Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum Oseanografi

Pengamatan Pasang Surut dan Arus Pasang Surut

Dosen Pengampu:
Arief Pratomo,ST . M.Si.

Nama Kelompok :
Indra Purnawan (160254241014)
Dahlia Mei Prista (160254241015)
Hazrul (160254241016 )
Yenny Marsella (160254241017)
Tri Rangga Putra (160254241018 )

NB: nama yang bewarna merah tidak turun lapangan dan tidak mengerjakan laporan

Program Studi Ilmu Kelautan


Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan
Universitas Maritim Raja Ali Haji
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia dan bimbinganNya sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan oseanografi yang
berjudul “Pengamatan parameter pasang surut dan arus pasang surut”. Dan saya berterimakasih
kepada Pak Arief Pratomo,ST.M.Si yang telah memberikan arahan dan materi sehingga saya
dapat menyelesaikan Laporan ini.
Laporan ini dibuat unruk memaparkan dari hasil praktikum yang telah kami
lakukan.Adapun laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Oseanografi
Dan saya menyadari bahwa Laporan ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan
Laporanini. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan untuk membuat Laporan ini saya
ucapkan terima kasih.

Tanjungpinang, 29 Mei 2017

i
DAFTAR ISI

COVER................................................................................................................i

KATA PENGANTAR........................................................................................ii

DAFTAR ISI.......................................................................................................iii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .........................................................................................4

1.2      Tujuan ………………………………......………………….…………….4

1.3 Tinjauan Dasar …………..........................................................................5

1.4 Tinjauan Pustaka ......................................................................................5

1.5. Dasar Teori…………………………………………………….………....6

1.6 Metoda Pelaksanaan...................................................................................7

BAB II. PEMBAHASAN

2.1      Hasil ..........................................................................................................8           

2.2    Pembahasan................................................................................................16

BAB III. PENUTUP

3.1       Kesimpulan...............................................................................................17 

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................18

Lembar Jawaban Praktikum …………………………………………….…..…..19

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Oceanografi semata-mata bukanlah merupakan suatu ilmu yang murni, tetapi merupakan
perpaduan dari bermacam-macam ilmu dasar yang lain. Ilmu-ilmu lain yang termasuk di
dalamnya ialah ilmu tanah (geology), ilmu bumi (geography), ilmu fisika (physics), ilmu kimia
(chemistry), ilmu hayati (biology) dan ilmu iklim (metereology) (Hutabarat dan Evans,1985).
Laut seperti halnya daratan dihuni oleh biota, yakni tumbuh-tumbuhan, hewan dan
mikroorganisme hidup. Biota laut menghuni hampir semua bagian laut mulai dari pantai,
permukaan laut sampai dasar laut yang teluk sekalipun. Keberadaan biota laut ini sangat menarik
perhatian manusia, bukan saja karena kehidupannya yang penuh rahasia, tetapi juga karena
manfaatnya yang besar bagi kehidupan manusia (Romimohtarto, 2001).
Seperti halnya bentuk muka bumi,di daratan yang beraneka ragam bentuk muka bumi di lautan
juga beragam. Bedanya bentuk muka bumi di lautan tidak seruncing dan sekasar di daratan.
Keadan ini akibat dari erosi dan penguapan dari air laut (Gentur, 2011).
Ilmu yang mempelajari laut atau lautan disebut Oceanografi. Objek yang dipelajarinya adalah
mengenai keadaan fisik air laut tersebut, arus, gelombang, kedalaman, serta pasang naik dan
pasang surut. Samudra adalah bentangan air asin yang menutupi cekungan yang sangat luas,
sedangkan laut adalah merupakan bagian dari samudra. Permukaan bumi yang ditutupi oleh air
samudra meliputi sekitar 70%. Penyebarannya tidak merata di antara belahan bumi utara dan
selatan. Belahan bumi utara 60% terdiri atas air permukaan dan 40% daratan, sedangkan belahan
bumi selatan 83% terdiri atas air permukaan dan 17% terdiri atas daratan. Di Indonesia
perbandingan antara lautan dan daratan adalah 6 : 4, jadi lebih luas lautan dibandingkan daratan
(Hartono,2007).
Pendahuluan
Dalam praktikum ini mahasiswa akan melakukan pengukuran dan penghitungan beberapa
parameter pasang surut dan arus pasang surut di laut. Diharapkan,pemahaman mahasiswa
tentang aspek pasang surut dan arus pasang surut di laut meningkat.

B. Tujuan
 Mengamati dan menghitung besaran parameter pasang surut dan arus pasang surut
dilaut yang meliputi perioda satu siklus, tunjang, amplitudo pasang surut,serta
kedalaman duduk tengah pasang surut hasil pengamatan.
 Mengetahui jenis pasang surut jenis hasil pengamatan
 Mengamati dan menghitung kecepatan arus pasang surut
 Mengetahui waktu saat kecepatan arus terendah, tertinggi, dan perubahan arah arus
pasang surut

C. Tinjauan Dasar Teori


Data pasang surut dan arus pasang surut umumnya bersifat temporal yaitu selalu berubah
sepanjang waktu. Pasang Surut (PASUT) adalah suatyu fenomena baik naik turunnya
permukaan laut dalam bentuk gelombang yang penyebabnya merupakan hasil interaksi gaya-
gaya antara air lautan dengan benda-benda langit terutama adalah matahari, dan bulan.

Parameter pasang surut meliputi pasang tertinggi,surut terendah,tunggang pasut,dan perioda


pasang surut sebagaimana terlihat pada gambar dibawah. Sedangkan parameter arus pasang
surut adalah kecepatan dan arah arus pasang surut.
D. Tinjauan Pustaka

Arus

Arus air laut adalah suatu pergerakan massa air yang terjadi secara vertikal dan
horisontal, sehingga menuju keseimbangan pergerakan air yang sangat luas terjadi di
seluruh lautan dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang
dikarenakan perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang. Pergerakan arus
dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan
densitas air, gaya coriolis atau arus ekman, topografi dasar laut dan arus permukaan. Ada
beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya sirkulasi dan arus laut, antara lain angin,
pasang surut air laut, perbedaan kadar garam (salinitas), perbedaan suhu dan kepekatan
air laut (Rambe, 1985).

Laut nusantara terdapat arus laut musiman, yang terdiri dari dua arus yaitu arus laut
musim timur dan arus laut musim barat. Arus laut musim timur berlangsung antara bulan
juni – agustus. Pada bulan itu belahan bumi utara (daratan benua Asia) berada dalam
musim panas, sedangkan di Australia musim dingin. Arus laut musim barat berlangsung
pada tiap bulanan ketika belahan bumi utara sedang musim dingin dan Australia musim
panas. Angin dari barat menyebabkan arus laut mengalir sebagai kebalikan arah arus laut
musim timur (Brotowidjoyo,1995).

Pasang Surut

Pasang surut adalah perubahan ketinggian air laut karena pengaruh gravitasi bulan dan
matahari pada perputaran bumi. Periode terjadi begitu lama, pasang surut air laut adalah
gelombang panjang yang merambat seperti gelombang air dangkal. Dalam
perambatannya pasang surut dipengaruhi oleh hidrografi lepas pantai, gesekan,
percepatan Corolis, dan efek resonansi (Praktikto,1997).

Ada tiga sumber gaya yang saling berinteraksi: laut, matahari, dan bulan. Pasang laut
menyebabkan perubahan kedalaman perairan dan mengakibatkan arus pusaran yang
dikenal sebagai arus pasang, sehingga perkiraan kejadian pasang sangat diperlukan dalam
navigasi pantai. Wilayah pantai yang terbenam sewaktu pasang naik dan terpapar
sewaktu pasang surut, disebut mintakat pasang, dikenal sebagai wilayah ekologi laut
yang khas. Periode pasang laut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke
puncak atau lembah gelombang berikutnya (Hutabarat dan Evans, 1985).
Metoda Pelaksanaan
Pendekatan pelaksanaan praktikum ini adalah praktikum kelompok mandiri dimana
kelompok dapat menentukan lokasi waktu pengamatan secara bebas dengan tanpa harus
didampingi oleh dosen atau asisten

Alat dan Bahan


 Batang ukur (yalon) pasang surut minimum 2 m yang sudah diberi skala maksimum 5
cm
 Tali minimal 2m untuk mengukur arus pasang surut
 Pelampung dari botol plastik 2,5 l untuk ukur arus pasang surut
 Stop watch untuk mengukur arus
 Pompong (bila diperlukan)
 Kertas millimeter blok
 Buku dan Alat tulis

A. Pengamatan Pasang-Surut
- Letakkan batang pasang surut pada perairan dengan syarat tidak lewat kering saat perairan
mengalami surut rendah dan tidak lewat terandam saat perairan mengalami pasang tinggi
- Perhatikan sifat dinamika gelombang saat pengukuran pasang surut, bila tinggi gelombang
terlalu besar maka hasil ukur harus merupakan hasil rata-rata (10 kali ulangan)
BAB II
ISI

A Hasil
Lokasi : Pantai sri Arjana ,gerai amk ya,desa tanjung siambang
Tanggal pengamatan: 13 mei 2017- 14 mei 2017
Hari pelaksanaan: sabtu-minggu
Panjang tali yang digunakan: 5 M
Titik acuan arah yang digunakan: pulau yang sejajar dengan tonggak pengukur
Tabel 1 Data Pengamatan Arus Pasang Surut

No Nama Pengamat Jam Kedalaman(cm Waktu Patokan Kecepatan arus-


) Tempuh Jam ∝ V (m/s) V=s/t
∆ t ( s)
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 06.00 pm 100 cm 645 s 12.00/ 0,47
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 06.20 pm 105 cm 345 s 08.00/ 0,91
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 06.40 pm 105 cm 369 s 09.00/ 0,82
Rerat 103,33 cm 453 s 0,73
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.00 pm 105 cm 277s 05.00 0,22
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.20 pm 107 cm 224 s 04.00 1,45
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.40 pm 115 cm 528 s 04.00 0,58
Rerat 109 cm 343 s 0,75
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.00 pm 128 cm 797 s 05.30 0,37
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.20 pm 140 cm 850 s 04.00 0,35
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.40 pm 143cm 403 s 03.00 0,77
Rerat 137 cm 683 s 0,49
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.00 pm 150 cm 105 s 04.00 0,04
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.20 pm 150 cm 102 s 04.00 0.04
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.40 pm 152 cm 80 s 04.00 0,06
Rerat 150,66 cm 96 s 0,04
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.00 pm 170 cm 93 s 05.00 0,05
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.20 pm 175 cm 200 s 05.00 0,03
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.40 pm 180 cm 246 s 04.00 0,02
Rerat 175 cm 180 s 0,03
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 11.00 pm 180 cm 475 s 10.00 0,01
2 Indra Purnawan,Hazrul 11.20 pm 185 cm 329 s 12.00 0,01
3 Indra Purnawan,Hazrul 11.40 pm 187 cm 81 s 12.00 0,06
Rerat 184 cm 295 s 0,02
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 12.00 pm 191 cm 55 s 12.00 0,09
2 Indra Purnawan,Hazrul 12.20 pm 194 cm 99 s 11.00 0,04
3 Indra Purnawan,Hazrul 12.40 pm 196 cm 122 s 11.00 0,04
Rerat 193,66 cm 92 s 0,05
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 01.00 am 185 cm 135 s 10.00 0,03
2 Indra Purnawan,Hazrul 01.20 am 182 cm 112 s 09.30 0,04
3 Indra Purnawan,Hazrul 01.40 am 180 cm 127 s 09.00 0,03
182,33 cm 125 s 0,03
1 Indra Purnawan,Hazrul 02.00 am 165 cm 44 s 05.00 0,11
2 Indra Purnawan,Hazrul 02.20 am 163 cm 51 s 05.00 0,09
3 Indra Purnawan,Hazrul 02.40 am 151 cm 45 s 06.00 0,11
159,66 cm 47 s 0,10
1 Indra Purnawan,Hazrul 03.00 am 130 cm 43 s 05.00 0,11
2 Indra Purnawan,Hazrul 03.20 am 120 cm 40 s 04.00 0,12
3 Indra Purnawan,Hazrul 03.40 am 100 cm 37 s 04.00 0,16
116,66 cm 40 s 0,13
1 Indra Purnawan,Hazrul 04.00 am 93 cm 41 s 04.00 0,12
2 Indra Purnawan,Hazrul 04.20 am 85 cm 38 s 04.00 0,13
3 Indra Purnawan,Hazrul 04.40 am 80 cm 34 s 05.00 0,14
86 cm 38 s 0,13
1 Indra Purnawan,Hazrul 05.00 am 39 cm 99 s 04.00 0,05
2 Indra Purnawan,Hazrul 05.20 am 33 cm 74 s 04.00 0,06
3 Indra Purnawan,Hazrul 05.40 am 24 cm 57 s 03.30 0,03
32 cm 77 s 0,06
1 Indra Purnawan,Hazrul 06.00 am 15 cm 159 s 04.00 0,03
2 Indra Purnawan,Hazrul 06.20 am 13 cm 178 s 04.00 0,02
3 Indra Purnawan,Hazrul 06.40 am 11 cm 195 s 04.00 0,02
13 cm 177 s 0,02
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.00 am 5 cm 82 s 04.00 0,06
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.20 am 21cm 67 s 05.00 0,07
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.40 am 26 cm 39 s 04.00 0,12
17,33 63 s 0,08
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.00 am 31 cm 39 s 04.00 0,12
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.20 am 39 cm 150 s 04.00 0,03
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.40 am 39 cm 60 s 06.00 0,08
36,33 cm 83 s 0,07
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.00 am 40 cm 85 s 05.00 0,07
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.20 am 50 cm 40 s 06.00 0,10
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.40 am 60 cm 32 s 07.00 0,15
36,66 cm 52 s 0,11
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.00 am 70 cm 71 s 06.00 0,07
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.20 am 80 cm 95 s 06.00 0,04
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.40 am 85 cm 74 s 06.00 0,06
78,33 cm 80 s 0,05
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 11.00 pm 95 cm 130 s 06.00 0,03
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 11.20 pm 100 cm 45 s 06.00 0,11
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 11.40 pm 110 cm 61 s 07.00 0,07
101,66 cm 79 s 0,07
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 12.00 pm 120 cm 45 s 06.00 0.11
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 12.20 pm 125 cm 37 s 06.00 0,13
3 12.40 pm 135 cm 33 s 06.00 0,15
Rerat 126,66 cm 50 s 0,13
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 01.00 pm 142 cm 35 s 06.00 0,14
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 01.20 pm 147 cm 30 s 06.00 0,16
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 01.40 pm 150 cm 30 s 06.00 0,16
Rerat 146,33 cm 32 s 0,15
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 02.00 pm 155 cm 25 s 06.00 0,2
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 02.20 pm 153 cm 37 s 06.00 0,13
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 02.40 pm 150 cm 34 s 05.30 0,14
Rerat 152,66 cm 32 0,15
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 03.00 pm 147 cm 47 s 05.00 0,10
2 Indra Purnawan,Hazrul 03.20 pm 145 cm 35 s 06.00 0,14
3 Indra Purnawan,Hazrul 03.40 pm 140 cm 28 s 06.00 0,17
Rerat 144 cm 37s 0,13
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 04.00 pm 135 cm 36 s 05.30 0,13
2 Indra Purnawan,Hazrul 04.20 pm 130 cm 22 s 06.00 0,22
3 Indra Purnawan,Hazrul 04.40 pm 125 cm 20 s 05.00 0,25
Rerat 130 cm 26 s 0,2
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 05.00 pm 120 cm 25 s 06.00 0,2
2 Indra Purnawan,Hazrul 05.20 pm 115 cm 18 s 06.00 0,27
3 Indra Purnawan,Hazrul 05.40 pm 110 cm 21 s 05.00 0,23
Rerat 115 cm 21 s 0,23
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 06.00 pm 105 cm 22 s 06.00 0,22
2 Indra Purnawan,Hazrul 06.20 pm 100 cm 23 s 06.00 0,21
3 Indra Purnawan,Hazrul 06. 40 pm 95 cm 20 s 05.30 0,25
Rerat 70 cm 22 0,22
a

Lokasi : Pantai sri Arjana ,gerai mak ya,desa tanjung siambang


Tanggal pengamatan: 13 mei 2017- 14 mei 2017
Hari pelaksanaan: sabtu-minggu
Panjang tali yang digunakan: 5 M
Titik acuan arah yang digunakan: pulau yang sejajar dengan tonggak pengukur
Tabel 2 Data Pengamatan Pasang Surut

No Nama Pengamat Jam Kedalaman(cm) Waktu Patokan Fase Bulan


Tempuh Jam ∝
∆ t ( s)
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 06.00 pm 100 cm 645 s 12.00/
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 06.20 pm 105 cm 345 s 08.00/
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 06.40 pm 105 cm 369 s 09.00/
Rerat 103,33 cm
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.00 pm 105 cm 277s 05.00
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.20 pm 107 cm 224 s 04.00
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.40 pm 115 cm 528 s 04.00
Rerat 109 cm
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.00 pm 128 cm 797 s 05.30 Bulan merah
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.20 pm 140 cm 850 s 04.00 Bulan merah
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.40 pm 143cm 403 s 03.00 Bulan merah
Rerat 137 cm
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.00 pm 150 cm 105 s 04.00 Semi purnama
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.20 pm 150 cm 102 s 04.00 Semi purnama
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.40 pm 152 cm 80 s 04.00 Semi purnama
Rerat 150,66 cm Semi purnama
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.00 pm 170 cm 93 s 05.00 Semi purnama
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.20 pm 175 cm 200 s 05.00 Semi purnama
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.40 pm 180 cm 246 s 04.00 Semi purnama
Rerat 175 cm Semi purnama
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 11.00 pm 180 cm 475 s 10.00 Semi purnama
2 Indra Purnawan,Hazrul 11.20 pm 185 cm 329 s 12.00 Semi purnama
3 Indra Purnawan,Hazrul 11.40 pm 187 cm 81 s 12.00 Semi purnama
Rerat 184 cm Semi purnama
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 12.00 pm 191 cm 55 s 12.00 Semi purnama
2 Indra Purnawan,Hazrul 12.20 pm 194 cm 99 s 11.00 Semi purnama
3 Indra Purnawan,Hazrul 12.40 pm 196 cm 122 s 11.00 Semi purnama
Rerat 193,66cm Semi purnama
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 01.00 am 185 cm 135 s 10.00 Semi purnama
2 Indra Purnawan,Hazrul 01.20 am 182 cm 112 s 09.30 Semi purnama
3 Indra Purnawan,Hazrul 01.40 am 180 cm 127 s 09.00 Semi purnama
182,33 cm Semi purnama
1 Indra Purnawan,Hazrul 02.00 am 165 cm 44 s 05.00 Semi purnama
2 Indra Purnawan,Hazrul 02.20 am 163 cm 51 s 05.00 Semi purnama
3 Indra Purnawan,Hazrul 02.40 am 151 cm 45 s 06.00 Semi purnama
159,66 cm Semi purnama
1 Indra Purnawan,Hazrul 03.00 am 130 cm 43 s 05.00 Semi purnama
2 Indra Purnawan,Hazrul 03.20 am 120 cm 40 s 04.00 Semi purnama
3 Indra Purnawan,Hazrul 03.40 am 100 cm 37 s 04.00 Semi purnama
116,66 cm Semi purnama
1 Indra Purnawan,Hazrul 04.00 am 93 cm 41 s 04.00 Semi purnama
2 Indra Purnawan,Hazrul 04.20 am 85 cm 38 s 04.00 Semi purnama
3 Indra Purnawan,Hazrul 04.40 am 80 cm 34 s 05.00 Semi purnama
86 cm Semi purnama
1 Indra Purnawan,Hazrul 05.00 am 39 cm 99 s 04.00 Semi purnama
2 Indra Purnawan,Hazrul 05.20 am 33 cm 74 s 04.00
3 Indra Purnawan,Hazrul 05.40 am 24 cm 57 s 03.30
32 cm
1 Indra Purnawan,Hazrul 06.00 am 15 cm 159 s 04.00
2 Indra Purnawan,Hazrul 06.20 am 13 cm 178 s 04.00
3 Indra Purnawan,Hazrul 06.40 am 11 cm 195 s 04.00
13 cm
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.00 am 5 cm 82 s 04.00
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.20 am 21cm 67 s 05.00
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 07.40 am 26 cm 39 s 04.00
17,33 cm
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.00 am 31 cm 39 s 04.00
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.20 am 39 cm 150 s 04.00
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 08.40 am 39 cm 60 s 06.00
36,33
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.00 am 40 cm 85 s 05.00
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.20 am 50 cm 40 s 06.00
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 09.40 am 60 cm 32 s 07.00
36,66 cm
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.00 am 70 cm 71 s 06.00
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.20 am 80 cm 95 s 06.00
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 10.40 am 85 cm 74 s 06.00
78,33 cm
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 11.00 pm 95 cm 130 s 06.00
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 11.20 pm 100 cm 45 s 06.00
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 11.40 pm 110 cm 61 s 07.00
Rerata 101,66 cm
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 12.00 pm 120 cm 45 s 06.00
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 12.20 pm 125 cm 37 s 06.00
3 12.40 pm 135 cm 33 s 06.00
Rerata 126,66 cm
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 01.00 pm 142 cm 35 s 06.00
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 01.20 pm 147 cm 30 s 06.00
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 01.40 pm 150 cm 30 s 06.00
Rerat 146,33 cm
a
1 Tri Rangga,Dahlia Mei 02.00 pm 155 cm 25 s 06.00
2 Tri Rangga,Dahlia Mei 02.20 pm 153 cm 37 s 06.00
3 Tri Rangga,Dahlia Mei 02.40 pm 150 cm 34 s 05.30
Rerat 152,66 cm
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 03.00 pm 147 cm 47 s 05.00
2 Indra Purnawan,Hazrul 03.20 pm 145 cm 35 s 06.00
3 Indra Purnawan,Hazrul 03.40 pm 140 cm 28 s 06.00
Rerat 144 cm
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 04.00 pm 135 cm 36 s 05.30
2 Indra Purnawan,Hazrul 04.20 pm 130 cm 22 s 06.00
3 Indra Purnawan,Hazrul 04.40 pm 125 cm 20 s 05.00
Rerat 130 cm
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 05.00 pm 120 cm 25 s 06.00
2 Indra Purnawan,Hazrul 05.20 pm 115 cm 18 s 06.00
3 Indra Purnawan,Hazrul 05.40 pm 110 cm 21 s 05.00
Rerat 115 cm
a
1 Indra Purnawan,Hazrul 06.00 pm 105 cm 22 s 06.00
2 Indra Purnawan,Hazrul 06.20 pm 100 cm 23 s 06.00
3 Indra Purnawan,Hazrul 06. 40pm 95 cm 20 s 05.30
Rerat 70 cm
a
B.Pembahasan
Arus pasang Surut

Tabel diatas menunjukan data hasil pengamatan kecepatan arus dengan menggunakan botol
plastic yang diikat dengan tali rafia dan catat waktunya sampai tali raffia lurus. Data tersebut
menunjukan hasil yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor seperti angin dan
kuat arus. Arus dibentuk oleh angin, dan angin juga yang membuat arus tersebut kuat atau pelan,
semakin kuat angin maka arus semakin kuat dan tali raffia juga akan semakin cepat lurus.

Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara
vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping). . Arus di permukaan
laut terutama disebabkan oleh tiupan angin, sedang arus di kedalaman laut disebabkan oleh
perbedaan densitas massa air laut. Selain itu, arus di permukan laut dapat juga disebabkan oleh
gerakan pasang surut air laut atau gelombang. Arus laut dapat terjadi di samudera luas yang
bergerak melintasi samudera (ocean currents), maupun terjadi di perairan pesisir (coastal
currents).

Kami melakukan pengukuran arus selama 25 jam dimana pengukuran dimulai pada tangal 13
mei 2017 dari jam 06.00 am yang diukur pada setiap jam parameter yang kami ukur yaitu
waktu,arah,dan ketinggian arus pada setiap jamnya
selama pengukuran dengan botol plastic pasang tertinggi terjadi pada pukul 12.40 dengan
ketinggian sampai 196 cm dan surut terendah pada pukul 07.00 dengan ketinggian 5 cm.
waktu terlama sampai tali tegang membutuhkan waktu 850 s sedangkan waktu tercepat sampai
tali tegang 18 s ini menunjukkan kecepatan angin mempengaruhi cepat atau lambatnya tali dapat
tegang.

Pembahasan Tentang Pasang Surut

Pengamaatan pasuut dilakukan secara langsung yang dilakukan pada tanggal 13-14 mei 2017
selama 25 jam dari 13 Mei 2017 pukul 06.00 WIB– 14 Mei 2107 pukul 19.00 WIB di Pantai Sri
Arjana Gerai Mak Ya, Tanjung Siambang Dompak Tanjung Pinang Kepulauan Riau Indonesia
Dalam pengamatan yang kami lakukan wilayah pantai sri arjana dapat ditentukan bahwa masuk
kedalam tipe Campuran Condong Harian Ganda (Mixed Tide predominantly Semi-diurnal
Tide).  Karena di perairan dompak cenderung terjadi dua kali pasang dan dua kali surut
Data pada grafik ini menunjukkan bahwa terjadi pasang tertinggi pertama terjadi perbedaan yang
cukup signifikan dan surut yang tidak jauh seperti pada surut pertama.
250

200

150

Series 3

100

50

Pengaruh bulan purnama juga mempengaruhi terhadap pasang surut yang kami amati terlihat
terjadinya pasang surut tertinggi karena adanya posisi bumi-bulan matahari berada pada satu
garis (konjungsi) sehingga kekuatan gaya tarik bulan dan matahari berkumpul menjadi satu
menarik permukaan bumi. Permukaan bumi yang menghadap ke bulan mengalami pasang naik
besar.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah praktikum dilaksanakan di Pantai Sri Arjana
pada tanggal 13 Mei – 14 Mei 2017. Disana kami melakukan pengambilan data arus dan
pasang-surut.
Dari pengolahan data tersebut yang kami peroleh, hasil bahwa jenis perairan tersebut
memiliki tipe pasang surut Campuran Condong Harian Ganda (Mixed Tide
predominantly Semi-diurnal Tide), arus di perairan tersebut bergerak dari arah barat
menuju timur karena angin dipengaruhi angin Muson Barat (bulan Oktober-Mei) yang
menyebabkan Benua Australia musim panas, sehingga bertekanan rendah. Sedangkan
Benua Asia lebih dingin, sehingga tekanannya tinggi. Gelombang pada perairan tersebut
tidak terlalu besar karena topografi perairan yang landai merupakan perairan pantai utara
yang tenang.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://perie-anugraha.blogspot.co.id/2012/06/laporan-pratikum-oseanografi-fisika.html
2. adzriair.blogspot.com/2011/04/pasang-surut.html
Pertanyaan pengamatan Arus
1. Bagaimana arus yang terjadi dilokasi pengamatan di lokasi pengamatan kalian?
Jawab: arus yang terjadi dilokasi praktikum kami arusnya cukup tenang sedikit
berombak dengan berjalan mengikuti arah geraknya dan kecepatan arusnya
terkadang berubah-ubah pada setiap waktu terlihat dari waktu stopwatch ada yang
kecepatan arusnya cepat dan lambat dilihat dari setiap 3 kali ulangan setiap 20 menit
yang kami lakukan.
2. Bagaimana kondisi perairan yang terdapat di lokasi pengamatan kalian ?
Jawab: 1.Kondisi perairannya tenang tidak berarus tinggi.
2.kondisi airnya keruh yang diakibatkan aktifitas masyarakat dan pembuangan limbah
yang langsung menuju kelaut.
3. termasuk perairan dangkal karena dari data yang kami dapatkan kenaikan air ketika
pasang tidak terlalu tinggi dan ketika surut ,jarak dari bibir pantai sampai batas
pasang surut sangat jauh.

3. Fenomena-fenomena apa saja yang terjadi dilokasi pengamatan?


Jawab: fenomena yang terjadi pada lokasi pengamatan kami kondisi air lautnya
berubah-ubah pada setiap saat kepada saat berangin air laut berombak-ombak air laut
juga mengalami pasang tinggi pada saat malam hari dan surut terndah pada saat pagi
hari.

4. Jelaskanlah secara lengkap mengenai pengamatan yang dilakukan?


Jawab:-langkah pertama yang kami lakukan ialah pemasangan tonggak pengukur
pada saat surut di dasar perairan sampai batas pasang surut lalu penancapan 3
tonggak kecil untuk menopang kayu tonggak pengukur agar tidak terbawa arus.

-kedua pengisian botol dengan ¾ air lalu diikatkan pada tali 5 m yang sudah diikatkan
pada tonggak pengukur
-Ketiga dalam satu jam kami melakukan 3 kali percobaan dengan pelemparan botol
untuk menentukan kecepatan arus dan arah arus (kami memakai patokan jam dengan
titik acuan pulau yang sejajar dengan tonggak pengukuran kami menetapkan pulau
sebagai jam 12.00) ketika botol dilempar dihitung menggunakan stopwatch sampai
tali tegang setelah tali tegang matikan stopwatch lalu lihat arah jarum jam berapa
botol tersebut tegang
-Lalu masukkan data yang didapat kedalam table yang sudah dibuat untuk
memudahkan pembuatan laporan

5. Gambarkan data hasil pengamatan kedalam bentuk grafik scalar (dalam bentuk
diagram batang) dan grafik vector ( menginformasikan mengenai arah dan kecepatan
berdasarkan data dari salah satu patokan yang digunakan,baik itu patokan yang
digunakan jam ataupun patokan dari compass ) ?
Jawab:

800

700

600

500

400

300

200

100

Grafik diagram batang diatas menunjukkan hubungan antara grafik menuju pasang
pertama hingga pasang berikutnya dan waktu untuk rata rata ketinggian setiap
jamnya menunjukkan terjadi pasang tertinggi pertama yang berbeda dengan tinggi
pasang berikutnya juga waktu yang tidak stabil sampai tali tegang ini menunjukkan
bahwa angin mempengaruhi waktu dalam pengukuran arus.

Pertanyaan pengamatan pasang surut


1. Termasuk kedalam tipe pasut apakah yang terdapat di lokasi pengamatan kalian?
Sebutkan dan jelaskan?
Jawab: Pasang surut campuran condong harian ganda (Mixed Tide, Prevailing Semi
Diurnal). Karena dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut tetapi tinggi
dan periodenya berbeda.
Terlihat dari data yang kami dapatkan pada pukul 12.40 malam pasang tertinggi 194 cm
dan pasang berikutnya 135 cm ini menunjukkan bahwa pasang pertama dan pasang
berikutnya ketinggiannya berbeda.
Maka dari itu kami menentukan bahwa pasut yang ada di daerah praktikum kami bersifat
pasang surut condong harian ganda

2. Berapakah nilai tunggang pasut berdasarkan data hasil pengamatan yang kalian lakukan
dilokasi pengamatan tersebut? (ingat bahwa tunggang pasut merupakan nilai dari pasang
tertinggi dan pasang terendah)
Jawab: : pasang tertinggi 194 cm dan pasang terendah 152 Jadi tunggang pasut pada
lokasi praktikum kami 194+152=346 :2 = 173 cm
3. Berapakah nilai duduk tengah pasut berdasarkan data hasil pengamatan yang kalian
lakukan dilokasi pengamatan tersebut?( ingat bahwa duduk tengah pasut merupakan hasil
tunggang pasut dibagi dua)
Jawab: duduk tengah pasut berdasarkan data yang kami dapatkan 173, yang didapat dari
173
hasil nilai tungang pasut dibagi dua ( = 86,5 )
2

4. Pada system pengamatan fase bulan pada pengamatan pasut,fase bulan tersebut terjadi
pada penanggalan hijriah yang keberapa?
Jawab: 13-14 hijriah dengan fase bulan Semi Purnama

5. Apa kaitannya fase bulan yang terjadi dengan dengan pasut tersebut?
Jawab: posisi bumi-bulan matahari yang berada pada satu garis (konjungsi) sehingga
kekuatan gaya tarik bulan dan matahari berkumpul menjadi satu menarik permukaan
bumi. Permukaan bumi yang menghadap ke bulan mengalami pasang naik besar.
Sehingga membuat dan mempengaruhi pasang tertinggi pada fase bulan semi purnama

6. Fenomena apa saja yang terjadi pada saat kalian melakukan pengamatan tersebut?
Jawab: air laut tampak terang akibat dari sinar bulan purnama yang menyinari laut yang
berpengaruh juga terhadap aktivitas ikan,sehingga ikan tertarik naik ke atas permukaan
air laut akibat cahaya yang ditimbulkan oleh sinar bulan tersebut.

7. Buatlah grafik scalar berdasarkan data hasil pengamatan tersebut? (grafik dibuat
menggunakan miliblock paper)