Anda di halaman 1dari 6

PELANGGARAN HAM KEPADA MAHASISWA TRISAKTI

Dalam tragedi Semanggi I yang menewaskan lima mahasiswa, salah satunya Wawan
seorang anggota Tim Relawan untuk Kemanusiaan ini, tampak tentara begitu agresif
memburu dan menembaki mahasiswa.
Militer dan polisi begitu agresif menyerang mahasiswa, seperti ditayangkan oleh sebuah
video
dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di DPR Selasa 6 Maret 2001.

Rekaman itu memperlihatkan bagaimana polisi dan tentara yang berada di garis depan
berhadapan dengan aksi massa mahasiswa yang tenang. Pasukan AD yang didukung alat
berat militer ini melakukan penembakan bebas ke arah mahasiswa.
PENYIKSAAN OLEH ANGGOTA TNI PADA PENDUDUK PAPUA

Tindakan para tentara yang divonis hari Kamis itu juga terekam dalam video, di mana
mereka terlihat menendang sejumlah warga sipil dan menghajar mereka dengan helm.
Tiga tamtama dijatuhi hukuman tiga bulan penjara sedang pemimpin pleton mereka
dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara.

Pemerintah Indonesia berjanji untuk mengadakan penyelidikan tuntas dalam kasus kedua
namun dikatakan mereka tidak dapat mengidentifikasi para tentara yang terlibat.
Penjarah Rumah Warga Yang Ditinggal Mengungsi di Lereng
Gunung Merapi Dihakimi Massa

Massa yang marah sulit dihentikan keberingasannya. Mereka kesal dan murka karena ada
saja yang orang tega menjarah harta benda milik orang yang terkena bencana. Peristiwa
itu terjadi di Desa Kepoharjo, Sleman, Yogyakarta, Senin (1/11/2010). Ia nyaris tewas,
beruntung polisi menghentikan kemarahan warga.

Warga menyeret salah satu dari dua pencuri yang tertangkap warga. Ia nyaris tewas
hanya karena mencuri burung.Warga mengikat salah satu dari dua pencuri itu dan
membiarkannya menjadi tontonan.

Kemarahan warga tidak hanya diluapkan kepada sang pencuri, tetapi juga motor yang
digunakannya
TRAGEDI SEMANGGI

Pelanggaran HAM oleh TNI adalah segala tindakan yang melanggar hak asasi manusia
yang telah dilakukan anggota TNI ataupun Polri (sebelum terpisah dari ABRI).
Pelanggaran umumnya terjadi pada masa pemerintahan Presiden Suharto, saat ABRI (di
kemudian hari berubah menjadi TNI dan Polri) menjadi alat untuk menopang kekuasaan.
Pelanggaran HAM oleh TNI mencapai puncaknya pada akhir masa pemerintahan Orde
Baru, di saat perlawanan rakyat semakin keras.
PEMBANTAIAN OLEH REZIM KHMER MERAH

Rezim Khmer Merah dalam kurun waktu tersebut diperkirakan telah membantai sekitar
dua juta orang Kamboja. Ada sekitar 343 "ladang pembantaian" yang tersebar di seluruh
wilayah Kamboja. Choeung Ek adalah "ladang pembantaian" paling terkenal. Di sini,
sebagian besar korban yang dieksekusi adalah para intelektual dari Phnom Penh, yang di
antaranya adalah: mantan Menteri Informasi Hou Nim, profesor ilmu hukum Phorng Ton,
serta sembilan warga Barat termasuk David Lioy Scott dari Australia. Sebelum dibunuh,
sebagian besar mereka didokumentasikan dan diinterogasi di kamp penyiksaan Tuol
Sleng.

Penjara S-21 atau Tuol Sleng adalah organ rezim Khmer Merah yang paling rahasia. Pada
1962, penjara S-21 merupakan sebuah gedung SMA bernama Ponhea Yat. Semasa
pemerintahan Lon Nol, nama sekolah diubah menjadi Tuol Svay Prey High School.
PEMBUNUHAN WARGA PALESTINA OLEH TENTARA ISRAEL

Menurut otoritas Israel, seorang penjaga keamanan di pemukiman kecil Yahudi di distrik
Silwan melepas tembakan ke arah lusinan warga Palestina yang mencegat kendaraannya.
Massa juga melemparkan batu ke mobil pria Israel itu.

Dikatakan Ariel Rosenberg, juru bicara Kementerian Perumahan dan Pembangunan


Israel, penembakan itu dilakukan sebagai pembelaan diri.

"Itu soal nyawa dia atau nyawa mereka," ujarnya seperti dilansir kantor berita Reuters,
Kamis (23/9/2010).

Setelah insiden penembakan itu, warga Silwan yang marah turun ke jalan. Mereka
membakar beberapa mobil dan melemparkan batu ke polisi dan orang-orang yang
melintas. Polisi pun merespons dengan melepas gas air mata dan water cannon.