Anda di halaman 1dari 4

Ciliata adalah protozoa yang bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar).

Ciliata
disebut juga dengan infusoria (latin, infundere = menuang), karena umumnya hidup dalam
air buangan yang mengandung banyak zat organik.
Istilah Ciliata dalam bahasa latin adalah cilia yang berarti rambut kecil atau Ciliophara
(Yunani, Phora = gerakan). Dalam melakukan seluruh kegiatan dan hidupnya, cilliata
menggunakan organel-organel sel berupa membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.

1. Ciri-Ciri Ciliata - Ciliata memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri yang membedakan
jenis-jenis protozoa yang lainnya. Ciri-ciri umum ciliata adalah sebagai berikut...

 Bergerak dengan silia atau rambut getar


 Bersifat heterotrof
 Pembelahan biner
 Umumnya berukuran mikroskopis, namun ada juga spesies yang berukuran 3 mm
sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang
 Terdapat pada seluruh bagian sel atau pada bagian tertentu. 
 Membantu pergerakan makanan ke sistoma
 Bentuk tubuh oval dan tidak berubah-ubah atau tetap
 Memiliki dua inti sel yaitu makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus sebagai
fungsi vegetatif, dan mikronukleus sebagai fungsi reproduksi yaitu konjugasi
 Hidup bebas pada lingkungan berair baik itu air laut maupun air tawar yang banyak
mengandung zat organik
 Hidup secara parasit, simbiosis dan ada juga yang hidup bebas di alam

2. Klasifikasi Ciliata - Ciliata diklasifikasi dalam beberapa macam antara lain sebagai
berikut...

 Paramecium : jenis ciliata yang bagian ujung depannya tumpul, sedangkan pada
bagian belakang meruncing sehingga tampak berbentuk sandal atau sepatu. 
 Vorticella : jenis ciliata yang bentuknya seperti lonceng dan bertangkai panjang
dengan bentuk lurus atau spiral yang terdapat silia disekitar mulutnya. Hidup berada
di air tawar, menempel dengan tangkai batang yang sifatnya kontraktil dan substrak.
Makanannya berupa bakteri atau sisa-sisa bahan organik yang masuk bersama aliran
air melalui celah mulutnya. 
 Didinium : jenis ciliata yang merupakan predator pada ekosistem perairan yaitu
pemangsa pramecium. 
 Stentor : jenis ciliata yang berbentuk seperti terompet dan menetap di air tawar yang
bergenang atau mengalir. Makanan hewan ini adalah ciliata yang berukuran lebih
kecil. 
 Balantidium coli : jenis ciliata yang terbesar dalam usus terbesar dan satu-satunya
golongan ciliata manusia yang patogen dengan menimbulkan balantidiasis atau ciliata
dysentri. Ciliata jenisi ini dapat dijumpai di daerah tropis dan sub-tropis. 

3. Peranan Ciliata - Ciliata memiliki peranan yang menguntungkan dan merugikan antara
lain sebagai berikut...

 Peranan Ciliata yang Menguntungkan : Didinium, mirip dengan ceret bertangkai


yang memiliki peranan sebagai predator di air tawar 
 Peranan Ciliata yang Merugikan : Balantidium coli, hidup parasit dalam usus
manusia yang dapat menyebabkan gangguan perut dan dapat menyebabkan diare
berdarah. 

4. Reproduksi Ciliata - Dalam perkembangbiakan ciliata dapat dilihat pada cara


perkembangbiakan Paramecium. Reproduksi paramecium sama dengan jenis ciliata lainnya
yaitu secara aseksual = pemelahan biner dan seksual = konjugasi. 

 Reproduksi Secara Aseksual : Dalam perkembangbiakan secara pembelahan biner,


satu sel membelah menjadi dua, kemudian menjadi 4, 8 dan seterusnya. Pembelahan
biner diawali dengan pembelahan makronukleus yang selanjutnya penggantian
membran plasma dan akhirnya terbentuk dua sel anak.

 Reproduksi Secara Seksual : Dalam perkembangbiakan secara seksual (kawin)


dengan cara konjugasi yang perkembangbiakannya dapat dilihat dalam gamberi
Ciliata (Filum Ciliophora) : Pengertian Ciri-ciri Struktur Sel Reproduksi Contoh - Istilah
ciliata berasal dari bahasa Latin cilia yang berarti ‘rambut kecil’. Salah satu ciri khas ciliata
adalah mempunyai silia sebagai alat gerak dan untuk mencari makan. Ciliata merupakan
organisme bersel tunggal (uniseluler) dengan bentuk tetap atau tidak berubah. Beberapa
anggota ciliata seluruh tubuhnya ditutupi oleh barisan silia, sedangkan lainnya memiliki silia
yang berkelompok. Susunan silia yang spesifik tersebut menunjukkan tingkat adapatasi
terhadap lingkungannya. (Baca juga : Protista yang Mirip Hewan)

Ciri lain dari ciliata adalah adanya 2 inti sel, yaitu makronu kleus dan mikronukleus.
Makronukleus merupakan inti sel berukur an besar berfungsi dalam reproduksi aseksual
(vegetatif), sedangkan mikronukleus merupakan inti sel berukuran kecil diperlukan untuk
bereproduksi secara seksual dengan cara konjugasi. Selain bereproduksi secara
seksual, Ciliata juga bereproduksi secara aseksual dengan cara membelah diri. Reproduksi
salah satu anggota Ciliata secara konjugasi dapat kalian lihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Reproduksi secara konjugasi pada Paramaecium caudatum
Ciliata pada umumnya hidup di tempat-tempat berair. Mereka mengambil makanan dengan
menyapu aliran air yang berisi partikel makanan ke dalam organel yang menyerupai mulut
dan kerongkongan. Barisan silia yang berada di sepanjang celah mulut yang berbentuk
corong, berfungsi untuk menggerakkan makanan ke mulut sel. Selanjutnya, makanan
ditelan melalui proses fagositosis. Bahan yang tidak tercerna dalam vakuola makanan akan
dikeluarkan melalui pori yang berfungsi sebagai lubang anus. Proses ini disebut sebagai
eksositosis.

Salah satu contoh anggota Ciliata yang terkenal adalah Paramaecium. Paramaecium


merupakan anggota Ciliata yang hidup bebas, bentuk tubuhnya seperti sandal dan
tubuhnya diselubungi oleh pelikel. Sistem organela Paramaecium dapat kalian lihat pada
Gambar 2.
Contoh anggota Ciliata yang lain adalah:

a. Stentor, mempunyai bentuk tubuh seperti terompet.


b. Didinium, merupakan predator Paramaecium.
c. Vorticella, mempunyai bentuk tubuh seperti lonceng.
d. Stylonichia, mempunyai bentuk tubuh oval dengan silia yang berkelompok disebut cirri.
Gambar 3. Beberapa anggota Ciliata (a) Stentor, (b) Vorticella, (c) Stylonichia, (d) Didinium

Ciliata: Sejarah Hidup dan Ekologi


Kebanyakan ciliates adalah bentuk hidup bebas. Relatif sedikit yang parasit, dan hanya satu
spesies, Balantidium coli, diketahui menyebabkan penyakit pada manusia. Beberapa ciliates
lainnya menyebabkan penyakit pada ikan dan dapat menimbulkan masalah bagi
aquaculturists; lain adalah parasit atau commensals pada berbagai invertebrata. Masih orang
lain hidup dalam jumlah besar di saluran pencernaan dari banyak mamalia berkuku, di mana
mereka melayani untuk menstabilkan populasi besar bakteri simbiotik yang memecah
selulosa dalam makanan hewan.

Didinium
ciliates hidup bebas dapat memakan bakteri, ganggang, atau ciliates bahkan lain; Didinium,
yang ditunjukkan di atas, adalah pemburu rakus dan konsumen ciliates lainnya. Beberapa
ciliates pelabuhan bakteri simbiotik atau ganggang. ciliates hidup bebas dapat ditemukan
hampir di mana saja ada air cair, namun bentuk yang berbeda mendominasi di habitat yang
berbeda. Ciliates di tanah cenderung bentuk kecil yang dapat membentuk kista tahan untuk
bertahan hidup dalam waktu lama pengeringan. Tintinnids berlimpah di plankton laut, di
mana mereka dan ciliates lain mungkin mengkonsumsi sampai 90% dari produksi bakteri
planktonik dan ganggang. ciliates besar yang umum di lingkungan air tawar, khususnya
mereka yang telah organik diperkaya (misalnya dengan limbah). Dengan daftar dan
menghitung spesies Ciliata dalam sampel air, adalah mungkin untuk memperkirakan cepat
berapa banyak bahan organik - yang bisa termasuk polusi - hadir.

Divisi Paramecium
Ciliates bereproduksi secara aseksual dengan pembagian: mikronukleus yang mengalami
mitosis, sedangkan di sebagian ciliates macronucleus hanya mencubit terpisah menjadi dua.
Proses ini ditunjukkan pada gambar di atas. Namun, ciliates juga bereproduksi secara seksual,
melalui proses yang dikenal sebagai konjugasi. Konjugasi sering disebabkan oleh kekurangan
makanan. Dua ciliates jenis kawin berlawanan datang dekat bersama-sama dan membentuk
sebuah jembatan sitoplasma antara dua sel; yang micromuclei bagi dengan meiosis, yang
macronuclei hancur, dan sel-sel konjugasi bertukar mikronukleus haploid melalui koneksi
sitoplasma. Mereka kemudian memisahkan, reformasi macronuclei baru dari mikronukleus
mereka, dan membagi. Ini mungkin tidak terdengar sangat seksi, tapi ingat bahwa esensi dari
reproduksi seksual membentuk organisme baru dari materi genetik gabungan dari orang tua.
Setelah konjugasi, masing-masing pasangan Ciliata telah mengakuisisi materi genetik baru,
dan membagi menimbulkan keturunan dengan kombinasi baru dari gen. Hal ini penting untuk
kelangsungan hidup garis keturunan Ciliata; paling ciliates tidak dapat mereproduksi tanpa
batas dengan pembelahan aseksual, dan akhirnya mati jika dilarang konjugasi.