anak Setatah
2. Belum Optimalnya Pelaksanaan Visite/ 4 5 5 14 2
Ronde Kefarmasian Bagi Pasien Rawat
Inap di UPT Puskesmas Anak Setatah
3. Belum Optimalnya Pelaksanaan 3 5 3 11 3
Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping
Obat di UPT Puskesmas Anak Setatah
Keterangan nilai Proses:
1 = Sangat Rendah, 2 = Rendah, 3 = Sedang, 4 = Tinggi, 5 = Sangat tinggi

Berdasarkan hasil penilaian prioritas menggunakan USG, skor tertinggi


ada pada isu pertama, “Belum Optimalnya Pelaksanaan Konseling Obat di
UPT Puskesmas Anak Setatah”. Isu ini memiliki skor 15 dan menjadi isu
prioritas (core issue) yang akan dibahas dalam rancangan aktualisasi.

C. Gagasan Penyelesaian Isu

Tabel 3. Kegiatan

Isu yang Belum Optimalnya Pelaksanaan Konseling Obat di UPT


diangkat Puskesmas Anak Setatah
Gagasan Terlaksananya Konseling Obat di UPT Puskesmas Anak
pemecahan Setatah
isu
Kegiatan yang Kegiatan:

20
diusulkan: 1. Menentukan form konseling obat yang akan
kegiatan yang digunakan sebagai acuan
bersumber 2. Membuat leaflet sebagai media konseling
dari SKP 3. Melakukan skrining resep
4. Menyiapkan dan meracik obat/ dispensing
5. Melakukan konseling obat pada pasien

1. Kegiatan 1 (Menentukan form konseling obat yang akan


digunakan sebagai acuan)

Tabel 4. Kegiatan 1

No Uraian Keterangan
1 Kegiatan Menentukan form konseling obat yang akan
digunakan sebagai acuan
2 Tahapan 1. Melakukan konsultasi bersama atasan dengan
Kegiatan menerapkan nilai Nasionalisme (mendengarkan
pendapat orang lain) dan Etika Publik
(memelihara standar etika luhur)
2. Mengumpulkan dan menentukan form konseling
yang tersedia dengan menerapkan nilai
Akuntabilitas (kejelasan)
3. Melakukan koordinasi dengan rekan kerja terkait
penggunaan form konseling obat dengan
menerapkan nilai Nasionalisme (mendengarkan
pendapat orang lain) dan Etika Publik
(memelihara standar etika luhur)
4. Mencetak form konseling dengan menerapkan
nilai (Anti korupsi dan Nasionalisme) tidak
berlebihan/boros
5. Melaporkan hasil form konseling yang sudah
ditentukan dan dicetak kepada atasan dengan

21
menerapkan nilai Akuntabilitas (tanggung
jawab) dan Etika publik (menjunjung tinggi
standar Etika luhur)
3 Output/Hasil Dengan adanya form konseling, pelaksanaan
konseling dapat didokumentasikan dan jalannya
konseling obat menjadi terarah, sehingga dapat
berjalan dengan efektif dan efisien.
4 Keterkaitan Dalam melakukan konsultasi dan koordinasi
Substansi menentukan form konseling, saya akan menerapkan
Mata musyawarah dengan memelihara standar etika yang
Pelatihan luhur dan mendengarkan pendapat orang lain
(Nasionalisme dan Etika publik).

Dalam mengumpulkan dan menentukan form


konseling yang digunakan, saya akan memperhatikan
kejelasan dan pertanyaan apa saja yang tercantum
agar jelas dan dapat dimengerti pasien
(Akuntabilitas).

Dalam mencetak form konseling, saya akan


menggunakan kertas secukupnya dan tidak
berlebihan/boros (Anti korupsi dan Nasionalisme)
Saya akan bertanggung jawab melaporkan hasil
form konseling yang sudah ditentukan dicetak dengan
menjunjung tinggi standar Etika Luhur
(Akuntabilitas dan Etika Publik)

Saya melakukan konsultasi kepada pimpinan dan


berkoordinasi kepada rekan kerja satu unit
kefarmasian dalam penentuan form konseling (Whole
of Government).
5 Kontribusi Dengan menentukan form yang akan digunakan

22
Terhadap sebagai acuan dalam pelaksanaan konseling obat
Visi-Misi akan berkontribusi pada Misi puskesmas yaitu
Organisasi menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang profesional, bermutu, terjangkau,
merata dan berkeadilan.
6 Penguatan Dengan menentukan form yang akan digunakan
Nilai sebagai acuan dalam pelaksanaan konseling obat
Organisasi akan mewujudkan tata nilai puskesmas “IMPIAN”
yaitu Integritas, Mandiri, Profesional, Akuntabel, dan
Nyaman.

2. Kegiatan 2 (Membuat leaflet sebagai media konseling)

Tabel 5. Kegiatan 2

No Uraian Keterangan
1 Kegiatan Membuat leaflet sebagai media konseling
2 Tahapan 1. Konsultasi dengan atasan terkait dengan
Kegiatan pembuatan leaflet sebagai media konseling
menerapkan nilai Etika Publik (komunikasi yang
baik) dan Nasionalisme (menerima masukan)
2. Mencari informasi untuk konten leaflet dengan
menerapkan nilai Akuntabilitas, Nasionalisme
dan Anti Korupsi (tanggung jawab)
3. Mendesain leaflet dengan menerapkan nilai
Komitmen Mutu (kreatif)
4. Mencetak leaflet dengan menerapkan nilai Anti
korupsi (jujur) dan Nasionalisme (tidak
berlebihan/boros).
5. Melaporkan hasil leaflet yang sudah di desain dan
dicetak kepada atasan dengan menerapkan nilai
Akuntabilitas (tanggung jawab) dan Etika

23
publik (menjunjung tinggi standar Etika luhur)
3 Output/Hasil Dengan penggunaan leaflet sebagai media pada saat
melakukan konseling akan meningkatkan
pemahaman pasien terkait informasi yang
disampaikan.
4 Keterkaitan Dalam berkonsultasi dengan atasan, saya akan
Substansi menggunakan komunikasi yang baik dan siap
Mata menerima masukan dari atasan (nasionalisme dan
Pelatihan etika publik)
Dalam pembuatan leaflet, saya akan teliti dalam
mencari sumber informasi, mempertanggung
jawabkan apa yang saya muat didalamnya
(Akuntabilitas, Nasionalisme dan Anti Korupsi).
Dalam mendesain leaflet, saya akan memuat konten
kreatif agar menarik minat baca pasien (komitmen
mutu)
Dalam mencetak leaflet, saya akan menggunakan
dana pembuatan leaflet dengan jujur dan tidak
berlebihan/boros (Anti korupsi dan Nasionalisme)
Saya akan bertanggung jawab melaporkan hasil
leaflet yang sudah di desain dan dicetak dengan
menjunjung tinggi standar Etika Luhur
(Akuntabilitas dan Etika Publik)

5 Kontribusi Dengan membuat leaflet sebagai media konseling


Terhadap akan berkontribusi pada Misi puskesmas yaitu
Visi-Misi menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat
Organisasi pertama yang profesional, bermutu, terjangkau,
merata dan berkeadilan.
6 Penguatan Dengan membuat leaflet sebagai media konseling
Nilai akan mewujudkan tata nilai puskesmas “IMPIAN”
Organisasi yaitu Integritas, Mandiri, Profesional, Akuntabel, dan

24
Nyaman.

3. Kegiatan 3 (Melakukan skrining resep)

Tabel 6. Kegiatan 3

No Uraian Keterangan
1 Kegiatan Melakukan skrining resep
2 Tahapan 1. Menerima resep dari pasien dengan menerapkan
Kegiatan nilai Anti korupsi, Nasionalisme, Akuntabilitas
(tidak membeda-bedakan pasien)
2. Melakukan skrining administratif, farmasetis, dan
klinis dengan menerapkan nilai Anti Korupsi
(jujur) dan Etika Publik (berdasarkan prinsip
keahlian)
3. Konfirmasi ke dokter jika ada ketidaksesuaian
resep terhadap skrining administratif, farmasetis,
dan klinis pada resep dengan menerapkan nilai
etika publik (menghargai komunikasi,
konsultasi, dan kerja sama)
3 Output/Hasil Dengan melakukan skrining farmasetis dan klinis
pada resep, saya bisa mengetahui obat apa saja yang
diresepkan, kesesuaian obat dan dosisnya dengan
kondisi pasien, sehingga pelaksanaan konseling
menjadi efektif dan efisien.
4 Keterkaitan Saya akan melayani resep sesuai nomor antrian,
Substansi tanpa membeda-bedakan pasien (anti korupsi,
Mata nasionalisme, akuntabilitas)
Pelatihan Saat melakukan skrining resep saya akan teliti dan
jujur berdasarkan prinsip keahlian profesi (anti
korupsi dan etika publik).
Saat akan melakukan konfirmasi ke dokter jika ada

25
ketidaksesuaian resep untuk mendapat kejelasan,
saya akan menghargai komunikasi, konsultasi,
dan kerja sama tanpa menyalahkan (etika publik).
Pelayanan resep yang saya lakukan merupakan
bagian dari pelayanan publik yang akan saya
lakukan dengan dasar etiket santun dan ramah.
5 Kontribusi Dengan melakukan skrining resep akan berkontribusi
Terhadap pada Misi Puskesmas yaitu menyelenggarakan
Visi-Misi pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
Organisasi profesional, bermutu, terjangkau, merata dan
berkeadilan.
6 Penguatan Dengan melakukan skrining resep akan berkontribusi
Nilai akan mewujudkan tata nilai Puskesmas “IMPIAN”
Organisasi yaitu Integritas, Mandiri, Profesional, Akuntabel, dan
Nyaman.

4. Kegiatan 4 (Menyiapkan dan Meracik obat/ dispensing)

Tabel 7. Kegiatan 4

No Uraian Keterangan
1 Kegiatan Menyiapkan dan Meracik obat/ dispensing
2 Tahapan 1. Mengambil obat dengan nama, dosis, dan jumlah
Kegiatan sesuai dengan resep yang telah di skrining pasien
dengan menerapkan nilai Anti Korupsi
(tanggung jawab dan disiplin), akuntabilitas
(tanggung jawab) dan komitmen mutu (efisien).
2. Menuliskan informasi sesuai dengan resep yang
telah diskrining pada etiket obat pasien dengan

26
menerapkan nilai akuntabilitas (jelas).
3. Melakukan pengecekan kembali antara obat dan
resep sebelum diserahkan kepada pasien dengan
menerapkan nilai Etika Publik (akurat).
4. Penyerahan obat kepada pasien dengan
menerapkan nilai Etika Publik (santun dan
menghargai komunikasi)
3 Output/Hasil Dengan melakukan dispensing obat dengan baik dan
teliti (kegiatan dari resep datang sampai obat
diserahkan pada pasien), optimalisasi konseling obat
dapat tercapai
4 Keterkaitan Saat menyiapkan dan meracik obat, saya akan
Substansi melaksanakan dengan penuh tanggung jawab,
Mata disiplin, teliti dan efisien agar menghasilkan
Pelatihan produk/jasa yang berkualitas tinggi, tanpa cacat,
tanpa kesalahan, dan tidak ada pemborosan (anti
korupsi, akuntabilitas, komitmen mutu)
Pada saat menulis etiket, saya akan menulis informasi
dengan jelas agar informasi dapat dimengerti dan
dipahami oleh pasien (akuntabilitas).
Saya akan melakukan pengecekan obat dengan teliti
dan akurat sebelum diserahkan kepada pasien (Etika
Publik).
Saya akan menyerahkan obat kepada pasien dengan
sikap santun dan menghargai komunikasi (Etika
Publik)
Menyiapkan dan meracik obat yang saya lakukan
merupakan bagian dari pelayanan publik yang akan
saya terapkan dengan dasar etiket ramah dan dapat
mengendalikan diri.
5 Kontribusi Menyiapkan dan Meracik (dispensing) obat akan

27
Terhadap berkontribusi pada Misi puskesmas yaitu
Visi-Misi menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat
Organisasi pertama yang profesional, bermutu, terjangkau,
merata dan berkeadilan.
6 Penguatan Menyiapkan dan Meracik (dispensing) obat akan
Nilai mewujudkan tata nilai puskesmas “IMPIAN” yaitu
Organisasi Integritas, Mandiri, Profesional, Akuntabel, dan
Nyaman.

5. Kegiatan 5 (Melakukan konseling obat pada pasien)

Tabel 8. Kegiatan 6

No Uraian Keterangan
1 Kegiatan Melakukan konseling obat pada pasien
2 Tahapan 1. Meminta kesediaan dan waktu pasien dengan
Kegiatan menerapkan nilai etika publik (santun)

2. Membuka komunikasi dengan pasien dengan


menerapkan nilai Etika Publik (memelihara
standar etika luhur).
3. Menanyakan hal-hal yang menyangkut obat
dengan menerapkan nilai Etika Publik
(menghargai komunikasi dan konsultasi)
4. Mendengarkan keluhan pasien dengan
menerapkan nilai etika publik (sabar) dan anti
korupsi (peduli).
5. Memberikan informasi dan edukasi menggunakan
media konseling dengan menerapkan nilai
Akuntabilitas (kejelasan)
6. Melakukan verifikasi, memastikan pasien paham
dengan menerapkan nilai komitmen mutu
(komitmen bersama pasien).

28
7. Melakukan pelaporan dan evaluasi dengan atasan
terkait pelaksanaan konseling obat dengan
menerapkan nilai-nilai Akuntabilitas (tanggung
jawab) dan Etika publik (menjunjung tinggi
standar Etika luhur)
3 Output/Hasil Dengan melakukan konseling dengan media leaflet
dan menggunakan form konseling, pelaksanaan
menjadi terarah dan terdokumentasi sehingga
pelaksanaannya optimal.
4 Keterkaitan Dalam meminta kesedian dan waktu untuk melakukan
Substansi konseling, saya akan santun ketika menyampaikan
Mata kepada pasien (etika publik)
Pelatihan
Untuk membuka komunikasi kepada pasien, saya
akan memelihara standar etika luhur dan
menciptakan suasana keakraban (Etika Publik)

Saat menanyakan hal-hal yang menyangkut obat


saya akan menghargai komunikasi dan konsultasi
(Etika Publik)

Pada saat pasien menyampaikan keluhannya, saya


akan peduli dan sabar mendengarkannya dengan
baik seolah saya berada pada kondisi pasien saat itu
(etika publik dan anti korupsi)

Jika pasien mengajukan pertanyaan, saya akan


menanggapi dengan cepat, tepat dan akurat (etika
publik)
Pada saat memberikan informasi dan edukasi, saya
akan memperhatikan kejelasan dalam penyampian
agar informasi dapat diterima dengan baik jelas oleh
pasien (Akuntabilitas)

29
Pada saat memverifikasi informasi yang telah diterima
oleh pasien, saya akan mengedepankan komitmen
bersama pasien untuk patuh dalam mengkonsumsi
obat agar kesembuhan segera tercapai (komitmen
mutu).
Saya akan bertanggung jawab melaporkan hasil
pelaksanaan konseling dan melakukan evaluasi
bersama atasan dengan menjunjung tinggi standar
Etika Luhur (Akuntabilitas dan Etika Publik)
Konseling obat yang saya lakukan merupakan bagian
dari pelayanan publik yang akan saya terapkan
dengan dasar etiket tegur sapa, ramah, santun, dan
sabar.
5 Kontribusi Melakukan konseling obat pada pasien akan
Terhadap berkontribusi pada Misi puskesmas yaitu
Visi-Misi menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat
Organisasi pertama yang profesional, bermutu,
terjangkau,merata dan berkeadilan.
6 Penguatan Melakukan konseling obat pada pasien akan
Nilai mewujudkan tata nilai puskesmas “IMPIAN” yaitu
Organisasi Integritas, Mandiri, Profesional, Akuntabel, dan
Nyaman.

Analisis Dampak:

Jika saya tidak menerapkan nilai-nilai Dasar PNS dalam pelaksanaan


konseling obat kepada pasien, maka akan menimbulkan DAMPAK buruk
pada proses konseling obat. Konseling obat tidak mendapatkan dukungan
baik dari pimpinan maupun rekan sejawat. Yang lebih buruk lagi, konseling
obat akan berlangsung secara tidak terarah, tujuan pemberian edukasi untuk
meningkatkan kepatuhan pasien minum obat tidak akan tercapai.

30
31
D. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi

Tabel 9. Matriks Rancangan Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

Jadwal Pelaksanaan
No Kegiatan Juli Agustus
I II III IV I II III IV
1 Menentukan form konseling
obat yang akan digunakan
sebagai acuan

2 Membuat leaflet sebagai


media konseling

3 Melakukan skrining resep

4 Menyiapkan dan meracik obat/


dispensing

5 Melakukan konseling obat


pada pasien
BAB III
PENUTUP

Kegiatan aktualisasi habituasi nilai-nilai dasar profesi ASN dirancang


dalam enam kegiatan. Enam kegiatan yang nantinya akan dikembangkan
sesuai dengan konteks dan kondisi di lingkungan kerja selama proses
aktualisasi. Nilai-nilai ANEKA yang meliputi ; akuntabilitas, nasionalisme,
etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi serta di tambah tiga mata
pelatihan lainnya seperti ; whole of government, pelayanan publik dan
manajemen ASN.
Penulis menyadari dalam penyusunan Rancangan Aktualisasi
Habituasi ini masih banyak kekurangan. Penulis harapkan saran dan
masukan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan Rancangan
Aktualisasi Habituasi ini. Semoga Rancangan Aktualisasi Habituasi ini bisa
bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2014, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014


Tentang Aparatur Sipil Negara, Presiden Republik Indonesia.

Anonim, 2014, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 75


Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Menteri Kesehatan
Republik Indonesia.

Anonim, 2015, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 74


Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Menteri
Kesehatan Republik Indonesia.

34

Anda mungkin juga menyukai