Anda di halaman 1dari 18

PANDUAN ETIK DAN DISIPLIN PROFESI KEPERAWATAN DI RS

DARURAT PENANGANAN COVID-19 WISMA ATLET KEMAYORAN

DISUSUN OLEH:

SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN PROFESI KEPERAWATAN

RS DARURAT PENANGANAN COVID-19


WISMA ATLET KEMAYORAN
JAKARTA
2020

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat, dan kehendak-Nya, penulis
dapat menyelesaikan penyusunan “Panduan Etik dan Disiplin Profesi Keperawatan di
RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Panduan ini bertujuan
sebagai acuan bagi setiap tenaga keperawatan untuk melaksanakan kode etik dan
disiplin profesi dalam memberikan asuhan keperawatan di lingkungan RS Darurat
Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Hal pokok yang diuraikan pada
panduan ini yaitu pengertian, ruang lingkup, dan tata laksana dalam memberikan
pelayanan asuhan keperawatan.

Terselesainya penulisan panduan ini tentu tidak terlepas dari berbagai pihak yang
sudah membantu dan memberikan masukan. Dengan demikian, setiap individu
perawat di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dapat
memahami dan menjalankan kode etik dan disiplin profesi secara profesional dan
tidak merusak etika profesi.

Jakarta, November 2020

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................. i
KATA PENGANTAR...........................................................................................ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
DAFTAR SKEMA................................................................................................ iv
BAB 1 DEFINISI.................................................................................................. 1
1.1 PENGERTIAN ETIK DAN DISIPLIN.................................................... 1
1.2 TUJUAN................................................................................................... 1
BAB 2 RUANG LINGKUP..................................................................................3
2.1 TUGAS SUBKOMITE ETIK DAN DISIPLIN.........................................3
2.2 KEWENANGAN SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN PROFESI....... 3
2.3 STRUKTUR ORGANISASI SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN
PROFESI................................................................................................... 4
BAB 3 TATA LAKSANA......................................................................................5
3.1 KODE ETIK KEPERAWATAN.................................................................5
3.1.1 Perawat dan Klien.............................................................................5
3.1.2 Perawat dan Praktik.......................................................................... 6
3.1.3 Perawat dan Masyarakat...................................................................8
3.1.4 Perawat dan Teman Sejawat............................................................. 8
3.1.5 Perawat dan Profesi.......................................................................... 9
3.2 JENIS-JENIS PELANGGARAN ETIK KEPERAWATAN.......................9
3.2.1 Pelanggaran Ringan..........................................................................9
3.2.2 Pelanggaran Sedang..........................................................................10
3.2.3 Pelanggaran Berat.............................................................................10
3.3 SANKSI UNTUK PELANGGARAN ETIK KEPERAWATAN............... 11
3.3.1 Sanksi Pelanggaran Ringan.............................................................. 11
3.3.2 Sanksi Pelanggaran Sedang.............................................................. 11
3.3.3 Sanksi Pelanggaran Berat................................................................. 11
3.4 ALUR PEMBINAAN DAN PENANGANAN MASALAH ETIK DAN
DISIPLIN PROFESI................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................14

iii
DAFTAR SKEMA

Skema 2.3 Struktur Organisasi...................................................................................4


Skema 3.4 Bagan Alur Pembinaan dan Penanganan Masalah Etik dan Disiplin Profesi
................................................................................................................... 13

iv
BAB 1
DEFINISI

1.1 PENGERTIAN ETIK DAN DISIPLIN


Etik berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang artinya akhlak, adat kebiasaan,
watak, perasaan, sikap, yang baik, yang layak. Secara istilah, etik adalah
pertimbangan sistematis tentang perilaku benar atau salah, kebajikan atau kejahatan
yang berhubungan dengan perilaku. Ilmu yang mempelajari terkait etik disebut etika
(Triwibowo, 2010). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016), etika adalah
ilmu tentang apa yang baik, apa yang buruk, dan tentang kewajiban moral.
Keperawatan sebagai organisasi profesi menjalankan kode etik sesuai bentuk
intervensinya yaitu caring yang diwujudkan dalam bentuk relasi; perawat dengan
klien, perawat dengan perawat, perawat dengan organisasi tempat bekerja, dan
perawat dengan masyarakat luas (Bidang Keperawatan RS Jiwa Prof. HB. Sa’anin
Padang, 2017). Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu seorang
pelaksana sebagai individu yang profesional supaya tidak merusak etika profesi.
Terdapat tiga fungsi utama kode etik profesi yaitu (1) memberikan pedoman kepada
anggota profesi tentang prinsip profesionalitas, (2) sarana kontrol sosial bagi
masyarakat atas profesi yang bersangkutan, dan (3) mencegah campur tangan pihak di
luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi (Budiono,
2016).
Kode etik keperawatan harus dijalankan oleh setiap perawat dengan disiplin.
Disiplin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 2016 diartikan sebagai
ketaatan atau kepatuhan kepada peraturan atau tatat tertib dan sebagainya. Dalam hal
ini, perawat harus melaksanakan ketaatan pada kode etik profesi dalam memberikan
pelayanan asuhan keperawatan.

1.2 TUJUAN
Panduan Etik dan Disiplin Profesi di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet
Kemayoran mempunyai tujuan sebagai berikut.
1. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
2. Sebagai pedoman pelaksanaan pelayanan keperawatan yang sesuai etika dan
disiplin profesi keperawatan.
3. Sebagai pedoman pembinaan masalah etika dan disiplin profesi keperawatan.

1
4. Meningkatkan moral tenaga keperawatan untuk bekerja produktif.
5. Standar penilaian dan pengawasan kinerja perawat.

2
BAB 2
RUANG LINGKUP

Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi adalah bagian dari komite keperawatan yang
dibentuk dan ditetapkan oleh direktur Rumah Sakit. Ruang lingkup Sub Komite Etik
dan Disiplin Profesi yaitu masalah etik dan disiplin yang terjadi pada seluruh perawat
di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

2.1 TUGAS SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN


Permenkes RI Nomor 49 Tahun 2013 tentang Komite Keperawatan Rumah
Sakit pasal 10 ayat (4) menyatakan bahwa sub komite etik dan disiplin profesi
bertugas merekomendasikan pembinaan etik dan disiplin profesi. Sub Komite
Etik dan Disiplin profesi dalam melaksanakan fungsi mempunyai tugas sebagai
berikut:
1. melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan,
2. melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan,
3. merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin dan masalah
etik dalam kehidupan profesi dan pelayanan asuhan keperawatan dan
kebidanan,
4. merekomendasikan pencabutan Kewenangan Klinis, dan
5. memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam asuhan
keperawatan dan kebidanan.

2.2. KEWENANGAN SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN PROFESI


Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi mempunyai kewenangan
merekomendasikan pencabutan Kewenangan Klinis (clinical privilege) tertentu,
perubahan atau modifikasi rincian Kewenangan Klinis (delineation of clinical
privilege), dan pemberian tindakan disiplin.

3
2.3 STRUKTUR ORGANISASI SUB KOMITE ETIK DAN DISIPLIN
PROFESI
Dalam melaksanakan fungsinya, Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi
dijalankan oleh Kepala Sub yang dibantu oleh dua orang sekretaris dan lima
orang anggota. Di bawah ini digambarkan bagan struktur organisasi Sub
Komite Etik dan Disiplin Profesi.

Skema 2.3 Struktur Organisasi

4
BAB 3
TATA LAKSANA

3.1 KODE ETIK KEPERAWATAN


Kode etik perawat nasional Indonesia adalah aturan yang berlaku
untuk seorang perawat Indonesia dalam menjalankan tugas dan fungsi perawat,
yang mana harus dipedomani untuk menghindari kejadian pelanggaran etik
(PPNI, 2016). Kode etik keperawatan disusun dan ditetapkan oleh Dewan
Pimpinan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) pada tanggal 29
November 1989. Kode etik keperawatan selanjutnya dilakukan revisi dan
disahkan melalui Musyawarah Nasional VI PPNI di Bandung pada tanggal 14
April 2020. Melalui Musyawarah Nasional VI PPNI dihasilkan kode etik
keperawatan Indonesia yang terdiri dari lima bab, yaitu tanggung jawab
perawat terhadap klien, (2) tanggung jaab perawat terhadap masyarakat, (3)
tanggung jawab perawat terhada teman sejawat, dan (4) tanggung jawab
perawat terhadap profesinya (Budiono, 2016).
Mengacu pada prinsip kode etik keperawatan yang telah disahkan pada
Musyawarah Nasional VI PPNI, berikut penjabaran perilaku etik yang harus
dilaksanakan oleh perawat di RSDC Wisma Atlet.
3.1.1 Perawat dan Klien
a. Perawat memberikan pelayanan keperawatan dengan menghargai harkat
dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak membedakan
kebangsaan, kesukuan, warna kulit, suku, ras, agama, politik yang dianut,
umur maupun jenis kelamin yang dapat diukur dengan:
1) perawat wajib memperkenalkan diri kepada klien dan keluarga,
2) perawat wajib menjelaskan setiap tindakan keperawatan yang
dilakukan kepada klien atau keluarga,
3) perawat tidak mencela kondisi khusus klien atau kebiasaan adatnya
dalam memberikan pelayanan keperawatan.
b.Perawat memberikan pelayanan keperawatan dengan senantiasa
memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya,
adat istiadat, dan kehidupan beragama yang dapat diukur dengan:
1) perawat wajib menjelaskan kepada klien bahwa mereka diizinkan
melakukan kegiatan yang terkait budaya, adat, dan agama,

5
2) perawat wajib membantu memenuhi kebutuhan klien sesuai dengan
budaya, adat istiadat, dan agama,
3) perawat wajib mengikut sertakan klien dalam pemberian asuhan
keperawatan.
c. Perawat mempunyai tanggung jawab utama kepada mereka yang
membutuhkan asuhan keperawatan yang diukur melalui:
1) perawat wajib melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar
prosedur operasional (SPO),
2) perawat wajib melaksanakan intervensi keperawatan sesuai
kompetensinya,
3) perawat wajib membuat dokumentasi keperawatan sesuai SPO.
d.Perawat wajib merahasiakan segala hal yang diketahui sehubungan
dengan tugas yang dipercayakan kepadanya, kecuali jika diperlukan oleh
pihak yang berwenang sesuai ketentuan hukum. Hal ini dapat diukur
dengan:
1) perawat tidak diperkenankan memberikan informasi tentang klien
kepada orang yang tidak berkepentingan,
2) perawat tidak mendiskusikan klien di tempat umum,
3) perawat wajib menjaga kerahasiaan dokumen klien.

3.1.2 Perawat dan Praktik


a.Perawat terus belajar untuk memelihara dan meningkatkan kompetensi di
bidang keperawatan yang diukur dengan:
1) perawat mengikuti kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan keilmuan
dan keterampilan sesuai kemampuan,
2) perawat menerapkan pengetahuan dan teknologi terbaru dalam
memberikan pelayanan sehari-hari,
3) perawat melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian hasil asuhan
keperawatan.
b.Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang
berkualitas dan disertai kejujuran profesional yang menerapkan
pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai kebutuhan klien,
diukur dengan:

6
1) perawat melakukan evaluasi terhadap perawat lain yang menjadi
tanggung jawabnya dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan
teknologi,
2) perawat wajib mengidentifikasi asuhan keperawatan yang tidak
sesuai dengan standar mutu dan keselamatan pasien,
3) perawat wajib menyampaikan kepada atasan apabila menemukan
pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan standar mutu dan
keselamatan pasien untuk dapat ditindaklanjuti,
4) perawat wajib merujuk pada standar yang dikeluarkan institusi
pelayanan kesehatan dalam memberikan intervensi keperawatan,
5) perawat menggunakan teknologi keperawatan yang telah diuji
validitas dan reliabilitas oleh lembaga yang berwenang.
c.Perawat mengambil keputusan yang didasarkan pada informasi akurat
dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang dalam
memberikan konsultasi, menerima delegasi, dan memberikan delegasi
kepada orang lain yang diukur dengan:
1) perawat menggunakan data yang akurat untuk mengambil keputusan,
2) perawat menggunakan komunikasi yang jelas dan lengkap untuk
mendelegasikan pekerjaan,
3) perawat harus membuat laporan terkait tugas yang dikerjakan,
4) perawat harus menjalankan tugas sesuai yang didelegasikan,
5) perawat memberikan masukan berkaitan dengan kasus yang
dikonsulkan sesuai tingkatan penerima konsul.
d.Perawat menunjukkan perilaku profesional untuk menjunjung tinggi
nama baik profesi keperawatan yang diukur dengan:
1) perawat berpenampilan rapi dan wangi,
2) perawat selalu dapat menjawab pertanyaan klien sesuai dengan
keilmuan yang dimiliki,
3) perawat selalu menepati janji,
4) perawat selalu ramah,
5) perawat menggunakan pakaian yang bersih dan sesuai norma
kesopanan,
6) perawat berbicara dengan lemah lembut.

7
3.1.3 Perawat dan Masyarakat
Perawat bertanggung jawab bersama masyarakat di lingkungan RSDC
Wisma Atlet untuk mendukung kegiatan pemenuhan kesehatan melalui:
1) perawat memperlihatkan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat
di lingkungannya,
2) perawat senantiasa menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan
nyaman.

3.1.4 Perawat dan Teman Sejawat


a. Perawat senantiasa membina hubungan baik dengan sesama perawat
maupun tenaga kesehatan lain untuk memelihara keserasian lingkungan
kerja dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan yang holistik melalui:
1) perawat mendiskusikan hal-hal terkait profesi dengan sejawat secara
berkala,
2) perawat menyampaikan pendapat terhadap sejawat menggunakan
referensi yang dipercaya,
3) perawat menghargai dan bersikap terbuka terhadap pendapat teman
sejawat,
4) perawat menciptakan lingkungan yang kondusif (keserasian suasana
dan memperlihatkan privacy),
5) perawat menghargai sesama perawat seperti keluarganya.
b. Perawat melindungi klien dari tindakan tidak kompeten maupun tidak
etis dan ilegal tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan
dengan:
1) perawat menyelesaikan masalah antar sesama sesuai alur
penyelesaian masalah,
2) perawat melaporkan tindakan sejawat yang tidak sesuai standar, etik,
dan peraturan perundang-undangan,
3) perawat menegur sejawat atas perilaku yang tidak kompeten, tidak
etik, dan tidak legal,
4) perawat membina sejawat untuk memelihara Tindakan yang
kompeten, etis, dan legal.

8
3.1.5 Perawat dan Profesi
a. Perawat dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan wajib
menjaga nama baik profesi dan simbol-simbol organisasi profesi di
media sosial dan lainnya.
b.Perawat berperan aktif dalam kegiatan pengembangan profesi melalui
pelaksanakan kajian asuhan keperawatan yang diberikan secara terus
menerus dengan bimbingan dari perawat yang berkompeten.
c. Perawat berperan aktif membangun dan memelihara lingkungan kerja
yang kondusif untuk mencapai pelayanan asuhan keperawatan bermutu
tinggi dengan:
1) perawat aktif memberikan masukan/usulan terhadap pihak terkait
dalam pengadaan sarana dan prasarana penunjang pelayanan
asuhan keperawatan,
2) perawat wajib menyampaikan asuhan keperawatan yang telah
dilakukan saat timbang terima,
3) perawat penanggung jawab wajib memastikan terlaksananya
asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat pelaksana yang di
bawah tanggung jawabnya,
4) perawat penanggung jawab wajib menyampaikan perkembangan
asuhan keperawatan kepada penanggung jawab perawatan yang
lebih tinggi secara berjenjang.

3.2 JENIS-JENIS PELANGGARAN ETIK KEPERAWATAN


3.2.1 Pelanggaran Ringan
a. Melalaikan tugas:
1) tidak masuk dinas tanpa izin,
2) tidak melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya (tidak
melengkapi status, tidak merapikan alat setelah dipakai, dll),
3) menggunakan alat komunikasi saat bekerja untuk kepentingan pribadi
dalam waktu cukup lama,
4) mengunggah foto atau postingan terkait RSDC Wisma Atlet secara
tidak etis,

9
5) tidur saat dinas sehingga melalaikan pelayanan asuhan keperawatan
di ruangan.
b. Berperilaku tidak menyenangkan kepada klien atau keluarga:
1) tidak sopan kepada klien,
2) membentak atau berbicara kasar kepada klien atau keluarga,
3) mengabaikan keluhan klien dan keluarga.
c. Tidak bersikap sopan saat di ruang perawatan:
1) bersikap acuh tak acuh saat ada tamu atau pengunjung
2) makan dan minum di ruang perawat.
d. Tidak berpenampilan rapi:
1) tidak memakai alat pelindung diri (APD) sesuai dengan SPO yang
ada.
e. Menjawab telepon tanpa menyebutkan identitas dan menggunakan
bahasa yang tidak santun.
f. Berbicara kasar dan mendiskreditkan teman sejawat di hadapan umum.

3.2.2 Pelanggaran Sedang


a. Meminta imbalan kepada klien atau keluarga untuk kepentingan pribadi
maupun kelompok.
b.Memukul pasien dengan sengaja tanpa menimbulkan kecacatan fisik.
c. Bagi perawat yang sudah menikah menjalin cinta dengan klien atau
keluarga, suami atau istri sejawat.
d.Merokok saat masih memakai APD di red zone.
e. Menceritakan dan menjelekkan profesi perawat di hadapan profesi lain.
f. Membuat berita hoax terkait profesi keperawatan RSDC Wisma Atlet di
media sosial, media cetak, dan media online.
g.Sering melakukan pelanggaran etik ringan minimal 3 kali.

3.2.3 Pelanggaran Berat


a. Melakukan tindakan keperawatan yang tidak sesuai SPO sehingga
memperburuk kondisi klien atau bahkan sampai meninggal.
b.Salah memberikan obat sehingga berakibat fatal untuk klien.
c. Membiarkan pasien dalam keadaan darurat atau mengancam jiwa tanpa
memberikan pertolongan.

10
d.Berjudi atau minum-minuman alkohol sampai mabuk di lingkungan
RSDC Wisma Atlet.
e. Bertindak asusila atau menodai kehormatan klien.
f. Menyalahgunakan obat pasien untuk kepentingan pribadi.
g.Memukul atau berbuat kekerasan pada klien dengan sengaja sampai
terjadi cacat fisik.

3.3 SANKSI UNTUK PELANGGARAN ETIK KEPERAWATAN


3.3.1 Sanksi Pelanggaran Ringan
a. Perawat yang bersangkutan berjanji untuk tidak mengulangi
perbuatannya lagi.
b.Meminta maaf kepada pihak yang dirugikan, difasilitasi dan disaksikan
oleh sub komite etik dan disiplin rofesi.
c. Mendapat binaan dari sub komite etik dan disiplin profesi.

3.3.2 Sanksi Pelanggaran Sedang


a.Harus mengembalikan barang atau uang yang diminta kepada klien atau
keluarganya.
b.Meminta maaf kepada pihak yang dirugikan, difasilitasi dan disaksikan
oleh sub komite etik dan disiplin profesi.
c.Membuat surat pernyataan bermaterai bahwa tidak akan mengulangi
pelanggaran lagi.
d.Mendapat binaan dari sub komite etik dan disiplin profesi.

3.3.3 Sanksi Pelanggaran Berat


a. Harus meminta maaf terhadap pihak yang dirugikan.
b.Membuat surat pernyataan bermaterai bahwa tidak akan mengulangi
pelanggaran lagi.
c. Dilaporkan kepada pihak yang berwajib di RSDC Wisma Atlet.
d.Diberhentikan dari penugasan di RSDC Wisma Atlet.

11
3.4 ALUR PEMBINAAN DAN PENANGANAN MASALAH ETIK DAN
DISIPLIN PROFESI
Menurut Standar Prosedur Operasional Pelanggaran Etik Relawan di Rs
Darurat Penanganan Covid – 19 Wisma Atlit Kemayoran, maka alur pembinaan dan
penangan masalah etik dan disiplin profesi perawat dijelaskan sebagai berikut.
1. Koordinator lapangan yang mengetahui adanya dugaan pelanggaran tata tertib/
norma sosial/ kode etik melakukan konfirmasi terhadap laporan tersebut.
2. Koordinator lapangan melaporkan hal tersebut ke koordinator SDM RSDC
Wisma Atlet Kemayoran.
3. Koordinator SDM melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada pihak
perekrut (PPSDM/TNI/POLRI/FHCI) dan Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi
Keperawatan RSDC Wisma Atlet.
4. Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi Keperawatan menyiapkan Berita Acara
Pemeriksaan dan menyiapkan dokumen perawat yang diduga melakukan
pelanggaran.
5. Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi Keperawatan melakukan investigasi
terhadap perawat yang diduga melakukan pelanggaran.
6. Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi Keperawatan melakukan koordinasi/
pertemuan dengan koordinator lapangan, koordinator SDM dan pihak perekrut
untuk membahas hasil temuan komite etik.
7. Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi Keperawatan melaporkan hasil koordinasi/
pertemuan ke Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran.
8. Koordinator RSDC membuat keputusan terkait konsekuensi yang akan diterima
oleh relawan yang melakukan pelanggaran.
9. Koordinator SDM menindaklanjuti keputusan Koordinator RSDC Wisma Atlet.

12
Skema 3.4 Bagan Alur Pembinaan dan Penanganan Masalah
Etik dan Disiplin Profesi

13
DAFTAR PUSTAKA

Bidang Keperawatan RS Jiwa Prof. HB. Sa’anin Padang. (2017). Buku Standar Kode
Etik Keperawatan Tahun 2017-2020. Padang: RS Jiwa Prof. HB. Sa’anin
Padang.
Budiono. (2016). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2016). Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2013 Tentang Komite Keperawatan Rumah
Sakit. Jakarta: Kemenkes RI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2016). Kode Etik Keperawatan Indonesia.
Diakses dari https://ppniinna.org/doc/ADART/KODE_ETIK_KEPERAWATAN_INDONESIA.pdf.
Triwibowo, Cecep. (2010). Hukum Keperawatan: Panduan Hukum dan Etika bagi
Perawat. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

14

Anda mungkin juga menyukai