Anda di halaman 1dari 7

Keynote Speech

WEBINAR REKLAMASI TAMBANG

“Memahami Kewajiban Pengelolaan Lingkungan Hidup terkait reklamasi


sesuai UU Minerba No. 3/2020”

Bahan Pegangan
Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara

Jakarta, 16 September 2020


Pukul 14.05 WIB
2
REGULASI * SESUAI UU 3 TAHUN 2020
Pasal Bunyi Pasal
1 (26) Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan Usaha Pertambangan untuk menata, memulihkan, da
n memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya.
39 k IUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) paling sedikit memuat:
k. kewajiban melaksanakan Reklamasi dan Pascatambang
96 Dalam penerapan kaidah teknik Pertambangan yang baik Pemegang IUP atau IUPK wajib melaksanakan:
b. pengelolaan dan pemantauan lingkungan Pertambangan, termasuk kegiatan Reklamasi dan/atau Pascatambang
99 ayat Dalam pelaksanaan Reklamasi yang dilakukan sepanjang tahapan Usaha Pertambangan, pemegang IUP atau IUPK
(3) wajib:
a. memenuhi keseimbangan antara lahan yang akan dibuka dan lahan yang sudah direklamasi;
b. melakukan pengelolaan lubang bekas tambang akhir dengan batas paling luas sesuai dengan ketentuan peratura
n perundang-undangan
123A Pemegang IUP atau IUPK pada tahap kegiatan Operasi Produksi sebelum menciutkan atau mengembalikan WIUP
atau WIUPK wajib melaksanakan Reklamasi dan Pascatambang hingga mencapai tingkat keberhasilan 100% (seratu
s persen)

* Selanjutnya akan diatur melalui Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri ESDM
PELAKSANAAN REKLAMASI UNTUK IZIN USAHA PERTAMBANGAN
Reklamasi bentuk lain – Pengembangan Energi Baru Terbarukan
Reklamasi dalam bentuk PLTS Reklamasi dalam bentuk Tanaman Agro Energi

 Off grid -> untuk internal


• Jenis tanaman (Sawit,
Jarak,
 On Grid -> untuk eksternal
Sagu, Red Sorghum
dll)
• Usulan off taker –
pengelola selanjutnya
• Penanaman tanaman
Pertimbangan Agro Energi pada
• Ketersediaan lokasi (lahan bekas tambang/void- lahan Reklamasi
floating); • Dibutuhkan Revisi
• luas lahan yang dapat dimanfaatkan;
Rencana Reklamasi
• kondisi exsisting kelistrikan (PLTD/PLN/PLTU/PLTA);
• biaya listrik per KWh - keekonomian; • Kriteria keberhasilan
• Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL); Reklamasi sesuai
• kondisi existing kebutuhan & pemenuhan listrik kajian
masyarakat sekitar
PERKEMBANGAN REKLAMASI BENTUK LAIN
PTLS – PT Indominco
Rencana dan Realisasi
Reklamasi Lahan
Bekas Tambang
dalam bentuk
pengembangan Energi
baru terbarukan

AGRO ENERGI – PT GUNUNG BAYAN Rencana Lokasi PLTS – PT Multi Harapan Utama

4
“Salah satu yang selalu saya tekankan adalah upaya mengembalikan
energi kembali menjadi sumber energi (energy back to energy) dengan
memanfaatkan lahan bekas tambang”

Arifin Tasrif (2020)

5
TERIMA KASIH

6
KONSEP PENGATURAN REKLAMASI BENTUK LAIN
Kepmen ESDM/1827 tahun 2018
Reklamasi Bentuk Lain dilaksanakan pada lokasi
Program Reklamasi tahap Operasi
lahan bekas tambang, lahan bekas fasilitas
Produksi dapat dilaksanakan dalam
pengolahan pemurnian, lahan bekas fasilitas
bentuk revegetasi dan/atau
penunjang, bangunan lainnya, lubang bekas
peruntukan lainnya yang terdiri
tambang dan/atau danau pascatambang
atas:
a) area permukiman; Prinsip Penetapan Reklamasi Bentuk Lain
b) pariwisata; 1. Kesesuaian dengan dokumen lingkungan hidup
c) sumber air; dan
2. Kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah
d) area pembudidayaan. (RTRW)
Penjelasan mengenai program Reklamasi 3. Kesepakatan dengan pemilik lahan
bentuk lain mencakup kegiatan
penatagunaan lahan beserta lokasi dan 4. Kesepakatan dengan pemangku kepentingan
luasannya yang peruntukannya bukan 5. Rekomendasi dari Pemerintah Daerah
revegetasi (contoh: area permukiman,
kawasan industri, pariwisata, 6. Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan
pembudidayaan, dan lain-lain) dalam ekonomi masyarakat setelah tambang berakhir
dokumen rencana Reklamasi dan/atau 7. Sebagai bentuk pelestarian lingkungan dan budaya
rencana Pascatambang.
bagi masyarakat
7