Anda di halaman 1dari 22

PERTEMUAN 11

KAS DAN PIUTANG 1

A. Tujuan Pembelajaran

Pada bab ini akan dijelaskan tentang kas, setelah mempelajari bab ini
Anda diharapkan mampu:

11.1 Menjelaskan kas dan pengendalian internal terhadap kas.


11.2 Menjelaskan Rekonsiliasi Bank
11.3 Menjelaskan definisi dan jenis piutang.
11.4 Menjelaskan pengakuan awal piutang

B. Uraian Materi

Tujuan pembelajaran11.1 :

Menjelaskan kas dan pengendalian internal terhadap kas

Definisi Kas
Adalah asset keuangan yang digunakan untuk kegiatan operasional
perusahaan. Kas merupakan asset yang paling likuid karena dapat digunakan
untuk membayar kewajiban perusahaan.
Pengendalian Kas
Perlindungan terhadap kas dapat berupa fisik maupun perlindungan
untuk menjaga kas agar tidak diperginakan untuk kepentingan yang tidak
seharusnya.
Beberapa bentuk pengendalian terhadap kas misalnya sebagai berikut:
1. Terdapat pemisahan tugas antara pihak yang melakukan otorisasi
dengan pembayaran, pihak yang melakukan pengelolaan kas dan pencatatan,
pihak pengguna dan pihak pembayar.

2. Penggunaan lemari besi (brankas) untuk menyimpan kas atau


diruang tertutup dengan akses terbatas.

3. Penerimaan dan pengeluaran kas menggunakan rekening yang


berbeda.

4. Pengeluaran uang melalui bank (menggunakan cek)


5. Penerimaan kas melalui bank

6. Rekonsiliasi antar pencatatan perusahaan dengan rekening Koran


bank.

Sistem Imprest Kas Kecil

Untuk keperluan pengeluaran dalam jumlah kecil , entitas tidak


melakukan dengan menggunakan cek karena tidak efisien. Terdapat dua
system kas kecil yaitu imprest system (dana tetap) dan fluctuating system.
1. Sistem imprest kecil adalah mekanisme kas kecil dimana dana
dipertahankan tetap, dimana pada awalnya dibentuk dana kas kecil dalam
jumlah tertentu.

2. Fluctuating system, dalam system ini dana kas keciltidak ditetapkan


sejumlah tertentu sehingga saldonya bervariasi dari waktu ke waktu
Misalnya untuk pertama kali dana kas kecil sebesar Rp 5.000.000

Dalam rangka pengendalian, system imprest lebih baik, karena jumlah


dana kas kecil akan terkontrol dan tidak akan terjadi penumpukkan kas kecil
dalam unit pembayar (kasir). Sedangkan untuk fluctuating system, jumlah
dana di kasir tidak terkontrol dan jumlahnya dapat bertambah terus, jika
dana tidak terpakai.

Tujuan Pembelajaran 11.2:


Menjelaskan Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi Bank
Tujuan rekonsiliasi adalah untuk mencocokkan antara pencatatan di
perusahaan dan pencatatan kas yang dilakukan oleh bank yang
mengelola uang perusahaan. Rekonsiliasi ini dapat mengurangi
potensi timbulnya kesalahan pencatatan dan juga potensi hilangnya
uang perusahaan.
Ilustrasi Rekonsiliasi Bank
Entitas A dalam catatan kasnya menunjukkan saldo Rp20.502.000,
sedangkan menurut rekening koran bank menunjukkan saldo akhir
sebesar Rp
22.190.000. Berikut item-item yang berbeda antara mutasi pencatatan
di entitas dengan rekening Koran yang perlu mendapat perhatian.
1. Setoran sebesar Rp 3.680.000 dilakukan pada 31 Januari, namun
belum muncul dalam laporan bank.

2. Cek yang ditulis pada bulan Januari, namun belum dicairkan


sebesar Rp 5.001.000.

3. Bunga pinjaman sebesar Rp 600.000 langsung didebet dari rekening


bank belum diketahui entitas.

4. Bank mengenakan bebean administrasi sebesar Rp 18.000dan


belum dicatat oleh entitas.

5. Cek dari pelanggan sebesar Rp 220.000, tidak dapat diuangkan


karena dananya tidak cukup.

6. Perusahaan melakukan kesalahan pencatatan, cek untuk


pembayaran hutang sebesar Rp 131.000, namun dicatat sebesar Rp
311.000.

7. Bank salah mencairkan cek sebesar Rp 175.000, dimana seharusnya


merupakan cek dari rekening entitas lain bukan entitas A.

Jurnal yang perlu dilakukan untuk transaksi tersebut diatas adalah:


Kas Rp600.000 Pendapatan bunga Rp600.000
(mencatat bunga yang diterima dari bank)
Kas Rp180.000
Utang Usaha Rp180.000
(kesalahan pencatatan angka cek perusahaan)
Beban Adm Bank Rp18.000
Kas Rp18.000
(pencatatan beban adm bank)
Piutang Usaha Rp220.000
Kas Rp220.000
(cek dari konsumenyang tidak dapat diuangkapan)
Kas dalam laporan posisi keuangan disajikan dalam kelompok asset
lancer diurutan paling atas. Namun, penyajian laporan keuangan
menurut IFRS
Presentation of Financial Statement justru meletakkan asset lancer
pada bagian bawah sehingga kas diletakkan pada bagian paling bawah
dalam laporan posisi keuangan.
Kas dapat disajikan dalam laporan keuangan sebagai berikut :
1) Kas dan setara kas contoh penyajian di entitas terdaftar BEI

(cash and cash equivalent)


2) Kas

Giro pada Bank Indonesia


Giro pada bank lain contoh penyajian di entitas bank
di Indonesia
3) Kas

Setara kas
4) Kas

Kas di bank
Setara kas
Standar akuntansi tidak mengatur penyajian kas dalam laporan
keuangan. Sehingga keputusan untuk memberikan satu nama atau dua
nama, atau hanya memunculkan satu item atau dua item diserahkan
pada manajemen. Jika menurut memisahkan komponen kas dipandang
bermanfaat untuk pembaca laporan keuangan, maka manajemen akan
memisahkan komponen kas dalam penyajian. Namun jika dipandang
tidak perlu, manajemen akan memisahkan komponen kas dalam
penyajian. Namun jika dipandang tidak perlu, manajemen cukup
menjelaskan komponen kas tersebut dalam catatan atas laporan
keuangan.
Pengungkapan kas dalam laporan keuangan meliputi pengungkapan
kebijakan akuntansi dan informasi rincian kas dan informasi rincian
kas yang dimiliki perusahaan. Kebijakan akuntansi kas menjelaskan
secara umum komponen kas dan bagaimana perusahaan
mengklasifikasikan kas. Kebijakan akuntansi juga menjelaskan
bagaimana perusahaan menyajikan bank overdraft atau cerukan.

Tujuan Pembelajaran 11.3 :

Menjelaskan Definisi dan Jenis Piutang

Piutang dan Pinjaman yang Diberikan


Adalah klaim suatu perusahaan kepada pihak lain. Kategori piutang
dipengaruhi oleh jenis usaha entitas. Piutang yang timbul dari kegiatan
entitas seperti penjualan atau memperoleh pendapatan disebut piutang
dagang atau usaha. Sedangkan piutang nondagang misalnya uang
muka kepada karyawan dan staf, uang muka kepada anak perusahaan.
Dalam pengakuan piutang usaha dikenal dua jenis potongan, yaitu
potongan dagang dan potongan tunai. Potongan dagang berupa
kuantitas (buy 10 get 1 free), sedangkan potongan tunai adalah berupa
ptongan harga sesui termin (2/10,n/30).
Terdapat dua metode dalam perhitungan piutang tak tertagih, yaitu
metode Direct write-off dan metode Allowance method. Dalam metode
Direct write-off tidak dibuat jurnal sampai ada kepastiaan bahwa
piutang benar-benar tertagih. Sedangkan dalam Allowance Method,
mencatat beban atas dasar estimasi. Dan dalam perhitungan piutang
tidak tertagih ada dua pendekatan pula, pendekatan Laba-Rugi dan
Neraca .Piutang yang jatuh temponya kurang dari
satu tahun atau satu siklus akuntansi diklasifikasikan sebagai asset
lancar, sedangkan piutang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun
diklasifikasikan sebagai asset tidak lancer, disajikan setelah asset
tetap.
Adapun jenis-jenis piutang adalah sebagai berikut:
a. Piutang dalam kontrak tertulis disebut wesel tagih (promissory note
atau note recieveable), merupakan klaim perusahaan kepada pihak
ketiga yangdidukung janji tertulis yang tidak bersyarat, untuk
membayar dalam jangka waktu tertentu. Penerbit wesel disebut wesel
bayar (notes payable). Wesel tagih biasanya berbunga dan memiliki
jangka waktu yang relative panjang.

Ilustrasi transaksi wesel tagih


1. PT. Sakura menerima wesel tagih dari PT. Lily untuk melunasi
piutang dagang yang telah jatuh tempo. Wesel tagih tersebut memiliki
nilai nominal Rp30.000.000, bunga 12%. Wesel diterbitkan pada
tanggal 1 November 2015 dan jangka waktu 120 hari. Bunga dan
pokok akan dibayarkan pada saat jatuh tempo.Wesel akan jatuh
tempopada 29 Februari 2016.

Jangka waktu wesel 120 hari, diterbitkan 1 November 2015


Bulan Jumlah hari Akumulasi jangka waktu
November 30-1 29
Desember 31 60
Januari 31 91
Februari 29 120
Jurnal yang dibuat PT. Sakura
Wesel Tagih Rp30.000.000
Piutang Dagang Rp30.000.000
Jurnal penyesuaian untuk pemgakuan bunga berjalan dari 1 November
2015 sampai dengan 31 Desember.
Bunga dari 1 November sampai dengan 3 Desember
30.000.000 X 12% 60/360 = 600.000
Piutang Bunga Rp600.000
Pendapatan Bunga Rp600.000
Jurnal pada saat pelunasan wesel tagih
Bunga dari 1 Januari sampai dengan 29 Februari 2016
30.000.000 X 12% X 60/360= 600.000
Kas yang diterima adalah jumlah pokok wesel sebesar 30 juta
danditambah bunga selama 120 hari jadi = 30.000.000 + 1.200.000 =
31.200 .000
Kas Rp31.200.000
Pendapatan Bunga Rp 600.000
Piutang Bunga Rp 600.000
Wesel Tagih Rp30.000.000

Tujuan Pembelajaran 11.4:

Menjelaskan Pengakuan Awal Piutang

Piutang diakui pada laporan posisi keuangan jika entitas tersebut


menjadi bagian dari kontrak piutang tersebut. Sesuai PSAK 55 piutang
diakui oleh entitas sebesar nilai wajar. Nilai wajar merupakan harga
perolehan atau nilai pertukaran antara kedua belah pihak pada tanggal
transaksi. Nilai pertukaran ini dapat dipengaruhi oleh oleh adanya
hubungan relasi, karenanya piutang dari pihak berelasi perlu
diungkapkan secara khusus.
Misalnya, penjualan terjadi pada 1 Februari 2015 sebesar Rp
1.000.000, pembayaran dilakukan pada tanggal 1 maret 2015. Jika
tingkat suku bunga 6% maka nilai kininya akan semakin mendekati
Rp 1.000.000.
Untuk piutang yang memiliki nilai wajar, misalnya wesel tagih entitas
dapat menggunakan nilai wajar pada saat pengukuran awal dan
melakukan pengukuran secara konsisten dengan menggunakan nilai
wajar. Namun
sebaliknya jika entitas tidak menggunakan nilai wajar pada saat
pengakuan awal, maka selanjutnya tidak boleh menggunakan nilai
wajar.
Biaya Transaksi
Standar mengatur untuk asset keuangan yang tidak diukur dengan nilai
wajar , pengukuran awal sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya
transaksi. Biaya transaksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk
memperoleh piutang. Untuk piutang dagang maka biaya transaksi
untuk memeperoleh piutang dagang tidak ada, karena terkait dengan
penjualan atau pendapatan yang diperoleh perusahaan. Namun piutang
dalam bentuk kredit yang disalurkan perbankan atau lembaga
keuangan, biaya transaksi akan muncul. Nilai biaya transaksi ini
dicatat menambah perolehan piutang dan mempeengaruhi tingkat suku
bunga efektif yang akan dikenakan.
Diskon penjualan
Untuk transaksi penjualan seringkali perusahaan memberikan diskon
atau potongan, baik potongan harga yang biasanya diberikan kepada
pelanggan lama maupun kuantitas yang biasanya dilakukan dengan
memberikan bonus barang kepada pembeli dalam jimlah tertentu,
misalnya membeli 10 buah mendapatkan bonus 1 buah. Biasanya
potongan diberikan pada masa promosi, semisal hari raya , awal
masuk sekolah atau awal tahun.
Diskon juga dapat diberikan dalam bentuk potongan penjualan karena
pembayaran yang dilakukan pelanggan lebih cepat dari yang
dijadwalkan. Dalam kontrak sering dinyatakan dalam bentuk 2/10,
n/30 artinya akan di berikan potongan 2% apabila pelanggan
membayar sampai dengan 10 hari dan piutang tersebut harus dilunasi
dalam tempo 30 hari.
Pengukuran setelah piutang
Piutang termasuk kategori asset keuangan pinjaman yang diberikan
dan piutang. Menurut PSAK 55 (Revisi 2013), LR diukur berdasarkan
biaya perolehan yang diamortaisasi dengan menggunakan suku bunga
efektif. Setiap tanggal pelaporan entitas mengevaluasi apakah terdapat
bukti ojektif bahwa
piutang mengalamai penurunan nilai. Jika terjadi penurunan nilai
maka entitas harus melakukan penurunan nilai sesuai dengan
ketentuan penurunan nilai asset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Penurunan Nilai
Untuk piutang yang signifikan secara individu , penentuan penurunan
nilai dihitung secara individu. Piutang yang tidak mungkin dibayar
karena kegiatan operasipelanggan mengalamai pailit/dihentikan.
Jumlah penurunan nilai adalah seluruh nilai piutang tercatat nilai
jaminan dikuasiai oleh perusahaan (jika ada). Jika tidak ada maka
semua piutang tersebut dihapuskan dan diakui oelh perusahaan
sebagai beban.
Penghentian Pengakuan
Penghentian pengakuan (derecognition) akan menyebabkan nilai
piutang dan pinjaman tidak lagi dicatat dalam laporan keuangan.
Secara sederhana, penghentian pengakuan piutang akan terjadi ketika
kontrak berakhir dan dipenuhi.
PSAK 55 secara spesifik menyebutkan, entitas menghentikan
pengakuan, jika dan hanya jika:
1. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari asset
keuangantersebut berkahir atau;

2. Entitas mentransfer asset keuangan yang memnuhi kriteria


penghentian pengakuan.

Penyajian
Piutang dalam laporan posisi keuangan disajikan dalam kelompok
asset lancar. Perusahaan memyajikan piutang dalam beberapa kategori
seperti piutang dagang, piutang usaha, dan piutang lain. Namaun ada
perusahaan dalam industry khusu yang memiliki klasifikasi
penyakjian lebih detail, seoerti PT. Adhi Karya, yang memiliki empat
kategori piutang, yaitu tagihan bruto pemberi kerja, piutang usaha,
piutang retensi, dan piutang lain. Sedangkan pada perusahaan
pembiayaan (multifinance), piutang disajikan
sebagai piutang pembiayaan konsumen, pembiayaan anjak piutang,
dan leasing.
Piutang disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
diamortisasi dikurangi cadangan kerugian penurunana nilai.
Kerugian penurunan piutang akan diakui jika terdapat bukti objektif.
Perhitungan penurunan nilai untuj piutang kolektif di dasarkan pada
data historis beberapa tahun sebelumnya.
Pengungkapan
Pengungkapan piutang dalam laporan keuangancukup lengkap, yang
dibagi dalam tiga bagian, yaitu pengungkapan kebijakan akuntansi,
pengungkapan rincian piutang, serta penjelasan lain yang material dan
signifikan.
Pengungkapan kebijakan akuntansi piutang diletakkan bersamaan
dengan pengungkapan instrument keuangan. Kebijakan dalam
akuntansi piutang diantaranya:
1. Metode pengakuan awal

2. Metode pengukuran setelah perolehan

3. Metode untuk menghitung penurunan nilai

4. Penjelasan mengenai penghapusan piutang.

Pengungkapan jenis piutang


a. Informasi piutang bersih dalam catatan atas laporan keuangan

2014 2013
Piutang usaha 1.789.933 2.099.003
Penyisihan penurunan nilai (161.688) (121.073)
1.637.245 1.977.930
b. Mutasi penyisihan penurunan nilai atas piutang

2014 2013
Saldo awal (121.073 (110.132
Penurunan nilai selama tahun berjalan (42.956) (36.419)
Pembalikan Nilai atas piutang yang terpulihkan 1.030 17.108
Selisih kurs 1.311 8.370
Saldo akhir (161.688) (121.073)
Analisis Piutang
Entitas melakukan analisis piutang yang dimiliki perusahaan dengan
menekankan pada risiko tidak tertagihnya piutang. Dalam melakukan
analisis pertama yang harus dicermati adalah kebijakan akuntansi
yang dilakukan dalam mengukur serta menilai piutang dan cadangan
penurunan nilai.
Analisis piutang dilakukan dengan meliohat perputaran piutang dan
umur piutang. Perputaran piutang di dihitung dari penjualan dalam
satu periode dibagi piutang rata-rata dalam satu tahun. Piutang rata-
rata dihitung dari piutang awal ditambah piutang akhir periode dibagi
dua. Entitas dengan perputaran tinggi menandakan entitas tersebut
bagus.
Perputaran piutang = penjualan
Piutang rata-rata
Umur piutang = 365
Perputaran piutang

Soal Latihan

1. CV Kereta memutuskan untuk membentuk dana kas kecil dengan


sistem imprest untuk menjamin pengendalian internal atas
pengeluaran kas dalam jumlah kecil, Berikut adalah informasi
mengani transaksi dan kejadian pada bulan Maret:
a. Pada tanggal 1 Maret dibentuk dana kas kecil sebesar
Rp5.000.000
b. Pengeluaran kas kecil yang dicatat oleh pemegang kas kecil
sampai tanggal 30 Maret adalah
- Biaya angkut pembelian peralatan kantor Rp350.000
- Pembelian alat tulis Rp650.000
- Biaya pos Rp600.000
- Kas dan karyawan Rp900.000
- Biaya lain-lain Rp560.000
- Pembelian snack untuk tamu Rp400.000
- Uang transport untuk tukang bangunan Rp500.000
Pembelian bahan untuk perbaikan kantor Rp700.000
c. Pada tanggal 31 Maret dana kecil diisi kembali.
Sususnlah jurnal mencatat semua transaksi berkaitan dengan
kas kecil pada bulan Maret?

2. Pada tanggal 31 Desember 20X1, CV Narada uang senilai


Rp62.092.000 berupa wesel tanpa bunga ke bank Paris jaya,
selama 5 athun nilai nominal Rp 100.000. Bunga pasar untuk wesel
dengan riisiko serupa adalah 10%
Ternyata selama tahun 20X3 CV Narada mengalami kesulitan
keuangan. Pada tanggal 31 Desember 20X3, Bank Paris Jaya
menetukan bahwa kemungkinan mereka hanya akan menerima
Rp75.000.000 pada saat jatuh tempo. Bunga pasar untuk wesel
dengan risiko seruoa saat ini adalah 11 %.
a. Susunlah jurnal untuk mencatat pemberian piutang wesel oleh
Bank Paris Raya pada tanggal 31 Desember 20X1.
b. Susunlah jurnal untuk mencatat penurunan nilai piutang wesel
pada tanggal 31 Desember 20X3.
D. DAFTAR PUSTAKA

Diana, Anastasia, dkk.2017.Akuntansi Keuangan Menengah


Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Terbaru.
Yogyakarta: CV Andi Offset.

Wasfield Weygandt, Kieso.2017. Akuntansi Keuangan


Menengah Intermediate Acconting edisi IFRS. Jakarta:
Salemba Empat.