Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR

RESISTOR
Praktikan:
1. Achmad Muhajjir S. Nursam (P27838120003)
2. Alya Rizq Hanifah (P27838120012)
3. Moh Syahrun Nizam Al-Absor (P27838120041)

Asisten: Anisia Yunita Maulani Argumerry


Waktu Percobaan: Kamis, 03 September 2020
TEM412108-T. Elektronika Diskrit
Laboratorium Elektronika
Jurusan Teknik Elektromedik-Poltekkes Surabaya

Abstrak

Resistor yang disebut juga dengan hambatan listrik berfungsi untuk mengendalikan arus listrik
yang melewati rangkaian, resistor juga dapat mengendalikan tegangan listrik. Resistor merupakan
komponen elektronika yang selalu digunakan untuk menahan arus yang mengalir dalam suatu
rangkaian tertutup. Sebuah resistor tidak memiliki kutub positif dan negatif, tapi memiliki karakteristik
utama yaitu resistansi, toleransi, tegangan kerja maksimum dan power rating. Fungsi resistor adalah
sebagai untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika serta sebagai
pembagi.
Praktikum resistor memiliki dua tujuan yaitu membaca penggunaan gelang warna resist or dan
menentukan nilai resistansi atau nilai hambatan pada suatu resistor dengan cara membaca kode warna
pada gelang resistor tersebut. Resistor merupakan komponen elektronika yang selalu digunakan untuk
menahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian tertutup. Oleh karena itu, pada setiap resistor
memiliki warna gelang yang berbeda beda, warna gelang tersebut bertujuan untuk mempermudah kita
membaca besarnya hambatan yang terdapat pada resistor.
Pada percobaan pertama, yaitu sebagai mahasiswa harus memahami tujuan peletakkan warna
pada setiap gelangnya, contohnya pada pembacaan gelang empat warna yaitu gelang pertama di isi
dengan digit angka yang sesuai pada tabel gelang warna, pada gelang kedua sama seperti gelang
pertama hanya digit angka saja, gelang ketiga di isi dengan angka pengali sesuai tabel gelang warna,
sedangkan gelang yang keempat di isi dengan nilai toleransinya sesuai tabel gelang warna serta
menentukan nilai resintansi/hambatan resistor diperoleh hasil pembacaan kode warna tersebut dengan
cara manual, menghitung satu per satu. Sehingga dapat diketahui bahwa nilai resistansi/hambatan
pada resistor memang bernilai berbeda-beda pada setiap masing-masing resistornya. Praktikum
tersebut memberikan hasil bahwa setiap resistor memiliki nilai hambatan yang berbeda hal ini
dikarenakan gelang warna yang terdapat pada resistor dan juga karna nilai toleransinya berbeda-beda.
Kata kunci : Resistor, pembacaan gelang resistor, nilai resistansi resistor.

Abstrak

Resistors, also called electrical resistance, function to control the electric current that passes
through the circuit, resistors can also control the voltage. Resistors are electronic components that are
always used to withstand currents flowing in a closed circuit. A resistor does not have posit ive and
negative poles, but has main characteristics, namely resistance, tolerance, maximum work ing voltage
and power rating. Resistor function is to inhibit and regulate electric current in an electronic circuit and
as a voltage divider.

The resistor practicum has two purposes, namely reading the use of a resistor color band
and determining the resistance value or resistance value of a resistor by reading the color code on the
resistor ring. Resistors are electronic components that are always used to withstand currents flowing in
a closed circuit. Therefore, each resistor has a different band color, the color of the bracelet aims to
mak e it easier for us to read the amount of resistance that is in the resistor.

In the first experiment, students must understand the purpose of placing the color on each
1

bracelet, for example in the reading of a four-colored bracelet, namely the first bracelet is filled with the
Halaman

corresponding digit on the color bracelet table, the second bracelet is the same as the first bracelet only
digits, the bracelet the third is filled with the multiplier according to the color ring table, while the fourth
bracelet is filled with the tolerance value according to the color ring table and determining the resistance
value of the resistor is obtained by reading the color code manually, counting one by one. So that it can
be seen that the value of resistance / resistance on the resistor is indeed worth different for each
resistor. The practicum gives the result that each resistor has a different resistance value, this is due to
the color ring found on the resistor and also because the tolerance value is different.

Keywords: Resistors, resistor ring reading, resistor resistance value.


LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR
1. Pendahuluan tegangan listrik. resistor merupakan komponen
elektronika yang dapat selalu digunakan untuk
1.1 Latar Belakang menahan arus listrik yang mengalir dalam
Resistor adalah salah satu komponen suatu rangkaian tertutup. Sebuah resistor tidak
elektronika yang berfungsi sebagai penahan memiliki kutub positif dan negatif, tapi memiliki
arus yang mengalir dalam suatu rangkaian
karakteristik utama yaitu resistansi, toleransi,
dan berupa terminal dua komponen
elektronika yang menghasilkan tegangan tegangan kerja maksimum dan power rating.
pada terminal yang sebanding dengan arus Sebuah resistor tidak memiliki kutub positif
listrik yang melewatinya sesuai dengan hukum dan negatif, tapi memiliki karakteristik utama
Ohm. Ohm diambil dari seseorang bernama yaitu sebuah resistansi, toleransi, tegangan
George Simon Ohm yang berkebangsaan kerja maksimum dan power rating. Karakteristik
Jerman, dimana dia adalah fisikawan penemu lainnya yang meliputi koefisien temperatur,
antara hubungan antara arus, tegangan dan kebisingan, serta juga induktansi. Ohm yang
tahanan pada suatu rangkaian listrik yang dilambangkan dengan simbol omega (Ω)
kemudian dikenal dengan hukum ohm. Nilai merupakan satuan resistansi dari sebuah
hambatan yang dimiliki resistor dinyatakan resistor yang bersifat resistif.
dengan satuan ohm, yang dilambangkan Simbol skematis resistor terbagi dua versi,
dengan warna pada gelang-gelang yang yaitu versi US dan versi Eropa, meskipun
terdapat pada badan resistor. Kesalahan terdapat perbedaan simbol resistor tapi bebas
dalam pembacaan gelang warna pada resistor untuk memilih. Berikut perbedaan simbol
dapat mempengaruhi dalam penentuan nilai antara simbol versi US dengan simbol versi
hambatan dari suatu resistor, pemanfaatan
Eropa.
kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak
bisa dihindari dalam kehidupan ini, dengan
demikian diharap dengan kemajuan teknologi
maka kesalahan dalam suatu penentuan nilai
hambatan dari resistor dapat diperkecil.
Resistor digunakan sebagai bagian dari
jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan
merupakan salah satu komponen yang paling
sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari Gambar 2. 1 Perbedaan Simbol Resistor
(Sumber: https://www.webstudi.site/2016/10/pengertian-
bermacam-macam komponen dan film, bahkan resistor-dan-jenis-jenis.html)
kawat resistansi (kawat yang dibuat dari
paduan resistivitas tinggi seperti nikel- 2.1 Jenis-Jenis Resistor
kromium). Karakteristik utama dari resistor 2.1.1 Resistor statis / tetap, resistor tetap
adalah resistansinya dan daya listrik yang adalah resistor yang nilainya tidak berubah-
dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk ubah. Nilai dari resistor statis telah ditentukan
koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit pada waktu pembuatannya dengan di wakili
hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit oleh cincin warna yang berjumlah 4 atau 5
terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung buah. Cincin-cincin ini sebagai kode nilai
pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor resistansi/hambatan, cincin-cincin resistor akan
harus mencukupi dan disesuaikan dengan berbeda pada tiap ukurannya.
kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.
1.2 Tujuan
1.2.1 Mahasiswa mampu memahami tentang
fungsi dan penggunaan resistor.
1.2.2 Mahasiswa mampu memahami cara
kerja resistor.
1.2.3 Mahasiswa mampu mengukur besarnya Gambar 2. 2. 1 Resistor Tetap
nilai resistansi pada resistor. (Sumber : https://jagad.id/resistor/)
1.2.4 Mahasiswa mampu mengetahui nilai-nilai 2.1.2 Resistor Variabel (Variable Resistor),
setiap warna pada resistor. adalah jenis resistor yang nilainya berubah-
ubah sesuai dengan rentang / range jangkauan
1.3 Manfaat kemampuan resistor tersebut.
1.3.1 Mahasiswa dapat lebih mengetahui
mengenai resistor.
2

1.3.2 Mahasiswa dapat lebih mengetahui


Halaman

jenis-jenis resistor.
1.3.3 Mahasiswa dapat menganalisa hasil
praktikum materi resistor.
1.3.4 Mahasiswa dapat lebih memahami cara Gambar 2. 1. 3 Potensiometer
praktikum resistor yang baik dan benar. (Sumber : https://jagad.id/resistor/)

2. Dasar Teori
Resistor yang disebut juga sebagai
dengan hambatan listrik yang berfungsi untuk
mengendalikan arus suatu listrik yang melewati Gambar 2. 1. 4 Trimpot
rangkaian, resistor juga dapat mengendalikan (Sumber : https://jagad.id/resistor/)
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR
3. Metodologi

3.1 Komponen
Komponen yang digunakan pada
Gambar 2. 1. 5 LDR (Light Dependent Resistor)
praktikum ini adalah pada table berikut:
(Sumber : https://jagad.id/resistor/ )

No. Alat dan Bahan Gambar

1 Resistor

Gambar 2. 1. 6 NTC dan PTC


(Sumber : https://jagad.id/resistor/ )

Gambar 3. 1. 1
(Sumber :
https://jagad.id/resistor/)

Gambar 2. 1. 7 Rheostat Tabel.3.1.1 Tabel Alat dan Bahan


(Sumber : https://jagad.id/resistor/)
Dalam banyak pemakain, dijumpai sumber 3.2 Langkah – Langkah Percobaan
tegangan dan beberapa buah resistor yang
dihubungkan dengan cara tertentu. Rangkaian Menyiapkan modul praktikum yang telah diberikan
seri adalah rangkaian dimana resistor disusun oleh asisten dosen
secara berderet sehingga arus yang melalui
tiap-tiap komponen adalah sama. Rangkaian
paralel adalah rangkaian dimana resistor
disusun secara sejajar, sehingga tegangan
atau beda potensial tiap-tiap komponen adalah
sama. Menyiapkan 10 macam resistor yang memiliki 4
dan 5 gelang
2.2 Kode warna gelang resistor
Tabel kode warna gelang resistor :

Membaca kode warna gelang pada setiap resistor


dan mencatatnya pada tabel laporan sementara

Menghitung nilai kode warna pada setiap resistor


dan mencatatnya pada tabel laporan sementara

Menghitung toleransi setiap resistor dan


mencatatnya pada laporan sementara
Gambar 2.2.1
( sumber : http://sahabat-pemikiran.blogspot.com ) Gambar 3.2.1 Alur Praktikum

Cara pembacaan kode pada gelang warna


resistor adalah sebagai berikut ini : 4. Hasil dan Analisis
1. Masukkan angka langsung dari kode warna 4.1 Hasil
gelang ke-1 Hasil dari kegiatan praktikum Resistor
3

2. Masukkan angka langsung dari kode warna terdapat pada lampiran.


Halaman

gelang ke-2
3. Masukkan Jumlah nol dari kode warna 4.2 Analisis Praktikum
gelang ke-3 atau pangkatkan angka Percobaan pertama kami menggunakan
tersebut dengan 10 (10n) cara manual yaitu dengan menghitung nilai
4. Masukkan nilai toleransi dari nilai resistor pada setiap warna gelang pada resistor. Pada
tersebut pada warna gelang terakhir.
praktikum kali ini kita mempelajari bagaimana
Contoh pada 5 warna gelang resistor :
Gelang ke 1 : Jingga =3 caranya membaca sebuah nilai pada resistor
Gelang ke 2 : Jingga =3 secara manual dengan membaca warna
Gelang ke 3 : Ungu =7 gelangnya. Resistor memiliki 12 warna dan dari
Gelang ke 4 : Merah = 2 (kalikan 102) warna itu mewakili nilai-nilai tertentu yang
Gelang ke 5 : Coklat = Toleransi 1% digunakan untuk perhitungan secara manual.
Maka, nilai Resistor tersebut adalah 337 x Kita menyiapkan 10 buah resistor yang
102 = 33.700 Ω dengan toleransi 1%.
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR
memiliki nilai resistansi yang berbeda-beda. warna yang berupa cincin-cincin warna pada
Pertama kita hitung dulu nilai resistornya badan resistor. Karena tidak semua nilai
dengan membaca cincinnya, dalam praktikum resistor dicantumkan dengan lambang bilangan
ini kita menemukan resistor yang bercincin 4 berupa angka-angka, melainkan dengan cincin
dan 5. Cara membacanya untuk cincin 4 yaitu kode warna. Banyaknya cincin kode warna
untuk warna ke-1 dan ke-2 sebagai angka, setiap resistor berjumlah 4 cincin atau ada juga
warna ke-3 sebagai pengali, warna ke-4 5 cincin bahkan lebih.
sebagai nilai toleransi. Untuk membaca cincin 5
yaitu warna ke-1 ke-2 ke-3 sebagai angka,  Kesimpulan Alya Rizq Hanifah :
warna ke-4 sebagai pengali dan warna ke-5 Resistor atau hambatan adalah salah satu
sebagai nilai toleransi. Setelah mengetahui nilai komponen elektronika yang memiliki nilai
ukur pada resistor, kami menghitung nilai hambatan tertentu, dimana hambatan ini akan
toleransi pada resistor tersebut dengan menghambat arus listrik yang mengalir.
mengakalikan nilai toleransi dengan nilai ukur Cara membaca pada 4 gelang warna
(5%x100Ω=±5Ω), setelah menemukan hasil resistor adalah dengan cara, warna gelang
dari perhitungan tersebut lalu kami mencari pertama dan kedua pada resistor 4 warna
batas awal dan batas bawah pada resistor. menunjukan nilai dari resistansinya, sedangkan
Cara mengitung batas atas pada resistor pada gelang ketiga menunjukan faktor pengali
adalah dengan menjumlahkan nilai ukur atau jumlah nol yang digabungkan dengan
dengan hasil pengkalian nilai toleransi dan nilai gelang pertama dan kedua. Untuk pita warna
ukur (100Ω+5Ω=105Ω). Untuk menghitung nilai keempat menunjukan nilai toleransi resistor
batas bawah adalah dengan mengurangi nilai tersebut.
ukur dengan hasil pengkalian nilai toleransi dan
nilai ukur (100Ω-5Ω=95Ω). Dalam menghitung  Kesimpulan Moch. Syahrun Nizam :
Resistor adalah komponen elektronika
nilai pada resistor harus secara teliti karena jika
yang terdapat pada sebuah rangkaian
salah pada salah satu nilai pada warna gelang elektronik yang berfungsi sebgai pengatur arus
resistor akan bisa mengubah nilai ukur resistor listrik, penghambat arus listrik, pembatas arus
tersebut, oleh karena itu kami melakukannya listrik. Satuan hambatan atau resistansi resistor
dengan sangat teliti karena jika salah adalah ohm (Ω). Resistor dapat diklarifikasikan
perhitungan saja, bisa berpengaruh pada menjadi beberapa jenis di antaranya fixed
kapasitas resistansi resistor dan jika pada resistor, variable resisitor, thermistor, dan LDR.
Cara baca resistor adalah pertama lihat
suatu rangkaian eletronik yang memiliki salah
dahulu warna pada gelang resistor, setelah itu
perhitungan pada salah satu resisitor akan kita cari nilai pada setiap gelang, lalu kita data
berakibat fatal, karena resistor walaupun kecil nilai pada gelang resitor mulai dari gelang
tetapi memiliki sifat merusak komponen jika pertama sampai gelang terakhir. Setelah
salah perhitungan. Setelah melakukan mengetahui semua nilai pada setiap gelang
praktikum, kami mendapatkan sebuah data kemudian, kita menghitung nilai ukur setelah
mengetahui nilai toleransinya pada bagian atas
bahwa setiap resistor memiliki nilai yang
dan bagian bawah. Serta dalam setiap resistor
berbeda tergantung warna gelang pada setiap memiliki nilai yang berbeda.
resistor. Untuk mengetahui nilai resistor tidak
dapat ditunjukan dari warna resistor saja, perlu  Kesimpulan kelompok kami :
dilakukan perhitungan pada setiap nilai resistor Resistor merupakan salah satu komponen
agar mengetahui berapa nilai hambatan elektronika yang digunakan untuk menahan
resistor tersebut, karena warna saja tidak arus dalam suatu rangkaian listrik. Sebuah
menjamin berapa besar nilai hambatan atau resistor memiliki karakteristik utama yaitu
kapasitansi resistor, misalkan coklat hitam resistansi, toleransi, tegangan kerja maksimum
coklat emas memiliki nilai ukur 100 Ω dengan dan power rating.
toleransi ±5% ( coklat = 1, hitam = 0, coklat = Pada pembacaan gelang empat warna
101, emas = ± 5% ) sudah tertulis bahwa setiap yaitu gelang pertama dan kedua hanya diisi
warna pada gelang resistor memiliki nilai yang angka, gelang ketiga diisi dengan angka
berbeda. Menghitung nilai resistor tidak hanya pengali, sedangkan gelang yang keempat di isi
melalui perhitungan saja, tetapi juga bisa dengan nilai toleransinya, serta menentukan
4

menggunakan multimeter atau biasanya nilai resintansi/hambatan resistor diperoleh


Halaman

disebut dengan avometer. hasil pembacaan kode warna dengan cara


5. Kesimpulan manual, maksudnya dihitung satu per satu.
 Kesimpulan Achmad Muhajjir S.Nursam : Atas percobaan tersebut dapat diperoleh
Resistor adalah salah satu alat/komponen bahwa setiap resistor memiliki nilai hambatan
elektronika yang berfungsi untuk menghambat yang berbeda. Hal itu disebabkan oleh gelang
warna yang dimiliki pada resistor, terdapat nilai
atau membatasi aliran listrik yang mengalir toleransi, bilangan pengali, dan juga banyaknya
dalam suatu arus rangkaian listrik elektronika. gelang warna yang terdapat pada resistor
Satuan atau nilai resistansi dari suatu resistor sehingga membuat resistor memiliki nilai
disebut ohm dan dilambangkan dengan simbol hambatan yang berbeda-beda. Kita dapat
omega (Ω). membacanya hanya berdasarkan cara melihat
Untuk mengetahui besar nilai hambatan gelang warna resistor, tanpa menggunakan alat
multimeter/avometer baik yang digital maupun
sebuah resistor, kita dapat membaca kode
analog.
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR
6. Daftar Pustaka

[1] Phaslaugi, Asril (2010) Makalah Resistor

Available :
https://asrilphaslaugi.blogspot.com/2010/
01/mak alah-resistor.html

[2] Aji, Dwi Sukma (2015) LAPORAN


PRAKTIKUM 2 RESISTOR

Available:
https://www.academia.edu/11678175/La
poran_Prak tikum_Fisika_Dasar_Resistor

Anisia Yunita Maulani


PARAF ASISTEN Argumerry

TANGGAL 9 September 2020


JAM 22.36

5
Halaman
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR

Lampiran :
Menentukan nilai resistor :

Warna Cincin Nilai Ukur Toleransi


NO. 1 2 3 4 5 % Ohm (Ω)
1 3 0 100 5% 30 Ω ± 1,5 Ω BA = 31,5 Ω
BB = 28,5 Ω
2. 3 9 100 5% 39 Ω ± 1,95 Ω BA = 40,95 Ω
BB = 37,05 Ω
3. 1 0 104 5% 100K Ω ± 5.000Ω BA = 105K Ω
BB = 95K Ω
4. 1 8 101 5% 180 Ω ±9Ω BA = 189 Ω
BB = 171 Ω
5. 1 5 105 5% 1,5M Ω ± 75K Ω BA = 1.575 Ω
BB = 1.425 Ω
6. 2 2 0 100 1% 220 Ω ± 2,2 Ω BA = 222,2 Ω
BB = 217,8 Ω
7. 1 0 0 105 1% 10M Ω ± 100K Ω BA = 10,1M Ω
BB = 9,9M Ω
8. 1 1 0 100 1% 110 Ω ± 1,1 Ω BA =111,1 Ω
BB = 108,9 Ω
9. 1 0 0 10-1 1% 10 Ω ± 0,1 Ω BA = 10,1 Ω
BB = 9,9 Ω
10. 1 0 102 5% 1.000 Ω ± 50 Ω BA =1.050 Ω
BB = 950 Ω
11. 5 6 100 5% 56 Ω ± 2,8 Ω BA = 58,8 Ω
BB= 53,2 Ω
12. 1 0 102 5% 1000 Ω ± 50 Ω BA = 1.050 Ω
BB = 950 Ω
13. 5 6 101 5% 560 Ω ± 28 Ω BA = 588 Ω
BB = 532 Ω
14. 3 9 104 5% 390K Ω ± 19,5KΩ BA = 409,5K Ω
BB = 370,5K Ω
15. 1 2 105 5% 1,2M Ω ± 60K Ω BA = 1.260K Ω
BB = 1.140K Ω
16. 3 9 0 103 1% 390K Ω ± 3900 Ω BA = 393,9K Ω
BB = 386,1K Ω
17. 3 3 0 102 1% 33.000 Ω ± 330 Ω BA = 33.330 Ω
BB = 32,67K Ω
18. 3 3 7 102 1% 33.700 Ω ± 337 Ω BA = 34.037 Ω
BB = 33.363 Ω
19. 1 5 104 5% 150K Ω ± 7500 Ω BA = 157,5K Ω
BB = 142,5K Ω
20. 3 3 100 5% 33 Ω ± 1,65 Ω BA = 34,65 Ω
BB = 31,35 Ω
21. 1 0 10¹ 5% 100Ω ±5Ω BA = 105 Ω
BB = 95 Ω
22. 1 5 102 5% 1500Ω ± 75 Ω BA = 1.575 Ω
BB = 1.425 Ω
23. 6 8 102 5% 6800Ω ± 340 Ω BA = 7.140 Ω
BB= 6.460 Ω
24. 2 7 100 5% 27Ω ± 1,35 Ω BA = 28,35 Ω
BB = 26,65 Ω
25. 3 9 102 5% 3900Ω ± 195 Ω BA = 4.095 Ω
BB = 3.705 Ω
26. 3 9 0 101 1% 3.900 Ω ± 39 Ω BA = 3.939 Ω
BB = 3.861 Ω
6

27. 1 5 0 102 1% 15.000 Ω ± 150 Ω BA = 15.150 Ω


BB = 14.850 Ω
Halaman

28. 2 2 0 103 1% 220K Ω ± 2,2KΩ BA = 222,2K Ω


BB = 217,8K Ω
29. 1 2 0 102 1% 12.000 Ω ± 120 Ω BA = 12.120 Ω
BB = 11.880 Ω
30. 5 6 0 103 1% 560K Ω ± 5,6K Ω BA = 565,5K Ω
BB = 554,4K Ω
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR

Perhitungan :
1. Nilai ukur = 30 Ω
Toleransi = 30 x 5% = ± 1,5 Ω
Batas Atas = 30 + 1.5 = 31,5 Ω
Batas Bawah = 30 – 1,5 = 28,5 Ω
2. Nilai Ukur = 39 Ω
Toleransi = 39 x 5% = ± 1,95 Ω
Batas Atas = 39 + 1,95 = 40,95 Ω
Batas Bawah = 39 – 1,95 = 37,05 Ω
3. Nilai Ukur = 100.000 Ω
Toleransi = 100.000 x 5% = ± 5.000 Ω
Batas Atas = 100.000 + 5.000 = 105.000 Ω
Batas Bawah = 100.000 – 5.000 = 95.000 Ω
4. Nilai Ukur = 180 Ω
Toleransi = 180 x 5% = ± 9 Ω
Batas Atas = 180 + 9 = 189 Ω
Batas Bawah = 180 – 9 = 171 Ω
5. Nilai Ukur = 1,5M Ω
Toleransi = 1,5M x 5% = ± 75K Ω
Batas Atas = 1,5M + 75K = 1.575K Ω
Batas Bawah = 1,5M – 75K = 1.425K Ω
6. Nilai Ukur = 220 Ω
Toleransi = 220 x 1% = ± 2,2 Ω
Batas Atas = 220 + 2,2 = 222,2 Ω
Batas Bawah = 220 – 2,2 = 217,2 Ω
7. Nilai Ukur = 10M Ω
Toleransi = 10M x 1% = ± 100K Ω
Batas Atas = 10M + 100K = 10,1M Ω
Batas Bawah = 10M – 100K = 9,9M Ω
8. Nilai Ukur = 110 Ω
Toleransi = 110 x 1% = ± 1,1 Ω
Batas Atas = 110 + 1,1 = 111,1 Ω
Batas Bawah = 110 – 1,1 = 108,9 Ω
9. Nilai Ukur = 10 Ω
Toleransi = 10 x 1% = ± 0,1 Ω
Batas Atas = 10 + 0,1 = 10,1 Ω
Batas Bawah = 10 – 0,1 = 9,9 Ω
10. Nilai Ukur = 1.000 Ω
Toleransi = 1.000 x 5% = ± 50 Ω
Batas Atas = 1.000 + 50 = 1.050 Ω
Batas Bawah = 1.000 – 50 = 950 Ω
11. Nilai ukur = 56 Ω
Toleransi = 56 x 5% = ± 2,8 Ω
Batas Atas = 56 + 2,8 = 58,8 Ω
Batas Bawah = 56 – 2,8 = 53,2 Ω
12. Nilai ukur = 1.000 Ω
Toleransi = 1.000 x 5% = ± 50 Ω
Batas Atas = 1.000 + 50 = 1.050 Ω
Batas Bawah = 1.000 – 50 = 950 Ω
13. Nilai ukur = 560 Ω
Toleransi = 560 x 5% = ± 28 Ω
Batas Atas = 560 + 28 = 588 Ω
Batas Bawah = 560 – 28 = 532 Ω
14. Nilai ukur = 390.000 Ω
Toleransi = 390.000 x 5% = ± 19.500 Ω
Batas Awal = 390.000 + 19.500 = 409.500 Ω
Batas Bawah = 390.000 – 19.500 = 370.500 Ω
15. Nilai ukur = 1.200.000 Ω
Toleransi = 1.200.000 x 5% = ± 60.000 Ω
7

Batas Awal = 1.200.000 + 60.000 = 1.260.000 Ω


Halaman

Batas Bawah = 1.200.000 – 60.000 = 1.140.000 Ω


16. Nilai ukur = 390.000 Ω
Toleransi = 390.000 x 1% = ± 3.900 Ω
Batas Awal = 390.000 + 3.900 = 393.900 Ω
Batas Bawah = 390.000 – 3.900 = 386.100 Ω
17. Nilai ukur = 33.000 Ω
Toleransi = 33.000 x 1% = ± 330 Ω
Batas Awal = 33.000 + 330 = 33.330 Ω
Batas Bawah = 33.000 – 330 = 32.670 Ω
18. Nilai ukur = 33.700 Ω
Toleransi = 33.700 x 1% = ± 337 Ω
Batas Awal = 33.700 + 337 = 34.037 Ω
Batas Bawah = 33.700 – 337 = 33.363 Ω
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELNIKA DASAR
19. Nilai ukur = 150.000 Ω
Toleransi = 150.000 x 5% = ± 7.500 Ω
Batas Awal = 150.000 + 7.500 = 157.500 Ω
Batas Bawah = 150.000 – 7.500 = 142.500 Ω
20. Nilai ukur = 33 Ω
Toleransi = 33 x 5% = ± 1,65 Ω
Batas Awal = 33 + 1,65 = 34,65 Ω
Batas Bawah = 33 – 1,65 = 31,35 Ω
21. Nilai ukur = 100 Ω
Toleransi = 100 x 5% = ± 5 Ω
Batas Atas = 100 + 5 = 105 Ω
Batas Bawah = 100 – 5 = 95 Ω
22. Nilai ukur = 1.500 Ω
Toleransi = 1500 x 5% = ± 75Ω
Batas Atas = 1.500 + 75 = 1.575 Ω
Batas Bawah = 1.500 – 75 = 1.425 Ω
23. Nilai ukur = 6.800 Ω
Toleransi = 6800 x 5% = ± 340 Ω
Batas Atas = 6.800 + 340 = 7.140 Ω
Batas Bawah = 6.800 – 340 = 6.460 Ω
24. Nilai ukur = 27 Ω
Toleransi = 27 x 5% = ± 1,35 Ω
Batas Atas = 27 + 1,35 = 28,35 Ω
Batas bawah = 27 – 1,35 = 26,65 Ω
25. Nilai ukur = 3.900 Ω
Toleransi = 3900 x 5% = ± 195 Ω
Batas Atas = 3.900 + 195 = 4.095 Ω
Batas Bawah = 3.900 – 195 = 3.705 Ω
26. Nilai ukur = 3.900 Ω
Toleransi = 3900 x 1% = ± 39 Ω
Batas Atas = 3.900 + 39 = 3939 Ω
Batas Bawah = 3.900 – 39 = 3,861 Ω
27. Nilai ukur = 15.000 Ω
Toleransi = 15000 x 5% = ± 150 Ω
Batas Atas = 15.000 + 150 = 15.150 Ω
Batas Bawah = 15.000 – 150 = 14.850 Ω
28. Nilai ukur = 220.000Ω
Toleransi = 220.000 x 1% = ± 2.200 Ω
Batas Atas = 220.000 + 2.200 = 222.200 Ω
Batas Bawah = 220.000 – 2.200 = 217.800 Ω
29. Nilai ukur = 12.000Ω
Toleransi = 12000 x 1% = ± 120 Ω
Batas Atas = 12.000 + 120 = 12.120 Ω
Batas Bawah = 12.000 – 120 = 11.880 Ω
30. Nilai ukur = 560.000
Toleransi = 560.000 x 1% = ± 5.600 Ω
Batas Atas = 560.000 + 5.600 = 565.600 Ω
Batas Bawah = 560.000 – 5.600 = 554.400 Ω
8
Halaman