Anda di halaman 1dari 3

1.

Valve #1 depth determination


The gas is injected pushing the fluid in the annulus downward until reaching equilibrium.
Inside the tubing the completion fluid (0.5 psi/ft) is in equilibrium with the fluid in annulus
(gas 0.14 psi/ft).
Suppose D1 is liquid level at equilibrium
P inside tubing = P in the annulus
120 + 0.5 D1 = 900 + 0.14 D1
D1 = 2167 ft
Valve # 1 depth should be set up above D1 (say -100 ft) then Dvalve # 1 = 2067 ft.

Valve #2 depth determination


The gas is injected pushing down the fluid in the annulus into tubing through valve # 1.
Assuming the pressure gradient in the tubing above valve # 1 decreases to 0.09 psi/ft (mixing
between completion fluid 0.5 psi/ft and gas injection 0.14 psi/ft).
The compressor pressure is reduced 20 psi, Pc = 900-20 = 880 psig
if D2 is liquid level in annulus at equilibrium
the pressure equilibrium:
120 + (0,09 x 2067) + 0,5 x D2 – 0,5 x 2067 = 880 + 0,14 x D2
306,03 + 0,5D2 – 1033,5 = 880 + 0,14D2
D2 = (1033,5 + 880 - 360,03) / 0,36 = 4315,2 ft
Valve # 2 depth should be set up above D2 (say -100 ft) then Dvalve # 2 = 4215,2 ft.

Valve #3 depth determination


The compressor pressure is reduced 20 psi, Pc = 880-20 = 860 psig
if D3 is liquid level in annulus at equilibrium
the pressure equilibrium:
120 + (0,09 x 4215,2) + 0,5 x D3 – 0,5 x 4215,2 = 860 + 0,14 x D3
499,36 + 0,5D3 – 2107,6 = 860 + 0,14D3
D3 = (2107,6 + 860 – 499,36) / 0,36 = 6856,2 ft
Valve # 3 depth should be set up above D3 (say -100 ft) then Dvalve # 3 = 6756,2 ft.

Curva IPR (inflow curve) dari sumur :


PI = Q / (Pr – Pwf)
4 = 800 / (2000 – Pwf)
8000 – 4Pwf = 800
Pwf = 1800 psi

Q
Qmax=
Pwf Pwf 2
1−0,2 ( )
Pr
−0,8(
Pr
)

800
Qmax=
1800 1800 2
1−0,2 (
2000 )
−0,8(
2000
)

Qmax = 4651,163 b/d


Pwf (psi) qo, (b/d)
0 4651,163
200 4520,93
400 4316,279
600 4037,209
800 3683,721
1000 3255,814
1200 2753,488
1400 2176,744
1600 1525,581
1800 800
2000 0

IPR Curve
2500

2000

1500
Pwf (psi)

1000

500

0
0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000
qo (b/d)

Problem 1

Pengaruh tekanan pada kelarutan asphaltene tergantung pada tekanan yang berada di atas
titik gelembung atau di bawah titik gelembung. Ketika tekanan berada di atas titik gelembung,
komposisi fluida konstan. Kepadatan minyak mentah menurun dengan penurunan tekanan dan
kelarutan asphaltene. Pada tekanan mendekati titik gelembung, kelarutan asphaltene berkurang
menjadi minimum. Di bawah titik gelembung, gas mulai berkembang dan kepadatan minyak
meningkat. Kelarutan asphaltene meningkat dengan penurunan tekanan.

Problem 2

Wax chemical inhibitors dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu untuk untuk mencegah atau
menunda pembentukan wax crystal dengan mengurangi water appearance temperature (WAT) dan
juga mencegah lilin mengendap ke dinding pipa serta untuk menurunkan titik tuang lilin dan dengan
menunda pemadatan waxy crude ketika minyak mentah mengalami pendinginan. Mekanisme
dimana chemicals inhibit wax formation and deposition adalah dengan dengan absorpsi polimer dan
aditif pada permukaan wax crystal yang memungkinkan untuk mencegah penggumpalan dan
menjaga wax crystal tersebar, sehingga mengurangi laju pengendapan lilin. Chemical inhibitors yang
dapat menekan WAT dinilai paling efektif dalam mengurangi pengendapan wax. Akan tetapi
chemical inhibitors tersebut hanya dapat secara efektif menurunkan pengendapan lilin dengan berat
molekul rendah (C34 and below) dan memiliki sedikit pengaruh pada pengendapan dengan berat
molekul tinggi (C35 – C34).
Selain itu pada waxy crudes, ketika suhu diturunkan lilin mengkristal secara bertahap dalam
bentuk jarum dan pelat tipis. Dengan kristalisasi lebih lanjut, jarum dan pelat tipis ini berubah
menjadi jaringan tiga dimensi dan menyebabkan pemadatan minyak mentah. Untuk mencegah hal
tersebut, digunakan bahan kimia dari polimer dan surfaktan tertentu dengan memperhatikan
pertumbuhan waxy crystal yang menghasilkan banyak kristal kecil. Dengan mengubah struktur
kristal, kemampuan wax crystals untuk saling bertautan dan interlock berkurang, membuat titik
tuang minyak mentah lebih rendah.