Anda di halaman 1dari 6

Tanya Jawab Kelompok 4

1. ELOK IZZA MAGFIROH 931315718 Apa saja kendala yang dihadapi dalam
penerapan akuntansi murabahah?Lalu bagaimana solusi untuk mengatasi nya?
Jawab : alam akutansi murabahah biasanya yg sering terjadi kendala adalah dalam
pembiayaan murabahah,yaitu pembiayaan yang mengalami kesulitan
pengembalian atas pelunasan akibat adanya faktor-faktor dari sisi nasabah
ataupun dari sisi bank sendiri sehingga menimbulkan kerugian bagi
perusahaan.
-solusinya : Pihak bank harus benar-benar meyakini fasilitas pembiayaan yang
diberikan pada nasabah dapat berjalan lancar dan aman, artinya selama
pembiayaan berjalan bank akan merasa uangnya aman kemudian pembiayaan
tersebut benar-benar dapat memberikan hasil bank, nasabah dan masyarakat
yang pada akhirnya pembiayaan tersebut akan kembali pada masa yang telah
ditentukan.
2. DIAJENG LANA SHABRINA Contohkan transaksi perbankan apa sajakah yang
cocok menggunakan murobahah ?
Jawab : contoh transaksi murabahah dalam perbankan yaitu pembiayaan syariah
untuk modal kerja dengan skema murabahah (jual beli). Dengan skema
pembiayaan syariah ini, pihak bank syariah akan membiayai pembelian barang
kebutuhan modal kerja yang dibutuhkan nasabah. Pembiayaan tersebut adalah
sebesar harga pokok ditambah dengan margin keuntungan bank syariah yang
sudah disetujui oleh pihak nasabanh dan bank. Perlu diketahui bahwa untuk
tingkat keuntungan bank sudah ditentukan di awal, dan keuntungan ini menjadi
bagian harga atas barang yang dijual.
3. LAILA UMI KHASANAH Saya Laila Umi Khasanah mau bertanya tolong jelaskan
dan berikan contoh yg ada pada makalah halaman 5 point ke 7 tentang jika uang
muka memakai kontrak 'urbun sebagai alternatif dari uang muka? Terimakasih
Jawab : terkait dengan uang muka memakai kontrak 'urbun adalah tentang
pemberian uang panjar,baik sebagai uang tanda jadi dan uang panjar sebagai
uang muka dan kontrak tersebut di namakan kontrak 'urbun.
- contoh : ketika si Bambang mau membeli rumah ,disitu di memakai kontrak urbun
selanjutnya Bambang memberikan uang panjar atau biasa si sebut uang muka.
4. ARINA MIFTAHUL MARSELYNA Dalam keadaan seperti apa perlakuan
akuntansi pembiayaan murabahah dapat di berlakukan?
Jawab : terkait dengan pembiayaan murabahah diberlakukam pada saat keadaan apa
dan bagaimna yaitu pada saan pemberian fasilitas penyediaan dana untuk
memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan defisit menurut sifat
penggunaannya
5. MOCHAMMAD NUR ALWI Pada halaman 9 bagian bawah terdapat kalimat
"ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku
margin efektif" tolong jelaskan secara lebih rinci dan jika ada contoh bisa
dilampirkan. Terima kasih
Jawab : Sebelumnya perlu diketahui apa itu amortisasi kumulatif dan metode suku
margin terlebih dahulu:
Arti dari amortisasi ini dalam ilmu akuntansi berkaitan dengan alokasi biaya aktiva tak
berwujud yang mengacu pada pengurangan kewajiban dengan pembayaran pokok beserta
bunga secara teratur.
Bunga hanya dihitung dari sisa pinjaman yang belum dikembalikan. Jadi bila kita sudah
mencicil beberapa kali, maka bunga dihitung dari sisa pinjaman yang belum dicicil.
Karena bunga yang dibayar semakin mengecil, maka angsuran per bulannya jadi semakin
sedikit.

Perhitungan suku margin efektif Efektif


Prinsip dari perhitungan bunga efektif, adalah cicilan pokok per bulannya tetap, dan
bunga per bulan dihitung dari sisa cicilan yang belum dibayar.

Misal:

P = pokok pinjaman
i = suku bunga per tahun
t = lama kredit dalam bulan
Maka:

Cicilan pokok per bulan = P / t


Bunga bulan ke z = (P - ((z - 1) x Cicilan pokok )) x i / 12
Contoh kasus:

Budi meminjam uang di bank sebesar Rp 60.000.000,- dengan bunga kredit efektif 14%
per tahun. Bank memberikan kredit dengan jangka waktu 60 bulan.
Berapakah angsuran yang harus dibayar Budi?

P = Rp 60.000.000,-
i = 14%
t = 60 bulan
Cicilan pokok per bulan = Rp 60.000.000,- / 60 = Rp 1.000.000,-
Bunga bulan ke-1 = (Rp 60.000.000,- - (0 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp 700.000,-
Cicilan bulan ke-1 = Rp 1.000.000,- + Rp 700.000,- = Rp 1.700.000,-
Bunga bulan ke-2 = (Rp 60.000.000,- - (1 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp 688.333,33
Cicilan bulan ke-2 = Rp 1.000.000,- + Rp 688.333,33 = Rp 1.688.333,33
Bunga bulan ke-3 = (Rp 60.000.000,- - (2 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp 676.666,67
Cicilan bulan ke-3 = Rp 1.000.000,- + Rp 676.666,67 = Rp 1.676.666,67
......
Bunga bulan ke-11 = (Rp 60.000.000,- - (10 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp
583.333,33
Cicilan bulan ke-11 = Rp 1.000.000,- + Rp 583.333,33 = Rp 1.583.333,33
...dan seterusnya

6. AYU IGA PERMATA SARI Saya Ayu Iga Permata Sari, jelaskan perbedaan
mekanisme transaksi akuntansi syariah dengam perbankan syariah dalam
murabahah ? Dan bagaimana implementasi akuntansi transaksi murabahah di
Indonesia?
Jawab : bai’ murabahah dalam perbankan syariah merupakan mekanisme jual beli
alternatif pengganti dari sistem kredit (utang) yang biasa dipakai oleh perbankan
konvensional berikut sistem riba utang (riba nasiah). Produk murabahah merupakan
produk pembiayaan (funding) yang paling banyak diterapkan oleh Perbankan Syariah
dalam berbagai aktivitasnya. Berdasarkan laporan Buku Standart Produk Murabahah
yang diterbitkan oleh Departemen Perbankan Syariah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),
diakui bahwa 60 persen produk pembiayaan perbankan syari’ah bergantung pada produk
murabahah ini. Inilah makanya, untuk kasus perbankan syari’ah, selalu berkaitan dengan
praktik diferensiasi murabahah ini.
Murabahah diterapkan melalui mekanisme jual beli barang secara cicilan (muajjalan)
dengan penambahan margin keuntungan bagi bank. Margin ini sifatnya adalah tetap
(konstan), meski terdapat keterlambatan cicilan dari pihak yang diberi modal oleh
perbankan. Ini yang membedakannya dari sistem bunga pada perbankan konvensional
yang akan senantiasa bertambah seiring waktu berjalan. Hanya saja, kemudian ada beban
ta’zir (denda) yang nantinya akan diberlakukan oleh perbankan syariah kepada nasabah
yang dimodali tersebut sebagai akibat dari keterlibatannya. Namun, ada kontradiksi
terkait dengan denda ini dari aspek fiqihnya. Kelak, akan diulas juga dalam tulisan-
tulisan berikutnya.
Sedangkan dalam akuntansi syariah.
Implementasi akuntansi transaksi syariah diindonesia, sudah sesuai PSAK 102 yang
mengatur tentang pembiayaan murabahah gar sesuai syariat islam

7. SASA FARISKASARI MADIA Dalam kasus jual beli aset pembiayaan murabahah,
sebelum diperjualbelikan apakah harus disurvey/diteliti terlebih dahulu asetnya?
Jawab : Harus diteliti terlebih dahulu barangnya sebelum terjadi transaksi jual beli agar
memenuhi rukun dan syarat jual beli. Adapun rukun jual beli ialah: adanya penjual,
adanya pembeli, adanya barang yang diperjualbelikan, adanya harga barang, adanya
transaksi jual beli (ijab-qobul). Syarat barang yang diperjual belikan adalah: 1) barangnya
ada dan bisa diserahterimakan; 2) kualitas, kuantitas, dan harga barang diketahui dan
disepakati bersama antara pihak-pihak yang berakad; 3) status barang adalah milik
penjual.

8. WILUJENG EKA SAFITRI Pada transaksi murabahah bagaimana perhitungan harga


jual barang? Tolong sertakan contohnya
Jawab : Metode Penentuan Harga Jual (Profit Margin) di Bank Syariah
harga dalam pembiayaan di bank syariah dapat menggunakan salah satu diantara
beberapa model konvensional tersebut diatas. Namun yang lazim digunakan oleh bank
syariah saat ini adalah dengan menggunakan metode going rate pricing, yaitu
menggunakan tingkat suku bunga pasar sebagai rujukan (benchmark).
Adapun alasannya karena bank syariah berkompetisi dengan bank konvensional.
Disamping itu bank syariah juga berkeinginan untuk mendapatkan customer yang
bersifat floating costumer.
Meskipun demikian, penentuan harga jual produk pada bank syariah harus
memperhatikan ketentuan-ketentuan yang dibenarkan menurut syariah. Oleh karena itu,
metode penentuan harga jual berdasarkan pada target return pricing maupun mark-up
pricing dapat digunakan dengan melakukan modifikasi.
1. Penerapan Target Return Pricing untuk Pembiayaan Syariah Bank syariah beroperasi
dengan tidak menggunakan bunga. Mekanisme operasional dalam memperoleh
pendapatan dapat dihasilkan berdasarkan klasifikasi akad, yaitu akad yang menghasilkan
keuntungan secara pasti, disebut natural certainty contract, dan akad yang menghasilkan
keuntungan yang tidak pasti, disebut natural uncertainty contract. Jika pembiayaan
dilakukan dengan akad natural certainty contract, maka metode yang digunakan adalah
required profit rate (rpr). rpr = n.v dimana n = Tingkat keuntungan dalam transaksi tunai
v = Jumlah transaksi dalam satu periode Jika pembiayaan dilakukan dengan akad natural
uncertainty contract, maka metode yang digunakan adalah expected profit rate (epr) epr
diperoleh berdasarkan : 1. tingkat keuntungan rata-rata pada industri sejenis 2.
pertumbuhan ekonomi 3. dihitung dari nilai rpr yang berlaku dibank yang bersangkutan
Perhitungannya : Nisbah bank = epr/expected return bisnis yang dibiayai * 100% Actual
return bank = nisbah bank + actual return bisnis. 2. Penerapan Mark-up Pricing untuk
Pembiayaan Syariah Jika bank syariah hendak menerapkan metode Mark-up pricing,
metode ini hanya tepat digunakan untuk pembiayaan yang sumber dananya dari
Restricted Investment Account (RIA) atau Mudharabah Muqayyadah. Mengapa
demikian? Sebab akad mudharabah muqayyadah adalah akad dimana pemilik dana
menuntut adanya kepastian hasil dari modal yang diinvestasikan.
Contoh
sebuah bank syariah memiliki produk pembiayaan pemilikan kendaraan secara angsuran
selama 12 bulan dengan margi keuntungan bank sebesar 20% dari harga perolehan mbil.
Bila harga mobil Rp. 100 juta saran sebesar Rp. 120 juta, yakni harga perolehan Rp. 100
juta ditambah margin keuntungan bnak sebesar 20%. Nasabah sebagai pembeli akan
mengangsur harga jual tersebut sebesar Rp. 10 juta per bulan selama 12 bulan.

9. RAHMI JIHARKA Apa saja manfaat buat suatu bank jika menggunakan sistem
murabahah dan apa saja hal" yg paling harus duperhatikan ketika menyusun catatan
transaksi sesuai dengan PSAK 102?
Jawab : Manfaat bank syariah menggunakan sistem murabahah adalah terhindar dari
riba, penetapan harga jual murabahah yang efisien, pembiayaan murabahah
bersifat konsumtif
Berdasarkan PSAK 102 akuntansi murabahah pengakuan, pengukuran,
penyajian, dan pengungkapan akuntansi untuk penjual adalah sebagai
berikut: Pertama, Pada saat perolehan, aset murabahah diakui sebagai
persediaan sebesar biaya perolehan. Kedua, Pengukuran aset murabahah
setelah perolehan adalah sebagai berikut: (a) Jika murabahah pesanan
mengikat: dinilai sebesar biaya perolehan dan jika terjadi penurunan nilai
aset karena usang, rusak, atau kondisi lainnya sebelum diserahkan
kenasabah, penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban dan mengurangi
nilai aset. (b) Jika murabahah tanpa pesanan atau murabahah pesanan tidak
mengikat: dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat
direalisasi, mana yang lebih rendah dan jika nilai bersih yang Penerapan
PSAK NO. 102
10. REYNANDA CINDY ALIFIAN bagaimanakah apabila terjadi pengalihan pada
objek al murabahah yang telah diserahkan kepada nasabah oleh bank syariah?
Apakah secara hukum objek tersebut sudah menjadi hak milik nasabah? Terimakasih
Jawab : Di perbolehkan diskon dalam transaksi murabahah menuryt Fatwa Dewan
Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia tentang diskon dalam murabahah,
yang menyebutkan bahwa Jika dalam jual beli murabahah LKS mendapat
potongan harga diskon dari produsen atau supplier, menurut fatwa tersebut,
harga sebenarnya adalah harga setelah diskon, karena itu, diskon adalah hak
nasabah.
11. NASRUL SAFI Bagaimana hukumnya diskon dalam transaksi murabahah , ketika
membeli barang sering kali LKS mendapatkan diskon dari supplier? Apakah diskon
dari supplier itu hak LKS atau gimana? Bisa dijelaskan?
Jawab : Dalam murabahah barang yang dijual harus secara prinsip sudah beralih
kepemilikannya ke tangan penjual. Karena itu, nasabah dapat secara bebas
menjual barang (objek) perjanjian murabahah, walaupun belum dilunasi
pembayarannya

Anda mungkin juga menyukai