Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Angka Kematian Neonatus (AKN) merupakan salah satu indikator status
kesehatan masyarakat. Di negara-negara maju kematian neonatal ini mencapai
angka dibawah 25 per 1000 seperti prematuritas memegang peranan penting
dalam hal ini. Selanjutnya tidak jarang bersama-sama dengan prematuritas
terdapat faktor-faktor lain, seperti kelainan kongenital, asfiksia neonatorum,
insufiensi plasenta, perlukaan kelahiran, dan lain-lain. Dua hal yang banyak
menentukan penurunan kematian neonatal ialah tingkat kesehatan gizi dan mutu
pelayanan kebidanan yang tinggi di seluruh negeri.1 Angka kematian neonatus di
Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Menurut
data Survei Demografi Kesehatan indonesia (SDKI) 2007, AKN 19 per 1.000
kelahiran hidup.2
Telah terjadi penurunan angka kematian anak dalam 10-15 tahun terakhir
meskipun kematian neonatal dini dan lahir mati masih tinggi. Laporan milenium
development Goal’s (MDG’s) tahun 2010 di Indonesia menunjukkan bahwa
penurunan kematian neonatal berlangsung lambat yaitu dari 32 per 1.000
kelahiran hidup pada tahun 1991, menjadi 17 per 1.000 kelahiran hidup di tahun
2004 namun mengalami peningkatan lagi menjadi 19 per 1.000 kelahiran hidup di
tahun 2007. Dari data kematian tersebut menunjukkan bahwa 55,8% dari
kematian bayi terjadi pada periode neonatal, sekitar 78,5%-nya terjadi pada umur
0-6 hari.3
Menurut Riskesdas tahun 2007 dan SKRT tahun 2001, penyebab kematian
neonatal umur 0-6 hari disajikan pada tabel 1 di bawah ini.4

Tabel 1.1 Penyebab Kematian Neonatal di Indonesia

1
Penyebab Kematian Neonatal Penyebab Kematian Neonatal Berdasarkan
Berdasarkan SKRT Tahun 2001 Riskesdas Tahun 2007
Asfiksia 29% Gangguan/Kelainan Pernapasan 35,9%
BBLR / Prematuritas 27% Prematuritas 32,4%
Tetanus 10% Sepsis 12%
Masalah Pemberian ASI 10% Hipotermi 6,3%
Masalah Hematology 6% Kelainan darah/Ikterus 5,6%
Infwksi 5% Post Matur 2,8%
Kelainan Kongenital 1,4%

Masalah utama bayi baru lahir pada masa perinatal dapat menyebabkan
kematian, kesakitan, dan kecacatan. Hal ini merupakan akibat dari kondisi
kesehatan ibu yang jelek, perawatan selama kehamilan yang tidak adekuat,
penanganan selama persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih, serta perawatan
neonatal yang tidak adekuat.4 Mengatasi hal tersebut maka pelayanan antenatal di
fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta dan praktik perorangan/kelompok
perlu dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu. Hal tersebut mencakup
upaya promotif, preventif, sekaligus kuratif dan rehabilitatif.5
Pada wilayah kerja Puskesmas Lempake tahun 2014 tidak ditemukan
kematian neonatus, sedangkan pada periode Januari – Mei 2015 ditemukan
kematian neonatus sebanyak 2 orang sehingga terjadi peningkatan angka kematian
neonatus di wilayah kerja Puskesmas Lempake. Melihat tingginya angka
kematian neonatus di wilayah kerja Puskesmas Lempake, maka dirasa perlu
dilakukan intervensi untuk mengoptimalkan pemberdayaan tenaga kesehatan
khususnya bidan dalam menurunkan kematian neonatus di wilayah kerja
Puskesmas Lempake.
Setelah dilakukannya intervensi khususnya pada bidan mengenai Ante Natal
Care (ANC) sesuai standar, didapatkan data yang menunjukan tidak
dilaksanakannya Ante Natal Care (ANC) sesuai standar. Maka dari itu,
diwujudkannya inovasi “MAS JAANG” (Meningkatkan ANC Sesuai Standar
bersama Jaringan dan Jejaring).

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Apa sajakah faktor-faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian

2
neonatus di wilayah kerja Puskesmas Lempake periode Januari – Mei
2015?
2. Apa saja alternatif pemecahan masalah yang sesuai dengan penyebab
masalah yang ditemukan?
3. Bagaimana prioritas pemecahan masalah sesuai dengan penyebab
masalah yang ada?
4. Apa saja kegiatan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah
tersebut?

1.3. Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui, mengidentifikasi, menganalisis faktor-faktor
yang menyebabkan tingginya angka kematian neonatus, menentukan
dan merumuskan alternatif pemecahan masalah dan prioritas
pemecahan masalah yang sesuai dengan penyebab masalah, serta
bagaimana prioritas pemecahan masalah serta kegiatan yang dapat
dilakukan untuk pemecahan masalah tersebut di puskesmas Lempake
dengan meningkatkan program Ante Natal Care (ANC) sesuai
standar.

1.3.2 Tujuan Khusus


1. Mampu menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tingginya
angka kematian neonatus di wilayah kerja Puskesmas Lempake.
2. Mampu memberikan alternatif pemecahan masalah yang
menyebabkan tingginya angka kematian neonatus di wilayah kerja
Puskesmas Lempake.
3. Mampu menentukan prioritas pemecahan masalah yang
menyebabkan tingginya angka kematian neonatus di wilayah kerja
Puskesmas Lempake.
4. Mampu menyusun rencana kegiatan (POA) pemecahan masalah.
5. Mampu Meningkatkan program Ante Natal Care sesuai standar.

3
1.4. Manfaat
1.4.1. Manfaat Bagi Penulis
1. Berperan serta dalam upaya menurunkan angka kematian neonatus.
2. Melatih kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap
penyebab masalah
3. Tugas mini project dalam rangka program dokter Internsip
Indonesia dapat terselesaikan.

1.4.2. Manfaat Bagi Puskesmas


1. Membantu Puskesmas Lempake dalam mengidentifikasi penyebab
tingginya angka kematian neonatus.
2. Membantu puskesmas dalam memberikan alternatif penyelesaian
terhadap masalah tingginya angka kematian neonatus.