Anda di halaman 1dari 7

PERBEDAAN RATA-RATA INTAKE ENERGI, PROTEIN, LEMAK,

KARBOHIDRAT MENGGUNAKAN METODE RECALL 24 JAM


DENGAN FOOD RECORD SEBAGAI GOLD STANDARD PADA PASIEN
DIABETES MELLITUS DI RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Putu Moda Arsana*, I Nengah Tanu K.**, IB Sudana Sukabrata***

Abstrak

Perencanaan makan merupakan salah satu pilar pengelolaan


diabetes. Diperkirakan 25-50% dari diabetes dapat dikendalikan dengan
baik hanya dengan diet saja. Untuk menilai tingkat kecukupan zat-zat gizi
yang dibutuhkan pasien diabetes sesuai dengan dietnya dapat dilakukan
dengan berbagai metode pengukuran konsumsi makanan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil pengukuran intake
zat gizi menggunakan 2 metode yang berbeda yaitu metode Recall 24 jam
dan metode Food Record sebagai Gold Standard. Hasil Paired t-test
menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara metode Recall 24
jam dan Food Record dalam mengukur rata-rata intake untuk semua zat
gizi. Perbedaan rata-rata intake zat gizi antara metode Recall dan Food
Record berkisar antara 0,1%-0,8%. Kesimpulannya, metode Recall 24 jam
memiliki kemampuan yang sama dengan Food Record untuk menilai intake
energi dan zat gizi terutama pada pasien diabetes melitus.

Kata Kunci: Recall 24 Jam, Food Record, Diabetes mellitus.

Abstract

The purpose of this study was to assess the dietary intake of patient
with Diabetes mellitus in Dr. Saiful Anwar Malang Hospital using the food
record method and the 24 hour food recall method. The validity of the 24-
hour recall method was studied by comparing it with the food record
method. Without knewing the purpose of the visit , the 24-hour food recall
was carried out in the following day. The nutrients that was analysed were
energy, protein, fat, and carbohydrates. Comparisons of the nutrient intake
between these two methods were calculated. The paired t-test indicated there
were no significant differences between mean of these two group’s for all
nutrients. The range of differences between mean of energy was 0,7%,
protein was 0,1%, fat was 0,6%, and carbohydrate was 0,8%. The
correlation coefficients showed a strong positive relationships between these
* Laboratorium Ilmu Penyakit
Dalam RSSA
** Ilmu Gizi Kesehatan FKUB
*** Mahasiswa Ilmu Gizi Kesehatan
FKUB
two methods (ranged from r = 0.88-0.98, p < 0.01) for all of the nutrients
analysed. Conclusion, this study indicated that the 24 hour recall is a suitable
method for the dietary assessment of patient with Diabetes mellitus.

Keywords: 24-hour-Food Recall, Food Record, Diabetes mellitus.

* Laboratorium Ilmu Penyakit


Dalam RSSA
** Ilmu Gizi Kesehatan FKUB
*** Mahasiswa Ilmu Gizi Kesehatan
FKUB
PENDAHULUAN
Perencanaan makan me- me-ngubah kebiasaan makannya.
rupakan salah satu pilar Tidak cocok untuk responden yang
pengelolaan diabetes. Diperkirakan buta huruf. Sangat tergantung pada
25-50% dari DM dapat kejujuran dan kemampuan
dikendalikan dengan baik hanya responden dalam mencatat dan
dengan diet saja, 3% memperkirakan jumlah konsumsi.
membutuhkan insulin dan 20-45 % Metode Recall 24 jam dapat
dapat diobati dengan anti diabetik dipertimbangkan karena
oral dan diet saja. sederhana, tidak terlalu membebani
Untuk menilai tingkat ke- responden, relatif murah dan dapat
cukupan zat-zat gizi yang digunakan pada responden yang
dibutuhkan penderita diabetes buta huruf. Validitas dari metode
sesuai dengan dietnya dapat ini juga tinggi untuk
dilakukan dengan ber-bagai menggambarkan actual intake zat
metode pengukuran konsumsi gizi dibandingkan dengan metode
makanan. Data konsumsi makanan lain karena metode ini hanya men-
yang diperoleh tersebut akan cakup konsumsi makan dalam
sangat berguna untuk mengukur waktu yang singkat. Bagaimanapun
kadar gula dalam darah agar juga, banyak studi sudah
glukosa darah tidak terlalu tinggi melaporkan bahwa individu tidak
(200–220 mg/dl)  dan tidak melaporkan konsumsi makanan
terlampau rendah. Untuk itu mereka dengan teliti sepanjang 24
sangat diperlukan suatu alat ukur jam, dengan berbagai
yang mampu menilai apakah yang pertimbangan berhubungan dengan
dimakan sudah sesuai dengan yang memori, situasi wawancara atau
dianjurkan. kebingungan. Ini akan meng-
Salah satu metode adalah hasilkan penilaian yang under-
Metode Food Record, metode ini estimated dan overestimated dari
dapat memberikan informasi kon- intake zat gizi.
sumsi yang mendekati sebenarnya Penelitian ini bertujuan untuk
(true intake) tentang jumlah energi mengetahui perbedaan rata-rata
dan zat gizi yang dikonsumsi oleh intake energi dan zat gizi meng-
individu. Namun metode ini terlalu gunakan metode Recall 24 jam dan
membebani res-ponden, sehingga metode Food record.
sering menyebabkan responden
METODE PENELITIAN kriteria sampel yang telah
Penelitian ini dilakukan ditetapkan. Data konsumsi
secara Cross Sectional Survey. makanan dengan metode Food
Sampel diambil dengan metode record diper-oleh dengan cara
Consecutive Sampling yaitu responden men-catat semua
berdasarkan pasien yang ada pada makanan yang dikon-sumsi selama
saat itu dan yang memenuhi 24 jam dalam URT atau gram
* Laboratorium Ilmu Penyakit
Dalam RSSA
** Ilmu Gizi Kesehatan FKUB
*** Mahasiswa Ilmu Gizi Kesehatan
FKUB
(nama masakan, cara per-siapan protein, lemak, dan karbohidrat,
dan pemasakan bahan makanan). kemudian dari hasil perhitungan
Tanpa memberitahukan tujuan ketiga zat gizi tersebut dihitung
kunjungan satu hari kemudian intake energinya.
pewawancara akan mengukur kon- Hasil Paired T-test
sumsi makanan responden dengan menunjukkan tidak ada perbedaan
metode Recall 24 Jam. hasil pe-ngukuran intake energi,
HASIL PENELITIAN protein, lemak, dan karbohidrat
Zat gizi yang dianalisis yaitu meng-gunakan metode Recall 24
jam dan Food Record (p
value>0,05). Semua subyek me-
ngingat apa yang mereka makan
sehari sebelumnya begitu juga de-
ngan jumlahnya. Penggunaan
standar ukuran rumah tangga
sangat berguna untuk responden.
Perbedaan rata-rata hasil
pe-ngukuran konsumsi energi,
protein, lemak, dan karbohidrat
mengguna-kan metode Food record
dan Recall 24 jam disajikan dalam
tabel di bawah ini.

Tabel 1. Perbedaan Rata-rata Intake Energi dan Zat Gizi


Menggunakan Metode Recall 24 jam dengan Food
Record

Metode Food Metode


%*
Zat Gizi Record Recall 24 jam P Values
Perbedaan
(Mean±s.d) (Mean±s.d)
Energi 1636,15 ± 276,5 1624,46 ± 281 0,7 0,63
Protein 53,03 ± 11,9 52,94 ± 11,9 0,1 0,58
Lemak 34,79 ± 12,7 34,58 ± 12,4 0,6 0,35
Karbohidrat 277,73 ± 58,9 275,37 ± 54,6 0,8 0,52
* 100 x (Recall-Food record)/Food record

Tabel diatas menunjukkan Food Record tidak jauh berbeda.


rata-rata intake energi dan zat gizi Tetapi, bagaimanapun juga under-
untuk kedua metode. Hasil pe- reporting dari intake zat gizi
ngukuran intake energi dan zat gizi ditunjuk-kan dalam hasil penelitian
menggunakan metode Recall dan ini. Dibandingkan dengan Food

* Laboratorium Ilmu Penyakit


Dalam RSSA
** Ilmu Gizi Kesehatan FKUB
*** Mahasiswa Ilmu Gizi Kesehatan
FKUB
record, hasil Recall lebih rendah gunakan metode Recall dan Food
untuk semua zat gizi. record berkisar antara 0,8%
Perbedaan rata-rata hasil sampai 0,1%. Zat gizi yang
pe-ngukuran intake zat gizi meng- memiliki per-bedaan rata-rata
paling rendah adalah karbohidrat
(0,8%), dan yang paling tinggi
adalah protein (0,1%).
Perbedaan rata-rata 10%
atau kurang dapat digunakan
sebagai indikator yang baik untuk
menilai kedua metode. Pada
penelitian ini, per-bedaan rata-rata
intake Recall 24 jam dan Food
record tidak jauh berbeda (< 10%).

Tabel 2. Koefisien Korelasi Intake Energi dan Zat Gizi


dengan Recall 24 jam dan Food Record

Zat Gizi r p
Energi 0,968 0,000*
Protein 0,997 0,000*
Lemak 0,996 0,000*
Karbohidrat 0,940 0,000*

Pearson korelasi sangat signifikan (r=0,94-0,99,


menunjukkan hubungan yang p<0.05) antara metode Recall 24
signifikan antara metode Recall jam dengan metode food record,
dan metode Food Record untuk dan tidak ada perbedaan yang
semua zat gizi pada p<0,05. signifikan antara 2 metoda yang
Koefisien korelasi antara metode berbeda tersebut dalam mengukur
Recall dan metode Food Record asupan energi, protein, lemak,
berkisar antara 0,940 untuk karbohidrat. Hasil ini juga
karbohidrat dan 0,997 untuk didapatkan pada penelitian
protein. PEMBAHASAN Zamaliah (1999) yaitu Pearson
Studi ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi menunjukkan
metode suatu hubungan yang positif antara
Recall 24 jam adalah suatu metoda metode Recall 24 jam dengan
yang dapat dipercaya untuk metoda Food weighing (r= 0.88-
menaksir intake energi dan zat gizi 0.98, p<0.01).
terutama sekali pada pasien Metoda Recall 24 jam
diabetes mellitus. Hasil yang merupakan suatu pendekatan yang
diperolehkoefisien korelasi yang secara luas digunakan untuk

* Laboratorium Ilmu Penyakit


Dalam RSSA
** Ilmu Gizi Kesehatan FKUB
*** Mahasiswa Ilmu Gizi Kesehatan
FKUB
mengumpulkan informasi yang 7 tahun, orang tua di atas 70 tahun
berkenaan dengan konsumsi dan orang yang hilang ingatan atau
makanan karena sederhana, tidak orang yang pelupa. Dalam
terlalu membebani responden, membantu responden mengingat
mudah melaksanakannya, tidak apa yang dimakan, perlu diberi
terlalu membebani responden, penjelasan waktu kegiatannya
biaya relatif murah, karena tidak seperti waktu baru bangun, setelah
memerlukan peralatan khusus dan sembahyang, pulang dari kerja,
tempat yang luas untuk sesudah tidur siang dan sebagainya.
wawancara, cepat, sehingga dapat Untuk memudahkan responden
mencakup banyak responden, serta dalam menaksir atau
dapat digunakan pada responden memperkirakan jumlah porsi,
yang buta huruf. pewawancara hendaknya
Bagaimanapun, under- menggunakan berbagai alat bantu
reporting dan over-reporting dari seperti contoh ukuran rumah
masukan zat gizi telah ditunjukkan tangga (piring, gelas, sendok, dan
dalam studi ini. Pengukuran lain-lain) atau model dari makanan
konsumsi makanan dengan metode (food model).
Recall 24 jam dilaporkan lebih Karena keberhasilan metode
rendah untuk konsumsi energi, Recall 24 jam ini sangat ditentukan
protein, lemak, dan karbohidrat oleh daya ingat responden dan
dibandingkan dengan kesungguhan serta kesabaran dari
menggunakan metode food record. pewawancara, maka untuk dapat
Ketepatan dari metode meningkatkan mutu data Recall 24
Recall 24 jam sangat bergantung jam dilakukan selama beberapa
pada daya ingat responden. Oleh kali pada hari yang berbeda (tidak
karena itu, responden harus berturut-turut), bergantung pada
mempunyai daya ingat yang baik, variasi menu keluarga dari hari ke
sehingga metode ini tidak cocok hari.
dilakukan pada anak usia di bawah
KESIMPULAN 34,79 gram, Karbohidrat 277,73
1. Rata-rata hasil pengukuran gram.
konsumsi energi dan zat gizi pada 3. Tidak ada perbedaan hasil
responden menggunkan metode pengukuran intake energi, protein,
Recall 24 jam yaitu Energi 1624,46 lemak, dan karbohidrat
Kkal, Protein 52,94 gram, Lemak menggunakan metode Recall dan
34,58 gram, Karbohidrat 275,37 Food Record (p value > 0,05).
gram. Perbedaan rata-rata hasil
2. Rata-rata hasil pengukuran pengukuran konsumsi zat gizi pada
konsumsi energi dan zat gizi pada sampel penelitian
responden menggunkan metode menggunkan metode Recall dan
Food record yaitu Energi 1636,15 Food record berkisar antara 0,8%
Kkal, Protein 53,03 gram, Lemak sampai 0,1%.
* Laboratorium Ilmu Penyakit
Dalam RSSA
** Ilmu Gizi Kesehatan FKUB
*** Mahasiswa Ilmu Gizi Kesehatan
FKUB
Gibson, Rosalind S, and Elaine L.
SARAN Ferguson, 1999. An Interactive 24-
Penelitian ini membuktikan hour Recall for Assessing the
bahwa responden mampu Adequacy of Iron and Zinc Intakes
mengingat apa yang dikonsumsi 24 in Developing Countries. USA:
jam sebelumnya, sehingga untuk International Life Sciences Institute
me-ngukur intake energi dan zat PRESS
gizi cukup melakukan recall 24 jam Gibson, Rosalind S, 2003. Recent
saja. Advances in Nutritional
DAFTAR PUSTAKA Assessment. Jakarta: SEAMEO-
American Diabetes Association, TROPMED Regional Center for
2004. Clinical Practice Community Nutrition University of
Recommendation 2004. USA: A Indonesia.
Johnson and Johnson Company. Sanjur, D. Dan Radriduez, M.,
Arthur Schatzkin, Victor Kipnis, 1997. Assessing Food Consumption-
Raymond J Carroll, dkk. 2003. A Selected Issues in Data Collection
Comparison of a Food Frequency and Analysis. Cornell University.
Questionnaire with a 24-hour Sastroasmoro, Sudigdo, 2002.
Recall for Use in an Dasar-Dasar Metodologi Penelitian
Epidemiological Cohort Study Klinis. Jakarta: Sagung Seto.
Results from the Biomarker-based Supariasa, I Dewa Nyoman dkk,
Observing Protein and Energy 2001. Penilaian Status Gizi.
Nutrition (OPEN) Study. Jakarta: EGC.
International Journal of Suyono, Slamet, dkk, 2004.
Epidemiology 2003;32:1054–1062. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus
Dixon, L. B., A. F. Subar, L. Terpadu. Jakarta: Fakultas
Wideroff, dkk. 2006. Carotenoid Kedokteran Universitas Indonesia.
and Tocopherol Estimates from the Zamaliah Mohd. Marjan , Shamsul
NCI Diet History Questionnaire Are Azahari Zainal Badari, and
Valid Compared with Multiple Recalls Mirnalini Kandiah, 1999.
and Serum Biomarkers. Journal of Assessment of Dietary Intake
Nutrition; 136(12): 3054 - 3061. Among University Students: 24-
Elson, DE, dan SL Norris,. 2004. Hour Recall verses Weighed Record
Diabetes in Older Adults : Method. Dept of Nutrition and
Overviews of AGS Guidelines For Health Sciences, Faculty of
The Treatment of Diabetes mellitus Medicine and Health
in Geriatric Populations. Sciences,Universiti Putra Malaysia,
Selangor.

* Laboratorium Ilmu Penyakit


Dalam RSSA
** Ilmu Gizi Kesehatan FKUB
*** Mahasiswa Ilmu Gizi Kesehatan
FKUB