Anda di halaman 1dari 5

KIMIA TERPADU 3

ANALISIS KALSIUM DALAM GiPSUM

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Titrimetri

Istilah analisis titrimetri mengacu pada kimia kuantitatif yang


dilakukan dengan menetapkan volume suatu larutan yang
konsentrasinya diketahui dengan tepat, yang diperlukan untuk
bereaksi secara kuantitatif dengan larutan dari zat yang akan
ditetapkan.
Penggolongan reaksi dalam analisis titrimetri
Reaksi yang digunakan dalam analisis titrimetri dibagi dalam
empat golongan, yaitu :
1. Reaksi Penetralan, atau asidimetri dan alkalimetri
Ini melibatkan titrasi basa bebas, atau basa yang terbentuk
karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah,
dengan suatu asam standar (asidimetri), dan titrasi asam
bebas, atau asam yang terbentuk dari hidrolisis garam yang
berasal dari basa lemah, dengan suatu basa standar
(alkalimetri). Reaksi ini melibatkan bersenyawanya ion
hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk air.
2. Reaksi pembentukan kompleks
Reaksi ini bergantung pada bersenyawanya ion – ion, yang
bukan ion hidrogen atau ion hidroksida, untuk membentuk
SMKN 13 BANDUNG

suatu ion atau senyawa yang dapat larut dan sedikit


terdisosiasi.
3. Reaksi pengendapan
Reaksi ini bergantung pada bersenyawanya ion – ion untuk
membentuk suatu endapan sederhana. Pada reaksi
pengendapan ini tidak terjadi perubahan keadaan oksidasi.
4. Reaksi oksidasi reduksi
KIMIA TERPADU 4
ANALISIS KALSIUM DALAM GiPSUM

Dalam golongan ini termasuk semua reaksi yang melibatkan


perubahan bilangan oksidasi atau pemindahan elektron antar
zat yang bereaksi.

Kompleksometri merupakan metode titrasi yang didasarkan pada


reaksi pembentukan ion/senyawa kompleks. Titrasi
kompleksometri terbagi menjadi lima tipe, yaitu :
1. Titrasi langsung
Larutan sampel yang mengandung ion dititrasi langsung oleh
EDTA standar dan dilakukan untuk ion logam yang reaksinya
dengan EDTA cepat dan ada indikator yang sesuai dengan ion
logam tersebut sehingga TA bisa diamati.
2. Titrasi kembali
Sampel direaksikan dengan EDTA berlebih kemudian sisa
EDTA dititrasi oleh larutan ion tertentu dan dilakukan dengan
ion logam yang reaksinya dengan EDTA lambat atau pada
kondisi titrasi ion logam tersebut mengendap atau karena
tidak ada indikator yang sesuai.
3. Titrasi substitusi
Sampel direaksikan/disubstitusikan dengan ion logam lain
yang merupakan senyawa kompleks dengan EDTA dan
dilakukan untuk ion logam yang tidak dapat berikatan/bereaksi
dengan indikator atau untuk ion logam yang kompleksnya
dengan EDTA lebih stabil dari ion logam lain.
4. Titrasi alkalimetri
SMKN 13 BANDUNG

Didasarkan pada pelepasan H+ dari reaksi ion logam dengan


EDTA
5. Titrasi cara lain
Didasarkan pada kestabilan kompleks dengan ligan lain.

Permanganimetri merupakan metode titrasi yang didasarkan


pada reaksi redoks (reduksi – oksidasi) yang menggunakan
KIMIA TERPADU 5
ANALISIS KALSIUM DALAM GiPSUM

larutan baku/standar KMnO4 sebagai larutan penitrasi. Larutan


KMnO4 tidak stabil terhadap cahaya, oleh karena itu harus
disimpan dalam botol yang gelap. Begitu juga dengan buret yang
digunakan harus buret gelas coklat. KMnO4 merupakan oksidator
kuat dan dapat bereaksi dalam suasana asam maupun
basa/netral.

2.2. Gravimetri

Sedangkan istilah gravimetri, atau analisis kuantitatif


berdasarkan bobot, adalah proses isolasi serta penimbangan
suatu unsur atau suatu senyawaan tertentu dari unsur tersebut,
dalam bentuk yang semurni mungkin. Unsur atau senyawaan itu
dipisahkan dari suatu porsi zat yang sedang diselidiki, yang telah
ditimbang. Sebagian besar penetapan – penetapan pada analisis
gravimetri menyangkut perubahan unsur atau radikal yang akan
ditetapkan menjadi sebuah senyawaan yang murni dan stabil,
yang dapat dengan mudah diubah menjadi satu bentuk yang
sesuai untuk ditimbang. Lalu bobot unsur atau radikal itu dengan
mudah dapat dihitung dari pengetahuan kita tentang rumus
senyawaannya serta bobot atom penyusunannya
(konstituennya).

2.3. Kalsium dan Gipsum


SMKN 13 BANDUNG
KIMIA TERPADU 6
ANALISIS KALSIUM DALAM GiPSUM

Kalsium, dalam tabel periodik memiliki simbol “Ca”, reaktif,


merupakan unsur berwarna putih-perak metalik. Berada di
golongan IIa dalam tebel periodik, kalsium merupakan salah satu
logam alkali tanah. Jumlah atom dari kalsium adalah 20. Peneliti
kimia dari inggris bernama Sir Humphry Davy menemukan
kalsium pada tahun 1808 dengan cara elektrolisis.

Kalsium berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan


tulang yang kuat, tanpa itu anak anak akan mempunyai tulang
yang rapuh dan orang dewasa akan mengalami kehilangan bobot
tulang atau yang lebih dikenal dengan osteoporosis dimana akan
meningkatkan resiko tulang patah. Di dalam dunia kedokteran,
seringkali kita mendengar kata gipsum apabila terdapat kasus
patah tulang. Komponen penyusun tulang sendiri sebagian besar
terdiri dari kalsium. Maka tanpa kita sadari dalam pengobatan
patah tulang, tulang kita diharuskan untuk menyerap tambahan
kalsium dari gipsum.

Gipsum merupakan batuan sedimen, yang terbentuk dari proses


kimia di alam dengan bantuan kapur dan sulfat, maka terjadi
senyawa baru yang membentuk CaSO4. Umumnya bewarna
putih, namun terdapat warna lain tergantung kepada mineral
pengontrolnya.
SMKN 13 BANDUNG

Menurut Berry (1959), gipsum dapat diklasifikasikan menjadi :


• Endapan danau yang berasosiasi dengan belerang
• Endapan pirit di daerah batu gampingan
• Pembentukan yang mula-mula hanya kecil seperti jarum,
kemudian menyatu, memadat selunak kuku jari, dan apabila
membentuk batu padat terdapat 2 kemungkinan yaitu :
KIMIA TERPADU 7
ANALISIS KALSIUM DALAM GiPSUM

- Bewarna putih pudar (gips putih / gips alba)


- Berupa batuan bening berlapis-lapis yang dapat dibelah tipis
(gips maria)

Gipsum sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :


• Gips dalam bentuk asli (dari alam) / CaSO42H2O
• Gips anhidrid dengan sifat cepat mengeras (gips tanpa air)
/ CaSO4
• Gips hemihidrat (setengan air hablurnya)

Selain digunakan untuk pengobatan bagi orang yang patah


tulang, gips dalam bentuk asli sering digunakan dalam
pembuatan semen Portland. Sedangkan gips dalam bentuk
hemihidrat, sering digunakan untuk pembuatan cetakan keramik,
bahan baku untuk hiasan dinding serta patung, penambal gigi
yang bersifat sementara, untuk cetakan gigi, bahan baku untuk
pembuatan elemen bangunan, untuk adukan plesteran, bahan
perekat dalam pembuatan kapur tulis dan terakhir gipsum sering
ditambahkan saat pembuatan tahu agar tahu tidak terlalu
lembek.

SMKN 13 BANDUNG